JAKARTA - Petugas gabungan dari Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Polda metro Jaya, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan UP TransJakarta menertibkan angkutan kota yang kerap ngetem sembarangan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (22/9/2014) pagi.
Pantauan Okezone di lokasi, 30 menit setelah dilakukan penertiban, angkot-angkot tersebut kembali mengetem di sembarang tempat. Hal itu lantaran petugas telah meninggalkan lokasi.
Angkot berbagai trayek seperti M 16 jurusan Pasar Minggu-Kampung Melayu, M 06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria, M 02 Kampung Melayu- Pulogadung terlihat berhenti menunggu penumpang di jalur kendaraan pribadi. Angkot tersebut berhenti di tengah jalan hingga memakan tiga jalur. Beberapa angkot juga mengetem di jalur bus Transjakarta.
Padahal sebelumnya, angkot tersebut terlihat tertib dan mengetem di tempat yang telah disediakan. Angkot yang kedapatan melanggar marka jalan dan memasuki jalur TransJakarta dikenakan sanksi tilang oleh petugas. Meski menuai protes dari sopir angkot yang merasa tidak diberi sosialisasi, namun penertiban berjalan lancar.
"Saya tidak tahu, sebelumnya tidak ada sosialisasi. Biasanya lewat jalur sini saja kalau macet pagi hari. Kalau tau ada polisi saya tidak lewat sini," ujar Supriadi (48) sopir angkot Mikrolet M06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria saat ditemui di lokasi.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2014/09/22/500/1042507/petugas-pergi-angkot-kembali-ngetem-sembarangan
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label okezone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label okezone. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 September 2014
Petugas Pergi, Angkot Kembali Ngetem Sembarangan
Label:
angkot
,
jakarta
,
jalur
,
jurusan
,
kampung
,
lokasi
,
marka
,
melayu-gandaria
,
minggu-kampung
,
okezone
,
pagi
,
penertiban
,
petugas
,
sopir
,
sosialisasi
,
subdit
,
tilang
,
transjakarta
Jumat, 25 April 2014
Pasar Senen Terbakar, Kemacetan Mengular hingga Gunung Sahari
JAKARTA - Akibat kebakaran yang melanda Blok 3 Pasar Senen, Jakarta Pusat, kemacetan parah terjadi di sekitar Jalan Suprapto atau yang lebih sering dikenal dengan wilayah Galur menuju Senen.
Aparat Kepolisian memutuskan mengalihkan arus di Jalan Suprapto melewati Jalan Utan Panjang tembus melalui Jalan Garuda.
Kemacetan parah pun berpindah ke Jalan Garuda akibat pengalihan tersebut. Kemacetan di Jalan Garuda diperparah dengan adanya jalur lintasan kereta api. Kereta yang akan masuk ke Stasiun Kemayoran masih tetap lalu lalang.
Pantauan Okezone, kemacetan dari arah Jalan Garuda tembus hingga Jalan Gunung Sahari dan berakhir di Tugu Tani. Asap hitam yang membumbung tinggi pun masih tampak hingga depan Stasiun Gambir.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2014/04/25/500/975602/pasar-senen-terbakar-kemacetan-mengular-hingga-gunung-sahari
Aparat Kepolisian memutuskan mengalihkan arus di Jalan Suprapto melewati Jalan Utan Panjang tembus melalui Jalan Garuda.
Kemacetan parah pun berpindah ke Jalan Garuda akibat pengalihan tersebut. Kemacetan di Jalan Garuda diperparah dengan adanya jalur lintasan kereta api. Kereta yang akan masuk ke Stasiun Kemayoran masih tetap lalu lalang.
Pantauan Okezone, kemacetan dari arah Jalan Garuda tembus hingga Jalan Gunung Sahari dan berakhir di Tugu Tani. Asap hitam yang membumbung tinggi pun masih tampak hingga depan Stasiun Gambir.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2014/04/25/500/975602/pasar-senen-terbakar-kemacetan-mengular-hingga-gunung-sahari
Senin, 14 April 2014
Sistem Bus Transjakarta Bagus, tapi Implementasinya Jeblok
JAKARTA - Kerap bermasalahnya bus Transjakarta baik mogok, berasap dan terbakar, menyebabkan sebagian masyarakat menjadi tak nyaman. Padahal pengembangan jalur khusus bus (busway) yang diadopsi dari Bogota, Ibukota Kolombia dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan.
Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Noegroho Djajoesman mengatakan bahwa sistem moda transportasi masal ini dinilai baik, namun pada praktiknya melenceng.
"Sistem strategi bagus, tapi implementasinya kurang. Karena masalahnya di lakukan setengah hati, jeblok," kata Noegroho saat berbincang dengan Okezone, Senin (14/4/2014).
Dia menambahkan menumpuknya masalah bus transjakarta, seharusnya dapat diselesaikan secepatnya. "Seperti bus tranasjakarta yang karatan, saya pikir pimpinan harus bertanggung jawab itu," ucapnya.
Lebih lanjut sesepuh Polri ini mengatakan keberadaan bus transjakarta tidak akan menyelesaikan masalah seluruh masalah kemacetan di Jakarta. Pemerintah harus memperhatikan soal fasilitas bus transjakarta. "Bus transjakarta bagus, 20 menit sampai dari Blok M menuju ke Kota, fasilitas harus diperbaiki," terangnya.
Kemacetan lalu lintas di Jakarta, lanjutnya, bisa diatasi dengan melihat jumlah kendaraan dan panjangan jalan. Bisa jalan diperpanjang, atau jumlah produksi kendaraan yang dikurangi.
"Atau cara lain dengan menambah alat transportasi, memperbarui alat transportasi, seperti MRT atau lainnya, namun direncanakan dengan matang," terangnya.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/04/14/500/969832/sistem-bus-transjakarta-bagus-tapi-implementasinya-jeblok
Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Noegroho Djajoesman mengatakan bahwa sistem moda transportasi masal ini dinilai baik, namun pada praktiknya melenceng.
"Sistem strategi bagus, tapi implementasinya kurang. Karena masalahnya di lakukan setengah hati, jeblok," kata Noegroho saat berbincang dengan Okezone, Senin (14/4/2014).
Dia menambahkan menumpuknya masalah bus transjakarta, seharusnya dapat diselesaikan secepatnya. "Seperti bus tranasjakarta yang karatan, saya pikir pimpinan harus bertanggung jawab itu," ucapnya.
Lebih lanjut sesepuh Polri ini mengatakan keberadaan bus transjakarta tidak akan menyelesaikan masalah seluruh masalah kemacetan di Jakarta. Pemerintah harus memperhatikan soal fasilitas bus transjakarta. "Bus transjakarta bagus, 20 menit sampai dari Blok M menuju ke Kota, fasilitas harus diperbaiki," terangnya.
Kemacetan lalu lintas di Jakarta, lanjutnya, bisa diatasi dengan melihat jumlah kendaraan dan panjangan jalan. Bisa jalan diperpanjang, atau jumlah produksi kendaraan yang dikurangi.
"Atau cara lain dengan menambah alat transportasi, memperbarui alat transportasi, seperti MRT atau lainnya, namun direncanakan dengan matang," terangnya.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/04/14/500/969832/sistem-bus-transjakarta-bagus-tapi-implementasinya-jeblok
Jumat, 08 Februari 2013
JK: Monorel Harus Dibangun, Memang Mau Macet Terus?
JAKARTA - Banjir yang telah merendam Jakarta akibat hujan deras yang berlangsung berhari-hari menimbulkan wacana akan pemisahan pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi. Namun, pemisahan tersebut bukan perkara mudah.
Mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla menilai kemacetan dan banjir Jakarta bukan menjadi alasan bagi pusat pemerintahan berpindah kota. JK pun sangat tidak setuju terhadap wacana memindahkan pusat pemerintahan ke kota lain.
"Bukan malah ditinggalkan, itu namanya tidak bertanggung jawab, yang harus dibenahi justru infrastrukturnya," ujar Jusuf Kalla, kepada Okezone di Sekretariat PMI Pusat, Jakarta, Kamis (7/2/2013).
Lebih lanjut, JK mengatakan, pembenahan yang perlu dilakukan saat ini adalah sektor infrastruktur. Menurutnya, perbaikan kota Jakarta melalui infrastruktur jauh lebih efektif. "Ya ibu kota itu solusinya bukan pindah kota, tapi infrstrukturnya diperbaiki," katanya.
JK mengimbau agar semua warga Jakarta untuk bersama-sama membenahi kota Jakarta. Menurut dia, Jakarta memang masih butuh pembenahan, salah satunya adalah pembangunan monorel. "Monorel itu saya mutlak setuju dan itu harus. Apa mau macet terus kota Jakarta?" tukas dia. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/02/07/320/758401/jk-monorel-harus-dibangun-memang-mau-macet-terus
Mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla menilai kemacetan dan banjir Jakarta bukan menjadi alasan bagi pusat pemerintahan berpindah kota. JK pun sangat tidak setuju terhadap wacana memindahkan pusat pemerintahan ke kota lain.
"Bukan malah ditinggalkan, itu namanya tidak bertanggung jawab, yang harus dibenahi justru infrastrukturnya," ujar Jusuf Kalla, kepada Okezone di Sekretariat PMI Pusat, Jakarta, Kamis (7/2/2013).
Lebih lanjut, JK mengatakan, pembenahan yang perlu dilakukan saat ini adalah sektor infrastruktur. Menurutnya, perbaikan kota Jakarta melalui infrastruktur jauh lebih efektif. "Ya ibu kota itu solusinya bukan pindah kota, tapi infrstrukturnya diperbaiki," katanya.
JK mengimbau agar semua warga Jakarta untuk bersama-sama membenahi kota Jakarta. Menurut dia, Jakarta memang masih butuh pembenahan, salah satunya adalah pembangunan monorel. "Monorel itu saya mutlak setuju dan itu harus. Apa mau macet terus kota Jakarta?" tukas dia. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/02/07/320/758401/jk-monorel-harus-dibangun-memang-mau-macet-terus
Label:
banjir
,
hujan deras
,
ibu kota
,
infrastruktur
,
infrstruktur
,
jakarta
,
jk
,
kalla
,
kota
,
monorel
,
mrt
,
okezone
,
pembenahan
,
pemisahan
,
pindah
,
pusat pemerintahan
,
wacana
Langganan:
Postingan
(
Atom
)