JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1/2015) malam hingga Jumat (23/1/2015) pagi mengakibatkan genangan banjir di sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi yang dilansir TMC Polda Metro Jaya, Jumat dini hari, wilayah yang tergenang dengan ketinggian bervariasi antara 10-50 cm sebagian besar terjadi di wilayah Jakarta Utara.
Berikut lokasi banjir di Jakarta sejak Jumat dini hari:
- Pukul 03.23 banjir 20-30 cm di Jalan Raya Caplin, komplek Taman Asri Ciledug, Tangerang.
- Pukul 03.14 banjir 20-30 cm di sekitar Wisma Gading Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
- Pukul 03.29 banjir 30-50 cm di wilayah Kebon Bawang, Jakarta Utara.
- Pukul 03.32 banjir 35-45 cm di Simpang Lima Jalan Raya Plumpang-Semper, Jakarta Utara. Bagi kendaraan sejenis sedan/sepeda motor disarankan agar tidak melintas.
- Pukul 03.47 banjir 20-30 cm di Komplek ex Gaya Motor Cilincing, Jakarta Utara.
- Pukul 03.48 banjir 30-40 cm di wilayah Warakas, Jakarta Utara.
- Pukul 03.49 banjir 20-30 cm di Jalan Kangkung, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
- Pukul 03.50 banjir 30 cm di Kawasan Kalibaru RT. 001/012 Cilincing, Jakarta Utara.
- Pukul 03.55 banjir di Jalan Tipar Selatan 12, Semper Barat, Jakarta Utara.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/23/07200441/Hujan.Deras.Jakarta.Utara.Dikepung.Genangan.Banjir
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label jumat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jumat. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 Januari 2015
Hujan Deras, Jakarta Utara Dikepung Genangan Banjir
Label:
banjir
,
caplin
,
cilincing
,
cm
,
dini hari
,
hujan deras
,
jakarta
,
jalan raya
,
jumat
,
kalibaru
,
kelapa gading
,
komplek
,
plumpang-semper
,
pukul
,
sepeda motor
,
simpang
,
tipar
,
utara
,
warakas
,
wilayah
Senin, 22 April 2013
Jakarta Macet, Basuki Ingin Pantau Pengatur Lalin via "Gadget"
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginginkan agar keberadaan petugas pengatur lalu lintas mudah dipantau, terutama saat terjadi kemacetan. Untuk itu, ia ingin membekali para petugas itu dengan alat komunikasi canggih.
Keinginan itu muncul karena kemacetan di Jakarta tak kunjung teratasi. Dalam dua hari ini saja, hampir di semua wilayah Jakarta terlihat arus lalu lintas sangat padat oleh kendaraan pribadi. Basuki Tjahaja Purnama menilai kemacetan Jakarta antara lain disebabkan oleh ketiadaan petugas pengatur lalu lintas.
"Petugasnya enggak ada, petugas sampai malamnya kurang," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (19/4/2013).
Basuki mengatakan, petugas pengatur lalu lintas dari Dinas Perhubungan DKI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Polda Metro Jaya akan dilengkapi dengan alat komunikasi canggih, seperti gadget bersistem operasi Android. Untuk itu, Basuki meminta PT Telkom Indonesia untuk membantu pengadaan alat komunikasi seluler itu.
Dengan kerja sama itu, Basuki berharap PT Telkom Indonesia akan mendapatkan untung karena petugas akan menggunakan pulsa dari operator mitra. Setiap petugas akan diberi jatah pulsa minimal Rp 50.000.
"Saya kan enggak tahu Satpol PP dan Dishub DKI itu ada di mana. Jadi, (keberadaan gadget) pasti lebih memudahkan," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.
Basuki mengatakan akan berkoordinasi dengan kepala dinas terkait untuk memberikan informasi mengenai posisi para personel pengatur lalu lintas, baik Satpol PP maupun Dishub DKI. Ia juga mengimbau agar personel Satpol PP dan Dishub DKI lebih diberdayakan setiap hari Jumat karena puncak kemacetan terjadi pada Jumat.
"Di lapangan itu kan faktanya kurang orang, enggak ada petugas. Kalau hujan, selokan mampet, itu juga menyebabkan banjir terus kendaraan jalan pelan-pelan dan jadi macet. Kalau enggak ada petugas kan repot," ujar Basuki.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/04/19/17371077/Jakarta.Macet.Basuki.Ingin.Pantau.Pengatur.Lalin.via.Gadget
Keinginan itu muncul karena kemacetan di Jakarta tak kunjung teratasi. Dalam dua hari ini saja, hampir di semua wilayah Jakarta terlihat arus lalu lintas sangat padat oleh kendaraan pribadi. Basuki Tjahaja Purnama menilai kemacetan Jakarta antara lain disebabkan oleh ketiadaan petugas pengatur lalu lintas.
"Petugasnya enggak ada, petugas sampai malamnya kurang," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (19/4/2013).
Basuki mengatakan, petugas pengatur lalu lintas dari Dinas Perhubungan DKI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Polda Metro Jaya akan dilengkapi dengan alat komunikasi canggih, seperti gadget bersistem operasi Android. Untuk itu, Basuki meminta PT Telkom Indonesia untuk membantu pengadaan alat komunikasi seluler itu.
Dengan kerja sama itu, Basuki berharap PT Telkom Indonesia akan mendapatkan untung karena petugas akan menggunakan pulsa dari operator mitra. Setiap petugas akan diberi jatah pulsa minimal Rp 50.000.
"Saya kan enggak tahu Satpol PP dan Dishub DKI itu ada di mana. Jadi, (keberadaan gadget) pasti lebih memudahkan," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.
Basuki mengatakan akan berkoordinasi dengan kepala dinas terkait untuk memberikan informasi mengenai posisi para personel pengatur lalu lintas, baik Satpol PP maupun Dishub DKI. Ia juga mengimbau agar personel Satpol PP dan Dishub DKI lebih diberdayakan setiap hari Jumat karena puncak kemacetan terjadi pada Jumat.
"Di lapangan itu kan faktanya kurang orang, enggak ada petugas. Kalau hujan, selokan mampet, itu juga menyebabkan banjir terus kendaraan jalan pelan-pelan dan jadi macet. Kalau enggak ada petugas kan repot," ujar Basuki.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/04/19/17371077/Jakarta.Macet.Basuki.Ingin.Pantau.Pengatur.Lalin.via.Gadget
Jumat, 23 November 2012
Kemacetan Jakarta Semakin Parah
INILAH.COM, Jakarta - Kemacetan di jalan Ibu Kota semakin parah. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono mengatakan, belakangan ini kemacetan di Ibukota telah beralih waktu. Saat ini kemacetan sudah mulai terjadi sejak siang hari.
Menurut Wahyono, jika sebelumnya kemacetan terjadi pada jam pulang kerja namun petugas saat ini mulai mengatur lalu lintas sejak pukul 14.00 WIB. "Sebelumnya itu pukul 15.00 WIB petugas mengatur lalulintas untuk melerai kemacetan, namun ada perubahan waktu tugas satu jam," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Ia melanjutkan, hal utama penyebab kemacetan tersebut dikarenakan semakin tingginya jumlah kendaraan dan tidak sesuai dengan pertumbungan jalan. Wahyono mencontohkan, jika tahun lalu pukul 21.00 WIB kemacetan sudah dapat dilerai, namun saat ini baru pukul 22.00 WIB atau lebih baru bisa dilerai.
Selain itu, hari yang biasanya terjadi puncak kemacetan juga berubah diantaranya menjadi hari Rabu dan hari Jumat. Wahyono menjelaskan, hari Rabu dimana perputaran keuangan meningkat sehingga aktivitas orang yang menggunakan jalan juga mengalami peningkatan. Sedangkan, pada hari Jumat itu biasanya pegawai swasta yang bekerja 5 hari barulah sudah mulai meningkat aktivitasnya dengan liburan sehabis pulang kerja.
"Sehingga hari Jumat ada peningkatan jumlah peningkatan terlebih yang rumahnya di luar Jakarta pasti pulangnya mingguan juga. Maka disitulah puncaknya," jelas Wahyono.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berlomba agar batasan akhir angkutan berat masuk ke kota sudah bebas dari kendaraan karena nanti semakin parah dimana truk sudah masuk dan jalanan belum lancar.[bay]
Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1929461/kemacetan-jakarta-semakin-parah
Menurut Wahyono, jika sebelumnya kemacetan terjadi pada jam pulang kerja namun petugas saat ini mulai mengatur lalu lintas sejak pukul 14.00 WIB. "Sebelumnya itu pukul 15.00 WIB petugas mengatur lalulintas untuk melerai kemacetan, namun ada perubahan waktu tugas satu jam," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Ia melanjutkan, hal utama penyebab kemacetan tersebut dikarenakan semakin tingginya jumlah kendaraan dan tidak sesuai dengan pertumbungan jalan. Wahyono mencontohkan, jika tahun lalu pukul 21.00 WIB kemacetan sudah dapat dilerai, namun saat ini baru pukul 22.00 WIB atau lebih baru bisa dilerai.
Selain itu, hari yang biasanya terjadi puncak kemacetan juga berubah diantaranya menjadi hari Rabu dan hari Jumat. Wahyono menjelaskan, hari Rabu dimana perputaran keuangan meningkat sehingga aktivitas orang yang menggunakan jalan juga mengalami peningkatan. Sedangkan, pada hari Jumat itu biasanya pegawai swasta yang bekerja 5 hari barulah sudah mulai meningkat aktivitasnya dengan liburan sehabis pulang kerja.
"Sehingga hari Jumat ada peningkatan jumlah peningkatan terlebih yang rumahnya di luar Jakarta pasti pulangnya mingguan juga. Maka disitulah puncaknya," jelas Wahyono.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berlomba agar batasan akhir angkutan berat masuk ke kota sudah bebas dari kendaraan karena nanti semakin parah dimana truk sudah masuk dan jalanan belum lancar.[bay]
Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1929461/kemacetan-jakarta-semakin-parah
Label:
aktivitas
,
bay
,
biasa
,
jakarta
,
jalan
,
jam
,
jumat
,
kemacetan
,
kendaraan
,
parah
,
peningkatan
,
pertumbungan
,
petugas
,
pukul
,
puncak
,
siang hari
,
wahyono
Rabu, 14 November 2012
Alternatif Pembatasan Kendaraan di Ibu Kota
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono mengungkapkan, ada beberapa rencana kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno terkait lalu lintas di wilayah Ibu Kota. Wahyono mengungkapkan, rencana kebijakan tersebut meliputi bidang sarana dan prasarana. Salah satunya adalah penetapan jalan berbayar elektronik atau Electronic Route Pricing (ERP) yang memungkinkan pemgemudi melakukan pembayaran secara elektronik.
"Untuk ERP koridor hukumnya sedang dibahas. Piranti lunaknya juga sedang disiapkan," jelas Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/11/12).
Ia juga menakankan, perlunya penataan ruang, seperti pelarangan parkir on the street pada jam-jam 3 in 1. "Parkir on the street sudah dilarang karena menghambat kelancaran lalu lintas," katanya.
Adapun, untuk pembatasan kendaraan bermotor, Wahyono mengatakan bahwa produsen tidak bisa dilarang untuk memproduksi mobil. Namun, yang bisa dilakukan adalah membatasi penggunaan kendaraan di jalan. Ia mengungkapkan, ada beberapa konsep pembatasan penggunaan kendaraan. Alternatif pertama adalah pembatasan tahun kendaraan.
"Misalnya, kendaraan yang sudah berusia 10 tahun sudah tidak boleh berproduksi," ujar Wahyono.
Kedua, pelarangan mobil untuk digunakan berdasarkan gelap-terang warna mobil atau genap-ganjil nomor pelat kendaraan. Akan tetapi, mana yang akan diterapkan, diserahkan pada keputusan Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya. Sementara, mengenai wacana tilang elektronik, Wahyono menyatakan bahwa kajian yuridis untuk kebijakan tersebut sudah selesai.
"Alat sudah datang, kita tunggu surat edaran MA bahwa tilang elektronik ini diakui secara yuridis," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa UU No. 22 tahun 2009 sudah mengizinkan ada alat bukti teknologi. Polisi juga akan menambah personel yang bertugas di jam-jam macet. Tahun lalu, kata Wahyono, penambahan personel dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Saat ini, pukul 14.00, sudah dikerahkan jumlah polisi yang lebih banyak untuk mengatur arus lalu lintas. Waktu terurainya kemacetan juga mundur, dari sebelumnya pukul 21.00 menjadi pukul 22.00 WIB.
Adapun, puncak kepadatan lalu lintas terjadi pada hari Rabu dan Jumat. Penyebabnya adalah perputaranya keuangan yang meningkat, sehingga aktivitas lalu lintas turut meningkat.
"Pada hari Jumat, pegawai swasta dan PNS sudah bekerja selama 5 hari, berimbas pada meningkatnya aktivitasnya pada Jumat sore untuk liburan maupun pulang kerja," katanya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/13/04574831/Alternatif.Pembatasan.Kendaraan.di.Ibu.Kota
"Untuk ERP koridor hukumnya sedang dibahas. Piranti lunaknya juga sedang disiapkan," jelas Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/11/12).
Ia juga menakankan, perlunya penataan ruang, seperti pelarangan parkir on the street pada jam-jam 3 in 1. "Parkir on the street sudah dilarang karena menghambat kelancaran lalu lintas," katanya.
Adapun, untuk pembatasan kendaraan bermotor, Wahyono mengatakan bahwa produsen tidak bisa dilarang untuk memproduksi mobil. Namun, yang bisa dilakukan adalah membatasi penggunaan kendaraan di jalan. Ia mengungkapkan, ada beberapa konsep pembatasan penggunaan kendaraan. Alternatif pertama adalah pembatasan tahun kendaraan.
"Misalnya, kendaraan yang sudah berusia 10 tahun sudah tidak boleh berproduksi," ujar Wahyono.
Kedua, pelarangan mobil untuk digunakan berdasarkan gelap-terang warna mobil atau genap-ganjil nomor pelat kendaraan. Akan tetapi, mana yang akan diterapkan, diserahkan pada keputusan Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya. Sementara, mengenai wacana tilang elektronik, Wahyono menyatakan bahwa kajian yuridis untuk kebijakan tersebut sudah selesai.
"Alat sudah datang, kita tunggu surat edaran MA bahwa tilang elektronik ini diakui secara yuridis," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa UU No. 22 tahun 2009 sudah mengizinkan ada alat bukti teknologi. Polisi juga akan menambah personel yang bertugas di jam-jam macet. Tahun lalu, kata Wahyono, penambahan personel dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Saat ini, pukul 14.00, sudah dikerahkan jumlah polisi yang lebih banyak untuk mengatur arus lalu lintas. Waktu terurainya kemacetan juga mundur, dari sebelumnya pukul 21.00 menjadi pukul 22.00 WIB.
Adapun, puncak kepadatan lalu lintas terjadi pada hari Rabu dan Jumat. Penyebabnya adalah perputaranya keuangan yang meningkat, sehingga aktivitas lalu lintas turut meningkat.
"Pada hari Jumat, pegawai swasta dan PNS sudah bekerja selama 5 hari, berimbas pada meningkatnya aktivitasnya pada Jumat sore untuk liburan maupun pulang kerja," katanya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/13/04574831/Alternatif.Pembatasan.Kendaraan.di.Ibu.Kota
Label:
elektronik
,
erp
,
jam-jam
,
jaya
,
jumat
,
kebijakan
,
kendaraan
,
lalu lintas
,
metro
,
mobil
,
on
,
pelarangan
,
pembatasan
,
pukul
,
street
,
tilang
,
wahyono
,
yuridis
Selasa, 13 November 2012
Macet di Jakarta Bertambah 2 Jam
JAKARTA - Kemacetan lalu lintas di Jakarta terasa semakin parah. Kepolisian mengakui jika waktu kemacetan di Ibu Kota pada 2012 ini bertambah dua jam dibandingkan tahun lalu.
“Setahun lalu jam 15.00 WIB baru kita tambah kekuatan, sekarang jam 14.00 WIB,” kata Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Artinya kemacetan terjadi satu jam lebih cepat. Tahun lalu, kemacetan sudah bisa terurai sekira pukul 21.00 WIB. Kini baru sekira 22.00 WIB. Target harus bisa mengurai kemacetan sekira pukul 21.00 WIB karena petugas berkejaran dengan waktu operasional angkutan berat sekira pukul 22.00 WIB.
“Karena kalau jam segitu belum terurai bentrok dengan waktu operasional truk macetnya akan makin parah,” ungkapnya.
Macet akan makin parah pada setiap Rabu dan Jumat. Analisa kepolisian, karena Rabu perputaran keuangan menigkat dibandingkan hari lainnya. Sehingga aktifitas di jalan juga meningkat.
Pada Jumat, riuh arus lalu lintas di Jakarta juga semakin menjadi. Beberapa warga memilih hari Jumat untuk pergi liburan ke luar kota atau pulang ke kampung halaman. “Yang rumahnya di daerah kerjanya di Jakarta, Jumat sore banyak yang pulang,” pungkasnya.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/11/12/500/717224/macet-di-jakarta-bertambah-2-jam
“Setahun lalu jam 15.00 WIB baru kita tambah kekuatan, sekarang jam 14.00 WIB,” kata Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Artinya kemacetan terjadi satu jam lebih cepat. Tahun lalu, kemacetan sudah bisa terurai sekira pukul 21.00 WIB. Kini baru sekira 22.00 WIB. Target harus bisa mengurai kemacetan sekira pukul 21.00 WIB karena petugas berkejaran dengan waktu operasional angkutan berat sekira pukul 22.00 WIB.
“Karena kalau jam segitu belum terurai bentrok dengan waktu operasional truk macetnya akan makin parah,” ungkapnya.
Macet akan makin parah pada setiap Rabu dan Jumat. Analisa kepolisian, karena Rabu perputaran keuangan menigkat dibandingkan hari lainnya. Sehingga aktifitas di jalan juga meningkat.
Pada Jumat, riuh arus lalu lintas di Jakarta juga semakin menjadi. Beberapa warga memilih hari Jumat untuk pergi liburan ke luar kota atau pulang ke kampung halaman. “Yang rumahnya di daerah kerjanya di Jakarta, Jumat sore banyak yang pulang,” pungkasnya.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/11/12/500/717224/macet-di-jakarta-bertambah-2-jam
Label:
jakarta
,
jam
,
jaya
,
jumat
,
kemacetan
,
kepolisian
,
macet
,
metro
,
operasional
,
parah
,
pukul
,
sekira
,
terurai
,
wadirlantas
Langganan:
Postingan
(
Atom
)