Tampilkan postingan dengan label layanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label layanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2015

Saingi Go-Jek dan GrabBike, Blu-Jek Rekrut 3.000 Pengemudi

TEMPO.CO, Jakarta - Tren bisnis ojek online yang marak bermunculan di Jakarta rupanya kini masih menjadi lahan bisnis yang menggiurkan bagi beberapa kalangan. Setelah sebelumnya muncul Go-Jek dan GrabBike, kini muncul layanan ojek berbasis aplikasi lain yang bernama Blu-Jek.

"Selain menggunakan aplikasi, sistem pembayaran juga akan dihitung per kilometer," ujar Arlingga Putranto, Marketing Commercial Staff Blu-Jek, saat ditemui Tempo di kantornya di Jalan Cendrawasih, Gandaria, Jakarta Selatan.

Arlingga enggan menjelaskan lebih detail mengenai bagaimana cara memesan layanan Blu-Jek dan berapa tarif yang ia pasang. Dia mengatakan hal itu akan dijelaskan pada September mendatang setelah proses perekrutan selesai. Arlingga juga menampik jika Blu-Jek disama-samakan dengan perusahaan lain, seperti Go-Jek. Sebab, menurut dia, ada beberapa perbedaan antara perusahaannya dan perusahaan transportasi roda dua lainnya. "Akan kami beri tahu nanti apa bedanya," katanya. (Baca: Soal Blu-Jek, Bluebird Bantah Buka Layanan Ojek Online)

Arlingga mengatakan ide untuk membentuk perusahaan Blu-Jek ini tercetus pada Februari lalu. Menurut dia, Blu-Jek dibuat sebagai solusi untuk menghindari kemacetan yang ada di Jakarta. Di samping itu, kata dia, Blu-Jek juga dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Jakarta, dengan membuka lowongan pengemudi bagi warga Jakarta.

Dia melanjutkan, sejak awal Agustus, sudah ada 3.000 orang lebih yang mendaftar untuk menjadi pengemudi Blu-Jek. "Tanggal 20 Agustus kemarin pendaftaran sudah kami tutup. Kami akan buka lagi pertengahan September mendatang," tuturnya. Mengenai jumlah pengendara yang akan direkrut, Arlingga mengatakan Blu-Jek masih merahasiakannya.

Dalam formulir pendaftaran Blu-Jek, tertulis beberapa keuntungan yang bisa didapatkan pengendara Blu-Jek. Di antaranya pengemudi bisa mendapatkan minimal lima order per hari, mereka bisa mendapatkan gaji sebesar Rp 4-6 juta per bulan, mendapat asuransi kesehatan BPJS, mendapat akun Mandiri dan e-Money yang dapat digunakan untuk keperluan kerja dan pribadi, serta mendapatkan pelatihan dan pengarahan langsung dari Polda Metro Jaya tentang rambu-rambu lalu lintas

Sumber : http://metro.tempo.co/read/news/2015/08/27/083695426/saingi-go-jek-dan-grabbike-blu-jek-rekrut-3-000-pengemudi

Senin, 10 Agustus 2015

Setelah Bali, GrabCar Resmi Mengaspal di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - GrabTaxi secara resmi meluncurkan GrabCar, layanan transportasi kendaraan roda empat berbasis aplikasi, seperti Uber, yang siap beroperasi di wilayah kota Jakarta.

Hadirnya GrabCar di wilayah Jakarta diharapkan pihak GrabTaxi dapat memberikan pengalaman berkendara yang aman dan tentunya menjaga privasi penumpang, serta mengedepankan kecepatan dan ketepatan waktu dalam perjalanan, mengingat sebagian besar jalan utama di wilayah Jakarta sering `langganan` macet.

Sebelumnya, layanan GrabCar telah lebih dulu hadir di Bali pada 20 Juni 2015. Sejatinya, GrabCar memungkinkan pengguna untuk memesan kendaraan pribadi berlisensi melalui aplikasi GrabTaxi.

Pengguna cukup memilih opsi kendaraan GrabCar di aplikasi GrabTaxi dan mengikuti instruksi yang sama seperti saat memesan taksi.

Kiki Rizki, Head of Country Marketing GrabTaxi Indonesia menjelaskan bahwa hadirnya GrabCar dapat bertindak lokal dalam mentransformasi industri transportasi.

"Sejak hari pertama kehadiran kami, masyarakat Indonesia telah memberikan sambutan dan dukungan yang sangat baik. Oleh karena itu kami ingin membalas loyalitas dan dukungan ini dengan bekerja lebih keras dalam menyediakan pekerjaan yang terpercaya bagi masyarakat," tutur Kiki kepada tim Tekno Liputan6.com.

Layanan GrabCar akan hadir dalam update di aplikasi GrabTaxi pada 10 Agustus 2015. Untuk sementara di periode bulan Agustus, penjemputan dan dropping point hanya akan dilakukan di antara wilayah Semanggi sampai Kemang.

Untuk periode Agustus, GrabCar pun akan menyediakan pilihan kendaraan tematik yang akan dihadirkan khusus untuk pemesan.

Mengingat Agustus merupakan momen memperingati hari kemerdekaan, maka GrabCar akan menghadirkan kendaraan roda empat `vintage` yang merupakan mobil antik. Sekitar 20 armada mobil antik akan dikerahkan untuk wilayah coverage penjemputan pemesan GrabCar.

Selain itu, promo menggiurkan yang ditawarkan GrabCar khusus bagi para penumpang adalah dengan memberikan penawaran gratis tanpa batas mulai dari 10 sampai 31 Agustus 2015. Penumpang cukup memasukkan kode promo `INDONESIAKU` untuk mendapatkan promo gratis ini.

Sumber : http://tekno.liputan6.com/read/2288872/setelah-bali-grabcar-resmi-mengaspal-di-jakarta

Jumat, 03 Juli 2015

Gelar Kompetisi "Hackjak 2015", DKI Sediakan Hadiah Rp75 Juta

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan South-East Asia Technologi and Transparency Initiative (SEATTI) dan Marketing All Voice Count (MAVC), mengadakan kompetisi Hackathon Jakarta 2015 (#Hackjak2015).

Untuk diketahui, Hackjak adalah rangkaian kompetisi yang dapat diikuti oleh para pengembang aplikasi, yang bertujuan untuk menghasilkan berbagai aplikasi dengan memanfaatkan data dari portal open di DKI Jakarta (data.jakarta.go.id). Acara yang sudah dua kali digelar ini, menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), merupakan bentuk keseriusan Pemprov DKI untuk mewujudkan Jakarta Smart City.

"Saya menginginkan dengan Jakarta Smart City, Pemprov DKI dapat lebih aktif dan meningkatkan partisipasi publik. Dengan partisipasi publik, kami (Pemprov DKI) terbantu menyampaikan program-program layanan publik terbaik untuk memenuhi kepentingan semua warga Jakarta," ungkap Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Menurut penyelenggara pula, perbedaan kompetisi Hackjak 2015 dengan tahun sebelumnya adalah peserta tidak hanya ditujukan bagi para pengembang aplikasi. Ajang kali ini juga dibuka bagi mahasiswa dan desainer grafis, terutama melalui dua kompetisi yaitu Scrapathon dan Visualthon.

Untuk diketahui, Hackathon adalah kompetisi penciptaan aplikasi umum dan aplikasi game secara bersama-sama dalam priode waktu tertentu. Sedangkan Scrapathon adalah kompetisi scrapping data yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta secara bersama-sama dalam periode waktu tertentu, menjadi open format data yang layak dipergunakan secara terbuka dan berulang. Sementara Visualthon adalah kompetisi desain infografis ramah baca bagi masyarakat tentang layanan Pemprov DKI yang juga berasal dari open data DKI Jakarta.

Bagi peserta yang berniat mengikuti lomba dengan total hadiah mencapai Rp75 juta ini, dapat mendaftar melalui situs http://hackjak.jakarta.go.id.

"Saya sangat mendukung. Saya bersyukur kepada Tuhan YME. Maka open data Jakarta secara resmi kita buka, dan juga termasuk Hackjak 2015. Kita doakan menghasilkan produk aplikasi yang berguna," kata Ahok, ketika membuka kompetisi Hackjak 2015 di Balai Agung, Balai Kota DKI.

Sumber : http://www.suara.com/news/2015/06/30/160223/gelar-kompetisi-hackjak-2015-dki-sediakan-hadiah-rp75-juta

Jumat, 19 Juni 2015

GO-JEK Bayar Rp 10 Ribu, GrabBike Rp 5 Ribu, Pilih Mana?

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena reservasi ojek online jadi fenomena bagi warga Ibu Kota. Untuk menyedot perhatian konsumen, khususnya yang berada di Jakarta, GO-JEK dan GrabBike pun punya jurus dengan menyediakan promo menarik.

Dimulai dari GO-JEK, layanan yang lekat dengan warna hijau ini punya program "CEBAN MENJELANG RAMADHAN". Sesuai namanya, sang pemesan hanya perlu bayar Rp 10 ribu untuk menikmati jasa antar-jemput dengan ojek.

Dijelaskan, program ini berlaku untuk layanan GO-Jek, yakni Instant Courier, Shopping, Transport dan GO-FOOD. Untuk ketentuannya, promo GO-JEK ini tidak berlaku di Jakarta saat rush hour (Senin-Jumat pada pukul 16.00-19.00). Jarak maksimum ini 25 kilometer.

Selain di Jakarta, promo Rp 10 ribu dari GO-JEK ini turut tersedia di Bandung, Bali, dan Surabaya.

Nikmat bener dah naek @gojekindonesia cuma ceban ampe bintaro👍👍 semoga bertahan lama dah GoJek👍👍 pic.twitter.com/VWqF9NU3L2

— #BerharapRidhoMU (@MuhammadAboe) June 16, 2015
Sementara layanan lainnya, GrabBike, tak mau ketinggalan. Mereka punya "Goceng Go Anywhere dengan GrabBike".

Beda dengan GO-JEK yang disediakan menjelang Bulan Ramadan, GrabBike sengaja mengadakan promosi ini untuk merayakan ulang tahun pertama GrabTaxi.

Layanan yang berlaku pada 11-17 Juni ini hanya mematok tarif Rp 5 ribu untuk mengantar pelanggan ke wilayah Jakarta.

"Perlu nembus kemacetan Jakarta tapi bingung gimana secara duit di dompet tinggal goceng alias Rp 5.000? Gak usah khawatir! Mulai hari ini, cukup dengan bayar GOCENG atau Rp 5.000 aja, kamu bisa Nge-Bike kemana aja di Jakarta! Asik kan? Tunggu apa lagi, ayo pakai GrabBike sekarang!" Demikian bunyi pesan promosi GrabBike. Untuk syarat layanannya hanya berlaku untuk tujuan Jakarta (Barat, Pusat, Selatan, dan Utara).

Krna pesen utk diri sendiri udh mainstream, akhirnya pesenin buat sodara yg mau menembus kemacetan dgn promo GOCENG😍 pic.twitter.com/t2Z0FcMJpJ

— TFH† (@talitafh) June 12, 2015
Kedua layanan reservasi ojek ini memang menjadi alternatif pilihan warga Jakarta untuk mendapatkan moda transportasi yang aman, cepat, dan murah. Bahkan, seorang pengguna merasa lebih nyaman mengguankan ojek online ketimbang yang konvensional.

"Kalau dikasih pilihan taksi atau ojek (konvensional) pilihannya tentu taksi, tapi kalau ada GO-JEK, saya pilih itu," kata seorang karyawan swasta, Adit. Ia menuturkan, telah beberapa kali menggunakan layanan tersebut, mulai dari jasa antar hingga kirim barang.

Jadi pilih mana? GO-JEK atau GrabBike?

Sumber : http://otomotif.liputan6.com/read/2253141/go-jek-bayar-rp-10-ribu-grabbike-rp-5-ribu-pilih-mana

Rabu, 06 Mei 2015

Waze Laporkan Kemacetan Jakarta di Twitter

KOMPAS.com - Waze memiliki cara baru untuk menginformasikan kemacetan di sebuah kota. Kini, layanan peta digital tersebut mulai menggunakan Twitter untuk menginformasikan lalu lintas yang tidak biasa di beberapa kota besar dunia, termasuk Jakarta.

Waze menamakan program informasi lalu lintas melalui Twitter ini sebagai Waze Unusual Traffic.

Seperti KompasTekno kutip dari The Next Web, Kamis (30/4/2015), pengguna Twitter bisa mengikuti atau follow beberapa akun Waze dari beberapa kota besar untuk mendapatkan informasi kemacetan tersebut.

Kicauan-kicauan dari akun Twitter tersebut akan terdiri dari foto dari situasi lalu lintas saat itu, penyebab kemacetan (jika ada), gambar situasi dari pengguna Waze, dan sebuah tautan yang berisi jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Sudah ada lebih dari 50 akun Waze Unusual Traffic yang tersebar di seluruh dunia. Sebagian besar dari akun tersebut mencakup kota-kota besar di AS.

Menariknya, kota Jakarta sudah masuk ke daftar tersebut. Menurut penelusuran KompasTekno, akun Waze Unusual Traffic untuk kota Jakarta bisa diakses melalui @WazeTrafficJKT.

Akun ini sendiri tampaknya baru mulai beroperasi. Jumlah kicauannya, hingga berita ini ditulis, baru berjumlah 345 tweet. Followernya pun baru menyentuh angka 599.

Selain itu, belum ada logo centang berwarna biru, yang menandakan bahwa akun Twitter ini masih belum diakui menjadi official account.

Selama ini, pengguna sebenarnya sudah bisa memantau kemacetan langsung melalui aplikasi Waze. Melalui program Unusual Traffic, layanan yang telah dimiliki oleh Google tersebut terlihat ingin menyebarkan informasi dengan lebih luas lagi dengan memanfaatkan media sosial.

Informasi yang disebarkan melalui akun Twitter tersebut memang hanya terbatas di beberapa kota besar saja. Akan tetapi, informasi tersebut tentunya bisa sangat berharga apabila seorang pengguna sedang mengunjungi kota.

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2015/04/30/15172077/Waze.Laporkan.Kemacetan.Jakarta.di.Twitter

Senin, 30 Maret 2015

Go-Jek, startup yang siap jadi solusi atasi kemacetan Jakarta

Merdeka.com - Berkat teknologi, kini Anda bisa sudah bisa memesan layanan ojek profesional menggunakan sebuah aplikasi smartphone. Hadirnya start-up Go-Jek di perangkat smartphone baik Android maupun iOS membuat penggunanya bisa menggunakan jasa kirim barang dan ojek tanpa perlu repot-repot bernegosiasi harga.

Di awal bulan ini, Go-Jek yang merupakan startup yang sudah berkecimpung sejak tahun 2011 dan beroperasi di Jabodetabek, secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah memiliki aplikasi Android dan iOS untuk membantu pengguna menggunakan layanan perusahaan baik transportasi, kurir, dan belanja.

Untuk menyediakan layanan prima, Go-Jek saat ini sudah bermitra dengan sekitar 800 pengemudi ojek di daerah Jabodetabek, yang setiap harinya melayani ratusan pesanan. Selain itu, Go-Jek juga memiliki 90 klien korporat.

Jika pengguna ingin menggunakan layanan transportasi untuk bepergian dengan cepat tanpa lama-lama terjebak kemacetan Jakarta, startup ini siap mengirim ojek ke tempat penggunanya. Selain itu Go-Jek juga memberikan penutup kepala dan masker gratis agar penampilan pengguna jasanya tetap segar.

Sedangkan untuk layanan kurir, pengguna bakal merasa aman karena Go-Jek menyediakan fitur pelacakan paket barang. Pengguna layanan ini juga akan mendapatkan notifikasi bila barang telah sampai di alamat tujuan.

Tak cukup di situ saja, Go-Jek juga melayani pembelian barang apapun dan akan diantar ke tempat pemesan yang menggunakan jasanya. Menarinya, untuk belanjaan dengan nilai di bawah Rp 1 juta, pihak Go-Jek akan membayarnya terlebih dahulu dan mengirimkannya kepada pelanggan.

Kehadiran Go-Jek di Jabodetabek sendiri saat ini disebut sama dengan aplikasi Uber yang merupakan startup transportasi yang sedang naik daun. Uber sendiri berfungsi untuk memberikan layanan pengguna agar dapat secara mudah memesan taksi dengan menekan sebuah tombol di aplikasi Uber di smartphonenya.

Selain itu, hadirnya Go-Jek sendiri sudah mulai diperhatikan pemerintahan di Jakarta, kehadirannya dianggap bisa disinkronisasikan dengan transportasi umum di Jakarta seperti Transjakarta.

"Kami sangat bersyukur bahwa pemerintah daerah telah mengakui nilai kita dalam membantu transportasi Jakarta dan meningkatkan kesejahteraan tukang ojek," kata Nadiem Makarim, CEO dan Founder GO-JEK pada Tech in Asia.

Untuk ke depannya, Go-Jek sendiri memiliki tujuan untuk memperluas layanannya di sektor pengiriman paket. "Visi kami adalah untuk mengantar tidak hanya orang, tapi apa pun yang pengguna ingin dalam waktu 60 menit," ungkap Makarim.

Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/go-jek-startup-yang-siap-jadi-solusi-atasi-kemacetan-jakarta.html

Kamis, 26 Maret 2015

Citra Jakarta Lebih Banyak Negatifnya?

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktisi "branding" Muhammad Rahmat Yunanda mengatakan, citra ibu kota negara Jakarta lebih banyak negatifnya dibandingkan kesan positifnya.

"Jakarta merupakan kota dengan banyak citra. Sayangnya, citra yang kuat adalah citra negatif," ujar Rahmat yang juga Direktur Utama Makna Informasi di Jakarta, Minggu (22/3/2015).

Oleh karena perlu dilakukan upaya pencitraan ulang Jakarta, yang dimulai dari pencarian dan penguatan identitas ibu kota itu yang berdaya saing.

"Citra Jakarta lebih banyak dipersepsikan negatif. Warga kota merasakan langsung efek kesan negatif kesemrawutan kota ketika bepergian dan beraktivitas," jelas dia.

Efek yang sama juga dirasakan ketika warga mendapatkan pelayanan publik. Secara tidak langsung, persepsi negatif juga terbangun karena pemberitaan tentang Jakarta dengan nada yang negatif, atau melalui percakapan di media sosial. Hal tersebut menyebabkan mendesak dilakukannya pencitraan ulang.

"Identitas adalah sumber terpenting dalam melakukan branding kota. Identitas menjelaskan berbagai persamaan dan perbedaan kota-kota. Persamaannya terletak pada fungsi-fungsi pelayanan yang dimiliki suatu kota seperti ekonomi, transportasi, pendidikan, keamanan dan lain-lain. Perbedaannya terletak pada persepsi dan pemaknaan pemangku kepentingan kota terhadap fungsi tersebut," papar dia.

Selain itu, makna yang hadir akan berbeda karena kualitas kinerja fungsi layanan juga berbeda. Misalnya, perbandingan fungsi layanan transportasi dan pelayanan publik antara Jakarta dan Singapura.

"Fungsi layanan kota yang berdaya saing adalah prasyarat dasar membangun citra kota yang kompetitif seperti kota-kota utama global dan regional," katanya.

Identitas kota yang berdaya saing membuka ruang untuk kota melakukan "positioning" dan mendapatkan citra positif, contohnya Singapura yang diasosiakan sebagai kota yang memiliki tata kelola yang berdaya saing menjadi lokasi kantor untuk perusahaan global.

"Oleh karenanya, Jakarta harus banyak belajar dari kota-kota tersebut," imbuh dia.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/03/23/07300061/Citra.Jakarta.Lebih.Banyak.Negatifnya

Senin, 02 Februari 2015

Taksi Uber Beredar Lagi, Bagaimana Legalitasnya?

TEMPO.CO, Jakarta - Kehadiran aplikasi Uber di Jakarta sempat menimbulkan kontroversi. Sebab, layanan ini tidak punya izin dari Pemerintah DKI Jakarta.

Menjawab kontroversi itu, Regional General Manager Southeast Asia Uber, Michael Brown, mengatakan layanan yang diberikan perusahaannya resmi karena saat ini telah menggandeng perusahaan rental resmi. "Perusahaan yang bekerja sama dengan kami resmi. Mereka punya SIUP dan izin lainnya," kata Brown, Kamis, 29 Januari 2015. (Baca: Taksi UberX Didemo, Washington Lumpuh Dua Jam)

Brown mengatakan, Uber sebagai perusahaan teknologi hanya menyediakan aplikasi yang bisa menghubungkan antara sopir mobil rental dan calon penumpang. "Sebenarnya ini sama saja dengan seseorang merental mobil," ujarnya. (Baca: Soal Uber, Dishub DKI Belum Hitung Potensi Pajak)

Perbedaannya, kata dia, calon penumpang yang ingin merental dengan cara biasa harus menghubungi via telepon perusahaan rental bersangkutan untuk menyewa mobil. Biasanya mobil akan diantar ke tempat yang dituju. (Baca: Di Amerika, Taksi Uber Hadapi Tantangan Ini)

Sedangkan melalui Uber, penyewaan dilakukan melalui aplikasi. Calon penumpang yang sudah teregistrasi meminta mobil yang bisa menjemputnya di tempat tertentu untuk mengantarnya ke tempat lain. Mobil terdekat milik perusahaan rental kemudian mendatangi si penumpang sesuai permintaan di aplikasi Uber. (Baca: Alasan Uber Pilih Juru Kampanye Obama Jadi Bos)

Penumpang bisa merasakan pengalaman seperti naik taksi karena tak perlu menyetir sendiri. Penumpang juga tak perlu melakukan pembayaran tunai karena tarif akan langsung dipotong dari kartu kredit penumpang yang sudah terdaftar. (Baca: Sandiaga Uno Puas Gunakan Taksi Uber)

Selain itu, Brown mengatakan, layanan ini dipastikan lebih aman. Sebab, semua sopir dan mobil yang melayani penumpang melalui Uber tercatat. "Nama, foto, SIM sopir sampai nomor ponsel-nya," kata Brown. (Baca: Cerita Andrew Darwis Soal Kenyamanan Taksi Uber)

Kemanapun mobil pergi juga akan diketahui keberadaannya. Karenanya, jika terjadi sesuatu, semua bisa diketahui dan ditindaklanjuti. "Kalau penumpang tak puas pun bisa menyampaikan testimoninya." (Baca: Taksi Uber Disukai karena Nyaman dan Eksklusif)

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/01/30/083638794/Taksi-Uber-Beredar-Lagi-Bagaimana-Legalitasnya

Rabu, 20 Agustus 2014

Dituduh Taksi Gelap, Ini Penjelasan Uber

Liputan6.com, Jakarta - Pasca tuduhan taksi gelap yang dilayangkan Kadishub DKI Jakarta kepada jasa transportasi berbasis aplikasi, Uber, perusahaan teknologi asal San Francisco itu dikatakan siap membuka pintu dialog terkait layanan mereka.

Dalam balasan melalui surat elektronik kepada Liputan6.com pada Senin (18/8/2014), Uber melalui pernyataan Mike Brown, Regional Manager di Asia mengatakan jika pihaknya membuka pintu dialog bagi siapapun, termasuk pemerintah untuk menjelaskan keunikan jasa mereka tersebut.

"Rekanan kami di Jakarta memiliki izin transportasi jelas dan terdaftar, serta taat hukum," demikian tertulis dalam keterangan Uber via surat elektronik.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar, pada Senin (18/8) menjelaskan, jasa transportasi pihak Uber masuk ke dalam kategori taksi gelap. [Baca Juga: Kadishub DKI Tegaskan Layanan 'Sewa-Mobil' Uber Ilegal]

"Saya sudah tahu tentang Uber, dan itu termasuk taksi gelap," kata Akbar di Balaikota Jakarta. Menurutnya, jika mengacu pada ketentuan yang ada, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang dengan tarif tertentu, maka jasa itu masuk kategori angkutan umum.

Maka Uber, dikatakan Akbar, sebelum menyediakan layanan sewa mobil seharusnya memenuhi beberapa persyaratan angkutan umum di Jakarta, yakni uji KIR serta berpelat kuning. Karena selama beroperasi, mobil sewaan Uber justru berpelat hitam.

Berdasarkan pengamatan Liputan6.com, tampaknya, kekurangterbukaan seputar rekanan penyedia transportasi dari jasa layanan aplikasi Uber di Jakarta ini lantas menimbulkan kebingungan sejumlah pihak, termasuk Dishub DKI.

Sebelumnya, pada peluncuran layanan Uber yang dilakukan pada Rabu, (13/8/2014), kala ditanya awak media seputar rekanan penyedia kendaraan mereka di Jakarta, Uber memang bersikeras untuk tak menyebutkannya secara gamblang.

Tanpa menyebutkan secara detil identitasnya, perusahaan teknologi yang berbasis di 160 kota dunia tersebut hanya menyebutkan jika rekanan mereka di Jakarta adalah penyedia jasa transportasi papan atas terpercaya di Indonesia.

"Yang jelas, rekanan kami adalah penyedia jasa transportasi terpercaya di Jakarta, kami tak memilih yang biasa-biasa saja dan semua taat hukum," ujar Chan Park, APAC Expansion dari Uber di Jakarta pada Rabu (13/8/2014).

Namun, berbeda dengan keterangan Uber yang mengklaim telah memenuhi segala persyaratan hukum terkait jasa mereka di Jakarta, Akbar mengungkapkan jika Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebelumnya tidak pernah menerima pengajuan izin operasional di ibukota.

"Biar sistem pembayaran rental Uber melalui kartu kredit, tetap saja. Karena layanan Uber harus mengurus izin operasionalnya terlebih dahulu. Kalau dia (Uber) mau legal, harus dapat izin angkutan umum dulu," ujar Akbar.

Sumber : http://otomotif.liputan6.com/read/2092920/dituduh-taksi-gelap-ini-penjelasan-uber

Selasa, 19 Agustus 2014

Baru 5 Hari Operasi, Layanan Uber Dinyatakan Sebagai Taksi Gelap

Liputan6.com, Jakarta Layanan panggil kendaraan berbasis aplikasi, Uber, baru saja diluncurkan sekitar 5 hari lalu yakni pada 13 Agustus 2013. Lewat layanan Uber, calon penumpang dapat langsung memilih rute dan jenis kendaraan yang mereka kehendaki dan posisi kendaraan tersebut akan terpantau melalui GPS.

Bahkan, pengguna juga mendapatkan opsi perjalanan melalui tampilan interface pada aplikasi Uber, yang di antaranya adalah rute perjalanan, pemilihan tipe kendaraan, dan informasi tarif. [Baca Juga: Uber, Layanan Transportasi Roda Empat Pribadi Ramaikan Jakarta]

Layanan yang khusus ada di Jakarta ini sementara sebagian besar akan mengambil rute di wilayah pusat bisnis dan sekitarnya. Tarif minimal dikenakan Rp 30 ribu, sedangkan untuk rute tertentu, tarif flat diberlakukan. Rute dari SCBD ke Bandara Soekarno Hatta contohnya, tarifnya flat Rp 200 ribu.

Di Indonesia, varian kendaraan yang disediakan oleh Uber antara lain Toyota Innova, Hyundai Sonata dan Toyota Alphard. Selain janji penambahan pilihan varian lain, turut dikatakan kualitas para sopir mereka yang dikatakan berbintang lima.

Ketika dipanggil, estimasi kedatangan kendaraan ke lokasi penumpang ditargetkan memakan waktu sekitar lima hingga tujuh menit.

Namun, tak seperti perjalanan dengan taksi, ongkos perjalanan tak dapat dibayarkan secara tunai kala menumpang. Semua transaksi dilakukan via aplikasi dengan metode pembayaran kartu kredit. [Baca Juga: Mudahnya Pesan Jasa Transportasi via Aplikasi Uber]

Mereka percaya jika dengan membayar melalui kartu kredit ini pun justru akan menekan penggunaan kendaraan pribadi. Namun sayangnya, pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Kadishub yaitu Muhammad Akbar menjelaskan jika jasa sewa mobil berkeliling Jakarta yang disediakan oleh Uber dinyatakan ilegal. [Baca Juga: Kadishub DKI Tegaskan Layanan 'Sewa Mobil' Uber Ilegal]

Selama lima hari beroperasi, mobil sewaan Uber masih menggunakan plat hitam dan juga tidak melakukan uji KIR. Lebih lanjut, Akbar mengungkapkan jika Dinas Perhubungan DKI jakarta tidak pernah menerima pengajuan izin operasional di ibukota.

"Biar sistem pembayaran rental Uber melalui kartu kredit, tetap saja. Karena layanan Uber harus mengurus izin operasionalnya terlebih dahulu. Kalau dia (Uber) mau legal, harus dapat izin angkutan umum dulu," ujar Akbar di Balaikota Jakarta.

Menurutnya, jika mengacu pada ketentuan yang ada, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang dengan tarif tertentu, maka jasa itu masuk kategori angkutan umum. Maka Uber, dikatakan Akbar, sebelum menyediakan layanan sewa mobil seharusnya memenuhi beberapa persyaratan angkutan umum di Jakarta, yakni uji KIR serta berpelat kuning.

"Saya sudah tahu tentang kegiatan yang dilakukan oleh Uber, dan jika melakukan kegiatan operasional seperti itu termasuk dalam kategori taksi gelap," pungkasnya.

Sumber : http://otomotif.liputan6.com/read/2092719/baru-5-hari-operasi-layanan-uber-dinyatakan-sebagai-taksi-gelap

Kamis, 30 Januari 2014

Peta Resmi Google Sajikan Titik Banjir Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sama seperti tahun lalu, Google, melalui layanan Crisis Response, kembali menyajikan informasi seputar banjir, termasuk peta sebaran titik-titik banjir.

Bedanya, layanan Google kali ini tampaknya akan memberikan informasi dengan cakupan yang lebih luas, yaitu dari seluruh wilayah Indonesia, tidak dari wilayah Ibu Kota Jakarta saja.

Google sendiri menamakan layanan tersebut sebagai "Banjir Indonesia 2014". Pengguna internet dapat mengakses laman ini untuk mengetahui daerah mana saja yang terkena dampak banjir.

"Banjir di berbagai wilayah Indonesia pada Januari 2014 menimbulkan banyak kerusakan dan memaksa puluhan ribu penduduk untuk meninggalkan rumah mereka," tulis Google di bagian "About" atau "Tentang" pada layanan ini.

Hingga berita ini dinaikkan, menurut pengamatan KompasTekno, Google baru menyajikan informasi titik banjir di wilayah Jakarta saja. Daerah-daerah yang terkena dampak banjir ditandai dengan pointer berwarna hijau dan biru.

Warna hijau merupakan titik posko banjir DKI Jakarta. Sementara, warna biru melambangkan wilayah RW (rukun warga) terdampak banjir.

Data titik banjir tersebut didapatkan oleh Google melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain informasi daerah yang terkena dampak banjir, Google juga menyajikan informasi seputar peringatan lalu lintas dari pengguna aplikasi peta Waze, informasi jalan raya, dan curah hujan.

Dengan adanya informasi di Google Crisis Response ini, diharapkan pihak-pihak yang berkepentingan bisa mengakses informasi terkini dengan cepat dan mudah lewat jaringan internet.

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2014/01/29/1542200/Peta.Resmi.Google.Sajikan.Titik.Banjir.Jakarta

Senin, 23 Desember 2013

310 Bus Baru Transjakarta Siap Beroperasi Januari 2014

Liputan6.com, Jakarta : Pemprov DKI terus memperbaiki jasa layanan transportasi angkutan umum di Ibukota. Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono mengatakan sebanyak 310 bus Transjakarta baru dari China siap beroperasi Januari 2014 mendatang. Saat ini, 132 bus di antaranya sudah tiba di Jakarta.

Namun, bus-bus tersebut masih disimpan di beberapa pool, di antaranya di pool Ciputat (Tangerang Selatan), pool Jalan Perintis Kemerdekaan (Jakarta Timur), dan pool Cibitung ( Bekasi).

"Total 310 bus datang di Januari. Sekarang sudah ratusan bus yang sudah datang di Tanjung Priok dan kita bawa ke beberapa pool kita. Semuanya baru," ujar Pristono saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Minggu (22/12/2013).

Ia mengatakan anggaran pengadaan bus bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 sebesar Rp 848 miliar.

"Jadi datangnya bertahap. Desember diusahakan sudah datang semua. Paling lambat, Januari 2014 sudah beroperasi," jelas Pristono.

Ia menambahkan ratusan bus yang disimpan di pool itu belum dapat langsung dioperasikan karena menunggu bus lainnya yang masih proses pengadaan barang dan administrasi. Setelah itu baru diserahterimakan kepada Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta.

"Masih proses pengadaan barang. Tapi, kalau untuk uji kir (kendaraan bermotor) sudah lolos semua," ujarnya.

Ia menambahkan pada tahun depan Pemprov DKI menargetkan untuk mendatangkan 4 ribu bus. Rinciannya, 1.000 bus besar Transjakarta dan 3.000 bus ukuran sedang.

"Sudah kita ajukan dan jelaskan ke dewan (DPRD DKI). Tinggal menunggu saja apakah disetujui atau tidak. Saya tak begitu hafal berapa besaran anggarannya," tandas Pristono.

Pengadaan bus tersebut diharapkan mempercepat headway antar bus Transjakarta, setelah upaya sterilisasi jalur bus dilakukan. Sehingga bisa membantu mengurai kemacetan di Ibukota.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/781719/310-bus-baru-transjakarta-siap-beroperasi-januari-2014

Jumat, 21 Juni 2013

Ahok Janji Busway Melintas Tiap 3 Menit

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjanjikan bahwa Transjakarta akan melintasi jalur busway tiap tiga menit. Hal tersebut sebagai syarat ideal layanan angkutan publik di kota besar seperti Jakarta. Saat ini, selain armada bus jalur khusus masih kurang dan rutenya juga sering dilanda kemacetan. "Karena macet, bus tidak lewat setiap tiga menit sekali. Bagaimana tidak kalau macet? kata dia, Kamis, 20 Juni 2013.

Basuki menyatakan, dari tahun ke tahun pengguna angkutan Transjakarta cenderung menurun. Mereka kesal karena jarak antarbus terlalu lama. "Mereka pilih naik motor." Untuk merealisasikan janjinya, DKI siap mendatangkan 684 bus gandeng untuk Transjakarta. Total bus yang akan beroperasi nantinya berjumlah 1.353 unit.

"Bus yang lama akan diperbaiki dan digunakan pada malam hari," ujarnya. Ia ingin Jakarta memiliki angkutan publik yang beroperasi 24 jam. "Kalau malam mungkin jarak antar busnya sekitar setengah jam, tapi ada terus," ujarnya.

Saat ini Transjakarta hanya beroperasi sejak pukul 05.30 WIB hingga 23.00 WIB. Bulan depan, Basuki berharap layanan 24 jam bisa dimulai. Namun, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menyatakan realisasi secara utuh baru bisa berlaku paling cepat akhir tahun mendatang. "Akhir tahun ini atau awal tahun depan," ujarnya.

Cara lain yang dicanangkan Basuki untuk memperbaiki layanan angkutan publik adalah dengan mengintegrasikan bus-bus non-Transjakarta di jalur Transjakarta. Supaya bisa melintas di jalur steril, angkutan seperti Metro Mini dan Kopaja, pemiliknya harus melakukan revitalisasi armada. Jika sudah memenuhi syarat secara fisik, barulah bisa mengaet penumpang dari shelter Transjakarta.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/06/20/083489793/Janji-Ahok-Busway-Melintas-Tiap-3-Menit

Rabu, 27 Februari 2013

Dua Isu Upaya Integritas Transportasi Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan, ada dua isu dalam upaya integrasi transportasi di DKI Jakarta antarmoda trasportasi. Upaya integrasi transportasi tersebut menurutnya bisa memudahkan akses penggunaan transportasi dari satu jasa transportasi dengan transportasi lainnya sehingga membantu mengurangi kemacetan seperti yang sering terjadi saat ini.

"Ada dua isu besar, yakni integrasi antar-angkutan umum dengan angkutan umum dan angkutan umum dengan kendaraan pribadi," kata Danang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/2/2013).

Menurutnya, upaya integrasi antara angkutan umum dengan angkutan umum bisa dilakukan seperti pembuatan halte bus yang berdekatan dengan stasiun kereta api. Dengan begitu, lanjut Danang, akses antara dua moda transportasi itu menjadi terhubung dengan baik.

"Misalnya mendekatkan halte busway dengan kereta," ujar Danang.

Ia mengatakan, saat ini, antar-dua moda transportasi tersebut dinilai masih belum terhubung dengan baik sehingga tidak mendukung upaya penyatuan antar-keduanya.

"Ini yang menurut saya menjadi catatan penting," kata Danang.

Pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov DKI, menurut Danang, dapat pula membuat suatu program seperti integrasi tiket sehingga dengan satu tiket yang ada masyarakat bisa menggunakannya untuk berbagai sarana transportasi. Dengan satu tiket yang sama dan terintegrasi tersebut, masyarakat dapat menggunakannya pada sarana transportasi lainnya juga.

"Dan juga mengenai schedule yang harus diperhatikan," ucap Danang.

Danang juga menanggapi mengenai masalah trayek angkutan umum di DKI Jakarta. Menurutnya, banyak trayek yang sudah berlaku lama, tetapi tidak mengalami perubahan oleh Dinas Perhubungan DKI. Oleh karena itu, perlu pembenahan dan perbaikan kembali mengenai masalah trayek yang ada saat ini.

"Masalah trayek sudah kita sampaikan tahun lalu. Ada trayek angkutan umum sudah dua puluh tahunan belum ada perubahan, yang dulunya masuk di permukiman-permukiman. Padahal, kondisi saat ini sudah berubah," kata Danang.

Sementara mengenai integrasi antara sarana transportasi dan kendaraan pribadi, kata Danang, salah satunya seperti yang ada saat ini, yakni tersedianya suatu lokasi parkir kendaraan di tempat-tempat seperti stasiun kereta api. Dengan begitu, seseorang bisa mengurangi jarak tempuh pemakaian kendaraannya dalam satu hari dengan beralih menggunakan transportasi publik.

"Kalau sepeda motor 40 kilometer per hari, bisa ditekan jadi 20 kilometer saja per hari," kata Danang.

Selain hal tersebut, perbaikan layanan dan juga tarif tiket yang terjangkau diharapkan bisa membuat masyarakat beralih pada sarana transportasi yang memadai.

"Masyarakat rasional, pasti dengan perbaikan layanan dan tarif tiket yang ada, dalam 10 tahun yang akan datang, sekitar 40 persen sudah menggunakan transportasi yang baik," jelasnya.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/02/26/14331248/Dua.Isu.Upaya.Integritas.Transportasi.Jakarta