Tampilkan postingan dengan label bintaro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bintaro. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Oktober 2014

Rute MRT Bisa Diperpanjang hingga Depok atau Bintaro

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, jalur mass rapid transit (MRT) yang menghubungkan rute Lebak Bulus-Kampung Bandan masih bisa diperpanjang hingga ke luar kota, seperti ke Bintaro atau Depok.

"Jadi, jalur MRT selatan ke utara itu dibangun fleksibel. Kalau ada yang meminta ditambah panjang rutenya, ya bisa-bisa saja. Bisa saja dari Lebak Bulus ditambah sampai ke Bintaro atau ke Depok. Kita siap," kata Dono di Balaikota Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Meski demikian, Dono menyatakan, sampai saat ini PT MRT masih fokus untuk membangun rute Lebak Bulus-Kampung Bandan. Ditargetkan, ruas Lebak Bulus-Bundaran HI mulai beroperasi pada 2017, sementara ruas Bundaran HI-Kampung Bandan pada 2020.

"Jadi (jalur MRT) kalau mau disambung ke mana saja masih bisa. Namun, kami masih fokus menyelesaikan Lebak Bulus-Kampung Bandan, apalagi kan kita ini tergolong telat (membangun MRT)," ujar Dono.

Sebagai informasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah beberapa kali menyatakan bahwa rute MRT Lebak Bulus-Kampung Bandan terlalu pendek karena hanya melayani dalam kota Jakarta. Ia menilai, seharusnya rute MRT bisa melayani hingga kota-kota penyangga.

Menurut Ahok, apabila jalur MRT dapat melayani sampai kota-kota penyangga, maka kemacetan akan semakin berkurang. Sebab, banyak warga Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Depok yang bekerja di Jakarta.

"Seharusnya, MRT itu jalurnya bisa sampai Bogor dan Bekasi karena jalur yang sedang dibangun sekarang tanggung banget, hanya sampai Lebak Bulus," ujar Ahok.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/08/18035651/Rute.MRT.Bisa.Diperpanjang.Hingga.Depok.atau.Bintaro

Selasa, 08 Juli 2014

Hujan Lagi, Banjir Lagi, Macet Lagi

JAKARTA – Hujan deras kembali mengguyur wilayah Jakarta Senin sore (7/7). Akibatnya, sejumlah ruas jalan tergenang. Dampaknya, arus kendaraan yang sehari-hari macet tersebut bertambah parah macetnya.

Berdasarkan data yang dihimpun tim Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) DKI Jakarta, ada 24 ruas jalan yang tergenang banjir. Khusus di beberapa wilayah di Jakarta Selatan, ketinggian air berkisar 10-40 cm.

Beberapa ruas jalan yang banjir tersebut, antara lain, Jalan Panglima Polim di Jakarta Selatan dengan ketinggian air 20 cm. Lalu, Jalan Arteri Pondok Indah tergenang 30 cm, Jalan Gedung Hijau tergenang 30-40 cm, Jalan Prapanca 10-15 cm, Jalan Bintaro Sektor 1 depan masjid 30 cm, Jalan Panglima Polim arah Cipete 20 cm, Jalan Iskandar Muda depan Gandaria City 30 cm, Jalan Bangka 30 cm, depan Giant Bintaro Sektor II 30-40 cm, Jalan Gatot Subroto (depan Kemenakertrans) 20 cm, depan Kuningan City arah Rasuna Said 25 cm, dan belakang gedung MPR/DPR 15-20 cm.

“Pantauan terakhir kami lakukan sekitar pukul 20.00,’’ terang Kepala BPBD DKI Bambang Musyawardana kepada Jawa Pos tadi malam.

Sedangkan di wilayah Jakarta Pusat, tutur dia, ketinggian air lebih rendah, yaitu berkisar 10-15 cm. Beberapa ruas jalan itu adalah depan Gereja Theresia, Jalan Cikini Raya depan Taman Ismail Marzuki, Jalan KH Mas Mansyur Pejompongan, depan Atmajaya, Gedung BRI Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Salemba Tengah, dan depan Kementerian Pertahanan, Menteng. ’’Genangan tertinggi di Jakarta Pusat hanya di depan Kemenhan dan depan Atmajaya,’’ ungkapnya.

Ketinggian banjir di wilayah Jakarta Barat tercatat paling tinggi, yaitu sekitar 50 cm. Beberapa ruas jalan yang tergenang, antara lain, Jalan S. Parman, Grogol, Persimpangan Pos Pengumben, Patra Raya, Duri Kepa, depan RS Siloam Kebon Jeruk, dan dekat traffic light McD Green Garden.

Sementara itu, wilayah di Jakarta Timur yang tergenang adalah Jalan Matraman arah Pramuka dengan ketinggian air sekitar 30 cm. “Di Jakarta Utara, sampai saat ini (tadi malam, Red) belum terpantau ada genangan,’’ ujar Bambang itu.

Sumbeh : http://www.jpnn.com/read/2014/07/08/244894/Hujan-Lagi,-Banjir-Lagi,-Macet-Lagi-

Selasa, 10 Desember 2013

Sebelum Tertabrak "Commuter Line" Truk Tangki Terjebak Macet di Pintu Perlintasan

Jakarta - Truk tangki B 9265 SEH yang mengangkut 24 Kiloliter premium milik PT Pertamina diduga tertabrak Commuter Line KA 1131 jurusan Serpong-Tanah Abang, lantaran lajunya tertahan sepeda motor di depannya yang terjebak macet saat melintasi pintu perlintasan Bintaro Permai, Pondok Betung, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan kronologi kejadian berawal saat truk tangki melintas di pintu perlintasan kereta Bintaro Permai atau Pos 57 A.

"Sesampainya diperlintasan rel, tanda lonceng (sirine) berbunyi. Namun, kendaraan truk tangki tidak bisa melaju dikarenakan macet. Didepannya, ada sepeda motor," ujar Rikwanto kepada Beritasatu.com, Senin (9/12).

Dikatakan Rikwanto, saat truk tangki terjebak macet datang kereta dari arah barat dan menabrak bagian belakang kiri truk.

"Akibat tabrakan itu, truk terdorong sekitar 20 meter. Selanjutnya, kereta terguling ke kiri dan truk tangki terbakar hingga hangus," ungkapnya.

Menurut Rikwanto, anggota yang mendapat laporan langsung menuju TKP dan mengevakuasi korban meninggal serta luka-luka.

"Korban luka langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sementara, korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramat Jati," bilangnya.

Menurut Rikwanto, pasca kejadian, pihaknya mengamankan tujuh orang saksi untuk dimintai keterangan.

"Ada tujuh orang saksi dan langsung dilakukan pemeriksaan. Saksi terdiri dari satu penjaga palang pintu, pembantu penjaga palang pintu perlintasan, empat saksi yang melihat langsung di TKP, dan satu pengendara motor di depan truk tangki," tandasnya.

Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/154580-sebelum-tertabrak-commuter-line-truk-tangki-terjebak-macet-di-pintu-perlintasan.html