Tampilkan postingan dengan label wib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wib. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2015

FOTO: Semrawutnya Jalan Jakarta yang Ditutup karena Tamu KAA

VIVA.co.id - Rabu pagi, 22 April 2015 kondisi jalan Jakarta bak jalur neraka. Dipenuhi kendaraan, suara klakson semakin sering didengar, tak ada ruang untuk bergerak.

Menumpuknya kendaraan ini lantaran polisi menutup jalur utama Jakarta seperti Sudirman, Thamrin dan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Lihat fotonya di sini.

Penutupan ini dikarenakan jalur tersebut harus steril mengingat akan dilintasi kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika di JCC, Senayan.

Jalur tersebut ditutup sejak pukul 07.00 hingga 09.30 WIB. Imbasnya, bukan hanya kemacetan parah, banyak pekerja yang jalurnya ditutup terpaksa berjalan kaki agar bisa sampai ke kantornya.

Penutupan di jalur protokol ini juga bakal berlangsung Rabu sore ini tepatnya pukul 16.30 hingga 19.30 WIB. Jalan ditutup lantaran para tamu negara akan kembali ke tempat penginapan masing-masing.

Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/617181-foto--semrawutnya-jalan-jakarta-yang-ditutup-karena-tamu-kaa

Rabu, 28 Januari 2015

Tertangkap Buang Sampah Sembarangan, 26 Warga Jakarta Disidang

Liputan6.com, Jakarta - Jangan buang sampah sembarangan. Larangan ini kerap dijumpai di sebagian besar sudut Ibukota Jakarta. Akan tetapi larangan kerap diabaikan karena kurangnya efek jera. Namun kini Pemprov DKI Jakarta menggunakan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah untuk menjerat warga Ibukota yang tidak disiplin.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (27/1/2015), hasilnya terlihat dalam sidang yang digelar di GOR Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, pagi tadi.

Sedikitnya 26 orang tertangkap tangan sedang membuang sampah sembarangan dan wajib menjalani persidangan. Rata-rata mereka dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp 100 ribu karena membuang sampah tidak pada tempatnya atau di luar jadwal yang ditentukan.

Dalam Perda Nomor 3 Tahun 2013 diatur soal kewajiban warga maupun perusahaan atau instansi untuk mengelola sampah.

Dalam Pasal 126 dengan jelas mengatur larangan membuang sampah di Tempat Penampungan Sementara atau TPS dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di luar jadwal yang ditentukan. Yaitu pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Sanksi tidak hanya dikenakan kepada warga yang lalai, namun juga penanggung jawab atau pengelola kawasan permukiman, komersial, industri, dan kawasan khusus.

Jika warga dan perusahaan atau instansi tidak melakukan kewajiban yang diatur dalam perda tersebut, maka akan dikenai sanksi administratif denda sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 50 juta.

Tak hanya untuk menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, kebijakan ini diterapkan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi banjir yang kerap menghantui warga Ibukota di saat musim penghujan tiba.

Rata-rata mereka dikenai sanksi denda sebesar RP 100 ribu karena membuang sampah tidak pada tempatnya atau di luar jadwal yang ditentukan.

Sumber: http://news.liputan6.com/read/2167242/tertangkap-buang-sampah-sembarangan-26-warga-jakarta-disidang

Kamis, 18 Desember 2014

Sepeda Motor Sudah Tak Bisa Lewat MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat!

JAKARTA, KOMPAS.com — Peraturan kawasan pelarangan sepeda motor mulai berlaku pada Rabu (17/12/2014). Sepeda motor tak akan bisa lagi melintasi Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat di Jakarta Pusat, tepatnya dari Bundaran HI hingga kawasan Istana Negara.

Penerapan aturan ini masih berstatus uji coba dan akan berlangsung selama tiga bulan. Setelah masa uji coba, evaluasi akan dilakukan untuk melihat efektivitas peraturan tersebut dalam mengurai kemacetan dan mewujudkan ketertiban lalu lintas.

Bila dinilai efektif, penerapan peraturan akan diperluas ke kawasan lain. Indikator efektivitas tersebut tak hanya melihat ketertiban lalu lintas di badan jalan, tetapi juga di trotoar, merujuk pada perilaku pengendara sepeda motor yang tak jarang menyerobot trotoar dan menggunakan jalur khusus sepeda.

"Dengan tidak adanya sepeda motor, kita tidak hanya melihat apakah arus lalu lintas menjadi lebih tertib, tetapi juga apakah jumlah pejalan kaki dan pengguna sepeda meningkat, mengingat selama ini mereka adalah kelompok yang sering diintimidasi para pengguna sepeda motor," kata Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Akbar, beberapa waktu lalu.

Sejumlah bus gratis akan tersedia di sepanjang ruas jalan tersebut. Untuk tahap awal, bus gratis itu berupa bus tingkat pariwisata, bus sekolah, dan transjakarta yang dialihfungsikan.

Para pengendara sepeda motor diminta memarkir kendaraannya di gedung-gedung yang berderet menjelang Jalan MH Thamrin. Akan tetapi, tak ada pemberlakuan tarif khusus. Rata-rata tarif parkir di gedung di kawasan ini adalah Rp 2.000 per jam.

"Kami rekomendasikan 12 fasilitas parkir motor bagi pengguna sepeda motor yang akan melintas di MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat. Nantinya mereka tinggal parkir, lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus gratis. Namun, kami tidak memberikan tempat parkir gratis dengan adanya penerapan kebijakan ini. Pengguna sepeda motor tetap membayar sesuai tarif yang ditetapkan," papar Akbar.

Kedua belas gedung yang direkomendasikan untuk jadi tempat parkir adalah Carrefour Duta Merlin, Menara BDN, Gedung Jaya, Skyline Building, Sarinah, Gedung BII, Gedung Kosgoro, Plaza Permata, Gedung Oil, Wisma Nusantara, Grand Indonesia, dan lapangan IRTI Monas. Menurut Akbar, kapasitas gabungan dari 12 lokasi parkir itu adalah 6.528 sepeda motor.

Three in one tetap berlaku

Dengan harapan aturan baru soal sepeda motor ini tak menimbulkan persepsi diskriminatif, peraturan three in one untuk mobil di ruas-ruas jalan utama Ibu Kota tetap diberlakukan sekalipun ada aturan baru soal sepeda motor ini.

"Jadi, nantinya three in one akan tetap berlaku. Info ini perlu kami sampaikan kepada para pengguna kendaraan roda empat," kata Sekretaris Daerah Saefullah. Waktu pemberlakuan pun tak berubah, yakni setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, dan dari pukul 16.30 WIB sampai pukul 19.00 WIB.

Pengecualian untuk aturan baru soal sepeda motor akan diberikan hanya terhadap beberapa motor dinas. Tidak semua sepeda motor berpelat merah boleh melintas di jalanan ini. "Jadi, kalau motor-motor dinas biasa, misalnya sepeda motor dinas PNS, ya tidak boleh," kata Akbar.

Sepeda motor dinas yang diperbolehkan melintasi Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat hanyalah kendaraan operasional, seperti motor patroli lalu lintas milik polisi lalu lintas dan dinas perhubungan, motor pengawalan pengamanan pejabat, serta motor pasukan huru-hara dari kepolisian.

Itu pun, lanjut Akbar, motor operasional bisa memakai pengecualian ini hanya untuk pelaksanaan tugas. "Boleh lewat saat lagi bertugas, saat pakai baju dinas. Kalau sedang tidak bertugas, tetap akan dilarang lewat," ujar dia.

Tak ada tilang

Karena masih dalam tahap uji coba, kepolisian tidak akan ada memberikan tilang kepada pengendara sepeda motor yang nyelonong ke dua ruas jalan protokol Ibu Kota tersebut, selama surat dan kelengkapan sepeda motor tak bermasalah.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin Muhammad Syah mengatakan, selama tiga bulan masa uji coba aturan baru ini, tindakan yang dilakukan hanya "mengusir" sepeda motor yang salah masuk jalan.

"Kami cek dulu surat-suratnya ataupun kelengkapan kendaraan. Kalau semuanya lengkap, silakan melewati jalan lainnya (jalan alternatif). Namun, kalau ada kekurangan, baik surat-surat maupun kelengkapan kendaraan, kami akan melakukan penindakan," kata Bakharuddin.

Jalan alternatif

Berdasarkan peta yang dilansir oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jalan-jalan alternatif yang bisa digunakan untuk mencapai gedung-gedung di sepanjang Jalan MH Thamrin adalah sebagai berikut:

Sisi barat:
Jalan Kebon Kacang (jalan ini bisa digunakan untuk mencapai Grand Hyatt, Plaza Indonesia, EX Plaza, Menara Topas, dan gedung-gedung lainnya yang masih sejajar). Jalan Kampung Bali (jalan ini bisa digunakan untuk mencapai Menara Thamrin, Gedung BPPT, Kantor Kementerian Agama, dan gedung-gedung lainnya yang masih sejajar). Jalan Budi Kemuliaan (jalan ini bisa digunakan untuk mencapai Menara Indosat, Kantor Kementerian Pariwisata, dan gedung-gedung lainnya yang masih sejajar). Jalan Tanah Abang Timur (jalan ini bisa digunakan untuk mencapai Museum Nasional, Kantor Kemenko Polhukam, dan gedung-gedung lainnya yang masih sejajar). Jalan Abdul Muis (jalan ini bisa digunakan untuk mencapai Gedung MK, Kantor Kemenhub, dan gedung-gedung lainnya yang masih sejajar).

Sisi timur:
Jalan Agus Salim (jalan ini bisa digunakan untuk mencapai Wisma Nusantara, Hotel Pullman, Wisma Kosgoro, Sarinah, kawasan Sabang, hingga Kantor Kementerian ESDM).

Sementara itu, bagi pengendara yang ingin melintas langsung tanpa berhenti di gedung-gedung yang ada di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat, berikut ini rute-rute yang bisa dilalui:

Dari selatan ke utara (Senayan ke Harmoni)

Jalur alternatif sisi barat:
Jalan Jenderal Sudirman-Dukuh Atas-Jalan Karet Pasar Baru-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Cideng Barat-Berputar (u-turn) -Jalan Cideng Timur-Jalan Kebon Sirih-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada, dan seterusnya.

Jalur alternatif sisi timur: Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin-Bundaran HI-Jalan Sutan Syahrir-Jalan Sutan Syahrir-Jalan KH Agus Salim-Jalan Kebon Sirih-Jalan MI Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur- Jalan Medan Merdeka Utara-Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada, dan seterusnya.

Dari utara ke selatan (Harmoni ke Senayan)

Jalur alternatif sisi barat:
Jalan Hayam Wuruk-Jalan Juanda-Jalan Veteran 3-Jalan Medan Merdeka Utara-Jalan Majapahit-Jalan Abdul Muis-Jalan KH Mas Mansyur-Jalan Karet Pasar Baru-Jalan Galunggung-Dukuh Bawah-Jalan Jenderal Sudirman, dan seterusnya.

Jalur alternatif sisi timur:
Jalan Hayam Wuruk-Jalan Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Banteng Utara-Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Pejambon-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan M Ridwan Rais-Jalan Tugu Tani-Jalan Menteng Raya-Jalan Cut Mutia-Jalan Sam Ratulangi-Jalan HOS Cokroaminoto-Jalan Galunggung-Dukuh Bawah-Jalan Jenderal Sudirman, dan seterusnya.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/12/17/06412971/Sepeda.Motor.Sudah.Tak.Bisa.Lewat.MH.Thamrin.dan.Medan.Merdeka.Barat

Selasa, 04 November 2014

Jakarta Tak Hujan, Kampung Pulo Terendam Banjir

Liputan6.com, Jakarta - Sejak Minggu 2 November malam, wilayah Jakarta memang belum diguyur hujan. Namun sejumlah rumah warga Kampung Pulo, Jakarta Timur sejak pagi tadi sudah mulai tergenang air banjir.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Senin (3/11/2014), meluapnya Sungai Ciliwung yang membawa material sampah dan lumpur menjadi penyebab banjir di kawasan Kampung Pulo ini.

Salah satu warga Kampung Pulo Heru Sutimbul mengatakan, banjir mulai merendam kawasan tersebut sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi. Diduga banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Ciliwung akibat meningkatnya volume air kiriman dari Bogor, Jawa Barat.

"Banjir mulai merendam dari tadi jam 06.00 WIB pagi. Di sini nggak ada hujan. Mungkin air (kiriman) dari Bogor," kata Heru.

Saat ini proyek normalisasi Sungai Ciliwung masih dalam proses pengerjaan. Proyek ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir di wilayah Ibukota pada musim hujan. Warga berharap normalisasi Sungai Ciliwung dapat mengurangi ketinggian banjir yang masuk ke kawasan perumahan.

Saat ini pembuatan tanggul-tanggul pembatas sungai belum semuanya rampung dikerjakan. Sehingga Kampung Pulo masih tergolong rawan banjir bila musim hujan turun.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/2128269/jakarta-tak-hujan-kampung-pulo-terendam-banjir

Rabu, 06 Agustus 2014

Ahok akan bahas manajemen sampah dengan peneliti Jepang

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) akan membahas manajemen sampah dengan sejumlah akademisi. Siang nanti, Ahok akan bicara soal sampah dengan peneliti dari Universitas Indonesia, Jepang, Filipina, dan Malaysia.

Informasi dari Humas Pemprov DKI Jakarta, Selasa (5/8), pembahasan akan dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Pertemuan digelar di ruang tamu Wakil Gubernur Balai Kota Jakarta.

Pemprov DKI sejauh ini masih kewalahan dalam pengelolaan sampah. Bahkan masalah sampah kerap kali mendatangkan musibah seperti banjir. Banyak masyarakat yang kurang peduli karena membuang sampah sembarangan.

Sebelum bertemu dengan para akademisi ini, pada pagi harinya Ahok terlebih dahulu menerima pengelola Yayasan UKI perihal IMB Gedung Fakultas Kedokteran UKI.

Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-akan-bahas-manajemen-sampah-dengan-peneliti-jepang.html

Senin, 30 Juni 2014

Polda: Selama Ramadan, Jam Kemacetan Jakarta Berubah

VIVAnews - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan akan terjadi perubahan jam dan lokasi kemacetan selama bulan Ramadan. Ini terjadi karena adanya perubahan jam masuk dan pulang kantor satu jam lebih cepat dari biasanya.

Rikwanto menjelaskan, kemacetan pada pulang kerja akan dimulai pukul 15.30 WIB hingga 19.00 WIB. Polisi, kata Rikwanto, berharap agar pukul 19.30 WIB jalan Ibu Kota sudah mulai lancar.

"Pada Minggu pertama puasa, kemacetan diperkirakan akan parah jelang buka puasa. Biasanya terjadi karena sebagian besar orang ingin berbuka dengan keluarga di rumah," ujar Rikwanto, Senin 30 Juni 2014.

Dia menambahkan, kemacetan saat bulan Ramadan bukan hanya terjadi di ruas arteri dan jalan tol, tetapi juga di setiap masjid. Itu dikarenakan adanya kegiatan salat tarawih.

"Seperti Masjid Istiqlal, Masjid Cut Mutia, Masjid Sunda Kelapa, dan beberapa Masjid lainnya ini akan disiapkan personel untuk mengatur lalu lintas," kata Rikwanto.

Rikwanto memprediksi, selama bulan puasa ini, kepadatan jalan Jakarta akan bertambah sekitar 25 persen dari hari biasanya. Lokasi yang akan menjadi macet berkepanjangan adalah wilayah-wilayah penghubung.

"Seperti akses menuju Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi akan bertambah padat pada malam hari," jelasnya.

Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/517195-polda--selama-ramadan--jam-kemacetan-jakarta-berubah

Senin, 19 Mei 2014

Warga Nikmati Taman Jogging Kelapa Gading 2

Jakarta - Keberadaan taman kota sangatlah penting bagi kota-kota besar. Selain sebagai ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi polusi udara, taman kota juga dapat menjadi sarana olahraga dan tempat bersosialisasi bagi warga sekitar. Hal inilah yang tampak di Taman Kota Jogging 2 Summarecon, Kelapa Gading, yang terletak di Jalan Boulevard Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Taman Jogging 2 merupakan pengembangan Taman Jogging 1 yang sudah beroperasi terlebih dahulu. Taman ini dibangun dan dikelola oleh pihak Summarecon selaku pengembang kawasan Mal Kelapa Gading sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) ke masyarakat umum. Taman Jogging Kelapa Gading 2 dilengkapi dengan jogging track, jalur batu untuk relaksasi kaki, alat olahraga dan fitness, arena bermain anak, tempat duduk, toilet umum, dan tempat sampah organik dan nonorganik.

Yudi Kartono (39) merasa kehadiran Taman Jogging sangat membantu masyarakat agar bisa berolahraga. "Ada hiburan murah. Di sini juga ada alat-alat olahraga yang biasanya ada di tempat fitness," ujar Yudi kepada SP, Minggu (18/5). Dia berharap kondisi Taman Jogging selalu dijaga dan dirawat, terutama pada bagian taman yang masih kurang penghijauannya agar ditambah pohon yang lebih rindang.

Hal senada disampaikan Ida Saidah (50). Warga Bekasi ini datang karena ingin menghirup udara segar. "Bagus tamannya, kalau di Bekasi, jarang ada taman di dekat mal," ujarnya. Ida berharap taman-taman kota, seperti di Kelapa Gading, diperbanyak di tempat-tempat lain di Jakarta.

Sementara itu, Abunawas Dede (44), selaku pengawas taman mengatakan jam buka taman dimulai pukul 05.30 WIB sampai 20.00 WIB. "Taman Jogging 2 ini memang tidak lebih luas bila dibanding Taman Jogging 1. Di sini lebih sepi, jadi pengunjung yang mau berolahraga tidak berdesak-desakan," katanya.

Untuk merawat taman, Summarecon menyiapkan tiga petugas kebersihan. "Mereka setiap hari menyiram tanaman, menyapu sampah dedaunan, dan memperbaiki bagian taman yang rusak," jelas Dede.

Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/184667-warga-nikmati-taman-jogging-kelapa-gading-2.html

Rabu, 23 April 2014

Naik Penerbangan Garuda Kelas Ekonomi, Jokowi Tinjau RPH di Lampung

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini berkunjung ke Lampung. Kedatangan Jokowi dalam rangka kelanjutan kerjasama antara Pemrov DKI dengan Pemprov Lampung terkait ketersediaan pangan di Jakarta.

Untuk menuju Lampung, Jokowi menggunakan pesawat Garuda Indonesia kelas ekonomi pukul 05.40 WIB, Rabu (23/4/2014). Jokowi yang terlihat mengenakan kemeja warna putih itu duduk di bangku nomor 43 K, berada di bagian belakang pesawat.

Untuk menuju bangku, Jokow terlihat membawa kopernya sendiri. Jokowi juga ditemani oleh beberapa orang pengawal. Jarak tempuh Jakarta-Lampung selama 24 menit.

Rencananya, Jokowi akan melakukan kunjungan di beberapa lokasi di Lampung. Informasi yang dihimpun detikcom, setibanya di Bandara Radin Inten II, Lampung, Jokowi akan meninjau peternakan ayam di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Setelah itu, Jokowi akan menuju ke Rumah Potong Hewan (RPH) di Way Laga dan lanjut ke lokasi penggemukan sapi di Juang Jaya Abadi Alam.

Mantan Wali Kota Solo ini kemudian akan makan siang di rumah dinas Bupati Lampung Selatan. Setelah itu melanjutkan tinjauan ke Terminal Agri Bisnis Lampung Selatan. Sore sekitar pukul 17.10 WIB Jokowi kembali bertolak ke Jakarta.

Sebelumnya pada 14 Maret 2014 lalu, Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP menyambangi kantor Jokowi di Balaikota DKI untuk melakukan penandatangan MOU dengan Jokowi terkait ketersediaan pangan di Jakarta.

Lampung akan memasok daging yang sudah dipotong dan sayuran yang sudah dibersihkan ke Jakarta. Hal ini tentunya akan mengurangi sampah yang masuk ke Jakarta.

"Sapinya sudah dalam bentuk daging, sayurnya juga sudah bersih. Ada sekitar 14 komoditi, ini untuk memperpendek rantai perdagangan dan akan menguntungkan petani dan konsumen," ujar Jokowi, Jumat (14/3/2014).

Jokowi mencontohkan sampah kulit kelapa dan kol yang 'menggunung'. Pengelolaan sampah di Lampung juga akan membuat lapangan kerja baru di Lampung.

"Nah kalau di wilayah barat selesai, kita akan menuju wilayah timur. Sehingga bahan-bahan yang masuk ke Jakarta dalam keadaan bersih," ucap mantan Wali Kota Solo itu.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/04/23/064510/2562572/10

Senin, 13 Januari 2014

Banjir Meluas, Jakarta Nyaris Lumpuh

VIVAnews - Perlahan tapi pasti, hujan deras yang menyebabkan genangan air di jalan-jalan Jakarta mulai melumpuhkan arus lalu lintas. Minggu malam, 12 Januari 2014, sejumlah jalan utama di Jakarta sudah tidak dapat dilintasi kendaraan karena tergenang banjir.

Dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui twitter TMC Polda Metro Jaya, diketahui bahwa banjir setinggi 100 cm terjadi di kawasan Jalan Bank, Prapanca, Jakarta Selatan, sejak pukul 21.13 WIB. Semua kendaraan tidak bisa melintasi kawasan ini.'

Terjangan air banjir yang terjadi di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan yang sudah menjadi langganan banjir terus meninggi. Air banjir di kawasan RW 02 sudah lebih dari 1,5 meter.

Sementara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, semua jenis kendaraan juga terpantau tidak dapat melintas di depan Kemchik Jalan Kemang Raya. Air banjir juga sudah mulai masuk ke parkiran basement Tamani Cafe yang juga berada di kawasan Kemang Raya.

Lalu lintas di kawasan Jalan TB Simatupang, sudah tidak dapat dilalui kendaraan sejak pukul 20.00 WIB. Banjir 140 cm terpantau dekat kantor Partai. Lalu lintas dari Pertanian menuju Pasar Rebo terpaksa dialihkan.

Genangan air tinggi juga terjadi di arah sebaliknya. Kendaraan tidak dapat melintasi jalan di sekitar gedung Nestle. Kendaran dari Pasar Rebo menuju Pertanian terpaksa dialihkan melalui jalan tol.

Masih di Jakarta Selatan, sejak pukul 21.15 WIB, akses menuju Jalan Jagakarsa ditutup akibat banjir 20 cm. Aliran air yang deras membuat warga terpaksa menutup jalan tersebut. Banjir dengan tinggi 50 cm bahkan sudah terjadi di kawasan Kebagusan 1, Vila kebagusan Gang Kober sejak sore.

Banjir juga terjadi di depan SPBU Puribeta Ciledug, pengguna jalan diminta agar lebih berhati-hari. Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Swadharma Ulujami yang menyebabkan lalu lintas tersendat.

Sementara di kawasan Bekasi, banjir terjadi di depan pom bensin Duta Kranji, Jalan Raya Bintara. Air banjir juga merendam kawasan Bulevar Hijau Harapan Indah Bekasi. Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Jaka Kencana, Bekasi. Air banjir setinggi 30-40 cm.

Banjir juga melanda kawasan Jalan Swatantra I Jati Asih. Ketinggian air di kawasan ini sekitar 40 cm. Sejak pukul 22.00 WIB, air banjir mulai menggenangi pemukiman warga di Kompleks Depnaker Blok C, Jaka Setia, Bekasi.

Di kawasan Jakarta Timur, banjir melanda daerah Penggilingan Elok, Cakung, Jakarta Timur. Banjir dengan tinggi 50 cm karena luapan sungai juga terjadi di depan pool Blue Bird Hek Jalan Raya Bogor dan berimbas kemacetan lalu lintas.

Banjir sudah merendam pemukiman warga di Jalan Cililitan Kecil I Kramatjati. Hingga malam ini, ketinggian air terus bertambah. Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Pulo. Warga sudah sejak sore mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/472753-banjir-meluas--jakarta-nyaris-lumpuh

Kamis, 02 Januari 2014

Liputan6.com, Jakarta : Sampah berserakan usai perayaan malam Tahun Baru di Jakarta Night Festival (JNF). Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin mengungkapkan bahwa sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 150 ton, setelah dikumpulkan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, lokasi JNF.

"Yang acara JNF sampahnya mencapai 150 ton," kata Unu saat dihubungi, Jakarta, Rabu (1/1/2014).

Ia mengatakan petugas sampah mulai membersihkan kawasan JNF sejak pukul 02.00 WIB. Ditargetkan, pembersihan dapat selesai pukul 06.00 WIB, namun pelaksanaannya molor hingga pukul 09.00 WIB. Hal itu dikarenakan hujan yang terus mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi.

"Khusus untuk Jakarta Night Festival di Sudirman - Thamrin, petugas yang dikerahkan sebanyak 330 orang yang ditambah 20 orang pengawas. Kemudian disediakan pula 22 truk sampah, 4 street sweeper, dan 32 gerobak motor untuk proses pembersihan," kata Unu.

Total petugas kebersihan yang diturunkan untuk membersihkan sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 1.299 orang. Mereka ditempatkan di 6 titik, diantaranya di kawasan Monas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, Taman Fatahillah-Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan (TMR) dan Sudirman-MH Thamrin.

"Tapi kalau sampah dari 5 wilayah belum masuk ke TPST Bantar Gebang, jadi jumlah keseluruhan masih belum diketahui. Sekarang masih didata total sampahnya," ujarnya.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/789406/sampah-jakarta-night-festival-mencapai-150-ton

Selasa, 24 Desember 2013

90% Kondisi Tanggul di DKI Terancam Jebol

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta menegaskan hampir 90% tanggul penahan banjir di ibukota dalam kondisi darurat. Seperti tanggul di kawasan Latuharhary hampir jebol karena tidak kuat menahan debit air. "Semua tanggul memang bahaya, makanya kita ingin alihkan. Sebenarnya tanggul yang paling siap itu Banjir Kanal Timur (BKT), inspeksi semuanya bagus," ujar Basuki T Purnama (Ahok) di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (23/12).

Karena tanggul yang tidak aman, Basuki menuturkan, beban air dialihkan ke BKT melaui sodetan dan gorong-gorong. Saat ini Banjir Kanal Barat (BKB) kelebihan volume air dari sejumlah sungai yang ada di ibukota. Antisipasi banjir, saat ini baru bisa memanfaatkan dan pengaturan debit air pintu air Manggarai. Menurut Basuki, debit air dialirkan ke Waduk Pluit, Jakarta Utara, tanpa 'menenggelamkan' kawasan ring 1, Medan Merdeka Utara (Istana Negara).

"Makanya kalau air sudah terlalu tinggi, buka pintu air manggarai. Kalau Waduk Pluit kerja dengan baik, enggak tenggelam Istana dan Balaikota, Pak Harto (Soeharto) bikin Waduk Pluit tuh untuk itu," lanjut Ahok. Untuk diketahui, tanggul di Jalan Latuharhary, Jakarta Selatan, terancam jebol. Tanggul itu pada Januari lalu sempat roboh diterjang tingginya debit air yang menenggelamkan sebagian wilayah DKI. Kekhawatiran melihat kondisi tersebut semakin kuat karena debit air saat ini juga terus naik. Pada pukul 08.00 WIB, Senin (23/12), debit air setinggi 680 sentimeter. Pukul 11.00 WIB, naik hingga 710 cm.

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/44360-90-tanggul-di-dki-terancam-jebol.html