JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur PT Jakarta Monorail (JM) Jhon Aryananda mengakui bahwa rute monorel Jakarta merupakan rute yang tidak efektif menjaring penumpang karena tidak menghubungkan titik asal ke titik tujuan. Namun, dia tak sepakat pada penilaian bahwa rute monorel Jakarta hanya akan menjadi rute makan siang mall to mall.
Menurut dia, monorel tetap akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta karena daerah-daerah yang akan dilalui merupakan kawasan macet. Namun, tentu saja, itu pun harus ditunjang dengan transportasi umum lainnya yang mampu mendukung layanan tersebut.
"Tidak ada transportasi massal yang bisa berdiri sendiri. Misal dari rumah ke poin A, kemudian dari poin A ke poin B naik apa? Masa pakai mobil pribadi lagi? Jadi, harus ada integrasi transportasi publik. Dari rumah ke poin A, kemudian dari poin A ke poin B," katanya dalam acara Kompasiana Nangkring bareng PT JM, di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (24/5/2014).
Menurut Jhon, pemerintahlah yang bertugas dan memiliki wewenang untuk menyediakan angkutan umum yang layak jalan. Ia opimistis hal tersebut dapat direalisasikan.
"Itulah tugas dan wewenang dari Pemerintah Provinsi DKI yang dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan untuk merencanakan semua itu. Bagaimana menyediakan bus-bus sedang yang berangkat dari perumahan," paparnya.
Menurut rencana, ada dua rute yang nantinya akan dilayani monorel Jakarta. Yang pertama jalur hijau (Kuningan-Gatot Subroto-SCBD-Senayan-Pejompongan-kembali ke Kuningan) yang ditargetkan akan beroperasi pada 2016.
Jalur kedua ialah jalur biru (Mal Taman Anggrek-Tomang-Cideng-Tanah Abang-Karet-Mal Ambassador-Tebet-Kampung Melayu) yang ditargetkan akan beroperasi pada 2017.
Banyak pengamat yang menilai, kedua rute tersebut tidak akan efektif menjaring penumpang karena hanya akan berputar-putar di dalam kota. Seharusnya, kata mereka, monorel melayani rute yang menghubungkan kawasan-kawasan perumahan di pinggiran Jakarta ke kawasan perkantoran di tengah kota.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/24/1530062/PT.JM.Akui.Rute.Monorel.Tak.Efektif.tetapi.Bisa.Jadi.Solusi.Macet
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label kuningan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuningan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Mei 2014
PT JM Akui Rute Monorel Tak Efektif, tetapi Bisa Jadi Solusi Macet
Label:
ditargetkan
,
efektif
,
jakarta
,
jalur
,
jhon
,
jm
,
kompasiana
,
kuningan
,
kuningan-gatot
,
mall
,
monorel
,
penumpang
,
perumahan
,
poin
,
rute
,
subroto-scbd-senayan-pejompongan-kembali
,
titik
,
transportasi
,
wewenang
Kamis, 06 Maret 2014
Pengendara di Bawah Ancaman Lubang Jalan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puluhan mobil pribadi dan angkutan umum berjalan pelan selepas fly over Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Mobil-mobil itu harus mengantre lantaran jalanan di underpass bypass menuju Pasar Gembrong, Jakarta Timur, rusak parah.
Jalan di underpass itu bergelombang. Aspal jalan banyak yang mengelupas, sehingga banyak krikil yang betebaran. Jalan yang licin memaksa mobil-mobil dan pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan, sehingga antrean kendaraan mencapai puluhan meter. Parahnya, antrean jalan juga terjadi di arah sebaliknya, yakni dari Pom Bensin Pasar Gembrong hingga Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Timur.
Kemacetan itu diperparah karena Jalan Kampung Melayu Kecil, Bukit Duri Tanjakan, menuju Kuningan dan Dr Saharjo sedang dalam perbaikan. Iwan, salah satu pengendara, mengaku kesal lantaran jalan tersebut belum diperbaiki sejak musim hujan pada Desember 2013.
Jalan rusak juga tersebar di sekitar Jalan Dewi Sartika menuju Kampung Melayu dan Matraman. Di tempat langganan banjir itu juga belum ada tanda-tanda perbaikan jalan. Dari data yang diterima ROL dari Dinas Pekerjaan Umum untuk wilayah kota administrasi Jakarta Timur, titik jalan rusak sebanyak 3.548 yang terdiri atas 142 lokasi, DPU juga mencatat sudah memperbaiki jumlah titik jalan rusak sebanyak 3.479 titik.
"Jika ngebut, kalau tidak celaka, ya motor rusak," kata seorang pengendara motor, Anton, kepada ROL di Mampang, Selasa (4/2).
Pria yang hampir setiap hari melewati Jalan Mampang Pramatan itu mengeluhkan rusaknya jalan. Bukannya diperbaiki, kata Anton, jalan yang rusak malah semakin bertambah.
Pantauan ROL di sepanjang Jalan Mampang Prapatan arah Kuningan, terlihat lubang-lubang dengan ukuran bervariasi. Tak heran jika kemacetan terjadi di sejumlah titik lantaran para pengendara melambatkan laju kendaraanya.
"Kalau jam kerja bisa pelan-pelan, untuk ngindarin lubang. Tapi, kalau sepi bahaya juga yang ngebut," kata Rony, tukang ojek yang biasa mangkal di depan Hotel Maharani, Mampang.
Saat hujan, titik jalan yang berlubang itu akan tertutup air dan menggenang, sehingga berbahaya bagi pengendara. Sedangkan, saat cuaca terik, lubang-lubang itu akan mengeluarkan krikil kecil, sehingga membuat jalan terasa licin dan penuh debu.
Kemacetan di DKI juga tidak sepenuhnya karena lubang jalan, seperti yang terjadi di traffic light Asemka, Jakarta Barat. Guna menghindari kemacetan panjang, Direktorat Lalu Lintas melakukan rekayasa di Asemka sejak 26 Februari 2014. Memasuki Selasa (4/3), uji coba tersebut dinilai sukses. "Sirkulasinya bagus kok," kata Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budianto, Selasa (4/3).
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/03/05/n1ys9q-pengendara-di-bawah-ancaman-lubang-jalan
Jalan di underpass itu bergelombang. Aspal jalan banyak yang mengelupas, sehingga banyak krikil yang betebaran. Jalan yang licin memaksa mobil-mobil dan pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan, sehingga antrean kendaraan mencapai puluhan meter. Parahnya, antrean jalan juga terjadi di arah sebaliknya, yakni dari Pom Bensin Pasar Gembrong hingga Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Timur.
Kemacetan itu diperparah karena Jalan Kampung Melayu Kecil, Bukit Duri Tanjakan, menuju Kuningan dan Dr Saharjo sedang dalam perbaikan. Iwan, salah satu pengendara, mengaku kesal lantaran jalan tersebut belum diperbaiki sejak musim hujan pada Desember 2013.
Jalan rusak juga tersebar di sekitar Jalan Dewi Sartika menuju Kampung Melayu dan Matraman. Di tempat langganan banjir itu juga belum ada tanda-tanda perbaikan jalan. Dari data yang diterima ROL dari Dinas Pekerjaan Umum untuk wilayah kota administrasi Jakarta Timur, titik jalan rusak sebanyak 3.548 yang terdiri atas 142 lokasi, DPU juga mencatat sudah memperbaiki jumlah titik jalan rusak sebanyak 3.479 titik.
"Jika ngebut, kalau tidak celaka, ya motor rusak," kata seorang pengendara motor, Anton, kepada ROL di Mampang, Selasa (4/2).
Pria yang hampir setiap hari melewati Jalan Mampang Pramatan itu mengeluhkan rusaknya jalan. Bukannya diperbaiki, kata Anton, jalan yang rusak malah semakin bertambah.
Pantauan ROL di sepanjang Jalan Mampang Prapatan arah Kuningan, terlihat lubang-lubang dengan ukuran bervariasi. Tak heran jika kemacetan terjadi di sejumlah titik lantaran para pengendara melambatkan laju kendaraanya.
"Kalau jam kerja bisa pelan-pelan, untuk ngindarin lubang. Tapi, kalau sepi bahaya juga yang ngebut," kata Rony, tukang ojek yang biasa mangkal di depan Hotel Maharani, Mampang.
Saat hujan, titik jalan yang berlubang itu akan tertutup air dan menggenang, sehingga berbahaya bagi pengendara. Sedangkan, saat cuaca terik, lubang-lubang itu akan mengeluarkan krikil kecil, sehingga membuat jalan terasa licin dan penuh debu.
Kemacetan di DKI juga tidak sepenuhnya karena lubang jalan, seperti yang terjadi di traffic light Asemka, Jakarta Barat. Guna menghindari kemacetan panjang, Direktorat Lalu Lintas melakukan rekayasa di Asemka sejak 26 Februari 2014. Memasuki Selasa (4/3), uji coba tersebut dinilai sukses. "Sirkulasinya bagus kok," kata Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budianto, Selasa (4/3).
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/03/05/n1ys9q-pengendara-di-bawah-ancaman-lubang-jalan
Label:
antrean
,
asemka
,
gembrong
,
jakarta
,
jalan
,
kampung
,
kemacetan
,
krikil
,
kuningan
,
licin
,
lubang
,
lubang-lubang
,
mampang
,
mobil-mobil
,
ngebut
,
pengendara
,
rol
,
titik
,
underpass
Selasa, 12 November 2013
Macet Semakin Parah Akibat Angkutan Umum Belum Bisa Diandalkan
Jakarta - Direktur The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Yoga Adiwinarto, menyebutkan, semakin parahnya kemacetan Jakarta akibat warga masih mudah dan murah untuk bawa kendaraan pribadi. Selain itu angkutan umum yang ada belum bisa diandalkan.
“Pemda DKI harus secepatnya memperbaiki kualitas angkutan umum non Transjakarta dan peningkatan kualitas Transjakarta. Ini yang bisa dilakukan dalam waktu dekat,” katanya kepada Beritasatu di Jakarta, Senin (11/11).
Dia menyarankan Pemprov DKI juga membatasi pengguna kendaraan pribadi dengan pembatasan parkir dan tarif parkir mahal. Juga memahalkan penggunaan kendaraan pribadi dengan jalan berbayar
Dari pantauan Beritasatu di sejumlah Jalan Protokol di Jakarta Senin pagi hingga siang ini, kemacetan parah tak terhindarkan. Seperti terpantau di Jl Gatot Subroto dari arah Cawang hingga Senayan, kendaraan cukup padat.
Bahkan kemacetan sudah mengular dari pintu tol Halim hingga Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan kendaraan roda empat dari Cawang menuju Semanggi yang biasanya hanya memakan waktu satu jam kini menjadi tiga jam lebih.
“Kemacetannya luar biasa. Enggak pernah seperti ini. Lebih bagus pulang saja ke rumah karena malu masuk kantor jam segini (10.00 WIB, Red),” keluh Nurhasan (43) seorang pengendara mobil yang ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Karena kemacetan parah terjadi di Rasuna Said yang menjadi lokasi kerja Nurhasan, membuat dia putar balik menuju rumahnya di Bekasi. Nurhasan akhirnya tidak kerja hari ini dan putar kendaraan di bawah fly over Kuningan.
Sumber : http://www.beritasatu.com/pelayanan-publik/149404-macet-semakin-parah-akibat-angkutan-umum-belum-bisa-diandalkan.html
“Pemda DKI harus secepatnya memperbaiki kualitas angkutan umum non Transjakarta dan peningkatan kualitas Transjakarta. Ini yang bisa dilakukan dalam waktu dekat,” katanya kepada Beritasatu di Jakarta, Senin (11/11).
Dia menyarankan Pemprov DKI juga membatasi pengguna kendaraan pribadi dengan pembatasan parkir dan tarif parkir mahal. Juga memahalkan penggunaan kendaraan pribadi dengan jalan berbayar
Dari pantauan Beritasatu di sejumlah Jalan Protokol di Jakarta Senin pagi hingga siang ini, kemacetan parah tak terhindarkan. Seperti terpantau di Jl Gatot Subroto dari arah Cawang hingga Senayan, kendaraan cukup padat.
Bahkan kemacetan sudah mengular dari pintu tol Halim hingga Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan kendaraan roda empat dari Cawang menuju Semanggi yang biasanya hanya memakan waktu satu jam kini menjadi tiga jam lebih.
“Kemacetannya luar biasa. Enggak pernah seperti ini. Lebih bagus pulang saja ke rumah karena malu masuk kantor jam segini (10.00 WIB, Red),” keluh Nurhasan (43) seorang pengendara mobil yang ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Karena kemacetan parah terjadi di Rasuna Said yang menjadi lokasi kerja Nurhasan, membuat dia putar balik menuju rumahnya di Bekasi. Nurhasan akhirnya tidak kerja hari ini dan putar kendaraan di bawah fly over Kuningan.
Sumber : http://www.beritasatu.com/pelayanan-publik/149404-macet-semakin-parah-akibat-angkutan-umum-belum-bisa-diandalkan.html
Label:
acara-acara
,
angkutan
,
cawang
,
di bawah
,
dki
,
itasatu
,
jakarta
,
jalan protokol
,
jam
,
kemacetan
,
kendaraan
,
kualitas
,
kuningan
,
nurhasan
,
parah
,
parkir
,
pribadi
,
rasuna
,
transjakarta
Kamis, 17 Oktober 2013
Siap-siap Macet Jakarta Makin Parah Karena Proyek Monorel
JAKARTA, Jaringnews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperingatkan warganya bahwa proyek transportasi massal monorel akan berdampak pada kemacetan parah. Ditambah proyek MRT beberapa waktu lalu yang baru dibangun.
Kemacetan akibat proyek monorel ini akan menyerang kawasan Kuningan sampai ke arah Selatan Jakarta. Gubernur DKI Jakarta mengatakan ini konsekuensi.
"Kalau macet ya sudah pasti. Tapi apa kalau begitu MRT nggak usah ada? Monorel nggak usah ada? Kan nggak begitu," kata Jokowi di Kuningan Jakarta, Rabu (16/10).
Sementara Komisaris Utama PT Jakarta Monorail Edward Soeryadjaya berharap masyarakat bisa bersabar. Kata dia, jika Monorel sudah jadi, maka masyarakat juga yang akan menikmatinya.
"Ya bersabar. Justru ini hadir sebagai alat transportasi yang andal dan bebas hambatan. Ini jadi solusi dari kemacetan. Kan cuma 3 tahun pembangunannya," kata Edward di tempat yang sama.
Sebelumnya pembangunan MRT juga menyebabkan macet. Daerah yang macet diperkirakan di kawasan Sudirman, Fatmawati, sampai yang menuju Lebak Bulus.
Sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/50236/siap-siap-macet-jakarta-makin-parah-karena-proyek-monorel
Kemacetan akibat proyek monorel ini akan menyerang kawasan Kuningan sampai ke arah Selatan Jakarta. Gubernur DKI Jakarta mengatakan ini konsekuensi.
"Kalau macet ya sudah pasti. Tapi apa kalau begitu MRT nggak usah ada? Monorel nggak usah ada? Kan nggak begitu," kata Jokowi di Kuningan Jakarta, Rabu (16/10).
Sementara Komisaris Utama PT Jakarta Monorail Edward Soeryadjaya berharap masyarakat bisa bersabar. Kata dia, jika Monorel sudah jadi, maka masyarakat juga yang akan menikmatinya.
"Ya bersabar. Justru ini hadir sebagai alat transportasi yang andal dan bebas hambatan. Ini jadi solusi dari kemacetan. Kan cuma 3 tahun pembangunannya," kata Edward di tempat yang sama.
Sebelumnya pembangunan MRT juga menyebabkan macet. Daerah yang macet diperkirakan di kawasan Sudirman, Fatmawati, sampai yang menuju Lebak Bulus.
Sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/50236/siap-siap-macet-jakarta-makin-parah-karena-proyek-monorel
Label:
bebas hambatan
,
bersabar
,
bulus
,
dki
,
edward
,
fatmawati
,
jakarta
,
jaringnews
,
jokowi
,
kemacetan
,
kuningan
,
macet
,
monorail
,
monorel
,
mrt
,
proyek
,
soeryadjaya
,
transportasi
,
usah
Langganan:
Postingan
(
Atom
)