Tampilkan postingan dengan label marka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 September 2014

Petugas Pergi, Angkot Kembali Ngetem Sembarangan

JAKARTA - Petugas gabungan dari Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Polda metro Jaya, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan UP TransJakarta menertibkan angkutan kota yang kerap ngetem sembarangan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (22/9/2014) pagi.

Pantauan Okezone di lokasi, 30 menit setelah dilakukan penertiban, angkot-angkot tersebut kembali mengetem di sembarang tempat. Hal itu lantaran petugas telah meninggalkan lokasi.

Angkot berbagai trayek seperti M 16 jurusan Pasar Minggu-Kampung Melayu, M 06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria, M 02 Kampung Melayu- Pulogadung terlihat berhenti menunggu penumpang di jalur kendaraan pribadi. Angkot tersebut berhenti di tengah jalan hingga memakan tiga jalur. Beberapa angkot juga mengetem di jalur bus Transjakarta.

Padahal sebelumnya, angkot tersebut terlihat tertib dan mengetem di tempat yang telah disediakan. Angkot yang kedapatan melanggar marka jalan dan memasuki jalur TransJakarta dikenakan sanksi tilang oleh petugas. Meski menuai protes dari sopir angkot yang merasa tidak diberi sosialisasi, namun penertiban berjalan lancar.

"Saya tidak tahu, sebelumnya tidak ada sosialisasi. Biasanya lewat jalur sini saja kalau macet pagi hari. Kalau tau ada polisi saya tidak lewat sini," ujar Supriadi (48) sopir angkot Mikrolet M06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria saat ditemui di lokasi.

Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2014/09/22/500/1042507/petugas-pergi-angkot-kembali-ngetem-sembarangan

Selasa, 16 April 2013

Atasi Macet, DKI Benahi Marka Jalan

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membenahi marka jalan di seluruh Ibu Kota, sebagai salah satu solusi jangka pendek mengatasi kemacetan lalu lintas.

"Solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta adalah dengan membenahi marka-marka jalan yang ada, sehingga diharapkan kendaraan bisa lebih tertib," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota Jakarta, Senin (25/4).

Ahok mengatakan, di tempat-tempat yang dibolehkan untuk memarkir kendaraan, akan dipasang tanda parkir. Begitu pula sebaliknya. "Kalau tidak boleh parkir, maka kita pasang tanda dilarang parkir," tambahnya, sebagaimana dilansir Antara.

Selain itu, pemerintah DKI juga akan merapikan marka jalan untuk berputar balik, karena pemasangan rambu tersebut di beberapa titik dinilainya kurang pas.

"Marka jalan untuk U-turn ini sebetulnya sudah ada kajiannya. Hanya saja, saya masih lihat di beberapa lokasi yang pemasangannya kurang pas," katanya.

"Ada yang terlalu pendek dan ada pula yang terlalu panjang, sehingga kendaraan harus berjalan jauh untuk dapat memutar," tutur Basuki.

Ahok menambahkan, upaya pembenahan jangka pendek itu harus dilakukan bersamaan dengan upaya jangka panjang untuk mengatasi kemacetan. "Misalnya membangun transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan monorel," tambahnya. (TMA)

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/28279-atasi-macet,-dki-benahi-marka-jalan.html