JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mewujudkan ancaman untuk menindak tegas para pembuang sampah sembarangan. Sepanjang Desember ini saja, 19 warga Jakarta Selatan diseret ke pengadilan untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan karena kedapatan membuang sampah sembarangan. Tindakan itu diambil untuk memberi efek jera.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wilayah Jakarta Selatan Sulistiarto mengatakan, sidang itu juga digelar untuk mendidik warga agar selalu menjaga lingkungan. ”Memasuki musim hujan, kami ingin warga makin peduli lingkungan. Selama ini banjir terjadi, antara lain, karena banyak warga membuang sampah ke dalam sungai,” kata Sulistiarto, Senin (8/12).
Sebanyak enam warga mengikuti sidang pada Jumat pekan lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mereka terbukti membuang sampah sembarangan, antara lain di bantaran Sungai Ciliwung.
Berdasarkan data Satpol PP Jakarta Selatan, selama periode Desember 2013-Desember 2014, sebanyak 105 pembuang sampah sembarangan sudah diperkarakan di pengadilan. Mereka melanggar Pasal 21 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
Dalam pasal itu dijelaskan, setiap orang atau kelompok dilarang membuang dan menumpuk sampah di jalan, jalur hijau, taman, sungai, dan tempat-tempat lain yang dapat merusak keindahan dan kebersihan lingkungan. Warga yang terbukti membuang sampah sembarangan mendapat ancaman penjara paling singkat 10 hari dan paling lama 60 hari atau denda paling sedikit Rp 100.000 dan paling banyak Rp 20 juta.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah, akhir November, menegaskan, pengawasan di lapangan akan diperketat. Akan ada petugas yang ”mengintip” perilaku warga yang buang sampah sembarangan, memotret tindakan mereka sebagai bukti, dan membawa si pelaku ke pengadilan.
”Kalau memang baru sekali ketahuan buang sampah di kali, kami ajukan denda ringan. Namun, kalau sudah berkali-kali, bisa saja kami persulit administrasi kependudukannya. Atau sekalian cabut KTP-nya,” kata Saefullah (Kompas, 25/11).
Sulistiarto menambahkan, pihaknya melaksanakan operasi tangkap tangan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. Sejumlah petugas ditempatkan di titik-titik rawan sampah untuk memotret warga yang membuang sampah sembarangan. Foto dijadikan bukti di pengadilan.
Belum jera
Meski operasi tangkap tangan sudah dilakukan, banyak warga tetap membuang sampah di bantaran sungai. Di Kali Krukut, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, misalnya, sampah terlihat menumpuk di badan jalan dan di dalam sungai. Padahal, di wilayah itu ada bak sampah besar sekitar 50 meter dari sungai.
Iis (29), warga Petogogan, mengatakan, sekitar pukul 05.30, kerap melihat warga membuang sampah di sungai. Menurut Iis, warga itu mengendarai motor dan membawa sampah dalam kantong-kantong plastik besar.
”Mereka ngumpet di balik pohon agar tak kelihatan orang. Saya sudah sering mengingatkan agar tidak membuang sampah di sungai. Akan tetapi, mereka malah marah kepada saya,” kata Iis.
Sampah yang menumpuk di Kali Krukut menyebabkan sungai mengalami pendangkalan. Memasuki musim hujan, aliran air di Kali Krukut kerap meluap.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/12/09/14301541/Pembuang.Sampah.Diseret.ke.Pengadilan
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label krukut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label krukut. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Desember 2014
Pembuang Sampah Diseret ke Pengadilan
Label:
bantaran
,
denda
,
iis
,
jakarta
,
kali
,
krukut
,
lingkungan
,
musim hujan
,
pembuang
,
pengadilan
,
petogogan
,
saeful
,
sampah
,
satpol
,
selatan
,
sulistiarto
,
sungai
,
tangkap
,
warga
Senin, 09 September 2013
Jokowi: Semua Sungai Isinya Sampah, Harus Dihentikan!
Liputan6.com, Jakarta : Dalam pidato peresmian Gerakan Jakarta Bersih 2013, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengutarakan hasil pantauannya soal penumpukan sampah di DKI Jakarta.
Dia bilang, hingga saat ini, setidaknya ada 6.000 ton sampah yang menumpuk di Jakarta. Ada yang dibersihkan dengan truk sebanyak 1.200 ton. Dan 2.000 ton itu dibuang ke kali, selokan dan sungai.
"Saya sudah muter ke Kali Ciliwung, Krukut, Pesanggrahan, Cipinang. Saya sudah lihat ke kali, semuanya sampah. Ini harus dihentikan," tegas Jokowi di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2013).
Makanya, jelas Jokowi, semua masyarakat harus membangun Jakarta bersih di Semua tempat, terutama pinggiran sungai. Semua itu harus dibersihkan. Warga harus mengerti budaya bersih.
"Oleh sebab itu pagi hari ini, saya ajak membangun jakarta yang bersih. Semua tempat terutama di pinggir sungai, semua harus ngerti. Saya yakin kita kerja sama Jakarta akan bersih dalam tempo singkat. Tanpa dukungan bapak ibu saya pesimis jakarta bisa bersih," ujar dia.
Pantauan Liputan6.com, lokasi kejadian dikerumuni masyarakat yang rata-rata menggunakan baju berwarna oranye bertuliskan Gerakan Jakarta bersih. Suasana semakin heboh setelah Jokowi berduet dengan Slank menyanyikan lagu 'Ku Tak Bisa'. Grup band legendaris ini diangkat oleh Jokowi sebagai Duta Kebersihan Jakarta.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/686584/jokowi-semua-sungai-isinya-sampah-harus-dihentikan
Dia bilang, hingga saat ini, setidaknya ada 6.000 ton sampah yang menumpuk di Jakarta. Ada yang dibersihkan dengan truk sebanyak 1.200 ton. Dan 2.000 ton itu dibuang ke kali, selokan dan sungai.
"Saya sudah muter ke Kali Ciliwung, Krukut, Pesanggrahan, Cipinang. Saya sudah lihat ke kali, semuanya sampah. Ini harus dihentikan," tegas Jokowi di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2013).
Makanya, jelas Jokowi, semua masyarakat harus membangun Jakarta bersih di Semua tempat, terutama pinggiran sungai. Semua itu harus dibersihkan. Warga harus mengerti budaya bersih.
"Oleh sebab itu pagi hari ini, saya ajak membangun jakarta yang bersih. Semua tempat terutama di pinggir sungai, semua harus ngerti. Saya yakin kita kerja sama Jakarta akan bersih dalam tempo singkat. Tanpa dukungan bapak ibu saya pesimis jakarta bisa bersih," ujar dia.
Pantauan Liputan6.com, lokasi kejadian dikerumuni masyarakat yang rata-rata menggunakan baju berwarna oranye bertuliskan Gerakan Jakarta bersih. Suasana semakin heboh setelah Jokowi berduet dengan Slank menyanyikan lagu 'Ku Tak Bisa'. Grup band legendaris ini diangkat oleh Jokowi sebagai Duta Kebersihan Jakarta.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/686584/jokowi-semua-sungai-isinya-sampah-harus-dihentikan
Label:
berduet
,
dibersihkan
,
dki
,
gera
,
jakarta
,
jokowi
,
kali
,
kerja sama
,
krukut
,
liputan
,
muter
,
ngerti
,
pantauan
,
pesanggrahan
,
rata-rata
,
sampah
,
slank
,
sungai
,
ton
Senin, 12 Agustus 2013
BPBD DKI: Banjir dan Kebakaran Warnai Lebaran di Jakarta
Liputan6.com, Jakarta : Di tengah kegembiraan merayakan Idul Fitri 1434 Hijriah, warga Ibukota dilanda musibah banjir dan kebakaran di sejumlah wilayah di Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana DKI Data DKI Jakarta merangkum bencana yang terjadi pada masa liburan panjang dan cuti bersama Lebaran mulai 3-10 Agustus 2013.
Demikian pernyataan tertulis Kepala Seksi Informatika, BPBD DKI, Bambang Surya Putra yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Minggu (11/8/2013).
Bambang menuturkan banjir di Jakarta dimulai dari tingginya curah hujan pada 3 - 4 Agustus 2013 di Selatan Jakarta yaitu pada kawasan tangkapan air (catchment area) pada hulu sungai Ciliwung sehingga mengakibatkan banjir 1 meter lebih. Banjir itu meliputi Kampung Melayu (47 RT), Bidara Cina (20 RT), Cililitan (2 RT), Cawang (28 RT) dan Bukit Duri (2 RT).
"Namun, warga masih dapat bertahan di rumahnya masing-masing dan tidak dilaporkan terdapat pengungsi," imbuh Bambang.
Pada 7 Agustus 2013, Bambang menambahkan, Posko Dinas PU melaporkan terjadi peningkatan tinggi muka air pada beberapa pintu air akibat tingginya curah hujan yaitu Pesanggrahan mencapai 300 cm (siaga 2) dan Depok (siaga 3). Lalu, diikut juga oleh Kali Krukut (siaga 3) dan Angke (siaga 3). Kondisi tersebut menimbulkan genangan banjir yang cukup tinggi yaitu:
1. Kp. Melayu ketinggian banjir 30–300 cm, 53 RT tergenang, 7.728 warga terdampak, 136 orang terpaksa mengungsi di Masjid Attawabin
2. Bidara Cina banjir setinggi 50–150 cm, 20 RT tergenang, 2.182 warga terdampak, pengungsi tidak ada.
3. Pondok Pinang banjir setinggi 20–250 cm , 2 RT tergenang, 597 warga terdampak, 100 orang mengungsi.
4, Pondok Labu banjir sekitar 30–100 cm, 1 RT tergenang, 230 warga terdampak, dan tidak ada pengungsi.
5. Ulujami banjir setinggi 50–200 cm, 5 RT tergenang, 2.931 warga terdampak, 400 orang mengungsu di Sasana Krida
6. Bintaro banjir sekitar 50–100 cm, 20 RT tergenang, 2.873 warga terdampak dam 200 orang mengungsi di Posko RW12 & Masjid Al Mariyah
Banjir tersebut yang terjadi mulai 7 Agustus itu berangsur surut seluruhnya 10 Agustus 2013 lalu. 1 Korban M Nafisumur (38) meninggal dunia dan ditemukan di Kali Krukut.
"Keluarga korban telah diberikan santunan dari Dinas Sosial DKI Jakarta. Jadi total warga yang terdampak banjir 16.541 orang dengan jumlah pengungsi sebanyak 836 jiwa," kata Bambang.
Kebakaran
Bambang menambahkan Kebakaran juga kerap terjadi mulai 3-11 Agustus 2013 dan telah terjadi 28 kali kebakaran. Menimbulkan 4 orang korban jiwa antara lain 3 orang meninggal pada kebakaran di Jalan Tanah Koja, Jakut, pada 8 Agustus 2013 yaitu Dina Yulianti (12), MohFadli (10), dan Doni (4).
"Sedangkan 1 orang, yakni Bapak Abuna meninggal akibat serangan jantung saat kebakaran di Jalan Sinar Budi Jembatan 2m Jakarta Utara.
Adapun korban luka ringan akibat terbakar sebanyak 4 orang," jelas Bambang.
Ia menambahkan kebakaran tersebut mengakibatkan 152 bangunan terbakar , 121 KK atau sebanyak 509 jiwa kehilangan tempat tinggal. Bantuan yang hingga saat ini masih dibutuhkan adalah pakaian seragam sekolah dan buku-buku pelajaran. Hal tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.
Namun, jika ada warga masyarakat yang bersimpati dapat menyampaikan bantuan langsung kepada korban," imbuh Bambang.
Dari data kebakaran yang ada, Bambang menjelaskan sebanyak 92,86% kebakaran disebabkan korsleting listrik, 3.57% diakibatkan api rokok, dan 3.57% diakibatkan oleh tabung gas yang meledak.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/662749/bpbd-dki-banjir-dan-kebakaran-warnai-lebaran-di-jakarta
Demikian pernyataan tertulis Kepala Seksi Informatika, BPBD DKI, Bambang Surya Putra yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Minggu (11/8/2013).
Bambang menuturkan banjir di Jakarta dimulai dari tingginya curah hujan pada 3 - 4 Agustus 2013 di Selatan Jakarta yaitu pada kawasan tangkapan air (catchment area) pada hulu sungai Ciliwung sehingga mengakibatkan banjir 1 meter lebih. Banjir itu meliputi Kampung Melayu (47 RT), Bidara Cina (20 RT), Cililitan (2 RT), Cawang (28 RT) dan Bukit Duri (2 RT).
"Namun, warga masih dapat bertahan di rumahnya masing-masing dan tidak dilaporkan terdapat pengungsi," imbuh Bambang.
Pada 7 Agustus 2013, Bambang menambahkan, Posko Dinas PU melaporkan terjadi peningkatan tinggi muka air pada beberapa pintu air akibat tingginya curah hujan yaitu Pesanggrahan mencapai 300 cm (siaga 2) dan Depok (siaga 3). Lalu, diikut juga oleh Kali Krukut (siaga 3) dan Angke (siaga 3). Kondisi tersebut menimbulkan genangan banjir yang cukup tinggi yaitu:
1. Kp. Melayu ketinggian banjir 30–300 cm, 53 RT tergenang, 7.728 warga terdampak, 136 orang terpaksa mengungsi di Masjid Attawabin
2. Bidara Cina banjir setinggi 50–150 cm, 20 RT tergenang, 2.182 warga terdampak, pengungsi tidak ada.
3. Pondok Pinang banjir setinggi 20–250 cm , 2 RT tergenang, 597 warga terdampak, 100 orang mengungsi.
4, Pondok Labu banjir sekitar 30–100 cm, 1 RT tergenang, 230 warga terdampak, dan tidak ada pengungsi.
5. Ulujami banjir setinggi 50–200 cm, 5 RT tergenang, 2.931 warga terdampak, 400 orang mengungsu di Sasana Krida
6. Bintaro banjir sekitar 50–100 cm, 20 RT tergenang, 2.873 warga terdampak dam 200 orang mengungsi di Posko RW12 & Masjid Al Mariyah
Banjir tersebut yang terjadi mulai 7 Agustus itu berangsur surut seluruhnya 10 Agustus 2013 lalu. 1 Korban M Nafisumur (38) meninggal dunia dan ditemukan di Kali Krukut.
"Keluarga korban telah diberikan santunan dari Dinas Sosial DKI Jakarta. Jadi total warga yang terdampak banjir 16.541 orang dengan jumlah pengungsi sebanyak 836 jiwa," kata Bambang.
Kebakaran
Bambang menambahkan Kebakaran juga kerap terjadi mulai 3-11 Agustus 2013 dan telah terjadi 28 kali kebakaran. Menimbulkan 4 orang korban jiwa antara lain 3 orang meninggal pada kebakaran di Jalan Tanah Koja, Jakut, pada 8 Agustus 2013 yaitu Dina Yulianti (12), MohFadli (10), dan Doni (4).
"Sedangkan 1 orang, yakni Bapak Abuna meninggal akibat serangan jantung saat kebakaran di Jalan Sinar Budi Jembatan 2m Jakarta Utara.
Adapun korban luka ringan akibat terbakar sebanyak 4 orang," jelas Bambang.
Ia menambahkan kebakaran tersebut mengakibatkan 152 bangunan terbakar , 121 KK atau sebanyak 509 jiwa kehilangan tempat tinggal. Bantuan yang hingga saat ini masih dibutuhkan adalah pakaian seragam sekolah dan buku-buku pelajaran. Hal tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.
Namun, jika ada warga masyarakat yang bersimpati dapat menyampaikan bantuan langsung kepada korban," imbuh Bambang.
Dari data kebakaran yang ada, Bambang menjelaskan sebanyak 92,86% kebakaran disebabkan korsleting listrik, 3.57% diakibatkan api rokok, dan 3.57% diakibatkan oleh tabung gas yang meledak.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/662749/bpbd-dki-banjir-dan-kebakaran-warnai-lebaran-di-jakarta
Langganan:
Postingan
(
Atom
)