JAKARTA, KOMPAS.com - Satu jalur baru untuk layanan kereta rel listrik (KRL) Commuterline telah dibuka sejak 1 April lalu. Jalur tersebut adalah jalur yang menghubungkan Citayam hingga ke Nambo, Kabupaten Bogor.
Sebenarnya, ada satu jalur lagi yang direncanakan akan dibuka pada bulan ini. Jalur tersebut adalah jalur yang menghubungkan Jakarta Kota hingga ke Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun untuk jalur ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum dapat memastikan kapan akan mulai dioperasikan.
"Sudah dalam tahap finishing, cuma belum tahu kapan (akan dioperasikan). Karena sampai saat ini masih ada beberapa prasarana yang masih harus dibenahi," kata Kepala Humas Daops I PT KAI Bambang Prayitno kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2015).
Menurut Bambang, salah satu permasalahan yang dihadapi dalam persiapan pengoperasian jalur Jakarta Kota-Tanjung Priok adalah adanya longsoran tanah di beberapa titik di jalur yang membentang sepanjang 8,086 kilometer itu. Ia mengatakan bahwa saat ini PT KAI bersama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, masih berupaya mengatasi permasalahan tersebut.
Rute Jakarta Kota-Tanjung Priok berjarak sekitar 8,086 kilometer. Ada empat stasiun yang berada pada jalur ini, masing-masing Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Kampung Bandan Atas, Stasiun Ancol, dan Stasiun Tanjung Priok.
"Pada awalnya memang mau dibuka dua jalur langsung sekaligus. Cuma kan kondisi antara tempat yang satu (Citayam-Nambo) dengan tempat yang lain (Jakarta Kota-Tanjung Priok)," ujar dia.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/06/08221171/Menanti.KRL.Jakarta.Kota-Tanjung.Priok
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label priok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label priok. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 April 2015
Menanti KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok
Label:
bambang
,
bandan
,
citayam
,
commuterline
,
dioperasikan
,
direktorat jenderal
,
jakarta
,
jalur
,
kai
,
kata kepala
,
kereta api
,
kilometer
,
kota-tanjung
,
perhubungan
,
permasalahan
,
priok
,
pt
,
stasiun
,
tanjung
Senin, 20 Januari 2014
Kerugian Banjir di Jakarta Utara Rp 100 M per Hari
TEMPO.CO , Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kerugian akibat banjir yang melanda Ibu Kota sejak Minggu, 13 Januari 2014 lalu ditaksir telah menelan kerugian hingga ratusan miliar rupiah. "Jika dilihat dari sebaran lokasi banjirnya, banyak kawasan bisnis dan industri yang lumpuh sehingga kerugian yang ditimbulkan sangat besar," ujarnya kepada Tempo, 19 Januari 2014.
Sebetulnya, kata Sarman, sewaktu banjir mulai melanda pada akhir pekan lalu, hanya wilayah pemukiman penduduk yang tergenang. Namun memasuki hari ketiga, intensitas hujan yang terus meningkat ditambah air kiriman dari daerah lain di luar Jakarta mengakibatkan titik sebaran banjir semakin banyak. "Kawasan bisnis dan industri pun kena sehingga aktivitas ekonomi lumpuh."
Salah satu wilayah dengan titik banjir yang berdampak pada terhambatnya kegiatan industri dan bisnis adalah Jakarta Utara. "Di sana ada 3 titik kawasan bisnis yang kami anggap paling parah terkena banjir yakni Tanjung Priok, Kelapa Gading, dan kawasan Mangga Dua." Sarman memperkirakan, setiap hari kerugian yang ditimbulkan akibat terhentinya aktivitas ekonomi di ketiga titik itu mencapai Rp 100 miliar rupiah.
Di kawasan Mangga Dua, kata Sarman, terdapat ribuan pedagang dan pengusaha yang terpaksa menutup toko ataupun kantornya karena banjir. "Penutupan ini menimbulkan kerugian berupa berkurangnya omzet." Berdasarkan pemantauan selama sepekan, dia menilai jumlah kerugian di Kawasan Mangga Dua yang memiliki 6 pusat perdagangan mencapai Rp 50 miliar per hari. "Asumsinya, ada 20 ribu toko dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per hari." Nilai perkiraan kerugian yang sama juga dialami para pengusaha di wilayah Kelapa Gading.
Sedangkan, banjir yang menggenangi kawasan Tanjung Priok dan daerah lain yang menjadi akses menuju pelabuhan dinilai menimbulkan kerugian dari sisi logistik sebesar Rp 9 miliar per hari. "Akibat banjir, lalu lintas dari dan menuju pelabuhan Tanjung Priok macet parah maka cost yang ditanggung pengusaha logistik menjadi semakin besar."
Tidak hanya biaya logistik yang membengkak, banjir pun membuat aktivitas perekonomian di daerah lain terganggu. "Tanjung Priok kan pintu ekspor, impor, dan distribusi barang domestik terbesar, karena terhambat banji pasti dampaknya merembet dan kerugian jauh lebih besar," kata Sarman. "Nilainya bisa triliunan."
Meski demikian, nilai perkiraan kerugian ini barulah taksiran sementara. "Kami belum menerima ada laporan dari para pengusaha soal jumlah kerugian," ujar Sarman. Selain kerugian omzet yang menurun, dia menambahkan, banjir pun tentunya merusak fasilitas usaha.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/01/20/083546419/Kerugian-Banjir-di-Jakarta-Utara-Rp-100-M-per-Hari
Sebetulnya, kata Sarman, sewaktu banjir mulai melanda pada akhir pekan lalu, hanya wilayah pemukiman penduduk yang tergenang. Namun memasuki hari ketiga, intensitas hujan yang terus meningkat ditambah air kiriman dari daerah lain di luar Jakarta mengakibatkan titik sebaran banjir semakin banyak. "Kawasan bisnis dan industri pun kena sehingga aktivitas ekonomi lumpuh."
Salah satu wilayah dengan titik banjir yang berdampak pada terhambatnya kegiatan industri dan bisnis adalah Jakarta Utara. "Di sana ada 3 titik kawasan bisnis yang kami anggap paling parah terkena banjir yakni Tanjung Priok, Kelapa Gading, dan kawasan Mangga Dua." Sarman memperkirakan, setiap hari kerugian yang ditimbulkan akibat terhentinya aktivitas ekonomi di ketiga titik itu mencapai Rp 100 miliar rupiah.
Di kawasan Mangga Dua, kata Sarman, terdapat ribuan pedagang dan pengusaha yang terpaksa menutup toko ataupun kantornya karena banjir. "Penutupan ini menimbulkan kerugian berupa berkurangnya omzet." Berdasarkan pemantauan selama sepekan, dia menilai jumlah kerugian di Kawasan Mangga Dua yang memiliki 6 pusat perdagangan mencapai Rp 50 miliar per hari. "Asumsinya, ada 20 ribu toko dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per hari." Nilai perkiraan kerugian yang sama juga dialami para pengusaha di wilayah Kelapa Gading.
Sedangkan, banjir yang menggenangi kawasan Tanjung Priok dan daerah lain yang menjadi akses menuju pelabuhan dinilai menimbulkan kerugian dari sisi logistik sebesar Rp 9 miliar per hari. "Akibat banjir, lalu lintas dari dan menuju pelabuhan Tanjung Priok macet parah maka cost yang ditanggung pengusaha logistik menjadi semakin besar."
Tidak hanya biaya logistik yang membengkak, banjir pun membuat aktivitas perekonomian di daerah lain terganggu. "Tanjung Priok kan pintu ekspor, impor, dan distribusi barang domestik terbesar, karena terhambat banji pasti dampaknya merembet dan kerugian jauh lebih besar," kata Sarman. "Nilainya bisa triliunan."
Meski demikian, nilai perkiraan kerugian ini barulah taksiran sementara. "Kami belum menerima ada laporan dari para pengusaha soal jumlah kerugian," ujar Sarman. Selain kerugian omzet yang menurun, dia menambahkan, banjir pun tentunya merusak fasilitas usaha.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/01/20/083546419/Kerugian-Banjir-di-Jakarta-Utara-Rp-100-M-per-Hari
Selasa, 19 Juni 2012
Awas! Tiang Penyangga Tol Tanjung Priok-Pluit Keropos
JAKARTA, Kompas.com - Beberapa tiang penyangga jalan tol Tanjung Priok-Pluit yang berlokasi di wilayah RW 07 dan 08, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kondisinya memprihatinkan. Pantauan Kompas.com, Senin (18/6/2012), terlihat setidaknya lima tiang dengan diameter 40 cm yang kondisinya keropos parah hingga terlihat kerangka besinya.
Belasan tiang juga berpotensi mengalami pengeroposan. Selain itu juga terdapat tiang yang menghitam akibat pembakaran sampah.
Warga RT 13/08 Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jaya (52) menduga, tiang-tiang tersebut terlihat keropos akibat kualitas semen yang kurang baik. Ia memperlihatkan saat mencopot serpihan retakan semen dan batu di salah satu tiang penyangga.
"Nah ini lihat batu-batu pada copot, memang campuran semen, pasir sama batunya jelek," ujarnya.
Jaya menambahkan, sebelum dilapisi beton, tiang asli jalan tol tersebut dianggap tidak tahan panas. "Dulu saat belum dilapisi, warga membakar sampah di sekitar kolong jembatan, sehingga tiang-tiang jalan tol tersebut banyak yang retak," paparnya.
Keroposnya tiang-tiang penyangga tersebut membuat warga khawatir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. "Ya, khawatir, tapi mau bagaimana lagi. Kalau ambruk memang mungkin tidak, tapi kalau lama-lama kan berbahaya juga," ungkap Jaya.
Jaya juga menjelaskan, warga sudah melaporkan ke pihak kelurahan. Selain itu juga diakui pernah ada petugas yang melakukan pantauan ke lokasi tersebut. "Ada petugas yang datang dan mengecek kondisi tiang-tiang. Tetapi hanya difoto dan sampai sekarang belum ada tindak lanjut dan perbaikan," jelasnya.
Sementara itu, Lurah Papanggo, Sutardjo mengatakan, pihak kelurahan sudah mengetahui adanya pengeroposan tiang-tiang tersebut, dan sudah melaporkan secara lisan kepada Camat Tanjung Priok, dan akan dikoordinasikan kepada PT Citra Manggala Nusapala Persada (PT CMNP) sebagai pengelola agar segera diperbaiki.
"Ini bukan kewenangan swasta yaitu PT CNMP sebagai pengelola jalan tol tersebut. Sudah dikoordinasikan dengan camat, semoga ditanggapi dan segera diperbaiki," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/06/18/17591713/Awas.Tiang.Penyangga.Tol.Tanjung.Priok-Pluit.Keropos
Belasan tiang juga berpotensi mengalami pengeroposan. Selain itu juga terdapat tiang yang menghitam akibat pembakaran sampah.
Warga RT 13/08 Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jaya (52) menduga, tiang-tiang tersebut terlihat keropos akibat kualitas semen yang kurang baik. Ia memperlihatkan saat mencopot serpihan retakan semen dan batu di salah satu tiang penyangga.
"Nah ini lihat batu-batu pada copot, memang campuran semen, pasir sama batunya jelek," ujarnya.
Jaya menambahkan, sebelum dilapisi beton, tiang asli jalan tol tersebut dianggap tidak tahan panas. "Dulu saat belum dilapisi, warga membakar sampah di sekitar kolong jembatan, sehingga tiang-tiang jalan tol tersebut banyak yang retak," paparnya.
Keroposnya tiang-tiang penyangga tersebut membuat warga khawatir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. "Ya, khawatir, tapi mau bagaimana lagi. Kalau ambruk memang mungkin tidak, tapi kalau lama-lama kan berbahaya juga," ungkap Jaya.
Jaya juga menjelaskan, warga sudah melaporkan ke pihak kelurahan. Selain itu juga diakui pernah ada petugas yang melakukan pantauan ke lokasi tersebut. "Ada petugas yang datang dan mengecek kondisi tiang-tiang. Tetapi hanya difoto dan sampai sekarang belum ada tindak lanjut dan perbaikan," jelasnya.
Sementara itu, Lurah Papanggo, Sutardjo mengatakan, pihak kelurahan sudah mengetahui adanya pengeroposan tiang-tiang tersebut, dan sudah melaporkan secara lisan kepada Camat Tanjung Priok, dan akan dikoordinasikan kepada PT Citra Manggala Nusapala Persada (PT CMNP) sebagai pengelola agar segera diperbaiki.
"Ini bukan kewenangan swasta yaitu PT CNMP sebagai pengelola jalan tol tersebut. Sudah dikoordinasikan dengan camat, semoga ditanggapi dan segera diperbaiki," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/06/18/17591713/Awas.Tiang.Penyangga.Tol.Tanjung.Priok-Pluit.Keropos
Label:
dikoordinasikan
,
jakarta
,
jalan
,
kelurahan
,
kondisinya
,
melaporkan
,
pengelola
,
penyangga
,
priok
,
semen
,
tanjung
,
utara
Langganan:
Postingan
(
Atom
)