JAKARTA - Tak berbeda dengan hari biasanya, ruas jalan di Ibu Kota masih dihiasi kemacetan lalu lintas. Selain tingginya volume kendaraan, kemacetan juga dipicu oleh sejumlah traffic light (lampu merah) yang tak berfungsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2014), sejumlah wilayah di Jakarta sudah mengalami kemacetan lalu lintas.
Kemacetan sudah terpantau dari daerah penyanggah Jakarta, yakni Bekasi menuju Kalimalang, Jakarta Timur. Kemacetan pun berlanjut dari Kalimalang mengarah ke Cawang. Sedangkan, dari Bogor memasuki Jalan Raya Pasar Rebo, Jakarta Timur, juga sudah mengalami kepadatan lalu lintas.
Traffic Light Matraman tidak berfungsi, Dishub sudah dihubungi Untuk perbaikan karena rawan kecelakaan. Sementara lalu lintas Jalan Raya Pondok Gede depan Lubang Buaya juga terpantau padat.
Memasuki wilayah Jakarta Pusat, kepadatan lalu lintas sudah terlihat di Jalan Galur arah Senen tersendat imbas antrean kendaraan di Underpass Senen. Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya traffic light Artha Graha di Jalan Cokroaminoto dan traffic light Kebon Sirih, keduanya harus diperbaiki karena rawan kecelakaan.
Beralih ke Jakarta Selatan, kemacetan terjadi di Ulujami menuju Cipulir hingga Kebayoran Lama. Kemacetan semakin panjang setelah traffic light Unilever Petukangan tidak berfungsi. Tidak berfungsinya traffic light juga terjadi di ITC Fatmawati.
Sementara, lalu lintas Depok arah Lenteng Agung hingga Pasar Minggu dan Pancoran, padat kedua arah. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Raya Pancoran hingga menuju Semanggi dan Mampang Prapatan menuju ke Kuningan.
Kemudian, Jalan Kalideres arah Cengkareng, Jakarta Barat, juga padat di kedua arah. Cengkareng menuju Jembatan Gantung hingga Pesing padat merayap, sebaliknya ramai lancar.
Kemacetan juga terjadi di jalan bebas hambatan atau tol. Tol Bekasi Barat arah ke Pondok Gede Timur lalin padat merayap, arah sebaliknya lancar.
Lalu lintas di Tol Dalam Kota Cawang arah ke Semanggi padat. Sedangkan, Pintu Keluar Tol Cawang/Halim arah Pancoran terpantau mulai padat.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/09/22/500/1042422/traffic-light-tak-berfungsi-jakarta-makin-macet
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label cengkareng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cengkareng. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 September 2014
Traffic Light Tak Berfungsi, Jakarta Makin Macet
Label:
arah
,
bekasi
,
cawang
,
cengkareng
,
jakarta
,
jalan
,
jalan raya
,
kalimalang
,
kemacetan
,
kepadatan
,
lalu lintas
,
padat
,
pancoran
,
pondok gede
,
rawan
,
semanggi
,
senen
,
tol
,
traffic light
Selasa, 22 Januari 2013
Seminggu Terjang Jakarta, Banjir Renggut 26 Korban Jiwa
Jakarta, GATRAnews- Banjir yang melanda kota metropolitan, Jakarta merenggut puluhan korban jiwa. Dari data kepolisian Polda Metro Jaya sejak Selasa (15/1) sampai Senin (21/1) hari ini tercatat banjir telah merenggut sebanyak 26 korban jiwa. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan korban yang meninggal lebih didominasi karena tenggelam dan terseret banjir. "Macam-macam ya penyebabnya dari 23 kejadian ada 26 yang meninggal. Korban didominasi karena tenggelam dan terseret arus air baru kemudian karena tersetrum," jelasnya kepada wartawan.
Berikut data-data korban yang berhasil dicatat pihak kepolisian:
1. Raif Anjar Agasi (13) warga Gang Anggur VI, Tanjung Duren, Jakbar meninggal akibat mandi di kali saat banjir kemudian korban terbawa arus.
2. Mujiyo (43) korban tersengat listrik saat memperbaiki instalasi listrik di rumahnya di RT 05/05 Kelurahan Kedauang Kaliangke, Cengkareng, Jakbar.
3. Muhammad Haikal (2), korban terjatuh dari tempat tidur di rumahnya di RT 05/05 Kelurahan Kedauang Kaliangke, Cengkareng, Jakbar, saat itu rumahnya terendam banjir 1 meter, korban tenggelam dan tewas.
4. Sanin (68), korban pulang mencari rumput di areal persawahan ang sat itu banjir setinggi 1,7 meter. Korban yang menggunakan perahu dari gabus tiba-tiba terjatuh dan tenggelam. Korban ditemukan tewas di Kampung Banteng RT 02/01 Desa Pasir Munceng, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tengerang.
5. Santan (60), korban sedang menggembala kerbau di pinggir sungai Cimanceri, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang sedang dalam keadaan meluap (banjir), kemudian korban jatug dan terbawa arus.
6. Karno (35), korban bermaksud menyebrang kali di Jalan J RT 06/10 Kebon Baru, Tebet, Jaksel ke wilayah timur pada saat banjir kemudian terbawa arus dan diemukan mati.
7. Omang (62) korban ditemukan warga dalam keadaan tewas di sungai Cibeet Bojongmangu Kab Bekasi dikarenakan korban hanyut terbawa arus saat menyebrangi sungai di Kampung Cibarengkok RT 05/03 Tanjung Sari, Kab Bogor.
8. Andi Alias Abi (17) korban sedang mandi di Kali Spion RT 03/03, Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang yang sedang banjir kemudian korban tenggelam, korban ditemukan satu hari kemudian.
9. Suharyanto bin Tagam (55), korban ditemukan MD oleh istrinya diduga tersengat listrik dari rumah korban di Jalan Kayu Mas Timur Nomor 20 RT 04/03 Pulogadung Jaktim.
10. Riko (6), korban bersama dua orang anak lainnya main dipinggir kali yang banjir di Kali Cilangkap Setu RT 04/04 Setu Cipayung Jaktim kemudian korban terpleset dan terbawa arus, sampai saat ini korban belum ditemukan.
11. Solahudin (35), Korban tewas tersetrum saat menolong saksi (Adilia) di Jalan Gang 20 RT 05/05 Kelurahan Kalibata, Pancoran, Jaksel.
12. Abdul Arif Agus (34), karyawan UOB yang ditemukan tim SAR dalam keadaan MD dengan hidung mengeluarkan darah akibat terjebak di basement yang terendam banjir.
13. Hendro Suwono (68), korban terjebak macet karena adanya banjir di Depan RS Pluit Jalan Pulit Jaya VIII penjaringan jakut. Kemudian korban menghentikan mobil tanpa mematikan mesin, karena terlalu banyak menghirup gas C02 korban kehilangan kesadaran dan meninggal. Istri korban yang berada dalam satu mobil, masih dalam proses penyelematan.
14. Uidn Wahyudin (34), korban meninggal dunia akibat tenggelam di rumahnya di RT 08/08 Kedaung, Kaliangke, Cengkareng, Jakbar.
15. Handoko Waluyo (60), korban ditemukan meninggal terapung di Jalan Baldongan RT 06/01 Tambora, Jakbar, diduga korban tewas terperosok ke saluran pembuangan air yang cukup dalam.
16. Rudi Tiono (43), korban dalam keadaan lumpuh dan kurang waras, korban ditemukan mengambang di air tertutup kasur di dalam rumahnya di Perum Daan Mogot Estate Blok Fa 4/4 RT 04/15 Cengkareng Timur, Jakbar.
17. Muhayaolloh (15), korban bersama empat teman berenang di Kali Spion Ampera Depan Masjid Al Huston Poris Jaya, Batu Ceper, Kota Tangerang yang saaat itu banjir, korban kemudian terbawa arus dan tenggelam.
18. Asep Saipul Bahri (19), korban bermaksud menyebrangi sungai di Kampung Busuk RT 03/05 Pasirbanjir Cikarang Pusat, Bekasi Kabupaten, yang banjir dengan cara berenang, namun korban terseret arus dan meninggal.
19. Kasim (48), Nanang (21), Suratman (25), Rudi (22), saat itu korban kebanjiran dan listrik padan kemudian menyalakan genset dan para korban ditemukan dilantai atas dalam keadaan MD diduga keracunan asap genset, TKP Taman Permata Indah 1 Blok PN 3A RT 14/07 Penjagalan Jakut.
20. MR X korban ditemukan mengambang di kolam ikan milik Sukiman di Jalan YDPP Selatan, Nomor A2, RT 006/002 Cilandak Jaksel.
21. MR X korban ditemukan warga dipinggir kali Ciliwung saat membersihkan rumah pasca banjir di Jalan Bina Marga RT 003/07 Pancoran Jaksel.
22. Tri santoso (34) Warga Jalan Kud RT 10/17 Sukmajaya Cilodong, Depok Jabar, dan Tito (30), warga Klender Jakti. Dua orang ini adalah korban selamat di basement UOB. (WFz)
Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/nasional/23433-seminggu-terjang-jakarta,-banjir-renggut-26-korban-jiwa.html
Berikut data-data korban yang berhasil dicatat pihak kepolisian:
1. Raif Anjar Agasi (13) warga Gang Anggur VI, Tanjung Duren, Jakbar meninggal akibat mandi di kali saat banjir kemudian korban terbawa arus.
2. Mujiyo (43) korban tersengat listrik saat memperbaiki instalasi listrik di rumahnya di RT 05/05 Kelurahan Kedauang Kaliangke, Cengkareng, Jakbar.
3. Muhammad Haikal (2), korban terjatuh dari tempat tidur di rumahnya di RT 05/05 Kelurahan Kedauang Kaliangke, Cengkareng, Jakbar, saat itu rumahnya terendam banjir 1 meter, korban tenggelam dan tewas.
4. Sanin (68), korban pulang mencari rumput di areal persawahan ang sat itu banjir setinggi 1,7 meter. Korban yang menggunakan perahu dari gabus tiba-tiba terjatuh dan tenggelam. Korban ditemukan tewas di Kampung Banteng RT 02/01 Desa Pasir Munceng, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tengerang.
5. Santan (60), korban sedang menggembala kerbau di pinggir sungai Cimanceri, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang sedang dalam keadaan meluap (banjir), kemudian korban jatug dan terbawa arus.
6. Karno (35), korban bermaksud menyebrang kali di Jalan J RT 06/10 Kebon Baru, Tebet, Jaksel ke wilayah timur pada saat banjir kemudian terbawa arus dan diemukan mati.
7. Omang (62) korban ditemukan warga dalam keadaan tewas di sungai Cibeet Bojongmangu Kab Bekasi dikarenakan korban hanyut terbawa arus saat menyebrangi sungai di Kampung Cibarengkok RT 05/03 Tanjung Sari, Kab Bogor.
8. Andi Alias Abi (17) korban sedang mandi di Kali Spion RT 03/03, Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang yang sedang banjir kemudian korban tenggelam, korban ditemukan satu hari kemudian.
9. Suharyanto bin Tagam (55), korban ditemukan MD oleh istrinya diduga tersengat listrik dari rumah korban di Jalan Kayu Mas Timur Nomor 20 RT 04/03 Pulogadung Jaktim.
10. Riko (6), korban bersama dua orang anak lainnya main dipinggir kali yang banjir di Kali Cilangkap Setu RT 04/04 Setu Cipayung Jaktim kemudian korban terpleset dan terbawa arus, sampai saat ini korban belum ditemukan.
11. Solahudin (35), Korban tewas tersetrum saat menolong saksi (Adilia) di Jalan Gang 20 RT 05/05 Kelurahan Kalibata, Pancoran, Jaksel.
12. Abdul Arif Agus (34), karyawan UOB yang ditemukan tim SAR dalam keadaan MD dengan hidung mengeluarkan darah akibat terjebak di basement yang terendam banjir.
13. Hendro Suwono (68), korban terjebak macet karena adanya banjir di Depan RS Pluit Jalan Pulit Jaya VIII penjaringan jakut. Kemudian korban menghentikan mobil tanpa mematikan mesin, karena terlalu banyak menghirup gas C02 korban kehilangan kesadaran dan meninggal. Istri korban yang berada dalam satu mobil, masih dalam proses penyelematan.
14. Uidn Wahyudin (34), korban meninggal dunia akibat tenggelam di rumahnya di RT 08/08 Kedaung, Kaliangke, Cengkareng, Jakbar.
15. Handoko Waluyo (60), korban ditemukan meninggal terapung di Jalan Baldongan RT 06/01 Tambora, Jakbar, diduga korban tewas terperosok ke saluran pembuangan air yang cukup dalam.
16. Rudi Tiono (43), korban dalam keadaan lumpuh dan kurang waras, korban ditemukan mengambang di air tertutup kasur di dalam rumahnya di Perum Daan Mogot Estate Blok Fa 4/4 RT 04/15 Cengkareng Timur, Jakbar.
17. Muhayaolloh (15), korban bersama empat teman berenang di Kali Spion Ampera Depan Masjid Al Huston Poris Jaya, Batu Ceper, Kota Tangerang yang saaat itu banjir, korban kemudian terbawa arus dan tenggelam.
18. Asep Saipul Bahri (19), korban bermaksud menyebrangi sungai di Kampung Busuk RT 03/05 Pasirbanjir Cikarang Pusat, Bekasi Kabupaten, yang banjir dengan cara berenang, namun korban terseret arus dan meninggal.
19. Kasim (48), Nanang (21), Suratman (25), Rudi (22), saat itu korban kebanjiran dan listrik padan kemudian menyalakan genset dan para korban ditemukan dilantai atas dalam keadaan MD diduga keracunan asap genset, TKP Taman Permata Indah 1 Blok PN 3A RT 14/07 Penjagalan Jakut.
20. MR X korban ditemukan mengambang di kolam ikan milik Sukiman di Jalan YDPP Selatan, Nomor A2, RT 006/002 Cilandak Jaksel.
21. MR X korban ditemukan warga dipinggir kali Ciliwung saat membersihkan rumah pasca banjir di Jalan Bina Marga RT 003/07 Pancoran Jaksel.
22. Tri santoso (34) Warga Jalan Kud RT 10/17 Sukmajaya Cilodong, Depok Jabar, dan Tito (30), warga Klender Jakti. Dua orang ini adalah korban selamat di basement UOB. (WFz)
Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/nasional/23433-seminggu-terjang-jakarta,-banjir-renggut-26-korban-jiwa.html
Rabu, 16 Januari 2013
JAKARTA BANJIR: Pengungsi Capai 6.101 Orang, Inilah Wilayah yang Terendam Banjir
JAKARTA–Sedikitnya 6.101 orang mengungsi ke sejumlah tempat, karena rumahnya di kawasan Jakarta Timur terendam banjir luapan Sungai Ciliwung yang tercatat hingga Selasa (15/1/2013) sekitar pukul 20.00 WIB hingga pagi ini, Rabu (16/1/2013).
Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan data sementara ada sebanyak 50 kelurahan di kawasan tersebut terendam banjir.
Beberapa wilayah yang terendam banjir di Jakarta adalah sebagai berikut:
A. Jakarta Timur
- Daerah yang terendam banjir adalah Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu), Kec Kramat Jati (Kel Cawang dan Cililitan).
B. Jakarta Selatan
- Banjir menggenangi Kecamatan Tebet (Kelurahan Bukit Duri dan Kebon Baru), - Kecamatan Pancoran (Kel Rawajati), Kecamatan Pasar Minggu (Kelurahan Pejaten Timur dan Cilandak Timur), Kecamatan Kebayoran Lama (Kelurahan Pondok Pinang dan Kebayoran Lama Utara), Kecamatan Pesanggrahan (Kelurahan Petukangan Selatan, Bintaro, Ulujami dan Cipulir), Kecamatan Cilandak (Kelurahan Cilandak Barat dan Kelurahan Pondok Labu), Kecamatan Kebayoran Baru (Kelurahan Petogogan), dan Kecamatan Jagakarsa (Kelurahan Tanjung Barat).
C. Jakarta Pusat
- Banjir di 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, dan di Kelurahan Petamburan di Kecamatan Tanah Abang, serta di Kelurahan Cideng di Kecamatan Gambir.
D. Jakarta Barat
- Banjir terjadi di Kecamatan Kebon Jeruk (Kelurahan Kedoya Utara, Duri Kepa dan Sukabumi Selatan), Kecamatan Kembangan (Kelurahan Kembangan Utara, Joglo dan Meruya), Kecamatan Grogol Petamburan (Kelurahan Grogol, Tomang, Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren Utara, Jelambar, Jelambar Baru, dan Wijaya Kusuma), Kecamatan Cengkareng (Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Cengkareng Barat, Kedaung Kaliangke dan Rawa Buaya).
E. Jakarta Utara
- Banjir terjadi di Kecamatan Kelapa Gading (Kelurahan Kepala Gading Timur dan Pegangsaan Dua), Kecamatan Tanjung Priok (Kelurahan Tanjung Priok, Sunter Agung dan Kebon Bawang), KecamatanPademangan (Kelurahan Pademangan Barat), Kecamatan Penjaringan (Kelurahan Penjaringan, Pejagalan, Kamal Muara, Kapuk Muara dan Pluit).
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/16/jakarta-banjir-ribuan-orang-mengungsi-368938
Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan data sementara ada sebanyak 50 kelurahan di kawasan tersebut terendam banjir.
Beberapa wilayah yang terendam banjir di Jakarta adalah sebagai berikut:
A. Jakarta Timur
- Daerah yang terendam banjir adalah Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu), Kec Kramat Jati (Kel Cawang dan Cililitan).
B. Jakarta Selatan
- Banjir menggenangi Kecamatan Tebet (Kelurahan Bukit Duri dan Kebon Baru), - Kecamatan Pancoran (Kel Rawajati), Kecamatan Pasar Minggu (Kelurahan Pejaten Timur dan Cilandak Timur), Kecamatan Kebayoran Lama (Kelurahan Pondok Pinang dan Kebayoran Lama Utara), Kecamatan Pesanggrahan (Kelurahan Petukangan Selatan, Bintaro, Ulujami dan Cipulir), Kecamatan Cilandak (Kelurahan Cilandak Barat dan Kelurahan Pondok Labu), Kecamatan Kebayoran Baru (Kelurahan Petogogan), dan Kecamatan Jagakarsa (Kelurahan Tanjung Barat).
C. Jakarta Pusat
- Banjir di 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, dan di Kelurahan Petamburan di Kecamatan Tanah Abang, serta di Kelurahan Cideng di Kecamatan Gambir.
D. Jakarta Barat
- Banjir terjadi di Kecamatan Kebon Jeruk (Kelurahan Kedoya Utara, Duri Kepa dan Sukabumi Selatan), Kecamatan Kembangan (Kelurahan Kembangan Utara, Joglo dan Meruya), Kecamatan Grogol Petamburan (Kelurahan Grogol, Tomang, Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren Utara, Jelambar, Jelambar Baru, dan Wijaya Kusuma), Kecamatan Cengkareng (Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Cengkareng Barat, Kedaung Kaliangke dan Rawa Buaya).
E. Jakarta Utara
- Banjir terjadi di Kecamatan Kelapa Gading (Kelurahan Kepala Gading Timur dan Pegangsaan Dua), Kecamatan Tanjung Priok (Kelurahan Tanjung Priok, Sunter Agung dan Kebon Bawang), KecamatanPademangan (Kelurahan Pademangan Barat), Kecamatan Penjaringan (Kelurahan Penjaringan, Pejagalan, Kamal Muara, Kapuk Muara dan Pluit).
Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/16/jakarta-banjir-ribuan-orang-mengungsi-368938
Senin, 14 Januari 2013
26 Kelurahan di Jakarta Terendam Banjir
Curah hujan yang terjadi sepanjang Sabtu dan Minggu telah mengakibatkan banyak wilayah Jakarta yang terendam banjir
Hujan yang terus menerus terjadi selama Sabtu (12/1) hingga Minggu (13/1) telah mengakibatkan 26 kelurahan di tujuh kecamatan terendam banjir.
Dalam kawasan tersebut, ada sebanyak 74 RT dari 61 RW yang terendam banjir. Dan ada sebanyak 657 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat-tempat pengungsian yang telah disiapkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Arfan Arkili mengatakan curah hujan yang terjadi sepanjang Sabtu dan Minggu telah mengakibatkan banyak wilayah Jakarta yang terendam banjir.
Berdasarkan data BPBD DKI, wilayah yang terkena banjir tersebar di 26 kelurahan dari tujuh kecamatan. Rinciannya adalah di Kecamatan Kebon Jeruk ada tiga kelurahan yang terendam banjir yaitu Kelurahan Kedoya Utara, Kedoya Selatan dan Duri Kepa.
Kemudian di Kecamatan Grogol Petamburan terdapat lima kelurahan yakni Kelurahan Grogol Petamburan, Wijaya Kusuma, Tanjung Duren Utara, Tomang, Jelambar Baru, dan Jelambar.
Kecamatan Cengkareng tercatat ada enam kelurahan terendam banjir. Antara lain, Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Cengkareng Barat, Kedaung Kaliangke, dan Rawa Buaya.
"Ada juga di Kecamatan Tambora meski hanya satu kelurahan. Yakni Kelurahan Tambora. Dan Kecamatan Pademangan juga satu kelurahan yaitu kelurahan Ancol," kata Arfan di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (14/1).
Selanjutnya, ada empat kelurahan terendam banjir di Kecamatan Kalideres. Yaitu, Kelurahan Kalideres, Tegal Alur, Kamal, dan Semanan. Serta ada lima kelurahan di Kecamatan Penjaringan, yakni Kelurahan Penjaringan, Kapuk Muara, Pluit, Kamal Muara, dan Pejagalan.
Arfan mengungkapkan banjir menyebabkan 657 warga di Kelurahan Rawa Buaya terpaksa mengungsi. Diantaranya sebanyak 307 jiwa di RW 01 dan 350 jiwa di Rw.02. Pengungsi ditampung di pos RW 02 sebanyak 350 jiwa, serta sentra kaki lima Rawa Buaya sebanyak 307jiwa.
"Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, telah didirikan pos kesehatan dan dapur umum di lokasi pengungsian," ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, BPBD DKI juga telah memberikan bantuan berupa 100 selimut dan 20 terpal. Serta bantuan nasi bungkus sejumlah pengungsi dari Camat Cengkareng dan Lurah Rawa Buaya.
Diharapkannya banjir di 26 kelurahan tersebut segera surut, karena kondisi ketinggian muka air di pintu air (PA) sekarang hampir semua dalam posisi normal yaitu siaga 4. Hanya satu pintu air yang dalam starus siaga tiga, yaitu PA Angkehulu dengan ketinggian air 160 centimeter (cm).
Ketinggian muka air di beberapa pintu air hasil pantauan BPBD DKI pukul 06.00, yaitu Pintu Air Katulampa 60 cm (siaga 4); Pesanggarahan 100 cm (siaga 4); Cipinang Hulu 80 cm (siaga 4); Sunter Hulu 50 cm (siaga 4); Pulogadung 450 cm (siaga 4); Depok 140 cm (siaga 4); Manggarai 690 cm (siaga4); Karet 440 cm (siaga 4); Krukut Hulu 80 cm (siaga 4); dan Pasar Ikan 168 cm (siaga 4).
"Semua wilayah di seluruh pintu air tersebut dalam keadaan mendung. Karena itu, warga Jakarta tetap harus waspada dengan banjir," tuturnya.
Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/91702-26-kelurahan-di-jakarta-terendam-banjir.html
Hujan yang terus menerus terjadi selama Sabtu (12/1) hingga Minggu (13/1) telah mengakibatkan 26 kelurahan di tujuh kecamatan terendam banjir.
Dalam kawasan tersebut, ada sebanyak 74 RT dari 61 RW yang terendam banjir. Dan ada sebanyak 657 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat-tempat pengungsian yang telah disiapkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Arfan Arkili mengatakan curah hujan yang terjadi sepanjang Sabtu dan Minggu telah mengakibatkan banyak wilayah Jakarta yang terendam banjir.
Berdasarkan data BPBD DKI, wilayah yang terkena banjir tersebar di 26 kelurahan dari tujuh kecamatan. Rinciannya adalah di Kecamatan Kebon Jeruk ada tiga kelurahan yang terendam banjir yaitu Kelurahan Kedoya Utara, Kedoya Selatan dan Duri Kepa.
Kemudian di Kecamatan Grogol Petamburan terdapat lima kelurahan yakni Kelurahan Grogol Petamburan, Wijaya Kusuma, Tanjung Duren Utara, Tomang, Jelambar Baru, dan Jelambar.
Kecamatan Cengkareng tercatat ada enam kelurahan terendam banjir. Antara lain, Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Cengkareng Barat, Kedaung Kaliangke, dan Rawa Buaya.
"Ada juga di Kecamatan Tambora meski hanya satu kelurahan. Yakni Kelurahan Tambora. Dan Kecamatan Pademangan juga satu kelurahan yaitu kelurahan Ancol," kata Arfan di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (14/1).
Selanjutnya, ada empat kelurahan terendam banjir di Kecamatan Kalideres. Yaitu, Kelurahan Kalideres, Tegal Alur, Kamal, dan Semanan. Serta ada lima kelurahan di Kecamatan Penjaringan, yakni Kelurahan Penjaringan, Kapuk Muara, Pluit, Kamal Muara, dan Pejagalan.
Arfan mengungkapkan banjir menyebabkan 657 warga di Kelurahan Rawa Buaya terpaksa mengungsi. Diantaranya sebanyak 307 jiwa di RW 01 dan 350 jiwa di Rw.02. Pengungsi ditampung di pos RW 02 sebanyak 350 jiwa, serta sentra kaki lima Rawa Buaya sebanyak 307jiwa.
"Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, telah didirikan pos kesehatan dan dapur umum di lokasi pengungsian," ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, BPBD DKI juga telah memberikan bantuan berupa 100 selimut dan 20 terpal. Serta bantuan nasi bungkus sejumlah pengungsi dari Camat Cengkareng dan Lurah Rawa Buaya.
Diharapkannya banjir di 26 kelurahan tersebut segera surut, karena kondisi ketinggian muka air di pintu air (PA) sekarang hampir semua dalam posisi normal yaitu siaga 4. Hanya satu pintu air yang dalam starus siaga tiga, yaitu PA Angkehulu dengan ketinggian air 160 centimeter (cm).
Ketinggian muka air di beberapa pintu air hasil pantauan BPBD DKI pukul 06.00, yaitu Pintu Air Katulampa 60 cm (siaga 4); Pesanggarahan 100 cm (siaga 4); Cipinang Hulu 80 cm (siaga 4); Sunter Hulu 50 cm (siaga 4); Pulogadung 450 cm (siaga 4); Depok 140 cm (siaga 4); Manggarai 690 cm (siaga4); Karet 440 cm (siaga 4); Krukut Hulu 80 cm (siaga 4); dan Pasar Ikan 168 cm (siaga 4).
"Semua wilayah di seluruh pintu air tersebut dalam keadaan mendung. Karena itu, warga Jakarta tetap harus waspada dengan banjir," tuturnya.
Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/91702-26-kelurahan-di-jakarta-terendam-banjir.html
Label:
arfan
,
banjir
,
bpbd
,
buaya
,
cengkareng
,
cm
,
dki
,
hulu
,
jiwa
,
kalideres
,
kapuk
,
kecamatan
,
kelurahan
,
ketinggian
,
pintu air
,
rawa
,
rw
Langganan:
Postingan
(
Atom
)