Tampilkan postingan dengan label hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hiburan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2015

Jakarta Barat 'Surga' Peredaran Narkoba di Ibu Kota

VIVA.co.id - Sejumlah tempat hiburan malam yang menjamur di wilayah Jakarta Barat ditengarai menjadi surga beredarnya narkoba di wilayah itu. Bahkan Jakarta Barat menduduki peringkat pertama dalam kasus narkoba di DKI Jakarta.

Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis data penyalahgunaan narkoba di DKI Jakarta menempati peringkat tertinggi di Indonesia. Sebanyak 364.174 orang dari tujuh juta penduduk menjadi penyalahguna narkoba.

Dengan kata lain 4,74 persen dari total populasi adalah pengguna narkoba. Dari enam kota dan kabupaten di DKI Jakarta, Jakarta Barat menempati peringkat teratas dalam kasus narkoba.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Deddy Fauzi Elhakim mengatakan Jakarta Barat sebagai tempat paling rawan peredaran narkoba di Ibu Kota Jakarta.

"Saya tidak hapal data, tapi percaya saja dengan saya yang tukang menangkap, penangkapan di Jakarta Barat itu yang paling banyak," kata Deddy, Senin, 4 Mei 2015.

Menurutnya sabu dan ganja adalah barang haram yang paling sulit dikendalikan di Jakarta Barat. Peredaran barang haram itu semakin marak ketika tempat hiburan malam seperti diskotik dan pub yang menjamur.

Selain itu, pembangunan apartemen yang semakin pesat, lingkungan pemukiman yang sangat heterogen dan warga yang kurang peduli, menjadi tempat yang nyaman bagi kitchen lab (tempat pembuatan narkoba), bandar, pengedar dan pemakai narkoba beraktivitas.

Jakarta Barat disebut Fauzi sebagai surga karena menawarkan semua kenyamanan tersebut. Seiring laju pertumbuhan ekonomi, banyak rumah disulap menjadi indekos bebas yang menjadi tempat ideal bagi peredaran narkoba.

Seperti pada Kamis, 30 April lalu, seorang wanita paruh baya bernama Santi menjadi salah satu tersangka bersama 40 lainnya yang ditangkap aparat Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Janda lima anak ini menjual ganja "door to door", bahkan sebutan "Mami" melekat pada dirinya di wilayah Cengkareng.

Dalam periode tanggal 20-29 April 2015, Polres Metro Jakarta Barat mengungkap 30 kasus narkoba dan mengamankan 41 orang tersangka.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Parulian Sinaga, mengatakan kasus yang diungkap kali ini merupakan jaringan Jakarta-Karawang-Purwakarta. Diamankan barang bukti 7 kilogram ganja, serta 57 gram shabu.

"Mereka ini semua (tersangka) adalah bandar atau pengedar yang kita tangkap, usia mereka 20-40 tahun, akan kita kenakan pasal 112 UU No 35 tahun 2009 ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara," ujar Parulian.

Kasus narkoba ini kurun waktu tersebut beromset 267 juta lebih. Sebagian besar bandar yang tertangkap adalah warga asal Aceh yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat.

Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/621393-jakarta-barat--surga--peredaran-narkoba-di-ibu-kota

Rabu, 02 Januari 2013

Sampah Pesta Tahun Baru Jakarta 600 Ton

Metrotvnews.com, Jakarta: Sampah berserakan pada area pesta rakyat acara Jakarta Night Festival (JNF) terkait pergantian tahun baru 2012 ke 2013, Senin (31/12) malam ke Selasa (1/1) dini hari.

Jumlah sampah dari acara JNF yang digelar sepanjang Jl Sudirman, Senayan, hingga Jl Medan Merdeka Selatan dengan konsep Car Free Night (CFN) itu diprediksi mencapai 600 ton, atau 10 persen dari sampah yang dihasilkan seluruh wilayah Jakarta dalam satu hari itu.

CFN digelar hanya lima jam sejak pukul 21.00 - 02.00 WIB. Acara itu dimeriahkan 16 panggung hiburan dengan satu panggung utama di Bundaran Hotel Indonesia.

Kepala Dinas Kebersihan DKI, Unu Nurdin, yang sejak semalam memantau kondisi kebersihan di lokasi-lokasi pusat hiburan di Jakarta, Selasa (1/1), menjelaskan secara keseluruhan penambahan volume sampah mencapai 10 persen dari total harian.

"Peningkatan volume sampah saya prediksi sebesar 10 persen. Memang lebih banyak dari tahun lalu yang hanya enam persen. Tapi untuk hitungan riilnya masih ada di TPA (Tempat Pengolahan Akhir) sampah Jakarta di Bantar Gebang, Bekasi," kata Unu.

Dia mengatakan, kenaikan presentase volume sampah tersebut disebabkan adanya ajang CFN secara harfiah hanya boleh dilalui manusia, bukan kendaraan bermotor.

"Semalam ribuan, bahkan lebih manusia berkumpul sepanjang jalur area CFN itu. Sampah memang tidak terkontrol jadinya. Kalau bisa dilalui kendaraan, seperti mobil, kebanyakan mereka punya tempat sampah di dalamnya kan," ujarnya. (Ssr/OL-2)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/01/5/119627/Sampah-Pesta-Tahun-Baru-Jakarta-600-Ton

Rabu, 05 Desember 2012

Kemacetan Hambat Perkembangan Pariwisata Jakarta

INILAH.COM, Jakarta – Masalah kemacetan menjadi penyebab daya tarik wisata DKI Jakarya lemah. Terlebih penyediaan moda transportasi yang dinilai masih semrawut. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum DKI Jakarta Adrian Maelite di Jakarta, Selasa (4/12/2012).

“Wisatawan stay di Jakarta tidak lama, karena masalah transportasi. Jakarta itu macet, transportasi susah, menyebabkan waktu habis diperjalanan,” ujar Adrian usai acara Pemberiaan Anugerah Adikarya Wisata 2012 di Jakarta, Selasa (12/4/2012).

Untuk itu, lanjut Adrian, diperlukan sebuah terobosan dalam pengembangan infrastruktur. Tidak hanya itu, menurutnya, untuk meningkat minat wisatawan untuk datang ke Jakarta dibarengi dengan peningkatan objek wisata belanja dan hiburan.

“Jakarta masih unggul dari sisi harga dibandingkan dengan Kuala Lumpur juga Singapura. Banyak wisatawan dari luar sengaja berbelanja ke Jakarta, karena memang lebih murah dari tempat lainnya. Dari sisi tempat-tempat hiburan seperti diskotik, karoke, dan pub juga memiliki daya tarik sendiri,” ungkapnya.[jat]

Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1934186/kemacetan-hambat-perkembangan-pariwisata-jakarta