Tampilkan postingan dengan label muka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2015

BUKAN KARENA ANTARTIKA MENCAIR, TAPI REKLAMASI YANG AKAN TENGGELAMKAN JAKARTA

RMOL. Mencairnya es di arktik dan antartika bukan menjadi penyebab kota-kota yang berada di kawasan delta seperti Jakarta tenggelam.

Demikian dikatakan Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Zaenal Muttaqin dalam acara konsultasi publik rancangan peraturan daerah mengenai rencana tata ruang strategis kawasan pantura Jakarta di Balai Kota, Kamis (22/10).

"Mencairnya es hanya 0,3 milicenti per tahun. Jadi, bukan karena mencairnya es tapi karena penurunan muka tanah Jakarta," ujarnya.

Setiap tahun terjadi penurunan muka tanah setinggi 2 sampai 17 cm per tahun. Yang menyebabkan permukaan tanah ibukota turun karea banjir rob dan pembangunan di ibukota yang tak beraturan.

"Yang buat permukaan Jakarta turun karena rob dan pembangunan di Jakarta yang tidak teratur," tukasnya.

Karena kondisi tersebut, lanjutnya, bila proyek reklamasi dilanjutkan akan terjadi bencana lingkungan. Karena seharusnya yang menjadi fokus utama Pemprov DKI adalah merevitalisasi sungai-sungai besar yang mengalir disepanjang ibukota sebelum memutuskan untuk memberi izin kepada para pengembang untuk mereklamasi kawasan utara Jakarta. Sehingga tekanan arus laut dari Teluk Jakarta membanjir sungai yang dangkal.

"Wilayah pinggiran sungai terjadi nol gravitasi. Sementara itu dari laut muncul tekanan arus laut. Akibatnya air bergerak ke daratan dan menyebabkan terjadinya pelebaran banjir," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Ahok menuding penyebab utama kota-kota yang berada di kawasan delta tenggelam karena es di kutub utara dan kutub selatan mencair.

"Bagaimana cara mengatasinya? Salah satunya adalah membangun tanggul laut dan reklamasi," ujar Ahok.

Di era Ahok menjabat sebagai kepala daerah di Jakarta, izin pelaksanaan reklamasi Pulau G yang dikerjakan oleh PT Muara Wisesa Samudra, anak perusahaan dari Agung Podomoro Land Tbk keluar. Izin tersebut dituangkan dalam SK Gubernur Provinsi DKI No. 2238 Tahun 2014 tertanggal 23 Desember 2014.

Dengan demikian, maka PT Agung Podomoro Land Tbk melalui anak perusahaannya dapat melaksanakan reklamasi Pulau G yang disebut dengan Pluit City. Dan hingga saat ini, izin pelaksanaan reklamasi ini masih mendapat pertentangan dari warga setempat, aktivis lingkungan bahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

Sumber : http://www.rmol.co/read/2015/10/22/221786/Bukan-Karena-Antartika-Mencair,-Tapi-Reklamasi-yang-akan-Tenggelamkan-Jakarta-

Jumat, 01 Februari 2013

Katulampa Siaga II, Awas Jakarta Terancam Banjir Lagi !

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ibukota DKI Jakarta kembali mendapat ancaman banjir kiriman. Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengingatkan, Bendung Katulampa Bogor kini dalam kondisi siaga II.

"Pada pukul 17.00 WIB, tinggi muka air di Katulampa Bogor naik hingga 160 cm dan masuk dalam Siaga II. Dengan ketinggian air terse but maka banjir dapat menggenangi permukiman warga Jakarta di bantaran sungai Ciliwung hilir," tulis Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan yang diterima Tribunnews.com, Kamis (31/3/2013).

Jika terjadi Banjir, Sutopo menyebutkan bahwa banjir tidak akan setinggi 15 Januari lalu. "Pada pukul 18.00 WIB, tinggi muka air Katulampa sudah turun menjadi 130 cm (Siaga III)," lanjut Sutopo.

Terkait hal tersebut Kepala BPBD DKI Jakarta telah menyampaikan informasi ke semua Kepala SKPD di DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah antisipasinya.

Kepala Sat Pol PP, Ka Din Damkar PB,Kesehatan, Sosial,PU,Kebersihan, Industri Energi,Taman Makam, Pehubungan, Pendidikan,OR Pemuda diminta kesiapsiagaannya dan mendekatkan personil, logistik, peralatan dilokasi rawan banjir. Yakni di Kelurahan Cililitan, Cawang, Bidaracina, Kampung Melayu,Pejaten Timur, Rawajati, Pengadegan, Kebon Baru, Bukitduri

"Diprediksi, kawasan tersebut akan menerima banjir dalam waktu 9-12 jam kemudian, atau sekitar Jumat (1/2) pukul 02.00-05.00 WIb.

Sementara itu, sungai-sungai lain masih Siaga IV atau normal berdasarkan data BNPB hingga pukul 18:00 WIB:

-Angke Hulu 90 cm (siaga IV);
-Pesanggrahan 60 cm (siaga IV);
-Krukut Hulu 70 cm (siaga IV);
-Katulampa. 130 cm (siaga III)
-Depok 120 cm (siaga IV);
-Manggarai 680 cm (siaga IV);
-Cipinang Hulu 75 cm (siaga IV);
-Sunter Hulu 50 cm (siaga IV);
-Karet 390 cm (siaga IV);
-Pulogadung 360 cm (siaga IV);
-Pasar Ikan 145 cm (siaga IV),
-Waduk Pluit -15 cm

BMKG memprediksikan hingga seminggu mendatang curah hujan di Jakarta akan meningkat dan berpeluang terjadi hujan lebat. "Masyarakat Jakarta dihimbau waspada dari ancaman banjir hingga Maret mendatang," jelas Sutopo.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/31/katulampa-siaga-ii-awas-jakarta-terancam-banjir-lagi-

Senin, 21 Januari 2013

Banjir lumpuhkan aktivitas warga Jakarta

Hujan yang mengguyur Jakarta sepanjang malam mengakibatkan aktivitas di sebagian wilayahnya mengalami kelumpuhan akibat kendaraan tidak bisa melalui banyak jalan utama yang tergenang banjir dengan rata-rata ketinggian airnya antara 20cm hingga satu meter.

Kawasan di sepanjang Jalan Sudirman hingga MH Thamrin yang merupakan kawasan pusat bisnis Jakarta juga mengalami kemecetan luar biasa akibat ketinggian genangan air mencapai ketinggian sebetis orang dewasa.

Kendaraan yang berasal dari arah Bendungan Hilir menuju MH Thamrin harus berhenti sebelum Halte Busway Tosari akibat genangan air tidak bisa lagi dilewati kendaran berjenis sedan.

Banjir juga telah memaksa PT KAI membatasi sejumlah perjalanan kereta api yang melayani penumpang dari sejumlah tujuan seperti Bogor, Bekasi dan Serpong.

Perjalanan dari Bogor dilaporkan cuma sampai stasiun Manggarai sementara dari Bekasi cuma sampai stasiun Jatinegara, dari arah Depok cuma sampai Palmerah.

Curah hujan di Jakarta menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengakibatkan ketinggian air sungai Ciliwung terus mengalami kenaikan.

Istana banjir

"Tinggi muka air Sungai Ciliwung terus naik. Hingga pukul 09.00 pagi tadi di Manggarai terukur 1.020 cm. Jauh di atas batas Siaga I yaitu 950 cm," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada BBC Indonesia.

"Dengan kondisi demikian maka wilayah Jakarta yang terendam banjir makin meluas. Ini ditambah dengan banyak titik-titik genangan dan banjir yang merata di Jakarta."

Dia mengatakan kondisi banjir yang terjadi di Jakarta hari ini telah dilaporkan oleh BNPB kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono termasuk rencana untuk mengambil sejumlah langkah yang berpotensi mengakibatkan Istana juga mengalami banjir.

"Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah melaporkan mengenai ancaman banjir dan upaya penanggulangannya. Dengan tinggi muka air 1.020 cm maka kemungkinan debit sungai Ciliwung sebagian dialihkan ke Sungai Ciliwung lama. Jika tidak maka dikhawatirkan tanggul Kanal Banjir Barat dapat jebol dan banjir makin meluas," jelasnya tentang pertemuan tersebut.

"Tadi presiden menyampaikan bahwa tidak masalah istana terendam banjir. yang penting masyarakat terlindungi. Lakukan upaya penanggulangan banjir dengan mengerahkan seluruh potensi nasional yang ada."

Laporan sejumlah media megatakan sebagian kawasan istana negara juga telah tergenang banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.

Kerugian akibat banjir di Jakarta hari ini diperkirakan mengakibatkan kerugian besar bagi ekonomi warganya,

Pada tahun 2007 lalu saat Jakarta dilanda banjir besar, kerugian diperkirakan mencapai 4,3 triliun rupiah dan mengakibatkan korban jiwa lebih dari 30 orang.

Sumber : http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/01/130117_banjir_jakarta.shtml