Tampilkan postingan dengan label roda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label roda. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Agustus 2015

Setelah Bali, GrabCar Resmi Mengaspal di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - GrabTaxi secara resmi meluncurkan GrabCar, layanan transportasi kendaraan roda empat berbasis aplikasi, seperti Uber, yang siap beroperasi di wilayah kota Jakarta.

Hadirnya GrabCar di wilayah Jakarta diharapkan pihak GrabTaxi dapat memberikan pengalaman berkendara yang aman dan tentunya menjaga privasi penumpang, serta mengedepankan kecepatan dan ketepatan waktu dalam perjalanan, mengingat sebagian besar jalan utama di wilayah Jakarta sering `langganan` macet.

Sebelumnya, layanan GrabCar telah lebih dulu hadir di Bali pada 20 Juni 2015. Sejatinya, GrabCar memungkinkan pengguna untuk memesan kendaraan pribadi berlisensi melalui aplikasi GrabTaxi.

Pengguna cukup memilih opsi kendaraan GrabCar di aplikasi GrabTaxi dan mengikuti instruksi yang sama seperti saat memesan taksi.

Kiki Rizki, Head of Country Marketing GrabTaxi Indonesia menjelaskan bahwa hadirnya GrabCar dapat bertindak lokal dalam mentransformasi industri transportasi.

"Sejak hari pertama kehadiran kami, masyarakat Indonesia telah memberikan sambutan dan dukungan yang sangat baik. Oleh karena itu kami ingin membalas loyalitas dan dukungan ini dengan bekerja lebih keras dalam menyediakan pekerjaan yang terpercaya bagi masyarakat," tutur Kiki kepada tim Tekno Liputan6.com.

Layanan GrabCar akan hadir dalam update di aplikasi GrabTaxi pada 10 Agustus 2015. Untuk sementara di periode bulan Agustus, penjemputan dan dropping point hanya akan dilakukan di antara wilayah Semanggi sampai Kemang.

Untuk periode Agustus, GrabCar pun akan menyediakan pilihan kendaraan tematik yang akan dihadirkan khusus untuk pemesan.

Mengingat Agustus merupakan momen memperingati hari kemerdekaan, maka GrabCar akan menghadirkan kendaraan roda empat `vintage` yang merupakan mobil antik. Sekitar 20 armada mobil antik akan dikerahkan untuk wilayah coverage penjemputan pemesan GrabCar.

Selain itu, promo menggiurkan yang ditawarkan GrabCar khusus bagi para penumpang adalah dengan memberikan penawaran gratis tanpa batas mulai dari 10 sampai 31 Agustus 2015. Penumpang cukup memasukkan kode promo `INDONESIAKU` untuk mendapatkan promo gratis ini.

Sumber : http://tekno.liputan6.com/read/2288872/setelah-bali-grabcar-resmi-mengaspal-di-jakarta

Selasa, 20 Januari 2015

Jalur Alternatif Macet, Ini Kata Dishub DKI Jakarta

JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, belum bisa memberikan penjelasan terkait kesemrawutan yang terjadi di jalur alternatif, pasca larangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat.

Kemacetan itu diakibatkan tingginya volume kendaraan, dan tidak adanya petugas menjadi pemicu kepadatan di jalur tersebut.

"Kalau penempatan petugas saya belum tahu nih, nanti saya tanyakan ke bagian pengendalian operasional," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Pargaulan Butarbutar di Jakarta, Senin 19 Januari 2015.

Dia menuding, kesemrawutan di jalur alternatif lantaran pengendara sepeda motor enggan menggunakan bus gratis.

"Bus gratis sudah disiapkan, seharusnya mereka menggunakan bus gratis. Mereka malah mencari jalan alternatif, ya semrawut," katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan arus lalu lintas di kawasan larangan roda dua sama sekali tidak berubah. Hanya saja kesemrawutan akibat kendaraan roda dua sudah tidak terlihat lagi lantaran berpindah ke jalur alternatif.

Ironisnya, dalam jalur alternatif sisi barat maupun timur seperti di Tanah Abang, Cideng Barat, Benhil, Pejompongan dan sebagainya tidak ada petugas yang mengatur kesemrawutan tersebut.

Sumber : http://metro.sindonews.com/read/952844/31/jalur-alternatif-macet-ini-kata-dishub-dki-jakarta-1421680699

Senin, 12 Januari 2015

6.000 Kendaraan Bertambah di Jakarta Setiap Hari

JAKARTA - Jumlah kendaraan bermotor, baik roda dua dan empat di DKI Jakarta, setiap hari bertambah sekira 6.000 unit.

"Jumlah kendaraan baru 5.600 hingga 6.000 unit per hari. Hal itu berdasarkan data Samsat yang mengeluarkan STNK,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/1/2015).

Untuk kendaraan roda empat, lanjut dia, per hari bertambah 1.600 unit, sedangkan kendaraan roda dua mencapai 4.000 hingga 4.500 unit.

"Bertumbuhnya kendaraan ini menjadi salah satu penyumbang kemacetan di Jakarta. Pertumbuhan jalan hanya 0,01 persen, jadi tidak sebanding,” tuturnya.

Menurut dia, program three in one dan pelarangan sepeda motor di beberapa ruas jalan dapat meminimalisasi kemacetan. Diharapkan, pemberlakuan electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar nanti juga bisa menyumbang berkurangnya kemacetan.

Informasi yang dihimpun, total kendaraan di Jakarta hingga Desember 2014 mencapai 17.523.967 unit. Perinciannnya, mobil pribadi 3.226.009, bus 362.066, mobil barang 673.661, sepeda motor 13.084.372, dan kendaraan khusus 137.859 unit.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2015/01/09/15/1090119/setiap-hari-ada-6-000-unit-kendaraan-baru-di-jakarta

Selasa, 31 Desember 2013

Baru Diresmikan, JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Macet Parah

Liputan6.com, Jakarta : Kemacetan parah terjadi di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu atau Casablanca tepatnya dari arah Tanah Abang ke Kampung Melayu, malam ini. Padahal jalan ini dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di kawasan Jalan Mas Mansyur dan Prof Dr Satrio.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, kendaraan mengular tak bergerak mulai terjadi saat mulai naik ke atas jalan layang sampai keluar jalan layang di Casablanka. Penyebabnya, banyak keluar masuk di mal Kota Kasablanka.

Jalan layang yang diresmikan siang tadi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak mengurangi kemacetan, karena dibawah dan di atas jalan layang sama-sama macet.

Banyak juga motor yang nekad melewati jalan layang, padahal sudah ada rambu larangan tersebut. Bahkan truk besar juga melintasi jalan tersebut. Tidak ada polisi yang nampak berjaga untuk mengawasi atau mengurai kemacetan. Jalan layang hanya menampung 2 jalur kendaraan.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Casablanca di ruas Jalan Mas Mansyur dan Prof Satrio, Senin 30 Desember. Kendaraan roda 2 dilarang menggunakan jalan layang itu karena cukup membahayakan.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/788242/baru-diresmikan-jlnt-kampung-melayu-tanah-abang-macet-parah

Kamis, 31 Oktober 2013

"Masuk Jalur Transjakarta Denda Rp 1 Juta, Makin Banyak Sidang di Tempat"

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana aturan denda Rp 1 juta untuk kendaraan roda empat dan denda Rp 500.000 untuk roda dua yang masuk jalur transjakarta mulai berlaku pada November 2013. Hal ini dikhawatirkan malah membuat sidang di tempat semakin marak.

"Kalau peraturannya begitu, saya prediksi nanti malah semakin banyak sidang di tempat alias pengendara berusaha menyogok polisi atau polisinya sendiri yang minta damai," kata Hanung (25), salah seorang pengendara motor, Selasa (29/10/2013).

Hanung mengusulkan, jika pemerintah benar-benar ingin menghentikan penerobosan jalur transjakarta oleh kendaraan umum, maka buatlah separator tinggi.

"Kalau separatornya hanya beberapa senti, itu sama saja. Namanya pengendara pasti ingin cepat sampai di tujuan. Terlebih lagi jika mereka melihat ada yang lewat jalur busway, pasti dia akan ikut-ikutan juga," kata dia.

Ketidaksetujuan juga diungkapkan Aminudin (32), warga Jelambar Baru, Jakarta Barat. Menurutnya, peraturan itu berlebihan.

"Kalau dendanya segitu, namanya enggak kira-kira. Bisa-bisa orang miskin harus menggadaikan motornya dulu buat bayar denda," katanya.

Kurir jasa pengiriman ini mengakui jika kendaraan yang melintas di jalur transjakarta melanggar aturan. Namun, dia juga meminta komitmen kepada pemerintah agar bisa mengatasi kemacetan yang masih menjadi masalah penting di Jakarta.

"Apalagi kalau jam-jam kerja, dari arah Grogol ke Tangerang pasti macet total. Kita juga tidak bisa serta merta menyalahkan pengguna sepeda motor yang menggunakan jalur transjakarta karena memang jalurnya sedang kosong. Daripada harus mengantre di kemacetan. Namanya orang kerja itu kan capek, mereka pengin cepet-cepet pulang," ungkapnya.

Polda Metro Jaya akan memberlakukan aturan mulai November 2013. Hal ini menjadi salah satu upaya agar transjakarta tak terkena macet, dan pemilik kendaraan pribadi mau berpindah menggunakan alat transportasi umum tersebut.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/30/1106324/.Masuk.Jalur.Transjakarta.Denda.Rp.1.Juta.Makin.Banyak.Sidang.di.Tempat

Jumat, 24 Mei 2013

Pelan tapi Pasti, Waduk Pluit Mulai Terlihat

JAKARTA, KOMPAS.com — Deru empat mesin backhoe terus terdengar di bantaran Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Kerja tiada henti itu telah menampakkan hasil nyata, kini wajah Waduk Pluit mulai terlihat lebih jelas.

Mesin backhoe tersebut diletakkan di bantaran waduk, terlihat seperti mengapung di tepi waduk. Padahal, tangan besi itu tidak mengapung, tetapi menyentuh dasar waduk yang sudah dangkal tertutup lumpur di sisi timur. Roda mesin yang berupa rantai besar dari besi untuk menjalankan mesin tersebut memiliki ketinggian sekitar dua meter. Artinya, kedalaman waduk itu tidak sampai dua meter karena tidak seluruh roda mesin itu tertutup air.

Waduk Pluit seharusnya memiliki kedalaman sepuluh meter. Namun, karena terus mengalami pendangkalan, kini kedalamannya hanya antara satu dan tiga meter. Waduk ini memiliki luas 80 hektar, kini 20 persennya telah diokupasi oleh rumah-rumah liar di bantarannya.

Pengerukan ini mulai dikerjakan pada Februari lalu, tepatnya setelah banjir besar melanda kawasan Pluit pada awal tahun ini. Waktu itu, rumah-rumah yang berada di bantaran waduk nyaris menghilang tertutup air. Waduk Pluit berubah layaknya tempat pembuangan sampah raksasa, fungsinya sebagai waduk sudah tidak dapat disandangnya.

Selain sampah, penyempitan lahan oleh pembangunan rumah atau bangunan lain di bantarannya menjadi salah satu penyebab kawasan ini tak lagi berfungsi maksimal menjadi kantong air. Itu sebabnya kawasan tersebut kerap dilanda banjir besar.

Karena itulah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah pemimpin Gubernur DKI Joko Widodo bertekad mengembalikan fungsi waduk seperti semula. Lumpur dan tanah yang menutupi waduk terus-menerus dikeruk, dan akhirnya air di dalam waduk mulai terlihat. Tumpukan sampah yang menyelimuti badan waduk akhirnya mulai menghilang.

"Sebelum dikeruk, isinya sampah semua ini. Baru kali ini saya lihat waduknya," kata Sukoco Daulat, seorang penjaga warung makan di pinggir Waduk Pluit, tepatnya di depan eks lapangan futsal di sisi timur waduk, Kamis (23/5/2013).

Sukoco berharap agar pengerjaan normalisasi waduk itu cepat terselesaikan. "Agar tidak banjir lagi," ujarnya.

Saat ini waduk itu masih dipenuhi eceng gondok dan endapan lumpur. Mesin-mesin berat terus melakukan pekerjaan besar mengeruk lumpur agar waduk ini semakin jelas terlihat. Sementara itu, beberapa petugas keamanan dari kepolisian terlihat memantau dan menjaga proses pengerjaannya.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/23/1525288/Pelan.tapi.Pasti.Waduk.Pluit.Mulai.Terlihat

Senin, 29 April 2013

Ribuan Pelayat Antar Uje, Depan TPU Karet Macet

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan orang ikut mengantar jenazah almarhum ustaz Jeffry Al Buchori (40) ke TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013). Jalan di sekitar TPU macet. Aparat kepolisan bersama personel TNI mengamankan pintu masuk lokasi pemakaman.

Pantauan Kompas.com, mobil jenazah yang membawa almarhum Uje -sapaannya- memasuki lokasi pemakaman sekitar pukul 13.15 WIB. Mobil jenazah mendapat pengawalan dari petugas kepolisian langsung masuk menuju ke dalam area pemakaman setelah dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Istiqal, Jakarta.

Kendaraan masuk melalui jalur depan Hotel Shangrila dan memutar masuk di Jalan KH Mas Mansyur yang mengarah ke Tanah Abang. Pengendara roda dua dan roda empat yang melalui persis depan lokasi pemakaman macet.

Petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas disibukkan dengan ribuan pengantar yang mengendarai kendaraan roda dua. Sementara, pengendara yang melintas berhenti di depan TPU untuk menyaksikan hal itu. Sebagian warga mengabadikan dengan menggunakan ponsel kamera mereka.

Kepala Bagian Bidang Operasional Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan pengawalan dilakukan kepolisian sudah sejak awal alamarhum dibawa dari rumah di Bintaro.

"Sejak awal kita berikan yang terbaik. Dari mulai saat di kediaman, sepanjang jalan menuju Masjid Istiqal sampai dengan ke pemakamaman di TPU Karet Bivak. Bentuk penjagaan di kediaman, pengawalan sepanjang jalan dan penjagaan, serta pengamanan di TPU Karet Bivak," kata Budiyanto kepada Kompas.com.

Uje yang dikenal sebagai ustaz gaul itu mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pascakejadian, nyawa almarhumah tidak tertolong setelah sepeda motor Kawasaki B 3590 SGQ menabrak sebuah pohon. Uje mengalami luka pada bagian wajah.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/04/26/15072835/Ribuan.Pelayat.Antar.Uje.Depan.TPU.Karet.Macet

Jumat, 12 April 2013

Antar-Jemput ke Sekolah Salah Satu Penyebab Kemacetan

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemacetan di Jakarta tidak hanya disebabkan penambahan volume kendaraan, tetapi terbatasnya lahan parkir juga turut menciptakan kemacetan, dan sekolah merupakan salah satu tempat penyumbang kemacetan akibat terbatasnya lahan parkir.

Berdasarkan hasil inventarisasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, ada 10 sekolah di wilayah Jakarta Selatan yang terdiri atas enam SMA dan empat SMP yang tidak memiliki lahan parkir yang cukup, tetapi memiliki konsentrasi kendaraan roda empat yang tinggi sehingga menyebabkan kemacetan di jalan-jalan sekitarnya.

"Sekolah-sekolah yang menyebkan kemacetan karena banyaknya kendaraan roda empat dari siswa yang berasal dari golongan menengah ke atas," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Nurhayati Sinaga, Selasa (9/4/2013) di Tebet, Jakarta Selatan.

Selain itu, menurut Nurhayati, sejumlah TK dan SD juga berperan menyebabkan kemacetan di Jakarta Selatan. Adanya aktivitas antar-jemput orangtua murid menyebabkan konsentrasi kendaraan roda empat di jalanan sekitar sekolah meningkat.

"Adanya aktivitas antar-jemput orangtua murid namun lahan sekolah terbatas untuk parkiran sehingga yang menjemput antre. Kebanyakan dari TK-SMP yang antar-jemput karena masih butuh pengawasan," ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian untuk pengaturan lalu lintas. Selain itu, baik pihak sekolah SMA maupun SMP sudah disurati agar bisa mengatur perilaku siswa-siswanya.

Untuk sekolah TK dan SD, kata Nurhayati, pihaknya telah meminta agar bisa mengatur proses antar-jemput siswa dengan mobil. "Kami sudah surati kepada sekolah untuk menjemputnya itu pakai sistem rotasi kalau anaknya belum keluar, kan ada ponsel untuk komunikasi," katanya.

Sekolah-sekolah yang dimaksud yaitu SMPN 115 di Jalan KH Abdullah Syafei (Tebet), SMAN 6 di Jalan Bulungan (Kebayoran Baru), SMPN 11 dan SMPN 19 di Jalan Bumi (Kebayoran Baru), SMAN 28 di Jalan Raya Ragunan (Pasar Minggu), SMAN 38 di Jalan Raya Lenteng Agung (Jagakarsa), SMA Lab School di Jalan KH Ahmad Dahlan (Kebayoran Baru), SMA Don Bosco di Jalan TB Simatupang (Cilandak), Yayasan Sekolah Bhakti 400 di Jalan RA Kartini (Cilandak), dan Sekolah Al Azhar di Jalan Sisingamangaraja (Kebayoran Baru).

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/04/10/0754534/Antarjemput.ke.Sekolah.Salah.Satu.Penyebab.Kemacetan