Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana memulai pembangunan sarana transportasi Light Rail Transit (LRT) mulai 17 Agustus 2015. Pada pengerjaan tahap awal, akan dibangun untuk rute Bogor-Cawang-Dukuh Atas.
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Kiswodharmawan mengungkapkan nantinya tarif yang dikenakan kepada masyarakat sebesar Rp 1.000 per kilometer (km).
"Berarti kalau dari Cibubur – Cawang – Dukuh Atas kurang lebih 30 km ya Rp 30.000,” kata Kiswo seperti yang dikutip dari laman Setkab, Kamis (21/5/2015).
Dengan tarif sebesar itu, bagi masyarakat sekitar Jakarta yang ingin memanfaatkan LRT sebagai armada transportasi setiap harinya, di mana hitungan satu bulan hari kerja sebanyak 22 hari, maka mereka harus merogoh kocek kurang lebih Rp 1,3 juta per bulan.
Soal apakah harga tersebut sudah ekonomis, Kiswo mengingatkan jika proyek pembangunan LRT ini adalah investasi biasa, jadi harus masuk kategori bankable.
Sementara mengenai pendanaan, menurut Kiswo, sumbernya berasal dari korporasi dan sebagian dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Adapun pendanaan Adhi Karya sendiri 30 persen berasal dari dana internal perusahaan, sedang 70 persen sisanya merupakan pinjaman.
Kiswo mengaku, Adhi Karya sampai sejauh ini belum membentuk konsorsium untuk pembangunan LRT itu. Namun diharapkan segera terbit payung hukum dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) untuk mulai pembangunan LRT itu. Diharapkan Mei ini, Perpres dimaksud sudah keluar.
“Kita berharap ada Perpres penugasan setelah itu baru kita masuk technical aspect sama financial aspect,” pungkas Kiswodarmawan.
Sementara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono menambahkan pembangunan jalur LRT itu tidak memerlukan pembebasan lahan karena akan memakai jalur tol, dari Bogor – Cawang, Cawang – Dukuh Atas, kemudian Bekasi – Cawang, Cawang – Dukuh Atas.
Basuki juga menegaskan, pembangunan LRT ini tidak menggunakan konsorsium, namun ditugaskan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya (Persero), dan akan dilaksanakan hingga pembangunannya tuntas atau dapat dioperasikan pada tahun 2018 mendatang.
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2236634/berapa-yang-dirogoh-warga-jakarta-jika-naik-lrt
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label rt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rt. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Mei 2015
Berapa yang Dirogoh Warga Jakarta Jika Naik LRT?
Label:
adhi
,
aspect
,
basuki
,
cawang
,
dukuh
,
jalur
,
karya
,
kiswo
,
kiswodharmawan
,
km
,
konsorsium
,
pembangunan
,
pendanaan
,
perpres
,
persero
,
pungkas
,
rp
,
rt
,
tarif
,
transportasi
Rabu, 03 Desember 2014
PetaJakarta.org, Jurus Cepat Tangani Banjir Jakarta
VIVAnews - Guna penanggulangan secara cepat pada saat darurat banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bekerja sama dengan Twitter Inc., dan Fasilitas Infrastruktur SMART dari Universitas Wolonggong, Australia meluncurkan PetaJakarta.org, Selasa 2 Desember 2014 di Balai Kota DKI, Jakarta.
Pemetaan ini merupakan penelitian terdepan yang memanfaatkan sumber daya masyarakat komunitas untuk memetakan tweet, terkait banjir dan menyediakan informasi terbaru langsung kepada BPBD.
Direktur proyek Dr. Etienne Turpin dan Dr. Tomas Holderness, mengatakan platform gratis dan open-source universitas itu akan mengubah tweet dengan geo-tag menjadi data berharga yang bisa digunakan oleh penduduk Jakarta dan Pemerintah DKI guna merespon banjir musiman secara lebih cepat.
"Jadi, kalau pengen melaporkan soal banjir, bisa hashtag, atau tanda pagar (#) @petajkt dan bisa dicek petajakarta.org. Jadi, bisa langsung tuh ketahuan di mana banjir dan kita bisa langsung tindakan," ungkap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok.
Dalam kesempatan itu, Ahok menyempatkan menge-tweet dengan me-mention akun Twitter Presiden Joko Widodo untuk mempublikasikan PetaJakarta.org.
"Kami sangat senang, kami sangat terima kasih, ini smart city kami, kita sudah bekerja sama dengan AS, Google, dan kami akan mengarahkan RT, RW kami. Makanya, nanti RT, RW, kita bayar kalau dia ngirim berita ke sistem kita," ujar Ahok.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Bambang Musyawardana, mengatakan dengan mengumpulkan dan memetakan tweet masyarakat menggunakan platform PetaJakarta.org, BPBD DKI Jakarta kini memiliki informasi langsung melalui media sosial untuk melengkapi sistem tanggap bencana saat ini.
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/564580-petajakarta-org--jurus-cepat-tangani-banjir-jakarta
Pemetaan ini merupakan penelitian terdepan yang memanfaatkan sumber daya masyarakat komunitas untuk memetakan tweet, terkait banjir dan menyediakan informasi terbaru langsung kepada BPBD.
Direktur proyek Dr. Etienne Turpin dan Dr. Tomas Holderness, mengatakan platform gratis dan open-source universitas itu akan mengubah tweet dengan geo-tag menjadi data berharga yang bisa digunakan oleh penduduk Jakarta dan Pemerintah DKI guna merespon banjir musiman secara lebih cepat.
"Jadi, kalau pengen melaporkan soal banjir, bisa hashtag, atau tanda pagar (#) @petajkt dan bisa dicek petajakarta.org. Jadi, bisa langsung tuh ketahuan di mana banjir dan kita bisa langsung tindakan," ungkap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok.
Dalam kesempatan itu, Ahok menyempatkan menge-tweet dengan me-mention akun Twitter Presiden Joko Widodo untuk mempublikasikan PetaJakarta.org.
"Kami sangat senang, kami sangat terima kasih, ini smart city kami, kita sudah bekerja sama dengan AS, Google, dan kami akan mengarahkan RT, RW kami. Makanya, nanti RT, RW, kita bayar kalau dia ngirim berita ke sistem kita," ujar Ahok.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Bambang Musyawardana, mengatakan dengan mengumpulkan dan memetakan tweet masyarakat menggunakan platform PetaJakarta.org, BPBD DKI Jakarta kini memiliki informasi langsung melalui media sosial untuk melengkapi sistem tanggap bencana saat ini.
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/564580-petajakarta-org--jurus-cepat-tangani-banjir-jakarta
Label:
ahok
,
banjir
,
bekerja sama
,
bencana
,
bpbd
,
cepat
,
dki
,
informasi
,
jakarta
,
org
,
penanggulangan
,
petajakarta
,
platform
,
rt
,
rw
,
smart
,
tweet
,
twitter
,
universitas
Senin, 24 Maret 2014
Kalijodo Akan Disulap Jadi RTH
BERITAJAKARTA.COM — 20-03-2014 18:47
Kawasan Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, yang sejak puluhan tahun jadi kawasan prostitusi, Judi, dan miras, akan disulap Pemprov DKI Jakarta, jadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pembangunan RTH tersebut akan melibatkan Pemkot Administrasi Jakarta Barat dan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.
Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi mengatakan, permasalahan Kalijodo hanya sebatas 2 RT yang menjadi tanggungjawabnya, selebihnya menjadi tanggung jawab Jakarta Utara.
"RT 08 menjadi kawasan perdagangan dan RT 07 kawasan prostitusi," sebutnya, Kamis (20/3).
Sementara itu, Sekretaris Camat Tambora, Abdul Chalik mengatakan, berdasarkan data yang ia miliki saat ini warga di 2 RT tersebut sebanyak 178 kepala keluarga (KK), 45 bangunan rumah, 88 bangunan semi permanen. Rumah-rumah tersebut diakuinya sebagian ada yang memiliki izin, sedangkan sebagian lainnya tidak.
"Rencananya itu yang akan dibebaskan, mengenai kapan waktunya tergantung pimpinan," katanya.
Chalik menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada warga akan ada pembongkaran dan pembebasan lahan untuk dijadikan RTH. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan dari warga. "Warga sudah kita surati, jadi tidak alasan warga tidak tahu," ujar chalid.
Ketua RT 07, Surahman, enggan berkomentar perihal rencana perubahan Kalijodo menjadi RTH. Menurutnya, keputusan ada di tangan warga. "Silakan tanya warga saya langsung, saya enggan berkomentar," kilahnya.
Sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=58742
Kawasan Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, yang sejak puluhan tahun jadi kawasan prostitusi, Judi, dan miras, akan disulap Pemprov DKI Jakarta, jadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pembangunan RTH tersebut akan melibatkan Pemkot Administrasi Jakarta Barat dan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.
Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi mengatakan, permasalahan Kalijodo hanya sebatas 2 RT yang menjadi tanggungjawabnya, selebihnya menjadi tanggung jawab Jakarta Utara.
"RT 08 menjadi kawasan perdagangan dan RT 07 kawasan prostitusi," sebutnya, Kamis (20/3).
Sementara itu, Sekretaris Camat Tambora, Abdul Chalik mengatakan, berdasarkan data yang ia miliki saat ini warga di 2 RT tersebut sebanyak 178 kepala keluarga (KK), 45 bangunan rumah, 88 bangunan semi permanen. Rumah-rumah tersebut diakuinya sebagian ada yang memiliki izin, sedangkan sebagian lainnya tidak.
"Rencananya itu yang akan dibebaskan, mengenai kapan waktunya tergantung pimpinan," katanya.
Chalik menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada warga akan ada pembongkaran dan pembebasan lahan untuk dijadikan RTH. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan dari warga. "Warga sudah kita surati, jadi tidak alasan warga tidak tahu," ujar chalid.
Ketua RT 07, Surahman, enggan berkomentar perihal rencana perubahan Kalijodo menjadi RTH. Menurutnya, keputusan ada di tangan warga. "Silakan tanya warga saya langsung, saya enggan berkomentar," kilahnya.
Sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=58742
Label:
bangunan
,
barat
,
chalid
,
chalik
,
disulap
,
dki
,
itajakarta
,
jakarta
,
kalijodo
,
kawasan
,
kepala keluarga
,
prostitusi
,
rencana
,
rt
,
rth
,
rumah-rumah
,
surati
,
tambora
,
warga
Senin, 27 Januari 2014
Banjir Jakarta, 23 Tewas 27.912 Jiwa Masih Mengungsi
Liputan6.com, Jakarta : Banjir di sebagian wilayah Jakarta memang sudah mulai surut. Namun dampak dari bencana tersebut masih sangat dirasakan oleh warga di 5 wilayah Ibukota. Hingga saat ini, ribuan warga masih mengungsi.
"Saat ini jumlah pengungsi sebanyak 27.912 jiwa yang tersebar di 137 titik lokasi pengungsian," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwonugroho melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Minggu (26/1/2014).
Tak hanya memaksa warga DKI mengungsi, banjir juga menyebabkan puluhan warga meninggal. "Jumlah korban jiwa sebanyak 23 orang meninggal dunia," jelas Sutopo.
Berikut perincian data yang dikelauarklan oleh BNPB terkait bencana banjir yang menerjang Jakarta :
Jakarta Timur:
- Ketinggian air rata-rata 30 cm. Area yang terdampak : 5 kecamatan, 10 kelurahan, 48 RW, 312 RT, 12.507 KK, 41.434 Jiwa. Jumlah pengungsi sebanyak ; 15.242 jiwa, yang tersebar di 46 titik lokasi pengungsian.
jakarta Selatan:
- Ketinggian air rata-rata: 15 - 30 cm. Area yang tedampak : 2 kecamatan, 4 kelurahan, 16 RW, 95 RT, 4.285 KK, 16.094 Jiwa. Jumlah pengungsi sebanyak: 6.946 jiwa, yang tersebar di 24 titik lokasi pengungsian.
Jakarta Pusat:
- Ketinggian air rata-rata: 0 cm. Area yang terdampak: 1 kecamatan, 1 kelurahan, 7 RW, 113 RT, 5.474 KK, tidak ada korban jiwa. Tidak ada pengungsi.
Jakarta Barat:
- Ketinggian air rata-rata: 10 - 20 cm. Area yang terdampak 5 kecamatan, 11 kelurahan, 49 RW, 194 RT, 15.977 KK, 50.879 Jiwa. Jumlah pengungsi sebanyak 4.842 jiwa, yang tersebar di 60 titik lokasi pengungsian.
Jakarta Utara:
- Ketinggian air rata-rata 20 - 60 cmArea yang terdampak ; 1 kecamatan, 3 kelurahan, 16 RW, 138 RT. Jumlah pengungsi sebanyak 882 jiwa, yang tersebar di 7 titik lokasi pengungsian.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/810414/banjir-jakarta-23-tewas-27912-jiwa-masih-mengungsi
"Saat ini jumlah pengungsi sebanyak 27.912 jiwa yang tersebar di 137 titik lokasi pengungsian," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwonugroho melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Minggu (26/1/2014).
Tak hanya memaksa warga DKI mengungsi, banjir juga menyebabkan puluhan warga meninggal. "Jumlah korban jiwa sebanyak 23 orang meninggal dunia," jelas Sutopo.
Berikut perincian data yang dikelauarklan oleh BNPB terkait bencana banjir yang menerjang Jakarta :
Jakarta Timur:
- Ketinggian air rata-rata 30 cm. Area yang terdampak : 5 kecamatan, 10 kelurahan, 48 RW, 312 RT, 12.507 KK, 41.434 Jiwa. Jumlah pengungsi sebanyak ; 15.242 jiwa, yang tersebar di 46 titik lokasi pengungsian.
jakarta Selatan:
- Ketinggian air rata-rata: 15 - 30 cm. Area yang tedampak : 2 kecamatan, 4 kelurahan, 16 RW, 95 RT, 4.285 KK, 16.094 Jiwa. Jumlah pengungsi sebanyak: 6.946 jiwa, yang tersebar di 24 titik lokasi pengungsian.
Jakarta Pusat:
- Ketinggian air rata-rata: 0 cm. Area yang terdampak: 1 kecamatan, 1 kelurahan, 7 RW, 113 RT, 5.474 KK, tidak ada korban jiwa. Tidak ada pengungsi.
Jakarta Barat:
- Ketinggian air rata-rata: 10 - 20 cm. Area yang terdampak 5 kecamatan, 11 kelurahan, 49 RW, 194 RT, 15.977 KK, 50.879 Jiwa. Jumlah pengungsi sebanyak 4.842 jiwa, yang tersebar di 60 titik lokasi pengungsian.
Jakarta Utara:
- Ketinggian air rata-rata 20 - 60 cmArea yang terdampak ; 1 kecamatan, 3 kelurahan, 16 RW, 138 RT. Jumlah pengungsi sebanyak 882 jiwa, yang tersebar di 7 titik lokasi pengungsian.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/810414/banjir-jakarta-23-tewas-27912-jiwa-masih-mengungsi
Senin, 12 Agustus 2013
BPBD DKI: Banjir dan Kebakaran Warnai Lebaran di Jakarta
Liputan6.com, Jakarta : Di tengah kegembiraan merayakan Idul Fitri 1434 Hijriah, warga Ibukota dilanda musibah banjir dan kebakaran di sejumlah wilayah di Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana DKI Data DKI Jakarta merangkum bencana yang terjadi pada masa liburan panjang dan cuti bersama Lebaran mulai 3-10 Agustus 2013.
Demikian pernyataan tertulis Kepala Seksi Informatika, BPBD DKI, Bambang Surya Putra yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Minggu (11/8/2013).
Bambang menuturkan banjir di Jakarta dimulai dari tingginya curah hujan pada 3 - 4 Agustus 2013 di Selatan Jakarta yaitu pada kawasan tangkapan air (catchment area) pada hulu sungai Ciliwung sehingga mengakibatkan banjir 1 meter lebih. Banjir itu meliputi Kampung Melayu (47 RT), Bidara Cina (20 RT), Cililitan (2 RT), Cawang (28 RT) dan Bukit Duri (2 RT).
"Namun, warga masih dapat bertahan di rumahnya masing-masing dan tidak dilaporkan terdapat pengungsi," imbuh Bambang.
Pada 7 Agustus 2013, Bambang menambahkan, Posko Dinas PU melaporkan terjadi peningkatan tinggi muka air pada beberapa pintu air akibat tingginya curah hujan yaitu Pesanggrahan mencapai 300 cm (siaga 2) dan Depok (siaga 3). Lalu, diikut juga oleh Kali Krukut (siaga 3) dan Angke (siaga 3). Kondisi tersebut menimbulkan genangan banjir yang cukup tinggi yaitu:
1. Kp. Melayu ketinggian banjir 30–300 cm, 53 RT tergenang, 7.728 warga terdampak, 136 orang terpaksa mengungsi di Masjid Attawabin
2. Bidara Cina banjir setinggi 50–150 cm, 20 RT tergenang, 2.182 warga terdampak, pengungsi tidak ada.
3. Pondok Pinang banjir setinggi 20–250 cm , 2 RT tergenang, 597 warga terdampak, 100 orang mengungsi.
4, Pondok Labu banjir sekitar 30–100 cm, 1 RT tergenang, 230 warga terdampak, dan tidak ada pengungsi.
5. Ulujami banjir setinggi 50–200 cm, 5 RT tergenang, 2.931 warga terdampak, 400 orang mengungsu di Sasana Krida
6. Bintaro banjir sekitar 50–100 cm, 20 RT tergenang, 2.873 warga terdampak dam 200 orang mengungsi di Posko RW12 & Masjid Al Mariyah
Banjir tersebut yang terjadi mulai 7 Agustus itu berangsur surut seluruhnya 10 Agustus 2013 lalu. 1 Korban M Nafisumur (38) meninggal dunia dan ditemukan di Kali Krukut.
"Keluarga korban telah diberikan santunan dari Dinas Sosial DKI Jakarta. Jadi total warga yang terdampak banjir 16.541 orang dengan jumlah pengungsi sebanyak 836 jiwa," kata Bambang.
Kebakaran
Bambang menambahkan Kebakaran juga kerap terjadi mulai 3-11 Agustus 2013 dan telah terjadi 28 kali kebakaran. Menimbulkan 4 orang korban jiwa antara lain 3 orang meninggal pada kebakaran di Jalan Tanah Koja, Jakut, pada 8 Agustus 2013 yaitu Dina Yulianti (12), MohFadli (10), dan Doni (4).
"Sedangkan 1 orang, yakni Bapak Abuna meninggal akibat serangan jantung saat kebakaran di Jalan Sinar Budi Jembatan 2m Jakarta Utara.
Adapun korban luka ringan akibat terbakar sebanyak 4 orang," jelas Bambang.
Ia menambahkan kebakaran tersebut mengakibatkan 152 bangunan terbakar , 121 KK atau sebanyak 509 jiwa kehilangan tempat tinggal. Bantuan yang hingga saat ini masih dibutuhkan adalah pakaian seragam sekolah dan buku-buku pelajaran. Hal tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.
Namun, jika ada warga masyarakat yang bersimpati dapat menyampaikan bantuan langsung kepada korban," imbuh Bambang.
Dari data kebakaran yang ada, Bambang menjelaskan sebanyak 92,86% kebakaran disebabkan korsleting listrik, 3.57% diakibatkan api rokok, dan 3.57% diakibatkan oleh tabung gas yang meledak.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/662749/bpbd-dki-banjir-dan-kebakaran-warnai-lebaran-di-jakarta
Demikian pernyataan tertulis Kepala Seksi Informatika, BPBD DKI, Bambang Surya Putra yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Minggu (11/8/2013).
Bambang menuturkan banjir di Jakarta dimulai dari tingginya curah hujan pada 3 - 4 Agustus 2013 di Selatan Jakarta yaitu pada kawasan tangkapan air (catchment area) pada hulu sungai Ciliwung sehingga mengakibatkan banjir 1 meter lebih. Banjir itu meliputi Kampung Melayu (47 RT), Bidara Cina (20 RT), Cililitan (2 RT), Cawang (28 RT) dan Bukit Duri (2 RT).
"Namun, warga masih dapat bertahan di rumahnya masing-masing dan tidak dilaporkan terdapat pengungsi," imbuh Bambang.
Pada 7 Agustus 2013, Bambang menambahkan, Posko Dinas PU melaporkan terjadi peningkatan tinggi muka air pada beberapa pintu air akibat tingginya curah hujan yaitu Pesanggrahan mencapai 300 cm (siaga 2) dan Depok (siaga 3). Lalu, diikut juga oleh Kali Krukut (siaga 3) dan Angke (siaga 3). Kondisi tersebut menimbulkan genangan banjir yang cukup tinggi yaitu:
1. Kp. Melayu ketinggian banjir 30–300 cm, 53 RT tergenang, 7.728 warga terdampak, 136 orang terpaksa mengungsi di Masjid Attawabin
2. Bidara Cina banjir setinggi 50–150 cm, 20 RT tergenang, 2.182 warga terdampak, pengungsi tidak ada.
3. Pondok Pinang banjir setinggi 20–250 cm , 2 RT tergenang, 597 warga terdampak, 100 orang mengungsi.
4, Pondok Labu banjir sekitar 30–100 cm, 1 RT tergenang, 230 warga terdampak, dan tidak ada pengungsi.
5. Ulujami banjir setinggi 50–200 cm, 5 RT tergenang, 2.931 warga terdampak, 400 orang mengungsu di Sasana Krida
6. Bintaro banjir sekitar 50–100 cm, 20 RT tergenang, 2.873 warga terdampak dam 200 orang mengungsi di Posko RW12 & Masjid Al Mariyah
Banjir tersebut yang terjadi mulai 7 Agustus itu berangsur surut seluruhnya 10 Agustus 2013 lalu. 1 Korban M Nafisumur (38) meninggal dunia dan ditemukan di Kali Krukut.
"Keluarga korban telah diberikan santunan dari Dinas Sosial DKI Jakarta. Jadi total warga yang terdampak banjir 16.541 orang dengan jumlah pengungsi sebanyak 836 jiwa," kata Bambang.
Kebakaran
Bambang menambahkan Kebakaran juga kerap terjadi mulai 3-11 Agustus 2013 dan telah terjadi 28 kali kebakaran. Menimbulkan 4 orang korban jiwa antara lain 3 orang meninggal pada kebakaran di Jalan Tanah Koja, Jakut, pada 8 Agustus 2013 yaitu Dina Yulianti (12), MohFadli (10), dan Doni (4).
"Sedangkan 1 orang, yakni Bapak Abuna meninggal akibat serangan jantung saat kebakaran di Jalan Sinar Budi Jembatan 2m Jakarta Utara.
Adapun korban luka ringan akibat terbakar sebanyak 4 orang," jelas Bambang.
Ia menambahkan kebakaran tersebut mengakibatkan 152 bangunan terbakar , 121 KK atau sebanyak 509 jiwa kehilangan tempat tinggal. Bantuan yang hingga saat ini masih dibutuhkan adalah pakaian seragam sekolah dan buku-buku pelajaran. Hal tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.
Namun, jika ada warga masyarakat yang bersimpati dapat menyampaikan bantuan langsung kepada korban," imbuh Bambang.
Dari data kebakaran yang ada, Bambang menjelaskan sebanyak 92,86% kebakaran disebabkan korsleting listrik, 3.57% diakibatkan api rokok, dan 3.57% diakibatkan oleh tabung gas yang meledak.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/662749/bpbd-dki-banjir-dan-kebakaran-warnai-lebaran-di-jakarta
Selasa, 22 Januari 2013
Seminggu Terjang Jakarta, Banjir Renggut 26 Korban Jiwa
Jakarta, GATRAnews- Banjir yang melanda kota metropolitan, Jakarta merenggut puluhan korban jiwa. Dari data kepolisian Polda Metro Jaya sejak Selasa (15/1) sampai Senin (21/1) hari ini tercatat banjir telah merenggut sebanyak 26 korban jiwa. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan korban yang meninggal lebih didominasi karena tenggelam dan terseret banjir. "Macam-macam ya penyebabnya dari 23 kejadian ada 26 yang meninggal. Korban didominasi karena tenggelam dan terseret arus air baru kemudian karena tersetrum," jelasnya kepada wartawan.
Berikut data-data korban yang berhasil dicatat pihak kepolisian:
1. Raif Anjar Agasi (13) warga Gang Anggur VI, Tanjung Duren, Jakbar meninggal akibat mandi di kali saat banjir kemudian korban terbawa arus.
2. Mujiyo (43) korban tersengat listrik saat memperbaiki instalasi listrik di rumahnya di RT 05/05 Kelurahan Kedauang Kaliangke, Cengkareng, Jakbar.
3. Muhammad Haikal (2), korban terjatuh dari tempat tidur di rumahnya di RT 05/05 Kelurahan Kedauang Kaliangke, Cengkareng, Jakbar, saat itu rumahnya terendam banjir 1 meter, korban tenggelam dan tewas.
4. Sanin (68), korban pulang mencari rumput di areal persawahan ang sat itu banjir setinggi 1,7 meter. Korban yang menggunakan perahu dari gabus tiba-tiba terjatuh dan tenggelam. Korban ditemukan tewas di Kampung Banteng RT 02/01 Desa Pasir Munceng, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tengerang.
5. Santan (60), korban sedang menggembala kerbau di pinggir sungai Cimanceri, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang sedang dalam keadaan meluap (banjir), kemudian korban jatug dan terbawa arus.
6. Karno (35), korban bermaksud menyebrang kali di Jalan J RT 06/10 Kebon Baru, Tebet, Jaksel ke wilayah timur pada saat banjir kemudian terbawa arus dan diemukan mati.
7. Omang (62) korban ditemukan warga dalam keadaan tewas di sungai Cibeet Bojongmangu Kab Bekasi dikarenakan korban hanyut terbawa arus saat menyebrangi sungai di Kampung Cibarengkok RT 05/03 Tanjung Sari, Kab Bogor.
8. Andi Alias Abi (17) korban sedang mandi di Kali Spion RT 03/03, Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang yang sedang banjir kemudian korban tenggelam, korban ditemukan satu hari kemudian.
9. Suharyanto bin Tagam (55), korban ditemukan MD oleh istrinya diduga tersengat listrik dari rumah korban di Jalan Kayu Mas Timur Nomor 20 RT 04/03 Pulogadung Jaktim.
10. Riko (6), korban bersama dua orang anak lainnya main dipinggir kali yang banjir di Kali Cilangkap Setu RT 04/04 Setu Cipayung Jaktim kemudian korban terpleset dan terbawa arus, sampai saat ini korban belum ditemukan.
11. Solahudin (35), Korban tewas tersetrum saat menolong saksi (Adilia) di Jalan Gang 20 RT 05/05 Kelurahan Kalibata, Pancoran, Jaksel.
12. Abdul Arif Agus (34), karyawan UOB yang ditemukan tim SAR dalam keadaan MD dengan hidung mengeluarkan darah akibat terjebak di basement yang terendam banjir.
13. Hendro Suwono (68), korban terjebak macet karena adanya banjir di Depan RS Pluit Jalan Pulit Jaya VIII penjaringan jakut. Kemudian korban menghentikan mobil tanpa mematikan mesin, karena terlalu banyak menghirup gas C02 korban kehilangan kesadaran dan meninggal. Istri korban yang berada dalam satu mobil, masih dalam proses penyelematan.
14. Uidn Wahyudin (34), korban meninggal dunia akibat tenggelam di rumahnya di RT 08/08 Kedaung, Kaliangke, Cengkareng, Jakbar.
15. Handoko Waluyo (60), korban ditemukan meninggal terapung di Jalan Baldongan RT 06/01 Tambora, Jakbar, diduga korban tewas terperosok ke saluran pembuangan air yang cukup dalam.
16. Rudi Tiono (43), korban dalam keadaan lumpuh dan kurang waras, korban ditemukan mengambang di air tertutup kasur di dalam rumahnya di Perum Daan Mogot Estate Blok Fa 4/4 RT 04/15 Cengkareng Timur, Jakbar.
17. Muhayaolloh (15), korban bersama empat teman berenang di Kali Spion Ampera Depan Masjid Al Huston Poris Jaya, Batu Ceper, Kota Tangerang yang saaat itu banjir, korban kemudian terbawa arus dan tenggelam.
18. Asep Saipul Bahri (19), korban bermaksud menyebrangi sungai di Kampung Busuk RT 03/05 Pasirbanjir Cikarang Pusat, Bekasi Kabupaten, yang banjir dengan cara berenang, namun korban terseret arus dan meninggal.
19. Kasim (48), Nanang (21), Suratman (25), Rudi (22), saat itu korban kebanjiran dan listrik padan kemudian menyalakan genset dan para korban ditemukan dilantai atas dalam keadaan MD diduga keracunan asap genset, TKP Taman Permata Indah 1 Blok PN 3A RT 14/07 Penjagalan Jakut.
20. MR X korban ditemukan mengambang di kolam ikan milik Sukiman di Jalan YDPP Selatan, Nomor A2, RT 006/002 Cilandak Jaksel.
21. MR X korban ditemukan warga dipinggir kali Ciliwung saat membersihkan rumah pasca banjir di Jalan Bina Marga RT 003/07 Pancoran Jaksel.
22. Tri santoso (34) Warga Jalan Kud RT 10/17 Sukmajaya Cilodong, Depok Jabar, dan Tito (30), warga Klender Jakti. Dua orang ini adalah korban selamat di basement UOB. (WFz)
Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/nasional/23433-seminggu-terjang-jakarta,-banjir-renggut-26-korban-jiwa.html
Berikut data-data korban yang berhasil dicatat pihak kepolisian:
1. Raif Anjar Agasi (13) warga Gang Anggur VI, Tanjung Duren, Jakbar meninggal akibat mandi di kali saat banjir kemudian korban terbawa arus.
2. Mujiyo (43) korban tersengat listrik saat memperbaiki instalasi listrik di rumahnya di RT 05/05 Kelurahan Kedauang Kaliangke, Cengkareng, Jakbar.
3. Muhammad Haikal (2), korban terjatuh dari tempat tidur di rumahnya di RT 05/05 Kelurahan Kedauang Kaliangke, Cengkareng, Jakbar, saat itu rumahnya terendam banjir 1 meter, korban tenggelam dan tewas.
4. Sanin (68), korban pulang mencari rumput di areal persawahan ang sat itu banjir setinggi 1,7 meter. Korban yang menggunakan perahu dari gabus tiba-tiba terjatuh dan tenggelam. Korban ditemukan tewas di Kampung Banteng RT 02/01 Desa Pasir Munceng, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tengerang.
5. Santan (60), korban sedang menggembala kerbau di pinggir sungai Cimanceri, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang sedang dalam keadaan meluap (banjir), kemudian korban jatug dan terbawa arus.
6. Karno (35), korban bermaksud menyebrang kali di Jalan J RT 06/10 Kebon Baru, Tebet, Jaksel ke wilayah timur pada saat banjir kemudian terbawa arus dan diemukan mati.
7. Omang (62) korban ditemukan warga dalam keadaan tewas di sungai Cibeet Bojongmangu Kab Bekasi dikarenakan korban hanyut terbawa arus saat menyebrangi sungai di Kampung Cibarengkok RT 05/03 Tanjung Sari, Kab Bogor.
8. Andi Alias Abi (17) korban sedang mandi di Kali Spion RT 03/03, Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang yang sedang banjir kemudian korban tenggelam, korban ditemukan satu hari kemudian.
9. Suharyanto bin Tagam (55), korban ditemukan MD oleh istrinya diduga tersengat listrik dari rumah korban di Jalan Kayu Mas Timur Nomor 20 RT 04/03 Pulogadung Jaktim.
10. Riko (6), korban bersama dua orang anak lainnya main dipinggir kali yang banjir di Kali Cilangkap Setu RT 04/04 Setu Cipayung Jaktim kemudian korban terpleset dan terbawa arus, sampai saat ini korban belum ditemukan.
11. Solahudin (35), Korban tewas tersetrum saat menolong saksi (Adilia) di Jalan Gang 20 RT 05/05 Kelurahan Kalibata, Pancoran, Jaksel.
12. Abdul Arif Agus (34), karyawan UOB yang ditemukan tim SAR dalam keadaan MD dengan hidung mengeluarkan darah akibat terjebak di basement yang terendam banjir.
13. Hendro Suwono (68), korban terjebak macet karena adanya banjir di Depan RS Pluit Jalan Pulit Jaya VIII penjaringan jakut. Kemudian korban menghentikan mobil tanpa mematikan mesin, karena terlalu banyak menghirup gas C02 korban kehilangan kesadaran dan meninggal. Istri korban yang berada dalam satu mobil, masih dalam proses penyelematan.
14. Uidn Wahyudin (34), korban meninggal dunia akibat tenggelam di rumahnya di RT 08/08 Kedaung, Kaliangke, Cengkareng, Jakbar.
15. Handoko Waluyo (60), korban ditemukan meninggal terapung di Jalan Baldongan RT 06/01 Tambora, Jakbar, diduga korban tewas terperosok ke saluran pembuangan air yang cukup dalam.
16. Rudi Tiono (43), korban dalam keadaan lumpuh dan kurang waras, korban ditemukan mengambang di air tertutup kasur di dalam rumahnya di Perum Daan Mogot Estate Blok Fa 4/4 RT 04/15 Cengkareng Timur, Jakbar.
17. Muhayaolloh (15), korban bersama empat teman berenang di Kali Spion Ampera Depan Masjid Al Huston Poris Jaya, Batu Ceper, Kota Tangerang yang saaat itu banjir, korban kemudian terbawa arus dan tenggelam.
18. Asep Saipul Bahri (19), korban bermaksud menyebrangi sungai di Kampung Busuk RT 03/05 Pasirbanjir Cikarang Pusat, Bekasi Kabupaten, yang banjir dengan cara berenang, namun korban terseret arus dan meninggal.
19. Kasim (48), Nanang (21), Suratman (25), Rudi (22), saat itu korban kebanjiran dan listrik padan kemudian menyalakan genset dan para korban ditemukan dilantai atas dalam keadaan MD diduga keracunan asap genset, TKP Taman Permata Indah 1 Blok PN 3A RT 14/07 Penjagalan Jakut.
20. MR X korban ditemukan mengambang di kolam ikan milik Sukiman di Jalan YDPP Selatan, Nomor A2, RT 006/002 Cilandak Jaksel.
21. MR X korban ditemukan warga dipinggir kali Ciliwung saat membersihkan rumah pasca banjir di Jalan Bina Marga RT 003/07 Pancoran Jaksel.
22. Tri santoso (34) Warga Jalan Kud RT 10/17 Sukmajaya Cilodong, Depok Jabar, dan Tito (30), warga Klender Jakti. Dua orang ini adalah korban selamat di basement UOB. (WFz)
Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/nasional/23433-seminggu-terjang-jakarta,-banjir-renggut-26-korban-jiwa.html
Kamis, 10 Januari 2013
Banjir Merendam, Warga Pilih Tak Pergi Kerja
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Warga Kelurahan Bidaracina, RT 06-12 /RW 11, Kampung Dalam Jakarta Timur tidak bisa bekerja karena kedatangan tamu tak diundang, banjir kiriman, sejak Kamis (10/1/2013) subuh tadi.
Pantauan Tribunnews.com, kebanyakan warga memilih bertahan di rumah (berlantai dua) untuk menjaga barang peralatan mereka. Pun demikian warga yang mengungsi di Gereja HKBP MT Haryono Cawang dan gedung Karangtaruna.
Selain mengungsikan barang peralatan di dua gedung tersebut, sebagian warga yang telah lelah tampak beristirahat.
Sebagian lainnya tampak berdiri dan bercengkrama dengan warga lainnya sembari menjaga sepeda motor yang diparkirkan di tempat yang lebih tinggi.
Warga Kelurahan Bidaracina, RT 06-12 /RW 11, Kampung Dalam Jakarta Timur kembali kedatangan tamu tak diundang, banjir kiriman, Kamis (10/1/2013) subuh.
Sekitar pukul 04.00 WIB, banjir telah menggenangi sebagian rumah warga yang berada di tempat yang lebih rendah. Tak berselang lama, arus air semakin deras hingga merendam rumah warga di sekitar gereja HKBP MT Haryono.
Sejak itu pula warga tampak memindah-mindahkan peralatan dan barang dari rumah masing-masing ke dalam gereja dan tempat yang lebih tinggi. Kendaraan bermotor pun demikian dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
"Tadinya saya lihat sekitar jam tigaan air belum setinggi dan deras ini. Sekarang sudah tinggi seperti ini, tambah angin yang dingin," ujar Respon Zagoto.
Dia katakan, tidak ada hujan mengguyur. Namun, banjir kiriman itu telah menggenangi sebagian besar rumah warga.
Sebelumnya, banjir setinggi dua meter terjadi di Bidara Cina, Jakarta Timur sejak Senin (24/12/12) lalu.
Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/10/banjir-merendam-warga-pilih-tak-pergi-kerja
Pantauan Tribunnews.com, kebanyakan warga memilih bertahan di rumah (berlantai dua) untuk menjaga barang peralatan mereka. Pun demikian warga yang mengungsi di Gereja HKBP MT Haryono Cawang dan gedung Karangtaruna.
Selain mengungsikan barang peralatan di dua gedung tersebut, sebagian warga yang telah lelah tampak beristirahat.
Sebagian lainnya tampak berdiri dan bercengkrama dengan warga lainnya sembari menjaga sepeda motor yang diparkirkan di tempat yang lebih tinggi.
Warga Kelurahan Bidaracina, RT 06-12 /RW 11, Kampung Dalam Jakarta Timur kembali kedatangan tamu tak diundang, banjir kiriman, Kamis (10/1/2013) subuh.
Sekitar pukul 04.00 WIB, banjir telah menggenangi sebagian rumah warga yang berada di tempat yang lebih rendah. Tak berselang lama, arus air semakin deras hingga merendam rumah warga di sekitar gereja HKBP MT Haryono.
Sejak itu pula warga tampak memindah-mindahkan peralatan dan barang dari rumah masing-masing ke dalam gereja dan tempat yang lebih tinggi. Kendaraan bermotor pun demikian dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
"Tadinya saya lihat sekitar jam tigaan air belum setinggi dan deras ini. Sekarang sudah tinggi seperti ini, tambah angin yang dingin," ujar Respon Zagoto.
Dia katakan, tidak ada hujan mengguyur. Namun, banjir kiriman itu telah menggenangi sebagian besar rumah warga.
Sebelumnya, banjir setinggi dua meter terjadi di Bidara Cina, Jakarta Timur sejak Senin (24/12/12) lalu.
Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/10/banjir-merendam-warga-pilih-tak-pergi-kerja
Langganan:
Postingan
(
Atom
)