BEKASI, KOMPAS.com — Sopir truk sampah DKI Jakarta yang terkena razia oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bekasi memberi bocoran soal kecurangan yang sering dilakukan oleh oknum Dishub. Pasalnya, mereka beberapa kali sempat lolos dalam membawa truk sampah ke TPA Bantargebang pada siang hari.
"Biasanya ada tandanya. Kalau di depan truk itu ditempel stiker khusus itu Dishub gak berani berhentiin. Sudah setoran biasanya per bulan," ujar salah satu sopir truk yang terkena razia, Ihsan, kepada Kompas.com pada Jumat (2/5/2014).
Ihsan mengatakan, stiker khusus tersebut biasanya berupa huruf N. Ada warna khusus dalam stiker tersebut. Seperti N berwarna hijau dan N berwarna merah, yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Namun, dia tidak mengetahui arti dari warna stiker tersebut. "Saya cuma tahu itu kode," ujarnya.
Selain stiker berupa huruf N, Ihsan mengatakan, ada bentuk stiker lain yang juga digunakan. Semua stiker tersebut dipasang demi meloloskan diri dari razia Dishub.
Sopir lain, Angwari, mengakui hal yang sama. Dia mengakui ada oknum Dishub yang membantu mereka lolos dari razia. Caranya, dia memberikan sejumlah uang kepada oknum Dishub di lapangan. Oknum tersebut pun akan membiarkan mereka melewati jalan Bekasi di luar jam operasional yang ditetapkan.
"Biasanya sering kita bayar Rp 20.000 atau berapalah ke orang Dishub. Supaya lolos melintas di luar jam operasional," ujar Angwari.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pengendalian Operasional Dishub Bekasi Ikhwanudin Rahmat membantah telah terjadi kecurangan yang dilakukan pihaknya. Menurut dia, Dishub sudah melakukan tugas tanpa pandang bulu.
"Siapa pun dia kita kandangin. Siapa pun dia. Gak ada unsur koordinasi. Sudah empat hari razia akhirnya clear kok," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/02/1129239/Sopir.Truk.Sampah.DKI.Beri.Bocoran.Kecurangan.Dishub
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label siang hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siang hari. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 Mei 2014
Sopir Truk Sampah DKI Beri Bocoran Kecurangan Dishub
Label:
angwari
,
bekasi
,
bocoran
,
dishub
,
dki
,
huruf
,
ihsan
,
jam
,
kandangin
,
kecurangan
,
oknum
,
operasional
,
razia
,
siang hari
,
sopir
,
stiker
,
truk
,
truk sampah
,
warna
Sopir Truk Sampah DKI Beri Bocoran Kecurangan Dishub
BEKASI, KOMPAS.com — Sopir truk sampah DKI Jakarta yang terkena razia oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bekasi memberi bocoran soal kecurangan yang sering dilakukan oleh oknum Dishub. Pasalnya, mereka beberapa kali sempat lolos dalam membawa truk sampah ke TPA Bantargebang pada siang hari.
"Biasanya ada tandanya. Kalau di depan truk itu ditempel stiker khusus itu Dishub gak berani berhentiin. Sudah setoran biasanya per bulan," ujar salah satu sopir truk yang terkena razia, Ihsan, kepada Kompas.com pada Jumat (2/5/2014).
Ihsan mengatakan, stiker khusus tersebut biasanya berupa huruf N. Ada warna khusus dalam stiker tersebut. Seperti N berwarna hijau dan N berwarna merah, yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Namun, dia tidak mengetahui arti dari warna stiker tersebut. "Saya cuma tahu itu kode," ujarnya.
Selain stiker berupa huruf N, Ihsan mengatakan, ada bentuk stiker lain yang juga digunakan. Semua stiker tersebut dipasang demi meloloskan diri dari razia Dishub.
Sopir lain, Angwari, mengakui hal yang sama. Dia mengakui ada oknum Dishub yang membantu mereka lolos dari razia. Caranya, dia memberikan sejumlah uang kepada oknum Dishub di lapangan. Oknum tersebut pun akan membiarkan mereka melewati jalan Bekasi di luar jam operasional yang ditetapkan.
"Biasanya sering kita bayar Rp 20.000 atau berapalah ke orang Dishub. Supaya lolos melintas di luar jam operasional," ujar Angwari.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pengendalian Operasional Dishub Bekasi Ikhwanudin Rahmat membantah telah terjadi kecurangan yang dilakukan pihaknya. Menurut dia, Dishub sudah melakukan tugas tanpa pandang bulu.
"Siapa pun dia kita kandangin. Siapa pun dia. Gak ada unsur koordinasi. Sudah empat hari razia akhirnya clear kok," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/02/1129239/Sopir.Truk.Sampah.DKI.Beri.Bocoran.Kecurangan.Dishub
"Biasanya ada tandanya. Kalau di depan truk itu ditempel stiker khusus itu Dishub gak berani berhentiin. Sudah setoran biasanya per bulan," ujar salah satu sopir truk yang terkena razia, Ihsan, kepada Kompas.com pada Jumat (2/5/2014).
Ihsan mengatakan, stiker khusus tersebut biasanya berupa huruf N. Ada warna khusus dalam stiker tersebut. Seperti N berwarna hijau dan N berwarna merah, yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Namun, dia tidak mengetahui arti dari warna stiker tersebut. "Saya cuma tahu itu kode," ujarnya.
Selain stiker berupa huruf N, Ihsan mengatakan, ada bentuk stiker lain yang juga digunakan. Semua stiker tersebut dipasang demi meloloskan diri dari razia Dishub.
Sopir lain, Angwari, mengakui hal yang sama. Dia mengakui ada oknum Dishub yang membantu mereka lolos dari razia. Caranya, dia memberikan sejumlah uang kepada oknum Dishub di lapangan. Oknum tersebut pun akan membiarkan mereka melewati jalan Bekasi di luar jam operasional yang ditetapkan.
"Biasanya sering kita bayar Rp 20.000 atau berapalah ke orang Dishub. Supaya lolos melintas di luar jam operasional," ujar Angwari.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pengendalian Operasional Dishub Bekasi Ikhwanudin Rahmat membantah telah terjadi kecurangan yang dilakukan pihaknya. Menurut dia, Dishub sudah melakukan tugas tanpa pandang bulu.
"Siapa pun dia kita kandangin. Siapa pun dia. Gak ada unsur koordinasi. Sudah empat hari razia akhirnya clear kok," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/02/1129239/Sopir.Truk.Sampah.DKI.Beri.Bocoran.Kecurangan.Dishub
Label:
angwari
,
bekasi
,
bocoran
,
dishub
,
dki
,
huruf
,
ihsan
,
jam
,
kandangin
,
kecurangan
,
oknum
,
operasional
,
razia
,
siang hari
,
sopir
,
stiker
,
truk
,
truk sampah
,
warna
Rabu, 05 Maret 2014
Bike Sharing Solusi Kemacetan di Kota Jakarta
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kemacetan di Kota Jakarta tak hanya dikeluhkan pemilik kendaraan pribadi, tetapi juga pengguna transportasi publik.
Pemerhati kota, Rommy mengatakan, jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya tidak diimbangi dengan penambahan ruas atau infrastruktur jalan.
"Inilah salah satu penyebab utama kemacetan di ibu kota," ujar penggagas Gerakan #betterjkt itu, Selasa (4/3).
Menurut calon anggota DPD dari daerah pemilihan DKI Jakarta ini, kemacetan tak hanya terjadi pada pagi hari, namun juga pada saat siang hari.
"Ketika siang pun, tetap masih banyak ruas jalan di beberapa pusat kota juga mengalami kemacetan yang cukup parah. Jadi hampir setiap waktu Jakarta tidak pernah lepas dengan masalah kemacetan," cetus Rommy.
Menurutnya, untuk mengatasi kemacetan sudah banyak rencana yang sedang dibahas dan juga program yang sedang dilaksanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Walaupun apa yang dilakukan saat ini terbilang belum bisa menekan angka jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalanan ibu kota," ungkap Rommy.
Ia menyarankan agar Pemprov DKI mencoba lagi banyak hal yang baru yang belum pernah dilakukan, salah satunya seperti "bike sharing".
"Program 'bike sharing' dapat dilihat banyak di banyak kota-kota di Negara maju seperti Melbourne, Brisbane, Milan, Dublin, Paris dan masih banyak lagi," tutur Rommy.
Di dalam negeri pun, kata dia, Kota Bandung juga sudah memiliki program serupa. Dengan mendirikan kios atau terminal sepeda di penjuru kota, setidaknya warga kota dapat menggunakan sepeda untuk jarak yang cukup pendek.
"Sistem menyewa sepeda dengan menitipkan kartu identitas selayaknya dapat memberikan kontribusi dalam upaya penanggulangan masalah kemacetan," cetusnya.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/03/03/n1u281-tak-lapor-dana-kampanye-kpu-coret-lima-calon-dpd
Pemerhati kota, Rommy mengatakan, jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya tidak diimbangi dengan penambahan ruas atau infrastruktur jalan.
"Inilah salah satu penyebab utama kemacetan di ibu kota," ujar penggagas Gerakan #betterjkt itu, Selasa (4/3).
Menurut calon anggota DPD dari daerah pemilihan DKI Jakarta ini, kemacetan tak hanya terjadi pada pagi hari, namun juga pada saat siang hari.
"Ketika siang pun, tetap masih banyak ruas jalan di beberapa pusat kota juga mengalami kemacetan yang cukup parah. Jadi hampir setiap waktu Jakarta tidak pernah lepas dengan masalah kemacetan," cetus Rommy.
Menurutnya, untuk mengatasi kemacetan sudah banyak rencana yang sedang dibahas dan juga program yang sedang dilaksanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Walaupun apa yang dilakukan saat ini terbilang belum bisa menekan angka jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalanan ibu kota," ungkap Rommy.
Ia menyarankan agar Pemprov DKI mencoba lagi banyak hal yang baru yang belum pernah dilakukan, salah satunya seperti "bike sharing".
"Program 'bike sharing' dapat dilihat banyak di banyak kota-kota di Negara maju seperti Melbourne, Brisbane, Milan, Dublin, Paris dan masih banyak lagi," tutur Rommy.
Di dalam negeri pun, kata dia, Kota Bandung juga sudah memiliki program serupa. Dengan mendirikan kios atau terminal sepeda di penjuru kota, setidaknya warga kota dapat menggunakan sepeda untuk jarak yang cukup pendek.
"Sistem menyewa sepeda dengan menitipkan kartu identitas selayaknya dapat memberikan kontribusi dalam upaya penanggulangan masalah kemacetan," cetusnya.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/03/03/n1u281-tak-lapor-dana-kampanye-kpu-coret-lima-calon-dpd
Label:
bike
,
cetus
,
daerah pemilihan
,
dalam negeri
,
dki
,
dublin
,
ibu kota
,
jakarta
,
kemacetan
,
kendaraan
,
kota
,
kota-kota
,
program
,
rommy
,
ruas
,
sepeda
,
sharing
,
siang hari
,
warga kota
Jumat, 23 November 2012
Kemacetan Jakarta Semakin Parah
INILAH.COM, Jakarta - Kemacetan di jalan Ibu Kota semakin parah. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono mengatakan, belakangan ini kemacetan di Ibukota telah beralih waktu. Saat ini kemacetan sudah mulai terjadi sejak siang hari.
Menurut Wahyono, jika sebelumnya kemacetan terjadi pada jam pulang kerja namun petugas saat ini mulai mengatur lalu lintas sejak pukul 14.00 WIB. "Sebelumnya itu pukul 15.00 WIB petugas mengatur lalulintas untuk melerai kemacetan, namun ada perubahan waktu tugas satu jam," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Ia melanjutkan, hal utama penyebab kemacetan tersebut dikarenakan semakin tingginya jumlah kendaraan dan tidak sesuai dengan pertumbungan jalan. Wahyono mencontohkan, jika tahun lalu pukul 21.00 WIB kemacetan sudah dapat dilerai, namun saat ini baru pukul 22.00 WIB atau lebih baru bisa dilerai.
Selain itu, hari yang biasanya terjadi puncak kemacetan juga berubah diantaranya menjadi hari Rabu dan hari Jumat. Wahyono menjelaskan, hari Rabu dimana perputaran keuangan meningkat sehingga aktivitas orang yang menggunakan jalan juga mengalami peningkatan. Sedangkan, pada hari Jumat itu biasanya pegawai swasta yang bekerja 5 hari barulah sudah mulai meningkat aktivitasnya dengan liburan sehabis pulang kerja.
"Sehingga hari Jumat ada peningkatan jumlah peningkatan terlebih yang rumahnya di luar Jakarta pasti pulangnya mingguan juga. Maka disitulah puncaknya," jelas Wahyono.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berlomba agar batasan akhir angkutan berat masuk ke kota sudah bebas dari kendaraan karena nanti semakin parah dimana truk sudah masuk dan jalanan belum lancar.[bay]
Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1929461/kemacetan-jakarta-semakin-parah
Menurut Wahyono, jika sebelumnya kemacetan terjadi pada jam pulang kerja namun petugas saat ini mulai mengatur lalu lintas sejak pukul 14.00 WIB. "Sebelumnya itu pukul 15.00 WIB petugas mengatur lalulintas untuk melerai kemacetan, namun ada perubahan waktu tugas satu jam," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Ia melanjutkan, hal utama penyebab kemacetan tersebut dikarenakan semakin tingginya jumlah kendaraan dan tidak sesuai dengan pertumbungan jalan. Wahyono mencontohkan, jika tahun lalu pukul 21.00 WIB kemacetan sudah dapat dilerai, namun saat ini baru pukul 22.00 WIB atau lebih baru bisa dilerai.
Selain itu, hari yang biasanya terjadi puncak kemacetan juga berubah diantaranya menjadi hari Rabu dan hari Jumat. Wahyono menjelaskan, hari Rabu dimana perputaran keuangan meningkat sehingga aktivitas orang yang menggunakan jalan juga mengalami peningkatan. Sedangkan, pada hari Jumat itu biasanya pegawai swasta yang bekerja 5 hari barulah sudah mulai meningkat aktivitasnya dengan liburan sehabis pulang kerja.
"Sehingga hari Jumat ada peningkatan jumlah peningkatan terlebih yang rumahnya di luar Jakarta pasti pulangnya mingguan juga. Maka disitulah puncaknya," jelas Wahyono.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berlomba agar batasan akhir angkutan berat masuk ke kota sudah bebas dari kendaraan karena nanti semakin parah dimana truk sudah masuk dan jalanan belum lancar.[bay]
Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1929461/kemacetan-jakarta-semakin-parah
Label:
aktivitas
,
bay
,
biasa
,
jakarta
,
jalan
,
jam
,
jumat
,
kemacetan
,
kendaraan
,
parah
,
peningkatan
,
pertumbungan
,
petugas
,
pukul
,
puncak
,
siang hari
,
wahyono
Langganan:
Postingan
(
Atom
)