Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Kebersihan DKI Jakarta akan memberikan sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sanksi tersebut berupa surat tilang langsung.
"Bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan diberikan sanksi dengan diberikan berupa slip tilang langsung tanpa melalui pengadilan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas Kusumadewi di Jakarta, Jumat (3/10/2014).
Ia mengatakan, sanksi slip tilang yang akan dikenakan kepada masyarakat yaitu berupa harus membayar di tempat minimal Rp100 ribu dan maksimal sebesar Rp500 ribu sesuai dengan kategori kesalahan.
"Pelanggar harus langsung membayar di tempat namun bila pelanggar tidak mengakui kesalahan maka akan melalui mekanisme persidangan, ini bagian dari edukasi untuk masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," katanya.
Selain itu, ia menambahkan bila warga membuang sampah di lingkungan tempat tinggal maka sanksi akan diberikan oleh kepala lingkungan tempat tinggalnya. "Sanksi ini akan diberikan oleh kepala lingkungan sesuai kesepakatan kepada pelanggar sesuai kesepakatan warga," katanya.
Ia mengakui, mekanisme penangkapan bagi pelanggar buang sampah sembarangan memang belum ada. Namun demikian, hal tersebut sudah diajukan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) turunan/Juklak-Juklis Perda 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah.
"Kita tunggu Pergubnya karena masih proses dan kami akan bekerjasama dengan petugas Kepolisian dan Satpol PP untuk menindak pelanggar," katanya.
Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta, timbulan sampah yang dihasilkan tiap orang berjumlah 3,4 liter per hari dan jumlah sampah yang dihasilkan per harinya sebanyak enam ribu sampai tujuh ribu ton.
Sedangkan komposisi sampah terbesar yang dihasilkan masyarakat terdapat pada sampah organik sebesar 53,7 persen, sampah kertas sebesar 14,91 persen, plastik sebesar 14 persen, styrofoam dan pampers 9,97 persen, kaca 2,4 persen, sampah logam atau metal sebesar 1,81 persen dan tekstil atau kain sebesar 1,1 persen.
Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2014/10/03/300345/buang-sampah-sembarangan-di-jakarta-langsung-ditilang
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label slip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label slip. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Oktober 2014
Buang Sampah Sembarangan di Jakarta Langsung Ditilang
Label:
dinas
,
dki
,
jakarta
,
kebersihan
,
kesalahan
,
kesepakatan
,
lingkungan
,
masyarakat
,
mekanisme
,
pampers
,
pelanggar
,
pergub
,
ribu
,
sampah
,
sanksi
,
saptastri
,
slip
,
styrofoam
,
tilang
Jumat, 17 Mei 2013
Atasi Kemacetan Jakarta, Ahok: Akan Ada Pemotongan Jalan
Liputan6.com, Jakarta : Pemprov DKI melalui Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pembukaan jalur atau pelebaran jalan di beberapa ruas jalan. Langkah tersebut sebagai salah satu cara mengatasi kemacetan di ibukota.
"Kita ada beberapa pemotongan jalan. Kayak di Juanda, sepanjang Slipi, Taman Anggrek Central Park, Untar (Universitas Tarumanegara), hingga ke Ciputra. Itu kita mesti tarik trase, lebarkan," ujar Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balaikota, Kamis (16/5/2013).
Menurutnya, penyempitan jalan yang banyak terjadi, dari 4 jalur menjadi 2 jalur, itulah yang biasanya menyebabkan kemacetan. Untuk itu, Pemprov DKI menargetkan waktu 2 Minggu untuk pengerjaan jalan tersebut.
"Jadi kita buka 2 minggu. Supaya yang Juanda kita bisa langsung laksanakan itu. Biar cepat," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Ahok pun memanggil beberapa pengusaha yang gedungnya akan terkena proyek pemotongan jalan tersebut, agar dapat mendukung pengerjaan jalan.
"Pengusaha kan ada tanah, gedung-gedung. Kan ada nongol dikit nih. Nah, kita minta potong. Memang ada kewajiban mereka juga. Supaya dia harus merelakan kita potong, diluruskan," tuturnya.
Dia menyatakan, Pemprov DKI tidak mengeluarkan biaya karena untuk pelebaran jalan tersebut, pemerintah memanfaatkan kewajiban para pengusaha di kawasan itu. "Nggak. Nggak ada bayar-membayarlah. Kita maunya gratisan mulu," pungkas Ahok seraya terkekeh.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/587928/atasi-kemacetan-jakarta-ahok-akan-ada-pemotongan-jalan
"Kita ada beberapa pemotongan jalan. Kayak di Juanda, sepanjang Slipi, Taman Anggrek Central Park, Untar (Universitas Tarumanegara), hingga ke Ciputra. Itu kita mesti tarik trase, lebarkan," ujar Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balaikota, Kamis (16/5/2013).
Menurutnya, penyempitan jalan yang banyak terjadi, dari 4 jalur menjadi 2 jalur, itulah yang biasanya menyebabkan kemacetan. Untuk itu, Pemprov DKI menargetkan waktu 2 Minggu untuk pengerjaan jalan tersebut.
"Jadi kita buka 2 minggu. Supaya yang Juanda kita bisa langsung laksanakan itu. Biar cepat," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Ahok pun memanggil beberapa pengusaha yang gedungnya akan terkena proyek pemotongan jalan tersebut, agar dapat mendukung pengerjaan jalan.
"Pengusaha kan ada tanah, gedung-gedung. Kan ada nongol dikit nih. Nah, kita minta potong. Memang ada kewajiban mereka juga. Supaya dia harus merelakan kita potong, diluruskan," tuturnya.
Dia menyatakan, Pemprov DKI tidak mengeluarkan biaya karena untuk pelebaran jalan tersebut, pemerintah memanfaatkan kewajiban para pengusaha di kawasan itu. "Nggak. Nggak ada bayar-membayarlah. Kita maunya gratisan mulu," pungkas Ahok seraya terkekeh.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/587928/atasi-kemacetan-jakarta-ahok-akan-ada-pemotongan-jalan
Label:
ahok
,
dki
,
gedung-gedung
,
gratisan
,
jalan
,
jalur
,
juanda
,
kemacetan
,
kewajiban
,
pelebaran
,
pemotongan
,
pemprov
,
pengerjaan
,
pengusaha
,
penyempitan
,
potong
,
pungkas
,
slip
,
tjahaja
Senin, 25 Maret 2013
Atasi Macet, Contra Flow Diuji Coba di Tol Dalam Kota
Liputan6.com, Jakarta : Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga Tbk. mengujicobakan jalur lawan arus (contra flow) di Tol Dalam Kota mulai dari Grogol (KM 15+200) hingga Slipi (KM 12+400).
"Diujicobakan mulai hari (Senin) ini pukul 06.00 WIB hingga 09.30 WIB," kata Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sambodo di Jakarta, Senin (25/3/2013).
AKBP Sambodo mengatakan, pemberlakuan contra flow guna mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas dari Tol Tangerang menuju Jakarta saat memasuki Grogol arah Slipi.
Uji coba jalur lawan arus yang menuju Semanggi sepanjang 2,8 kilometer tersebut diberlakukan hingga 1 April 2013. Kemudian pihak kepolisian dan Jasa Marga akan mengevaluasi.
Pihak kepolisian maupun Jasa Marga akan merekayasa arus lalulintas melalui jalur lawan arus, jika hal tersebut dapat mengurangi kemacetan pada pagi hari.
Petugas kepolisian telah berjaga di lokasi jalur lawan arus dan memasang rambu-rambu, kata Sambodo, agar memudahkan pengemudi mengetahui pemberlakuan jalur lawan arus tersebut. (Ant/Yus)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/543841/atasi-macet-contra-flow-diuji-coba-di-tol-dalam-kota
"Diujicobakan mulai hari (Senin) ini pukul 06.00 WIB hingga 09.30 WIB," kata Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sambodo di Jakarta, Senin (25/3/2013).
AKBP Sambodo mengatakan, pemberlakuan contra flow guna mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas dari Tol Tangerang menuju Jakarta saat memasuki Grogol arah Slipi.
Uji coba jalur lawan arus yang menuju Semanggi sepanjang 2,8 kilometer tersebut diberlakukan hingga 1 April 2013. Kemudian pihak kepolisian dan Jasa Marga akan mengevaluasi.
Pihak kepolisian maupun Jasa Marga akan merekayasa arus lalulintas melalui jalur lawan arus, jika hal tersebut dapat mengurangi kemacetan pada pagi hari.
Petugas kepolisian telah berjaga di lokasi jalur lawan arus dan memasang rambu-rambu, kata Sambodo, agar memudahkan pengemudi mengetahui pemberlakuan jalur lawan arus tersebut. (Ant/Yus)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/543841/atasi-macet-contra-flow-diuji-coba-di-tol-dalam-kota
Label:
arus
,
contra
,
flow
,
grogol
,
jakarta
,
jalur
,
jasa
,
kepolisian
,
km
,
lalulintas
,
lawan
,
marga
,
metro
,
pemberlakuan
,
polda
,
sambodo
,
slip
,
tol
Langganan:
Postingan
(
Atom
)