Tampilkan postingan dengan label acara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label acara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2015

8.500 Orang Melamar jadi Sopir Ojek GrabBike

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan peranti lunak GrabTaxi yang menyediakan jasa pemanggilan kendaraan, menggelar acara yang mempersilakan 8.500 pengemudi ojek mendaftar untuk bergabung dengan GrabBike di kawasan Plaza Barat Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (12/8).

GrabBike yang berada di dalam aplikasi GrabTaxi, memberi layanan untuk menghubungkan konsumen dengan pengendara ojek, sama seperti Gojek yang saat ini memimpin pasar ojek panggilan berbasis aplikasi.

Head of Country Manager GrabTaxi Indonesia, Kiki Rizki mengatakan, acara pendaftaran ini dibagi dalam dua kelompok. Sebanyak 3.500 kandidat sebelumnya sudah pernah mendaftar di GrabBike dan 5.000 lain belum pernah daftar.

"Untuk yang belum pernah daftar, mereka baru kasih lamaran saja dan kita data. Kalau yang 3.500 orang itu mereka bisa langsung mengikuti serangkaian proses dari kami," kata Kiki kepada awak media, Rabu (12/8).

Kandidat pengemudi GrabBike secara bertahap akan mengikuti proses seleksi. Antara lain pemeriksaan kelayakan kendaraan motor pada emisi, rem, dan lampu. Kemudian pemeriksaan latar belakang individu dan catatan kriminal, di sini calon pengemudi diwajibkan memiliki SIM C. Ada pula pelatihan berkendara aman dan edukasi memakai ponsel pintar yang diberikan GrabBike.

"Kami sangat tegas soal SIM. Jadi kalau ada yang tidak bawa atau belum punya, langsung kami pulangkan," sambung Kiki.

Perusahaan asal Malaysia itu menjanjikan asuransi kesehatan dan kecelakaan kepada mitra pengemudinya, yang dijamin oleh perusahaan asuransi yang telah bekerjasama dengan GrabTaxi.

Kiki tidak secara detail menyebut jumlah mitra pengemudi GrabBike, tetapi ia mengklaim jumlahnya mencapai "belasan ribu" di Jakarta dan jumlah tersebut diakuinya masih kurang untuk bisa melayani masyarakat.

"Dari GrabBike Kingdom ini, kita berharap bisa semakin menyebarkan jasa ojek motor untuk masyarakat lebih banyak lagi," kata Kiki lagi.

GrabBike secara langsung bersaing dengan Gojek yang telah memiliki 15 ribu mitra pengendara di empat daerah operasional, meliputi Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali. Jumlah tersebut diharapkan bertambah setelah Gojek ekspansi pasar ke Makassar.

Pendiri sekaligus CEO Gojek, Nadiem Makarim, dalam sebuah acara bincang-bincang di CNN Indonesia, secara tegas meminta pihak GrabBike merasionalkan tarif karena selama ini GrabBike memasang tarif promosi Rp 5 ribu untuk jasa transportasi, dan Gojek Rp 10.000.

Gojek telah menaikkan tarif promosi khusus transporasi di Jakarta menjadi Rp 15.000, tetapi untuk jasa lain dan di kota lain, Gojek masih mematok tarif promosi Rp 10.000.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150812135504-185-71637/8500-orang-melamar-jadi-sopir-ojek-grabbike/

Selasa, 28 Oktober 2014

Menikmati Jakarta Bebas Polusi

KOMPAS.com - Wajah Filly (26) ceria. Meskipun lelah membayang usai menyelesaikan lari maraton 42 kilometer, dia tetap gembira. Karyawan swasta di kawasan Jalan Gatot Subroto ini merupakan salah satu peserta Jakarta Marathon 2014 yang diawali dan diakhiri di kawasan Monas.

”Capek sih. Apalagi ini baru pertama kali saya ikut lari maraton. Biasanya 10 km. Tapi tetap saja asyik. Kapan lagi bisa lari di tengah Jakarta,” ujar Filly yang memperlihatkan medali tanda merampungkan lari maraton ini.

Sehari-harinya, Filly akrab dengan kemacetan Jakarta. Tapi, saat lari digelar, dia bisa menikmati pusat kota Jakarta dengan polusi yang minimal. Kegiatan ini menjadi sesuatu yang menyegarkannya di tengah kesumpekan Jakarta.

”Kalau hari Minggu, saya sering lari juga di Sudirman-Thamrin saat acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Sekarang lebih asyik lagi karena lokasinya lebih luas,” katanya.

Sayangnya, peserta ditarik biaya yang agak mahal. Filly mengatakan, dirinya mengeluarkan hampir Rp 600.000 untuk ikut acara ini. Padahal, menurut Filly, banyak orang yang tertarik ikut acara serupa, tetapi tidak kuat membayar tiket ikut acara ini.

”Moga-moga, acara serupa lebih banyak lagi, tetapi dengan biaya yang terjangkau sehingga lebih banyak orang bisa ikutan,” katanya.

Kesenangan berlari di tengah Jakarta yang bebas polusi juga dirasakan Tata (31). Perempuan yang bekerja di kawasan Salemba ini bergegas berangkat dari rumah pukul 03.00 menuju Monas demi mengikuti acara ini.

Berlari sejauh 42 kilometer merupakan pengalaman baru bagi Tata. Biasanya, dia lebih senang berlari di alam. Sebab, pemandangan selama berlari lebih bervariasi serta udaranya menyegarkan. Namun, kali ini Tata ikut lari di tengah kota Jakarta karena ingin merasakan segarnya udara di tengah kota.

”Ya, pemandangan sepanjang perjalanan tidak semenarik kalau kita lari di alam. Tadi saya lihat-lihat gedung-gedung yang ada di sepanjang jalan,” katanya.

Namun, hal lain yang menyemangatinya adalah adanya orang-orang yang berdiri dan menyemangati para pelari di sepanjang jalur lari. ”Sebagian memang sukarelawan yang dikerahkan untuk menyemangati para pelari. Tetapi, ada juga warga yang rela bangun pagi untuk melihat kami berlari. Ini yang membuat kami tersenyum dan kembali bersemangat,” katanya.

Sama seperti Filly, Tata juga kerap memanfaatkan pagi yang minim polusi di tengah kota untuk berolahraga saban Minggu pagi. ”Sering kali lari langsung dari rumah di Duren Tiga ke lokasi HBKB. Kadang juga bawa kendaraan ke Monas dan mulai lari di sini saja,” ujar Tata yang kerap menggunakan bus transjakarta dan KRL untuk mengakomodasi perjalanan kerja.

Jakarta yang bebas polusi di hari Minggu juga dinikmati Zainal (35). Pria yang baru 7 bulan hijrah dari Sulawesi Selatan untuk bekerja di Jakarta ini saban Minggu berolahraga di Monas dan sekitarnya saat HBKB.

”Yang saya cari adalah kesenangan saat menikmati Jakarta yang bebas kendaraan. Ini jadi hiburan buat saya,” ujar pria yang merampungkan lari 10 km kemarin.

Dia mengatakan, olahraga merupakan bagian dari kegiatan pelepas penat setelah beraktivitas sepekan. Belum lagi kemacetan harus dihadapi sebagian besar warga.

”Sejak di Jakarta, macet sudah sering saya alami setiap hari,” kata Zainal yang berkantor di Jalan Gatot Subroto itu. Dia juga berharap, Pemprov mau menambah kegiatan bagi publik.

Kebutuhan warga untuk mendapatkan ruang kegiatan yang memadai dibaca juga oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI pun terus berupaya menjadikan Jakarta semakin ramah dan nyaman bagi perhelatan budaya, olahraga, dan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman mengatakan, sepanjang 2014 tercatat ada 42 festival.

”Sampai akhir Desember nanti, masih ada sejumlah festival, di antaranya Indonesia Dance Festival dan Jakarta Night Festival. Dengan adanya berbagai festival ini, kota Jakarta akan semakin semarak,” katanya.

Sebagai tujuan wisata, Jakarta telah memiliki sejumlah tempat wisata, seperti Ancol, Kota Tua, dan pusat-pusat perbelanjaan. Kini, Pemprov DKI Jakarta juga akan menjadikan kawasan Monas sebagai pusat kegiatan pariwisata kota.

Perhelatan seperti Jakarta Marathon 2014 juga konser musik, pameran, dan festival bakal lebih banyak dipusatkan di Monas. Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bercita-cita membuat ruang bawah tanah di Monas sebagai ruang pamer bagi produk usaha kecil dan menengah.

Arie mengatakan, untuk mencapai target Jakarta sebagai kota festival, banyak sarana dan prasarana yang harus dibenahi. Pelayanan juga harus ditingkatkan. ”Pariwisata itu intinya melayani aktivitas dan mobilitas wisatawan yang bermacam-macam, seperti liburan atau konferensi. Pelayanan terintegrasi mutlak diperlukan,” ujar Arie.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/27/16572011/Menikmati.Jakarta.Bebas.Polusi

Rabu, 03 September 2014

TV Jepang Soroti Kemacetan Jakarta, Jokowi Diminta Benahi Perkeretaapian

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Satu acara di sebuah televisi Jepang, Senin (1/9/2014) pukul 22.20 malam cukup mengagetkan karena menyajikan gambar Joko Widodo (Jokowi) dan sudah tertulis sebagai Presiden Republik Indonesia.

Navigator acara menyatakan, Jokowi berusaha untuk membenahi transportasi Jakarta yang sangat macet saat ini dan tercatat kemacetan Jakarta nomor dua terparah di dunia setelah Bangkok. Demikian ungkap TV Tokyo kemarin.

Pada acara dengan tema Ajia Nayamimasu Dai Juutai (pengalaman macet luar biasa di Asia), sistem transportasi Jepang ternyata menjadi terkenal di sana, antara lain di Indonesia dan di Bangladesh. Di Indonesia khususnya pengguna kereta api dari Jepang ber AC yang diambil dari kereta bekas jalur Saikyo Line di Tokyo menghubungkan dengan daerah Saitama. Sedangkan di Bangladesh dengan penggunaan kartu elektronik sebagai pembayaran tiket bus buatan badan kerja sama internasional Jepang (JICA).

"Enak sekali sejuk, tak perlu lagi naik mobil, transportasi seperti ini dibutuhkan di Jakarta," ungkap para penumpang yang diwawancarai televisi tersebut berada di dalam kereta api Jabodetabek yang ber-AC, sejuk. Gerbong kereta tersebut bekas kereta Saikyo Line di Tokyo-Saitama.

"Apabila dia (Jokowi) presiden nantinya tampaknya rencana pembenahan kemacetan di Jakarta khususnya akan berjalan lancar, dan mudah-mudahan perkeretaapian berjalan dengan lancar," papar Yoshiyuki Yamaguchi, profesor Rikkyo University sebagai navigator acara tersebut bersama Shelly, artis Jepang.

Pembuatan jalur kereta api dan stasiun kereta api menurutnya adalah "Machi Zukuri" atau pembuatan sebuah kota. Ada stasiun kereta api, biasanya akan muncul lokasi hunian, toko, tempat penginapan, taman hiburan dan sebagainya.

Pihak televisi mencoba pula membandingkan siang hari pukul 13.26 antara penggunaan kereta api dan penggunaan mobil dari stasiun kereta api Manggarai Pasar Rumput menuju stasiun Juanda, Gambir Monas. Ternyata dengan kereta api hanya 13 menit dan berkendaraan mobil menghabiskan waktu 45 menit, berarti tiga kali lipat hanya dalam jarak sekitar 6 kilometer tersebut.

Akibat kemacetan luar biasa di Jakarta itu, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai 870 miliar yen per tahun.

"Jumlah uang yang sangat besar dan sangat mubazir akibat kemacetan di Jakarta tersebut bukan?" tambah sang profesor itu lagi.

Seorang administrator East Japan Railways, Ishikawa pun cukup kaget ketika melihat pekerja kereta api hanya pakai sandal dan tidak pakai helmet saat pekerjaan perawatan kereta api di pusat perawatan perkeretaapian di Jakarta.

"Mungkin budaya berbeda ya. Kalau kita di Jepang sudah pasti pakai sepatu dan sepatu khusus untuk pekerjaan ini," ujarnya.

"Kami memang menargetkan penjualan kereta bekas ke Asia Tenggara karena ke negara maju biasanya mereka sudah mapan dan sudah memiliki sistem serta transportasi dengan baik," kata seorang pimpinan JE East Railways, Nishiyama.

Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo juga muncul di acara televisi dan berkomentar bahwa saat ini sudah 800 kereta api dari Jepang dimasukkan ke Indonesia.

"Kita sangat butuh kereta api Jepang dan masih butuh 600 kereta api lagi," paparnya.

Tahun ini sekitar 450.000 orang per hari dan tahun 2018 diperkirakan sedikitnya mencapai 1,8 juta orang berpindah menggunakan kereta api per harinya di Jabodetabek saja.

Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2014/09/02/tv-jepang-soroti-kemacetan-jakarta-jokowi-diminta-benahi-perkeretaapian

Jumat, 11 April 2014

Pemprov DKI Ajak Programmer Membuat Solusi Macet Jakarta Lewat #HackJak

– Apa yang terbayang di benak kita ketika mendengar kata “Jakarta”? Sebagian kita mungkin akan menjawab: macet Jakarta, banjir Jakarta, dan kepadatan Jakarta.

Tak heran memang, pasalnya sejumlah kondisi pelayanan publik di Jakarta masih memerlukan pembenahan yang berkelanjutan. Sebagai contoh transportasi publik, macet yang disebabkan banyaknya kendaraan yang memenuhi ruas jalan ibu kota. Yang menyedihkan, rata-rata laju kendaraan di Jakarta hanya di bawah 18-20 km/jam, jauh lebih lambat bila dibandingkan Bangkok (Thailand) dan Tokyo (Jepang). Apalagi jumlah pengguna kendaraan umum di Jakarta juga terhitung masih rendah, hanya sekitar 14%.

Untuk menyiasati permasalahan di atas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) menggelar kegiatan HackJakarta, Jakarta Open Data Challenge (#HACKJAK) yang akan digelar pada 26-27 April 2014. Acara ini berkolaborasi dengan Southeast Asia Technology Transparency Initiative (SEATTI).

#HACKJAK merupakan hackathon pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berkomitmen terhadap prinsip “open data”. Kegiatan ini mengundang sejumlah pengembang software, programmer ataupun desainer web di seluruh Indonesia guna membangun prototype aplikasi berbasis teknologi informasi. Aplikasi yang dihasilkan dari kegiatan #HACKJAK tersebut nantinya diharapkan dapat membantu mewujudkan Jakarta Baru yang lebih baik.

“Orang bisa tahu bikin bangunan itu habisnya berapa, belanja kursi berapa, ini sesuatu yang bisa membuat ibu-ibu rumah tangga saja bisa tahu, sehingga membaca laporan keuangan tidak perlu bisa membaca neraca, tidak perlu bisa baca laporan keuangan. Ini penting karena pengawasan DKI diserahkan kepada rakyat DKI,” ucap Basuki Tjahaja Purnama (Wakil Gubernur DKI Jakarta) saat mendiskusikan kegiatan ini di Balai Kota, Selasa (8/4).

Pria yang akrab disapa Ahok itu juga mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan HackJakarta. Pemprov DKI menyediakan hadiah khusus bagi pembuat aplikasi yang akan membantu langsung pekerjaan Wakil Gubernur.

Tara Hidayat (Deputi-IV Unit Kerja Presiden, bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan/UKP-PPP atau UKP4) mengungkapkan bahwa UKP4 membantu dari sisi penyediaan data-data tersebut untuk dibuka, harapannya data ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sementara itu Shita Laksmi (Program Manager SEATTI) mengatakan, #HACKJAK terbuka bagi seluruh pengembang software, baik individu ataupun perusahaan start up di Indonesia. Disediakan dua jenis data yang akan disediakan sebagai materi hackhaton, yaitu data trayek angkutan umum darat dan data anggaran DKI tahun 2014. Shita berharap, melalui #HACKJAK, akan tersedia berbagai aplikasi inovatif yang menggunakan data tersebut dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Baik pihak Pemprov DKI maupun SEATTI yakin bahwa acara ini dapat terselenggara sebagai wujud komitmen sebuah pemerintahan terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Acara ini juga didukung oleh sejumlah organisasi yang peduli terhadap pemanfaatan data terbuka di Jakarta, seperti Daily Social dan Web Foundation.

Bila Anda tertantang mengikuti HackJakarta, silakan mengakses informasi lebih lanjut melalui situs www.dailysocial.net.

Selamat membangun Jakarta Baru!

Sumber : http://www.infokomputer.com/2014/04/berita/berita-reguler/hackjak-pemprov-dki-ajak-programmer-solusi-macet-jakarta/

Senin, 02 September 2013

Lebaran Betawi, Jokowi: Biar Anak Cucu Tahu Budaya Betawi

Liputan6.com, Jakarta : Perhelatan Lebaran Betawi yang dilaksanakan sekitar sebulan setelah Ramadan, digelar tahun ini. Acara yang digelar selama 2 hari, Sabtu sampai Minggu ini dimaksudkan agar Lebaran Betawi menjadi wadah pembelajaran budaya bagi generasi muda. Untuk itu, Pemprov DKI akan menggelar dengan waktu lebih lama.

"Tahun depan mulai dirancang mungkin 3-2 hari, bisa seminggu acara ini untuk pengenalan budaya Betawi sebagai karakter dan identitas kota," ujar Jokowi di kawasan Monas, Minggu (1/9/2013).

Sebab, menurutnya, para pemuda DKI penting untuk tidak hanya tahu tapi juga memahami budaya aslinya sendiri. Dengan adanya kegiatan Lebaran Betawi yang menawarkan berbagai jenis kebudayaan Betawi dari makanan, pakaian, kesenian, dan lainnya.

Jokowi berharap bisa menambah pengetahuan para generasi muda agar melek budaya. Selain itu, kegiatan tersebut juga bentuk pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi,

"Nggak akan tau kalau nggak ada acara-acara seperti ini, anak cucu kita. Ini memang sebuah acara yang secara budaya merupakan karakter dan identitas kota. Saya tadi udah pesen agar ini dilestarikan karena masyarakat membutuhkan. Jadi ngerti," kata mantan walikota Surakarta itu.

Tidak hanya rencana penambahan hari perhelatan Lebaran Betawi, Pemprov DKI juga akan mengundang semua anak-anak muda Jakarta untuk turut hadir pada kegiatan tersebut.

"Oleh sebab itu yang diundang nanti lebih banyak anak-anak, remaja-remaja, anak-anak muda. Sehingga nanti bisa dijelaskan dari generasi yang lalu. Ini pakaian Betawi, Ujung Serong dan Sadariah, ini kebaya Betawi, ini makanan-makanan khas Betawi yang semuanya ada," tukas Jokowi.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/680592/lebaran-betawi-jokowi-biar-anak-cucu-tahu-budaya-betawi

Jumat, 10 Mei 2013

Ahok Kembali Tegaskan Konsep Jakarta Smart City

TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali menegaskan rencananya menjadikan Jakarta sebagai smart city. "Jakarta akan full dengan WiFi," kata Basuki saat membuka acara Jakarta Fashion Food Festival (JFFF) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 9 Mei 2013.

Basuki mengatakan Jakarta kota cerdas dimaksudkan supaya warga bisa bekerja di rumah tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan. Hal ini akan berpengaruh pada kemacetan Jakarta. Orang akan lebih sedikit yang datang dan pergi ke suatu tempat.

Tahun lalu, konsep ini Ahok dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ini mendapat sambutan dari PT Telekomunikasi Indonesia. Perusahan ini sudah melengkapi lima taman yang Jakarta dengan fasilitas Wireless Fidelity (WiFi) atau akses internet gratisan.

Taman kota itu adalah Taman Langsat, Taman Suropati, dan Taman Ayodya di Jakarta Selatan. Dan Taman Situ Lembang, serta Taman Menteng di Jakarta Pusat. Akhir tahun lalu, Jokowi-Ahok meargetkan 14 taman dilengkapi WiFi.

Basuki malam ini menghadiri acara JFFF bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dan Kepala Dinas Pariwisata Arie Budiman. Acara yang sudah berlangsung selama 10 tahun ini bertema One Decade. Hingga 2013 JFFF masih konsisten dengan tiga program utamanya yaitu fashion, food, dan entertainment.

Acara JFFF akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 26 Mei 2013 di Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Salah satu ajang yaitu Food Festival Kampoeng Tempo Doeloe akan menghadirkan sekitar 80 stand makanan dari UKM dengan kurang lebih 100 ragam jenis hidangan.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/05/09/083479213/Ahok-Kembali-Tegaskan-Konsep-Jakarta-Smart-City

Rabu, 02 Januari 2013

Sampah Pesta Tahun Baru Jakarta 600 Ton

Metrotvnews.com, Jakarta: Sampah berserakan pada area pesta rakyat acara Jakarta Night Festival (JNF) terkait pergantian tahun baru 2012 ke 2013, Senin (31/12) malam ke Selasa (1/1) dini hari.

Jumlah sampah dari acara JNF yang digelar sepanjang Jl Sudirman, Senayan, hingga Jl Medan Merdeka Selatan dengan konsep Car Free Night (CFN) itu diprediksi mencapai 600 ton, atau 10 persen dari sampah yang dihasilkan seluruh wilayah Jakarta dalam satu hari itu.

CFN digelar hanya lima jam sejak pukul 21.00 - 02.00 WIB. Acara itu dimeriahkan 16 panggung hiburan dengan satu panggung utama di Bundaran Hotel Indonesia.

Kepala Dinas Kebersihan DKI, Unu Nurdin, yang sejak semalam memantau kondisi kebersihan di lokasi-lokasi pusat hiburan di Jakarta, Selasa (1/1), menjelaskan secara keseluruhan penambahan volume sampah mencapai 10 persen dari total harian.

"Peningkatan volume sampah saya prediksi sebesar 10 persen. Memang lebih banyak dari tahun lalu yang hanya enam persen. Tapi untuk hitungan riilnya masih ada di TPA (Tempat Pengolahan Akhir) sampah Jakarta di Bantar Gebang, Bekasi," kata Unu.

Dia mengatakan, kenaikan presentase volume sampah tersebut disebabkan adanya ajang CFN secara harfiah hanya boleh dilalui manusia, bukan kendaraan bermotor.

"Semalam ribuan, bahkan lebih manusia berkumpul sepanjang jalur area CFN itu. Sampah memang tidak terkontrol jadinya. Kalau bisa dilalui kendaraan, seperti mobil, kebanyakan mereka punya tempat sampah di dalamnya kan," ujarnya. (Ssr/OL-2)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/01/5/119627/Sampah-Pesta-Tahun-Baru-Jakarta-600-Ton

Selasa, 04 Desember 2012

80% Sampah di Kanal Banjir Timur Dari Sampah Rumah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, Kanal Banjir Timur (KBT) dibangun oleh pemerintah salah satunya untuk mengurangi debit banjir di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

"Masyarakat harus lebih disiplin dan menyayangi kali atau sungai yang ada didaerahnya untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di kali dan sungai,"ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Minggu (2/12/2012).

Lebih lanjut Menteri PU mengatakan, untuk pemeliharaan banjir Kanal Timur, akan di buat suatu badan yang akan bertanggung jawab untuk pemeliharaan BKT ini. Djoko juga mengatakan, kawasan BKT saat ini bisa menjadi Icon untuk wilayah Jakarta Timur dan saat ini juga sudah dibuatkan untuk jalur bersepeda pada sisi kanan BKT serta taman kota yang dapat memperindah pemandangan dan menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman.

Sekitar 778 pohon ditanam di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, Minggu (2/12/2012) pagi tadi. Pohon-pohon ini ditanam oleh sekitar 1.000 orang di lokasi sepanjang 1,4 km tepat di tepi sungai.

Acara tanam pohon ini digelar oleh komunitas 'Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara' (GPTP) yang beranggotakan antara lain Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu II, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan sejumlah organisasi perempuan lainnya.

Acara ini bertempat di kawasan Kanal Banjir Timur yang berada di Desa Malaksari, Duren Sawit, Jakarta Timur. Penanaman Pohon yang dilakukan Ibu Negara ini juga dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dirjen Sumber Daya Air PU, Dirjen Tata ruang serta pejabat terkait dilingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Sumber : http://m.tribunnews.com/2012/12/03/80-sampah-di-kanal-banjir-timur-dari-sampah-rumah

Senin, 29 Oktober 2012

Berita Foto: Festival Kanal Banjir Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan tenda putih berjejer di sepanjang Jalan Jenderal RS Soekanto, Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur. Tenda yang berisikan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sponsor itu ikut memeriahkan Festival Kanal Banjir Timur. Festival tersebut secara resmi dibuka hari ini, Jumat (26/10/2012).

Festival yang akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (28/10/2012) tersebut resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur Krisdianto. Ribuan warga tampak datang dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor untuk meramaikan dan ingin mengetahui acara apa yang sedang berlangsung tersebut. Mereka terlihat antusias dan penasaran melihat festival tersebut. Mereka ini tidak hanya warga dari Jakarta timur, tetapi juga warga di wilayah lain di Jakarta.

Terdapat panggung hiburan yang didirikan oleh panitia untuk menghibur warga yang datang dengan alunan musik dan jumpa artis Ibu Kota. Festival ini sangat menarik perhatian warga yang melintas di sekitar Kanal Banjir Timur sehingga banyak warga menepikan kendaraannya untuk melihat acara yang sedang berlangsung. Hal itu mengakibatkan arus lalu lintas di jalan sekitar lokasi menjadi lambat.

Dalam acara ini panitia juga menampilkan pentas budaya Betawi maupun nasional, seperti festival tanjidor, tarian nasional, topeng Betawi, dan tradisi palang pintu. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dijadwalkan akan ikut menghadiri festival tersebut pada Minggu lusa bersamaan dengan dilaksanakannya peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/26/2102107/Berita.Foto.Festival.Kanal.Banjir.Timur

Senin, 11 Juni 2012

Festival Betawi di Hutan Srengseng, Macet di Luar, Kusut di Dalam

JAKARTA, KOMPAS.com — Datang ke Festival Budaya Betawi di Hutan Srengseng rupanya harus siap berjibaku dengan macet dan kusut, baik di luar maupun di dalam area tempat acara berlangsung. Macet di jalan di depan kawasan Hutan Srengseng terjadi akibat sejumlah kendaraan parkir di bahu jalan. Padahal, jalanan tersebut hanya muat dilalui dua mobil.

Satpol PP yang bertugas mengatur lalu lintas tampaknya juga tidak dapat mengatasi kemacetan tersebut. Sementara di dalam Hutan Srengseng, ribuan pengunjung telah memadati jalan-jalan setapak di dalam kawasan. Sejak pagi pukul 09.00 pengunjung terus mengalir, terutama karena menunggu kedatangan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang baru datang sekitar pukul 11.30.

Sebagian jalan setapak di dalam kawasan Hutan Srengseng penuh dengan pedagang kaki lima. Sebagian besar berdagang makan an, seperti bakso, mi ayam, ketoprak, siomay, atau jenis-jenis jajanan lainnya. Sebagian lagi berjualan mainan dan aksesori pakaian. Ada juga pedagang makan an tradisional, tetapi jumlah dan keragamannya kalah dengan jenis jajanan lainnya.

Hanya ada kerak telor, dodol, dan bir pletok. Jumlah pedagang kerak telor bisa dibilang cukup banyak dibanding dodol dan bir pletok yang hanya dititipjualkan di sedikit tenda Sudin DKI Jakarta.

Pedagang kaki lima tumplek di ruas jalan setapak dari jalur masuk menuju danau buatan. Di jalan setapak yang hanya selebar 1,5 meter itu, pengunjung memang paling banyak lewat. Akibatnya, jadi sulit bergerak karena yang hendak lewat terpaksa tertahan mereka yang hendak berbelanja. Jalan setapak menuju ke sekitar danau, yang sudah penuh dengan pedagang kaki lima, juga harus berbagi tempat dengan pedagang mainan odong-odong yang menggelar rel kereta odong-odong di sejumlah titik.

Semua pedagang tampak berusaha berebut spot yang paling dekat dengan tempat orang lalu lalang. Sampah tentu saja bertebaran di mana-mana, baik di jalan setapak di sekitar kawasan maupun di antara pepohonan Hutan Srengseng yang menjadi paru-paru kota di Jakarta Barat.

Sungguh sulit mencari tempat sampah karena hanya tersedia di beberapa sudut. Jadi, tidak heran bila pengunjung merasa cuek dan tidak bersalah untuk meninggalkan begitu saja sampah plastik bekas makan an dan minuman di mana-mana. Di bawah kursi, di jalan setapak, di pinggir danau, diselipkan di pagar, atau bahkan dilempar sekuat tenaga ke dalam area pepohonan di kawasan hutan lindung.

Acara budaya ini, seingat Kompas, selalu sama kondisinya dari tahun ke tahun. Sungguh sayang, kesan kotor dan ruwet begitu terasa di ajang yang sebenarnya telah dapat menarik ribuan pengunjung untuk mengenal hutan kota. Di hari biasa, kebiasaan berwisata atau menghabiskan akhir pekan ke hutan atau taman kota masih kalah dengan pergi ke mal.

Seandainya lebih ditata tentu lebih ciamik. Misalnya, dengan menempatkan pedagang kaki lima di satu lokasi. Juga memperbanyak tempat sampah yang dilengkapi anjuran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, yang juga kurang adalah papan pengumuman informasi jadwal acara bagi pengunjung, lengkap dengan denahnya.

Banyak pengunjung yang ketika ditanya tidak tahu apa saja acara-acara kesenian yang akan berlangsung. Jawaban mereka rata-rata sama, "Ke sini (acara festival) lihat ondel-ondel, jalan-jalan, jajan, lalu pulang."

Sumber : http://oase.kompas.com/read/2012/06/09/13370692/Festival.Betawi.di.Hutan.Srengseng.Macet.di.Luar.Kusut.di.Dalam

Jumat, 08 Juni 2012

JAKARNAVAL 2012: Aceh Hingga Papua Ikut Serta

JAKARTA: Jakarnaval 2012 melibatkan provinsi lain untuk memeriahkan acara yaitu, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Papua, dan Jambi.

Penyelenggaraan karnaval ini merupakan kegiatan tahunan, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-485 Kota Jakarta. Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati, menjanjikan acara ini berlangsung tertib dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

"Tahun lalu melibatkan sampai ratusan ribu masyarakat. Karena ini agenda tahunan, jadi segala sesuatunya telah dikoordinasikan seperti tahun sebelumnya," ujar Tinia, di Balai Kota, Kamis (7/6)

Dalam acara akan dimeriahkan pula oleh 1.000 anak negeri karnaval yang akan tampil dengan menggunakan kostum bermotif batik nusantara dari Solo Jawa Tengah.

Jakarnaval yang diselenggarakan pada 10 Juni ini, akan berlangsung selama 3 jam sejak pukul 15.00-18.00 WIB. Masyarakat dapat menikmati sajian kreativitas dan atraksi seni budaya. Rangkaian acara juga mencakup panggung hiburan di malam harinya.

Adapun rute yang akan dilalui oleh peserta dimulai dari halaman Kantor Balai Kota menuju Jl. MH. Thamrin. Kemudian peserta akan berputar di perempatan Sarinah dan berakhir di Silang Monas Barat Daya. Sedangkan parade kendaraan dan mobil hias dimulai dari Kantor Balai Kota menuju Jl.MH. Thamrin dan berakhir di Bundaran HI.

Jumlah peserta yang berpartisipasi adalah 3.151 orang, yang terdiri atas arak- arakan motor antik, sepeda, kelompok seni budaya, juga 25 unit mobil hias. (faa)

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/jakarnaval-2012-aceh-hingga-papua-ikut-serta

Jumat, 11 Mei 2012

Nyok Rame-rame Lestarikan Budaya Betawi

VIVAnews - Di tengah-tengah masyarakat majemuk dan modern, kebudayaan Betawi berusaha merangkak naik. Tak gampang memang melestarikan sebuah kebudayaan, apalagi di era kemajuan teknologi yang seolah memaksa masyarakatnya untuk bersifat individualistis.

Tak ayal kalau banyak generasi muda bersifat acuh terhadap kebudayaan sendiri, dan justru mengelu-elukan kebudayaan negara lain. Hal inilah yang dirasakan oleh None Jakarta 2011, Nila Veronica.

"Seharusnya, semakin tinggi pendidikan seseorang, ia akan semakin menghargai apa yang mereka punya, termasuk dengan budayanya," ujar Nila saat berkunjung ke kantor redaksi VIVAnews.

Namun, menurut dia, keacuhan terhadap budaya yang banyak terjadi pada generasi muda sekarang ini, tidak lantas karena kesalahan dari generasi tersebut. Tak kenal maka tak sayang, begitulah ia menggambarkan kondisi perkembangan kebudayaan Betawi saat ini.

"Terkadang mereka tidak cinta kebudayaan itu bukan karena tidak suka, tapi karena tidak atau belum tahu," tuturnya.

Apalagi, di kota-kota besar seperti Jakarta, sebagian anak dibesarkan tanpa diperkenalkan budayanya sendiri. Bahkan, kebudayaan Jakarta harus bersaing dengan kebudayaan lainnya yang justru lebih banyak dipopulerkan pada program televisi dalam negeri.

Hal inilah yang juga sempat dialami wanita cantik kelahiran Sumatera Barat, 29 September 1989 itu. Sejak kecil hidup di Jakarta, tak membuatnya mengenal lebih dalam kebudayaan Betawi. Penyebabnya, aktivitasnya yang padat sebagai mahasiswa membuatnya tak memiliki waktu untuk menggali pengetahuan tentang kebudayaan.

Tapi, justru karena ketidaktahuannya ini, ia terdorong untuk membaktikan diri pada Jakarta.

"Mengikuti ajang Abang None Jakarta adalah salah satu pilihan yang riil, yang dapat saya lakukan sebagai anak muda. Mungkin saya awalnya tidak terlalu paham kebudayaan Betawi, tapi dengan mengikuti ajang ini, saya jadi belajar. Semakin belajar semakin saya jatuh cinta," ujarnya.

Salah satu program kerja untuk melestarikan budaya Betawi yang akan dilaksanakan adalah Jakarta Fun Run and Dance pada Minggu, 13 Mei mendatang.

Acara ini akan digelar pukul 06.00 WIB di areal Bundaran HI. Tidak hanya acara lari pagi bersama. Yang menarik, untuk pertama kalinya, Abang dan None Jakarta mengajak semua warga Jakarta untuk berpartisipasi dalam Flashmob Nandak Betawi yang diiringi lagu instrumen "Ondel-Ondel" yang telah diaransemen dan dimainkan oleh musisi berbakat, Clarissa Tamara.

Rencananya, Flashmob Nandak Betawi ini juga akan dicatatkan di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai yang pertama dan terbesar dengan jumlah partisipan mencapai lebih dari 2.000 orang.

Ingin ikut serta melestarikan kebudayaan Betawi? Nyok, nari Nandak Betawi rame-rame! Tapi, sebelumnya, pelajari dulu koreografinya di sini. (art)

Sumber : http://showbiz.vivanews.com/news/read/312482-nyok-rame--rame-lestarikan-budaya-betawi

Senin, 16 April 2012

Masakan Betawi dalam Kenangan

Sejumlah masakan Betawi tinggal tersisa dalam kenangan. Kuliner lokal itu berangsur lenyap seturut dengan memudarnya sebagian tradisi masyarakat Betawi.

Anda tahu sayur babanci? Tidak perlu merasa bersalah jika tidak tahu sebab banyak orang Betawi pun yang tidak tahu. Supiati (52), warga Betawi yang tinggal di Ujungmenteng, Cakung, Jakarta Timur, misalnya, hanya pernah mendengar nama masakan itu dari ibu mertuanya.

”Namun, sampai sekarang saya enggak tahu bagaimana bentuknya. Ibu juga susah ngejelasinnya dan cuma bilang, ’Itu sayur santen yang ada anunya’.” Sekadar catatan, kata anu biasa digunakan orang Betawi sebagai kata ganti apa saja.

Ya, babanci memang sudah langka kalau tidak mau disebut punah. Untuk memperkenalkan kembali masakan tersebut, chef Bara Pattiradjawane mendemonstrasikan cara mememasak babanci di depan ratusan peserta kelas masak di acara Chef and Food Festival Localicious yang diselenggarakan Kompas di Kota Baru Parahyangan, Bandung.

Meski disebut sayur, tidak ada sayuran yang digunakan. Masakan ini berbahan daging, santan, kelapa sangrai, dan kelapa muda. Bumbunya terdiri dari kunyit, jahe, kemiri, terasi, ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, laos, salam, dan cabai.

Sekilas rupa babanci seperti soto dengan kuah lebih kental. Namun ketika masuk ke mulut, rasanya lebih dekat ke gulai atau kari. ”Masakan ini memang enggak jelas maunya. Soto bukan, gulai juga bukan. Makanya, orang menyebutnya sayur banci,” ujar Bara.

Ciri khas masakan ini adalah taburan serutan kasar kelapa muda di atasnya. Daging kelapa muda yang segar membuat rasa sayur yang berbumbu kental ini jadi lebih ringan. Tekstur kelapa muda yang lembut juga bisa mengimbangi tekstur daging yang kasar.

Sayur besan

Selain babanci, sayur besan juga sudah jarang ditemukan. Namun nasibnya lebih baik ketimbang babanci. Setidaknya sayur berkuah santan itu masih ada yang menjajakan. Satu dari sangat sedikit warung Betawi yang menyediakan sayur besan adalah Warung Nasi Uduk Mpok Iyoh di pertigaan Jalan Pahlawan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Sayur itu juga sempat dijajakan, bahkan menjadi andalan, Warung Besan di Jalan Kalimalang, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Namun, sejak November 2011, sayur besan dihapus dari menu karena permintaan konsumen kian merosot. ”Mungkin orang sudah enggak kenal sama sayur besan,” kata penjaga warung tersebut.

Sayur besan yang dijual Mpok Iyoh berkuah santan encer. Isinya kacang panjang, kentang, suun, daun bawang, dan terubuk atau bunga tebu. Rasanya gurih dan manis dengan jejak ebi yang sangat kuat. Mpok Iyoh mengatakan, kunci rasa sayur besan terletak pada ebi. Bumbu lainnya seperti cabai, bawang merah, bawang putih, daun bawang, santan, salam, sereh, dan lengkuas ditambahkan sebagai penunjang.

Mpok Iyoh mengatakan, pelanggan sayur besan buatannya kebanyakan orang Betawi. ”Mereka hanya bisa dapetin di sini, di tempat lain udah enggak ada,” tutur Iyoh yang menjual sayur besan seharga Rp 8.000 per mangkuk.

Semur andil

Sayur besan sebenarnya memang bukan sejenis sayur yang dijajakan di warung. Orang Betawi biasanya membuat sayur ini dalam acara khusus, seperti prosesi perkawinan adat Betawi. ”Sayur ini disajikan untuk menghormati besan, makanya disebut sayur besan,” ujar Supiati.

Sekarang, Supiati melanjutkan, tidak semua orang Betawi menjamu besannya dengan sayur besan. Pasalnya, orang Betawi sudah kawin campur dengan suku lain. ”Kalau Betawi sama Betawi kawin, baru dah ada sayur besan,” ujar Supiati.

Bahan untuk membuat sayur besan juga tidak mudah ditemukan. ”Terubuk, misalnya, sudah langka banget. Saya harus cari sampai Parung, Bogor,” kata Mpok Iyoh.

Selain sayur besan, semur kerbau andil (atau semur andil) juga terkait dengan tradisi orang Betawi, terutama yang tinggal di pinggiran Jakarta, seperti Cakung, Srengseng, Bekasi, Ciputat, dan Depok. Dulu, orang Betawi punya tradisi patungan atau andilan uang untuk membeli kerbau beberapa bulan sebelum bulan Ramadan. Biasanya satu kerbau ditanggung sekitar 20 keluarga.

Kerbau itu dipelihara bersama dan biasanya disembelih satu-dua hari menjelang Lebaran. Daging kerbau itu dibagikan ke warga senilai jumlah uang yang mereka sumbangkan. Itu sebabnya masakannya disebut semur andil.

Rasa masakan ini sama dengan semur daging sapi, yakni manis, gurih, dan hangat karena mengandung banyak rempah seperti lada serta biji pala. Namun, daging kerbau memiliki aroma sedikit tajam dibandingkan dengan daging sapi. Seratnya pun lebih kasar dan liat sehingga tidak mudah hancur meski dihangatkan berkali-kali.

”Kita bisa makan semur andil satu bulan penuh sejak Lebaran. Semur diangetin terus sampai kering,” kata Supiati.

Hingga tahun 1990-an, kata Supiati, hampir setiap kampung Betawi di Ujungmenteng, patungan kerbau menjelang Lebaran. Namun, karena uang patungan untuk membeli kerbau semakin tinggi, akhirnya banyak yang memilih membeli daging sapi sendiri-sendiri. ”Tahun lalu masih ada satu kampung yang patungan kerbau, tetapi enggak tahu tahun depan,” ucap Supiati.

Seiring dengan hilangnya tradisi patungan kerbau, masakan semur andil pun lambat laun lenyap. Sama seperti sayur besan dan babanci.

Sumber : http://travel.kompas.com/read/2012/04/14/07535836/Masakan.Betawi.dalam.Kenangan

Senin, 02 April 2012

Konser musik London untuk tukang sampah Jakarta

London (ANTARA News) - Seorang warga Inggris yang merasakan menjadi tukang sampah di Jakarta, menjadi sorotan ketika kegiatannya dilaporkan stasiun televisi BBC London dalam acara "Toughest Place to be a Binman".

Wilbur Ramirez, demikian nama sosok Inggris ini, kemudian mengelar malam dana di `The 100 Club`, salah satu klub musik ternama di London, guna membantu para tukang sampah di Jakarta, akhir pekan lalu, demikian laporan ANTARA London, Senin.

Dalam acara "Toughest Place to be a Binman" itu, `host` membandingkan tukang sampah di London dan Jakarta.

Melanjutkan sukses penayangan itu, Wilbur Ramirez, `tukang sampah` (dadakan) yang juga seniman ini tampil di `The 100 Club`, klub jazz ternama di Oxford Street, London.

Wilbur Ramirez yang punya kelompok musik band, dalam acara malam dana itu, tampil dengan lagu berirama `blues` dan jazz, disaksikan sekitar 150 orang penonton.

Hadirin ikut bergoyang selama satu setengah jam termasuk Endang dan suaminya, Argo Onny Widjono, yang bekerja di Kedutaan Brunei, London.

"Saya sangat terharu dengan niat baik Wilbur Ramirez yang mengelar acara malam dana untuk tukang sampah di Jakarta," ujar Argo Onny Widjono.

Kepada ANTARA London, Minggu, ia menyebutkan, hanya mereka berdua orang Indonesia yang hadir.

Dikatakannya, konser musik Ramirez yang di antaranya melantunkan lagu "Mr and Mrs Jones" itu begitu memukau dan dilantunkannya dengan penuh penghayatan.

"Saya kira kelompok musik Wilbur Ramirez itu kelompok musik asal-asalan. Rupanya di luar dugaan mereka sangat professional," ujar Argo yang sudah menetap lama di London.

Ia mengakui sangat terharu, karena masih ada orang asing yang perhatian dengan nasib tukang sampah di Jakarta.

"Sayangnya dari 150 penonton, hanya kami berdua orang Indonesia," ujar ayah dua putra yang berangkat dewasa ini.

Ia berharap, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bisa merangkul Wilbur Ramirez dan mengundangnya untuk mengisi acara di KBRI, sehingga masyarakat Indonesia di London terbuka matanya, lalu ikut berpartisipasi serta mengumpilkan dana.


Untuk Pendidikan

Pengalaman di Jakarta menjadi tukang sampah membuat Wilbur membentuk badan dana untuk mengumpulkan bantuan bagi para tukang sampah yang ia temui, khususnya Imam Syafi dan keluarga (tukang sampah di kawasan Guntur, Jakarta, Red).

`Ramirez Charity Group` berhasil menggalang dana sebesar 1.500 poundsterling atau sekitar 21 juta dari penjualan tiket dan belum `raffle tickets` malam itu.

"Saya lihat Wilbur Ramirez tampil habis-habisan dan sampai keringatan, dan ia senang sekali karena yang mau ikut membantu para tukang sampah di Jakarta banyak," tutur Endang.

Wilbur Ramirez sendiri berterima berterima kasih kepada pengunjung dan juga anggota band, bahkan sang istrinya sendiri yang juga mau beli tiket seharga 11 pound agar bisa masuk ke klub.

Seusai konser, menurutnya, tujuannya tidak hanya sekedar ingin membelikan gerobak baru untuk para tukang sampah, tetapi juga pendidikan anak-anak para tukang sampah di Jakarta.

"Saya ingin membantu Imam dan teman-temannya mendapat gerobak baru, dan mudah-mudahan bisa kami kirim ke Jakarta dalam dua atau tiga bulan ini," kata Wilbur Ramirez selepas bernyanyi di `The 100 Club`, Oxford Street, London.

Wilbur merasakan menjadi tukang sampah di Jakarta selama 10 hari dengan menemani Imam Syafi di kawasan Guntur, Jakarta Selatan berkeliling mengumpulkan sampah di kawasan perumahan.

Pengalamannya ini diudarakan dalam acara televisi BBC `Toughest Place to be...a Binman` (Tempat tersulit untuk menjadi...tukang sampah) Februari lalu.

Wilbur mengatakan, bantuan gerobak merupakan tahap pertama dan ia ingin menggalang dana lebih lanjut untuk membantu pendidikan anak-anak Imam serta tukang sampah lain yang ia temui di kawasan Guntur. (ZG/M036)

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/304267/konser-musik-london-untuk-tukang-sampah-jakarta