Tampilkan postingan dengan label metro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metro. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2015

Polantas Kurang, Satpol PP Dilatih Urai Macet

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berencana menerjunkan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membantu mengurai kemacetan di Jakarta. Ahok telah meminta bantuan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk melatih personil Satpol PP.

Namun, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan kepolisian belum memutuskan kapan mulai melatih personel Satpol PP itu. "Kami harus berdiskusi dengan satuan kerja yang ada," kata Martinus, Jumat 16 Januari 2015.

Sebab, menurut dia, pelatihan ini membutuhkan beberapa pembahasan dan persiapan. "Misalnya siapa-siapa saja yang akan dilatih, berapa banyak dan anggaran yang dibutuhkan," kata dia.

Meski demikian, Martinus mengatakan kepolisian setuju dengan ide Ahok tersebut. "Kami memang kekurangan petugas pengatur lalu lintas," kata dia.

Martinus menyebutkan, meskipun nantinya Satpol PP diberi kemampuan untuk membantu mengatur lalu lintas, penindakan tetap berada di tangan polisi. "Nanti bisa diatur anggota kami melakukan asistensi," ujarnya. Misalnya di sepanjang ruas jalan tertentu, ada dua petugas Satpol PP yang diasistensi polisi lalu lintas. Teknis-teknis seperti itu akan dibahas kemudian di antara kedua pihak.

Kepala Satpol PP, Kukuh Hadi Santoso, mengatakan siap memberikan personilnya untuk membantu mengurai kemacetan. "Ini sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur," kata dia. Apalagi, menurut Kukuh, petugas yang ada di lapangan memang kekurangan anggota untuk melakukan pengaturan. "Karena simpul kemacetan di Jakarta banyak titiknya," kata Kukuh.

Saat ini, Kukuh mengatakan ada sebanyak 6.100 personel Satpol PP di Jakarta. Ada sekitar 500 petugas yang ada dalam posisi Di Bawah Koordinasi (BKO) di beberapa SKPD dan UKPD. "Sebenarnya ada juga personel yang sudah turun ke lapangan bantu mengurai kemacetan," kata dia.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/01/17/083635462/Polantas-Kurang-Satpol-PP-Dilatih-Urai-Macet

Kamis, 15 Januari 2015

Kemacetan di Jakarta Semakin Tak Kenal Waktu

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan di Jakarta semakin tidak mengenal waktu. Data yang dihimpun Polda Metro Jaya menunjukkan, jam kemacetan di Jakarta bertambah panjang dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau tahun 2013 jam kemacetan di Jakarta paling parah yaitu pada pukul 07.00-09.00 untuk pagi dan 16.00-20.00 untuk sore, tahun 2014 jamnya bertambah panjang,” ujar Kepada Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/1/2015).

Pada 2014, kemacetan di Jakarta terjadi rata-rata pada pukul 07.00-11.00 untuk pagi dan 16.00-22.00 untuk sore. Bahkan di hari-hari tertentu, kemacetan dapat terjadi sepanjang waktu dan tidak dapat diprediksi.

Menurut Martinus, Kemacetan yang bertambah panjang di Jakarta ditengarai oleh pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan. Data pada 2014 menunjukkan, ada 17.523.967 unit kendaraan bermotor di Jakarta. Petumbuhannya setiap tahun mencapai12-13 persen. Sementara itu, pertumbuhan jalan hanya 0,01 persen per tahunnya.

Karena itulah, pembatasan-pembatasan kendaraan perlu dilakukan untuk mengurangi kemacetan. Beberapa cara pembatasan kendaraan yaitu dengan memberlakukan three in one, pelarangan sepeda motor, dan electronic road pricing (ERP). Bahkan ada pula usulan aturan pelat ganjil-genap dan warna kendaraan.

“Pajak kendaraan progresif sudah telah dinaikan. Karena tidak mungkin kami melarang kepemilikan kendaraan, maka cara-cara seperti itulah yang dapat dilakukan,” kata Martinus.

Sumbar : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/14/10291841/Kemacetan.di.Jakarta.Semakin.Tak.Kenal.Waktu

Senin, 12 Januari 2015

6.000 Kendaraan Bertambah di Jakarta Setiap Hari

JAKARTA - Jumlah kendaraan bermotor, baik roda dua dan empat di DKI Jakarta, setiap hari bertambah sekira 6.000 unit.

"Jumlah kendaraan baru 5.600 hingga 6.000 unit per hari. Hal itu berdasarkan data Samsat yang mengeluarkan STNK,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/1/2015).

Untuk kendaraan roda empat, lanjut dia, per hari bertambah 1.600 unit, sedangkan kendaraan roda dua mencapai 4.000 hingga 4.500 unit.

"Bertumbuhnya kendaraan ini menjadi salah satu penyumbang kemacetan di Jakarta. Pertumbuhan jalan hanya 0,01 persen, jadi tidak sebanding,” tuturnya.

Menurut dia, program three in one dan pelarangan sepeda motor di beberapa ruas jalan dapat meminimalisasi kemacetan. Diharapkan, pemberlakuan electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar nanti juga bisa menyumbang berkurangnya kemacetan.

Informasi yang dihimpun, total kendaraan di Jakarta hingga Desember 2014 mencapai 17.523.967 unit. Perinciannnya, mobil pribadi 3.226.009, bus 362.066, mobil barang 673.661, sepeda motor 13.084.372, dan kendaraan khusus 137.859 unit.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2015/01/09/15/1090119/setiap-hari-ada-6-000-unit-kendaraan-baru-di-jakarta

Senin, 08 September 2014

Orang Jakarta Ribut Macet, tetapi Masih Lakukan Ini?

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain tingginya jumlah kepemilikan kendaraan pribadi, penyebab lain kemacetan di Jakarta adalah rendahnya tingkat kesadaran pengendara kendaraan untuk tertib berlalu lintas. Ada beragam perilaku berkendaraan yang menyumbang penyebab kemacetan, salah satunya adalah kebiasaan para pengendara di persimpangan berlampu lalu lintas.

Kepala Sub-Direktorat Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Warsinem menyebutkan, beberapa perilaku yang turut menyumbang kemacetan itu mulai dari berkendara melawan arus, berkecepatan rendah di lajur cepat, dan berhenti di depan garis putih pembatas saat lampu lalu lintas di persimpangan menyala merah.

Khusus untuk poin yang terakhir, kata Warsinem, pengendara kendaraan yang berhenti di depan garis pembatas di persimpangan itu justru acap kali tak melihat lampu pengatur lalu lintas. Mereka pun kerap tak melihat lampu telah berganti warna menjadi hijau.

"Harus diklakson dulu oleh kendaraan yang ada di belakang baru kemudian mereka jalan. Yang seperti ini kan sebenarnya memperlama saja," kata Warsinem, di sela acara kampanye keselamatan berlalu lintas, di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/9/2014) pagi.

Ambil jalur

Persoalan berhenti di persimpangan ini, lanjut Warsinem, juga diperparah dengan perilaku para pengendara yang mengambil jalur kendaraan dari arah lain. Situasi tersebut, tegas dia, merupakan pemicu arus lalu lintas stuck, kendaraan dari semua arah tak lagi bisa bergerak karena mampat di persimpangan.

Berhenti di depan garis putih pembatas saat lampu lalu lintas menyala merah, kata Warsinem, juga tindakan yang memakan hak para pejalan kaki. "Kebiasaan" melewati garis batas tersebut pada umumnya "menjajah" zebra cross yang seharusnya merupakan ruang bagi para pejalan kaki untuk menyeberang.

"Tidak hanya bikin macet, tapi juga bikin orang susah nyebrang," kata Warsinem. "Jadi, benar-benar sangat merugikan. Harusnya kalaupun tidak ada garis stop, mereka berhenti di belakang lampu lalu lintas," ujar dia.

Warsinem mengatakan, sekarang jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya sedang gencar menindak para pelanggar lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Dalam dua pekan terakhir, per Sabtu (6/9/2014), 4.000-an orang sudah ditilang. "Untuk pelanggaran penyebab kemacetan, termasuk yang masuk ke jalur busway," sebut dia.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/09/07/12312911/Orang.Jakarta.Ribut.Macet.tapi.Masih.Lakukan.Ini

Jumat, 05 September 2014

Urai Macet di Jakarta, Polda Metro Kerahkan Unit Pemburu Kemacetan Bersepeda

Jakarta - Kemacetan di Ibu Kota ini seakan tidak pernah ada habisnya. Setiap sudut jalanan di Jakarta penuh sesak oleh kendaraan bermotor. Bahkan, polisi lalu lintas pun kerap terjebak kemacetan saat hendak menuju ke lokasi untuk mengurai kemacetan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Restu Mulya Budyanto mengatakan, sebagai solusi mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya mengerahkan pasukan khusus untuk mengurai kemacetan di Jakarta.

"Kita siapkan pasukan bersepeda, namanya Unit Pemburu Kemacetan. Kalau pakai sepeda kan bisa diangkat ke trotoar tanpa harus dikayuh bisa sambil jalan kaki kan lebih cepat," ujar Restu di Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Untuk menunjang anggota patroli bersepeda, Polda Metro Jaya menyiapkan ratusan unit sepeda kayuh. Sepeda-sepeda ini nantinya akan disebarkan ke Polres-Polres.

"Selain anggota Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya, sepeda ini juga akan kami drop ke Satwil-Satwil," imbuhnya.

Selain anggota bersepeda, Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya juga mengerahkan pasukan bermotor trail untuk mengurai kemacetan. Ada 70 unit motor trail yang disiapkan.

Lebih jauh, Restu mengatakan, kemacetan di Jakarta saat ini sudah pada level kronis. Kemacetan sudah menyebar ke hampir sudut kota.

Disamping banyaknya jumlah kendaraan, banyaknya hambatan jalan menjadi penyumbang kemacetan. Seperti contohnya pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar. Sementara jumlah kendaraan meningkat, namun di sisi lain infrastruktur jalan tidak bertambah.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/09/04/112709/2681059/10/urai-macet-di-jakarta-polda-metro-kerahkan-unit-pemburu-kemacetan-bersepeda

Rabu, 30 Juli 2014

Lebaran, Sebagian Jalan Jakarta Malah Macet Total

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah jalan di Jakarta macet total pada hari kedua Idul Fitri. "Berdasarkan pada laporan yang diterima dari petugas di lapangan, yang menjadi titik kemacetan parah terutama merupakan wilayah di sekitar tempat rekreasi," ujar petugas Traffic Management Center Polda Metro, Brigadir Satrio, saat dihubungi Tempo, Selasa, 29 Juli 2014.

Satrio menuturkan jalan-jalan utama menuju Ancol, Ragunan, dan Taman Mini dalam kondisi padat merayap. Akun Twitter resmi TMC Polda Metro mencuit, belasan ribu kendaraan yang memenuhi jalan menuju Taman Margasatwa Ragunan menyebabkan kemacetan. Belasan ribu kendaraan itu terdiri atas 2.000 kendaraan roda empat dan lebih dari 10 ribu sepeda motor. (Baca juga: Mulai 1 Agustus, Transjakarta Berlakukan E-Ticket)

Kemacetan tidak hanya terjadi di ruas jalan yang menuju area rekreasi, tapi juga di jalan bebas hambatan. Seperti yang dilansir di linimasa Traffic Management Center Polda Metro, mobil-mobil di jalan tol dalam kota Cawang menuju Taman Mini padat merayap. Sedangkan arus lalu lintas di Jalan Tol Kebon Jeruk menuju arah Tomang mengalami penumpukan kendaraan. (Baca juga: Lebaran, Transjakarta Buka Trayek Harmoni-Ancol)

Penumpukan kendaraan di beberapa wilayah Ibu Kota yang terjadi hari ini diprediksi akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan. "Ini akan kami antisipasi. Baru kembali normal hari Minggu mendatang," ujar Satrio. (Baca juga: Membludak, Pengunjung ke Puncak Monas Dibatasi)

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/07/29/083596323/Lebaran-Sebagian-Jalan-Jakarta-Malah-Macet-Total

Kamis, 07 November 2013

Sejuta Kendaraan Baru Sesaki Jakarta Per Tahun

TEMPO.CO, Jakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya menerima permintaan pembuatan 1,5 juta surat-surat kendaraan baru selama tiga tahun terakhir. Dari data yang dilansir pihak kepolisian hingga 2012, terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah pembuatan surat-surat kendaraan baru sejak 2011.

Pada 2008, jumlah pemohon surat-surat kendaraan baru, baik mobil dan motor mencapai angka 631.623. Jumlah tersebut terus naik hingga 2012. (2009: 564.694; 2010: 736.607; 2011: 1.580.790; dan 2012: 1.577.418)

"Pada 2013 jumlahnya kurang lebih sama," ujar juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Rabu, 6 November 2013. Terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan baru di Jakarta sebesar 53,4 persen pada 2010-2011.

Jumlah kendaraan baru di Jakarta ini menambah banyak kuda-kuda besi yang berkeliaran di jalanan Ibu Kota. Dari data Ditlantas dilaporkan belasan juta kendaraan bermotor berseliweran di wilyah Jakarta dan meningkat tiap tahunnya.

Kendaraan Bermotor - 6.766.723 (2008) / 7.518.098 (2009) / 8.764.130 (2010) / 9.861.451 (2011) / 10.825.973 (2012).

Mobil Penumpang - 2.034.943 (2008) / 2.116.282 (2009) / 2.334.883 (2010) / 2.541.351 (2011) / 2.742.414 (2012)

Mobil Beban - 538.731 (2008) / 550.924 (2009) / 565.727 (2010) / 581.290 (2011) / 561.918 (2012)

Mobil Bis - 308.528 (2008) / 309.385 (2009) / 332.779 (2010 / 363.710 (2011) / 358.895 (2012

Total - 9.647.925 (2008) / 13.347.802 (2009) / 11.997.519 (2010) / 13.347.802 (2011) / 14.618.313 (2012)

Pertumbuhan pesat laju kendaraan di Jakarta (meningkat 15 persen pada 2012) membuat pengatur kebijakan bekerja keras untuk menghindarkan Jakarta dari kemacetan total. "Sudah dibahas sejumlah kebijakan pengurangan kemacetan. Kami siap," ujar Rikwanto.

Namun Rikwanto tak mengelak bila makin masifnya pertumbuhan mobil tidak disertai dengan kebijakan transportasi yang mumpuni, Jakarta akan mendapat dampak buruk. "Diprediksi pada 2014 jalanan di Jakarta stuck," ujarnya.

Salah satu penyebab kemacetan parah adalah penambahan jumlah jalan di Jakarta jauh tertinggal dibanding pertumbuhan mobil. Pada tahun lalu, jumlah jalan hanya naik, 1,3 persen menurut data Subdinas Bina Program Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.

Pada tiga tahun terakhir, jumlah jalan di Jakarta adalah 6.543 kilometer (2010), 6.866 kilometer (2011), dan 6.955 kilometer (2012). Ini baru mencakup 6,2 persen luas wilayah Jakarta. Di sejumlah negara maju, contohnya Singapura, rasio jalan sudah mencapai 12 persen dibanding luas wilayahnya.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/11/07/083527694/Sejuta-Kendaraan-Baru-Sesaki-Jakarta-Per-Tahun

Rabu, 07 Agustus 2013

H-2 Lebaran, Kemacetan di Jakarta Turun 50%

Jakarta - Sejumlah ruas jalan di Jakarta pada H-2 menjelang Lebaran mulai lengang akibat sebagian besar warga Ibukota telah cuti dan mudik ke kampung halaman. Warga diimbau tetap berhati-hati dalam berkendara.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Sambodo Purnomo, mengatakan kemacetan hingga hari ini berkurang sampai 50 persen dibanding hari biasa.

"Saat ini kemacetan di Jakarta memang berkurang drastis, sekitar 50 persen. Ini akibat warga Jakarta sudah mudik dan libur," ujar Sambodo, Selasa (6/8).

Dikatakan Sambodo, jalan protokol maupun arteri nampak lengang. Kondisi arus lalu lintas cenderung ramai lancar. "Jarak tempuh pun menjadi berkurang. Kalau sebelumnya bisa berjam-jam, saat ini hanya hitungan menit," tambahnya.

Ia melanjutkan, kendati jalanan sudah mulai sepi dari pengendara, namun masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan tidak memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar terhindar dari kecelakaan.

"Meski jalanan sepi, tapi diimbau warga tidak ngebut karena bisa saja terjadi kecelakaan. Selalu berhati-hati, utamakan keselamatan dan jadi pelopor keselamatan berlalulintas," katanya.

Menurut Sambodo, walau pun jalanan sudah lengang, namun Ditlantas Polda Metro Jaya tak menurunkan jumlah anggota di lapangan.

"Jumlah anggota di lapangan tidak berkurang. Tiap hari ada 600 anggota Polantas yang diploting untuk mengatur lalin," tandasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/AF

Sumber:
http://www.beritasatu.com/aktualitas/130318-h2-lebaran-kemacetan-di-jakarta-turun-50.html

Rabu, 10 April 2013

Atasi Macet Jakarta, Tak Semuanya Butuh Biaya

JAKARTA, KOMPAS.com — Kata "macet" di Jakarta sudah jamak terdengar setiap hari. Beragam cara diupayakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan kepolisian untuk mengurai kemacetan ini. Namun, bukan berarti saling tunggu atau hanya saling mengandalkan pihak lain.

"Kondisi lalu lintas (di Jakarta) ini mendesak, kita harus berpikir secara parsial," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Sambodo Purnomo, di Jakarta, Selasa (9/4/2013). Tak bisa, kata dia, solusi kemacetan hanya menunggu selesainya pendataan electronic registration identification (ERI) atau pengadaan unit busway tambahan.

Dua contoh cara mengurangi macet secara makro ini memang diharapkan dapat mengurangi kemacetan Jakarta secara signifikan. Namun, penanganan secara makro itu, menurut Sambodo, perlu waktu yang tidak sebentar dan dana yang tidak sedikit pula.

Sambodo berpendapat, penanganan secara mikro adalah penanganan cepat yang hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Misalnya, sebut dia, dengan pemberlakuan kebijakan jalur melawan arus (contra flow). Kebijakan ini sudah diberlakukan di tiga jalur, yakni Serpong-Tomang, Cawang-Semanggi, dan Grogol-Slipi.

Menurut Sambodo, penanganan macet seperti ini sudah dirasakan hasilnya secara langsung oleh pengguna jalan. Dia mengatakan, cara ini mengurangi kepadatan volume kendaraan hingga 30 persen.

Selain contra flow, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga memikirkan kebijakan sistem satu arah (SSA) dan ruang henti khusus (RHK). Jalur-jalur yang memungkinkan penerapan SSA masih dikaji lebih lanjut oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Sementara RHK adalah ruang kosong dengan luas tertentu yang berada di depan garis batas lampu merah. "Nanti kami bakal buat garis merah di depan lampu merah untuk pengguna sepeda motor," terang Sambodo.

RHK disiapkan khusus untuk motor dan nantinya mobil harus berhenti sebelum melewati garis RHK. Sistem ini bertujuan mengurangi masalah akibat motor yang suka nyelip di antara mobil-mobil.

Penanganan lain secara mikro, tutur Sambodo, adalah memperbolehkan kendaraan memutar langsung tanpa mengikuti arus dan jalur putaran. Kebijakan ini sudah dilakukan di Bundaran HI dan Bundaran Senayan. Cara ini, kata dia, cukup efektif karena menghemat waktu pengguna lalu lintas. "Kita harus thinking out of the box untuk mengurangi macet di Jakarta," kata Sambodo.

Penanganan kemacetan lalu lintas secara mikro oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, baik yang sudah dilakukan maupun yang masih menjadi rencana, dinilai cukup efektif di lapangan. Selain itu, cara ini juga tak butuh biaya banyak, bahkan sama sekali tak butuh biaya pada beberapa sistem. "Paling hanya butuh biaya makan minum polisi yang jaga di sana," kata Sambodo sembari tertawa ringan.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/04/10/05133375/Atasi.Macet.Jakarta.Tak.Semuanya.Butuh.Biaya

Senin, 01 April 2013

Polda: Contra Flow Kurangi 30 Persen Kemacetan

TEMPO.CO , Jakarta:Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan pemberlakuan sistem kendaraan melawan arah atau contra flow di beberapa ruas jalan tol, mampu mengurangi kemacetan arus lalu lintas di Jakarta.

"Contra flow mampu mengurangi sekitar 30 persen penumpukan kendaraan," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo ketika dihubungi Tempo pada Kamis, 28 Maret 2013.

Saat ini Jakarta menerapkan contra flow di tiga jalan Tol, Tangereng-Jakarta, Cawang-Semanggi, Grogol-Slipi, danl Cawang-Rawamangun. Saat uji coba contra flow pada Senin lalu, terbukti ada sekitar 2.000 kendaraan yang mengambil jalur lawan arus.

Penerapan contra flow di Grogol-Slipi, dia mencontohkan, perhitungan PT Jasa Marga rata-rata kendaraan yang melintas saat jam sibuk pagi hari, antara pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB, di ruas tol tersebut ada 6.000 kendaraan per jam.

Sayangnya, Sambodo mencatat, di kemudian hari rupanya ada pola pergeseran masyarakat. Contra flow Cawang-Semanggi contohnya. "Tadinya yang lewat situ adalah kelas pekerja tapi sekarang siapa pun pakai jalur contra flow," katanya.

Menurut dia, ada pergesaran pemikiran di masyarakat. "Mereka yang mau ke Slipi ambil contra flow dengan pikiran biar cepet padahal tujuannya, bukan ke tempat kerja," kata dia. "Artinya contra flow semacam jadi jalur alternatif."

Akibatnya penumpukan kendaraan pun kembali kerap terjadi terutama di pintu masuk-keluar tol. Sambodo berpendapat contra flow bukan obat yang ces pleng untuk mengatasi kemacetan. "Ibarat obat cuman pereda sementara," ujar ia. Efektifitas contra flow lanjut dia adalah jika dibarengi dengan pembenahan transportasi.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/03/29/083470003/Polda-Contra-Flow-Kurangi-30-Persen-Kemacetan

Senin, 25 Maret 2013

Atasi Macet, Contra Flow Diuji Coba di Tol Dalam Kota

Liputan6.com, Jakarta : Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga Tbk. mengujicobakan jalur lawan arus (contra flow) di Tol Dalam Kota mulai dari Grogol (KM 15+200) hingga Slipi (KM 12+400).

"Diujicobakan mulai hari (Senin) ini pukul 06.00 WIB hingga 09.30 WIB," kata Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sambodo di Jakarta, Senin (25/3/2013).

AKBP Sambodo mengatakan, pemberlakuan contra flow guna mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas dari Tol Tangerang menuju Jakarta saat memasuki Grogol arah Slipi.

Uji coba jalur lawan arus yang menuju Semanggi sepanjang 2,8 kilometer tersebut diberlakukan hingga 1 April 2013. Kemudian pihak kepolisian dan Jasa Marga akan mengevaluasi.

Pihak kepolisian maupun Jasa Marga akan merekayasa arus lalulintas melalui jalur lawan arus, jika hal tersebut dapat mengurangi kemacetan pada pagi hari.

Petugas kepolisian telah berjaga di lokasi jalur lawan arus dan memasang rambu-rambu, kata Sambodo, agar memudahkan pengemudi mengetahui pemberlakuan jalur lawan arus tersebut. (Ant/Yus)

Sumber : http://news.liputan6.com/read/543841/atasi-macet-contra-flow-diuji-coba-di-tol-dalam-kota

Senin, 03 Desember 2012

Ini Rencana Cara Mengatasi Kemacetan di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono mengatakan saat ini pihaknya dengan Pemda DKI tengah menggodok tiga kajian untuk mengatasi masalah kemacetan yang makin memperparah ibukota.

"Masalah kemacetan ini bukan perkara mudah. Butuh kebijakan dan strategi yang matang untuk bisa mengatasi permasalahan lalu lintas yang sudah identik dengan Jakarta," ucap Wahyono, Minggu (2/12/2012).

Wahyono menuturkan saat ini ada tiga rencana kebijakan yang tengah digodok oleh Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya dengan Pemda DKI untuk mengatasi kemacetan. Dan tiga hal itu sudah dibicarakan oleh Gubernur dengan Kapolda Metro Jaya.

Cara pertama untuk mengatasi kemacetan yakni dengan pemberlakuan tilang elektronik. Dan saat ini sedang menyiapkan piranti lunaknya.

Cara yang kedua yakni penataan parkir on the street. Wahyono juga mengaku pihaknya siap menegakkan hukum terhadap pelanggar parkir di badan jalan. Dan dibeberapa tempat parkir on-street sudah dihapuskan karena menghambat kelancaran lalu lintas.

"Kemudian yang ketiga adalah mengenai pembatasan kendaraan bermotor. Membatasi produsen kendaraan motor memang sulit. Kita tidak bisa melarang produsen, tapi kita bisa membatasi penggunaan kendaraan itu di jalan," jelas Wahyono.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2012/12/02/ini-rencana-cara-mengatasi-kemacetan-di-jakarta

Kamis, 29 November 2012

Sistem pelat genap-ganjil untuk atasi macet Jakarta

Kemacetan merupakan salah satu penyakit Jakarta yang sudah kronis. Untuk itu pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mencari cara mengatasi kemacetan di Ibu Kota.

Salah satu kebijakan yang akan diberlakukan dan telah dikaji ialah sistem genap-ganjil. Sistem tersebut sudah menjadi wacana sejak beberapa waktu lalu dan akan segera direalisasikan.

"Kita sudah lakukan rapat dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, ada dua yang dikaji untuk pembatasan kendaraan, yakni sistem gelap-terang dan genap-ganjil," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Dwi Sigit Nurmantyas, saat dihubungi, Rabu (28/11).

Sigit mengatakan, untuk sistem gelap-terang akan sulit diterapkan karena adanya masalah beda persepsi antara petugas dengan pemilik kendaraan mengenai warna. Selain itu, banyaknya kendaraan yang sudah dimodifikasi sehingga memiliki beberapa kombinasi warna juga menjadi salah satu faktor sulitnya diterapkan sistem tersebut.

Sementara itu, tutur Sigit, sistem genap-ganjil lah yang saat ini akan diprioritaskan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI. Sistem genap-ganjil dinilai lebih mudah dipahami dan tidak akan terdapat perbedaan persepsi.

"Kita optimis bisa memberlakukan sistem itu, kalau didukung oleh masyarakat pasti akan berjalan lancar. Nanti kami akan kaji, sosialisasi dan terakhir uji coba, rencananya bulan Januari akan kita sosialisasi," ujar Sigit.

Ketentuan dalam sistem genap-ganjil ini yakni, setiap hari pelat mobil yang digunakan harus selalu berbeda angka digitnya, misalnya hari Senin digit genap, kemudian Selasa digit ganjil, dan begitu seterusnya.

"Penentuan genap dan ganjilnya ditentukan dari dua angka paling belakang pelat. Misal, pelat mobil saya B 12 VII, berarti genap. Atau misal B 2533 SFA, nah itu berarti ganjil karena dua angka dibelakangnya 33," kata Sigit.

Untuk pengawasannya, pihak kepolisian lah yang nantinya akan mengawasi langsung. Ruas jalan yang sudah ada jalur Buswaynya pun dijadikan prioritas pemberlakuan sistem ini.

"Jadi masyarakat yang punya ganjil, saat hari genap ya naik Busway," kata Sigit.

Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/sistem-pelat-genap-ganjil-untuk-atasi-macet-jakarta.html

Rabu, 14 November 2012

Alternatif Pembatasan Kendaraan di Ibu Kota

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono mengungkapkan, ada beberapa rencana kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno terkait lalu lintas di wilayah Ibu Kota. Wahyono mengungkapkan, rencana kebijakan tersebut meliputi bidang sarana dan prasarana. Salah satunya adalah penetapan jalan berbayar elektronik atau Electronic Route Pricing (ERP) yang memungkinkan pemgemudi melakukan pembayaran secara elektronik.

"Untuk ERP koridor hukumnya sedang dibahas. Piranti lunaknya juga sedang disiapkan," jelas Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/11/12).

Ia juga menakankan, perlunya penataan ruang, seperti pelarangan parkir on the street pada jam-jam 3 in 1. "Parkir on the street sudah dilarang karena menghambat kelancaran lalu lintas," katanya.

Adapun, untuk pembatasan kendaraan bermotor, Wahyono mengatakan bahwa produsen tidak bisa dilarang untuk memproduksi mobil. Namun, yang bisa dilakukan adalah membatasi penggunaan kendaraan di jalan. Ia mengungkapkan, ada beberapa konsep pembatasan penggunaan kendaraan. Alternatif pertama adalah pembatasan tahun kendaraan.

"Misalnya, kendaraan yang sudah berusia 10 tahun sudah tidak boleh berproduksi," ujar Wahyono.

Kedua, pelarangan mobil untuk digunakan berdasarkan gelap-terang warna mobil atau genap-ganjil nomor pelat kendaraan. Akan tetapi, mana yang akan diterapkan, diserahkan pada keputusan Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya. Sementara, mengenai wacana tilang elektronik, Wahyono menyatakan bahwa kajian yuridis untuk kebijakan tersebut sudah selesai.

"Alat sudah datang, kita tunggu surat edaran MA bahwa tilang elektronik ini diakui secara yuridis," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa UU No. 22 tahun 2009 sudah mengizinkan ada alat bukti teknologi. Polisi juga akan menambah personel yang bertugas di jam-jam macet. Tahun lalu, kata Wahyono, penambahan personel dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Saat ini, pukul 14.00, sudah dikerahkan jumlah polisi yang lebih banyak untuk mengatur arus lalu lintas. Waktu terurainya kemacetan juga mundur, dari sebelumnya pukul 21.00 menjadi pukul 22.00 WIB.

Adapun, puncak kepadatan lalu lintas terjadi pada hari Rabu dan Jumat. Penyebabnya adalah perputaranya keuangan yang meningkat, sehingga aktivitas lalu lintas turut meningkat.

"Pada hari Jumat, pegawai swasta dan PNS sudah bekerja selama 5 hari, berimbas pada meningkatnya aktivitasnya pada Jumat sore untuk liburan maupun pulang kerja," katanya.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/13/04574831/Alternatif.Pembatasan.Kendaraan.di.Ibu.Kota

Selasa, 13 November 2012

Macet di Jakarta Bertambah 2 Jam

JAKARTA - Kemacetan lalu lintas di Jakarta terasa semakin parah. Kepolisian mengakui jika waktu kemacetan di Ibu Kota pada 2012 ini bertambah dua jam dibandingkan tahun lalu.

“Setahun lalu jam 15.00 WIB baru kita tambah kekuatan, sekarang jam 14.00 WIB,” kata Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/11/2012).

Artinya kemacetan terjadi satu jam lebih cepat. Tahun lalu, kemacetan sudah bisa terurai sekira pukul 21.00 WIB. Kini baru sekira 22.00 WIB. Target harus bisa mengurai kemacetan sekira pukul 21.00 WIB karena petugas berkejaran dengan waktu operasional angkutan berat sekira pukul 22.00 WIB.

“Karena kalau jam segitu belum terurai bentrok dengan waktu operasional truk macetnya akan makin parah,” ungkapnya.

Macet akan makin parah pada setiap Rabu dan Jumat. Analisa kepolisian, karena Rabu perputaran keuangan menigkat dibandingkan hari lainnya. Sehingga aktifitas di jalan juga meningkat.

Pada Jumat, riuh arus lalu lintas di Jakarta juga semakin menjadi. Beberapa warga memilih hari Jumat untuk pergi liburan ke luar kota atau pulang ke kampung halaman. “Yang rumahnya di daerah kerjanya di Jakarta, Jumat sore banyak yang pulang,” pungkasnya.

Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/11/12/500/717224/macet-di-jakarta-bertambah-2-jam

Selasa, 06 November 2012

Jokowi Bidik 70 Titik Kemacetan Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya sepakat memfokuskan penyelesaian sebanyak 70 titik kemacetan di Ibukota.

Penanganan titik kemacetan akan dilakukan secara bersama dengan menempatkan personel kepolisian maupun aparat Pemprov DKI.

Kesepakatan tersebut diperoleh setelah Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno, bertemu Gubernur DKI, Joko Widodo, di Balaikota, Jakarta, Senin. Irjen Putut mengatakan puluhan titik kemacetan itu tersebar di lima wilayah Ibukota.

"Polisi bersama Dishub DKI bersama-sama bekerja mengatasi titik kemacetan," ujar Putut.

Sementara, Jokowi mengungkapkan kebijakan tersebut merupakan aksi cepat dari Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya dalam mengatasi kemacetan. "Namun, cara ini bukanlah satu-satunya solusi mengatasi macet di ibukota," ungkapnya.

Jokowi mengaku Pemprov DKI masih memiliki terobosan lain untuk mengurai kemacetan di ibukota. "Masih ada cara lain yang saat ini masih dibicarakan," ungkapnya.

Ia menjelaskan sejumlah titik kemacetan yang telah dipetakan di antaranya Jl Senen Raya, daerah sekitar UKI Cawang, Jl Otista, kawasan sekitar Pasar Rebo dan Kampung Melayu. "Di lokasi tersebut kerap terjadi 'trouble spot' yang harus segera dipecahkan," jelasnya

Sumber : http://m.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/11/05/md0rn0-jokowi-bidik-70-titik-kemacetan-jakarta

Senin, 30 Juli 2012

Macet Total di Jakarta Bakal Terjadi Tahun 2014

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas mengatakan tahun 2014 nanti, Jakarta akan stagnan dan macet total.

Sigit menjelaskan, tahun 2014 nanti pihaknya memprediknya Jakarta akan stag pasalnya jumlah kendaraan akan semakin bertambah sementara panjang jalan baik itu jalan negara, jalan provinsi, dan jalan kabupaten tidak bertambah.

"Saat ini, kendaraan yang tercatat di Samsat Polda Metro ada 14.097.800, ya hampir 15.000.000 juta. Sementara panjang jalan keseluruhan tidak bertambah yakni 7.714.280 km," tutur Sigit, Minggu (29/7/2012).

Hal yang sama juga diutarakan oleh Kabag Pembinaan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto.

"Jakarta ini sudah over kapasitas. Jumlah kendaraan sudah mencapai 15 juta. Nanti 2014 diprediksi macet total," ucap Budiyanto.

Budiyanto mengatakan, dalam sehari STNK yang Samsat Polda Metro mencapai enam ribu STNK. Seribu STNK untuk kendaraan roda empat dan lima ribu STNK untuk kendaraan roda dua.

"Sudah pasti kemacetan akan bertambah karena volume kepemilikan kendaraan pribadi meningkat," kata Budiyanto.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2012/07/29/macet-total-di-jakarta-bakal-terjadi-tahun-2014

Kamis, 26 Juli 2012

Setiap hari, 6 ribu kendaraan baru perparah macet Jakarta

Makin hari kemacetan di Jakarta semakin parah. Hal ini tidak sebanding dengan pertumbuhan ruas jalan.

Salah satu penyebab kemacetan karena dewasa ini warga semakin mudah memperoleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Berbagai perusahaan leasing pun turut membuka jalan dengan menawarkan down payment (DP) dengan angsuran yang rendah. Alhasil, masyarakat kalangan menengah ke atas semakin sulit merubah kebiasaan untuk beralih ke angkutan umum.

Kabag Pembinaan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto pun membenarkan lalu lintas Jakarta kini semakin kacau. Tak hanya di ruas-ruas jalan protokol, jalan lingkungan pun kemacetan sudah tak bisa dihindari.

"Iya memang benar, sekarang masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada angkutan umum," kata Budiyanto saat dihubungi saat dihubungi wartawan, Kamis (26/7).

Budiyanto menambahkan, setiap harinya Ditlantas Polda Metro menerbitkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) hingga enam ribu lebih. Dengan jumlah STNK yang paling banyak terbit adalah untuk kendaraan roda dua.

"Seribu roda empat dan lima ribu roda dua," tambahnya.

Ditlantas Polda Metro Jaya pun akan berusaha membujuk warga untuk bisa beralih ke kendaraan umum seperti Transjakarta.

"Fungsi busway itu kan salah satunya agar masyarakat beralih untuk menggunakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi, jadi bisa mengurangi kemacetan," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono, beberapa waktu lalu.

Salah satu langkah untuk mengurangi kemacetan di Jakarta yang tengah dikaji Ditlantas adalah terus berupaya melakukan sterilisasi jalur bus Transjakarta dan meninggikan separator 50 sentimeter agar tidak ada lagi yang menerobos jalur khusus itu.

"Jadi kan kalau separator tinggi tidak ada yang menerobos masuk jalur busway, nah kan ruas jalan di sampingnya terjadi penumpukan kendaraan pribadi. Mudah-mudahan melihat jalur pribadi yang macet sedangkan jalur busway tidak, jadi masyarakat akan beralih untuk menggunakan angkutan umum lagi," terang Wahyono.

Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/setiap-hari-6-ribu-kendaraan-baru-perparah-macet-jakarta.html

Senin, 23 Juli 2012

METRO 3 Pola Kemacetan Jakarta Selama Ramadan

VIVAnews - Polda Metro Jaya sudah memprediksi majunya waktu kemacetan saat bulan Ramadan. Hal itu menyesuaikan dengan waktu masuk dan pulang para pekerja. Karena itu polisi menurunkan personel di lapangan lebih cepat dari jadwal biasanya.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, menjelaskan selama ini memang sudah ada pembagian tugas di lapangan. Namun, dengan adanya majunya jam macet maka pembagian tugas juga kembali diubah.

Sigit menambahkan, ada tiga shift untuk petugas berjaga dalam mengatur lalu lintas Jakarta. Seluruh personel disebar di beberapa lokasi yang dinilai rawan kemacetan.

"Tidak ada perubahan, namun beberapa lokasi yang dinilai rawan menimbulkan simpul baru kemacetan akan ditempatkan personel. Dalam melakukan penjagaan ini, kami mengharapkan masyarakat juga mengerti akan pentingnya disiplin berlalulintas," ujar Sigit kepada VIVAnews, Senin 23 Juli 2012.

Menurutnya, ada tiga pola kemacetan saat bulan Ramadan, minggu pertama masyarakat akan berbondong-bondong pulang ke rumah pada jam yang sama sehingga kepadatan akan melanda Jakarta.

Pekan kedua, biasanya warga akan melakukan acara buka bersama sehingga parkir restoran akan penuh. Akibatnya kendaraan tumpah ke jalan yang berimbas dengan menyempitnya jalan.

Minggu ketiga, tepatnya menjelang Idul Fitri, masyarakat akan menyerbu pusat-pusat perbelanjaan. "Sehingga kemacetan akan terjadi pada jalan menuju atau yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan," Sigit menjelaskan.

Sumber : http://us.metro.news.viva.co.id/news/read/337786-3-pola-kemacetan-jakarta-selama-ramadan

Selasa, 17 Juli 2012

Perubahan Jam Macet Jakarta Saat Ramadan

VIVAnews - Polisi memprediksi kemacetan di Jakarta akan berubah pada saat bulan Ramadan. Sebab kantor-kantor memberikan kelonggaran waktu masuk dan pulang kerja untuk karyawannya.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, mengungkapkan biasanya kemacetan sewaktu berangkat kerja tidak terlalu signifikan. Yang berubah justru jam pulang kerja.

"Kemacetan bergeser menyesuaikan adanya perubahan jam pulang kerja selama bulan puasa," ujar Sigit kepada VIVAnews. Menurutnya, jalanan Jakarta akan sedikit berkurang kepadatannya pada saat jam makan siang.

Kepala Bagian dan Pembinaan Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto, menambahkan kemacetan pulang kerja yang biasanya dimulai pada pukul pukul 17.00 WIB akan bergeser ke pukul 16.00 WIB. Kemacetan di Jakarta dan sekitarnya terjadi lebih awal karena warga pulang lebih cepat untuk buka puasa.

Dan kalau biasanya pukul 18.00 WIB jalan dipenuhi kendaraan. Pada bulan Ramadan ini tidak terlalu padat. "Diperkirakan macet mencair pada pukul 19.30 WIB yang sebelumnya jam 22.00 WIB baru mencair," jelas Budi.

Polda juga mengimbau pengelola pusat belanja tidak membiarkan parkir liar beroperasi. Itu supaya tidak memperparah kemacetan. (umi)

Sumber : http://us.metro.news.viva.co.id/news/read/335935-perubahan-jam-macet-jakarta-saat-ramadan