MedanBisnis - Jakarta .Sudut kota DKI Jakarta dan sekitarnya selalu diwarnai kemacetan setiap hari. Akibatnya mobilitas orang menjadi terganggu khususnya bagi kalangan pebisnis yang menghargai waktu.
Melihat kondisi ini, ada perusahaan taksi yang menawarkan jasa angkutan bebas macet. Taksi bebas macet ini memakai moda helikopter. Jasa taksi udara ini ditawarkan oleh PT Whitesky Aviation. Untuk sekali naik, konsumen dikenakan biaya US$ 2.800 per jam atau sekitar Rp 28 juta.
"Ongkos sewa per jam minimum per hari sewanya 2 jam. Per jam US$ 2.800. Itu dapat fasilitas fuel dan lounge," kata Sales Executive Officer Whitesky Aviation Rossiano I. Sukur kepada detikFinance pada acara pameran transportasi di Smesco Tower, Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Whitesky menyediakan 5 unit helikopter jenis Bell 407 dan Bell 409. Sebanyak 2 unit disiagakan di Jakarta dan 3 unit di Balikpapan Kalimantan Timur. Sekali terbang, taksi udara mampu membawa 4 penumpang.
Untuk area Jakarta, taksi udara menyasar kalangan pebisnis dan perusahaan. "Balikpapan untuk mining and plantation company. Kita sudah kontrak. Kalau Jakarta kebanyakan buat bisnis," sebutnya.
Taksi udara ini juga bisa difungsikan sebagai ambulans darurat untuk keperluan evakuasi udara (medical evacuation).
Untuk menyewa taksi udara, konsumen bisa menghubungi pihak operator 2 jam sebelum penggunaan. Taksi ini juga bisa mendarat pada fasilitas helipad yang ada di atas gedung-gedung kota Jakarta.
Selain menawarkan jasa sewa helikopter, Whitesky juga menawarkan jasa foto udara memakai pesawat baling-baling tipe Cessna 402. Biaya sewa pesawat ini lebih murah ketimbang taksi udara yakni senilai US$ 1.710 per jam.
"Itu untuk survey geothermal, Pemda juga sewa untuk foto kota dari atas," katanya.
Sumber : http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/09/10/116786/bayar_rp_28_juta_jam_taksi_ini_tawarkan_bebas_macet_di_jakarta
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label udara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label udara. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 September 2014
Bayar Rp 28 Juta/Jam, Taksi Ini Tawarkan Bebas Macet di Jakarta
Jumat, 06 Juni 2014
Atasi macet, Ahok usul bangun LRT di Sudirman-Thamrin
Merdeka.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tertarik untuk membangun monorail di pusat Kota Jakarta atau daerah-daerah perkantoran seperti daerah Sudirman dan Thamrin. Ahok meminta PT MRT Jakarta dan PT Pembangunan Jaya untuk menghitung rencana tersebut.
Selain itu, Ahok bakal menawarkan pengelola gedung untuk membantu Pemprov DKI dalam membangun monorail pusat kota atau Light Rail Transit (LRT). Dengan begitu, Pemprov bakal memberikan hak udara di ruang publik untuk pengelola gedung tersebut.
"Jadi kita kasih mereka hak udara, nanti mereka kasih uang buat bangun. Mereka bilang, kalau mau perawatan yang lebih murah, lebih bagus lagi LRT kayak yang ada di Kuala Lumpur," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (5/6).
Ahok menegaskan PT Pembangunan Jaya saat ini sedang mempelajari dan mengkaji rencana tersebut. Ahok mengaku LRT lebih cocok digunakan di pusat kota Jakarta lantaran transportasi jarak pendek. Selain itu, biaya perawatan lebih murah ketimbang monorail.
"Model LRT ini lebih unggul dari kereta api karena naik bisa, turun bisa, nekuk pendek bisa. Jadi kalau dari Plaza Indonesia mau langsung berhenti lagi di Grand Indonesia juga bisa. Jadi bisa digunakan untuk jarak-jarak pendek, karena bukan kayak kereta api yang mesti kenceng," kata Ahok.
"Sehingga cocok untuk menghubungkan mal, perumahan mewah, perkantoran, bandara. Harga tiket Rp 20.000 juga laku. Atau langganan Rp 500.000 per bulan," lanjut dia.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/lagisolusi-tangani-macet-jakarta-bangun-lrt-di-sudirman-thamrin.html
Selain itu, Ahok bakal menawarkan pengelola gedung untuk membantu Pemprov DKI dalam membangun monorail pusat kota atau Light Rail Transit (LRT). Dengan begitu, Pemprov bakal memberikan hak udara di ruang publik untuk pengelola gedung tersebut.
"Jadi kita kasih mereka hak udara, nanti mereka kasih uang buat bangun. Mereka bilang, kalau mau perawatan yang lebih murah, lebih bagus lagi LRT kayak yang ada di Kuala Lumpur," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (5/6).
Ahok menegaskan PT Pembangunan Jaya saat ini sedang mempelajari dan mengkaji rencana tersebut. Ahok mengaku LRT lebih cocok digunakan di pusat kota Jakarta lantaran transportasi jarak pendek. Selain itu, biaya perawatan lebih murah ketimbang monorail.
"Model LRT ini lebih unggul dari kereta api karena naik bisa, turun bisa, nekuk pendek bisa. Jadi kalau dari Plaza Indonesia mau langsung berhenti lagi di Grand Indonesia juga bisa. Jadi bisa digunakan untuk jarak-jarak pendek, karena bukan kayak kereta api yang mesti kenceng," kata Ahok.
"Sehingga cocok untuk menghubungkan mal, perumahan mewah, perkantoran, bandara. Harga tiket Rp 20.000 juga laku. Atau langganan Rp 500.000 per bulan," lanjut dia.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/lagisolusi-tangani-macet-jakarta-bangun-lrt-di-sudirman-thamrin.html
Senin, 19 Mei 2014
Warga Nikmati Taman Jogging Kelapa Gading 2
Jakarta - Keberadaan taman kota sangatlah penting bagi kota-kota besar. Selain sebagai ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi polusi udara, taman kota juga dapat menjadi sarana olahraga dan tempat bersosialisasi bagi warga sekitar. Hal inilah yang tampak di Taman Kota Jogging 2 Summarecon, Kelapa Gading, yang terletak di Jalan Boulevard Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Taman Jogging 2 merupakan pengembangan Taman Jogging 1 yang sudah beroperasi terlebih dahulu. Taman ini dibangun dan dikelola oleh pihak Summarecon selaku pengembang kawasan Mal Kelapa Gading sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) ke masyarakat umum. Taman Jogging Kelapa Gading 2 dilengkapi dengan jogging track, jalur batu untuk relaksasi kaki, alat olahraga dan fitness, arena bermain anak, tempat duduk, toilet umum, dan tempat sampah organik dan nonorganik.
Yudi Kartono (39) merasa kehadiran Taman Jogging sangat membantu masyarakat agar bisa berolahraga. "Ada hiburan murah. Di sini juga ada alat-alat olahraga yang biasanya ada di tempat fitness," ujar Yudi kepada SP, Minggu (18/5). Dia berharap kondisi Taman Jogging selalu dijaga dan dirawat, terutama pada bagian taman yang masih kurang penghijauannya agar ditambah pohon yang lebih rindang.
Hal senada disampaikan Ida Saidah (50). Warga Bekasi ini datang karena ingin menghirup udara segar. "Bagus tamannya, kalau di Bekasi, jarang ada taman di dekat mal," ujarnya. Ida berharap taman-taman kota, seperti di Kelapa Gading, diperbanyak di tempat-tempat lain di Jakarta.
Sementara itu, Abunawas Dede (44), selaku pengawas taman mengatakan jam buka taman dimulai pukul 05.30 WIB sampai 20.00 WIB. "Taman Jogging 2 ini memang tidak lebih luas bila dibanding Taman Jogging 1. Di sini lebih sepi, jadi pengunjung yang mau berolahraga tidak berdesak-desakan," katanya.
Untuk merawat taman, Summarecon menyiapkan tiga petugas kebersihan. "Mereka setiap hari menyiram tanaman, menyapu sampah dedaunan, dan memperbaiki bagian taman yang rusak," jelas Dede.
Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/184667-warga-nikmati-taman-jogging-kelapa-gading-2.html
Taman Jogging 2 merupakan pengembangan Taman Jogging 1 yang sudah beroperasi terlebih dahulu. Taman ini dibangun dan dikelola oleh pihak Summarecon selaku pengembang kawasan Mal Kelapa Gading sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) ke masyarakat umum. Taman Jogging Kelapa Gading 2 dilengkapi dengan jogging track, jalur batu untuk relaksasi kaki, alat olahraga dan fitness, arena bermain anak, tempat duduk, toilet umum, dan tempat sampah organik dan nonorganik.
Yudi Kartono (39) merasa kehadiran Taman Jogging sangat membantu masyarakat agar bisa berolahraga. "Ada hiburan murah. Di sini juga ada alat-alat olahraga yang biasanya ada di tempat fitness," ujar Yudi kepada SP, Minggu (18/5). Dia berharap kondisi Taman Jogging selalu dijaga dan dirawat, terutama pada bagian taman yang masih kurang penghijauannya agar ditambah pohon yang lebih rindang.
Hal senada disampaikan Ida Saidah (50). Warga Bekasi ini datang karena ingin menghirup udara segar. "Bagus tamannya, kalau di Bekasi, jarang ada taman di dekat mal," ujarnya. Ida berharap taman-taman kota, seperti di Kelapa Gading, diperbanyak di tempat-tempat lain di Jakarta.
Sementara itu, Abunawas Dede (44), selaku pengawas taman mengatakan jam buka taman dimulai pukul 05.30 WIB sampai 20.00 WIB. "Taman Jogging 2 ini memang tidak lebih luas bila dibanding Taman Jogging 1. Di sini lebih sepi, jadi pengunjung yang mau berolahraga tidak berdesak-desakan," katanya.
Untuk merawat taman, Summarecon menyiapkan tiga petugas kebersihan. "Mereka setiap hari menyiram tanaman, menyapu sampah dedaunan, dan memperbaiki bagian taman yang rusak," jelas Dede.
Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/184667-warga-nikmati-taman-jogging-kelapa-gading-2.html
Langganan:
Postingan
(
Atom
)