Tampilkan postingan dengan label proses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label proses. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2013

Timbunan Sampah di Jakarta Setiap Harinya Capai 400 Ton

Metrotvnews.com, Jakarta: Menangani sampah di Jakarta bukanlah perkara mudah. Setiap harinya, timbunan sampah yang menggenang di sungai di Jakarta bisa mencapai 400 ton.

Menjelang musim penghujan, Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai upaya pengelolaan sampah. Diantaranya adalah program pembersihan sampah di seluruh sungai dan waduk. Upaya tersebut telah dimulai secara intensif sejak Juli lalu.

Hasilnya kini sudah mulai nampak. Banjir kanal timur Marunda sebagian besar telah bersih dari sampah dan tanaman eceng gondok, sehingga bisa digunakan sebagai lokasi latihan pelatnas dayung.

Pembersihan sungai dilakukan setiap harinya, menggunakan perahu gerobak sampah, katrol sampah dan perangkap sampah yang diciptakan untuk memudahkan proses pengangkutan sampah.

Pemprov DKI Jakarta akan menganggarkan dana untuk pembelian kapal pengangkut sampah dengan teknologi yang lebih modern. Agar proses pembersihan sungai jadi lebih cepat. Namun, secanggih apapun alatnya tentu akan sia-sia jika tidak didukung dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/10/21/5/184964/Timbunan-Sampah-di-Jakarta-Setiap-Harinya-Capai-400-Ton

Jumat, 27 September 2013

Jakarta Butuh Transportasi Massal Nyaman, Bukan Mobil Murah

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menyertakan 17 langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi kemacetan, di dalam surat keberatannya pada Wakil Presiden Boediono perihal mobil murah.

"Intinya 17 langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi kemacetan. Kita sudah lakukan itu tapi kok ada mobil murah, apa nanti enggak akan bersinggungan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Mantan Wali Kota Surakarta itu menegaskan dirinya tidak menolak kebijakan mobil murah. Mantan Wali Kota Surakarta itu mengungkapkan hanya memberikan pandangan perbandingan soal mobil murah dan transportasi massal.

"Saya tidak menolak. Saya hanya ngomong mobil murah itu enggak bener. Yang bener transportasi murah. Yang dibutuhkan Jakarta transportasi murah, transportasi masal yang murah, transportasi umum yang murah. Bukan mobil murah," kata Jokowi.

Suami Iriana Widodo itu merasa alasan yang dia kemukakan sudah masuk akal melihat kondisi lalu lintas Jakata yang padat.

"Kalau saya menolak karena Jakarta ini sudah macet sehingga saya ngomong begitu," ujarnya.

Terkait rencana wakilnya, Basuku Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan menghancurkan mobil yang berusia 10 tahun itu, Jokowi mengungkapkan langkah tersebut masih dalam proses.

"Itu masih proses, apakah 10 tahun, 25 tahun, tapi itu masih proses. Semuanya dalam proses," pungkasnya.

Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2013/09/24/500/871169/jakarta-butuh-transportasi-massal-nyaman-bukan-mobil-murah

Kamis, 27 September 2012

Proyek Pengelolaan Sampah Rp 1,3 Triliun Mangkrak

PEMBANGUNAN Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter, Jakarta Utara terancam mangkrak. Pasalnya, pascapenundaan proses lelang beauty contest sejak awal September hingga kini, Dinas Kebersihan DKI Jakarta belum menjadwal ulang tender yang hanya diikuti tiga peserta itu.

Terhambatnya proses beauty contest mengindikasikan adanya dugaan bahwa ketiga peserta lelang tidak memiliki modal seperti diamanatkan dalam aturan pengikatan. Situasi dan kondisi tersebut bisa menjadi salah satu beban bagi Gubernur DKI Jakarta yang terpilih dalam Pilkada langsung.

"Kalau memang ketiga peserta lelang ITF tidak lolos verifikasi, ya harus ditender ulang," ujar Ketua Jakarta Procurement Monitoring (JPM), Ivan Parapat, Rabu (26/9).

Hingga kini, sambung Ivan, banyak pihak yang kawatir akan adanya permainan untuk meloloskan ketiga perusahaan peserta lelang kendati tidak memiliki kemampuan financial yang memadai. "Dikhawatirkan, apabila panitia lelang tetap memaksakan akan berdampak buruk buat cagub-cawagub terpilih. Jangan sampai kasus ini menyandera pemimpin baru Jakarta," tandasnya.

Ivan pun mengingatkan Dinas Kebersihan DKI agar tidak bermain-main dalam proyek pengelolaan sampah ini. Menurutnya, jangan sampai panitia lelang tidak melakukan pengecekan langsung persyaratan administrasi ketiga perusahaan peserta tender ITF Sunter sehingga ada jaminan bahwa prosesnya tidak cacat hukum.

Apalagi, proyek sampah modern ini merupakan barometer pengolahan sampah di Indonesia. Ketiga perusahaan yang berhak mengikuti beauty contest adalah PT Phoenix Pembangunan Indonesia (kerjasama dengan Singapura), PT Jakarta Green Initiatives (kerjasama dengan Jepang), serta PT Wira Gulfindo Sarana (kerjasama dengan India).

Sementara anggota Komisi D DPRD DKI M Sanusi mengungkapkan, ketiga perusahaan peserta lelang ITF diwajibkan mengantongi modal 30 persen atau Rp 390 miliar dari total investasi Rp1,3 trilliun. Sejauh ini disinyalir terdapat perusahaan peserta lelang yang tidak punya modal investasi yang mencukupi.

Kalaupun terdapat perusahaan yang memiliki modal dimaksud, kata Sanusi, DPRD DKI mendesak panitia lelang ITF Sunter untuk melakukan klarifikasi ke Bank Indonesia. Hal itu untuk memastikan keberadaan deposito tersebut asli atau tidak. "Walaupun seluruh perusahaan telah menyerahkan jaminan berupa bank garansi sebesar Rp 39 miliar," beber Sanusi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebersihan DKI Eko Bharuna mengaku serius menggarap proyek ITF Sunter. Diharapkan proyek tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu dalam kota itu dibangun dari dana investor, bukan berasal dari APBD DKI. (rul)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2012/09/27/141093/Proyek-Pengelolaan-Sampah-Rp-1,3-Triliun-Mangkrak-

Kamis, 30 Agustus 2012

Bandung Akan Lebih Cepat Wujudkan MRT

BANDUNG — Walikota Bandung Dada Rosada menyatakan Kota Bandung dalam kurun waktu tidak lama akan memiliki transportasi publik moderen, Mass Rapid Transit (MRT) sepanjang 11 Km. Bahkan dengan selesainya proses Pra Feasibility Study (Pra FS) dan Feasibility Study (FS) telah selesai sesuai jadwal, ia optimis Bandung bisa menyalip Jakarta.

“Ini pertama kali di Indonesia, walapun Jakarta itu juga ada kerjasama dengan Jepang (JICA), mudah-mudahan Bandung mendahului Jakarta dan mohon maaf kalau Bandung mendahului Jakarta,” ungkap Dada di JCC, Jakarta, kemarin.

Dada mengungkapkan moda transportasi massal ini nantinya akan mampu mengangkut sekitar 600 penumpang dalam sekali jalan. Untuk mewujudkan proyek tersebut Dada mengatakan telah ada beberapa investor yang tertarik bergabung dalam konsorsium pembangunan MRT Bandung.

“Yang sudah datang ke saya banyak termasuk Pak Jusuf Kalla. Jadi sudah ada 3 sampe 4 yang sudah datang. Karena proyeknya tidak terlalu besar, jadi tidak terlalu banyak, tapi pasti lebih dari satu,” imbuhnya.

Presdir Panghegar Kirana Group sebagai konsorsium bersama perusahaan China National Machinary Corporation (CMC Imp & Exp Corp) menyatakan kalau pihaknyalah yang akan membangun MRT di Bandung. Bahkan menurutnya, setelah pembangunan tahap pertama usai direncanakan akan diperluas hingga ke sekitar wilayah kota Bandung

“Tahap kedua dari Soreang karena sekarang Soreang-Bandung itu yang paling macet, menyambungkan kota pendidikan di Jatinangor sampai Cimahi,” paparnya. Ia optimis, jika proses FS dan Pra FS berjalan lancar pada akhir 2013, MRT Bandung sudah mulai dibangun. “Mudah-mudahan akhir 2013 bisa dimulai.” (arie)

Sumber : http://www.harianterbit.com/2012/08/29/bandung-lebih-cepat-wujudkan-mrt/

Rabu, 29 Agustus 2012

Bangun MRT, Bandung Terobsesi Kalahkan DKI

VIVAnews - Seperti halnya Jakarta, lalu lintas di Bandung Jawa Barat kerap kali macet. Itu sebabnya Pemerintah Daerah Bandung berencana membangun Mass Rapid Transit (MRT). Sebentar lagi proses pembangunan MRT itu dimulai. Bahkan bisa mendahului Jakarta yang sudah lama merencanakannya.

Walikota Bandung, Dada Rosada, mengatakan bahwa pemerintah daerah setempat berambisi mempercepat proses pengarapan proyek itu. "Mudah-mudahan Bandung mendahului Jakarta dan mohon maaf," ujar Dada di Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.

Sebagai ibukota provinsi, menurut Dada, Bandung harus memiliki tata ruang yang baik. Daerah ini merupakan pintu birokrasi untuk Provinsi Jawa Barat. Pembangunan MRT dianggap sebagai salah satu solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan transportasi yang di kota yang cukup padat tersebut.

Pemda Bandung sendiri optimistis proyek MRT tersebut dapat terealisasi. Keyakinan itu didasarkan pada konsep MRT yang menyediakan berbagai moda transportasi masal yang mampu mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat setempat.

Rencananya, MRT tersebut akan diwujudkan dalam bentuk bis massal, monorail dan kereta gantung. "Bisa menampung 600 penumpang. Kan lumayan. Daripada angkutan yang banyak tapi hanya muat 7-8 penumpang,"katanya.

Pembangunan MRT di wilayah Bandung ini juga diharapkan bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi masyarakat. Dengan demikian, situasi dan kondisi kota Bandung diharapkan menjadi lebih kondusif.

Sebelumnya, Presiden Direktur Panghegar Grup, Cecep Rukmana mengatakan bahwa pada tahap awal, pihaknya selaku kontraktor telah menandatangani komitmen kerja sama dengan investor asal China yaitu China National Machinery (CMC) guna mengarap persiapan studi kelayakan atau pra feasibility studies (FS) proyek tersebut.

"Jadi, proyek pembangunan MRT ini dengan pola KPS (kerja sama pemerintah dan swasta), di situ ada tahapan persiapan. Sekarang ini tahap persiapan dan mau proyek pra FS," ujarnya.

Proyek tersebut, kata Cecep, akan menelan biaya sekitar Rp4 triliun. MRT ini, nantinya akan menyambungkan seluruh Kota Bandung mulai dari pusat kota yaitu Dago menuju kabupaten Bandung, Soreang sampai ke kota Cimahi.

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/346998-bangun-mrt--bandung-terobsesi-kalahkan-dki

Senin, 07 Mei 2012

Apa kabar monorel

Jakarta (Antara News) – Di tengah membludaknya jumlah kendaraan bermotor, meledaknya populasi kota, prediksi macet total pada 2014, dan tidak imbangnya transportasi massal, Pemerintah DKI Jakarta membatalkan pembangunan monorel tahun lalu.

Nasib tiang-tiang beton yang diantaranya berjejer di sepanjang Jalan Asia-Afrika dan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pun menjadi tak menentu.

Warga Jakarta pun menanyakan nasib monorel yang dulu digadang-gadangkan sebagai solusi untuk masalah kemacetan di Jakarta.

“Monorel bisa membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, asalkan pengelolaannya profesional,” kata Desi Ari Pratiwi, warga Jakarta berusia 22 tahun.

Pembangunan moda transportasi berbasis rel itu sudah tersendat sejak 2004 silam. Tujuh tahun kemudian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membatalkan megaproyek itu.

Padahal, monorel, bersama transportasi publik yang sudah ada dan yang akan dikembangkan, menjadi jawaban untuk mengurangi kepadatan jalanan ibukota.

Monorel sendiri sedianya akan menggunakan elevated railway, jalur layang, sehingga tak memerlukan pintu lintasan seperti pada kereta api.

Mengurangi macet

Direktur Utama PT Jakarta Monorail Sukmawati Syukur berharap proyek ini dilanjutkan.

“Terutama monorel di jalur hijau. Monorel akan sangat menolong kemacetan yang ada di ruas jalan itu,” katanya kepada ANTARA News via selpon.

Proyek monorel Jakarta ini terbagi ke dalam dua jalur, jalur hijau dan jalur biru.

Monorel jalur hijau akan melayani rute Semanggi-Casablanca-Kuningan. Panjang lintasannya 14,2 km.

Sementara jalur biru sepanjang 12,2 kilometer melayani Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy.

Warga Jakarta pun berharap pemerintah melanjutkan proyek ini, apalagi jika dana memang tersedia.

"Pasti bisa mengurangi kemacetan, terutama pas jam-jam sibuk,” kata seorang warga Jakarta berusia 39 tahun bernama Iwan, tepat depan tiang-tiang beton di Jalan Asia-Afrika itu.

Tapi banyak juga yang berharap proyek ini dihentikan.

“Selama proyek pembangunan pasti jalan akan tambah macet dan bisa bikin jalan mati,” kata Desi, guru lepas yang kerap menyambangi pusat perbelanjaan di kawasan Senayan di mana Jalan Asia-Afrika berada.

Yang juga senang proyek ini dihentikan adalah para pedagang tanaman di trotoar Jalan Asia-Afrika.

“Kalau monorel jadi dibuat, bisa jadi trotoar nggak dapat sinar matahari karena terhalang jalur monorel. Ini nggak bagus buat tanaman kami," kata Rusdi, 50, penjual tanaman hias di trotoar Asia-Afrika.

Huzair, 40, rekan Rusdi sesama penjual tanaman, menyambung, “Kalau pembangunan monorel diteruskan, kita rugi. Bisa-bisa kita kena gusur karena trotoar dipakai buat stasiun atau kena pelebaran jalan. Lebih baik nggak usah deh.”

Tetap merawat

Tiang-tiang penyangga monorel itu yang masih berdiri kokoh itu pun menunggu vonis pemerintah.

Sementara pihak pengembang terus mengelolanya. Mereka kini sedang dalam proses amicable settlement dan belum membuat keputusan apa pun berkaitan dengan pemutusan kontrak kerja.

Proses amicable settlement itu sudah berlangsung sejak Januari lalu.

Pihak pengembang belum mau mencabut tiang-tiang yang sudah telanjur terpasang.

“Kami tetap melakukan maintenance pada tiang-tiang sudah terpasang,” kata Sukmawati.

Sukma menyatakan tiang-tiang beton itu belum beralih fungsi, namun bisa saja menjadi penyangga billboard selama tidak merusak strukturnya.

Monorel mungkin memiliki banyak kelemahan, seperti pada kondisi darurat bisa membahayakan penumpang, karena penumpang tak bisa bebas keluar mengingat rel berada di atas permukaan tanah.

Namun sistem ini juga memiliki kelebihan, diantaranya ruang yang dibutuhkan minimal sekali, baik secara horizontal maupun vertikal.

Sudah begitu, membangun lintasan monorel lebih murah ketimbang membangun rel kereta yang berkapasitas sama dengan monorel.

Jakarta mungkin benar belum membutuhkan monorel, tapi warga Jakarta jelas tak lagi bisa berharap pada sistem transportasi massal yang sudah ada.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/309350/apakabar-monorel