Tampilkan postingan dengan label bkt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bkt. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Agustus 2014

Jakarta Kembali (Macet) Normal Senin Pagi Ini

JAKARTA (Pos Kota) – Arus lalulintas pada sejumlah jalan protokol di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya, Senin (4/8/2014) pagi kembali (macet) normal. Jalanan sudah mulai dipadati kendaraan bermotor, baik roda dua, mobil pribadi, angkutan barang (truk) dan sebagainya.

Dalam pantauan poskotanews.com. arus lalulintas di kawasan Bekasi, Jl Kalimalang (KH Noer Ali), kawasan BKT Duren Sawit, Jalan Raya Bekasi, Jalan Jatinegara Barat, Jalan Matraman Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Gunung Sahari, kawasan Pasar Baru, Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, mulai padat dan merayap.

“Jakarta kembali normal dalam kondisi macet di mana-mana,” ucap satu pengendara di Jl Matraman Raya.

Sebagai mana dimaklumi, hari ini (Senin/4/8/2014), merupakan hari pertama masuk kerja di kalangan pegawai negeri dan swasta, setelah libur bersama pasca Lebaran. Hal ini dibuktikan arus balik dari berbagai arah menuju Jakarta dan sekitarnya, Minggu (3/4) merupakan puncak arus balik.

“Hari ini hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran,” ujar satu pegawai swasta di kawasan pertokoan Glodok, Jakarta Barat.

Sumber : http://poskotanews.com/2014/08/04/jakarta-kembali-macet-normal-senin-pagi-ini/

Selasa, 29 April 2014

Sampah berbelatung 2 minggu tak diangkut, pejabat Jaktim saling lempar

LENSAINDONESIA.COM: Sampah menumpuk tidak diangkut dua minggu hingga penuh belatung dan menebar bau busuk dikeluhkan warga Ujung Menteng, Cakung, jakarta Timur ditanggapi serius Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Timur Andriansyah. Ia mengaku sangat kecewa dengan penanganan sampah di Jakarta Timur selama ini.

Menurutnya, semua itu dikarenakan tidak adanya koordinasi yang baik antar SKPD dalam menangani sampah secara bersama-sama.

Baca juga: Warga Cakung marah sampah 2 minggu penuh belatung tidak diangkut dan Warga Jaktim Curhat pembiaran kali Pal Meriam pemicu banjir

“Saat ini banyak miss, sehingga penanganan sampah saling lempar. Jadinya, sampah tak tertangani,” kata Adriansyah.

Adriansyah menyontohkan, penangan sampah di sisi Banjir Kanal Timur (BKT) lantaran tidak ada koordinasi yang baik, sehingga sampah selalu menjadi pemandangan kurang sedap.

“Seharusnya UPT KBT yang ngantor di BKT. Sehingga, penanganan sampah dapat tertangani dengan baik dan juga saling koordinasi dengan baik antar SKPD,” ujarnya serius. @winarko

Sementara itu, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata Sylviana Murni mengatakan, sangat menyayangkan kurangnya kepedulian Pemkot maupun SKPD dalam menangani sampah di area Kanal Banjir Timur (KBT). Hal itu terlihat dari maraknya sampah yang tak kunjung tertanggani.

“Kayaknya Kepala UPT tidak memahami akan tupoksinya. Padahal mereka itu harusnya bersinergi dan membuat networking. Jika seperti itu adanya berarti hubungan mereka kurang bersinergi,”kata Sylviana. @winarko

Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2014/04/28/sampah-berbelatung-2-minggu-tak-diangkut-pejabat-jaktim-saling-lempar.html

Selasa, 24 Desember 2013

90% Kondisi Tanggul di DKI Terancam Jebol

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta menegaskan hampir 90% tanggul penahan banjir di ibukota dalam kondisi darurat. Seperti tanggul di kawasan Latuharhary hampir jebol karena tidak kuat menahan debit air. "Semua tanggul memang bahaya, makanya kita ingin alihkan. Sebenarnya tanggul yang paling siap itu Banjir Kanal Timur (BKT), inspeksi semuanya bagus," ujar Basuki T Purnama (Ahok) di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (23/12).

Karena tanggul yang tidak aman, Basuki menuturkan, beban air dialihkan ke BKT melaui sodetan dan gorong-gorong. Saat ini Banjir Kanal Barat (BKB) kelebihan volume air dari sejumlah sungai yang ada di ibukota. Antisipasi banjir, saat ini baru bisa memanfaatkan dan pengaturan debit air pintu air Manggarai. Menurut Basuki, debit air dialirkan ke Waduk Pluit, Jakarta Utara, tanpa 'menenggelamkan' kawasan ring 1, Medan Merdeka Utara (Istana Negara).

"Makanya kalau air sudah terlalu tinggi, buka pintu air manggarai. Kalau Waduk Pluit kerja dengan baik, enggak tenggelam Istana dan Balaikota, Pak Harto (Soeharto) bikin Waduk Pluit tuh untuk itu," lanjut Ahok. Untuk diketahui, tanggul di Jalan Latuharhary, Jakarta Selatan, terancam jebol. Tanggul itu pada Januari lalu sempat roboh diterjang tingginya debit air yang menenggelamkan sebagian wilayah DKI. Kekhawatiran melihat kondisi tersebut semakin kuat karena debit air saat ini juga terus naik. Pada pukul 08.00 WIB, Senin (23/12), debit air setinggi 680 sentimeter. Pukul 11.00 WIB, naik hingga 710 cm.

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/44360-90-tanggul-di-dki-terancam-jebol.html

Selasa, 04 Desember 2012

80% Sampah di Kanal Banjir Timur Dari Sampah Rumah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, Kanal Banjir Timur (KBT) dibangun oleh pemerintah salah satunya untuk mengurangi debit banjir di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

"Masyarakat harus lebih disiplin dan menyayangi kali atau sungai yang ada didaerahnya untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di kali dan sungai,"ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Minggu (2/12/2012).

Lebih lanjut Menteri PU mengatakan, untuk pemeliharaan banjir Kanal Timur, akan di buat suatu badan yang akan bertanggung jawab untuk pemeliharaan BKT ini. Djoko juga mengatakan, kawasan BKT saat ini bisa menjadi Icon untuk wilayah Jakarta Timur dan saat ini juga sudah dibuatkan untuk jalur bersepeda pada sisi kanan BKT serta taman kota yang dapat memperindah pemandangan dan menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman.

Sekitar 778 pohon ditanam di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, Minggu (2/12/2012) pagi tadi. Pohon-pohon ini ditanam oleh sekitar 1.000 orang di lokasi sepanjang 1,4 km tepat di tepi sungai.

Acara tanam pohon ini digelar oleh komunitas 'Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara' (GPTP) yang beranggotakan antara lain Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu II, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan sejumlah organisasi perempuan lainnya.

Acara ini bertempat di kawasan Kanal Banjir Timur yang berada di Desa Malaksari, Duren Sawit, Jakarta Timur. Penanaman Pohon yang dilakukan Ibu Negara ini juga dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dirjen Sumber Daya Air PU, Dirjen Tata ruang serta pejabat terkait dilingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Sumber : http://m.tribunnews.com/2012/12/03/80-sampah-di-kanal-banjir-timur-dari-sampah-rumah