Tampilkan postingan dengan label arah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2015

Ini Rute-rute Bus APTB yang Bakal Dilarang Masuk Jakarta

TEMPO.CO , Jakarta: Transportasi umum Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) terancam tak bisa lagi melalui jalur Transjakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang bus berwarna biru ini setelah pihak operator APTB dan PT Transportasi Jakarta gagal sepakat soal besaran pembayaran tarif per kilometer.

APTB pertama kali beroperasi sejak 2012. Kendaraan ini beroperasi untuk melayani pengangkutan penumpang dari wilayah perbatasan Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Transportasi ini pun diproyeksikan agar dapat mengurangi kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.

Beroperasi sejak pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, bus APTB membantu masyarakat dari kawasan kota mitra yang bekerja atau berpergian menuju kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Berikut ini adalah rute-rute bus APTB dari kawasan kota Mitra menuju Jakarta yang bakal terkena imbas larangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama:

1. Rute APTB Bekasi -Tosari:
Terminal Bekasi - Jl. Ir. H. Juanda- Jl. H. Mulyadi Joyomartono- Jalan Tol Jakarta-Cikampek -Halim PK -Jl. MT. Haryono- Koridor 9 (BNN, arah Bekasi) -Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang- Tebet BKPM -Pancoran Tugu- Pancoran Barat - Tegal Parang - Kuningan Barat -Gatot Subroto Jamsostek - Gatot Subroto LIPI - Semanggi (arah Bundaran HI)- Koridor 1 (Bendungan Hilir -Karet - Setiabudi - Dukuh Atas - Tosari)

2. Rute APTB Bekasi - Tosari:
Mega Bekasi Hypermall - Jl. Jend A. Yani - Jalan Tol Jakarta-Cikampek - Halim PK - Jl. MT. Haryono -Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) - Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang -Tebet BKPM - Pancoran Tugu - Pancoran Barat - Tegal Parang - Kuningan Barat - Gatot Subroto Jamsostek -Gatot Subroto LIPI -Semanggi (arah Bundaran HI)) - Koridor 1 (Bendungan Hilir - Karet 2 - Dukuh Atas - Tosari)

3. Rute APTB Bekasi - Tanah Abang (via Bekasi Timur):
Terminal Bekasi - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. H. Mulyadi Joyomartono -Jalan Tol Jakarta-Cikampek - Halim PK - Jl. MT. Haryono - Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) -Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang - Tebet BKPM - Pancoran Tugu - Pancoran Barat - Tegal Parang- Kuningan Barat - Gatot Subroto Jamsostek - Gatot Subroto LIPI - Semanggi (arah Tanah Abang))- Koridor 1 (Bendungan Hilir - Karet 2 - Dukuh Atas - Tosari -Sarinah) - Jl. Kebon Sirih - Jl. Fachrudin - Jl. KH Mas Mansyur -Jl. Jatibaru - Tanah Abang.

4. Rute APTB Bekasi - Tanah Abang (via Bekasi Barat):
Terminal Bekasi - Jl. Ir. H. Juanda- Jl. Cut Meutia - Jl. Jend. A. Yani - Jalan Tol Jakarta-Cikampek - Halim PK - Jl. MT. Haryono - Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) -Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang -Tebet BKPM - Pancoran Tugu - Pancoran Barat - Tegal Parang -Kuningan Barat - Gatot Subroto Jamsostek - Gatot Subroto LIPI - Semanggi (arah Tanah Abang)) - Koridor 1 (Bendungan Hilir - Karet 2 - Dukuh Atas - Tosari - Sarinah) - Jl. Kebon Sirih - Jl. Fachrudin - Jl. KH Mas Mansyur - Jl. Jatibaru -Tanah Abang.

5. Rute APTB Cikarang - Kalideres:
Terminal Cikarang - Jl. Teuku Umar - Jl. Akses Tol Cibitung - Jalan Tol Jakarta-Cikampek - Halim PK - Jl. MT. Haryono - Koridor 9 (BNN (arah Cikarang) -Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang - Tebet BKPM - Pancoran Tugu- Pancoran Barat -Tegal Parang - Kuningan Barat - Gatot Subroto Jamsostek - Gatot Subroto LIPI - Semanggi - Senayan JCC - Slipi Petamburan - Slipi Kemanggisan -RS. Harapan Kita - S. Parman Podomoro City - Grogol 2) -Koridor 3 (Jelambar -Indosiar - Taman Kota - Jembatan Gantung - Dispenda Samsat Barat - Jembatan Baru - Rawa Buaya - Sumur Bor - Pesakih - Kalideres).

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/05/08/083664522/Ini-Rute-rute-Bus-APTB-yang-Bakal-Dilarang-Masuk-Jakarta

Selasa, 21 April 2015

KAA, Warga Jakarta: Haduh, Gimana Gue Berangkat Kerja?

TEMPO.CO, Jakarta - Eva Lisa, 24 tahun, geleng-geleng kepala setelah membaca berita di media online, televisi, dan cetak mengenai peralihan arus lalu lintas dalam rangka pengamanan Peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang akan dilakukan di Jakarta Convention Center, Senayan. "Haduh, gimana nanti gue berangkat kerja?" kata Eva yang berkantor di kawasan Tosari, Jakarta Pusat, Minggu, 19 April 2015.

Eva khawatir perjalanan ke kantor akan tersendat karena polisi membuat beberapa skenario rekayasa lalu lintas di sejumlah jalan protokol. Menurut wanita yang tinggal di Ciledug ini, setiap hari dia melewati JCC, tempat pelaksanaan peringatan KAA pada 22-23 April 2015, menuju Tosari. "Nanti mutar ke mana? Pasti orang pakai jalan alternatif. Jadi padat semua," katanya.

Pernyataan senada disampaikan Ryan Yoga, 25 tahun, yang bekerja di kawasan Kapten Tendean. Jalan itu juga menjadi jalur alternatif arus kendaraan dari Mampang menuju Rasuna Said. "Harus berangkat lebih pagi atau siap-siap lebih lama di dalam kendaraan," kata Ryan. "Belum lagi ada pembangunan jalan layang."

Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Warsinem, mengatakan selain rekayasa lalu lintas, akan ada pengalihan jalan di mana tamu kenegaraan itu menginap.

Beberapa jalan protokol dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, jalur di sejumlah hotel yang menjadi tempat tamu KAA menginap, serta JCC, akan disterilkan atau dilakukan buka-tutup. "Di setiap persimpangan atau traffic light di jalan itu, kendaraan akan diberhentikan sejauh 20 meter dari traffic light," ujarnya, Sabtu, 18 April 2015.

Beberapa jalan dari atau ke JCC, Hotel Borobudur, Kuningan, Semanggi, dan Sudirman, juga akan diberlakukan buka-tutup. "Sifatnya situasional, kalau Semanggi padat, kami tutup," ujarnya.

Ada juga jalan yang akan ditutup yakni dari Gerbang Pemuda ke arah Hotel Mulia tidak dapat memutar di TVRI. "Akan dialihkan naik flyover atau melewati DPR," kata Warsinem.

Menurut dia, jika Jalan Gatot Subroto (Semanggi) tidak bergerak, kendaraan akan dialihkan ke arah Blok M dan melewati Jalan Asia Afrika. Kendaraan dari Cawang menuju Pancoran atau Semanggi, juga diimbau untuk melewati Jalan Otista.

Warsinem meminta masyarakat yang ke arah Semanggi, Senayan, SCBD, dan Gatot Subroto untuk melewati Casablanka. "Atau bisa berangkat lebih awal sebelum jam 06.00 atau lebih siang setelah jam 10.00," ujarnya.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/04/19/078658928/KAA-Warga-Jakarta-Haduh-Gimana-Gue-Berangkat-Kerja

Senin, 22 September 2014

Traffic Light Tak Berfungsi, Jakarta Makin Macet

JAKARTA - Tak berbeda dengan hari biasanya, ruas jalan di Ibu Kota masih dihiasi kemacetan lalu lintas. Selain tingginya volume kendaraan, kemacetan juga dipicu oleh sejumlah traffic light (lampu merah) yang tak berfungsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2014), sejumlah wilayah di Jakarta sudah mengalami kemacetan lalu lintas.

Kemacetan sudah terpantau dari daerah penyanggah Jakarta, yakni Bekasi menuju Kalimalang, Jakarta Timur. Kemacetan pun berlanjut dari Kalimalang mengarah ke Cawang. Sedangkan, dari Bogor memasuki Jalan Raya Pasar Rebo, Jakarta Timur, juga sudah mengalami kepadatan lalu lintas.

Traffic Light Matraman tidak berfungsi, Dishub sudah dihubungi Untuk perbaikan karena rawan kecelakaan. Sementara lalu lintas Jalan Raya Pondok Gede depan Lubang Buaya juga terpantau padat.

Memasuki wilayah Jakarta Pusat, kepadatan lalu lintas sudah terlihat di Jalan Galur arah Senen tersendat imbas antrean kendaraan di Underpass Senen. Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya traffic light Artha Graha di Jalan Cokroaminoto dan traffic light Kebon Sirih, keduanya harus diperbaiki karena rawan kecelakaan.

Beralih ke Jakarta Selatan, kemacetan terjadi di Ulujami menuju Cipulir hingga Kebayoran Lama. Kemacetan semakin panjang setelah traffic light Unilever Petukangan tidak berfungsi. Tidak berfungsinya traffic light juga terjadi di ITC Fatmawati.

Sementara, lalu lintas Depok arah Lenteng Agung hingga Pasar Minggu dan Pancoran, padat kedua arah. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Raya Pancoran hingga menuju Semanggi dan Mampang Prapatan menuju ke Kuningan.

Kemudian, Jalan Kalideres arah Cengkareng, Jakarta Barat, juga padat di kedua arah. Cengkareng menuju Jembatan Gantung hingga Pesing padat merayap, sebaliknya ramai lancar.

Kemacetan juga terjadi di jalan bebas hambatan atau tol. Tol Bekasi Barat arah ke Pondok Gede Timur lalin padat merayap, arah sebaliknya lancar.

Lalu lintas di Tol Dalam Kota Cawang arah ke Semanggi padat. Sedangkan, Pintu Keluar Tol Cawang/Halim arah Pancoran terpantau mulai padat.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/09/22/500/1042422/traffic-light-tak-berfungsi-jakarta-makin-macet

Selasa, 12 Agustus 2014

Ini Kata Polisi Soal Macet Horor yang Melanda Jakarta Semalam

Jakarta - Seperti sudah jadi kebiasaan jika hujan deras mengguyur Jakarta, maka kemacetan menghantui jalanan Ibu Kota. Seperti yang terjadi Senin (11/8) malam kemarin, para pengendara harus bersabar menerobos kemacetan.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakum) AKBP Hindarsono mengatakan, salah satu faktor penyumbang kemacetan semalam adalah watak pengendara yang tidak tertib bergantian menembus kemacetan.

"Seperti ada banjir di Jl Tandean, para pengendara berusaha untuk menghindari banjir dan menempuh jalur lain, akhirnya bertemu di satu titik. Mereka tidak mau mengalah satu dengan yang lain, saling serobot," kata Hindarsono saat dihubungi detikcom, Selasa (12/8/2014).

Alhasil, bukan kelancaran yang didapat para pengendara. Mereka mengunci ruas jalan dan terjebak di tengah kemacetan. Kemacetan yang terjadi semalam baru bisa dikendalikan pukul 24.00 WIB. "Jam segitu situasi lalu lintas sudah mulai mencair," kata Hindarsono.

"Kami mohon kepada masyarakat untuk tidak saling serobot, meski itu tidak ada petugas yang mengatur. Kalau tertib, kan enak, jalanan jadi lancar," kata Hindarsono.

Selain di kawasan Tandean, banjir juga terjadi di kawasan Swadarma, akibatnya Cipulir arah Kreo padat kedua arah.

Kawasan yang menjadi ikon muda-mudi Jakarta, Kemang, juga tidak luput dari limpasan air dari sungai yang melintasinya. Akibatnya Jl Kemang Raya tersendat. Dampak bajir ini juga terasa di Jl Prapanca arah Cilandak.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/08/12/093406/2659489/10/ini-kata-polisi-soal-macet-horor-yang-melanda-jakarta-semalam

Selasa, 08 Juli 2014

Hujan Lagi, Banjir Lagi, Macet Lagi

JAKARTA – Hujan deras kembali mengguyur wilayah Jakarta Senin sore (7/7). Akibatnya, sejumlah ruas jalan tergenang. Dampaknya, arus kendaraan yang sehari-hari macet tersebut bertambah parah macetnya.

Berdasarkan data yang dihimpun tim Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) DKI Jakarta, ada 24 ruas jalan yang tergenang banjir. Khusus di beberapa wilayah di Jakarta Selatan, ketinggian air berkisar 10-40 cm.

Beberapa ruas jalan yang banjir tersebut, antara lain, Jalan Panglima Polim di Jakarta Selatan dengan ketinggian air 20 cm. Lalu, Jalan Arteri Pondok Indah tergenang 30 cm, Jalan Gedung Hijau tergenang 30-40 cm, Jalan Prapanca 10-15 cm, Jalan Bintaro Sektor 1 depan masjid 30 cm, Jalan Panglima Polim arah Cipete 20 cm, Jalan Iskandar Muda depan Gandaria City 30 cm, Jalan Bangka 30 cm, depan Giant Bintaro Sektor II 30-40 cm, Jalan Gatot Subroto (depan Kemenakertrans) 20 cm, depan Kuningan City arah Rasuna Said 25 cm, dan belakang gedung MPR/DPR 15-20 cm.

“Pantauan terakhir kami lakukan sekitar pukul 20.00,’’ terang Kepala BPBD DKI Bambang Musyawardana kepada Jawa Pos tadi malam.

Sedangkan di wilayah Jakarta Pusat, tutur dia, ketinggian air lebih rendah, yaitu berkisar 10-15 cm. Beberapa ruas jalan itu adalah depan Gereja Theresia, Jalan Cikini Raya depan Taman Ismail Marzuki, Jalan KH Mas Mansyur Pejompongan, depan Atmajaya, Gedung BRI Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Salemba Tengah, dan depan Kementerian Pertahanan, Menteng. ’’Genangan tertinggi di Jakarta Pusat hanya di depan Kemenhan dan depan Atmajaya,’’ ungkapnya.

Ketinggian banjir di wilayah Jakarta Barat tercatat paling tinggi, yaitu sekitar 50 cm. Beberapa ruas jalan yang tergenang, antara lain, Jalan S. Parman, Grogol, Persimpangan Pos Pengumben, Patra Raya, Duri Kepa, depan RS Siloam Kebon Jeruk, dan dekat traffic light McD Green Garden.

Sementara itu, wilayah di Jakarta Timur yang tergenang adalah Jalan Matraman arah Pramuka dengan ketinggian air sekitar 30 cm. “Di Jakarta Utara, sampai saat ini (tadi malam, Red) belum terpantau ada genangan,’’ ujar Bambang itu.

Sumbeh : http://www.jpnn.com/read/2014/07/08/244894/Hujan-Lagi,-Banjir-Lagi,-Macet-Lagi-

Senin, 26 Agustus 2013

Ribuan Anggota FPI Pawai, Jakarta Macet Total

Liputan6.com, Jakarta : Ribuan anggota Front Pembela Islam (FPI) melakukan pawai dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-15 ormas pimpinan Habib Rizieq Syihab itu, Minggu (25/8/2013). Sejumlah ruas jalan di Jakarta pun macet total.

Pantauan Liputan6.com di Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemacetan terjadi di dua arah. Jalur ke arah Tanah Abang tersendat, begitu pula jalur yang ke arah Slipi. Para anggota FPI berkonvoi membawa odong-odong.

Di Jalan Gatot Subroto ke arah Cawang juga tersendat. Dalam pawai itu, para anggota FPI menyerukan yel-yel, "Mujahid bukan teroris. Teroris bukan mujahid."

Di kawasan Semanggi, lalu lintas menuju cawang tersendat karena dipenuhi Laskar FPI yang mengenakan pakaian serba putih.

Di kawasan Jatinegara mengarah ke Matraman juga padat. Di sana, Habib Rizieq berorasi. "Perangi kemunkaran dan kemaksiatan. Cabik-cabik pengkhianat Islam," teriak Rizieq.

Di kawasan Gunung Sahari mengarah ke Ancol lalu lintas tersendat. Tidak ada kendaraan non-FPI yang melintas ke arah Ancol. Namun, arus sebaliknya terpantau lancar.

Puluhan polisi tampak berjaga di sepanjang jalan. Di setiap persimpangan ada 4-5 orang polisi yang bersiaga.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/674264/ribuan-anggota-fpi-pawai-jakarta-macet-total

Senin, 24 Juni 2013

Macet 'Gila' di Perayaan Ulang Tahun Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta -DKI Jakarta merayakan hari ulang tahun ke-486 Sabtu, 22 Juni 2013. Untuk merayakan ulang tahun Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar pesta rakyat dengan tajuk Malam Muda-Mudi. Konsepnya sama seperti saat perayaan tahun baru 2013, Jakarta Night Festival.

Panggung hiburan disediakan sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jenderal Sudirman. Sementara agenda utama digelar di Silang Monas. Acara puncak yang dibuka dengan pemotongan tumpeng raksasa setinggi 4,86 meter ini sangat mengundang keinginan masyarakat. Buktinya, "macetnya gila," kata Wahyu, seorang pengendara sepeda motor.

Wahyu merupakan satu dari ribuan orang yang memang ingin menikmati malam muda-mudi ini. Dia membawa seorang anaknya beserta istri dari rumahnya di Kali Malang.

Apa yang dikatakan Wahyu agaknya mewakili ribuan orang lainnya. Kemacetan memang merata, bahkan dari arah simpang Tugu Tani, termasuk Cikini Raya ke Stasiun Gambir pun macet total. Akibatnya kendaraan dari arah Kebon Sirih berhenti.

Hampir selama 30 menit kendaraan tidak bergerak sama sekali. Sekalinya bergerak pun ibarat memindahkan posisi roda belakang motor ke depan. Tempo menyaksikan banyak pemotor yang akhirnya sengaja mematikan mesin.

Bahkan Wahyu memilih banting setir ke arah rumah makan cepat saji. "Kasian anak capek, mau bagimana lagi," katanya. Dia pun mengaku harus mengubur niat merasakan jadi muda-mudi lagi.

Dalam akun twitternya TMC Polda Metro Jaya menyebutkan beberapa titik macet akibat kegiatan yang dipusatkan di Bundaran HI dan Monas ini. Tercatat kawasan arteri Semanggi padat.

Selain itu daerah Pasar Baru hingga Jalan Veteran juga ramai. Arah Kwitang ke Pasar Senen pun terpantau padat di kedua arah.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/06/22/083490428/Macet-Gila-di-Perayaan-Ulang-Tahun-Jakarta

Selasa, 18 Juni 2013

Kemacetan di Daerah Pengitar Jakarta Makin Parah

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah polisi lalu lintas yang bertugas di beberapa titik macet di Jakarta mengaku jengah dengan kemacetan yang sulit terurai setiap hari. "Makin sini rasanya makin macet," ujar Briptu Makmun, petugas Polsek Tebet, kala ditemui Tempo di simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu, 15 Juni 2013.

Ia mengaku kemacetan yang terjadi pada jam pulang kantor ke arah daerah-daerah pengitar Jakarta sudah amat parah. "Habis jalan (raya) segini-segini saja, tapi mobil rasanya tambah banyak," ujarnya.

Polisi pun bekerja ekstra untuk mengurai kemacetan di simpang Pancoran, yang merupakan salah satu simpul kemacetan di Jakarta Selatan. Ke arah selatan, macet tersendat di Jalan Raya Pasar Minggu, menampung kendaraan yang hendak pulang ke arah Depok. Ke arah timur, macet di Jalan Gatot Soebroto menampung kendaraan pulang ke arah Bekasi.

"Tapi yang ke kota (Kuningan) juga masih banyak pas sore hari, jadi mobil datang dari segala arah," ujar Makmun. Akibatnya, macet pada sore hari di Tugu Pancoran bisa bertahan beberapa jam. Bahkan, pada hari-hari sibuk, ke arah Bekasi, kemacetan bisa terjadi hingga tengah malam.

Makmun berharap ada kerja sama yang lebih nyata antara polisi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kepada Gubernur Joko Widodo, ia menaruh harap agar bisa menekan laju kendaraan di Jakarta. Misalnya dengan kebijakan pembatasan kendaraan dengan pelat ganjil dan genap. Sebab, aturan itu dianggap efektif untuk menyapu 50 persen jumlah kendaraan di Jakarta, meski nantinya merepotkan polisi dalam pengawasannya. (Baca: Urai Macet, Contra Flow Paling Efektif)

"Kami mending repot melihat pelat, daripada mengatur mobil banyak sekali," ujarnya. Soalnya, dibanding sejumlah program lain yang pernah diajukan Jokowi, seperti penambahan armada kendaraan umum, mega-proyek monorel dan MRT, pembatasan aturan kendaraanlah yang dianggapnya paling memungkinkan segera terealisasi.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/06/17/083488753/Kemacetan-di-Daerah-Pengitar-Jakarta-Makin-Parah

Kamis, 07 Februari 2013

Hujan Deras Bikin Jakarta Macet Parah Dimana-mana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur Ibukota DKI Jakarta pada Rabu (6/2/2012) sore, membuat kemacetan dimana-mana. Sejumlah jalan protokol mengalami genangan air dan pohon tumbang.

Akibatnya, pada saat jam pulang kantor ini, kemacetan semakin menjadi-jadi. Pantauan Tribunnews.com, di Jl Gatot Subroto sekitar lampu merah Mampang mengarah ke Polda Metro Jaya, terjadi genangan 15 cm. Di Jl Gatot Subroto arah sebaliknya juga terjadi genangan.

Banyak sepeda motor yang mogok akibat menerobos genangan air tersebut. Sementara itu, di lampu merah Mampang, sebuah pohon besar tumbang sehingga menambah kemacetan parah arus lalu lintas dari arah Buncit.

Jl Rasuna Said juga senasib. Perempatan Mampang menumpuk sehingga arus dua arah menjadi tersendat.

Masih di Jl Gatot Subroto, kemacetan parah terjadi mulai dari Gedung LIPI. Baik sepeda motor maupun mobil tidak bisa bergerak. Gara-garanya, mobil yang akan berputar ke arah Jl Sudirman tidak bisa bergerak. Walhasil,antrean kendaraan mengular dan menutup Jl Gatot Subroto.

Sementara itu, Jl Sudirman baik dari arah Blok M ataupun sebaliknya juga macet parah. Bundaran HI mengalami genangan setinggi 15 cm. Sehingga arus lalu lintas dari arah Blok M maupun Thamrin macet parah.

Di sekitar Gedung DPR Senayan, kondisi jalanan pasca demo ribuan buruh terlihat sepi. Namun di belakang Gedung DPR dan Jl Arteri kemacetan parah terjadi. Ini akibat pengalihan arus lalu lintas dari Jl Asia Afrika yang mengarah Taman Ria Senayan ditutup. Kemacetan dua arah di Jl Asia Afrika dan Jl Arteri Permata Hijau hingga Pejompongan pun tak terelakkan.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/06/hujan-deras-bikin-jakarta-macet-parah-dimana-mana

Jumat, 04 Januari 2013

VVIP Melintas, Tol Jagorawi Arah Jakarta Macet 17 Kilometer

Jakarta - Bagi anda yang biasa menggunakan ruas Tol Jagorawi ke arah Jakarta, ada baiknya mengambil alternatif jalan lainnya. Pasalnya, VVIP melintas menuju arah Jakarta dan berdampak kepada kemacetan yang mencapai 17 kilometer.

Menurut salah seorang petugas Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC), Dilla, antrean kendaraan dari Bogor menuju Jakarta terjadi sejak pukul 07.00 WIB.

"Imbas perjalanan VVIP yang mengarah ke dalam kota," kata Dilla saat dihubungi detikcom, Jumat (4/1/2013). Petugas tidak menyebutkan siapa VVIP yang dimaksudnya itu.

Selain itu, kegiatan buka tutup jalur di interchange Cawang diberlakukan. Ini dilakukan terkait aktivitas sterilisasi perlintasan yang akan digunakan VVIP itu.

"Ada sterilisasi dan jalur diberlakukan buka tutup," katanya.

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/04/073148/2132822/10/vvip-melintas-tol-jagorawi-arah-jakarta-macet-17-kilometer?9911012