JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat Zainal Soleman menganggap wajar pengadaan uniterrupted power system (UPS) Rp 5,8 miliar. Zainal adalah pejabat yang mengajukan pengadaan perangkat UPS untuk 24 sekolah menegah di Jakarta Pusat pada tahun 2014.
"Memang harganya segitu. Kalau saya mau memainkan anggaran kenapa di Dinas Pemuda dan Olahraga saya tidak mengajukan UPS, Karena memang tidak perlu. Kalau di sekolah kan perlu," kata Zainal yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI, kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2015).
Zainal menilai dana sebesar Rp 5,8 miliar itu wajar karena UPS terdiri dari beberapa sistem. Dia merinci bahwa perangkat UPS itu seharga Rp 1,7 miliar, baterai Rp 8.113.000 per buah, dan rak Rp 110.000.000 per unit. Zainal menambahkan, satu UPS membutuhkan 384 baterai, sementara di setiap sekolah ada delapan rak.
Dia juga mengklaim para kepala sekolah berterima kasih kepadanya atas pengadaan UPS tersebut. "Buktinya kepala sekolah berterimakasih dengan pengadaan UPS ini," kata dia.
Zainal berasalan, pengajuan itu dilakukan karena dia sering menerima laporan dari kepala sekolah mengenai daya listrik yang sering turun atau tidak stabil.
"Kepala sekolah sering mengeluh sering turunnya daya listrik. Kemudian ada perusahaan distributor yang menawarkan UPS tersebut," kata Zainal.
Zainal menjelaskan, daya listrik yang tidak stabil itu bisa menyebabkan rusaknya peralatan laboratorium atau alat praktik lainnya. "Kalau listrik mati, alat-alat IT bisa rusak. Selain itu, siswa-siswa SMA di Jakarta Pusat itu di rumahnya selalu pakai AC, kalau mati mereka tidak nyaman," katanya.
Zainal juga mengaku mendapat laporan dari kepala sekolah yang menarik pungutan kepada orangtua siswa untuk membeli genset. "Ada yang mengajukan pungutan kepada orang tua juga, tapi kan itu tidak boleh jadi kita pakai dana pemerintah. Kan kalau dana dari BOS itu tidak cukup, dana pendidikan itu besar seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang yaitu 20 persen harus dimanfaatkan," ujar dia.
Dengan alasan itulah, Zainal kemudian mengumpulkan kepala sekolah se-Jakarta Pusat di kantornya pada tanggal 9 September 2014. "Tanggal 9 kita rapat dengan kepala sekolah, salah satunya membahas pengadaan sarana prasarana yaitu UPS," ujarnya.
Menurut Zainal rapat itu juga melibatkan perusahaan distributor UPS untuk mempresentasikan kegunaan UPS kepada kepala sekolah. Adapun perusahaan distributor UPS tersebut adalah PT Duta Cipta Artha, PT Istana Multimedia Center serta PT Offisaindo Adhi Pura.
"Kepala sekolah pun tertarik sehingga mengirimkan surat pengajuan UPS," ujarnya.
Sebelumnya Zainal juga mengatakan ia sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas pendidikan DKI Jakarta yang saat itu dijabat oleh Lasro Marbun untuk pengadaan UPS di sekolah-sekolah. Menurut dia, setiap keputusan yang diambil dirapatkan dahulu dengan pimpinan. Begitu juga untuk pengadaan UPS.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/03/04/09554971/Pejabat.yang.Ajukan.Pengadaan.UPS.Anggap.Wajar.Harga.Rp.5.8.Miliar
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label pakai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakai. Tampilkan semua postingan
Kamis, 05 Maret 2015
Pejabat yang Ajukan Pengadaan UPS Anggap Wajar Harga Rp 5,8 Miliar
Label:
baterai
,
daya
,
dinas
,
distributor
,
jakarta
,
kepala sekolah
,
listrik
,
pakai
,
pendidikan
,
pengadaan
,
pengajuan
,
pungutan
,
pusat
,
rak
,
rp
,
sekolah
,
stabil
,
ups
,
zainal
Rabu, 07 Januari 2015
"Yang Bikin Macet Bukan Motor Tapi Mobil, Lihat Tuh Alpard"
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hendak memperluas area pelarangan sepeda motor diprotes oleh warga pengguna kendaraan roda dua itu. Mereka menegaskan bahwa penyebab kemacetan di Jakarta bukan karena sepeda motor, melainkan mobil.
"Yang bikin macet itu kan bukan motor, melainkan mobil. Lihat tuh Alphard, segede-gede gitu isinya cuma satu orang. Jadi, gimana ceritanya motor yang dibilang bikin macet," ujar salah seorang pengguna motor, Henri (41), Selasa (6/1/2015).
Pengendara motor yang lain, Andry (32), menilai, apabila Pemprov DKI ingin memperluas area pelarangan sepeda motor, hal yang sama seharusnya berlaku juga untuk peraturan berpenumpang minimal tiga orang (three in one) pada kendaran roda empat.
"Kalau perlu, three in one-nya 24 jam. Jadi, enggak diskriminatif. Jadi, yang harus naik angkutan umum enggak cuma yang pakai motor, tapi juga yang pakai mobil," ujar warga Ciganjur, Jakarta Selatan, itu.
Pelarangan sepeda motor yang saat ini dilakukan di Jalan MH Thamrin sampai Jalan Medan Merdeka Barat rencananya akan diperluas ke wilayah lain. Perluasan jalur itu akan dilakukan pada uji coba tahap II hingga IV.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Restu Mulya Budianto mengatakan, jalan-jalan yang akan dikenai peraturan pelarangan sepeda motor di antaranya adalah Jalan Industri, Jalan Angkasa, Jalan Garuda, Jalan Bungur Selatan, Jalan Otista, Jalan Minangkabau, Jalan Dr Soepomo, Jalan Sahardjo, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Menurut Restu, perluasan peraturan tersebut dilatarbelakangi penerapan peraturan yang sama di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat yang dinilai sukses menekan kemacetan di jalan. Namun, kata dia, perluasan baru akan diberlakukan setelah evaluasi pelarangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat. Evaluasi rencananya akan dilakukan satu bulan setelah program terlaksana, tepatnya pada 17 Januari mendatang.
Sumber: http://lampung.tribunnews.com/2015/01/06/yang-bikin-macet-bukan-motor-tapi-mobil-lihat-tuh-alpard
"Yang bikin macet itu kan bukan motor, melainkan mobil. Lihat tuh Alphard, segede-gede gitu isinya cuma satu orang. Jadi, gimana ceritanya motor yang dibilang bikin macet," ujar salah seorang pengguna motor, Henri (41), Selasa (6/1/2015).
Pengendara motor yang lain, Andry (32), menilai, apabila Pemprov DKI ingin memperluas area pelarangan sepeda motor, hal yang sama seharusnya berlaku juga untuk peraturan berpenumpang minimal tiga orang (three in one) pada kendaran roda empat.
"Kalau perlu, three in one-nya 24 jam. Jadi, enggak diskriminatif. Jadi, yang harus naik angkutan umum enggak cuma yang pakai motor, tapi juga yang pakai mobil," ujar warga Ciganjur, Jakarta Selatan, itu.
Pelarangan sepeda motor yang saat ini dilakukan di Jalan MH Thamrin sampai Jalan Medan Merdeka Barat rencananya akan diperluas ke wilayah lain. Perluasan jalur itu akan dilakukan pada uji coba tahap II hingga IV.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Restu Mulya Budianto mengatakan, jalan-jalan yang akan dikenai peraturan pelarangan sepeda motor di antaranya adalah Jalan Industri, Jalan Angkasa, Jalan Garuda, Jalan Bungur Selatan, Jalan Otista, Jalan Minangkabau, Jalan Dr Soepomo, Jalan Sahardjo, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Menurut Restu, perluasan peraturan tersebut dilatarbelakangi penerapan peraturan yang sama di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat yang dinilai sukses menekan kemacetan di jalan. Namun, kata dia, perluasan baru akan diberlakukan setelah evaluasi pelarangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat. Evaluasi rencananya akan dilakukan satu bulan setelah program terlaksana, tepatnya pada 17 Januari mendatang.
Sumber: http://lampung.tribunnews.com/2015/01/06/yang-bikin-macet-bukan-motor-tapi-mobil-lihat-tuh-alpard
Label:
area
,
evaluasi
,
jakarta
,
jalan
,
kemacetan
,
medan
,
merdeka
,
mh thamrin
,
mobil
,
motor
,
pakai
,
pelarangan
,
pengguna
,
peraturan
,
perluasan
,
rencana
,
restu
,
sepeda motor
,
three
Rabu, 03 September 2014
TV Jepang Soroti Kemacetan Jakarta, Jokowi Diminta Benahi Perkeretaapian
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Satu acara di sebuah televisi Jepang, Senin (1/9/2014) pukul 22.20 malam cukup mengagetkan karena menyajikan gambar Joko Widodo (Jokowi) dan sudah tertulis sebagai Presiden Republik Indonesia.
Navigator acara menyatakan, Jokowi berusaha untuk membenahi transportasi Jakarta yang sangat macet saat ini dan tercatat kemacetan Jakarta nomor dua terparah di dunia setelah Bangkok. Demikian ungkap TV Tokyo kemarin.
Pada acara dengan tema Ajia Nayamimasu Dai Juutai (pengalaman macet luar biasa di Asia), sistem transportasi Jepang ternyata menjadi terkenal di sana, antara lain di Indonesia dan di Bangladesh. Di Indonesia khususnya pengguna kereta api dari Jepang ber AC yang diambil dari kereta bekas jalur Saikyo Line di Tokyo menghubungkan dengan daerah Saitama. Sedangkan di Bangladesh dengan penggunaan kartu elektronik sebagai pembayaran tiket bus buatan badan kerja sama internasional Jepang (JICA).
"Enak sekali sejuk, tak perlu lagi naik mobil, transportasi seperti ini dibutuhkan di Jakarta," ungkap para penumpang yang diwawancarai televisi tersebut berada di dalam kereta api Jabodetabek yang ber-AC, sejuk. Gerbong kereta tersebut bekas kereta Saikyo Line di Tokyo-Saitama.
"Apabila dia (Jokowi) presiden nantinya tampaknya rencana pembenahan kemacetan di Jakarta khususnya akan berjalan lancar, dan mudah-mudahan perkeretaapian berjalan dengan lancar," papar Yoshiyuki Yamaguchi, profesor Rikkyo University sebagai navigator acara tersebut bersama Shelly, artis Jepang.
Pembuatan jalur kereta api dan stasiun kereta api menurutnya adalah "Machi Zukuri" atau pembuatan sebuah kota. Ada stasiun kereta api, biasanya akan muncul lokasi hunian, toko, tempat penginapan, taman hiburan dan sebagainya.
Pihak televisi mencoba pula membandingkan siang hari pukul 13.26 antara penggunaan kereta api dan penggunaan mobil dari stasiun kereta api Manggarai Pasar Rumput menuju stasiun Juanda, Gambir Monas. Ternyata dengan kereta api hanya 13 menit dan berkendaraan mobil menghabiskan waktu 45 menit, berarti tiga kali lipat hanya dalam jarak sekitar 6 kilometer tersebut.
Akibat kemacetan luar biasa di Jakarta itu, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai 870 miliar yen per tahun.
"Jumlah uang yang sangat besar dan sangat mubazir akibat kemacetan di Jakarta tersebut bukan?" tambah sang profesor itu lagi.
Seorang administrator East Japan Railways, Ishikawa pun cukup kaget ketika melihat pekerja kereta api hanya pakai sandal dan tidak pakai helmet saat pekerjaan perawatan kereta api di pusat perawatan perkeretaapian di Jakarta.
"Mungkin budaya berbeda ya. Kalau kita di Jepang sudah pasti pakai sepatu dan sepatu khusus untuk pekerjaan ini," ujarnya.
"Kami memang menargetkan penjualan kereta bekas ke Asia Tenggara karena ke negara maju biasanya mereka sudah mapan dan sudah memiliki sistem serta transportasi dengan baik," kata seorang pimpinan JE East Railways, Nishiyama.
Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo juga muncul di acara televisi dan berkomentar bahwa saat ini sudah 800 kereta api dari Jepang dimasukkan ke Indonesia.
"Kita sangat butuh kereta api Jepang dan masih butuh 600 kereta api lagi," paparnya.
Tahun ini sekitar 450.000 orang per hari dan tahun 2018 diperkirakan sedikitnya mencapai 1,8 juta orang berpindah menggunakan kereta api per harinya di Jabodetabek saja.
Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2014/09/02/tv-jepang-soroti-kemacetan-jakarta-jokowi-diminta-benahi-perkeretaapian
Navigator acara menyatakan, Jokowi berusaha untuk membenahi transportasi Jakarta yang sangat macet saat ini dan tercatat kemacetan Jakarta nomor dua terparah di dunia setelah Bangkok. Demikian ungkap TV Tokyo kemarin.
Pada acara dengan tema Ajia Nayamimasu Dai Juutai (pengalaman macet luar biasa di Asia), sistem transportasi Jepang ternyata menjadi terkenal di sana, antara lain di Indonesia dan di Bangladesh. Di Indonesia khususnya pengguna kereta api dari Jepang ber AC yang diambil dari kereta bekas jalur Saikyo Line di Tokyo menghubungkan dengan daerah Saitama. Sedangkan di Bangladesh dengan penggunaan kartu elektronik sebagai pembayaran tiket bus buatan badan kerja sama internasional Jepang (JICA).
"Enak sekali sejuk, tak perlu lagi naik mobil, transportasi seperti ini dibutuhkan di Jakarta," ungkap para penumpang yang diwawancarai televisi tersebut berada di dalam kereta api Jabodetabek yang ber-AC, sejuk. Gerbong kereta tersebut bekas kereta Saikyo Line di Tokyo-Saitama.
"Apabila dia (Jokowi) presiden nantinya tampaknya rencana pembenahan kemacetan di Jakarta khususnya akan berjalan lancar, dan mudah-mudahan perkeretaapian berjalan dengan lancar," papar Yoshiyuki Yamaguchi, profesor Rikkyo University sebagai navigator acara tersebut bersama Shelly, artis Jepang.
Pembuatan jalur kereta api dan stasiun kereta api menurutnya adalah "Machi Zukuri" atau pembuatan sebuah kota. Ada stasiun kereta api, biasanya akan muncul lokasi hunian, toko, tempat penginapan, taman hiburan dan sebagainya.
Pihak televisi mencoba pula membandingkan siang hari pukul 13.26 antara penggunaan kereta api dan penggunaan mobil dari stasiun kereta api Manggarai Pasar Rumput menuju stasiun Juanda, Gambir Monas. Ternyata dengan kereta api hanya 13 menit dan berkendaraan mobil menghabiskan waktu 45 menit, berarti tiga kali lipat hanya dalam jarak sekitar 6 kilometer tersebut.
Akibat kemacetan luar biasa di Jakarta itu, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai 870 miliar yen per tahun.
"Jumlah uang yang sangat besar dan sangat mubazir akibat kemacetan di Jakarta tersebut bukan?" tambah sang profesor itu lagi.
Seorang administrator East Japan Railways, Ishikawa pun cukup kaget ketika melihat pekerja kereta api hanya pakai sandal dan tidak pakai helmet saat pekerjaan perawatan kereta api di pusat perawatan perkeretaapian di Jakarta.
"Mungkin budaya berbeda ya. Kalau kita di Jepang sudah pasti pakai sepatu dan sepatu khusus untuk pekerjaan ini," ujarnya.
"Kami memang menargetkan penjualan kereta bekas ke Asia Tenggara karena ke negara maju biasanya mereka sudah mapan dan sudah memiliki sistem serta transportasi dengan baik," kata seorang pimpinan JE East Railways, Nishiyama.
Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo juga muncul di acara televisi dan berkomentar bahwa saat ini sudah 800 kereta api dari Jepang dimasukkan ke Indonesia.
"Kita sangat butuh kereta api Jepang dan masih butuh 600 kereta api lagi," paparnya.
Tahun ini sekitar 450.000 orang per hari dan tahun 2018 diperkirakan sedikitnya mencapai 1,8 juta orang berpindah menggunakan kereta api per harinya di Jabodetabek saja.
Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2014/09/02/tv-jepang-soroti-kemacetan-jakarta-jokowi-diminta-benahi-perkeretaapian
Label:
acara
,
bekas
,
jabodetabek
,
jakarta
,
jepang
,
jokowi
,
kemacetan
,
kereta
,
kereta api
,
navigator
,
pakai
,
perkeretaapian
,
railways
,
saikyo
,
sejuk
,
stasiun kereta api
,
televisi
,
tokyo
,
transportasi
Sabtu, 29 Maret 2014
Basuki: Jangan Gila, Masa Terima Berkarat Pakai Asas Manfaat
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menolak permintaan Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar menerima bus-bus China bermasalah dengan alasan asas manfaat.
Permintaan Dishub DKI berdasarkan aturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) yang menyebutkan bus yang telah dibeli lebih dari 50 hari bisa diterima meskipun bermasalah karena asas manfaat untuk masyarakat.
"Sudah aku tolak. Jangan gila, mau pakai asas manfaat segala, mana ada terima bus China berkarat pakai asas manfaat," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Pria yang akrab disapa Ahok tersebut semakin bingung ketika Dishub DKI lebih memilih menerima bus berkarat. Di sisi lain, 30 bus sumbangan para pengusaha dipersulit birokrasinya.
Meskipun berbahan bakar solar, bus sumbangan itu memiliki spesifikasi mesin Euro 3 yang secara emisi lebih baik dari gas. Bus-bus sumbangan itu juga bermerek Hino, yang sudah teruji kualitasnya. Seharusnya, asas manfaat itu juga berlaku bagi bus-bus sumbangan perusahaan swasta.
Pemprov DKI pun, kata dia, enggan melunasi pembayaran bus-bus berkarat yang tiba di Jakarta tersebut. "Jadi, saya tolak, biar saja busnya berkarat. Biar mereka (perusahaan) menuntut, kalau kita kalah, baru kita bayar," kata Basuki.
Masyarakat Jakarta, kata dia, juga lebih memilih unit bus transjakarta yang tercukupi dan tidak akan mempertimbangkan apakah bus itu menggunakan solar atau gas. Hingga ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) mencukupi, seharusnya penggunaan solar pada transportasi massal diperbolehkan.
Satu-satunya cara untuk mengantisipasi kemacetan di Jakarta adalah dengan memaksimalkan penggunaan bus dan transportasi massal lainnya. Jika busnya datang tiap satu menit dan fasilitasnya nyaman, masyarakat akan pindah ke bus dan meninggalkan kendaraan pribadi mereka.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/27/1305104/Basuki.Jangan.Gila.Masa.Terima.Berkarat.Pakai.Asas.Manfaat
Permintaan Dishub DKI berdasarkan aturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) yang menyebutkan bus yang telah dibeli lebih dari 50 hari bisa diterima meskipun bermasalah karena asas manfaat untuk masyarakat.
"Sudah aku tolak. Jangan gila, mau pakai asas manfaat segala, mana ada terima bus China berkarat pakai asas manfaat," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Pria yang akrab disapa Ahok tersebut semakin bingung ketika Dishub DKI lebih memilih menerima bus berkarat. Di sisi lain, 30 bus sumbangan para pengusaha dipersulit birokrasinya.
Meskipun berbahan bakar solar, bus sumbangan itu memiliki spesifikasi mesin Euro 3 yang secara emisi lebih baik dari gas. Bus-bus sumbangan itu juga bermerek Hino, yang sudah teruji kualitasnya. Seharusnya, asas manfaat itu juga berlaku bagi bus-bus sumbangan perusahaan swasta.
Pemprov DKI pun, kata dia, enggan melunasi pembayaran bus-bus berkarat yang tiba di Jakarta tersebut. "Jadi, saya tolak, biar saja busnya berkarat. Biar mereka (perusahaan) menuntut, kalau kita kalah, baru kita bayar," kata Basuki.
Masyarakat Jakarta, kata dia, juga lebih memilih unit bus transjakarta yang tercukupi dan tidak akan mempertimbangkan apakah bus itu menggunakan solar atau gas. Hingga ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) mencukupi, seharusnya penggunaan solar pada transportasi massal diperbolehkan.
Satu-satunya cara untuk mengantisipasi kemacetan di Jakarta adalah dengan memaksimalkan penggunaan bus dan transportasi massal lainnya. Jika busnya datang tiap satu menit dan fasilitasnya nyaman, masyarakat akan pindah ke bus dan meninggalkan kendaraan pribadi mereka.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/27/1305104/Basuki.Jangan.Gila.Masa.Terima.Berkarat.Pakai.Asas.Manfaat
Label:
asas
,
basuki
,
bus
,
bus-bus
,
china
,
dishub
,
dki
,
gas
,
jakarta
,
manfaat
,
massal
,
pakai
,
penggunaan
,
permintaan
,
solar
,
sumbangan
,
tercukupi
,
tolak
,
transportasi
Rabu, 12 Maret 2014
Mulai April, pengangkutan sampah di DKI pakai sistem rit
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana mengubah sistem pengangkutan sampah di DKI Jakarta. Perubahan sistem tersebut akan diubah dari skema waktu menjadi skema putaran atau rit.
Ahok mengaku telah menegur Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas untuk merubah sistem pengangkutan sampah. Sebab, banyak sampah-sampah di Jakarta yang diletakkan di badan jalan dan menimbulkan bau tidak sedap di wilayah tersebut.
"Banyak yang enggak jalan truk sampah kita. Saya tanya, mau ngapain gitu lho. Terus alasannya kita masih terikat aturan sewa mobil per delapan jam, sehingga hanya ngangkut satu rit. Saya bilang ubah saja dong. Mana bisa pakai jam, pakai rit saja biar lebih simpel. Jadi per rit bayar berapa, tinggal dihitung saja nantinya," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (11/3).
Ahok menegaskan, penerapan skema rit tersebut akan dilakukan pada April 2014 mendatang. Menurut Ahok, Pemprov DKI Jakarta bakal rugi apabila menggunakan sistem yang lama. Lantaran, sampah yang diangkut setiap hari berjumlah sangat kecil dibanding jumlah sampah yang dibuang warga setiap harinya.
"Jadi ada kesengajaan pembiaran sistem yang lama yang dia bikin. Jadi kerja kita lama. Alat berat kita sudah kerja nol koma sekian jam sudah ngangkut penuh pergi, tidak balik lagi. Kan lucu. Memang tidak bisa pakai truk kita. Tadi baru saya tegur (Kadis Kebersihan). Dia harus bisa datain mana daerah-daerahnya. Biar tidak ada semacam kesengajaan," katanya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mempersilakan perusahaan swasta yang mengangkut sampah di DKI Jakarta untuk mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. "Itu hak mereka, kita tidak mau kontraknya pakai ton. Kita inginnya pakai rit. Itu juga DPRD yang ngatur kok. Pakai rit, pakai jam. Terserah saja lah, gugat saja. Namanya saja kontrak harus ada kewajiban," katanya.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/mulai-april-pengangkutan-sampah-di-dki-pakai-sistem-rit.html
Ahok mengaku telah menegur Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas untuk merubah sistem pengangkutan sampah. Sebab, banyak sampah-sampah di Jakarta yang diletakkan di badan jalan dan menimbulkan bau tidak sedap di wilayah tersebut.
"Banyak yang enggak jalan truk sampah kita. Saya tanya, mau ngapain gitu lho. Terus alasannya kita masih terikat aturan sewa mobil per delapan jam, sehingga hanya ngangkut satu rit. Saya bilang ubah saja dong. Mana bisa pakai jam, pakai rit saja biar lebih simpel. Jadi per rit bayar berapa, tinggal dihitung saja nantinya," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (11/3).
Ahok menegaskan, penerapan skema rit tersebut akan dilakukan pada April 2014 mendatang. Menurut Ahok, Pemprov DKI Jakarta bakal rugi apabila menggunakan sistem yang lama. Lantaran, sampah yang diangkut setiap hari berjumlah sangat kecil dibanding jumlah sampah yang dibuang warga setiap harinya.
"Jadi ada kesengajaan pembiaran sistem yang lama yang dia bikin. Jadi kerja kita lama. Alat berat kita sudah kerja nol koma sekian jam sudah ngangkut penuh pergi, tidak balik lagi. Kan lucu. Memang tidak bisa pakai truk kita. Tadi baru saya tegur (Kadis Kebersihan). Dia harus bisa datain mana daerah-daerahnya. Biar tidak ada semacam kesengajaan," katanya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mempersilakan perusahaan swasta yang mengangkut sampah di DKI Jakarta untuk mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. "Itu hak mereka, kita tidak mau kontraknya pakai ton. Kita inginnya pakai rit. Itu juga DPRD yang ngatur kok. Pakai rit, pakai jam. Terserah saja lah, gugat saja. Namanya saja kontrak harus ada kewajiban," katanya.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/mulai-april-pengangkutan-sampah-di-dki-pakai-sistem-rit.html
Label:
ahok
,
april
,
dewan perwakilan rakyat daerah
,
dki
,
jakarta
,
jam
,
kebersihan
,
kesengajaan
,
kontrak
,
ngangkut
,
pakai
,
pembiaran
,
pengangkutan
,
rit
,
sampah
,
sistem
,
skema
,
tegur
,
tjahaja
Jumat, 14 Februari 2014
AHOK, AKAN KEMBALIKAN SEMUA BUS TRANSJAKARTA
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengancam akan mengembalikan semua armada TransJakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) yang didatangkan dari China. Sebab, semuanya tidak layak pakai.
“Itu (Kadishub) sudah dipanggil dan memang barangnya sudah tidak layak pakai. Makanya sudah kami putuskan tidak membayar mereka (kontraktor),” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu, 12 Februari 2014.
Untuk pengadaan bus tersebut, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya akan membayar down payment (DP) sebesar 26 persen. “Jangan-jangan 26 persen itu pun sudah balik modal. Mana kami tahu. Mesti penelitian lebih dalam.”
Namun Ahok tidak menyebutkan berapa total yang harus dibayarkan. Jika pemenang tender itu bersikukuh bahwa Pemrov harus bayar penuh, maka DKI akan membawa masalah ini ke pengadilan.
“Busnya akan kami kembalikan. Kalau ada sanksi pasti ada permainan, kalau dia ngotot harus bayar kami akan ke pengadilan. Maka kami butuh tenaga ahli untuk membuktikan ini speknya di bawah standar,” katanya.
Kata dia, beberapa bus yang belum didatangkan ke Jakarta akan langsung ditolak karena dikhawatirkan kondisinya serupa dengan yang sudah lebih dulu datang.
Soal adanya kecurangan pengadaan bus itu, Biro Hukum Pemprov akan mempelajari sisi-sisi hukum untuk bisa diajukan ke pengadilan.
“Kami mesti pelajari sisi hukumnya. Tapi kalau ke pengadilan biasanya pemerintah suka kalah juga,” ujarnya.
Sumber : http://www.tubasmedia.com/berita/ahok-akan-kembalikan-semua-bus-transjakarta/
“Itu (Kadishub) sudah dipanggil dan memang barangnya sudah tidak layak pakai. Makanya sudah kami putuskan tidak membayar mereka (kontraktor),” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu, 12 Februari 2014.
Untuk pengadaan bus tersebut, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya akan membayar down payment (DP) sebesar 26 persen. “Jangan-jangan 26 persen itu pun sudah balik modal. Mana kami tahu. Mesti penelitian lebih dalam.”
Namun Ahok tidak menyebutkan berapa total yang harus dibayarkan. Jika pemenang tender itu bersikukuh bahwa Pemrov harus bayar penuh, maka DKI akan membawa masalah ini ke pengadilan.
“Busnya akan kami kembalikan. Kalau ada sanksi pasti ada permainan, kalau dia ngotot harus bayar kami akan ke pengadilan. Maka kami butuh tenaga ahli untuk membuktikan ini speknya di bawah standar,” katanya.
Kata dia, beberapa bus yang belum didatangkan ke Jakarta akan langsung ditolak karena dikhawatirkan kondisinya serupa dengan yang sudah lebih dulu datang.
Soal adanya kecurangan pengadaan bus itu, Biro Hukum Pemprov akan mempelajari sisi-sisi hukum untuk bisa diajukan ke pengadilan.
“Kami mesti pelajari sisi hukumnya. Tapi kalau ke pengadilan biasanya pemerintah suka kalah juga,” ujarnya.
Sumber : http://www.tubasmedia.com/berita/ahok-akan-kembalikan-semua-bus-transjakarta/
Label:
ahok
,
balai kota
,
bktb
,
bus
,
bus kota
,
busway
,
dki
,
jakarta
,
kadishub
,
layak
,
pakai
,
payment
,
pengadaan
,
pengadilan
,
sikukuh
,
sisi-sisi
,
spek
,
tjahaja
,
tubasmedia
Rabu, 03 April 2013
Pemprov DKI lelang truk sampah dan bus antar jemput pegawai
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melelang kendaraan tidak layak pakai yang nilai ekonomisnya sudah berumur 10 tahun. Adapun kendaraan yang akan dilelang berjumlah sekitar 150-an lebih truk sampah milik Dinas Kebersihan dan 8 bus antar jemput pegawai milik berbagai SKPD.
"Ya nanti akan dilakukan lelang, ada truk dan bus yang sudah tidak layak pakai. Ada truk sampah sekitar 150 an lebih, bus jemputan pegawai yang tak layak pakai ada 8 buah. Mobil-mobil dinas nanti menyusul," ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Endang Widjayanti di Balai Kota Jakarta, Senin (1/4).
Lelang tersebut nantinya akan terbuka untuk umum dan dilakukan di BPKD. Pengumuman lelang akan dilaksanakan pada 10 April ini melalui media massa.
"Bulan ini lelang dilakukan. Kurang lebih tanggal 10 April nanti akan diumumkan di koran," ucapnya.
Hasil lelang kendaraan tersebut akan dimasukan sebagai pendapatan daerah dan digunakan sebagai pembiayaan program. Namun, difokuskan terhadap program apa, Endang belum mengetahui secara pasti.
"Ya itu nanti dimasukan ke pos besar. Kan APBD itu berasal dari pos besar (pendapatan daerah) yang terdiri dari pendapat pajak, dan lelang. Yang nantinya akan digunakan untuk pembiayaan program," terang Endang.
Namun, persoalan akan membeli kembali truk sampah atau bus jemputan untuk pegawai yang baru, Endang mengaku tergantung dari tingkat kebutuhan dari SKPD terkait.
"Tergantung dari masing-masing SKPD apakah dibeli lagi atau tidak. Kalau ternyata truk sampah nyewa berarti enggak beli. Melelang itu rusak berat, sehingga biaya pemeliharaan lebih tinggi dibandingkan nilai pemanfaatan harus melakukan lelang," jelasnya.
Syarat kendaraan tak layak pakai, menurut Endang dilihat dari umur ekonomis. Di mana sesuai ketentuannya, kendaraan operasional lapangan tidak boleh berumur lebih dari 10 tahun. Kemudian, kondisi banyak yang rusak berat artinya tidak dapat digunakan dan diperbaiki.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/pemprov-dki-lelang-truk-sampah-dan-bus-antar-jemput-pegawai.html
"Ya nanti akan dilakukan lelang, ada truk dan bus yang sudah tidak layak pakai. Ada truk sampah sekitar 150 an lebih, bus jemputan pegawai yang tak layak pakai ada 8 buah. Mobil-mobil dinas nanti menyusul," ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Endang Widjayanti di Balai Kota Jakarta, Senin (1/4).
Lelang tersebut nantinya akan terbuka untuk umum dan dilakukan di BPKD. Pengumuman lelang akan dilaksanakan pada 10 April ini melalui media massa.
"Bulan ini lelang dilakukan. Kurang lebih tanggal 10 April nanti akan diumumkan di koran," ucapnya.
Hasil lelang kendaraan tersebut akan dimasukan sebagai pendapatan daerah dan digunakan sebagai pembiayaan program. Namun, difokuskan terhadap program apa, Endang belum mengetahui secara pasti.
"Ya itu nanti dimasukan ke pos besar. Kan APBD itu berasal dari pos besar (pendapatan daerah) yang terdiri dari pendapat pajak, dan lelang. Yang nantinya akan digunakan untuk pembiayaan program," terang Endang.
Namun, persoalan akan membeli kembali truk sampah atau bus jemputan untuk pegawai yang baru, Endang mengaku tergantung dari tingkat kebutuhan dari SKPD terkait.
"Tergantung dari masing-masing SKPD apakah dibeli lagi atau tidak. Kalau ternyata truk sampah nyewa berarti enggak beli. Melelang itu rusak berat, sehingga biaya pemeliharaan lebih tinggi dibandingkan nilai pemanfaatan harus melakukan lelang," jelasnya.
Syarat kendaraan tak layak pakai, menurut Endang dilihat dari umur ekonomis. Di mana sesuai ketentuannya, kendaraan operasional lapangan tidak boleh berumur lebih dari 10 tahun. Kemudian, kondisi banyak yang rusak berat artinya tidak dapat digunakan dan diperbaiki.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/pemprov-dki-lelang-truk-sampah-dan-bus-antar-jemput-pegawai.html
Rabu, 20 Februari 2013
Ada MRT, Macet Hanya Akhir Pekan
JAKARTA - Pemerintah akan membangun Mass Rapid Transportation (MRT) agar mengurangi pengguna mobil di kawasan yang dilewati MRT. Nantinya, akan disediakan parkiran di halte-halte MRT tersebut.
Deputi Menko Bidang Kerja sama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman menjelaskan, dengan adanya MRT, maka orang-orang yang biasa membawa mobil, dapat menitipkan mobilnya di parkiran tersebut, dan naik MRT.
"Mungkin di Blok M perlu dibangun beberapa tempat parkir MRT, yang memungkin orang-orang yang tinggal di Bintaro untuk nyambung mnggunakan MRT ke Thamrin, misalnya. Nah, ini yang perlu yang bisa dipikirkan dalam konsep transportasi terpadu," kata dia, di kantornya, Jakarta, Selasa (19/2/2013).
Rizal menjelaskan, MRT bertujuan untuk mengurangi keinginan orang untuk menggunakan mobil pribadi secara berlebihan. Caranya, lanjut dia, adalah dengan membaut transportasi menjadi nyaman dan terjangkau.
Menurutnya, jika pengguna mobil masih akan banyak, hanya saja tidak setiap hari seperti hanya di akhir pekan. Menurutnya, jika pada biasa maka mobil tersebut dapat di parkir di rumahnya. Namun, dia mengatakan belum membicarakan di luar DKI Jakarta yang masih luas.
"Jadi tidak bapaknya pakai mobil sendiri, anaknya pakai mobil sendiri, sehingga di rumah bisa tiga sampai empat mobil, tapi dengan adanya public transport, Senin sampai Kamis mobilnya bisa di parkir di rumah dan akhir pekan masih perlu mobil juga," ujar Rizal. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764157/ada-mrt-macet-hanya-akhir-pekan
Deputi Menko Bidang Kerja sama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman menjelaskan, dengan adanya MRT, maka orang-orang yang biasa membawa mobil, dapat menitipkan mobilnya di parkiran tersebut, dan naik MRT.
"Mungkin di Blok M perlu dibangun beberapa tempat parkir MRT, yang memungkin orang-orang yang tinggal di Bintaro untuk nyambung mnggunakan MRT ke Thamrin, misalnya. Nah, ini yang perlu yang bisa dipikirkan dalam konsep transportasi terpadu," kata dia, di kantornya, Jakarta, Selasa (19/2/2013).
Rizal menjelaskan, MRT bertujuan untuk mengurangi keinginan orang untuk menggunakan mobil pribadi secara berlebihan. Caranya, lanjut dia, adalah dengan membaut transportasi menjadi nyaman dan terjangkau.
Menurutnya, jika pengguna mobil masih akan banyak, hanya saja tidak setiap hari seperti hanya di akhir pekan. Menurutnya, jika pada biasa maka mobil tersebut dapat di parkir di rumahnya. Namun, dia mengatakan belum membicarakan di luar DKI Jakarta yang masih luas.
"Jadi tidak bapaknya pakai mobil sendiri, anaknya pakai mobil sendiri, sehingga di rumah bisa tiga sampai empat mobil, tapi dengan adanya public transport, Senin sampai Kamis mobilnya bisa di parkir di rumah dan akhir pekan masih perlu mobil juga," ujar Rizal. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764157/ada-mrt-macet-hanya-akhir-pekan
Label:
affand
,
akhir pekan
,
biasa
,
jakarta
,
mngguna
,
mobil
,
mobil pribadi
,
mrt
,
orang-orang
,
pakai
,
parkir
,
parkiran
,
pengguna
,
rapid
,
rizal
,
rumah
,
transportasi
Langganan:
Postingan
(
Atom
)