Tampilkan postingan dengan label padat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label padat. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2014

Traffic Light Tak Berfungsi, Jakarta Makin Macet

JAKARTA - Tak berbeda dengan hari biasanya, ruas jalan di Ibu Kota masih dihiasi kemacetan lalu lintas. Selain tingginya volume kendaraan, kemacetan juga dipicu oleh sejumlah traffic light (lampu merah) yang tak berfungsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2014), sejumlah wilayah di Jakarta sudah mengalami kemacetan lalu lintas.

Kemacetan sudah terpantau dari daerah penyanggah Jakarta, yakni Bekasi menuju Kalimalang, Jakarta Timur. Kemacetan pun berlanjut dari Kalimalang mengarah ke Cawang. Sedangkan, dari Bogor memasuki Jalan Raya Pasar Rebo, Jakarta Timur, juga sudah mengalami kepadatan lalu lintas.

Traffic Light Matraman tidak berfungsi, Dishub sudah dihubungi Untuk perbaikan karena rawan kecelakaan. Sementara lalu lintas Jalan Raya Pondok Gede depan Lubang Buaya juga terpantau padat.

Memasuki wilayah Jakarta Pusat, kepadatan lalu lintas sudah terlihat di Jalan Galur arah Senen tersendat imbas antrean kendaraan di Underpass Senen. Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya traffic light Artha Graha di Jalan Cokroaminoto dan traffic light Kebon Sirih, keduanya harus diperbaiki karena rawan kecelakaan.

Beralih ke Jakarta Selatan, kemacetan terjadi di Ulujami menuju Cipulir hingga Kebayoran Lama. Kemacetan semakin panjang setelah traffic light Unilever Petukangan tidak berfungsi. Tidak berfungsinya traffic light juga terjadi di ITC Fatmawati.

Sementara, lalu lintas Depok arah Lenteng Agung hingga Pasar Minggu dan Pancoran, padat kedua arah. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Raya Pancoran hingga menuju Semanggi dan Mampang Prapatan menuju ke Kuningan.

Kemudian, Jalan Kalideres arah Cengkareng, Jakarta Barat, juga padat di kedua arah. Cengkareng menuju Jembatan Gantung hingga Pesing padat merayap, sebaliknya ramai lancar.

Kemacetan juga terjadi di jalan bebas hambatan atau tol. Tol Bekasi Barat arah ke Pondok Gede Timur lalin padat merayap, arah sebaliknya lancar.

Lalu lintas di Tol Dalam Kota Cawang arah ke Semanggi padat. Sedangkan, Pintu Keluar Tol Cawang/Halim arah Pancoran terpantau mulai padat.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/09/22/500/1042422/traffic-light-tak-berfungsi-jakarta-makin-macet

Rabu, 30 Juli 2014

Lebaran, Sebagian Jalan Jakarta Malah Macet Total

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah jalan di Jakarta macet total pada hari kedua Idul Fitri. "Berdasarkan pada laporan yang diterima dari petugas di lapangan, yang menjadi titik kemacetan parah terutama merupakan wilayah di sekitar tempat rekreasi," ujar petugas Traffic Management Center Polda Metro, Brigadir Satrio, saat dihubungi Tempo, Selasa, 29 Juli 2014.

Satrio menuturkan jalan-jalan utama menuju Ancol, Ragunan, dan Taman Mini dalam kondisi padat merayap. Akun Twitter resmi TMC Polda Metro mencuit, belasan ribu kendaraan yang memenuhi jalan menuju Taman Margasatwa Ragunan menyebabkan kemacetan. Belasan ribu kendaraan itu terdiri atas 2.000 kendaraan roda empat dan lebih dari 10 ribu sepeda motor. (Baca juga: Mulai 1 Agustus, Transjakarta Berlakukan E-Ticket)

Kemacetan tidak hanya terjadi di ruas jalan yang menuju area rekreasi, tapi juga di jalan bebas hambatan. Seperti yang dilansir di linimasa Traffic Management Center Polda Metro, mobil-mobil di jalan tol dalam kota Cawang menuju Taman Mini padat merayap. Sedangkan arus lalu lintas di Jalan Tol Kebon Jeruk menuju arah Tomang mengalami penumpukan kendaraan. (Baca juga: Lebaran, Transjakarta Buka Trayek Harmoni-Ancol)

Penumpukan kendaraan di beberapa wilayah Ibu Kota yang terjadi hari ini diprediksi akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan. "Ini akan kami antisipasi. Baru kembali normal hari Minggu mendatang," ujar Satrio. (Baca juga: Membludak, Pengunjung ke Puncak Monas Dibatasi)

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/07/29/083596323/Lebaran-Sebagian-Jalan-Jakarta-Malah-Macet-Total

Kamis, 24 Oktober 2013

MRT, monorel dan jalan layang solusi kemacetan

Jakarta (ANTARA News) - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) meyakini Mass Rapid Transit, Monorel dan jalan layang non-tol Ciledug-Tendean akan menjadi salah satu lesatan solusi kemacetan akut di Jakarta.

"Pembangunan infrastruktur untuk transportasi publik memang membutuhkan waktu. Di awal para pengguna jalan akan bermacet-macet ria tapi setelah selesai itu akan menjadi sebuah lesatan," Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Rabu.

Dia mengibaratkan pembangunan infrastruktur transportasi publik seperti tiga contoh di atas itu laksana ketapel.

"Proyek itu seperti batu yang dilesatkan ketapel, mundur sebentar kemudian melaju menemui sasaran," lanjutnya.

Sementara itu, pakar transportasi publik Iskandar Abubakar memberi catatan terhadap pembangunan MRT, monorel dan jalan layang non-tol Ciledug-Tendean.

"Seharusnya tahap pembangunan infrasturktur itu tidak bikin macet. Harus ada manajemen konstruksi yang mengatur proses pembangunan transportasi publik berjalan dengan baik tanpa menyisakan kemacetan."

"Salah satu yang harus diperhatikan itu ruas jalan terlebih di Jakarta ini lalulintas sudah padat," katanya.

Dia menyarankan beberapa mitigasi yang bisa dilakukan oleh kontraktor.

"Rekomendasi mitigasi yang bisa dilakukan seperti memfokuskan waktu pembangunan pada malam hari atau ada pembatasan waktu kerja di luar jam lalulintas padat.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/401760/mrt-monorel-dan-jalan-layang-solusi-kemacetan

Jumat, 02 Agustus 2013

"Railbus" Jokowi dan Penyerobotan Jalur "Busway"

JAKARTA, KOMPAS.com — Hanya dalam tempo tiga hari kemarin, yakni tepatnya dari Selasa (30/7/2013) hingga Kamis (1/8/2013), ada tiga pengendara mobil yang memaksa masuk ke jalur transjakarta.

Ketiganya ialah Febrian Suhartoni, mahasiswa pengendara mobil Honda Jazz B 1011 UKF, yang berulah dengan mengaku anak jenderal untuk dibukakan portal di jalur busway Koridor II, tepatnya di Jalan Galur, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2013) pagi.

Setelah itu, Basaria Sirait, seorang ibu rumah tangga penumpang Suzuki Ertiga B 1497 TZW, yang membuka portal busway Koridor XI, tepatnya di dekat halte Imigrasi, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2013) pagi.

Terakhir, pengemudi Toyota Land Cruiser B 85 RKM yang memaksa masuk jalur busway Koridor VI, tepatnya di Jalan Warung Jati Barat, tak jauh dari halte Pejaten Philips, Kamis sore kemarin. Untuk kasus terakhir, pengemudi yang belum diketahui identitasnya itu bahkan sempat memukul seorang petugas transjakarta bernama Ferry.

Terlepas tiga pengendara yang "kepergok" dan akhirnya masuk pemberitaan tersebut, sebenarnya masih banyak pengendara-pengendara lain yang menggunakan jalur yang semestinya hanya diperuntukkan untuk bus transjakarta ini. Padahal, dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, dalam Bab II Pasal 2 Nomor 7, telah ditegaskan bahwa kendaraan bermotor roda dua atau lebih dilarang memasuki jalur busway.

Jalur tak steril, penumpang transjakarta menurun

Dalam peringatan ulang tahun ke-9 transjakarta pada 15 Januari 2013 yang lalu, diungkapkan bahwa terjadi penurunan penumpang transjakarta selama tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya. Penumpang transjakarta berkurang hingga 3 persen dari sebanyak 114.783.842 orang pada 2011 menjadi 111.251.868 orang pada 2012.

Dalam data yang dikeluarkan oleh Institute For Transportation and Development Policy (ITDP) itu, pihak transjakarta mengakui bahwa harapan untuk menciptakan sarana transportasi massal yang aman, nyaman, dan cepat belum sepenuhnya dapat terpenuhi. Salah satu penghambat peningkatan kualitas pelayanan ialah tentu saja tidak sterilnya jalur busway, selain masih terbatasnya stasiun pengisian BBG dan kurangnya unit transjakarta.

Menurut ITDP, tidak sterilnya jalur busway menyebabkan jarak kedatangan antarbus di halte menjadi lama karena perjalanan bus terhambat oleh kendaraan lain. Ketika bus sampai di halte, penumpang telah menumpuk dan desak-desakan pun tak dapat dihindari.

Selain itu, terlambatnya bus tiba di halte juga menyebabkan penumpang terlambat ke tempat tujuan. Faktor inilah yang menurut ITDP membuat penumpang transjakarta menjadi tak nyaman karena tujuan melayani penumpang secara cepat dan nyaman menjadi berantakan. Akhirnya, penumpang transjakarta meninggalkan layanan bus rapid transit pertama di Indonesia tersebut dan berpindah ke kendaraan pribadi. Akibatnya, jumlah pengguna kendaraan pribadi masih tetap tinggi dan jalanan Jakarta tetap macet.

Rencana "railbus" Jokowi

Saat masih dalam masa kampanye Pilkada 2012 yang lalu, Jokowi sempat menyampaikan ide untuk mengganti jalur busway dengan railbus. Menurutnya, railbus dapat memecahkan segala permasalahan yang dialami oleh transjakarta, terutama erat kaitannya dengan jalur tak steril dan lamanya jarak waktu kedatangan antarbus.

"Untuk koridor-koridor padat yang padat penumpang, saya punya gagasan untuk mengubahnya menjadi railbus. Nanti kalau diganti railbus, headway-nya akan semakin cepat. Jadi, tak perlu menunggu lama," katanya saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Sabtu (31/3/2012), tahun lalu.

Ketika ditanyai mengenai kesulitan pemasangan rel di jalur bus transjakarta, Jokowi mengungkapkan bahwa pemasangan rel di jalur busway yang memiliki koridor padat ini tidak akan memakan waktu lama. "Pasang rel itu tidak terlalu susah. Siapa bilang enggak bisa? Ini sudah pernah saya lakukan di Solo dan bisa," ungkapnya.

Di akhir kepemimpinannya sebagai Wali Kota Solo, tepatnya sebelum terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi memang sempat meluncurkan railbus Batara Kresna pada Agustus 2012. Kereta yang memiliki rute Sukoharja-Yogyakarta ini melintasi Kota Solo.

Di kota itu, railbus melintasi jalan-jalan utama di Kota Solo, seperti Jalan Slamet Riyadi, Taman Sriwedari, Ngarsopuro, dan melintas di atas Sungai Bengawan Solo. Namun, railbus Jokowi di Solo yang berkapasitas 234 orang ini statusnya hanya sebagai angkutan wisata, bukan angkutan untuk transportasi massal. Oleh sebab itu, jumlahnya hanya satu unit.

Terkait rencana railbus di Jakarta, sampai akhirnya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, sampai saat ini, Jokowi sendiri belum pernah menyatakan apakah rencananya terkait railbus tersebut masih akan dilanjutkan atau tidak. Dengan fenomena jalur busway yang masih tak kunjung steril itu, masih adakah niat Jokowi untuk melanjutkan ide railbus di Jakarta?

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/02/0732443/Railbus.Jokowi.dan.Penyerobotan.Jalur.Busway

Senin, 24 Juni 2013

Macet 'Gila' di Perayaan Ulang Tahun Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta -DKI Jakarta merayakan hari ulang tahun ke-486 Sabtu, 22 Juni 2013. Untuk merayakan ulang tahun Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar pesta rakyat dengan tajuk Malam Muda-Mudi. Konsepnya sama seperti saat perayaan tahun baru 2013, Jakarta Night Festival.

Panggung hiburan disediakan sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jenderal Sudirman. Sementara agenda utama digelar di Silang Monas. Acara puncak yang dibuka dengan pemotongan tumpeng raksasa setinggi 4,86 meter ini sangat mengundang keinginan masyarakat. Buktinya, "macetnya gila," kata Wahyu, seorang pengendara sepeda motor.

Wahyu merupakan satu dari ribuan orang yang memang ingin menikmati malam muda-mudi ini. Dia membawa seorang anaknya beserta istri dari rumahnya di Kali Malang.

Apa yang dikatakan Wahyu agaknya mewakili ribuan orang lainnya. Kemacetan memang merata, bahkan dari arah simpang Tugu Tani, termasuk Cikini Raya ke Stasiun Gambir pun macet total. Akibatnya kendaraan dari arah Kebon Sirih berhenti.

Hampir selama 30 menit kendaraan tidak bergerak sama sekali. Sekalinya bergerak pun ibarat memindahkan posisi roda belakang motor ke depan. Tempo menyaksikan banyak pemotor yang akhirnya sengaja mematikan mesin.

Bahkan Wahyu memilih banting setir ke arah rumah makan cepat saji. "Kasian anak capek, mau bagimana lagi," katanya. Dia pun mengaku harus mengubur niat merasakan jadi muda-mudi lagi.

Dalam akun twitternya TMC Polda Metro Jaya menyebutkan beberapa titik macet akibat kegiatan yang dipusatkan di Bundaran HI dan Monas ini. Tercatat kawasan arteri Semanggi padat.

Selain itu daerah Pasar Baru hingga Jalan Veteran juga ramai. Arah Kwitang ke Pasar Senen pun terpantau padat di kedua arah.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/06/22/083490428/Macet-Gila-di-Perayaan-Ulang-Tahun-Jakarta