Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2015

5 Cara dapatkan penghasilan dari kemacetan Jakarta

Merdeka.com - Tidak dipungkiri lagi bila Jakarta merupakan kota dengan kemacetan memprihatinkan di Indonesia. Bagi sebagian orang hal ini sangat menyebalkan sekaligus membosankan. Saat macet, biasanya seseorang jadi mudah emosi karena terlalu lama menunggu. Nah, agar acara menunggu makin menyenangkan, Anda bisa melakukan sesuatu untuk menambah penghasilan, lho!

Membuat Blog

Saat dalam kemacetan, cobalah memanfaatkan waktu untuk membuat blog dan mengisinya dengan keseharianmu yang menarik. Tidak perlu bingung dengan baterai smartphone yang cepat habis, sebab ada Xiaomi Redmi yang memiliki kapasitas baterai yang tahan lama. Anda bisa mendapatkannya di sini nih. Cobalah untuk aktif di blog dan ikutan kompetisi menulis yang hadiahnya bisa memberikan penghasilan lebih.

Membuat Online Shop

Online shop bisa menjadi pilihan utama untuk membuka peluang bisnis. Sambil menikmati kemacetan di Jakarta, sebaiknya kembangkan online shop milik Anda. Kemacetan tidak akan lagi membosankan, jika Anda memiliki banyak waktu untuk mengembangkan usaha dengan penghasilan yang menggiurkan.

Menjadi Freelance Writer

Memiliki kemampuan menulis berbahasa Inggris bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang melalui situs freelance. Carilah klien yang mau membayar karya tulis buatan Anda. Seringkali para klien meminta contoh tulisan sebagai bahan review sebelum memutuskan membayar jasa menulis.

Gabung di Forum Online

Untuk memanfaatkan waktu macet, cobalah untuk buka forum online yang akan memudahkan Anda untuk mengembangkan bisnis. Lumayan kan, sebelum ke kantor bisa mengerjakan bisnis sampingan terlebih dahulu.

Bergabung di Program Survey Online

Bermain gadget saat macet merupakan cara ampuh untuk membasmi rasa bosan. Di waktu ini, cobalah untuk bergabung dengan program survey online untuk mendapatkan penghasilan. Imbalan survey ini pada umumnya berupa uang tunai yang dapat diuangkan setelah mencapai batas tertentu. Namun ada pula yang memberi imbalan berupa voucher belanja menarik.

Bila setiap kemacetan dapat dilewati dengan mengerjakan hal seperti pada ulasan di atas, tentu kegiatan menunggu akan menjadi lebih menyenangkan. Semoga bermanfaat!

Sumber : http://www.merdeka.com/gaya/5-cara-dapatkan-penghasilan-dari-kemacetan-jakarta.html

Jumat, 28 Agustus 2015

Saingi Go-Jek dan GrabBike, Blu-Jek Rekrut 3.000 Pengemudi

TEMPO.CO, Jakarta - Tren bisnis ojek online yang marak bermunculan di Jakarta rupanya kini masih menjadi lahan bisnis yang menggiurkan bagi beberapa kalangan. Setelah sebelumnya muncul Go-Jek dan GrabBike, kini muncul layanan ojek berbasis aplikasi lain yang bernama Blu-Jek.

"Selain menggunakan aplikasi, sistem pembayaran juga akan dihitung per kilometer," ujar Arlingga Putranto, Marketing Commercial Staff Blu-Jek, saat ditemui Tempo di kantornya di Jalan Cendrawasih, Gandaria, Jakarta Selatan.

Arlingga enggan menjelaskan lebih detail mengenai bagaimana cara memesan layanan Blu-Jek dan berapa tarif yang ia pasang. Dia mengatakan hal itu akan dijelaskan pada September mendatang setelah proses perekrutan selesai. Arlingga juga menampik jika Blu-Jek disama-samakan dengan perusahaan lain, seperti Go-Jek. Sebab, menurut dia, ada beberapa perbedaan antara perusahaannya dan perusahaan transportasi roda dua lainnya. "Akan kami beri tahu nanti apa bedanya," katanya. (Baca: Soal Blu-Jek, Bluebird Bantah Buka Layanan Ojek Online)

Arlingga mengatakan ide untuk membentuk perusahaan Blu-Jek ini tercetus pada Februari lalu. Menurut dia, Blu-Jek dibuat sebagai solusi untuk menghindari kemacetan yang ada di Jakarta. Di samping itu, kata dia, Blu-Jek juga dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Jakarta, dengan membuka lowongan pengemudi bagi warga Jakarta.

Dia melanjutkan, sejak awal Agustus, sudah ada 3.000 orang lebih yang mendaftar untuk menjadi pengemudi Blu-Jek. "Tanggal 20 Agustus kemarin pendaftaran sudah kami tutup. Kami akan buka lagi pertengahan September mendatang," tuturnya. Mengenai jumlah pengendara yang akan direkrut, Arlingga mengatakan Blu-Jek masih merahasiakannya.

Dalam formulir pendaftaran Blu-Jek, tertulis beberapa keuntungan yang bisa didapatkan pengendara Blu-Jek. Di antaranya pengemudi bisa mendapatkan minimal lima order per hari, mereka bisa mendapatkan gaji sebesar Rp 4-6 juta per bulan, mendapat asuransi kesehatan BPJS, mendapat akun Mandiri dan e-Money yang dapat digunakan untuk keperluan kerja dan pribadi, serta mendapatkan pelatihan dan pengarahan langsung dari Polda Metro Jaya tentang rambu-rambu lalu lintas

Sumber : http://metro.tempo.co/read/news/2015/08/27/083695426/saingi-go-jek-dan-grabbike-blu-jek-rekrut-3-000-pengemudi

Rabu, 03 Juni 2015

Westbike Messenger, Mengurai Kemacetan Jakarta dengan Sepeda

Mengantarkan dokumen, barang, dan segala jenis paket dengan segera di belantara Jakarta hanya mungkin dilakukan dengan sepeda motor. Akan tetapi, memilih sepeda motor sebagai moda transportasi pengantar belum tentu bijak untuk menghadapi kemacetan di jalan raya.

Sepeda motor meninggalkan jejak karbon berupa sisa gas buang dan bobotnya relatif berat sehingga tidak memungkinkan diangkat-angkat. Hal itu kerap membuat sepeda motor terjebak dan menjadi bagian dari kemacetan. Maka, kembali pada metode pengantaran paket pada masa lalu dengan sepeda yang cenderung ramah lingkungan karena nihil gas buang dicoba Westbike Messenger Services (WMS) sejak Oktober 2013.

Sebagian aktivitas WMS dengan 15 pengendara (rider) sepeda itu terekam pada Kamis (28/5) petang di salah satu pojok Lantai 2 Pasar Santa, Jakarta Selatan.

Hamzah Mutaqqien (23), salah seorang pengendara yang turut merintis bisnis tersebut, bersama Chief Operating Officer WMS Hendi Rachmat dan Co-Founder WMS Duenno Ludissa tengah duduk-duduk santai seusai menjalani aktivitas hari itu.

Tas paket dengan tempelan sejumlah badge menemaninya. "Mental diperlukan," ujar Hamzah yang akrab disapa Jeje saat ditanya apa yang mesti dimiliki seorang pengendara.

Mental yang dimaksud Jeje ialah tatkala harus berhadapan dengan kendaraan bermotor yang menyemut dan seolah tidak peduli dengan kehadiran pengendara sepeda. Mental itu juga yang dibutuhkan tatkala dalam jangka waktu kurang dari dua tahun ia sudah dua kali ditabrak hingga terpental.

Pertama, ditabrak metromini di kawasan Blok M Plaza. Kedua, ditabrak sepeda motor di kawasan Kemayoran.

Mental itu pula yang membuat para pengendara seperti Jeje tetap bangun dan kembali mengayuh sepeda tanpa harus memusingkan urusan ganti rugi atau biaya pengobatan. Itu karena yang paling penting ialah bagaimana paket-paket yang diantarkan itu bisa sampai tepat waktu.

"Kalau paket telat sampai, itu sangat minim (jarang) terjadi karena kami sudah memperhitungkan waktunya," ujar Jeje.

Seluruh wilayah Jakarta, kecuali wilayah utara, memungkinkan dijelajahi para pengendara sepeda itu demi mengantarkan paket dalam waktu bisa kurang dari dua jam. Wilayah utara dikecualikan, menurut Hendi, atas dasar keamanan bagi para pengendara sepeda karena truk-truk besar mendominasi jalan raya di kawasan tersebut.

Pemilihan rute, keahlian bersepeda, dan kemampuan mengendarai sepeda di sela-sela kendaraan bermotor menjadi kunci dalam mencapai ketepatan waktu pengantaran. Sepeda yang dipergunakan adalah jenis fixie (fixed-gear bicycle) tanpa rem milik setiap rider.

Karena itulah, kecepatan mengayuh sepeda tidak semata-mata menjadi kunci. Yang tak kalah penting adalah keterampilan mengendarai sepeda dan kemampuan dalam membaca situasi serta pemilihan jalan. Jeje mengatakan, dalam satu hari, seorang pengendara paling sedikit menempuh rute 50 kilometer.

Setiap pengendara sudah paham betul rute yang hendak mereka lalui dan paling hanya mengecek aplikasi Google Maps untuk sejumlah rute yang sangat baru. Mereka beroperasi sesuai jam kantor dan berakhir sekitar pukul 17.00.

Sebagian besar pengendara adalah mahasiswa. Hendi mengatakan, dari 15 pengendara, 12 orang merupakan mahasiswa, sedangkan tiga lainnya telah menyelesaikan kuliah dan menjadi anggota staf tetap.

Awalnya mereka sesama anggota komunitas. Belakangan, mereka direkrut secara terbuka, lewat pengumuman via media sosial.

Hubungan di antara mereka juga relatif erat. Jalinan komunikasi yang ada seperti layaknya dalam sebuah komunitas, termasuk dengan yang sudah tidak lagi menjadi pengirim paket.

Adya Maulana (20), mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Atma Jaya, pernah bergabung selama tiga bulan bersama WMS pada masa liburan kuliah. Petang itu, ia bertandang sekalipun tidak lagi menjadi pengantar paket bersama WMS.

Jeje yang turut mendirikan WMS masih tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Universitas YAI. Akan tetapi, saat ini ia memilih mengambil cuti kuliah agar bisa lebih fokus mengembangkan bisnis WMS.

Berkembang dengan jumlah permintaan semakin banyak, itulah yang kini dirasakan Hendi dengan 15 pengendara. Jumlah itu sudah bertambah banyak dibandingkan saat ia memulai bisnis pengantaran paket dengan sepeda itu bersama dua pengendara saja.

Ia berencana untuk merekrut lebih banyak pengendara dan itu tidak terbatas pada laki-laki. Saat ini pun sudah ada seorang pengendara perempuan bernama Mawar yang turut bergabung sebagai pengantar paket.

Jika Anda gila menggenjot sepeda, punya KTP, dan ingin mengantongi penghasilan sekitar Rp 3 juta sebulan, mungkin bergabung bersama WMS bisa jadi pilihan. Tentu saja ada sejumlah tahapan seleksi, seperti wawancara, yang akan sangat menentukan apakah calon bakal lulus atau tidak.

Ini masih ditambah bahwa visi yang diusung WMS bukan semata aktif sebagai pengendara sepeda dalam konteks menjadi pengantar paket. Hendi sudah mulai berpikir untuk menggabungkan penyedia layanan jasa serupa di sejumlah kota di Indonesia dalam bentuk asosiasi. Jika tak ada aral melintang, Desember mendatang, ia akan melangsungkan ajang Indonesia Commuter Race.

Hal tersebut bakal jadi bekal pengalaman berharga sebelum mengadakan kompetisi bagi para pengendara sepeda di tingkat Asia Pasifik yang menggunakan moda transportasi itu untuk mengantarkan paket titipan. Ide tersebut diperoleh Hendi setelah sejumlah pengendara WMS ikut dalam ajang Cycle Messenger World Championships di Melbourne, Australia, April lalu.

Setelah sejumlah pencapaian tersebut, Hendi masih mempunyai catatan terkait bisnis pengantaran paket dengan sepeda yang praktis dan aman bagi lingkungan karena tidak menghasilkan gas buang itu. Ia menyatakan, sejauh ini, sebagian besar kliennya yang memberikan perhatian penuh adalah perusahaan asal luar negeri dan kantor kedutaan besar negara sahabat di Jakarta.

Sementara itu, kesadaran tentang lingkungan pada sebagian kalangan di dalam negeri dinilai masih belum utuh. Ini tentu membuat Hendi dan WMS semakin tertantang, serupa ketika ia bersama rekan-rekannya membangkitkan lagi kegairahan bersepeda fixie bersama WMS.

Sumber : http://print.kompas.com/baca/2015/05/30/Westbike-Messenger%2c-Mengurai-Kemacetan-Jakarta-den

Kamis, 02 April 2015

Buka Kantor di Jakarta, Inilah Sederet Rencana CEO Twitter

TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial Twitter kini memiliki kantor di Indonesia. Kantor tersebut berlokasi di One Pacific Place, kawasan SCBD, Senayan, Jakarta.

Beroperasinya kantor ini bertujuan memudahkan pengembangan bisnis Twitter. Ada sejumlah strategi yang siap dilaksanakan Twitter untuk menunjang bisnisnya di Tanah Air.

"Strategi yang kami terapkan adalah bekerja sama dengan mitra bisnis dan penyedia teknologi," ujar Chief Excutive Officer Twitter Dick Costolo dalam acara Media Roundtable di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2015.

Costolo menyebutkan kerja sama dengan mitra bisnis dilakukan bersama pelaku usaha kecil-menengah. Adapun kerja sama teknologi berkaitan dengan inovasi pengolahan data dengan cara menghimpun informasi lewat data Twitter.

Tidak lupa, Costolo melanjutkan, Twitter menggandeng pemerintah dan perguruan tinggi. Khusus bagi pemerintah, Costolo mengapresiasi pemanfaatan Twitter sebagai sarana untuk menyebar informasi tentang adanya bencana. "Apalagi Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat luas. Kami ingin Twitter menjadi semacam alarm," ujar Costolo.

Sedangkan di bidang pendidikan Twitter bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Twitter berupaya mendorong perempuan agar semakin melek terhadap teknologi informasi. "Kami memberikan beasiswa kepada mahasiswi."

Lantas, apa alasan Twitter baru membuka kantor di Indonesia? Rupanya, perusahaan yang bermarkas di San Francisco ini memilih melaksanakan sejumlah prioritas terlebih dahulu. "Salah satunya, kami berfokus mengembangkan iklan mobile sejak 2010."

Costolo melanjutkan, untuk sementara hanya ada dua orang yang menjalankan manajemen Twitter di Indonesia. Jumlah ini sangat jauh dibanding 85 pegawai Twitter di kantor Singapura. Menurut Costolo, sejalan dengan perkembangan Twitter di Indonesia, akan ada penambahan jumlah pegawai.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/03/26/072653202/Buka-Kantor-di-Jakarta-Inilah-Sederet-Rencana-CEO-Twitter

Senin, 27 Oktober 2014

Akibat Macet, Investor Asing Tak Ada yang Mau Berbisnis di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang, DKI Jakarta akan semakin padat menjadi pusat bisnis. Namun investor asing bisa pindah ke kota lain setelah melihat kepadatan volume jalan yang semakin macet.

Deputi gubernur Bidang industri, perdagangan dan transportasi pemprov DKI Jakarta Sutanto Soehodho memaparkan bahwa selama terjadi kemacetan parah di Ibu Kota, banyak investor akan berpikir dua kali untuk menanam modal di Jakarta.

"Mungkin nggak ada orang yang mau berbisnis ke jakarta kalau macet," ujar Sutanto, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (24/10/2014).

Untuk mengatasi hal tersebut, Sutanto memaparkan bahwa Jakarta membutuhkan infrastruktur yang memadai. Dalam hal ini jalan tol dan jembatan layang diperlukan untuk memperlancar volume kendaraan.

"Kalau infrastruktur dibangun dengan baik, tentunya bisnis itu hidup. Jadi kita harus bangun infrastrutkur," ungkap Sutanto.

Sutanto juga mengingatkan yang menghidupkan Jakarta bukan hanya infrastruktur, namun juga sumber daya manusianya. Sutanto membayangkan Ibu Kota punya pekerjaan rumah besar untuk membangun infrastruktur dan manusianya.

"Ya kita ingin segera membangun cepat. Tentu local goverment," papar Sutanto.

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/10/24/akibat-macet-investor-asing-tak-ada-yang-mau-berbisnis-di-jakarta

Kamis, 17 April 2014

Geser Jakarta, Tiga Kota Ini Jadi Lokasi Bisnis Favorit di RI

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengaku pamor ibukota sebagai lokasi bisnis strategis bagi pelaku usaha bakal meredup meskipun Jakarta telah masuk dalam deretan kota potensial bisnis dunia oleh lembaga konsultan asing. Lokasi bisnis potensial ke depan akan tergantikan di tiga daerah pinggiran.

Ketua Bidang Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Soebronto Laras mengaku Bekasi, Karawang dan Purwakarta akan menjadi daerah favorit bagi pelaku usaha lokal maupun asing untuk berinvestasi di Tanah Air.

"Kami sudah tidak bicara Jakarta lagi. Jakarta bukan lagi prioritas karena macet dan banjir. Jadi sepanjang tol Cikampek itu akan menjadi daerah potensial berbisnis," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Soebronto Laras mengaku, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lahan di sepanjang tol Cikampek tersebut laris manis dibeli investor.

"Lahan di kawasan industri sepanjang jalan tol Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sudah habis dibeli investor. Menyedihkannya yang beli investor asing. Karena kalau terjadi apa-apa, mereka nggak rugi sebab tinggal angkut koper, selesai," jelasnya.

Lahan itu, menurut dia, dibeli mulai harga US$ 40 per meter persegi pada 2005. Namun seiring merangkaknya harga jual, tanah tersebut kini ditaksir mempunyai nilai US$ 200 per meter persegi atau naik berkali-kali lipat.

"Mereka beli lahan untuk investasi di industri otomotif, elektronik dan sebagainya," cetus Soebronto.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2037915/geser-jakarta-tiga-kota-ini-jadi-lokasi-bisnis-favorit-di-ri

Senin, 20 Januari 2014

Kerugian Banjir di Jakarta Utara Rp 100 M per Hari

TEMPO.CO , Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kerugian akibat banjir yang melanda Ibu Kota sejak Minggu, 13 Januari 2014 lalu ditaksir telah menelan kerugian hingga ratusan miliar rupiah. "Jika dilihat dari sebaran lokasi banjirnya, banyak kawasan bisnis dan industri yang lumpuh sehingga kerugian yang ditimbulkan sangat besar," ujarnya kepada Tempo, 19 Januari 2014.

Sebetulnya, kata Sarman, sewaktu banjir mulai melanda pada akhir pekan lalu, hanya wilayah pemukiman penduduk yang tergenang. Namun memasuki hari ketiga, intensitas hujan yang terus meningkat ditambah air kiriman dari daerah lain di luar Jakarta mengakibatkan titik sebaran banjir semakin banyak. "Kawasan bisnis dan industri pun kena sehingga aktivitas ekonomi lumpuh."

Salah satu wilayah dengan titik banjir yang berdampak pada terhambatnya kegiatan industri dan bisnis adalah Jakarta Utara. "Di sana ada 3 titik kawasan bisnis yang kami anggap paling parah terkena banjir yakni Tanjung Priok, Kelapa Gading, dan kawasan Mangga Dua." Sarman memperkirakan, setiap hari kerugian yang ditimbulkan akibat terhentinya aktivitas ekonomi di ketiga titik itu mencapai Rp 100 miliar rupiah.

Di kawasan Mangga Dua, kata Sarman, terdapat ribuan pedagang dan pengusaha yang terpaksa menutup toko ataupun kantornya karena banjir. "Penutupan ini menimbulkan kerugian berupa berkurangnya omzet." Berdasarkan pemantauan selama sepekan, dia menilai jumlah kerugian di Kawasan Mangga Dua yang memiliki 6 pusat perdagangan mencapai Rp 50 miliar per hari. "Asumsinya, ada 20 ribu toko dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per hari." Nilai perkiraan kerugian yang sama juga dialami para pengusaha di wilayah Kelapa Gading.

Sedangkan, banjir yang menggenangi kawasan Tanjung Priok dan daerah lain yang menjadi akses menuju pelabuhan dinilai menimbulkan kerugian dari sisi logistik sebesar Rp 9 miliar per hari. "Akibat banjir, lalu lintas dari dan menuju pelabuhan Tanjung Priok macet parah maka cost yang ditanggung pengusaha logistik menjadi semakin besar."

Tidak hanya biaya logistik yang membengkak, banjir pun membuat aktivitas perekonomian di daerah lain terganggu. "Tanjung Priok kan pintu ekspor, impor, dan distribusi barang domestik terbesar, karena terhambat banji pasti dampaknya merembet dan kerugian jauh lebih besar," kata Sarman. "Nilainya bisa triliunan."

Meski demikian, nilai perkiraan kerugian ini barulah taksiran sementara. "Kami belum menerima ada laporan dari para pengusaha soal jumlah kerugian," ujar Sarman. Selain kerugian omzet yang menurun, dia menambahkan, banjir pun tentunya merusak fasilitas usaha.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/01/20/083546419/Kerugian-Banjir-di-Jakarta-Utara-Rp-100-M-per-Hari

Rabu, 21 Agustus 2013

Jokowi Jadikan Waduk Ria Rio "Lebih" dari Waduk Pluit

JAKARTA, KOMPAS.com — Program penataan waduk di Jakarta terus digenjot Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Usai Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dimulai, target selanjutnya adalah Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur.

Waduk Ria Rio direncanakan memiliki banyak kelebihan ketimbang Waduk Pluit. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memastikan, waduk yang berada persis di sebelah timur perempatan Cempaka Putih itu mulai ditata pada September 2013 yang akan datang. Jokowi ingin kawasan tak terurus itu menjadi tempat penampungan air, ruang terbuka hijau (RTH), ruang aktivitas publik, sekaligus menjadi ladang bisnis Pemprov DKI.

"Nanti di sini akan jadi taman. Tapi, ada sisi bisnis yang dikerjakan Jakpro. Ada gedung serbagunanya," ujar Jokowi saat berkunjung ke kawasan Waduk Ria Rio pada Senin (19/8/2013) siang.

Tak hanya gedung serbaguna yang akan berdiri di sisi timur, sisi yang saat ini masih berdiri 500 kepala keluarga, di sisi selatan waduk, akan dibangun hotel bintang empat.

Berbeda dengan Waduk Pluit yang tidak mengakomodasi sisi bisnis sama sekali, keberadaan gedung serbaguna dan hotel di Waduk Ria Rio dibangun mengingat lokasi waduk strategis. Selain terletak di perbatasan Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat, kawasan itu sering dilintasi oleh masyarakat pengguna kendaraan.

Meski demikian, Jokowi menegaskan, keberadaan gedung serbaguna dan hotel bukan tujuan utama Pemprov DKI. Namun, target utamanya adalah RTH yang dapat diakses warga dengan gratis, sedangkan gedung serbaguna dan hotel dibangun untuk mencari keuntungan, menyelaraskan fungsi sosial dengan bisnis tanpa mengganggu satu sama lain.

"Jakarta butuh ruang publik dalam rangka membangun konektivitas sosial warga. Ingat, ini bukan ruang bisnis ya," lanjut politisi PDI-Perjuangan itu.

Lebih bagus dari Waduk Pluit

Terletak di Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, waduk 9 hektar yang memiliki kawasan seluas 25 hektar itu tampak tidak terurus. Di barat, selatan, dan utara dipenuhi ilalang dan pohon. Permukaan air waduk pun rata dipenuhi tanaman eceng gondok, nyaris seperti bukan waduk.

Sesuai desain, sisi barat akan dijadikan sentra bisnis. Sisi utara akan dibangun RTH dengan beragam fasilitas, mulai dari taman osmosis, amfiteater, hutan kota, dan taman pasif. Sisi timur akan dibangun gedung serbaguna yang menghadap ke waduk dengan amfiteater di depannya serta akan dibangun taman pasif serta arena olahraga.

"Ini akan jauh lebih bagus dari Waduk Pluit, yakin. Karena ini kan terletak di dalam kota. Tamannya lebih, ada kawasan bisnis. Pasti bagus," ujarnya.

Kawasan Waduk Ria Rio akan dibangun empat instansi. Sisi barat, timur, utara akan dibangun oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Sisi selatan akan dikerjakan PT Jakarta Propertindo. Adapun normalisasi waduk akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Anggaran penataan menggunakan APBD DKI dengan total senilai Rp 1 triliun.

Lebih mudah merelokasi warga?

Beberapa waktu lalu, Jokowi mengungkapkan optimismenya mampu merelokasi 500 kepala keluarga yang bermukim di sisi timur waduk. "Waduk Pluit yang tujuh ribuan KK saja bisa, apalagi ini yang cuma ratusan. Saya yakin bisa," ujarnya kala itu.

Dalam penataan waduk, Jokowi pun memulainya dari sisi selatan, barat, dan utara terlebih dahulu. Sisi timur yang masih berpenduduk tidak diusik untuk sementara waktu. Entah mengapa Jokowi memilih kebijakan itu, ia enggan menjelaskannya.

"Sisi yang ada masyarakatnya tunggu. Jangan kita bicarakan dulu. Yang penting itu dimulai, dimulai, kalau ndak dimulai-mulai ya gimana," lanjutnya.

Warga di sekitar waduk akan mendapat ruang kerahiman Rp 1 juta. Namun, Jokowi menampik kabar tersebut. Menurutnya, pihaknya belum menyentuh soal kompensasi untuk warga.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/20/0752040/Jokowi.Jadikan.Waduk.Ria.Rio.Lebih.dari.Waduk.Pluit

Kamis, 04 Juli 2013

Nebeng.com Tawarkan Solusi Alternatif Kemacetan Jakarta

Liputan6.com, Jakarta : Pada ajang "Indonesia Innovates" yang diselenggarakan Google Indonesia dan Ogilvy & Nather Indonesia hari ini, Rabu (3/7/2013) di Shangrila Hotel Jakarta, terdapat enam startup asli Indonesia yang diberi penghargaan 'Pahlawan Inovasi Indonesia' karena dinilai berprestasi di segmen bisnis berbasis internet. Di antara keenam startup tersebut, terdapat satu startup yang menurut tim Liputan6.com cukup menarik dan inovatif. Startup tersebut adalah Nebeng.com.

Dimulai oleh sejumlah anak muda Jakarta yang membentuk Komunitas Nebeng (KOMBENG), mereka akhirnya berbasis pada komunitas online yang diwadahi oleh laman www.nebeng.com. Komunitas ini menawarkan sistem saling nebeng (menumpang) dalam menjalani kegiatan sehari-hari, khususnya berangkat dan pulang kerja.

Prosedur pembayarannya sendiri tidak terlalu baku. Para anggota yang memiliki kendaraan dapat menegosiasikan secara kekeluargaan sesuai dengan jumlah penumpang yang menebeng.

Komunitas online ini berdiri sejak 28 September 2005 silam. Usaha ini diinspirasi oleh kenaikan harga BBM di masa itu, premium yang tadinya Rp 2400 menjadi Rp 4500. Ongkos angkutan pun membubung dan nebeng menjadi pertimbangan utama para pekerja di ibu kota.

Menurut pengelola sekaligus pencetus Nebeng.com Rudyanto Linggar, idenya membuat komunitas berbasis Internet Nebeng.com ini berawal dari pengalamannya terjebak kemacetan. Rudyanto pun berpikir bagaimana caranya agar jumlah kendaraan dapat dikurangi, sekaligus mengampanyekan penghematan BBM.

Akhirnya ia pun merintis startup berbasis internet melalui mailing list nebeng@yahoogroups.com. Tak disangka, dalam periode satu bulan pertama, dua ribu orang telah bergabung. Saat ini, lebih dari 45 ribu orang telah menjadi anggota aktif Nebeng.com. Jumlah ini terdiri dari 29.979 penebeng, dan 15.833 pemberi tebengan. 531 diantara pemberi tebengan, menggunakan sepeda motor, sedangkan sisanya, 15.302 adalah pemberi tebengan yang menggunakan mobil.

Saat ini pemerintah terus berusaha mencari cara efektif untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor agar dapat meminimalisir kemacetan dan penggunaan BBM. Bisnis berbasis internet yang dicetus oleh Rudyanto Linggar dapat menjadi cara alternatif yang dapat diandalkan.

Sumber : http://tekno.liputan6.com/read/629297/nebengcom-tawarkan-solusi-alternatif-kemacetan-jakarta