Tampilkan postingan dengan label bundaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bundaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Mei 2014

Mulai Juni Jakarta Akan Lebih Macet, Kenapa?

JAKARTA, Jaringnews.com - PT Mass Rapid Transid (MRT) mulai akan mengadakan pembangunan dengan skala besar mulai, Juni 2014 mendatang. Pembangunan ini kemungkinan akan menimbulkan macet besar.

Nantinya pembangunan skala besar itu akan dilakukan di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Sudirman sampai Bundaran HI. Direktur Utama MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan menjelaskan PT MRT akan melakukan test pit, pengalihan jalur (detour), dan relokasi halte bus TransJakarta. Nantinya juga akan dilakukan penutupan 1 lajur.

"Kami memastikan pekerjaan konstruksi skala besat dimulai pada bulan Juni, menyususl pekerjaan skala besar lebih dahulu dimulai di titik Bundaran HI yang dilakukan pada April yang lalu," kata Dono saat di Cuppa Coffee, Jakarta Selatan, Rabu (28/5).

Saat ini tim proyek MRT sudah menyusun rencana pengalihan arus lalu lintas. Mereka bekerjasama dengan TMC Polda Metro Jaya.

Nantinya pekerjaan penggalian lubang akan dilakukan di bawah tanah untuk kontruksi jalur layang. Itu dimulai 26 Mei 2014 di sepanjang median jalan Sisingamangaraja. Selanjutnya pekerjaan pembuatan jalan untuk pengalihan lajur yang dilakukan sepanjang jalur hijau Jalan Sudirman.

"Bagaimana mengelola trafic, sekarang ini sudah. Untungnya kami cobanya saat hari libur. Senin ini mulai kelihatan ruwetnya. Nantinya lajur untuk Bus Transjakarta akan menjadi satu dengan lajur normal di sepanjang jalan Sisingamangaraja," terang Dono.

Dia menjelaskan beberapa jalan sudah akan ditutup arusnya. Di antaranya di depan Kemendikbud, depan lahan milik PT Graha Metropolitan Nuansa, depan Senayan Golf Driving Range, depan pintu masuk Istora, depan jalur masuk SCBD, depan BEJ, Wisma Sudirman, depan gedung Sampoerna strategic, depan Wisma Nugra Santana dan depan Chaze plaza.

Sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/62454/mulai-juni-jakarta-akan-lebih-macet-kenapa-

Jumat, 11 Oktober 2013

Proyek Pembangunan MRT Jakarta Resmi Dimulai

JAKARTA — Gubernur Jakarta Joko Widodo meresmikan pembangunan awal stasiun kereta transportasi massal cepat (MRT) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Kereta tersebut akan menghubungkan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Blok M hingga Lebak Bulus. Rencananya pemerintah Jakarta akan membangun proyek MRT lanjutan yang menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta.

Proyek MRT tahap satu ini menyerap biaya sekitar Rp 20 triliun yang merupakan pinjaman dari lembaga keuangan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang dicicil selama sekitar 40 tahun.

Menurut Direktur Utama PT. MRT, Dono Bustami, proyek MRT tahap satu ini mencakup pembangunan enam stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Hal ini, ujarnya, merupakan proyek besar karena pertama kali terjadi di Indonesia sehingga memerlukan dukungan masyarakat.

“Konstruksi dimulai hari ini akan berlangsung hingga awal 2018. Total panjang jalur MRT Jakarta tahap satu nantinya sekitar 16 kilometer dengan jalur layang sekitar 10 kilometer, dan jalur bawah tanah sekitar 6 kilometer. Pekerjaan yang sangat besar, pengalaman pertama untuk kita semua,” ujarnya.

Menurut Gubernur Joko, dimulainya pembangunan proyek MRT tahap satu sekaligus membuktikan impian masyarakat akhirnya terwujud.

“(Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai,” ujarnya.

“Saya hanya titip sosialisasi kemacetan pada warga ini selalu diberikan setiap hari karena jelas bahwa ini akan menimbulkan tambahan kemacetan di DKI Jakarta. Sosialisasi mengenai gaya hidup untuk masuk ke transportasi massal utamanya MRT ini sudah dimulai dari sekarang sehingga jika nanti MRT jadi, orang sudah bisa masuk berbondong-bondong ingin menggunakan MRT dan meninggalkan mobil-mobil pribadi.”

Dalam kesempatan sama, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinov Chaniago mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta harus dapat memastikan proyek MRT dikerjakan secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat.

Sosialisasi dampak dari proses pembangunan proyek MRT, penggunaan anggaran secara efisien dan transparan juga harus dilakukan seluruh pihak yang terkait dalam pembangunan proyek MRT, ujarnya.

“Sejauhmana bisa memberikan manfaat optimalnya, ketika dikerjakan efisien cepat selesai kemudian tidak menimbulkan dampak-dampak yang melampaui, yang tidak bisa ditoleransi. Bahwa setiap proyek publik itu menimbulkan dampak-dampak teknis, lingkungan sementara, iya pasti. Nah, sekarang bagaimana mengendalikan itu,” ujarnya.

“Tapi kalau untuk proyek yang besar seperti ini, multi tahun begini memang tentu agak menganggu aktivitas yang lain. Masyarakat harus paham dan sabar, harus mau bertoleransi mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, mengurangi pergerakan yang nggak perlu. Kemudian tidak memunculkan biaya-biaya tak terduga, namanya proyek publik harus transparan, harus akuntabel.”

Selain mampu menampung sekitar 1.500 orang per lima menit, kereta MRT ini diperkirakan mampu menempuh rute Lebak Bulus hingga kawasan Bundaran Hotel Indonesia hanya dalam waktu 30 menit.

Sumber : http://www.voaindonesia.com/content/article/1766755.html

Selasa, 07 Mei 2013

MRT Jakarta Akan Dibangun Tengah Malam

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menghindari kemacetan selama proses pembangunan transportasi cepat massal atau MRT Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia, pembangunan megaproyek tersebut akan dilakukan pada tengah malam.

"Pengerjaan serta loading barang material akan dilakukan pada malam hari pukul 23.00 WIB hingga 06.00 WIB," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dalam acara pengarahan camat di Aula Balai Agung, Balaikota Jakarta, Senin (6/5/2013).

Pristono mengatakan, pembangunan megaproyek tahap pertama yang menelan dana 125 miliar yen tersebut tidak akan memakan lajur jalan yang ada sehingga potensi kemacetan dapat diminimalisasi. Hanya saja, lanjutnya, pembangunan MRT diperkirakan memakan sedikit lajur jalan.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan TMC (Traffic Management Center). Jadi, nantinya tetap ada empat lajur di jalan yang sedang dibangun, tapi lebarnya lebih sempit," ujarnya.

Proyek pembangunan transportasi massal berbasis rel itu diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beserta pemenang tender di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013). Pembangunan MRT akan dilakukan dalam tiga paket. Dua paket pembangunan dilaksanakan di Dukuh Atas hingga Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan, dan satu paket lain dari Bundaran HI hingga Dukuh Atas.

Pembangunan itu akan dilakukan oleh kontraktor pemenang tender, yakni Wijaya Karya dan Shimizu, Jaya Konstruksi dan Obayashi, serta Hutama Karya dan Sumitomo Mitsui Construction Company. Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan dibangun sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/06/15360217/MRT.Jakarta.Akan.Dibangun.Tengah.Malam

Jumat, 03 Mei 2013

Gong! Akhirnya Pembangunan MRT Dimulai

Jakarta, GATRAnews - Setelah molor tanpa kejelasan selama 24 tahun, akhirnya pembangunan megaproyek moda transportasi massal atau mass rapid transit (MRT) diresmikan pembangunannya. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) memukul gong tanda sebagai tanda dimulainya pembangunan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kamis (2/5) sore.

Dalam sambutannya, Jokowi menuturkan proyek yang dicanang jauh sebelum dirinya menjabat ini telah sudah ditunggu masyarakat ibu kota. Warga ibu kota kini lega karena proyek yang mangkrak hampir 2,5 dekade tersebut akhirnya dimulai juga. "Setelah ditunggu dan direncanakan selama 24 tahun, dengan seizin Allah SWT, pada sore hari ini saya nyatakan pembangunan MRT Jakarta dimulai," ucap Jokowi sambil memukul gong.

MRT yang baru saja diresmikan Jokowi merupakan tahap I, Lebak Bulus - Bundaran HI sepanjang 15,2 km. Terdiri dari dua bagian yaitu 9,2 km jalan layang dan 6 km berupa terowongan bawah tanah. Mantan Wali Kota Surakarta ini mempersilahkan para pemenang tander MRT tahap I untuk sesegara mungkin melakukan kewajiban. Pemprov DKI Jakarta menginginkan agar megaproyek yang menelan biaya triliunan rupiah tersebut secepat mungkin dikerjakan, tanpa menunggu instruksi apapun atau dari siapapun.

"Argo sudah berjalan dan kontraktor sudah ada. Terserah kontraktor mau dimulai kapan, tapi kita pasti ingin segera dikerjakan untuk MRT ini," lanjutnya. Tahapan pertama MRT terdiri dari tiga paket yang dikerjakan oleh tiga konsorsium yang berbeda. Ketiga konsorsium tersebut adalah PT Wijaya Karya - Shimizu, PT Jaya Konstruksi - Obayashi dan PT Hutama Karya - Sumitomo Mitsui Consctruction Company (SMCC).

Pengerjaan tiga paket dari tahapan I MRT Lebak Bulus - Bundaran HI ini dipastikan akan memacetkan jalan yang dilalui pengerjaan proyek. Oleh karenanya, Jokowi meminta masyarakat untuk bersabar jika pembangunan menimbulkan kemacetan. "Mohon bersabar, terkait kemacetan nanti ada manajemen lalu lintas yang akan diantur oleh kontraktor, Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Dinas Perhubungan," pungkasnya. (*/Zak)

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/29584-gong-akhirnya-pembangunan-mrt-dimulai.html