Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, jagat media sosial dihebohkan kejadian 'pertarungan' antar tukang ojek. Pengendara go-jek diberhentikan tukang ojek pangkalan saat mengambil penumpang di 'wilayah kekuasaan' mereka.
Kejadian ini memberi gambaran nyata kerasnya persaingan di bisnis sektor transportasi. Angkutan kota (angkot), bus Transjakarta, metromini, taksi, hingga tukang ojek berlomba-lomba menguasai pasar penumpang. Pelbagai cara dilakukan demi menambah daftar pelanggan.
Dibutuhkan strategi bisnis jitu sebagai kunci utama memenangkan persaingan. Sistem baru dan modern mengandalkan teknologi yang diusung Go-Jek atau Grab-Bike, bertarung dengan sistem atau metode tradisional.
Tak perlu menelepon atau menunggu di pinggir jalan. Hanya dengan sentuhan jari di layar ponsel, pengendara berjaket hijau siap menjemput di depan pagar rumah atau kantor. Aplikasi di telepon pintar atau smartphone, terbukti mampu memanjakan konsumen mengakses transportasi yang siap membelah kemacetan Jakarta.
Dengan menyandang nama Go-Jek atau Grab Bike, tukang ojek naik kelas. Mereka merasa bisnis di bidang jasa, termasuk yang dijalaninya, semakin dibutuhkan warga Jakarta yang sudah jenuh dan habis kesabarannya menghadapi kronisnya kemacetan.
"Untuk dalam kota memang kami bisa menjadi andalan. Selain bisa cepat dan bisa tembus kemacetan. Jakarta ini kan identik dengan macet, makanya kami hadir untuk memudahkan penumpang," ujar pengendara Gojek, Saiful (45) kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (17/6).
Dari penuturannya, kelebihan dari sistem ojek baru ini bisa terlihat dari tarif yang terbuka pada penumpang. Tarifnya Rp 24.000 per enam kilometer. Setelah itu, penumpang akan diberikan tarif Rp 4.000 per kilometer. Tidak heran jika kehadiran mereka belakangan ini mendapat 'perlawanan' dari tukang ojek pangkalan. Sebab, tarif yang ditawarkan cenderung lebih murah. Ojek konvensional biasanya menetapkan tarif tinggi untuk jarak yang hanya 3 kilometer. Tarifnya bisa mencapai Rp 30.000-40.000.
Hasil yang dikantongi pengendara Go-Jek pun terbilang cukup tinggi. Rata-rata dalam sehari mereka bisa mengantongi Rp 300.000-400.000. Jika rajin, hasilnya bisa lebih dari itu. Wajar saja jika pendapatan mereka cukup besar mengingat selain antar penumpang, jasa pengendara Go-Jek kini banyak dimanfaatkan untuk mengantar barang.
"Pendapatan segitu biasanya kalau lagi ramai penumpang. Kalau tidak ada apa-apa dapatnya Rp 100.000. Kita tidak punya jam kerja, kalau mau dapet banyak ya bisa operasi terus. Apabila sudah cukup uangnya boleh selesai," kata dia.
Tidak dipungkiri, Go-Jek atau Grab Bike cukup berhasil mencuri sebagian pasar yang selama digarap ojek pangkalan atau angkutan umum perkotaan. Salah satu pengendara ojek pangkalan, Agus (32) mengakui pasar penumpangnya diambil pengendara Go-Jek atau Grab Bike. Mereka seolah tergusur, area pergerakan ojek pangkalan pun akhirnya semakin sempit.
"Penumpang kami kecil hanya sebatas perumahan. Go-Jek kan sudah banyak wilayah yang bisa dijangkau,' kata Agus.
Tidak hanya ojek konvensional yang mulai kehilangan pasar. Pengendara taksi, Tedy Gunawan (42) juga mengakui hal sama. Berkurangnya konsumen mereka berimbas ke pendapatan. Dari penuturan Tedy, pendapatannya kini berkurang hampir 20 persen.
"Memang kami agak berkurang pendapatan sejak ada gojek. Namun, tidak terlalu signifikan. Biasanya kami bisa dapat Rp 600.000-700.000 per hari sekarang jadi Rp 500.000 per hari," kata dia ditemui terpisah.
Meski persaingan di pasar transportasi publik semakin keras, Tedy tidak memandang Go-Jek atau Grab Bike sebagai ancaman dan lawan. Salah satunya karena target pasar taksi berbeda dengan mereka.
Go-Jek dan Grab Bike diakui memiliki keunggulan tersendiri dan sangat dibutuhkan konsumen dengan tingkat mobilitas tinggi di dalam kota. Namun taksi memiliki keunggulan dan diyakini tetap jadi pilihan konsumen untuk perjalanan jarak jauh.
"Kami memiliki armada lebih banyak. Itu jadi keunggulan kami. Kami sebenarnya tidak mau disaingi Go-Jek. Karena kami beda dengan mereka. Mereka kan lebih mengambil pasar ojek biasa. Kalau kami kan ambilnya pasar bus umum dan angkutan umum biasa. Kami jauh lebih unggul," ucapnya.
Sumber : http://www.merdeka.com/uang/go-jek-dan-perebutan-pasar-jasa-transportasi-ibu-kota.html
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label taksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taksi. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Juni 2015
Go-Jek dan perebutan pasar jasa transportasi ibu kota
Label:
bike
,
go-jek
,
grab
,
kemacetan
,
keunggulan
,
konsumen
,
ojek
,
pangkalan
,
pasar
,
pendapatan
,
pengendara
,
penumpang
,
persaingan
,
rp
,
taksi
,
tarif
,
tedy
,
transportasi
,
tukang
Senin, 02 Februari 2015
Taksi Uber Beredar Lagi, Bagaimana Legalitasnya?
TEMPO.CO, Jakarta - Kehadiran aplikasi Uber di Jakarta sempat menimbulkan kontroversi. Sebab, layanan ini tidak punya izin dari Pemerintah DKI Jakarta.
Menjawab kontroversi itu, Regional General Manager Southeast Asia Uber, Michael Brown, mengatakan layanan yang diberikan perusahaannya resmi karena saat ini telah menggandeng perusahaan rental resmi. "Perusahaan yang bekerja sama dengan kami resmi. Mereka punya SIUP dan izin lainnya," kata Brown, Kamis, 29 Januari 2015. (Baca: Taksi UberX Didemo, Washington Lumpuh Dua Jam)
Brown mengatakan, Uber sebagai perusahaan teknologi hanya menyediakan aplikasi yang bisa menghubungkan antara sopir mobil rental dan calon penumpang. "Sebenarnya ini sama saja dengan seseorang merental mobil," ujarnya. (Baca: Soal Uber, Dishub DKI Belum Hitung Potensi Pajak)
Perbedaannya, kata dia, calon penumpang yang ingin merental dengan cara biasa harus menghubungi via telepon perusahaan rental bersangkutan untuk menyewa mobil. Biasanya mobil akan diantar ke tempat yang dituju. (Baca: Di Amerika, Taksi Uber Hadapi Tantangan Ini)
Sedangkan melalui Uber, penyewaan dilakukan melalui aplikasi. Calon penumpang yang sudah teregistrasi meminta mobil yang bisa menjemputnya di tempat tertentu untuk mengantarnya ke tempat lain. Mobil terdekat milik perusahaan rental kemudian mendatangi si penumpang sesuai permintaan di aplikasi Uber. (Baca: Alasan Uber Pilih Juru Kampanye Obama Jadi Bos)
Penumpang bisa merasakan pengalaman seperti naik taksi karena tak perlu menyetir sendiri. Penumpang juga tak perlu melakukan pembayaran tunai karena tarif akan langsung dipotong dari kartu kredit penumpang yang sudah terdaftar. (Baca: Sandiaga Uno Puas Gunakan Taksi Uber)
Selain itu, Brown mengatakan, layanan ini dipastikan lebih aman. Sebab, semua sopir dan mobil yang melayani penumpang melalui Uber tercatat. "Nama, foto, SIM sopir sampai nomor ponsel-nya," kata Brown. (Baca: Cerita Andrew Darwis Soal Kenyamanan Taksi Uber)
Kemanapun mobil pergi juga akan diketahui keberadaannya. Karenanya, jika terjadi sesuatu, semua bisa diketahui dan ditindaklanjuti. "Kalau penumpang tak puas pun bisa menyampaikan testimoninya." (Baca: Taksi Uber Disukai karena Nyaman dan Eksklusif)
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/01/30/083638794/Taksi-Uber-Beredar-Lagi-Bagaimana-Legalitasnya
Menjawab kontroversi itu, Regional General Manager Southeast Asia Uber, Michael Brown, mengatakan layanan yang diberikan perusahaannya resmi karena saat ini telah menggandeng perusahaan rental resmi. "Perusahaan yang bekerja sama dengan kami resmi. Mereka punya SIUP dan izin lainnya," kata Brown, Kamis, 29 Januari 2015. (Baca: Taksi UberX Didemo, Washington Lumpuh Dua Jam)
Brown mengatakan, Uber sebagai perusahaan teknologi hanya menyediakan aplikasi yang bisa menghubungkan antara sopir mobil rental dan calon penumpang. "Sebenarnya ini sama saja dengan seseorang merental mobil," ujarnya. (Baca: Soal Uber, Dishub DKI Belum Hitung Potensi Pajak)
Perbedaannya, kata dia, calon penumpang yang ingin merental dengan cara biasa harus menghubungi via telepon perusahaan rental bersangkutan untuk menyewa mobil. Biasanya mobil akan diantar ke tempat yang dituju. (Baca: Di Amerika, Taksi Uber Hadapi Tantangan Ini)
Sedangkan melalui Uber, penyewaan dilakukan melalui aplikasi. Calon penumpang yang sudah teregistrasi meminta mobil yang bisa menjemputnya di tempat tertentu untuk mengantarnya ke tempat lain. Mobil terdekat milik perusahaan rental kemudian mendatangi si penumpang sesuai permintaan di aplikasi Uber. (Baca: Alasan Uber Pilih Juru Kampanye Obama Jadi Bos)
Penumpang bisa merasakan pengalaman seperti naik taksi karena tak perlu menyetir sendiri. Penumpang juga tak perlu melakukan pembayaran tunai karena tarif akan langsung dipotong dari kartu kredit penumpang yang sudah terdaftar. (Baca: Sandiaga Uno Puas Gunakan Taksi Uber)
Selain itu, Brown mengatakan, layanan ini dipastikan lebih aman. Sebab, semua sopir dan mobil yang melayani penumpang melalui Uber tercatat. "Nama, foto, SIM sopir sampai nomor ponsel-nya," kata Brown. (Baca: Cerita Andrew Darwis Soal Kenyamanan Taksi Uber)
Kemanapun mobil pergi juga akan diketahui keberadaannya. Karenanya, jika terjadi sesuatu, semua bisa diketahui dan ditindaklanjuti. "Kalau penumpang tak puas pun bisa menyampaikan testimoninya." (Baca: Taksi Uber Disukai karena Nyaman dan Eksklusif)
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/01/30/083638794/Taksi-Uber-Beredar-Lagi-Bagaimana-Legalitasnya
Kamis, 11 September 2014
Bayar Rp 28 Juta/Jam, Taksi Ini Tawarkan Bebas Macet di Jakarta
MedanBisnis - Jakarta .Sudut kota DKI Jakarta dan sekitarnya selalu diwarnai kemacetan setiap hari. Akibatnya mobilitas orang menjadi terganggu khususnya bagi kalangan pebisnis yang menghargai waktu.
Melihat kondisi ini, ada perusahaan taksi yang menawarkan jasa angkutan bebas macet. Taksi bebas macet ini memakai moda helikopter. Jasa taksi udara ini ditawarkan oleh PT Whitesky Aviation. Untuk sekali naik, konsumen dikenakan biaya US$ 2.800 per jam atau sekitar Rp 28 juta.
"Ongkos sewa per jam minimum per hari sewanya 2 jam. Per jam US$ 2.800. Itu dapat fasilitas fuel dan lounge," kata Sales Executive Officer Whitesky Aviation Rossiano I. Sukur kepada detikFinance pada acara pameran transportasi di Smesco Tower, Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Whitesky menyediakan 5 unit helikopter jenis Bell 407 dan Bell 409. Sebanyak 2 unit disiagakan di Jakarta dan 3 unit di Balikpapan Kalimantan Timur. Sekali terbang, taksi udara mampu membawa 4 penumpang.
Untuk area Jakarta, taksi udara menyasar kalangan pebisnis dan perusahaan. "Balikpapan untuk mining and plantation company. Kita sudah kontrak. Kalau Jakarta kebanyakan buat bisnis," sebutnya.
Taksi udara ini juga bisa difungsikan sebagai ambulans darurat untuk keperluan evakuasi udara (medical evacuation).
Untuk menyewa taksi udara, konsumen bisa menghubungi pihak operator 2 jam sebelum penggunaan. Taksi ini juga bisa mendarat pada fasilitas helipad yang ada di atas gedung-gedung kota Jakarta.
Selain menawarkan jasa sewa helikopter, Whitesky juga menawarkan jasa foto udara memakai pesawat baling-baling tipe Cessna 402. Biaya sewa pesawat ini lebih murah ketimbang taksi udara yakni senilai US$ 1.710 per jam.
"Itu untuk survey geothermal, Pemda juga sewa untuk foto kota dari atas," katanya.
Sumber : http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/09/10/116786/bayar_rp_28_juta_jam_taksi_ini_tawarkan_bebas_macet_di_jakarta
Melihat kondisi ini, ada perusahaan taksi yang menawarkan jasa angkutan bebas macet. Taksi bebas macet ini memakai moda helikopter. Jasa taksi udara ini ditawarkan oleh PT Whitesky Aviation. Untuk sekali naik, konsumen dikenakan biaya US$ 2.800 per jam atau sekitar Rp 28 juta.
"Ongkos sewa per jam minimum per hari sewanya 2 jam. Per jam US$ 2.800. Itu dapat fasilitas fuel dan lounge," kata Sales Executive Officer Whitesky Aviation Rossiano I. Sukur kepada detikFinance pada acara pameran transportasi di Smesco Tower, Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Whitesky menyediakan 5 unit helikopter jenis Bell 407 dan Bell 409. Sebanyak 2 unit disiagakan di Jakarta dan 3 unit di Balikpapan Kalimantan Timur. Sekali terbang, taksi udara mampu membawa 4 penumpang.
Untuk area Jakarta, taksi udara menyasar kalangan pebisnis dan perusahaan. "Balikpapan untuk mining and plantation company. Kita sudah kontrak. Kalau Jakarta kebanyakan buat bisnis," sebutnya.
Taksi udara ini juga bisa difungsikan sebagai ambulans darurat untuk keperluan evakuasi udara (medical evacuation).
Untuk menyewa taksi udara, konsumen bisa menghubungi pihak operator 2 jam sebelum penggunaan. Taksi ini juga bisa mendarat pada fasilitas helipad yang ada di atas gedung-gedung kota Jakarta.
Selain menawarkan jasa sewa helikopter, Whitesky juga menawarkan jasa foto udara memakai pesawat baling-baling tipe Cessna 402. Biaya sewa pesawat ini lebih murah ketimbang taksi udara yakni senilai US$ 1.710 per jam.
"Itu untuk survey geothermal, Pemda juga sewa untuk foto kota dari atas," katanya.
Sumber : http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/09/10/116786/bayar_rp_28_juta_jam_taksi_ini_tawarkan_bebas_macet_di_jakarta
Jumat, 22 Agustus 2014
Alasan Ahok Larang Uber Beroperasi di Jakarta: Soal Pajak Hingga Keamanan
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melarang start up asal Amerika Serikat, Uber, beroperasi di DKI. Dia bahkan menyatakan Pemprov akan menangkap taksi premium itu jika kedapatan beredar di Jakarta. Ada sejumlah pertimbangan Ahok, mulai dari retribusi daerah, hingga perlindungan konsumen.
"Kalau mau taat undang-undang, taksi itu harus disetop. Karena gimana? Pertama, nggak adil kan perusahaan taksi bayar pajak ada NPWP-nya juga dan tarifnya ditentukan oleh Pemda. Kalau dibandingin dengan taksi yang nggak bayar pajak, tentu bisa kasih tarif yang lebih murah. Sekarang apa mau bikin semua taksi ini bangkrut? Kalau pakai asas keadilan gimana," kata Ahok sebelum rapat bersama Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2014).
Ahok menilai perusahaan pengelolanya sengaja tidak mau mengurus izin operasional agar tidak perlu membayar pajak. Dia menyayangkan hal tersebut.
"Perusahaan mestinya bayar pajak dong. Terus dia pasti juga harus bayar lisensi ke luar negeri. Nah ini sama saja mau hancurkan usaha yang ada, terus dia ambil untung sendiri, nggak bayar pajak, nggak mau tanggung jawab. Ya nggak bisa. Negara ini kan dasar hukum," tegas Ahok.
Menurutnya, keberadaan Uber sama dengan banyak perusahaan rental transportasi yang juga tak punya Surat Izin Usaha Perdagangan. "Ini ibarat ada nggak pengusaha mobil rental gelap di Jakarta? Banyak! Banyak loh yang punya mobil direntalin itu banyak. Itu kan gelap juga, nggak lapor pajak," ujarnya.
Ahok menyatakan pihaknya akan menangkap taksi premium tersebut selama masih berstatus ilegal. Karena itu dia mengimbau pengelola untuk mengikuti peraturan yang berlaku di Indonesia termasuk membayar pajak.
Kemudian, tak adanya kantor dan status hukum perusahaan juga akan menyulitkan konsumen. Pasalnya jika terjadi hal yang tidak diinginkan, pengguna jasa jadinya tidak bisa mendapat tanggung jawab perlindungan dari perusahaan. Bahkan konsumen juga tidak punya tempat pengaduan.
"Secara UU Perlindungan Konsumen, itu salah. Kalau kamu mau jual sesuatu, dapat duit dari orang, kamu harus bertanggung jawab. Sekarang kalau orang komplain atas pelayanan taksi ini kepada siapa? Nanti yang disalahin malah kita, DKI. Misalnya sopirnya psikopat, sopirnya culik lu, bunuh lu, nanti nyalahin kita lagi?" ucap Ahok.
Orang nomor dua di DKI ini melanjutkan, layanan yang telah beroperasi di 80 kota dunia itu sebenarnya bagus. Namun, dia meminta pengelola untuk melegalkan usahanya sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.
"Makanya dari segala hal kamu (Uber) salah. Kalau kamu mau jadi taksi, kamu bisa ada izin SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Dari sisi perusahaan harus bayar pajak penghasilan, terus menentukan tarif ada tarif bersama, ada Organda. (Uber) Ini ide bagus, tapi ide bagus harus ikutin aturan, itu saja," jelasnya.
Sumber : http://news.detik.com/read/2014/08/19/115821/2666174/10/alasan-ahok-larang-uber-beroperasi-di-jakarta-soal-pajak-hingga-keamanan
"Kalau mau taat undang-undang, taksi itu harus disetop. Karena gimana? Pertama, nggak adil kan perusahaan taksi bayar pajak ada NPWP-nya juga dan tarifnya ditentukan oleh Pemda. Kalau dibandingin dengan taksi yang nggak bayar pajak, tentu bisa kasih tarif yang lebih murah. Sekarang apa mau bikin semua taksi ini bangkrut? Kalau pakai asas keadilan gimana," kata Ahok sebelum rapat bersama Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2014).
Ahok menilai perusahaan pengelolanya sengaja tidak mau mengurus izin operasional agar tidak perlu membayar pajak. Dia menyayangkan hal tersebut.
"Perusahaan mestinya bayar pajak dong. Terus dia pasti juga harus bayar lisensi ke luar negeri. Nah ini sama saja mau hancurkan usaha yang ada, terus dia ambil untung sendiri, nggak bayar pajak, nggak mau tanggung jawab. Ya nggak bisa. Negara ini kan dasar hukum," tegas Ahok.
Menurutnya, keberadaan Uber sama dengan banyak perusahaan rental transportasi yang juga tak punya Surat Izin Usaha Perdagangan. "Ini ibarat ada nggak pengusaha mobil rental gelap di Jakarta? Banyak! Banyak loh yang punya mobil direntalin itu banyak. Itu kan gelap juga, nggak lapor pajak," ujarnya.
Ahok menyatakan pihaknya akan menangkap taksi premium tersebut selama masih berstatus ilegal. Karena itu dia mengimbau pengelola untuk mengikuti peraturan yang berlaku di Indonesia termasuk membayar pajak.
Kemudian, tak adanya kantor dan status hukum perusahaan juga akan menyulitkan konsumen. Pasalnya jika terjadi hal yang tidak diinginkan, pengguna jasa jadinya tidak bisa mendapat tanggung jawab perlindungan dari perusahaan. Bahkan konsumen juga tidak punya tempat pengaduan.
"Secara UU Perlindungan Konsumen, itu salah. Kalau kamu mau jual sesuatu, dapat duit dari orang, kamu harus bertanggung jawab. Sekarang kalau orang komplain atas pelayanan taksi ini kepada siapa? Nanti yang disalahin malah kita, DKI. Misalnya sopirnya psikopat, sopirnya culik lu, bunuh lu, nanti nyalahin kita lagi?" ucap Ahok.
Orang nomor dua di DKI ini melanjutkan, layanan yang telah beroperasi di 80 kota dunia itu sebenarnya bagus. Namun, dia meminta pengelola untuk melegalkan usahanya sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.
"Makanya dari segala hal kamu (Uber) salah. Kalau kamu mau jadi taksi, kamu bisa ada izin SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Dari sisi perusahaan harus bayar pajak penghasilan, terus menentukan tarif ada tarif bersama, ada Organda. (Uber) Ini ide bagus, tapi ide bagus harus ikutin aturan, itu saja," jelasnya.
Sumber : http://news.detik.com/read/2014/08/19/115821/2666174/10/alasan-ahok-larang-uber-beroperasi-di-jakarta-soal-pajak-hingga-keamanan
Label:
ahok
,
bagus
,
dki
,
gelap
,
ide
,
izin usaha
,
jakarta
,
konsumen
,
pajak
,
pengelola
,
perlindungan
,
perusahaan
,
premium
,
rental
,
sopir
,
taksi
,
tanggung jawab
,
tarif
,
uber
Senin, 18 Agustus 2014
Uber Hadir di Jakarta, Tawarkan Transportasi Alternatif yang Mewah
Uber kini hadir di Jakarta. Uber adalah aplikasi pemesan kendaraan yang punya jargon “everyone’s private driver” dan telah beroperasi di 43 negara di dunia.
Aplikasi yang ditawarkan perusahaan ini memang serupa dengan Easy Taxi atau Grab Taxi yang sudah lebih dulu meluncur, yaitu menawarkan kemudahan pemesanan kendaraan lewat aplikasi.
Tapi, jika Grab Taxi dan Easy Taxi bekerjasama dengan perusahaan taksi, Uber memilih untuk bekerjasama dengan perusahaan rental mobil eksklusif di Jakarta. Kerja sama ini memungkinkan Uber menawarkan mobil-mobil sekelas Mercedes Benz S Class, Hyundai Sonata, Nissan Teana, dan Toyota Alphard sebagai sarana kendaraan umum.
Perbedaan lainnya terletak pada proses pembayaran. Dua aplikasi pemesan taksi lainnya memperbolehkan pembayaran menggunakan uang tunai. Sementara itu, Uber hanya menerima pembayaran menggunakan kartu, baik kredit ataupun debit. Tapi, saat pertama login, aplikasi ini tetap meminta akun kartu kredit pengguna dan tidak dapat memproses kartu debit yang berlogo Visa atau MasterCard sekalipun.
Uber juga menawarkan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang karena bisa mengetahui lokasi mobil Uber berada, nama pengemudi, sekaligus rating pengemudi yang dinilai oleh penumpang-penumpang sebelumnya . Semua bisa dilihat pada aplikasi mobile-nya.
Walaupun menawarkan mobil-mobil mewah untuk ditumpangi oleh pengguna Uber, tarif yang diberlakukan untuk layanan transportasi eksklusif ini tidak lebih mahal dibandingkan ongkos taksi.
Uber menetapkan tarif Rp7.000 untuk buka pintu, Rp500 tiap menit, dan Rp2.850 per kilometer, dengan tarif minimal Rp30.000. Sebagai perbandingan, taksi Blue Bird mematok tarif buka pintu Rp7.000 dengan kenaikan Rp3.600 per kilometer, serta tarif minimal Rp40.000.
Hingga akhir Agustus 2014, Uber memberikan promo dengan memasukkan kode “Uber4Jakarta” pada aplikasi untuk berkendara gratis (sampai tarif maksimal Rp100.000) bagi pengguna baru Uber. Aplikasi ini tersedia untuk Android dan iOS.
Sumber : http://www.infokomputer.com/2014/08/berita/uber-hadir-di-jakarta-tawarkan-transportasi-alternatif-yang-mewah/
Aplikasi yang ditawarkan perusahaan ini memang serupa dengan Easy Taxi atau Grab Taxi yang sudah lebih dulu meluncur, yaitu menawarkan kemudahan pemesanan kendaraan lewat aplikasi.
Tapi, jika Grab Taxi dan Easy Taxi bekerjasama dengan perusahaan taksi, Uber memilih untuk bekerjasama dengan perusahaan rental mobil eksklusif di Jakarta. Kerja sama ini memungkinkan Uber menawarkan mobil-mobil sekelas Mercedes Benz S Class, Hyundai Sonata, Nissan Teana, dan Toyota Alphard sebagai sarana kendaraan umum.
Perbedaan lainnya terletak pada proses pembayaran. Dua aplikasi pemesan taksi lainnya memperbolehkan pembayaran menggunakan uang tunai. Sementara itu, Uber hanya menerima pembayaran menggunakan kartu, baik kredit ataupun debit. Tapi, saat pertama login, aplikasi ini tetap meminta akun kartu kredit pengguna dan tidak dapat memproses kartu debit yang berlogo Visa atau MasterCard sekalipun.
Uber juga menawarkan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang karena bisa mengetahui lokasi mobil Uber berada, nama pengemudi, sekaligus rating pengemudi yang dinilai oleh penumpang-penumpang sebelumnya . Semua bisa dilihat pada aplikasi mobile-nya.
Walaupun menawarkan mobil-mobil mewah untuk ditumpangi oleh pengguna Uber, tarif yang diberlakukan untuk layanan transportasi eksklusif ini tidak lebih mahal dibandingkan ongkos taksi.
Uber menetapkan tarif Rp7.000 untuk buka pintu, Rp500 tiap menit, dan Rp2.850 per kilometer, dengan tarif minimal Rp30.000. Sebagai perbandingan, taksi Blue Bird mematok tarif buka pintu Rp7.000 dengan kenaikan Rp3.600 per kilometer, serta tarif minimal Rp40.000.
Hingga akhir Agustus 2014, Uber memberikan promo dengan memasukkan kode “Uber4Jakarta” pada aplikasi untuk berkendara gratis (sampai tarif maksimal Rp100.000) bagi pengguna baru Uber. Aplikasi ini tersedia untuk Android dan iOS.
Sumber : http://www.infokomputer.com/2014/08/berita/uber-hadir-di-jakarta-tawarkan-transportasi-alternatif-yang-mewah/
Jumat, 15 Agustus 2014
Aplikasi Uber Berharap Bisa Kurangi Macet di Jakarta
VIVAnews - Bagi yang tinggal di kota besar, macet dan polusi menjadi makanan sehari-hari. Jika merasa bosan dengan itu semua, baiknya download aplikasi pemesan kendaraan, Uber. Jika banyak pengguna, mungkin macet dan polusi bisa berkurang perlahan.
Selain macet dan polusi, banyak juga kekhawatiran akan tindak kejahatan yang terjadi ketika menggunakan transportasi umum. Atas dasar tersebut aplikasi Uber meluncurkan secara resmi keberadaannya di Indonesia.
Uber memberikan fasilitas kepada pelanggannya untuk bisa menikmati alat transportasi bersih, nyaman, aman, elegan, dan berkelas. Uber sendiri merupakan perusahaan teknologi yang menghubungkan penumpang dengan transportasi, sehingga memungkinkan penumpang dapat berpergian dengan permintaan yang dikirim melalui aplikasinya.
"Semakin banyak orang yang menggunakan fasilitas Uber, maka akan banyak orang pula yang menyimpang kendaraan pribadinya sehingga dapat mengurangi kemacetan, polusi, dan kepadatan," ujar Mike Brown selaku Regional General Manager, Southeast Asia, di The Plaza Jakarta, Rabu 13 Agustus 2014.
Tajuk presentasi Brown, 'Uber, Everyone's Private Driver' mengesankan aplikasi ini memungkinkan siapapun bisa berkendara dengan elegan, bisa memiliki kendaraan dan sopir pribadi. Mike menuturkan bahwa Uber memungkinkan penggunanya dapat berkendara dan dilayani dengan baik, dimanapun dan kapanpun, sesuai permintaan.
Banyak yang menyangka kalau Uber merupakan penyedia taksi. Namun, Uber membantahnya. Mereka tidak menyediakan dan mengoperasikan kendaraan maupun sopir sendiri. Melainkan sebuah perusahaan yang menyediakan aplikasi di ponsel untuk perusahaan transportasi berlisensi. Dengat kata lain, Uber membantu menghubungkan mereka dengan penumpang, meskipun Uber bekerjasama dengan perusahaan taksi dan penyewaan kendaraan.
Pada kesempatan yang sama, Chan Park sebagai Head of Expansion Asia menjelaskan Uber bermitra dengan sejumlah perusahaan rental mobil profesional yang telah banyak melayani, seperti eksekutif perusahaan ternama.
"Jadi kami menjamin keamanan penumpang yang telah meminta kendaraan melalui aplikasi Uber," ungkap Park.
Di Kendaraan Terpasang GPS
Selain itu juga, kendaraan terpasang GPS yang memberikan informasi mengenai setiap lokasi keberadaan kendaraan Uber beserta penumpangnya.
Dengan hal itu, kata Park, penumpang akan aman dan tetap berkelas karena akan menggunakan kendaraan mobil yang elegan seperti Mercedez-Benz E-Class, Toyota Camry, Hyundai Sonata, Nissan Teana, Toyota Innova, dan Toyota Alphard.
"Ke semua mobil tersebut berwana hitam, yang mencirikan premium. Penumpang masih tetap berkelas meskipun menggunakan transportasi umum," papar Mike.
Mengenai jumlah armada yang dikerahkan, Mike enggan untuk memberitahukan kepada awak media, begitu pula jumlah unduhan yang sudah dilakukan di Indonesia.
"Itu menjadi rahasia perusahaan. Jadi, kami minta maaf karena tidak bisa berbagi data tersebut," ucapnya.
Penumpang yang ingin menikmati layanan tersebut, bisa terlebih dahulu mengunduh aplikasi Uber di App Store maupun Play Store. Setelah itu, penumpang bisa memesan kendaraan di aplikasi tersebut. Untuk tarifnya, Uber mamasang kisaran Rp500 menit dan Rp2.850 per kilometernya.
"Kendaraan akan datang kisaran waktu 7-10 menit. Kendaraan akan lebih lama atau bisa lebih cepat, namun kisaran waktu yang kami catat segitu," jelas Park.
Untuk pembayarannya, Uber menggunakan kartu kredit dan kartu debit. Hal itu yang dikatakan Uber sebagai kenyamanan bagi konsumennya karena repot membayar dengan uang cash. Konsumen akan mendapatkan bon perjalanannya melalui email.
Dengan peluncuran ini, Mike mengharapkan sebanyak-banyak orang dapat beralih menggunakan kendaraan Uber.
"Saat ini kami fokus untuk di Jakarta terlebih dahulu, sebelum memperluas ke kota lainnya di Indonesia," paparnya.
Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/528615-aplikasi-uber-berharap-bisa-kurangi-macet-di-jakarta
Selain macet dan polusi, banyak juga kekhawatiran akan tindak kejahatan yang terjadi ketika menggunakan transportasi umum. Atas dasar tersebut aplikasi Uber meluncurkan secara resmi keberadaannya di Indonesia.
Uber memberikan fasilitas kepada pelanggannya untuk bisa menikmati alat transportasi bersih, nyaman, aman, elegan, dan berkelas. Uber sendiri merupakan perusahaan teknologi yang menghubungkan penumpang dengan transportasi, sehingga memungkinkan penumpang dapat berpergian dengan permintaan yang dikirim melalui aplikasinya.
"Semakin banyak orang yang menggunakan fasilitas Uber, maka akan banyak orang pula yang menyimpang kendaraan pribadinya sehingga dapat mengurangi kemacetan, polusi, dan kepadatan," ujar Mike Brown selaku Regional General Manager, Southeast Asia, di The Plaza Jakarta, Rabu 13 Agustus 2014.
Tajuk presentasi Brown, 'Uber, Everyone's Private Driver' mengesankan aplikasi ini memungkinkan siapapun bisa berkendara dengan elegan, bisa memiliki kendaraan dan sopir pribadi. Mike menuturkan bahwa Uber memungkinkan penggunanya dapat berkendara dan dilayani dengan baik, dimanapun dan kapanpun, sesuai permintaan.
Banyak yang menyangka kalau Uber merupakan penyedia taksi. Namun, Uber membantahnya. Mereka tidak menyediakan dan mengoperasikan kendaraan maupun sopir sendiri. Melainkan sebuah perusahaan yang menyediakan aplikasi di ponsel untuk perusahaan transportasi berlisensi. Dengat kata lain, Uber membantu menghubungkan mereka dengan penumpang, meskipun Uber bekerjasama dengan perusahaan taksi dan penyewaan kendaraan.
Pada kesempatan yang sama, Chan Park sebagai Head of Expansion Asia menjelaskan Uber bermitra dengan sejumlah perusahaan rental mobil profesional yang telah banyak melayani, seperti eksekutif perusahaan ternama.
"Jadi kami menjamin keamanan penumpang yang telah meminta kendaraan melalui aplikasi Uber," ungkap Park.
Di Kendaraan Terpasang GPS
Selain itu juga, kendaraan terpasang GPS yang memberikan informasi mengenai setiap lokasi keberadaan kendaraan Uber beserta penumpangnya.
Dengan hal itu, kata Park, penumpang akan aman dan tetap berkelas karena akan menggunakan kendaraan mobil yang elegan seperti Mercedez-Benz E-Class, Toyota Camry, Hyundai Sonata, Nissan Teana, Toyota Innova, dan Toyota Alphard.
"Ke semua mobil tersebut berwana hitam, yang mencirikan premium. Penumpang masih tetap berkelas meskipun menggunakan transportasi umum," papar Mike.
Mengenai jumlah armada yang dikerahkan, Mike enggan untuk memberitahukan kepada awak media, begitu pula jumlah unduhan yang sudah dilakukan di Indonesia.
"Itu menjadi rahasia perusahaan. Jadi, kami minta maaf karena tidak bisa berbagi data tersebut," ucapnya.
Penumpang yang ingin menikmati layanan tersebut, bisa terlebih dahulu mengunduh aplikasi Uber di App Store maupun Play Store. Setelah itu, penumpang bisa memesan kendaraan di aplikasi tersebut. Untuk tarifnya, Uber mamasang kisaran Rp500 menit dan Rp2.850 per kilometernya.
"Kendaraan akan datang kisaran waktu 7-10 menit. Kendaraan akan lebih lama atau bisa lebih cepat, namun kisaran waktu yang kami catat segitu," jelas Park.
Untuk pembayarannya, Uber menggunakan kartu kredit dan kartu debit. Hal itu yang dikatakan Uber sebagai kenyamanan bagi konsumennya karena repot membayar dengan uang cash. Konsumen akan mendapatkan bon perjalanannya melalui email.
Dengan peluncuran ini, Mike mengharapkan sebanyak-banyak orang dapat beralih menggunakan kendaraan Uber.
"Saat ini kami fokus untuk di Jakarta terlebih dahulu, sebelum memperluas ke kota lainnya di Indonesia," paparnya.
Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/528615-aplikasi-uber-berharap-bisa-kurangi-macet-di-jakarta
Jumat, 19 April 2013
Kemacetan Lalu Lintas Jakarta, Sampai Kapan?
Liputan6.com, Citizen6, Jakarta: Dulu hujan identik dengan romantisme. Ketika titik-titik hujan bertemu dengan sinar matahari terjcipta pelangi. Indah dah menimbulkan kekaguman. Sampai sekarang tak ada yang menolak keindahan warna-warna pelangi.
Namun di Jakarta hujan adalah petaka. Apalagi ketika hujan turun tepat jam pulang kerja. Kemacetan Jakarta yang selama ini selalu dikeluhkan makin “sempurna”. Waktu tempuh yang biasanya maksimal satu jam bisa molor sampai tiga jam.
Berikut beberapa kesaksian macetnya Jakarta ketika hujan Rabu (17/04/2013).
Andaru Amanda ( karyawan di Jakarta selatan)
Laki-laki single ini, seperti mayoritas karyawan di Jakarta yang sudah hafal kebiasaan Jakarta yang sehari-harinya macet, apalagi ketika hujan seperti malam itu. Ia sengaja menunda pulangnya sampai pukul 20:30 wib. Sambil menunggu hujan ia berkumpul dengan koleganya di warung kopi.
Namun dugaannya sungguh keliru. Jam-jam itu,rute jalan yang biasa ia lalui ternyata masih macet. Dari kantornya yang di daerah sudirman, ia akan melewati Kemang, Warung Buncit, Pasar Minggu menuju arah Cibubur, Jakarta Timur. Kemacetan di awali di daerah kemang. Lalu Warung Buncit menuju Pasar Minggu macet.
Puncaknya ketika sampai di jalan TB Simatupang, tepatnya di depan Rancho. Arus lalulintas macet total karena ada banjir. Andaru kesal karena perjalanannya terhalang oleh pengendara yang akan melakukan putar balik. Meski ia mengendarai motor, tak ada celah agar menerobos lalu lintas yang super padat itu. Dan ia baru berhasil sampai rumahnya setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam. Padahal pada hari-hari biasa, waktu tempuhnya rata-rata hanya 90 menit.
Maria Flora ( Karyawan Swasta, di sekitaran Senayan)
Hari itu waktu telah menunjukkan 17.45 WIB. Saya bersiap pulang ke Depok meski harus menerobos hujan. Sesampainya di Blok-M, hujan mulai sedikit reda. Namun 30 menit kemudian, hujan turun dengan derasnya disertai angin besar dan petir. Meskipun sudah memakai payung, hujan yang dibarengi dengan angin kencang itu membuat sebagian baju saya basah kuyup karenanya.
Kira-kira waktu menunjukkan pukul 19.15 WIB, perjalanan baru mencapai Blok-M. Beruntung arus lalu lintas dari Blok-M menuju Lapangan Blok S tidak terlalu padat. Ini anomali. Menuju perempatan lampu merah Mampang Prapatan, hujan turun dengan lebatnya. Terlihat banyak orang yang berlari-larian menyetop mobil meskipun sudah penuh.
Malam itu perjalanan dari Mampang Prapatan sampai Pasar Minggu perlu waktu sekitar 2 jam-an. Di tengah hujan itu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara keras. Awalnya saya pikir, itu suara grup marching band sedang latihan, tapi apa itu mungkin di tengah-tengah hujan deras? Lalu saya coba bertanya kepada sang kernet. Bang itu suara apaan sih? Sang kernet menjawab, "Itu bu, ada yang ngamen". Benar saja, dari jendela mobil 75 saya melihat sekelompok anak muda yang usianya kira-kira 17 hingga 20an sedang menyanyikan salah satu lagu dari grup band Peewee Gaskins.
Peristiwa ini cukup menghibur para pedagang dan pejalan kaki yang hendak pulang ke rumahnya masing-masing. Rasa kantuk dan stres berat akibat bermacet-macetan di jalan ditambah hujan, sedikit membuat mereka terhibur. Salut buat ke 4 anak muda ini yang masih mengamen walaupun hujan saat itu sedang turun dengan derasnya.
Singkatnya saya sampai rumah pukul 23:00 wib. Dari senayan menuju Depok diperlukan waktu 4 jam-an, biasanya hanya 2 jam.
Irawan Diki (Karyawan Tinggal di Rempoa)
Laki-laki pekerja di daerah Sudirman, Jakarta Pusat ini keluar dari mal sekitar pukul 20:30 wib. Tampak antrean panjang orang-orang yang menunggu taksi malam itu. Tak sabar, ia keluar dari antrean dan menuju ke jalan setelah mengajak seorang pengojek payung agar tak kebasahan.
Celaka, tak ada taksi yang kosong jam segitu. Begitu ada yang lewat semua lampu atasnya mati, taksi sudah terisi. Namun ia belum menyerah. Di tengah rintik huja, ia berteduh di halte bersama para penjual otak-otak dan peneduh lain.
Setelah sekian lama, ada juga taksi yang lewat, namun tak ada yang mau berhenti. Kenapa tak dimatikan saja kalau memang tak mau mencari penumpang? Laki-laki single ini terselamatkan oleh angkutan umum. Beruntung ia memperoleh tempat duduk. Setelah sempat tertidur, sampai rumah pukul 23:30 Wib. Perjalanan pulangnya malam ini ke Rempoa, Jaksel memerlukan waktu 3 jaman. Padahal sebenarnya kalau tidak macet bisa ditempuh dengan waktu 15 menit. "Sampai kapan kemacetan Jakarta?" Begitu ia menuliskan di status twitternya. (Karmin Winarta/Mar)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/564696/kemacetan-lalu-lintas-jakarta-sampai-kapan
Namun di Jakarta hujan adalah petaka. Apalagi ketika hujan turun tepat jam pulang kerja. Kemacetan Jakarta yang selama ini selalu dikeluhkan makin “sempurna”. Waktu tempuh yang biasanya maksimal satu jam bisa molor sampai tiga jam.
Berikut beberapa kesaksian macetnya Jakarta ketika hujan Rabu (17/04/2013).
Andaru Amanda ( karyawan di Jakarta selatan)
Laki-laki single ini, seperti mayoritas karyawan di Jakarta yang sudah hafal kebiasaan Jakarta yang sehari-harinya macet, apalagi ketika hujan seperti malam itu. Ia sengaja menunda pulangnya sampai pukul 20:30 wib. Sambil menunggu hujan ia berkumpul dengan koleganya di warung kopi.
Namun dugaannya sungguh keliru. Jam-jam itu,rute jalan yang biasa ia lalui ternyata masih macet. Dari kantornya yang di daerah sudirman, ia akan melewati Kemang, Warung Buncit, Pasar Minggu menuju arah Cibubur, Jakarta Timur. Kemacetan di awali di daerah kemang. Lalu Warung Buncit menuju Pasar Minggu macet.
Puncaknya ketika sampai di jalan TB Simatupang, tepatnya di depan Rancho. Arus lalulintas macet total karena ada banjir. Andaru kesal karena perjalanannya terhalang oleh pengendara yang akan melakukan putar balik. Meski ia mengendarai motor, tak ada celah agar menerobos lalu lintas yang super padat itu. Dan ia baru berhasil sampai rumahnya setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam. Padahal pada hari-hari biasa, waktu tempuhnya rata-rata hanya 90 menit.
Maria Flora ( Karyawan Swasta, di sekitaran Senayan)
Hari itu waktu telah menunjukkan 17.45 WIB. Saya bersiap pulang ke Depok meski harus menerobos hujan. Sesampainya di Blok-M, hujan mulai sedikit reda. Namun 30 menit kemudian, hujan turun dengan derasnya disertai angin besar dan petir. Meskipun sudah memakai payung, hujan yang dibarengi dengan angin kencang itu membuat sebagian baju saya basah kuyup karenanya.
Kira-kira waktu menunjukkan pukul 19.15 WIB, perjalanan baru mencapai Blok-M. Beruntung arus lalu lintas dari Blok-M menuju Lapangan Blok S tidak terlalu padat. Ini anomali. Menuju perempatan lampu merah Mampang Prapatan, hujan turun dengan lebatnya. Terlihat banyak orang yang berlari-larian menyetop mobil meskipun sudah penuh.
Malam itu perjalanan dari Mampang Prapatan sampai Pasar Minggu perlu waktu sekitar 2 jam-an. Di tengah hujan itu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara keras. Awalnya saya pikir, itu suara grup marching band sedang latihan, tapi apa itu mungkin di tengah-tengah hujan deras? Lalu saya coba bertanya kepada sang kernet. Bang itu suara apaan sih? Sang kernet menjawab, "Itu bu, ada yang ngamen". Benar saja, dari jendela mobil 75 saya melihat sekelompok anak muda yang usianya kira-kira 17 hingga 20an sedang menyanyikan salah satu lagu dari grup band Peewee Gaskins.
Peristiwa ini cukup menghibur para pedagang dan pejalan kaki yang hendak pulang ke rumahnya masing-masing. Rasa kantuk dan stres berat akibat bermacet-macetan di jalan ditambah hujan, sedikit membuat mereka terhibur. Salut buat ke 4 anak muda ini yang masih mengamen walaupun hujan saat itu sedang turun dengan derasnya.
Singkatnya saya sampai rumah pukul 23:00 wib. Dari senayan menuju Depok diperlukan waktu 4 jam-an, biasanya hanya 2 jam.
Irawan Diki (Karyawan Tinggal di Rempoa)
Laki-laki pekerja di daerah Sudirman, Jakarta Pusat ini keluar dari mal sekitar pukul 20:30 wib. Tampak antrean panjang orang-orang yang menunggu taksi malam itu. Tak sabar, ia keluar dari antrean dan menuju ke jalan setelah mengajak seorang pengojek payung agar tak kebasahan.
Celaka, tak ada taksi yang kosong jam segitu. Begitu ada yang lewat semua lampu atasnya mati, taksi sudah terisi. Namun ia belum menyerah. Di tengah rintik huja, ia berteduh di halte bersama para penjual otak-otak dan peneduh lain.
Setelah sekian lama, ada juga taksi yang lewat, namun tak ada yang mau berhenti. Kenapa tak dimatikan saja kalau memang tak mau mencari penumpang? Laki-laki single ini terselamatkan oleh angkutan umum. Beruntung ia memperoleh tempat duduk. Setelah sempat tertidur, sampai rumah pukul 23:30 Wib. Perjalanan pulangnya malam ini ke Rempoa, Jaksel memerlukan waktu 3 jaman. Padahal sebenarnya kalau tidak macet bisa ditempuh dengan waktu 15 menit. "Sampai kapan kemacetan Jakarta?" Begitu ia menuliskan di status twitternya. (Karmin Winarta/Mar)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/564696/kemacetan-lalu-lintas-jakarta-sampai-kapan
Kamis, 18 April 2013
Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Diminta Kendalikan Angkot
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta mengendalikan jumlah angkot dan taksi. Sebab, keduanya dinilai banyak memakan ruas jalan sehingga menimbulkan kemacetan.
Pengamat kebijakan publik, Andrinof Chaniago mengatakan, sikap sopir angkot dan taksi yang seringkali 'mengetem', membuat jalanan macet karena memakan hampir separuh badan jalan. Apalagi, kata dia, populasi angkot dan taksi di Jakarta juga sudah berlebihan.
"Bukan dihilangkan sama sekali, tapi dikendalikan supaya jumlahnya wajar," ujarnya dalam sebuah acara dialog di Jakarta, Rabu (17/4).
Menurut Andrianof, angkot sebagai angkutan lingkungan harus tetap ada. Namun, sambung dia, angkot harusnya tidak boleh masuk ke jalan-jalan protokol.
Dikatakannya, pembatasan angkot dan taksi itu dapat dilakukan dengan mengganti kedua transportasi tersebut menjadi bus. Selanjutnya pemerintah yang harus memberikan solusi pekerjaan pengganti bagi para sopir yang tidak terserap menjadi awak bus.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/04/17/mleayp-atasi-kemacetan-pemprov-dki-diminta-kendalikan-angkot
Pengamat kebijakan publik, Andrinof Chaniago mengatakan, sikap sopir angkot dan taksi yang seringkali 'mengetem', membuat jalanan macet karena memakan hampir separuh badan jalan. Apalagi, kata dia, populasi angkot dan taksi di Jakarta juga sudah berlebihan.
"Bukan dihilangkan sama sekali, tapi dikendalikan supaya jumlahnya wajar," ujarnya dalam sebuah acara dialog di Jakarta, Rabu (17/4).
Menurut Andrianof, angkot sebagai angkutan lingkungan harus tetap ada. Namun, sambung dia, angkot harusnya tidak boleh masuk ke jalan-jalan protokol.
Dikatakannya, pembatasan angkot dan taksi itu dapat dilakukan dengan mengganti kedua transportasi tersebut menjadi bus. Selanjutnya pemerintah yang harus memberikan solusi pekerjaan pengganti bagi para sopir yang tidak terserap menjadi awak bus.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/04/17/mleayp-atasi-kemacetan-pemprov-dki-diminta-kendalikan-angkot
Selasa, 19 Maret 2013
Waspada, Perampok Sembunyi di Bagasi Taksi
TEMPO.CO, Jakarta -- Polisi menangkap tiga orang pelaku perampokan taksi. Perampokan yang terjadi pada Jumat, 8 Maret 2013 lalu ini tergolong nekat. Dua orang pelaku bersembunyi di dalam bagasi taksi Pratama warna putih tersebut. Mereka menodong korban Lani Sawarno dan Flora Waas dari belakang dan menggasak harta korban.
"Satu jam kami sembunyi di dalam bagasi," kata pelaku, Aryo, pada Senin, 18 Maret 2013. Dia bersama rekannya, Rahman dan Rusdi, mengaku sudah memodifikasi bagasi agar muat dua orang.
Pengap? Tentu saja. Satu jam mereka ada di bagasi yang lebih kecil dari tubuh mereka. Saat memperagakan pun, Aryo dan Rahman harus meringkuk di dalam bagasi sempit tersebut. Mereka tampak kepayahan. "Pengap sekali," ujar Aryo.
Mereka memodifikasi bagasi setelah keluar dari pool taksi Pratama yang ada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Hanya butuh waktu sejam untuk mengosongkan bagasi dan mengendorkan kursi belakang.
Aryo mengaku terpaksa ikut ajakan Rusdi. Lelaki ini punya lima istri dan tiga anak. "Makanya saya mau ikut," ujar Aryo sambil menahan kesakitan. Ketiga pelaku ini ditembak polisi di kaki saat akan ditangkap. Kala itu mereka mencoba kabur.
Rusdi, sopir asli taksi ini, mengaku tergiur ajakan kedua rekannya tersebut. Alasannya sama , penghasilan dia sebagai sopir taksi kurang untuk memenuhi nafkah istri yang tengah hamil tujuh bulan dan seorang putranya.
Rusdi mengaku baru sebulan jadi sopir taksi. Sebelumnya dia adalah sopir angkot di Bandung jurusan Cileunyi-Cililin. Namun, penghasilannya dirasa kurang sehingga dia kemudian banting setir menjadi sopir taksi.
Parahnya, setelah jadi sopir taksi pun, dia lebih suka foya-foya. Uang hasil rampok ini juga dipakai untuk judi dan menikmati hiburan malam.
Otak dari perampokan ini, Rahman, mengaku baru saja keluar dari Lembaga Permasyarakatan Cipinang. Dia sempat terjerat kasus perampokan. "Saya baru sebulan bebas," ujarnya. Dia lebih memilih diam menahan sakit karena timah panas di kakinya.
Kejadian ini bermula saat Lani dan Flower, dua karyawati yang bekerja di kawasan Sudirman, Thamrin, Jakarta Pusat, akan pulang kerja menuju rumah mereka di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur dan Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka menunggu taksi di sekitar Bunderan Hotel Indonesia, saat itu pukul 22.30 WIB malam.
"Saat itu, keadaan sedang macet dan antrean taksi cukup panjang. Akhirnya, kami cari taksi di luar," ujar Lani. Kemudian, taksi yang disopiri Rusdi lewat. Mereka pun naik. Awalnya, dua wanita ini sudah tidak nyaman karena bau rokok dan kacanya gelap.
Benar saja tidak berapa lama saat keduanya menaiki taksi tersebut, tiba-tiba sang sopir mengunci pintu dengan central lock. "Dari belakang ada yang dorong-dorong dari sandaran jok belakang," ujar Lina. Panik, mereka menahan agar tidak terjerembab.
Namun, Lina melanjutkan, sopir taksi menyabetkan gergaji tipis kecil ke arah keduanya. Sabetan itu mengenai tangan Lina. Dia menjerit. Kedua pelaku yang bersembunyi di taksi muncul dan langsung melakban mulut mereka. Tangan keduanya juga diikat.
Mereka diancam akan dibunuh. Pelaku pun melucuti perhiasan korban. Dia juga meminta korban menyerahkan PIN ATM. Korban yang ketakutan menyerah.
Diajak berputar-putar, kedua korban diturunkan di tempat sepi. "Belakangan kami tahu itu daerah Kalideres," katanya. Mereka ditolong pengendara.
Kepala Satuan Reserse Mobile Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan mengatakan akan memanggil pemilik taksi. "Kami akan selidiki apakah mereka tahu taksinya sudah dimodif atau tidak," katanya. Waspada kejahatan perampokan di Jakarta.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/03/18/064467789/Waspada-Perampok-Sembunyi-di-Bagasi-Taksi
"Satu jam kami sembunyi di dalam bagasi," kata pelaku, Aryo, pada Senin, 18 Maret 2013. Dia bersama rekannya, Rahman dan Rusdi, mengaku sudah memodifikasi bagasi agar muat dua orang.
Pengap? Tentu saja. Satu jam mereka ada di bagasi yang lebih kecil dari tubuh mereka. Saat memperagakan pun, Aryo dan Rahman harus meringkuk di dalam bagasi sempit tersebut. Mereka tampak kepayahan. "Pengap sekali," ujar Aryo.
Mereka memodifikasi bagasi setelah keluar dari pool taksi Pratama yang ada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Hanya butuh waktu sejam untuk mengosongkan bagasi dan mengendorkan kursi belakang.
Aryo mengaku terpaksa ikut ajakan Rusdi. Lelaki ini punya lima istri dan tiga anak. "Makanya saya mau ikut," ujar Aryo sambil menahan kesakitan. Ketiga pelaku ini ditembak polisi di kaki saat akan ditangkap. Kala itu mereka mencoba kabur.
Rusdi, sopir asli taksi ini, mengaku tergiur ajakan kedua rekannya tersebut. Alasannya sama , penghasilan dia sebagai sopir taksi kurang untuk memenuhi nafkah istri yang tengah hamil tujuh bulan dan seorang putranya.
Rusdi mengaku baru sebulan jadi sopir taksi. Sebelumnya dia adalah sopir angkot di Bandung jurusan Cileunyi-Cililin. Namun, penghasilannya dirasa kurang sehingga dia kemudian banting setir menjadi sopir taksi.
Parahnya, setelah jadi sopir taksi pun, dia lebih suka foya-foya. Uang hasil rampok ini juga dipakai untuk judi dan menikmati hiburan malam.
Otak dari perampokan ini, Rahman, mengaku baru saja keluar dari Lembaga Permasyarakatan Cipinang. Dia sempat terjerat kasus perampokan. "Saya baru sebulan bebas," ujarnya. Dia lebih memilih diam menahan sakit karena timah panas di kakinya.
Kejadian ini bermula saat Lani dan Flower, dua karyawati yang bekerja di kawasan Sudirman, Thamrin, Jakarta Pusat, akan pulang kerja menuju rumah mereka di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur dan Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka menunggu taksi di sekitar Bunderan Hotel Indonesia, saat itu pukul 22.30 WIB malam.
"Saat itu, keadaan sedang macet dan antrean taksi cukup panjang. Akhirnya, kami cari taksi di luar," ujar Lani. Kemudian, taksi yang disopiri Rusdi lewat. Mereka pun naik. Awalnya, dua wanita ini sudah tidak nyaman karena bau rokok dan kacanya gelap.
Benar saja tidak berapa lama saat keduanya menaiki taksi tersebut, tiba-tiba sang sopir mengunci pintu dengan central lock. "Dari belakang ada yang dorong-dorong dari sandaran jok belakang," ujar Lina. Panik, mereka menahan agar tidak terjerembab.
Namun, Lina melanjutkan, sopir taksi menyabetkan gergaji tipis kecil ke arah keduanya. Sabetan itu mengenai tangan Lina. Dia menjerit. Kedua pelaku yang bersembunyi di taksi muncul dan langsung melakban mulut mereka. Tangan keduanya juga diikat.
Mereka diancam akan dibunuh. Pelaku pun melucuti perhiasan korban. Dia juga meminta korban menyerahkan PIN ATM. Korban yang ketakutan menyerah.
Diajak berputar-putar, kedua korban diturunkan di tempat sepi. "Belakangan kami tahu itu daerah Kalideres," katanya. Mereka ditolong pengendara.
Kepala Satuan Reserse Mobile Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan mengatakan akan memanggil pemilik taksi. "Kami akan selidiki apakah mereka tahu taksinya sudah dimodif atau tidak," katanya. Waspada kejahatan perampokan di Jakarta.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/03/18/064467789/Waspada-Perampok-Sembunyi-di-Bagasi-Taksi
Senin, 07 Januari 2013
Macet Parah di Jakarta, Bagaimana Mobil Ambulans Lewat?
TRIBUNNEWS.COM - Atsuko Kato, Koordinator Program Pelatihan Dokter-dokter dari Asia atau Japanese Council for Medical Training (JCMT), termasuk dari Indonesia di Rumah Sakit Toranomon, Tokyo, sangat prihatin dengan lalu-lintas di Jakarta. Bisa dibayangkan,, dari Hotel Sultan Jakarta ke Hotel Mulia dekat TVRI memakan waktu sekitar satu jam dengan menggunakan taksi.
Staf dari Rumah Sakit Toranomon ini yang 25 November tahun lalu ke Jakarta selama tiga minggu itu sangat kaget melihat perubahan kota Jakarta yang begitu cepat saat ini, "Sudah 15 tahun saya tidak ke Jakarta, lalu akhir tahun lalu saat bersama beberapa dokter RS Toranomon ke Jakarta, satu membantu di RS Cipto Mangunkusumo dan satu lagi membantu di RS Dharmais, saya melihat kemacetan di Jakarta luar biasa parah ya," paparnya khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (4/1/2013).
Menurutnya, saat ada pertemuan di Mulia Hotel, Kato pakai taksi dari Sultan Hotel, menuju lokasi hotel Mulia yang tidak jauh itu. Ternyata perjalanan memakan waktu satu jam, "Mungkin ada acara sesuatu di dekat situ ya, sehingga lalu lintas sangat macet sekali saat itu," paparnya lagi.
Sebagai petugas sebuah rumah sakit besar di Tokyo, Kato mempertanyakan, "Seandainya ada orang sakit, dan dibawa menggunakan mobil ambulance di Jakarta, dengan kemacetan parah ini bagaimana ya jadinya?" tanyanya lagi.
Kato sangat memprihatinkan keadaan transportasi tersebut khususnya terkait dunia medis dan pertolongan pertama bagi orang sakit atau kecelakaan. Dia mengakui tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada pasien bila keadaan macet parah itu terus-menerus terjadi di Jakarta.
Selain pengiriman tenaga medis RS Toranomon ke Indonesia, undangan kepada dokter Indonesia ke RS tersebut juga sudah mencapai sekitar 60 dokter Indonesia sempat mendapatkan pelatihan, atau pun diskusi medis di RS Toranomon, antara lain Prof. Menaldi Rasmin, dr, Sp.P(K) Ketua Konsil Kedokteran Indonesia dan mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Dr. Priyo Sidipratomo, SpRad..
Tahun 2013 ini mungkin juga akan ada pengiriman dokter ke Indonesia dan penerimaan dokter Indonesia di RS Toranomon. Namun karena anggaran terbatas, tidak seperti tahun lalu yang seiring dengan perayaan 30 tahun RS tersebut sehingga 6 dokter diundang ke RS Toranomon, termasuk 4 orang dokter dari Indonesia, ungkap Kato lebih lanjut.
Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/05/macet-parah-di-jakarta-bagaimana-mobil-ambulans-lewat
Staf dari Rumah Sakit Toranomon ini yang 25 November tahun lalu ke Jakarta selama tiga minggu itu sangat kaget melihat perubahan kota Jakarta yang begitu cepat saat ini, "Sudah 15 tahun saya tidak ke Jakarta, lalu akhir tahun lalu saat bersama beberapa dokter RS Toranomon ke Jakarta, satu membantu di RS Cipto Mangunkusumo dan satu lagi membantu di RS Dharmais, saya melihat kemacetan di Jakarta luar biasa parah ya," paparnya khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (4/1/2013).
Menurutnya, saat ada pertemuan di Mulia Hotel, Kato pakai taksi dari Sultan Hotel, menuju lokasi hotel Mulia yang tidak jauh itu. Ternyata perjalanan memakan waktu satu jam, "Mungkin ada acara sesuatu di dekat situ ya, sehingga lalu lintas sangat macet sekali saat itu," paparnya lagi.
Sebagai petugas sebuah rumah sakit besar di Tokyo, Kato mempertanyakan, "Seandainya ada orang sakit, dan dibawa menggunakan mobil ambulance di Jakarta, dengan kemacetan parah ini bagaimana ya jadinya?" tanyanya lagi.
Kato sangat memprihatinkan keadaan transportasi tersebut khususnya terkait dunia medis dan pertolongan pertama bagi orang sakit atau kecelakaan. Dia mengakui tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada pasien bila keadaan macet parah itu terus-menerus terjadi di Jakarta.
Selain pengiriman tenaga medis RS Toranomon ke Indonesia, undangan kepada dokter Indonesia ke RS tersebut juga sudah mencapai sekitar 60 dokter Indonesia sempat mendapatkan pelatihan, atau pun diskusi medis di RS Toranomon, antara lain Prof. Menaldi Rasmin, dr, Sp.P(K) Ketua Konsil Kedokteran Indonesia dan mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Dr. Priyo Sidipratomo, SpRad..
Tahun 2013 ini mungkin juga akan ada pengiriman dokter ke Indonesia dan penerimaan dokter Indonesia di RS Toranomon. Namun karena anggaran terbatas, tidak seperti tahun lalu yang seiring dengan perayaan 30 tahun RS tersebut sehingga 6 dokter diundang ke RS Toranomon, termasuk 4 orang dokter dari Indonesia, ungkap Kato lebih lanjut.
Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/05/macet-parah-di-jakarta-bagaimana-mobil-ambulans-lewat
Label:
dokter
,
hotel
,
indonesia
,
jakarta
,
kato
,
kemacetan
,
lalu lintas
,
macet
,
medis
,
mulia
,
parah
,
pelatihan
,
rs
,
rumah sakit
,
taksi
,
tokyo
,
toranomon
,
tribunnews
Langganan:
Postingan
(
Atom
)