Tampilkan postingan dengan label suku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suku. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

Sampah Berserakan di Kota Tua, Petugas Kebersihan Mengaku Belum Digaji 3 Bulan

Jakarta - Sampah tampak berserakan dan menumpuk di sudut tempat wisata Kota Tua, Jakarta, Minggu (8/06). Suasana pun terasa kumuh. Rupanya, hal ini terjadi karena petugas kebersihan Suku Dinas Jakarta Barat belum digaji selama tiga bulan sejak Maret hingga Mei kemarin.

"Saya bekerja setengah kurang semangat, kurang yakin. Takutnya saya ini kerja dibela-belain, nggak ada gaji, gimana? Coba kalau ketahuan gajinya, semangat," keluh Roby Suwarno (41), petugas kebersihan Suku Dinas Jakarta Barat ketika ditemui di Lapangan Fatahilah, Kota Tua, Jakarta Barat.

Roby mengaku ia dan teman-temannya dijanjikan upah sebesar Rp 2,4 juta per bulan sebagai pekerja kontrak dari Dinas Kebersihan. Namun, sejak Maret lalu pria yang tinggal di Kampung Muka, Ancol ini, belum menerima upahnya bekerja sebagai petugas kebersihan Jakarta Barat.

"Total, Rp 7,2 juta belum dibayar. Saya kerja kan mengharapkan gaji untuk makan. Kalau sampai tiga bulan nggak turun, bingung keteteran, punya utang juga. Kena pikiran. Kerja karena kena pikiran jadi kurang semangat," imbuh pria beranak dua ini.

Kinerja yang kurang optimal ini membuat kebersihan tempat wisata Kota Tua menjadi terabaikan. Akibatnya, pengunjung merasa terganggu. Padahal, Kota Tua adalah salah satu ikon wisata kota Jakarta.

"Kurang kebersihannya, ya terganggu juga. Masyarakatnya juga kurang peduli. Saya nggak pernah lihat petugas kebersihan juga," ungkap Edy Widodo (29), salah satu pengunjung Kota Tua.

Hal yang sama juga dialami sejumlah petugas kebersihan di beberapa wilayah di Jakarta. Pada pertengahan April lalu, dua belas orang petugas kebersihan Suku Dinas Jakarta Pusat mendatangi rumah dinas mantan gubernur Jakarta Joko Widodo untuk mengadukan keterlambatan gaji. Mereka mengaku upahnya belum dibayar selama empat bulan.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/06/08/185938/2602416/10/sampah-berserakan-di-kota-tua-petugas-kebersihan-mengaku-belum-digaji-3-bulan

Selasa, 09 April 2013

Ada Tempat Sampah, Warga Pilih Buang Sembarangan

JAKARTA, KOMPAS.com — Kesadaran sebagian warga Jakarta untuk membuang sampah di tempat yang disediakan sangat rendah. Hal itu membuat titik tumpukan sampah banyak muncul tidak pada tempatnya, tak terkecuali di Jakarta Selatan.

Beberapa titik sampah di Jakarta Selatan terdapat di sepanjang Jalan M Saidi, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan pun pada Senin (8/4/2013) pagi melakukan pembersihan sampah di jalan tersebut.

"Titik jalan ini mendapat perhatian khusus dari tim penilai Adipura karena ada beberapa titik pembuangan sampah ilegal," kata Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan Zaenal Syarifudin, Senin siang.

Menurut Zaenal, dari kegiatan tersebut dapat dilihat, meskipun ada depo sampah di jalan tersebut, masyarakat tetap membuat tempat pembuangan ilegal. Sejumlah depo yang telah disediakan dan pengangkutannya juga tidak pernah terlambat tidak membuat warga sadar dan lebih memilih membuang sampah yang terdekat dari rumahnya.

Ada tiga titik pembuangan sampah liar yang dibersihkan oleh petugas. Dari hasil pembersihan tersebut, sampah yang diangkut sebanyak 30 meter kubik atau sekitar 6,5 ton.

"Ada empat truk dan 10 mobil operasional sampah kecil yang diturunkan untuk mengangkutnya," ujar Zaenal.

Untuk itu, Zaenal meminta kepada pejabat lingkungan, seperti camat, lurah, dan RT/RW, agar bisa mengarahkan warganya untuk peduli lingkungan. Para pengurus lingkungan juga diminta mencarikan lahan untuk pembuangan sampah yang baik. Nantinya, kata dia, pihak suku dinas kebersihan yang akan menyediakan fasilitas pengangkutannya.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/04/08/1424180/Ada.Tempat.Sampah.Warga.Pilih.Buang.Sembarangan

Rabu, 12 Desember 2012

Tiap hari, 31 ton sampah berserakan di Jakarta Barat

Dalam sehari, 31 ton sampah yang berserak di tempat pembuangan liar, sungai, dan taman di Jakarta Barat dibiarkan oleh Seksi Penanggulangan Sampah Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat.

Menurut Kepala Seksi Penanggulangan Sampah Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat Made Indrayasa, sampah yang tidak berada di Lokasi Pembuangan Sementara (LPS) bukan wewenang pihaknya.

"Kami tidak memungut sampah di LPS liar," ujarnya, Selasa (11/12). Dirinya menjelaskan, pengangkutan sampah di tempat sampah liar merupakan tugas pihak kecamatan.

Made mengatakan, 31 ton sampah yang tidak diangkut Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat itu merupakan bagian dari 1.568,03 ton sampah yang dihasilkan warga Jakarta Barat setiap harinya. Dari delapan kecamatan Jakarta Barat, Kecamatan Cengkareng dan Tambora merupakan penyumbang terbesar.

"Volume sampah di Jakarta Barat, disumbangsih dari rumah tangga, dan industri," ujar Made.

Dia menjelaskan, sampah tersebut diangkut dari 36 LPS resmi, 88 bak sampah, dan 86 titik gerobak sampah yang tersebar di Jakarta Barat.

Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/tiap-hari-31-ton-sampah-berserakan-di-jakarta-barat.html