JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, idealnya seorang kepala dinas menjabat dua atau tiga tahun agar menguasai persoalan. Namun, jika pejabat itu tidak bekerja dengan baik, maka Jokowi akan mengambil langkah tegas.
"Paling tidak 3-4 tahunlah sehingga penguasaan masalah tahu betul. Tapi masalahnya ada yang sudah saya perintah, tapi tak diikuti, hanya nyenengi atau ABS (asal bapak senang), basa-basi, seremoni, itu saya tidak suka," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Rabu (12/2/2014).
Jokowi mengatakan, seorang pemimpin harus bekerja secara konkret karena hal tersebut ditunggu rakyat. Apakah beberapa pejabat yang sebelumnya dimutasi bermasalah? "Masa saya jelasin lagi," jawab Jokowi.
Jokowi mengakui bahwa hingga lebih dari setahun menjabat menjadi gubernur, dia belum menemukan komposisi kepala dinas yang tepat sesuai harapannya. Ada kepala dinas yang sesuai harapannya, ada yang masih jauh dari harapan.
"Pokoknya sampai ketemu personel yang bisa kuasai bidangnya, dan bisa mengimplementasikan apa yang kita mau," kata Jokowi.
Hari ini, Jokowi melantik 26 pejabat eselon II di Balaikota DKI Jakarta. Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono dimutasi menjadi anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Posisinya digantikan oleh Muhammad Akbar. Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin juga pindah ke TGUPP, digantikan oleh Saptasari Ediningtyas.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/12/1917222/Mutasi.Besar-besaran.Jokowi.Tak.Suka.Pejabat.ABS.dan.Basa-basi
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label pristono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pristono. Tampilkan semua postingan
Kamis, 13 Februari 2014
Mutasi Besar-besaran, Jokowi Tak Suka Pejabat ABS dan Basa-basi
Selasa, 11 Februari 2014
Jokowi Nilai Alasan Kadishub Tidak Masuk Akal soal Bus Berkarat
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai tidak masuk akal jika Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menyebut bus-bus baru transjakarta mengalami kerusakan akibat terkena air laut. Pristono mengatakan bahwa kerusakan bus baru itu akibat proses korosi selama bus dikirim dari China ke Jakarta.
"Masa di dalam kapal tongkang kena air laut. Kita kan ngirim gini ndak sekali dua kali," ujarnya di Balaikota Jakarta, Senin (10/2/2014).
Jika memang benar kerusakan komponen bus itu akibat korosi, kata Jokowi, maka seharusnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta harus membersihkannya dengan antikarat begitu bus-bus itu tiba. Menurut Jokowi, kejadian tersebut baru dialaminya sekali selama dia menjadi pimpinan daerah sejak di Surakarta terlebih dahulu.
Jokowi mengakui bahwa kasus tersebut terjadi karena belum diterapkannya sistem electronic catalogue serta electronic purchasing. Oleh sebab itu, pengadaan barang, terutama dalam jumlah besar, berisiko terhadap menurunnya kualitas barang. Jokowi yakin, dengan sistem baru, pengadaan barang lebih baik.
Senin pagi tadi, Jokowi menegaskan telah mengutus beberapa orang dari Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan bus itu, mulai dari Dishub Jakarta hingga kepada tim penerimaan barang. "Kita evaluasi lagi. Saya tidak akan komentar lebih jauh dulu. Jadi, saya menunggu tim ini untuk mengecek lapangan dulu," ujar dia.
Sebanyak 5 dari 90 bus baru transjakarta dan 10 dari 18 bus baru untuk bus kota terintegrasi busway (BKTB) mengalami kerusakan di sejumlah komponennya. Misalnya, banyak komponen berkarat, berjamur, dan beberapa instalasi tidak dibaut. Bahkan ada yang tidak ada fanbelt mesin.
Pristono membenarkan ada kerusakan beberapa komponen bus transjakarta dan BKTB yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu. Pristono menyebutkan bahwa kerusakan itu terjadi saat proses pengapalan dari China ke Indonesia. Seharusnya, bus-bus itu datang ke Jakarta awal Desember 2013. Namun, akibat cuaca buruk, kapal baru dapat merapat akhir Desember 2013. "Jadi selama perjalanan, air laut terciprat-ciprat ke bus itu dan pada akhirnya menimbulkan karat di beberapa bagian," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/10/1731254/Jokowi.Nilai.Alasan.Kadishub.Tidak.Masuk.Akal.soal.Bus.Berkarat
"Masa di dalam kapal tongkang kena air laut. Kita kan ngirim gini ndak sekali dua kali," ujarnya di Balaikota Jakarta, Senin (10/2/2014).
Jika memang benar kerusakan komponen bus itu akibat korosi, kata Jokowi, maka seharusnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta harus membersihkannya dengan antikarat begitu bus-bus itu tiba. Menurut Jokowi, kejadian tersebut baru dialaminya sekali selama dia menjadi pimpinan daerah sejak di Surakarta terlebih dahulu.
Jokowi mengakui bahwa kasus tersebut terjadi karena belum diterapkannya sistem electronic catalogue serta electronic purchasing. Oleh sebab itu, pengadaan barang, terutama dalam jumlah besar, berisiko terhadap menurunnya kualitas barang. Jokowi yakin, dengan sistem baru, pengadaan barang lebih baik.
Senin pagi tadi, Jokowi menegaskan telah mengutus beberapa orang dari Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan bus itu, mulai dari Dishub Jakarta hingga kepada tim penerimaan barang. "Kita evaluasi lagi. Saya tidak akan komentar lebih jauh dulu. Jadi, saya menunggu tim ini untuk mengecek lapangan dulu," ujar dia.
Sebanyak 5 dari 90 bus baru transjakarta dan 10 dari 18 bus baru untuk bus kota terintegrasi busway (BKTB) mengalami kerusakan di sejumlah komponennya. Misalnya, banyak komponen berkarat, berjamur, dan beberapa instalasi tidak dibaut. Bahkan ada yang tidak ada fanbelt mesin.
Pristono membenarkan ada kerusakan beberapa komponen bus transjakarta dan BKTB yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu. Pristono menyebutkan bahwa kerusakan itu terjadi saat proses pengapalan dari China ke Indonesia. Seharusnya, bus-bus itu datang ke Jakarta awal Desember 2013. Namun, akibat cuaca buruk, kapal baru dapat merapat akhir Desember 2013. "Jadi selama perjalanan, air laut terciprat-ciprat ke bus itu dan pada akhirnya menimbulkan karat di beberapa bagian," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/10/1731254/Jokowi.Nilai.Alasan.Kadishub.Tidak.Masuk.Akal.soal.Bus.Berkarat
Label:
air laut
,
barang
,
bktb
,
bus
,
bus-bus
,
china
,
desember
,
dki
,
electronic
,
jakarta
,
jokowi
,
kapal
,
kerusakan
,
komponen
,
korosi
,
pengadaan
,
perhubungan
,
pristono
,
transjakarta
Selasa, 07 Januari 2014
Jokowi Tunda Penutupan Terminal Lebak Bulus
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menunda penutupan Terminal Antarkota Antarprovinsi Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Senin (6/1/2014). Ia tidak dapat memastikan waktu yang tepat untuk menutup terminal tersebut. "Enggak tahu, mungkin satu-dua hari ini," kata Jokowi, Senin sore.
Jokowi enggan menyebutkan alasan penundaan penutupan tersebut. Hari ini ratusan karyawan perusahaan otobus dan warga sekitar terminal itu berunjuk rasa menuntut solusi bagi pekerjaan mereka apabila terminal itu jadi ditutup pada Senin malam nanti. Jokowi berharap, dalam waktu dekat ini kondisi terminal tersebut berangsur kondusif.
Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Udar Pristono mengatakan, penutupan Terminal AKAP Lebak Bulus sangat berpengaruh dengan kelanjutan pembangunan depo mass rapid transit (MRT). Jika penutupan terminal ditunda, maka pelaksanaan proyek MRT pun tertunda.
"Proyek MRT ini kan besar, triliunan, jadi tidak bisa dilambat-lambatkan seperti itu, pasti rugi, maka akan dilanjutkan," ujarnya.
Kendati demikian, Pristono juga tidak dapat memastikan kapan Dishub DKI dapat menutup terminal tersebut secara permanen. Dishub DKI juga tidak bisa memenuhi permintaan pengunjuk rasa di terminal itu, yakni menunda penutupan hingga setelah perayaan hari raya Idul Fitri 2014.
Dishub DKI telah menetapkan pemindahan rute bus AKAP Lebak Bulus ke Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Pulogadung. "Sekalian penataan, jurusan Sumatera di Kalideres, Jawa Barat di Kampung Rambutan, Jawa Tengah dan Timur di Pulogadung. Nanti dari Pulogadung dipindahkan ke Pulogebang," kata Pristono.
Penutupan Terminal AKAP Lebak Bulus dilakukan untuk mendukung pembangunan MRT. Rencana penutupan terminal itu mendapat tentangan dari karyawan perusahaan bus dan warga yang mencari nafkah di terminal tersebut. Sejak 1 Januari 2014 hingga Senin pagi ini, sopir bus dan warga berunjuk rasa di dalam terminal tersebut.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/01/06/1934323/Jokowi.Tunda.Penutupan.Terminal.Lebak.Bulus
Jokowi enggan menyebutkan alasan penundaan penutupan tersebut. Hari ini ratusan karyawan perusahaan otobus dan warga sekitar terminal itu berunjuk rasa menuntut solusi bagi pekerjaan mereka apabila terminal itu jadi ditutup pada Senin malam nanti. Jokowi berharap, dalam waktu dekat ini kondisi terminal tersebut berangsur kondusif.
Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Udar Pristono mengatakan, penutupan Terminal AKAP Lebak Bulus sangat berpengaruh dengan kelanjutan pembangunan depo mass rapid transit (MRT). Jika penutupan terminal ditunda, maka pelaksanaan proyek MRT pun tertunda.
"Proyek MRT ini kan besar, triliunan, jadi tidak bisa dilambat-lambatkan seperti itu, pasti rugi, maka akan dilanjutkan," ujarnya.
Kendati demikian, Pristono juga tidak dapat memastikan kapan Dishub DKI dapat menutup terminal tersebut secara permanen. Dishub DKI juga tidak bisa memenuhi permintaan pengunjuk rasa di terminal itu, yakni menunda penutupan hingga setelah perayaan hari raya Idul Fitri 2014.
Dishub DKI telah menetapkan pemindahan rute bus AKAP Lebak Bulus ke Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Pulogadung. "Sekalian penataan, jurusan Sumatera di Kalideres, Jawa Barat di Kampung Rambutan, Jawa Tengah dan Timur di Pulogadung. Nanti dari Pulogadung dipindahkan ke Pulogebang," kata Pristono.
Penutupan Terminal AKAP Lebak Bulus dilakukan untuk mendukung pembangunan MRT. Rencana penutupan terminal itu mendapat tentangan dari karyawan perusahaan bus dan warga yang mencari nafkah di terminal tersebut. Sejak 1 Januari 2014 hingga Senin pagi ini, sopir bus dan warga berunjuk rasa di dalam terminal tersebut.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/01/06/1934323/Jokowi.Tunda.Penutupan.Terminal.Lebak.Bulus
Jumat, 27 Desember 2013
Urai Kemacetan Jakarta, 656 Bus Didatangkan Awal Januari
Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mendatangkan 656 bus untuk mengurangi kemacetan di ibukota pada Januari 2014. Bus yang didatangkan itu terdiri dari 310 bus TransJakarta dan 346 bus sedang untuk dioperasikan menjadi Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) dan Kopaja.
"Mobil ini akan didatangkan pada awal Januari hingga pertengahan Januari," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Hotel Saripan Pasific, Jakarta, Sabtu (21/12/2013)
Dari data Dinas Perhubungan DKI Jakarta tercatat pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi juga terlihat sangat pesat, sementara hal itu tidak diimbangi dengan pertumbuhan sarana transportasi berupa jalan yang hanya sebear 0,1% per tahunnya.
"Pada 2010, jumlah kendaraan 2,7 juta sehingga nanti diperkirakan pada 2014 akan 3 juta. Bagaimana menurunkan angka itu, dengan memancing rekan-rekan Jakarta naik angkutan massal," tutupnya.
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/781235/urai-kemacetan-jakarta-656-bus-didatangkan-awal-januari
"Mobil ini akan didatangkan pada awal Januari hingga pertengahan Januari," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Hotel Saripan Pasific, Jakarta, Sabtu (21/12/2013)
Dari data Dinas Perhubungan DKI Jakarta tercatat pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi juga terlihat sangat pesat, sementara hal itu tidak diimbangi dengan pertumbuhan sarana transportasi berupa jalan yang hanya sebear 0,1% per tahunnya.
"Pada 2010, jumlah kendaraan 2,7 juta sehingga nanti diperkirakan pada 2014 akan 3 juta. Bagaimana menurunkan angka itu, dengan memancing rekan-rekan Jakarta naik angkutan massal," tutupnya.
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/781235/urai-kemacetan-jakarta-656-bus-didatangkan-awal-januari
Label:
accident
,
angkutan
,
aptb
,
bus
,
busway
,
dinas
,
dki
,
jakarta
,
januari
,
kendaraan
,
kopaja
,
pasific
,
perhubungan
,
pertumbuhan
,
pristono
,
rekan-rekan
,
saripan
,
sebear
,
transjakarta
,
udar
Senin, 23 Desember 2013
310 Bus Baru Transjakarta Siap Beroperasi Januari 2014
Liputan6.com, Jakarta : Pemprov DKI terus memperbaiki jasa layanan transportasi angkutan umum di Ibukota. Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono mengatakan sebanyak 310 bus Transjakarta baru dari China siap beroperasi Januari 2014 mendatang. Saat ini, 132 bus di antaranya sudah tiba di Jakarta.
Namun, bus-bus tersebut masih disimpan di beberapa pool, di antaranya di pool Ciputat (Tangerang Selatan), pool Jalan Perintis Kemerdekaan (Jakarta Timur), dan pool Cibitung ( Bekasi).
"Total 310 bus datang di Januari. Sekarang sudah ratusan bus yang sudah datang di Tanjung Priok dan kita bawa ke beberapa pool kita. Semuanya baru," ujar Pristono saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Minggu (22/12/2013).
Ia mengatakan anggaran pengadaan bus bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 sebesar Rp 848 miliar.
"Jadi datangnya bertahap. Desember diusahakan sudah datang semua. Paling lambat, Januari 2014 sudah beroperasi," jelas Pristono.
Ia menambahkan ratusan bus yang disimpan di pool itu belum dapat langsung dioperasikan karena menunggu bus lainnya yang masih proses pengadaan barang dan administrasi. Setelah itu baru diserahterimakan kepada Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta.
"Masih proses pengadaan barang. Tapi, kalau untuk uji kir (kendaraan bermotor) sudah lolos semua," ujarnya.
Ia menambahkan pada tahun depan Pemprov DKI menargetkan untuk mendatangkan 4 ribu bus. Rinciannya, 1.000 bus besar Transjakarta dan 3.000 bus ukuran sedang.
"Sudah kita ajukan dan jelaskan ke dewan (DPRD DKI). Tinggal menunggu saja apakah disetujui atau tidak. Saya tak begitu hafal berapa besaran anggarannya," tandas Pristono.
Pengadaan bus tersebut diharapkan mempercepat headway antar bus Transjakarta, setelah upaya sterilisasi jalur bus dilakukan. Sehingga bisa membantu mengurai kemacetan di Ibukota.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/781719/310-bus-baru-transjakarta-siap-beroperasi-januari-2014
Namun, bus-bus tersebut masih disimpan di beberapa pool, di antaranya di pool Ciputat (Tangerang Selatan), pool Jalan Perintis Kemerdekaan (Jakarta Timur), dan pool Cibitung ( Bekasi).
"Total 310 bus datang di Januari. Sekarang sudah ratusan bus yang sudah datang di Tanjung Priok dan kita bawa ke beberapa pool kita. Semuanya baru," ujar Pristono saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Minggu (22/12/2013).
Ia mengatakan anggaran pengadaan bus bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 sebesar Rp 848 miliar.
"Jadi datangnya bertahap. Desember diusahakan sudah datang semua. Paling lambat, Januari 2014 sudah beroperasi," jelas Pristono.
Ia menambahkan ratusan bus yang disimpan di pool itu belum dapat langsung dioperasikan karena menunggu bus lainnya yang masih proses pengadaan barang dan administrasi. Setelah itu baru diserahterimakan kepada Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta.
"Masih proses pengadaan barang. Tapi, kalau untuk uji kir (kendaraan bermotor) sudah lolos semua," ujarnya.
Ia menambahkan pada tahun depan Pemprov DKI menargetkan untuk mendatangkan 4 ribu bus. Rinciannya, 1.000 bus besar Transjakarta dan 3.000 bus ukuran sedang.
"Sudah kita ajukan dan jelaskan ke dewan (DPRD DKI). Tinggal menunggu saja apakah disetujui atau tidak. Saya tak begitu hafal berapa besaran anggarannya," tandas Pristono.
Pengadaan bus tersebut diharapkan mempercepat headway antar bus Transjakarta, setelah upaya sterilisasi jalur bus dilakukan. Sehingga bisa membantu mengurai kemacetan di Ibukota.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/781719/310-bus-baru-transjakarta-siap-beroperasi-januari-2014
Rabu, 23 Oktober 2013
Dishub Sarankan Penghalang Jalan Dipasang di Jalur Sepeda KBT
JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyarankan agar jalur sepeda di Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, ditutup dengan penghalang jalan atau movable concrete barrier (MCB) dari fiberglass. Dengan demikian, kendaraan selain sepeda tidak dapat lewat di jalur tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, Selasa (22/10/2013), mengatakan, saat ini jalur sepeda dan Taman Astra Heavy Equipment Maining and Energy Equipment (AHEME) di Kanal Banjir Timur (KBT) merupakan tanggung jawab Unit Pengelola Teknis Kanal Banjir Timur (UPT KBT). UPT KBT ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI. Pristono menyarankan agar UPT KBT menutup jalur sepeda di KBT agar tidak ada pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima yang menggunakan jalur sepeda di sana.
"Kalau ditutup, kendaraan bermotor tidak bisa lewat, tidak akan ada PKL, kalau pesepeda masih bisa diangkat sepedanya," ujar Pristono.
Menurutnya, Dishub DKI siap berkoordinasi untuk merekayasa lalu lintas dan membatasi kendaraan bermotor di KBT. Ia mengatakan, petugas dapat menjaga sejumlah titik kemacetan di sana, tetapi tidak akan menjaganya selama 24 jam.
Kondisi jalur sepeda KBT saat ini digunakan oleh PKL dan parkir liar. Pengguna sepeda di jalur tersebut merasa tidak nyaman karena keberadaan PKL dan sepeda motor tersebut. Terlebih lagi, PKL tersebut semakin banyak pada Sabtu dan Minggu. Keberadaan PKL itu terlihat di pintu air Pondok Kopi, Taman AHEME, dan jalur sepeda dekat Rumah Sakit Duren Sawit. Jalur itu bahkan menjadi showroom dadakan untuk menawarkan mobil baru. Mobil keluaran terbaru itu diparkirkan di jalur sepeda dan para tenaga pemasaran membagikan brosur mobil itu kepada setiap orang yang melintas.
Taman AHEME memiliki luas 3,9 hektar dan panjang 1,4 kilometer. Taman itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 16 Desember 2012.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/22/2303530/Dishub.Sarankan.Penghalang.Jalan.Dipasang.di.Jalur.Sepeda.KBT
Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, Selasa (22/10/2013), mengatakan, saat ini jalur sepeda dan Taman Astra Heavy Equipment Maining and Energy Equipment (AHEME) di Kanal Banjir Timur (KBT) merupakan tanggung jawab Unit Pengelola Teknis Kanal Banjir Timur (UPT KBT). UPT KBT ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI. Pristono menyarankan agar UPT KBT menutup jalur sepeda di KBT agar tidak ada pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima yang menggunakan jalur sepeda di sana.
"Kalau ditutup, kendaraan bermotor tidak bisa lewat, tidak akan ada PKL, kalau pesepeda masih bisa diangkat sepedanya," ujar Pristono.
Menurutnya, Dishub DKI siap berkoordinasi untuk merekayasa lalu lintas dan membatasi kendaraan bermotor di KBT. Ia mengatakan, petugas dapat menjaga sejumlah titik kemacetan di sana, tetapi tidak akan menjaganya selama 24 jam.
Kondisi jalur sepeda KBT saat ini digunakan oleh PKL dan parkir liar. Pengguna sepeda di jalur tersebut merasa tidak nyaman karena keberadaan PKL dan sepeda motor tersebut. Terlebih lagi, PKL tersebut semakin banyak pada Sabtu dan Minggu. Keberadaan PKL itu terlihat di pintu air Pondok Kopi, Taman AHEME, dan jalur sepeda dekat Rumah Sakit Duren Sawit. Jalur itu bahkan menjadi showroom dadakan untuk menawarkan mobil baru. Mobil keluaran terbaru itu diparkirkan di jalur sepeda dan para tenaga pemasaran membagikan brosur mobil itu kepada setiap orang yang melintas.
Taman AHEME memiliki luas 3,9 hektar dan panjang 1,4 kilometer. Taman itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 16 Desember 2012.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/22/2303530/Dishub.Sarankan.Penghalang.Jalan.Dipasang.di.Jalur.Sepeda.KBT
Selasa, 10 September 2013
Mengubah Wajah Terminal Jakarta Jadi Kelas Berbintang
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuat gebrakan. Setelah penataan para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, penertiban warga Waduk Ria Rio, Waduk Pluit, dan yang lain; kini muncul program revitalisasi terhadap 18 terminal bus di Jakarta.
Gubernur DKI Joko Widodo menjelaskan, revitalisasi itu telah masuk tahap detail engineering design (DED). Rencananya, tahap lelang konstruksi proyek akan masuk pada awal tahun. Selanjutnya adalah groundbreaking dan diperkirakan akan rampung dua tahun lagi, yakni pada 2016.
"Konsepnya masuk ke terminal tuh kayak masuk hotel bintang lima," ujarnya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (9/9/2013).
Jokowi mengatakan, proyek yang perencanaannya dimulai sejak tahun 2011 tersebut awalnya telah memiliki desain bangunan terminal, dengan gaya modern. Jokowi pun memberi sentuhan kolonial pada eksterior bangunan terminal. Adapun interiornya campuran modern dan gaya khas Betawi.
"Yang modern itu cepat ganti-ganti terus. Dikit-dikit mediterania, nanti ganti lagi. Kalau arsitek kolonial itu kan tidak, lebih abadi," lanjut Jokowi.
Tiga konsep terminal
Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menjelaskan, pihaknya menyiapkan tiga konsep terminal yang akan direvitalisasi. Pertama, mezanine concept, yakni pergerakan orang atau penumpang di lantai terpisah dan tak ada area persilangandengan angkutan umum.
Konsep ini akan diterapkan di terminal tipe A, terminal yang melayani antarkota antarprovinsi, yakni Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogadung, Terminal Rawamangun di Jakarta Timur, dan Terminal Kalideres di Jakarta Barat. Kedua, pedestrian crossing concept, yakni pergerakan orang atau penumpang berada di satu level atau sebidang dengan angkutan umum dan jalur pergerakan penumpang menggunakan zebra cross.
Konsep ini akan diterapkan di terminal tipe B, terminal yang melayani rute dalam kota, yakni Terminal Muara Angke dan Terminal Tanjung Priok di Jakarta Utara; Terminal Ragunan dan Terminal Pasar Minggu di Jakarta Selatan; Terminal Kota; Terminal Tanah Merdeka di Jakarta Barat; dan Terminal Klender di Jakarta Timur.
Ketiga, combination concept, yakni kombinasi antara mezanine concept dan pedestrian crossing concept dalam satu terminal. Konsep ini diterapkan di Terminal Manggarai dan Terminal Lebak Bulus di Jakarta Selatan; Terminal Grogol di Jakarta Barat; Terminal Pinang Ranti dan Terminal Kampung Melayu di Jakarta Timur; dan Terminal Senen di Jakarta Pusat.
"Semuanya ada flow penumpang dan flow angkutannya. Ada terminal kedatangan, ada terminal keberangkatan. Terarah dan teratur. Penumpang yang melanggar flow itu ditangkap," ujarnya.
Tak hanya itu, sisi bisnis di setiap terminal pun akan dikembangkan melalui interaksi masyarakat, yakni dengan membuka food court serta ruang terbuka hijau di terminal tersebut. Pristono ingin aktivitas masyarakat dapat menuai keuntungan.
Pristono menjelaskan, dari ke-18 terminal yang akan direvitalisasi, hanya 15 yang menggunakan APBD. Tiga lainnya tidak karena tiga terminal itu saat ini bekerja sama dengan pihak swasta. Tiga terminal itu adalah Terminal Lebak Bulus (dijadikan Depo MRT), Terminal Blok M (PT Langgeng Ayom Lestari), dan Terminal Cililitan (PT PGC).
Pasti ada perlawanan
Pristono yakin revitalisasi 18 terminal bus di Ibu Kota menuai perlawanan dari penghuni terminal. Pihak pertama yang diprediksinya melakukan penentangan adalah pedagang kaki lima yang ada di dalam terminal bus. Ia pun mengambil antisipasi. "Kita ubah mind set-nya. Kalau selama ini kualitas jalanan, sekarang enggak boleh lagi, harus ada mutu," ujarnya.
Pristono mengaku maklum jika ada perlawanan. Namun, yang paling penting adalah penjelasan kepada pedagang itu. Terminal bus dengan konsep yang baru tetap akan mengakomodasi pedagang. Namun, hal itu tetap melalui tahap seleksi. Hanya pedagang yang memiliki komitmen untuk menjaga mutu daganganlah yang dapat bertahan.
Traffic management construction
Revitalisasi 18 terminal itu rencananya dibangun mulai awal tahun 2014. Kini, langkah tersebut masih dalam tahap lelang. Adapun target penyelesaian proyek dengan total nilai Rp 1,7 triliun tersebut ditargetkan rampung dalam dua tahun, yakni pada 2016.
Pristono pun menyadari, saat pembangunan dilaksanakan, hal tersebut akan berdampak pada lingkungan sekitar. Misalnya, kemacetan dan polusi udara. Ia pun telah menyiapkan traffic management construction untuk mengatasinya.
"Traffic management construction itu rencana arus lalu lintas saat pembangunan. Jadi, walau dibangun, arus lalu lintasnya tetap berjalan biasa," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/10/0757245/Mengubah.Wajah.Terminal.Jakarta.Jadi.Kelas.Berbintang
Gubernur DKI Joko Widodo menjelaskan, revitalisasi itu telah masuk tahap detail engineering design (DED). Rencananya, tahap lelang konstruksi proyek akan masuk pada awal tahun. Selanjutnya adalah groundbreaking dan diperkirakan akan rampung dua tahun lagi, yakni pada 2016.
"Konsepnya masuk ke terminal tuh kayak masuk hotel bintang lima," ujarnya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (9/9/2013).
Jokowi mengatakan, proyek yang perencanaannya dimulai sejak tahun 2011 tersebut awalnya telah memiliki desain bangunan terminal, dengan gaya modern. Jokowi pun memberi sentuhan kolonial pada eksterior bangunan terminal. Adapun interiornya campuran modern dan gaya khas Betawi.
"Yang modern itu cepat ganti-ganti terus. Dikit-dikit mediterania, nanti ganti lagi. Kalau arsitek kolonial itu kan tidak, lebih abadi," lanjut Jokowi.
Tiga konsep terminal
Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menjelaskan, pihaknya menyiapkan tiga konsep terminal yang akan direvitalisasi. Pertama, mezanine concept, yakni pergerakan orang atau penumpang di lantai terpisah dan tak ada area persilangandengan angkutan umum.
Konsep ini akan diterapkan di terminal tipe A, terminal yang melayani antarkota antarprovinsi, yakni Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogadung, Terminal Rawamangun di Jakarta Timur, dan Terminal Kalideres di Jakarta Barat. Kedua, pedestrian crossing concept, yakni pergerakan orang atau penumpang berada di satu level atau sebidang dengan angkutan umum dan jalur pergerakan penumpang menggunakan zebra cross.
Konsep ini akan diterapkan di terminal tipe B, terminal yang melayani rute dalam kota, yakni Terminal Muara Angke dan Terminal Tanjung Priok di Jakarta Utara; Terminal Ragunan dan Terminal Pasar Minggu di Jakarta Selatan; Terminal Kota; Terminal Tanah Merdeka di Jakarta Barat; dan Terminal Klender di Jakarta Timur.
Ketiga, combination concept, yakni kombinasi antara mezanine concept dan pedestrian crossing concept dalam satu terminal. Konsep ini diterapkan di Terminal Manggarai dan Terminal Lebak Bulus di Jakarta Selatan; Terminal Grogol di Jakarta Barat; Terminal Pinang Ranti dan Terminal Kampung Melayu di Jakarta Timur; dan Terminal Senen di Jakarta Pusat.
"Semuanya ada flow penumpang dan flow angkutannya. Ada terminal kedatangan, ada terminal keberangkatan. Terarah dan teratur. Penumpang yang melanggar flow itu ditangkap," ujarnya.
Tak hanya itu, sisi bisnis di setiap terminal pun akan dikembangkan melalui interaksi masyarakat, yakni dengan membuka food court serta ruang terbuka hijau di terminal tersebut. Pristono ingin aktivitas masyarakat dapat menuai keuntungan.
Pristono menjelaskan, dari ke-18 terminal yang akan direvitalisasi, hanya 15 yang menggunakan APBD. Tiga lainnya tidak karena tiga terminal itu saat ini bekerja sama dengan pihak swasta. Tiga terminal itu adalah Terminal Lebak Bulus (dijadikan Depo MRT), Terminal Blok M (PT Langgeng Ayom Lestari), dan Terminal Cililitan (PT PGC).
Pasti ada perlawanan
Pristono yakin revitalisasi 18 terminal bus di Ibu Kota menuai perlawanan dari penghuni terminal. Pihak pertama yang diprediksinya melakukan penentangan adalah pedagang kaki lima yang ada di dalam terminal bus. Ia pun mengambil antisipasi. "Kita ubah mind set-nya. Kalau selama ini kualitas jalanan, sekarang enggak boleh lagi, harus ada mutu," ujarnya.
Pristono mengaku maklum jika ada perlawanan. Namun, yang paling penting adalah penjelasan kepada pedagang itu. Terminal bus dengan konsep yang baru tetap akan mengakomodasi pedagang. Namun, hal itu tetap melalui tahap seleksi. Hanya pedagang yang memiliki komitmen untuk menjaga mutu daganganlah yang dapat bertahan.
Traffic management construction
Revitalisasi 18 terminal itu rencananya dibangun mulai awal tahun 2014. Kini, langkah tersebut masih dalam tahap lelang. Adapun target penyelesaian proyek dengan total nilai Rp 1,7 triliun tersebut ditargetkan rampung dalam dua tahun, yakni pada 2016.
Pristono pun menyadari, saat pembangunan dilaksanakan, hal tersebut akan berdampak pada lingkungan sekitar. Misalnya, kemacetan dan polusi udara. Ia pun telah menyiapkan traffic management construction untuk mengatasinya.
"Traffic management construction itu rencana arus lalu lintas saat pembangunan. Jadi, walau dibangun, arus lalu lintasnya tetap berjalan biasa," ujarnya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/10/0757245/Mengubah.Wajah.Terminal.Jakarta.Jadi.Kelas.Berbintang
Label:
bus
,
concept
,
construction
,
dki
,
flow
,
jakarta
,
jokowi
,
konsep
,
management
,
modern
,
penumpang
,
pergera
,
perlawanan
,
pristono
,
revitalisasi
,
tahap
,
terminal
,
traffic
Selasa, 03 September 2013
Uji Eksplorasi MRT di Jalan Sudirman Dikerjakan Malam Hari
JAKARTA, KOMPAS.com — Persiapan pembangunan mass rapid transit (MRT) yang melewati Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, akan dikerjakan pada malam hari. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya kemacetan akibat pengerjaan proyek tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, dinasnya akan mengatur kelancaran lalu lintas di tempat itu agar tidak terjadi kemacetan pada saat pengerjaan proyek tersebut. Saat ini, MRT sedang melakukan pengecekan di dua titik di Jalan Sudirman, yakni di Dukuh Atas dan kawasan sekitar Kali Krukut. Pengecekan itu dilakukan dengan membuat lubang besar untuk melihat jaringan gas maupun kabel di bawah tanah.
"Itu kan menyempitkan badan jalan juga. Itu pengerjaannya dilakukan pada malam hari, saat volume kendaraannya tak begitu besar," kata Pristono di Pasar Blok G Tanah Abang, Senin (2/9/2013).
Ia mengatakan, pengecekan itu mulai dilakukan pada awal hingga pertengahan September. Pengerjaannya dilakukan mulai pukul 23.00 hingga 05.00. Ketika warga sudah mulai beraktivitas, lubang tersebut akan ditutup dengan menggunakan pelat yang tidak licin sehingga lebar jalur tetap dipertahankan seperti semula.
Pristono menyebutkan, pengecekan jaringan utilitas ini tidak sesulit tahap pembangunan stasiun. Pembangunan stasiun tersebut bisa dibangun di jalur cepat atau lambat serta jalur median antara jalur cepat dan lambat.
"Nanti ada tahap yang lebih berat, saat mereka bangun stasiun dan sebagainya. Ini sudah permanen kan, nanti jalan dibuat pengalihan. Nanti akan didakan shifting atau penggeseran (jalan)," kata dia.
Penggeseran jalan dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong atau trotoar di sepanjang area proyek untuk arus lalu lintas. Pembangunan stasiun itu tidak bisa dikerjakan hanya pada malam hari, tetapi harus tetap berjalan selama 24 jam.
Untuk pengerjaan yang membutuhkan alat berat, pengerjaan proyek tersebut akan dilakukan pada malam hari. Hal ini ditempuh agar keberadaan alat berat itu tak mengganggu lalu lintas di sekitar proyek. "Pokoknya jam 05.00 harus sudah selesai, biar enggak macet juga kan," kata dia.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/02/1607396/Uji.Eksplorasi.MRT.di.Jalan.Sudirman.Dikerjakan.Malam.Hari?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, dinasnya akan mengatur kelancaran lalu lintas di tempat itu agar tidak terjadi kemacetan pada saat pengerjaan proyek tersebut. Saat ini, MRT sedang melakukan pengecekan di dua titik di Jalan Sudirman, yakni di Dukuh Atas dan kawasan sekitar Kali Krukut. Pengecekan itu dilakukan dengan membuat lubang besar untuk melihat jaringan gas maupun kabel di bawah tanah.
"Itu kan menyempitkan badan jalan juga. Itu pengerjaannya dilakukan pada malam hari, saat volume kendaraannya tak begitu besar," kata Pristono di Pasar Blok G Tanah Abang, Senin (2/9/2013).
Ia mengatakan, pengecekan itu mulai dilakukan pada awal hingga pertengahan September. Pengerjaannya dilakukan mulai pukul 23.00 hingga 05.00. Ketika warga sudah mulai beraktivitas, lubang tersebut akan ditutup dengan menggunakan pelat yang tidak licin sehingga lebar jalur tetap dipertahankan seperti semula.
Pristono menyebutkan, pengecekan jaringan utilitas ini tidak sesulit tahap pembangunan stasiun. Pembangunan stasiun tersebut bisa dibangun di jalur cepat atau lambat serta jalur median antara jalur cepat dan lambat.
"Nanti ada tahap yang lebih berat, saat mereka bangun stasiun dan sebagainya. Ini sudah permanen kan, nanti jalan dibuat pengalihan. Nanti akan didakan shifting atau penggeseran (jalan)," kata dia.
Penggeseran jalan dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong atau trotoar di sepanjang area proyek untuk arus lalu lintas. Pembangunan stasiun itu tidak bisa dikerjakan hanya pada malam hari, tetapi harus tetap berjalan selama 24 jam.
Untuk pengerjaan yang membutuhkan alat berat, pengerjaan proyek tersebut akan dilakukan pada malam hari. Hal ini ditempuh agar keberadaan alat berat itu tak mengganggu lalu lintas di sekitar proyek. "Pokoknya jam 05.00 harus sudah selesai, biar enggak macet juga kan," kata dia.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/02/1607396/Uji.Eksplorasi.MRT.di.Jalan.Sudirman.Dikerjakan.Malam.Hari?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Label:
dikerjakan
,
jalan
,
jalur cepat
,
jaringan
,
kemacetan
,
lalu lintas
,
lambat
,
lubang
,
malam
,
mrt
,
pembangunan
,
pengecekan
,
pengerjaan
,
penggeseran
,
pristono
,
proyek
,
stasiun
,
sudirman
Selasa, 11 Juni 2013
Dishub DKI: Zonasi Sekolah Kurangi Kemacetan
REPUBLIKA.CO.ID, KEBON SIRIH -- Sistem zonasi sekolah yang akan diterapkan oleh Dinas Pendidikan melalui pendaftaran sekolah diharapkan dapat mengurangi kemacetan. Selama ini, banyak peserta didik yang bersekolah jauh dari rumahnya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan selama ini salah satu penyebab kemacetan di DKI Jakarta adalah banyaknya kendaraan pribadi milik siswa yang memenuhi jalan. Dengan jarak antara rumah dan sekolah yang cukup jauh membuat mereka mengharuskan menggunakan kendaraan agar tidak terlambat.
"Saya rasa sistem zonasi tersebut nantinya akan signifikan membantu mengurangi kemacetan," ujarnya di Balai Kota, Selasa (11/6). Nantinya, mereka yang tinggal di Jakarta Barat akan tetap bersekolah di Jakarta Barat.
Mereka tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil untuk mencapai sekolahnya. Namun Pristono belum dapat menyebutkan persentase berkurangnya kemacetan dari sistem zonasi ini.
Saat ini Pristono belum menghitung berapa persen sistem tersebut akan mengurangi kemacetan. "Zonasi bisa bersifat mutlak, anak sekolah dapat berperan penting dalam mengurangi kemacetan," ujarnya.
Pristono juga menyarankan ke depannya orang bekerja juga memakai sistem zonasi. "Sehingga mereka yang bekerja di wilayah Jakarta juga tinggal di Jakarta," kata Pristono.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/06/11/mo7ano-dishub-dki-zonasi-sekolah-kurangi-kemacetan
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan selama ini salah satu penyebab kemacetan di DKI Jakarta adalah banyaknya kendaraan pribadi milik siswa yang memenuhi jalan. Dengan jarak antara rumah dan sekolah yang cukup jauh membuat mereka mengharuskan menggunakan kendaraan agar tidak terlambat.
"Saya rasa sistem zonasi tersebut nantinya akan signifikan membantu mengurangi kemacetan," ujarnya di Balai Kota, Selasa (11/6). Nantinya, mereka yang tinggal di Jakarta Barat akan tetap bersekolah di Jakarta Barat.
Mereka tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil untuk mencapai sekolahnya. Namun Pristono belum dapat menyebutkan persentase berkurangnya kemacetan dari sistem zonasi ini.
Saat ini Pristono belum menghitung berapa persen sistem tersebut akan mengurangi kemacetan. "Zonasi bisa bersifat mutlak, anak sekolah dapat berperan penting dalam mengurangi kemacetan," ujarnya.
Pristono juga menyarankan ke depannya orang bekerja juga memakai sistem zonasi. "Sehingga mereka yang bekerja di wilayah Jakarta juga tinggal di Jakarta," kata Pristono.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/06/11/mo7ano-dishub-dki-zonasi-sekolah-kurangi-kemacetan
Selasa, 07 Mei 2013
MRT Jakarta Akan Dibangun Tengah Malam
JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menghindari kemacetan selama proses pembangunan transportasi cepat massal atau MRT Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia, pembangunan megaproyek tersebut akan dilakukan pada tengah malam.
"Pengerjaan serta loading barang material akan dilakukan pada malam hari pukul 23.00 WIB hingga 06.00 WIB," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dalam acara pengarahan camat di Aula Balai Agung, Balaikota Jakarta, Senin (6/5/2013).
Pristono mengatakan, pembangunan megaproyek tahap pertama yang menelan dana 125 miliar yen tersebut tidak akan memakan lajur jalan yang ada sehingga potensi kemacetan dapat diminimalisasi. Hanya saja, lanjutnya, pembangunan MRT diperkirakan memakan sedikit lajur jalan.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan TMC (Traffic Management Center). Jadi, nantinya tetap ada empat lajur di jalan yang sedang dibangun, tapi lebarnya lebih sempit," ujarnya.
Proyek pembangunan transportasi massal berbasis rel itu diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beserta pemenang tender di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013). Pembangunan MRT akan dilakukan dalam tiga paket. Dua paket pembangunan dilaksanakan di Dukuh Atas hingga Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan, dan satu paket lain dari Bundaran HI hingga Dukuh Atas.
Pembangunan itu akan dilakukan oleh kontraktor pemenang tender, yakni Wijaya Karya dan Shimizu, Jaya Konstruksi dan Obayashi, serta Hutama Karya dan Sumitomo Mitsui Construction Company. Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan dibangun sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/06/15360217/MRT.Jakarta.Akan.Dibangun.Tengah.Malam
"Pengerjaan serta loading barang material akan dilakukan pada malam hari pukul 23.00 WIB hingga 06.00 WIB," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dalam acara pengarahan camat di Aula Balai Agung, Balaikota Jakarta, Senin (6/5/2013).
Pristono mengatakan, pembangunan megaproyek tahap pertama yang menelan dana 125 miliar yen tersebut tidak akan memakan lajur jalan yang ada sehingga potensi kemacetan dapat diminimalisasi. Hanya saja, lanjutnya, pembangunan MRT diperkirakan memakan sedikit lajur jalan.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan TMC (Traffic Management Center). Jadi, nantinya tetap ada empat lajur di jalan yang sedang dibangun, tapi lebarnya lebih sempit," ujarnya.
Proyek pembangunan transportasi massal berbasis rel itu diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beserta pemenang tender di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013). Pembangunan MRT akan dilakukan dalam tiga paket. Dua paket pembangunan dilaksanakan di Dukuh Atas hingga Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan, dan satu paket lain dari Bundaran HI hingga Dukuh Atas.
Pembangunan itu akan dilakukan oleh kontraktor pemenang tender, yakni Wijaya Karya dan Shimizu, Jaya Konstruksi dan Obayashi, serta Hutama Karya dan Sumitomo Mitsui Construction Company. Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan dibangun sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/06/15360217/MRT.Jakarta.Akan.Dibangun.Tengah.Malam
Label:
bundaran
,
dukuh
,
jakarta
,
jalan
,
kemacetan
,
lajur
,
lebak
,
massal
,
megaproyek
,
mrt
,
paket
,
pembangunan
,
pemenang
,
pristono
,
tahap
,
tender
,
transportasi
,
yen
Senin, 06 Mei 2013
Andalkan Kapasitas, MRT Diyakini Bisa Atasi Macet
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proyek pembangunan MRT) akan segera dimulai. Meski membutuhkan waktu dalam perampungannya, Pemprov DKI meyakini MRT mampu mengatasi kemacetan Ibu Kota.
Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, proyek pembangunan MRT akan berlangsung sekitar empat tahun. Pengerjaan pembangunan dimulai di 2013 ini dan direncanakan selesai di 2017.
"Proyek dimulai, insya Allah tidak lewat dari tahun ini. Rencananya, selesai akhir 2017," ujar Tuhiyat dalam pesan singkatnya kepada Republika, Sabtu (4/5).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono meyakini, dengan dibangunnya proyek MRT ini, nantinya tingkat kemacetan di Jakarta akan berkurang. "Kemacetan, lama-kelamaan terkikis," katanya.
Pristono mengatakan, sejumlah alasan mengapa MRT mampu mengurangi kemacetan Jakarta. Ia menyebut kapasitas angkut penumpang MRT yang tinggi. Yaitu, sekitar dua kali lipat dibanding monorail dan delapan kali lipat bila dibandingkan dengan Transjakarta.
"Kapasitasnya tinggi. MRT mampu mengangkut sekitar 40 ribu penumpang per jam per arah," ujarnya. Bahkan, bila sudah bisa digunakan, MRT mampu mengangkut sekitar 500 ribu penumpang per hari.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/05/04/mm9yks-andalkan-kapasitas-mrt-diyakini-bisa-atasi-macet
Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, proyek pembangunan MRT akan berlangsung sekitar empat tahun. Pengerjaan pembangunan dimulai di 2013 ini dan direncanakan selesai di 2017.
"Proyek dimulai, insya Allah tidak lewat dari tahun ini. Rencananya, selesai akhir 2017," ujar Tuhiyat dalam pesan singkatnya kepada Republika, Sabtu (4/5).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono meyakini, dengan dibangunnya proyek MRT ini, nantinya tingkat kemacetan di Jakarta akan berkurang. "Kemacetan, lama-kelamaan terkikis," katanya.
Pristono mengatakan, sejumlah alasan mengapa MRT mampu mengurangi kemacetan Jakarta. Ia menyebut kapasitas angkut penumpang MRT yang tinggi. Yaitu, sekitar dua kali lipat dibanding monorail dan delapan kali lipat bila dibandingkan dengan Transjakarta.
"Kapasitasnya tinggi. MRT mampu mengangkut sekitar 40 ribu penumpang per jam per arah," ujarnya. Bahkan, bila sudah bisa digunakan, MRT mampu mengangkut sekitar 500 ribu penumpang per hari.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/05/04/mm9yks-andalkan-kapasitas-mrt-diyakini-bisa-atasi-macet
Label:
dki
,
ibu kota
,
jakarta
,
kapasitas
,
kemacetan
,
lipat
,
monorail
,
mrt
,
pembangunan
,
penumpang
,
perampungan
,
pristono
,
proyek
,
republika
,
ribu
,
transjakarta
,
tuhiyat
,
udar
Kamis, 21 Maret 2013
Ini Dia Wajah Kemacetan Jakarta 2014
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Tingginya pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang tidak diimbangi dengan penambahan rasio jalan raya, diprediksi akan mengakibatkan kemacetan total pada 2014 mendatang. Namun, belum terlambat bagi Pemprov DKI mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi, termasuk dengan menerapkan segera kebijakan ganjil genap yang dinilai bisa mengatasi kemacetan total tersebut.
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan meminta, pelaksanaan kebijakan ganjil genap sebaiknya diterapan pada tahun ini. "Jika sistem ganjil genap ini tidak diterapkan sekarang, tahun depan yaitu 2014 Jakarta akan mengalami kemacetan total. Bentuk ganjil genap sebaiknya berdasarkan kawasan bukan koridor dan dilaksanankan purna waktu," ujarnya, saat dialog publik di salah satu hotel di Jakarta Pusat.
Azas memahami penerapan sistem ganjil genap ini bukan perkara gampang, karena diperlukan berbagai persiapan dan kebijakan pendukung. "Ganjil genap diharapkan bukan hanya kebijakan yang bagus di atas kertas, tapi jangan sampai kedodoran dalam implementasi. Sekarang sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan persiapan dan sosialisasi secara gencar kepada publik agar ada kejelasan sistem ganjil genap yang akan dilakukan diterima sebagai informasi resmi masyarakat," pintanya seperti dilansir situs beritajakarta.com.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menginginkan masyarakat mendukung program Pemerintah Provisi DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan dengan penerapan sistem ganjil-genap. "Kita harus mengubah dan mengatur diri kita sendiri, salah satunya dengan membiasakan naik angkutan massal seperti bus Transjakarta. Di sini sangat dibutuhkan kepedulian masyarakat. Kita harus saling mengingatkan satu sama lain bahwa lebih nyaman menggunakan angkutan massal," katanya.
Untuk penerapan sistem ganjil genap sendiri, Udar belum bisa memastikan kapan bisa diterapkan. Yang jelas hingga semuanya siap, termasuk dalam penyediaan angkutan umum yang lebih baik. "Kami masih menunggu kedatangan 684 unit bus Transjakarta untuk memenuhi angkutan massal yang baik," tambahnya
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/03/20/mjydy6-ini-dia-wajah-kemacetan-jakarta-2014
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan meminta, pelaksanaan kebijakan ganjil genap sebaiknya diterapan pada tahun ini. "Jika sistem ganjil genap ini tidak diterapkan sekarang, tahun depan yaitu 2014 Jakarta akan mengalami kemacetan total. Bentuk ganjil genap sebaiknya berdasarkan kawasan bukan koridor dan dilaksanankan purna waktu," ujarnya, saat dialog publik di salah satu hotel di Jakarta Pusat.
Azas memahami penerapan sistem ganjil genap ini bukan perkara gampang, karena diperlukan berbagai persiapan dan kebijakan pendukung. "Ganjil genap diharapkan bukan hanya kebijakan yang bagus di atas kertas, tapi jangan sampai kedodoran dalam implementasi. Sekarang sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan persiapan dan sosialisasi secara gencar kepada publik agar ada kejelasan sistem ganjil genap yang akan dilakukan diterima sebagai informasi resmi masyarakat," pintanya seperti dilansir situs beritajakarta.com.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menginginkan masyarakat mendukung program Pemerintah Provisi DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan dengan penerapan sistem ganjil-genap. "Kita harus mengubah dan mengatur diri kita sendiri, salah satunya dengan membiasakan naik angkutan massal seperti bus Transjakarta. Di sini sangat dibutuhkan kepedulian masyarakat. Kita harus saling mengingatkan satu sama lain bahwa lebih nyaman menggunakan angkutan massal," katanya.
Untuk penerapan sistem ganjil genap sendiri, Udar belum bisa memastikan kapan bisa diterapkan. Yang jelas hingga semuanya siap, termasuk dalam penyediaan angkutan umum yang lebih baik. "Kami masih menunggu kedatangan 684 unit bus Transjakarta untuk memenuhi angkutan massal yang baik," tambahnya
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/03/20/mjydy6-ini-dia-wajah-kemacetan-jakarta-2014
Selasa, 29 Januari 2013
IBM Indonesia dapat Ciptakan Sistem Pengurai Kemacetan Jakarta
Pengelolaan 13 juta kendaraan menjadi tantangan yang besar untuk pemerintah daerah dan pusat
Jakarta - Bagi sebagian besar warga Jakarta - kaya, miskin dan berada diantaranya - lalu lintas merupakan bagian tak terhindarkan dan tidak nyaman bagi hidup di ibukota.
Dengan 10 juta sepeda motor dan 3 juta mobil di jalan-jalan Jakarta, menurut Yoga Adiwinarto dari Institut Transportasi dan Kebijakan Pembangunan, pengelolaan 13 juta kendaraan ini menjadi tantangan yang besar untuk pemerintah daerah dan pusat.
Suryo Suwignjo, Presiden Direktur IBM Indonesia mengatakan dia merupakan salah satu orang yang frustasi dengan jalanan yang padat.
"Sekarang di Jakarta, jarak tidak relevan, waktu tempuh yang lebih relevan. Jika Anda memiliki pertemuan dengan klien pukul 3:00 di Pacific Place, kapan waktu Anda benar-benar berangkat dari kantor? Pada akhirnya Anda bisa menjadi terlalu awal atau sangat terlambat sehingga sangat sulit. Banyak waktu produktif yang dihabiskan di jalan, "kata Suryo dalam sebuah wawancara di kantornya di Jakarta bulan lalu.
Suryo percaya bahwa sekarang mungkin waktu yang tepat untuk ibukota negara keempat di dunia yang paling padat penduduknya untuk mengikuti jejak kota-kota di seluruh dunia dan menerapkan teknologi berbasis sistem untuk memberikan kewenangan kepada mereka yang bertanggung jawab mengelola lalu lintas.
IBM memiliki pengalaman mengembangkan sejumlah sistem disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah yang beragam.
Seperti Proyek It's Smarter Cities Unit's yang dilaksanakan pada tahun 2010 di Rio De Janeiro, di mana sebuah pusat operasi dirancang oleh IBM atas permintaan walikota, Eduardo Paes. Kota kedua terbesar di Brasil, yang bersiap-siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun 2014 dan Olimpiade tahun 2016, itu kini dikoordinasikan oleh ruang kontrol di mana data tentang kondisi yang mempengaruhi kota - seperti cuaca, risiko bencana alam, lalu lintas, kejahatan, dan besar acara seperti pesta besar atau kerusuhan - dikumpulkan dan ditampilkan secara real time.
Informasi ini kemudian dipantau dan diproses oleh pekerja pusat yang bisa berkomunikasi dengan otoritas terkait - membantu dengan respon dan interkoneksi antara lembaga-lembaga publik.
Lebih dekat ke rumah di Asia, di selatan kota Davao phillippine sebuah pusat komando telah dibentuk dengan tujuan keamanan publik meningkat terhadap kecelakaan, banjir, kebakaran, kejahatan dan ancaman lain terhadap keselamatan.
Sementara itu, di Zhenjiang, sebuah kota dari tiga juta penduduk di Cina timur, IBM memasang perangkat lunak yang telah diintegrasikan ke dalam sistem transportasi kota untuk memprediksi kemacetan lalu lintas sebelum mereka terjadi, yang memungkinkan pihak berwenang untuk lebih siap serta memulai jadwal bus baru untuk lebih mencerminkan kali di mana angkutan umum yang paling dibutuhkan.
Infrastruktur Kemitraan IBM dan Knowledge Center memperkirakan bahwa kemacetan lalu lintas di Jakarta membuat hilangnya produktivitas sebanyak Rp12,8 triliun ($1,3 miliar) pada tahun 2012.
Sejumlah sistem yang berbeda dapat disesuaikan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta berdasarkan prioritas pemerintah dan anggaran, menurut Suryo.
Salah satu pilihan langsung akan mengambil keuntungan penuh dari sistem pemantauan sudah diatur di persimpangan paling besar.
"Sekarang, jika Anda memiliki kamera di persimpangan itu, Anda akan dapat melihatnya dari pusat perintah Anda, yang berarti bahwa, jika ada kemacetan lalu lintas, Anda akan tahu," katanya.
"Jika ada kemacetan lalu lintas di persimpangan, semua orang dari arah yang sibuk akan terjebak karena semua arah mendapatkan 60 detik sama lampu hijau. Sebuah sistem yang baik, di bagian paling minimal, akan memungkinkan polisi atau siapa pun mengambil kendali dari sistem lalu lintas untuk mengatakan bahwa, 'Hei antrian di jalan ini sangat panjang jadi saya akan memberi mereka dua menit cahaya hijau dan mengurangi jumlah waktu di hijau untuk jalan-jalan lainnya.'"
Suryo menambahkan bahwa lebih baik akan menggunakan teknologi prediktif untuk menganalisis lalu lintas menuju ke hotspot kemacetan sehingga kemacetan lalu lintas dapat diprediksi. Hal ini akan memungkinkan untuk tindakan pencegahan untuk menghindari kemacetan.
"Pada dasarnya perangkat lunak memprediksi masa depan, tetapi dalam kasus ini adalah masa depan lalu lintas, dan kemudian jika Anda memiliki informasi itu dan menggabungkannya dengan kemampuan Anda untuk menyesuaikan lampu lalu lintas, Anda benar-benar dapat menghindari kemacetan," katanya.
Suryo menegaskan bahwa IBM telah berkonsultasi dengan sejumlah departemen pemerintah yang berbeda pada sistem yang dapat diterapkan di Jakarta, meskipun tidak ada proyek formal direncanakan.
"Kami telah berbagi banyak dengan mereka pada apa yang kita miliki. Semua orang mengakui bahwa ini adalah hal yang baik, tetapi ketika datang untuk menerapkan itu adalah cerita yang berbeda, "katanya.
Suryo menambahkan bahwa sementara satu penghalang mungkin biaya pelaksanaan sistem baru, yang lain adalah kesulitan dari lembaga yang berbeda yang terlibat dalam menjalankan jalan Jakarta koordinasi satu sama lain.
Yoga dari ITDP setuju dan mengatakan bahwa sementara sistem IBM tidak harus dianggap satu-satunya solusi yang layak untuk masalah lalu lintas Jakarta, mereka adalah salah satu cara di mana koordinasi yang lebih bisa ditimbulkan antara instansi pemerintah.
"Paling sering, ini vakum di lembaga tersebut disebabkan oleh prosedur yang ketat dan peraturan yang membatasi mereka melakukan sesuatu di luar tanggung jawab mereka, meskipun mereka tahu masalahnya adalah karena kurangnya staf dan jumlah beban kerja yang ditanggung oleh masing-masing instansi, perbaikan sederhana dengan mudah bisa gagal karena kurangnya komunikasi dan koordinasi antar lembaga, "katanya.
Tampaknya pemerintah Jakarta akhirnya dapat bergerak untuk meningkatkan kerjasama mereka yang bertanggung jawab untuk mengelola lalu lintas kota.
"Untuk memecahkan masalah, kita perlu bekerja pada semua sisi secara bersamaan," kata Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan kepada Jakarta Globe, di Jakarta.
Pristono menjelaskan bahwa Badan Perhubungan DKI Jakarta telah membangun kerjasama yang bagus dengan Polisi Lalu Lintas Jakarta. Mereka akan segera memiliki satu sistem lalu lintas pemantauan bukan dua sistem yang terpisah yang dijalankan oleh Pusat Manajemen Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Sistem Transportasi Cerdas badan transportasi itu.
"Kombinasi dari kedua sistem berharap untuk dapat mengidentifikasi titik-titik kemacetan segera setelah mereka terdeteksi, sehingga personil dari kedua unit dapat bereaksi dengan cepat dan membantu memudahkan aliran lalu lintas," kata Pristono.
Suryo mengatakan kepemimpinan yang kuat akan menjadi penting dalam menyelesaikan kebuntuan lalu lintas Jakarta dan bahwa pemerintahan baru di kota mungkin dapat membuat kemajuan, berkat Gubernur Joko Widodo.
"Mulailah dengan kepemimpinan dan hanya jika Anda memiliki masalah yang dapat diselesaikan. Karena, sama seperti aku ingin mengatakan bahwa teknologi IBM adalah No 1 di sini, apa yang saya katakan adalah bahwa beberapa solusi yang tidak begitu canggih seperti orang berpikir, "katanya.
Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/93855-ibm-indonesia-dapat-ciptakan-sistem-pengurai-kemacetan-jakarta.html
Jakarta - Bagi sebagian besar warga Jakarta - kaya, miskin dan berada diantaranya - lalu lintas merupakan bagian tak terhindarkan dan tidak nyaman bagi hidup di ibukota.
Dengan 10 juta sepeda motor dan 3 juta mobil di jalan-jalan Jakarta, menurut Yoga Adiwinarto dari Institut Transportasi dan Kebijakan Pembangunan, pengelolaan 13 juta kendaraan ini menjadi tantangan yang besar untuk pemerintah daerah dan pusat.
Suryo Suwignjo, Presiden Direktur IBM Indonesia mengatakan dia merupakan salah satu orang yang frustasi dengan jalanan yang padat.
"Sekarang di Jakarta, jarak tidak relevan, waktu tempuh yang lebih relevan. Jika Anda memiliki pertemuan dengan klien pukul 3:00 di Pacific Place, kapan waktu Anda benar-benar berangkat dari kantor? Pada akhirnya Anda bisa menjadi terlalu awal atau sangat terlambat sehingga sangat sulit. Banyak waktu produktif yang dihabiskan di jalan, "kata Suryo dalam sebuah wawancara di kantornya di Jakarta bulan lalu.
Suryo percaya bahwa sekarang mungkin waktu yang tepat untuk ibukota negara keempat di dunia yang paling padat penduduknya untuk mengikuti jejak kota-kota di seluruh dunia dan menerapkan teknologi berbasis sistem untuk memberikan kewenangan kepada mereka yang bertanggung jawab mengelola lalu lintas.
IBM memiliki pengalaman mengembangkan sejumlah sistem disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah yang beragam.
Seperti Proyek It's Smarter Cities Unit's yang dilaksanakan pada tahun 2010 di Rio De Janeiro, di mana sebuah pusat operasi dirancang oleh IBM atas permintaan walikota, Eduardo Paes. Kota kedua terbesar di Brasil, yang bersiap-siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun 2014 dan Olimpiade tahun 2016, itu kini dikoordinasikan oleh ruang kontrol di mana data tentang kondisi yang mempengaruhi kota - seperti cuaca, risiko bencana alam, lalu lintas, kejahatan, dan besar acara seperti pesta besar atau kerusuhan - dikumpulkan dan ditampilkan secara real time.
Informasi ini kemudian dipantau dan diproses oleh pekerja pusat yang bisa berkomunikasi dengan otoritas terkait - membantu dengan respon dan interkoneksi antara lembaga-lembaga publik.
Lebih dekat ke rumah di Asia, di selatan kota Davao phillippine sebuah pusat komando telah dibentuk dengan tujuan keamanan publik meningkat terhadap kecelakaan, banjir, kebakaran, kejahatan dan ancaman lain terhadap keselamatan.
Sementara itu, di Zhenjiang, sebuah kota dari tiga juta penduduk di Cina timur, IBM memasang perangkat lunak yang telah diintegrasikan ke dalam sistem transportasi kota untuk memprediksi kemacetan lalu lintas sebelum mereka terjadi, yang memungkinkan pihak berwenang untuk lebih siap serta memulai jadwal bus baru untuk lebih mencerminkan kali di mana angkutan umum yang paling dibutuhkan.
Infrastruktur Kemitraan IBM dan Knowledge Center memperkirakan bahwa kemacetan lalu lintas di Jakarta membuat hilangnya produktivitas sebanyak Rp12,8 triliun ($1,3 miliar) pada tahun 2012.
Sejumlah sistem yang berbeda dapat disesuaikan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta berdasarkan prioritas pemerintah dan anggaran, menurut Suryo.
Salah satu pilihan langsung akan mengambil keuntungan penuh dari sistem pemantauan sudah diatur di persimpangan paling besar.
"Sekarang, jika Anda memiliki kamera di persimpangan itu, Anda akan dapat melihatnya dari pusat perintah Anda, yang berarti bahwa, jika ada kemacetan lalu lintas, Anda akan tahu," katanya.
"Jika ada kemacetan lalu lintas di persimpangan, semua orang dari arah yang sibuk akan terjebak karena semua arah mendapatkan 60 detik sama lampu hijau. Sebuah sistem yang baik, di bagian paling minimal, akan memungkinkan polisi atau siapa pun mengambil kendali dari sistem lalu lintas untuk mengatakan bahwa, 'Hei antrian di jalan ini sangat panjang jadi saya akan memberi mereka dua menit cahaya hijau dan mengurangi jumlah waktu di hijau untuk jalan-jalan lainnya.'"
Suryo menambahkan bahwa lebih baik akan menggunakan teknologi prediktif untuk menganalisis lalu lintas menuju ke hotspot kemacetan sehingga kemacetan lalu lintas dapat diprediksi. Hal ini akan memungkinkan untuk tindakan pencegahan untuk menghindari kemacetan.
"Pada dasarnya perangkat lunak memprediksi masa depan, tetapi dalam kasus ini adalah masa depan lalu lintas, dan kemudian jika Anda memiliki informasi itu dan menggabungkannya dengan kemampuan Anda untuk menyesuaikan lampu lalu lintas, Anda benar-benar dapat menghindari kemacetan," katanya.
Suryo menegaskan bahwa IBM telah berkonsultasi dengan sejumlah departemen pemerintah yang berbeda pada sistem yang dapat diterapkan di Jakarta, meskipun tidak ada proyek formal direncanakan.
"Kami telah berbagi banyak dengan mereka pada apa yang kita miliki. Semua orang mengakui bahwa ini adalah hal yang baik, tetapi ketika datang untuk menerapkan itu adalah cerita yang berbeda, "katanya.
Suryo menambahkan bahwa sementara satu penghalang mungkin biaya pelaksanaan sistem baru, yang lain adalah kesulitan dari lembaga yang berbeda yang terlibat dalam menjalankan jalan Jakarta koordinasi satu sama lain.
Yoga dari ITDP setuju dan mengatakan bahwa sementara sistem IBM tidak harus dianggap satu-satunya solusi yang layak untuk masalah lalu lintas Jakarta, mereka adalah salah satu cara di mana koordinasi yang lebih bisa ditimbulkan antara instansi pemerintah.
"Paling sering, ini vakum di lembaga tersebut disebabkan oleh prosedur yang ketat dan peraturan yang membatasi mereka melakukan sesuatu di luar tanggung jawab mereka, meskipun mereka tahu masalahnya adalah karena kurangnya staf dan jumlah beban kerja yang ditanggung oleh masing-masing instansi, perbaikan sederhana dengan mudah bisa gagal karena kurangnya komunikasi dan koordinasi antar lembaga, "katanya.
Tampaknya pemerintah Jakarta akhirnya dapat bergerak untuk meningkatkan kerjasama mereka yang bertanggung jawab untuk mengelola lalu lintas kota.
"Untuk memecahkan masalah, kita perlu bekerja pada semua sisi secara bersamaan," kata Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan kepada Jakarta Globe, di Jakarta.
Pristono menjelaskan bahwa Badan Perhubungan DKI Jakarta telah membangun kerjasama yang bagus dengan Polisi Lalu Lintas Jakarta. Mereka akan segera memiliki satu sistem lalu lintas pemantauan bukan dua sistem yang terpisah yang dijalankan oleh Pusat Manajemen Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Sistem Transportasi Cerdas badan transportasi itu.
"Kombinasi dari kedua sistem berharap untuk dapat mengidentifikasi titik-titik kemacetan segera setelah mereka terdeteksi, sehingga personil dari kedua unit dapat bereaksi dengan cepat dan membantu memudahkan aliran lalu lintas," kata Pristono.
Suryo mengatakan kepemimpinan yang kuat akan menjadi penting dalam menyelesaikan kebuntuan lalu lintas Jakarta dan bahwa pemerintahan baru di kota mungkin dapat membuat kemajuan, berkat Gubernur Joko Widodo.
"Mulailah dengan kepemimpinan dan hanya jika Anda memiliki masalah yang dapat diselesaikan. Karena, sama seperti aku ingin mengatakan bahwa teknologi IBM adalah No 1 di sini, apa yang saya katakan adalah bahwa beberapa solusi yang tidak begitu canggih seperti orang berpikir, "katanya.
Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/93855-ibm-indonesia-dapat-ciptakan-sistem-pengurai-kemacetan-jakarta.html
Label:
benar-benar
,
besar
,
ibm
,
jakarta
,
jalan-jalan
,
kemacetan
,
koordinasi
,
kota
,
lalu lintas
,
pemerintah daerah
,
perangkat lunak
,
persimpangan
,
pristono
,
pusat
,
sistem
,
suryo
,
transportasi
Langganan:
Postingan
(
Atom
)