Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2014

Menikmati Jakarta Bebas Polusi

KOMPAS.com - Wajah Filly (26) ceria. Meskipun lelah membayang usai menyelesaikan lari maraton 42 kilometer, dia tetap gembira. Karyawan swasta di kawasan Jalan Gatot Subroto ini merupakan salah satu peserta Jakarta Marathon 2014 yang diawali dan diakhiri di kawasan Monas.

”Capek sih. Apalagi ini baru pertama kali saya ikut lari maraton. Biasanya 10 km. Tapi tetap saja asyik. Kapan lagi bisa lari di tengah Jakarta,” ujar Filly yang memperlihatkan medali tanda merampungkan lari maraton ini.

Sehari-harinya, Filly akrab dengan kemacetan Jakarta. Tapi, saat lari digelar, dia bisa menikmati pusat kota Jakarta dengan polusi yang minimal. Kegiatan ini menjadi sesuatu yang menyegarkannya di tengah kesumpekan Jakarta.

”Kalau hari Minggu, saya sering lari juga di Sudirman-Thamrin saat acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Sekarang lebih asyik lagi karena lokasinya lebih luas,” katanya.

Sayangnya, peserta ditarik biaya yang agak mahal. Filly mengatakan, dirinya mengeluarkan hampir Rp 600.000 untuk ikut acara ini. Padahal, menurut Filly, banyak orang yang tertarik ikut acara serupa, tetapi tidak kuat membayar tiket ikut acara ini.

”Moga-moga, acara serupa lebih banyak lagi, tetapi dengan biaya yang terjangkau sehingga lebih banyak orang bisa ikutan,” katanya.

Kesenangan berlari di tengah Jakarta yang bebas polusi juga dirasakan Tata (31). Perempuan yang bekerja di kawasan Salemba ini bergegas berangkat dari rumah pukul 03.00 menuju Monas demi mengikuti acara ini.

Berlari sejauh 42 kilometer merupakan pengalaman baru bagi Tata. Biasanya, dia lebih senang berlari di alam. Sebab, pemandangan selama berlari lebih bervariasi serta udaranya menyegarkan. Namun, kali ini Tata ikut lari di tengah kota Jakarta karena ingin merasakan segarnya udara di tengah kota.

”Ya, pemandangan sepanjang perjalanan tidak semenarik kalau kita lari di alam. Tadi saya lihat-lihat gedung-gedung yang ada di sepanjang jalan,” katanya.

Namun, hal lain yang menyemangatinya adalah adanya orang-orang yang berdiri dan menyemangati para pelari di sepanjang jalur lari. ”Sebagian memang sukarelawan yang dikerahkan untuk menyemangati para pelari. Tetapi, ada juga warga yang rela bangun pagi untuk melihat kami berlari. Ini yang membuat kami tersenyum dan kembali bersemangat,” katanya.

Sama seperti Filly, Tata juga kerap memanfaatkan pagi yang minim polusi di tengah kota untuk berolahraga saban Minggu pagi. ”Sering kali lari langsung dari rumah di Duren Tiga ke lokasi HBKB. Kadang juga bawa kendaraan ke Monas dan mulai lari di sini saja,” ujar Tata yang kerap menggunakan bus transjakarta dan KRL untuk mengakomodasi perjalanan kerja.

Jakarta yang bebas polusi di hari Minggu juga dinikmati Zainal (35). Pria yang baru 7 bulan hijrah dari Sulawesi Selatan untuk bekerja di Jakarta ini saban Minggu berolahraga di Monas dan sekitarnya saat HBKB.

”Yang saya cari adalah kesenangan saat menikmati Jakarta yang bebas kendaraan. Ini jadi hiburan buat saya,” ujar pria yang merampungkan lari 10 km kemarin.

Dia mengatakan, olahraga merupakan bagian dari kegiatan pelepas penat setelah beraktivitas sepekan. Belum lagi kemacetan harus dihadapi sebagian besar warga.

”Sejak di Jakarta, macet sudah sering saya alami setiap hari,” kata Zainal yang berkantor di Jalan Gatot Subroto itu. Dia juga berharap, Pemprov mau menambah kegiatan bagi publik.

Kebutuhan warga untuk mendapatkan ruang kegiatan yang memadai dibaca juga oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI pun terus berupaya menjadikan Jakarta semakin ramah dan nyaman bagi perhelatan budaya, olahraga, dan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman mengatakan, sepanjang 2014 tercatat ada 42 festival.

”Sampai akhir Desember nanti, masih ada sejumlah festival, di antaranya Indonesia Dance Festival dan Jakarta Night Festival. Dengan adanya berbagai festival ini, kota Jakarta akan semakin semarak,” katanya.

Sebagai tujuan wisata, Jakarta telah memiliki sejumlah tempat wisata, seperti Ancol, Kota Tua, dan pusat-pusat perbelanjaan. Kini, Pemprov DKI Jakarta juga akan menjadikan kawasan Monas sebagai pusat kegiatan pariwisata kota.

Perhelatan seperti Jakarta Marathon 2014 juga konser musik, pameran, dan festival bakal lebih banyak dipusatkan di Monas. Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bercita-cita membuat ruang bawah tanah di Monas sebagai ruang pamer bagi produk usaha kecil dan menengah.

Arie mengatakan, untuk mencapai target Jakarta sebagai kota festival, banyak sarana dan prasarana yang harus dibenahi. Pelayanan juga harus ditingkatkan. ”Pariwisata itu intinya melayani aktivitas dan mobilitas wisatawan yang bermacam-macam, seperti liburan atau konferensi. Pelayanan terintegrasi mutlak diperlukan,” ujar Arie.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/27/16572011/Menikmati.Jakarta.Bebas.Polusi

Kamis, 02 Januari 2014

Liputan6.com, Jakarta : Sampah berserakan usai perayaan malam Tahun Baru di Jakarta Night Festival (JNF). Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin mengungkapkan bahwa sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 150 ton, setelah dikumpulkan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, lokasi JNF.

"Yang acara JNF sampahnya mencapai 150 ton," kata Unu saat dihubungi, Jakarta, Rabu (1/1/2014).

Ia mengatakan petugas sampah mulai membersihkan kawasan JNF sejak pukul 02.00 WIB. Ditargetkan, pembersihan dapat selesai pukul 06.00 WIB, namun pelaksanaannya molor hingga pukul 09.00 WIB. Hal itu dikarenakan hujan yang terus mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi.

"Khusus untuk Jakarta Night Festival di Sudirman - Thamrin, petugas yang dikerahkan sebanyak 330 orang yang ditambah 20 orang pengawas. Kemudian disediakan pula 22 truk sampah, 4 street sweeper, dan 32 gerobak motor untuk proses pembersihan," kata Unu.

Total petugas kebersihan yang diturunkan untuk membersihkan sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 1.299 orang. Mereka ditempatkan di 6 titik, diantaranya di kawasan Monas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, Taman Fatahillah-Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan (TMR) dan Sudirman-MH Thamrin.

"Tapi kalau sampah dari 5 wilayah belum masuk ke TPST Bantar Gebang, jadi jumlah keseluruhan masih belum diketahui. Sekarang masih didata total sampahnya," ujarnya.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/789406/sampah-jakarta-night-festival-mencapai-150-ton

Jumat, 10 Mei 2013

Ahok Kembali Tegaskan Konsep Jakarta Smart City

TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali menegaskan rencananya menjadikan Jakarta sebagai smart city. "Jakarta akan full dengan WiFi," kata Basuki saat membuka acara Jakarta Fashion Food Festival (JFFF) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 9 Mei 2013.

Basuki mengatakan Jakarta kota cerdas dimaksudkan supaya warga bisa bekerja di rumah tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan. Hal ini akan berpengaruh pada kemacetan Jakarta. Orang akan lebih sedikit yang datang dan pergi ke suatu tempat.

Tahun lalu, konsep ini Ahok dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ini mendapat sambutan dari PT Telekomunikasi Indonesia. Perusahan ini sudah melengkapi lima taman yang Jakarta dengan fasilitas Wireless Fidelity (WiFi) atau akses internet gratisan.

Taman kota itu adalah Taman Langsat, Taman Suropati, dan Taman Ayodya di Jakarta Selatan. Dan Taman Situ Lembang, serta Taman Menteng di Jakarta Pusat. Akhir tahun lalu, Jokowi-Ahok meargetkan 14 taman dilengkapi WiFi.

Basuki malam ini menghadiri acara JFFF bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dan Kepala Dinas Pariwisata Arie Budiman. Acara yang sudah berlangsung selama 10 tahun ini bertema One Decade. Hingga 2013 JFFF masih konsisten dengan tiga program utamanya yaitu fashion, food, dan entertainment.

Acara JFFF akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 26 Mei 2013 di Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Salah satu ajang yaitu Food Festival Kampoeng Tempo Doeloe akan menghadirkan sekitar 80 stand makanan dari UKM dengan kurang lebih 100 ragam jenis hidangan.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/05/09/083479213/Ahok-Kembali-Tegaskan-Konsep-Jakarta-Smart-City

Selasa, 30 Oktober 2012

Kanal Banjir Timur Akan Jadi Ikon Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Jakarta Timur, Andriyansyah, mengungkapkan dalam waktu dekat, bantaran Kanal Banjir Timur (KBT) akan ditanami pohon langka dan tanaman buah-buahan langka.

Hal ini dilakukan dalam upaya menjadikan KBT sebagai ikon Jakarta.

"Kami mengajak masyarakat, baik di sepanjang KBT maupun yang melintas untuk menjaga kebersihan. Ini akan dibuat jalur trek sepeda. BKT juga akan ada pendidikan untuk tanaman langka, buah-buahan langka," jelas Andriyansyah usai penutupan Festival BKT di Jakarta Timur, Minggu (28/10/2012) malam.

Lebih lanjut, Andriyansyah, menuturkan penanaman tanaman langka ini akan dilakukan bersama istri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II sepanjang 1,3 kilometer di bantaran KBT.

"Tanggal 1 Desember nanti sudah kick off. Ada tiga lokasi. Beliau-beliau (istri menteri KIB II) menanam pohon langka dan buah-buahan langka, dan pohon unggulan untuk produk ekonomi, dengan lebar 100-120 meter," katanya.

Menurut Andriyansyah, ke depan pihaknya telah memiliki konsep untuk BKT yang dilengkapi semacam kegiatan ekonomi seperti delapan rest area besar dan 28 rest area kecil. Konsep ini direncanakan akan dibangun Dinas Pertamanan.

Selain itu, Festival BKT akan dilangsungkan sebagai iven tahunan. Dan akan dilangsungkan bukan hanya di bantaran di wilayah Jakarta Timur, tapi bisa juga di bantaran BKT wilayah Jakarta Utara.

"Nanti kami evaluasi lagi. Ini baru iven pertama kali. Ini momen yang sangat bagus. Yang jelas Insya Allah ini jadi iven tahunan. Banyak pertimbangan nanti," ujarnya.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2012/10/29/kanal-banjir-timur-akan-jadi-ikon-jakarta

Senin, 29 Oktober 2012

Berita Foto: Festival Kanal Banjir Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan tenda putih berjejer di sepanjang Jalan Jenderal RS Soekanto, Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur. Tenda yang berisikan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sponsor itu ikut memeriahkan Festival Kanal Banjir Timur. Festival tersebut secara resmi dibuka hari ini, Jumat (26/10/2012).

Festival yang akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (28/10/2012) tersebut resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur Krisdianto. Ribuan warga tampak datang dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor untuk meramaikan dan ingin mengetahui acara apa yang sedang berlangsung tersebut. Mereka terlihat antusias dan penasaran melihat festival tersebut. Mereka ini tidak hanya warga dari Jakarta timur, tetapi juga warga di wilayah lain di Jakarta.

Terdapat panggung hiburan yang didirikan oleh panitia untuk menghibur warga yang datang dengan alunan musik dan jumpa artis Ibu Kota. Festival ini sangat menarik perhatian warga yang melintas di sekitar Kanal Banjir Timur sehingga banyak warga menepikan kendaraannya untuk melihat acara yang sedang berlangsung. Hal itu mengakibatkan arus lalu lintas di jalan sekitar lokasi menjadi lambat.

Dalam acara ini panitia juga menampilkan pentas budaya Betawi maupun nasional, seperti festival tanjidor, tarian nasional, topeng Betawi, dan tradisi palang pintu. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dijadwalkan akan ikut menghadiri festival tersebut pada Minggu lusa bersamaan dengan dilaksanakannya peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/26/2102107/Berita.Foto.Festival.Kanal.Banjir.Timur