VIVA.co.id - Rabu pagi, 22 April 2015 kondisi jalan Jakarta bak jalur neraka. Dipenuhi kendaraan, suara klakson semakin sering didengar, tak ada ruang untuk bergerak.
Menumpuknya kendaraan ini lantaran polisi menutup jalur utama Jakarta seperti Sudirman, Thamrin dan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Lihat fotonya di sini.
Penutupan ini dikarenakan jalur tersebut harus steril mengingat akan dilintasi kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika di JCC, Senayan.
Jalur tersebut ditutup sejak pukul 07.00 hingga 09.30 WIB. Imbasnya, bukan hanya kemacetan parah, banyak pekerja yang jalurnya ditutup terpaksa berjalan kaki agar bisa sampai ke kantornya.
Penutupan di jalur protokol ini juga bakal berlangsung Rabu sore ini tepatnya pukul 16.30 hingga 19.30 WIB. Jalan ditutup lantaran para tamu negara akan kembali ke tempat penginapan masing-masing.
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/617181-foto--semrawutnya-jalan-jakarta-yang-ditutup-karena-tamu-kaa
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label pukul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pukul. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 April 2015
FOTO: Semrawutnya Jalan Jakarta yang Ditutup karena Tamu KAA
Label:
berjalan kaki
,
dilintasi
,
ditutup
,
imbas
,
jakarta
,
jalur
,
jcc
,
kendaraan
,
kepala negara
,
klakson
,
neraka
,
penutupan
,
pukul
,
rabu
,
rasuna
,
steril
,
tamu negara
,
viva
,
wib
Jumat, 23 Januari 2015
Hujan Deras, Jakarta Utara Dikepung Genangan Banjir
JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1/2015) malam hingga Jumat (23/1/2015) pagi mengakibatkan genangan banjir di sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi yang dilansir TMC Polda Metro Jaya, Jumat dini hari, wilayah yang tergenang dengan ketinggian bervariasi antara 10-50 cm sebagian besar terjadi di wilayah Jakarta Utara.
Berikut lokasi banjir di Jakarta sejak Jumat dini hari:
- Pukul 03.23 banjir 20-30 cm di Jalan Raya Caplin, komplek Taman Asri Ciledug, Tangerang.
- Pukul 03.14 banjir 20-30 cm di sekitar Wisma Gading Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
- Pukul 03.29 banjir 30-50 cm di wilayah Kebon Bawang, Jakarta Utara.
- Pukul 03.32 banjir 35-45 cm di Simpang Lima Jalan Raya Plumpang-Semper, Jakarta Utara. Bagi kendaraan sejenis sedan/sepeda motor disarankan agar tidak melintas.
- Pukul 03.47 banjir 20-30 cm di Komplek ex Gaya Motor Cilincing, Jakarta Utara.
- Pukul 03.48 banjir 30-40 cm di wilayah Warakas, Jakarta Utara.
- Pukul 03.49 banjir 20-30 cm di Jalan Kangkung, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
- Pukul 03.50 banjir 30 cm di Kawasan Kalibaru RT. 001/012 Cilincing, Jakarta Utara.
- Pukul 03.55 banjir di Jalan Tipar Selatan 12, Semper Barat, Jakarta Utara.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/23/07200441/Hujan.Deras.Jakarta.Utara.Dikepung.Genangan.Banjir
Berdasarkan informasi yang dilansir TMC Polda Metro Jaya, Jumat dini hari, wilayah yang tergenang dengan ketinggian bervariasi antara 10-50 cm sebagian besar terjadi di wilayah Jakarta Utara.
Berikut lokasi banjir di Jakarta sejak Jumat dini hari:
- Pukul 03.23 banjir 20-30 cm di Jalan Raya Caplin, komplek Taman Asri Ciledug, Tangerang.
- Pukul 03.14 banjir 20-30 cm di sekitar Wisma Gading Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
- Pukul 03.29 banjir 30-50 cm di wilayah Kebon Bawang, Jakarta Utara.
- Pukul 03.32 banjir 35-45 cm di Simpang Lima Jalan Raya Plumpang-Semper, Jakarta Utara. Bagi kendaraan sejenis sedan/sepeda motor disarankan agar tidak melintas.
- Pukul 03.47 banjir 20-30 cm di Komplek ex Gaya Motor Cilincing, Jakarta Utara.
- Pukul 03.48 banjir 30-40 cm di wilayah Warakas, Jakarta Utara.
- Pukul 03.49 banjir 20-30 cm di Jalan Kangkung, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
- Pukul 03.50 banjir 30 cm di Kawasan Kalibaru RT. 001/012 Cilincing, Jakarta Utara.
- Pukul 03.55 banjir di Jalan Tipar Selatan 12, Semper Barat, Jakarta Utara.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/23/07200441/Hujan.Deras.Jakarta.Utara.Dikepung.Genangan.Banjir
Label:
banjir
,
caplin
,
cilincing
,
cm
,
dini hari
,
hujan deras
,
jakarta
,
jalan raya
,
jumat
,
kalibaru
,
kelapa gading
,
komplek
,
plumpang-semper
,
pukul
,
sepeda motor
,
simpang
,
tipar
,
utara
,
warakas
,
wilayah
Senin, 30 Juni 2014
Polda: Selama Ramadan, Jam Kemacetan Jakarta Berubah
VIVAnews - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan akan terjadi perubahan jam dan lokasi kemacetan selama bulan Ramadan. Ini terjadi karena adanya perubahan jam masuk dan pulang kantor satu jam lebih cepat dari biasanya.
Rikwanto menjelaskan, kemacetan pada pulang kerja akan dimulai pukul 15.30 WIB hingga 19.00 WIB. Polisi, kata Rikwanto, berharap agar pukul 19.30 WIB jalan Ibu Kota sudah mulai lancar.
"Pada Minggu pertama puasa, kemacetan diperkirakan akan parah jelang buka puasa. Biasanya terjadi karena sebagian besar orang ingin berbuka dengan keluarga di rumah," ujar Rikwanto, Senin 30 Juni 2014.
Dia menambahkan, kemacetan saat bulan Ramadan bukan hanya terjadi di ruas arteri dan jalan tol, tetapi juga di setiap masjid. Itu dikarenakan adanya kegiatan salat tarawih.
"Seperti Masjid Istiqlal, Masjid Cut Mutia, Masjid Sunda Kelapa, dan beberapa Masjid lainnya ini akan disiapkan personel untuk mengatur lalu lintas," kata Rikwanto.
Rikwanto memprediksi, selama bulan puasa ini, kepadatan jalan Jakarta akan bertambah sekitar 25 persen dari hari biasanya. Lokasi yang akan menjadi macet berkepanjangan adalah wilayah-wilayah penghubung.
"Seperti akses menuju Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi akan bertambah padat pada malam hari," jelasnya.
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/517195-polda--selama-ramadan--jam-kemacetan-jakarta-berubah
Rikwanto menjelaskan, kemacetan pada pulang kerja akan dimulai pukul 15.30 WIB hingga 19.00 WIB. Polisi, kata Rikwanto, berharap agar pukul 19.30 WIB jalan Ibu Kota sudah mulai lancar.
"Pada Minggu pertama puasa, kemacetan diperkirakan akan parah jelang buka puasa. Biasanya terjadi karena sebagian besar orang ingin berbuka dengan keluarga di rumah," ujar Rikwanto, Senin 30 Juni 2014.
Dia menambahkan, kemacetan saat bulan Ramadan bukan hanya terjadi di ruas arteri dan jalan tol, tetapi juga di setiap masjid. Itu dikarenakan adanya kegiatan salat tarawih.
"Seperti Masjid Istiqlal, Masjid Cut Mutia, Masjid Sunda Kelapa, dan beberapa Masjid lainnya ini akan disiapkan personel untuk mengatur lalu lintas," kata Rikwanto.
Rikwanto memprediksi, selama bulan puasa ini, kepadatan jalan Jakarta akan bertambah sekitar 25 persen dari hari biasanya. Lokasi yang akan menjadi macet berkepanjangan adalah wilayah-wilayah penghubung.
"Seperti akses menuju Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi akan bertambah padat pada malam hari," jelasnya.
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/517195-polda--selama-ramadan--jam-kemacetan-jakarta-berubah
Label:
arteri
,
bulan puasa
,
ibu kota
,
istiqlal
,
jalan tol
,
jam
,
kemacetan
,
lalu lintas
,
lokasi
,
masjid
,
mutia
,
puasa
,
pukul
,
ramadan
,
rikwanto
,
salat tarawih
,
vivanews
,
wib
,
wilayah
Senin, 13 Januari 2014
Banjir Meluas, Jakarta Nyaris Lumpuh
VIVAnews - Perlahan tapi pasti, hujan deras yang menyebabkan genangan air di jalan-jalan Jakarta mulai melumpuhkan arus lalu lintas. Minggu malam, 12 Januari 2014, sejumlah jalan utama di Jakarta sudah tidak dapat dilintasi kendaraan karena tergenang banjir.
Dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui twitter TMC Polda Metro Jaya, diketahui bahwa banjir setinggi 100 cm terjadi di kawasan Jalan Bank, Prapanca, Jakarta Selatan, sejak pukul 21.13 WIB. Semua kendaraan tidak bisa melintasi kawasan ini.'
Terjangan air banjir yang terjadi di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan yang sudah menjadi langganan banjir terus meninggi. Air banjir di kawasan RW 02 sudah lebih dari 1,5 meter.
Sementara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, semua jenis kendaraan juga terpantau tidak dapat melintas di depan Kemchik Jalan Kemang Raya. Air banjir juga sudah mulai masuk ke parkiran basement Tamani Cafe yang juga berada di kawasan Kemang Raya.
Lalu lintas di kawasan Jalan TB Simatupang, sudah tidak dapat dilalui kendaraan sejak pukul 20.00 WIB. Banjir 140 cm terpantau dekat kantor Partai. Lalu lintas dari Pertanian menuju Pasar Rebo terpaksa dialihkan.
Genangan air tinggi juga terjadi di arah sebaliknya. Kendaraan tidak dapat melintasi jalan di sekitar gedung Nestle. Kendaran dari Pasar Rebo menuju Pertanian terpaksa dialihkan melalui jalan tol.
Masih di Jakarta Selatan, sejak pukul 21.15 WIB, akses menuju Jalan Jagakarsa ditutup akibat banjir 20 cm. Aliran air yang deras membuat warga terpaksa menutup jalan tersebut. Banjir dengan tinggi 50 cm bahkan sudah terjadi di kawasan Kebagusan 1, Vila kebagusan Gang Kober sejak sore.
Banjir juga terjadi di depan SPBU Puribeta Ciledug, pengguna jalan diminta agar lebih berhati-hari. Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Swadharma Ulujami yang menyebabkan lalu lintas tersendat.
Sementara di kawasan Bekasi, banjir terjadi di depan pom bensin Duta Kranji, Jalan Raya Bintara. Air banjir juga merendam kawasan Bulevar Hijau Harapan Indah Bekasi. Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Jaka Kencana, Bekasi. Air banjir setinggi 30-40 cm.
Banjir juga melanda kawasan Jalan Swatantra I Jati Asih. Ketinggian air di kawasan ini sekitar 40 cm. Sejak pukul 22.00 WIB, air banjir mulai menggenangi pemukiman warga di Kompleks Depnaker Blok C, Jaka Setia, Bekasi.
Di kawasan Jakarta Timur, banjir melanda daerah Penggilingan Elok, Cakung, Jakarta Timur. Banjir dengan tinggi 50 cm karena luapan sungai juga terjadi di depan pool Blue Bird Hek Jalan Raya Bogor dan berimbas kemacetan lalu lintas.
Banjir sudah merendam pemukiman warga di Jalan Cililitan Kecil I Kramatjati. Hingga malam ini, ketinggian air terus bertambah. Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Pulo. Warga sudah sejak sore mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/472753-banjir-meluas--jakarta-nyaris-lumpuh
Dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui twitter TMC Polda Metro Jaya, diketahui bahwa banjir setinggi 100 cm terjadi di kawasan Jalan Bank, Prapanca, Jakarta Selatan, sejak pukul 21.13 WIB. Semua kendaraan tidak bisa melintasi kawasan ini.'
Terjangan air banjir yang terjadi di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan yang sudah menjadi langganan banjir terus meninggi. Air banjir di kawasan RW 02 sudah lebih dari 1,5 meter.
Sementara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, semua jenis kendaraan juga terpantau tidak dapat melintas di depan Kemchik Jalan Kemang Raya. Air banjir juga sudah mulai masuk ke parkiran basement Tamani Cafe yang juga berada di kawasan Kemang Raya.
Lalu lintas di kawasan Jalan TB Simatupang, sudah tidak dapat dilalui kendaraan sejak pukul 20.00 WIB. Banjir 140 cm terpantau dekat kantor Partai. Lalu lintas dari Pertanian menuju Pasar Rebo terpaksa dialihkan.
Genangan air tinggi juga terjadi di arah sebaliknya. Kendaraan tidak dapat melintasi jalan di sekitar gedung Nestle. Kendaran dari Pasar Rebo menuju Pertanian terpaksa dialihkan melalui jalan tol.
Masih di Jakarta Selatan, sejak pukul 21.15 WIB, akses menuju Jalan Jagakarsa ditutup akibat banjir 20 cm. Aliran air yang deras membuat warga terpaksa menutup jalan tersebut. Banjir dengan tinggi 50 cm bahkan sudah terjadi di kawasan Kebagusan 1, Vila kebagusan Gang Kober sejak sore.
Banjir juga terjadi di depan SPBU Puribeta Ciledug, pengguna jalan diminta agar lebih berhati-hari. Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Swadharma Ulujami yang menyebabkan lalu lintas tersendat.
Sementara di kawasan Bekasi, banjir terjadi di depan pom bensin Duta Kranji, Jalan Raya Bintara. Air banjir juga merendam kawasan Bulevar Hijau Harapan Indah Bekasi. Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Jaka Kencana, Bekasi. Air banjir setinggi 30-40 cm.
Banjir juga melanda kawasan Jalan Swatantra I Jati Asih. Ketinggian air di kawasan ini sekitar 40 cm. Sejak pukul 22.00 WIB, air banjir mulai menggenangi pemukiman warga di Kompleks Depnaker Blok C, Jaka Setia, Bekasi.
Di kawasan Jakarta Timur, banjir melanda daerah Penggilingan Elok, Cakung, Jakarta Timur. Banjir dengan tinggi 50 cm karena luapan sungai juga terjadi di depan pool Blue Bird Hek Jalan Raya Bogor dan berimbas kemacetan lalu lintas.
Banjir sudah merendam pemukiman warga di Jalan Cililitan Kecil I Kramatjati. Hingga malam ini, ketinggian air terus bertambah. Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Pulo. Warga sudah sejak sore mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/472753-banjir-meluas--jakarta-nyaris-lumpuh
Kamis, 02 Januari 2014
Liputan6.com, Jakarta : Sampah berserakan usai perayaan malam Tahun Baru di Jakarta Night Festival (JNF). Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin mengungkapkan bahwa sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 150 ton, setelah dikumpulkan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, lokasi JNF.
"Yang acara JNF sampahnya mencapai 150 ton," kata Unu saat dihubungi, Jakarta, Rabu (1/1/2014).
Ia mengatakan petugas sampah mulai membersihkan kawasan JNF sejak pukul 02.00 WIB. Ditargetkan, pembersihan dapat selesai pukul 06.00 WIB, namun pelaksanaannya molor hingga pukul 09.00 WIB. Hal itu dikarenakan hujan yang terus mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi.
"Khusus untuk Jakarta Night Festival di Sudirman - Thamrin, petugas yang dikerahkan sebanyak 330 orang yang ditambah 20 orang pengawas. Kemudian disediakan pula 22 truk sampah, 4 street sweeper, dan 32 gerobak motor untuk proses pembersihan," kata Unu.
Total petugas kebersihan yang diturunkan untuk membersihkan sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 1.299 orang. Mereka ditempatkan di 6 titik, diantaranya di kawasan Monas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, Taman Fatahillah-Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan (TMR) dan Sudirman-MH Thamrin.
"Tapi kalau sampah dari 5 wilayah belum masuk ke TPST Bantar Gebang, jadi jumlah keseluruhan masih belum diketahui. Sekarang masih didata total sampahnya," ujarnya.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/789406/sampah-jakarta-night-festival-mencapai-150-ton
"Yang acara JNF sampahnya mencapai 150 ton," kata Unu saat dihubungi, Jakarta, Rabu (1/1/2014).
Ia mengatakan petugas sampah mulai membersihkan kawasan JNF sejak pukul 02.00 WIB. Ditargetkan, pembersihan dapat selesai pukul 06.00 WIB, namun pelaksanaannya molor hingga pukul 09.00 WIB. Hal itu dikarenakan hujan yang terus mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi.
"Khusus untuk Jakarta Night Festival di Sudirman - Thamrin, petugas yang dikerahkan sebanyak 330 orang yang ditambah 20 orang pengawas. Kemudian disediakan pula 22 truk sampah, 4 street sweeper, dan 32 gerobak motor untuk proses pembersihan," kata Unu.
Total petugas kebersihan yang diturunkan untuk membersihkan sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 1.299 orang. Mereka ditempatkan di 6 titik, diantaranya di kawasan Monas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, Taman Fatahillah-Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan (TMR) dan Sudirman-MH Thamrin.
"Tapi kalau sampah dari 5 wilayah belum masuk ke TPST Bantar Gebang, jadi jumlah keseluruhan masih belum diketahui. Sekarang masih didata total sampahnya," ujarnya.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/789406/sampah-jakarta-night-festival-mencapai-150-ton
Label:
diperbaiki
,
festival
,
gara-gara
,
jakarta
,
jnf
,
jokowi
,
kebersihan
,
malam
,
night
,
pembersihan
,
perayaan
,
petugas
,
pukul
,
sampah
,
tahun baru
,
taman
,
thamrin
,
unu
,
wib
Rabu, 09 Oktober 2013
Tangkap Basah Pembuang Sampah, Satpol PP Menyamar
JAKARTA, KOMPAS.com — Ada saja cara petugas Satpol PP Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara, agar warga tidak sembarangan membuang sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Caranya, mereka menyamar, mengawasi dari jarak 10-20 meter dari lokasi, dan membawa kamera.
Kepala Satuan Petugas Satpol PP Kelurahan Kebon Bawang Solihin mengatakan, di setiap titik TPS liar, ditempatkan dua petugas Satpol PP. Selain bersembunyi di antara pepohonan dan warung rokok, para petugas itu juga melakukan patroli.
"Petugas yang sudah dibekali kamera tak hanya diam di satu tempat, tapi mereka juga mobile dan mengenakan pakaian bebas. Ini dilakukan untuk melancarkan aksi penyamaran," ujar Solihin saat dihubungi, Selasa, (8/10/2013).
Solihin mengatakan, petugas biasanya sudah mengetahui tanda-tanda warga yang hendak membuang sampah di TPS liar. Biasanya, kata dia, warga yang mau membuang sampah membawa kantong plastik ukuran sedang maupun besar. Biasanya, plastik itu diikat kuat supaya sampahnya tak berserakan.
Ketika mengetahui gerak-gerik warga yang hendak membuang sampah, kata Solihin, petugas kemudian sedikit mendekatinya. Hingga akhirnya, warga kedapatan membuang sampah, petugas langsung menangkap bersama barang bukti berupa sampah.
"Setelah tertangkap tangan, mereka kita beri teguran dan diperingatkan bahwa tak boleh buang sampah di sini," ujar Solihin.
Solihin menuturkan, bukan hanya pejalan kaki yang membuang sampah di lokasi itu, melainkan juga pengendara motor. Namun, untuk menangkap pelaku pembuang sampah yang menggunakan sepeda motor, petugas juga mencegatnya saat hendak kabur.
Solihin menjelaskan, dari ketiga titik tersebut, biasanya warga membuang sampah di waktu tertentu. Misalnya, di TPS liar yang di depan Puskesmas Kecamatan Tanjungpriok, warga rentan membuang sampah pada pukul 22.00-02.00, jembatan Jalan Bugis pada pukul 17.00-22.00, dan Saringan Kali Swasembada pukul 04.00-10.00.
Tindakan yang diambil oleh aparat Kelurahan Kebon Bawang rupanya tak sepenuhnya didukung oleh warganya. Rahmat (23), warga Swasembada X Kelurahan Kebon Bawang, menyebut hal itu hanya menimbulkan rasa malu bagi warga yang melanggar.
"Kalau ada cara lain, yah kan bisa dilakukan. Cari cara yang lebih elegan kan ada. Misalnya, petugas terus melakukan sosialisasi dan memasang spanduk. Bila perlu, kirimkan petugas untuk menjaganya," kata Rahmat
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/08/1846356/Tangkap.Basah.Pembuang.Sampah.Satpol.PP.Menyamar
Kepala Satuan Petugas Satpol PP Kelurahan Kebon Bawang Solihin mengatakan, di setiap titik TPS liar, ditempatkan dua petugas Satpol PP. Selain bersembunyi di antara pepohonan dan warung rokok, para petugas itu juga melakukan patroli.
"Petugas yang sudah dibekali kamera tak hanya diam di satu tempat, tapi mereka juga mobile dan mengenakan pakaian bebas. Ini dilakukan untuk melancarkan aksi penyamaran," ujar Solihin saat dihubungi, Selasa, (8/10/2013).
Solihin mengatakan, petugas biasanya sudah mengetahui tanda-tanda warga yang hendak membuang sampah di TPS liar. Biasanya, kata dia, warga yang mau membuang sampah membawa kantong plastik ukuran sedang maupun besar. Biasanya, plastik itu diikat kuat supaya sampahnya tak berserakan.
Ketika mengetahui gerak-gerik warga yang hendak membuang sampah, kata Solihin, petugas kemudian sedikit mendekatinya. Hingga akhirnya, warga kedapatan membuang sampah, petugas langsung menangkap bersama barang bukti berupa sampah.
"Setelah tertangkap tangan, mereka kita beri teguran dan diperingatkan bahwa tak boleh buang sampah di sini," ujar Solihin.
Solihin menuturkan, bukan hanya pejalan kaki yang membuang sampah di lokasi itu, melainkan juga pengendara motor. Namun, untuk menangkap pelaku pembuang sampah yang menggunakan sepeda motor, petugas juga mencegatnya saat hendak kabur.
Solihin menjelaskan, dari ketiga titik tersebut, biasanya warga membuang sampah di waktu tertentu. Misalnya, di TPS liar yang di depan Puskesmas Kecamatan Tanjungpriok, warga rentan membuang sampah pada pukul 22.00-02.00, jembatan Jalan Bugis pada pukul 17.00-22.00, dan Saringan Kali Swasembada pukul 04.00-10.00.
Tindakan yang diambil oleh aparat Kelurahan Kebon Bawang rupanya tak sepenuhnya didukung oleh warganya. Rahmat (23), warga Swasembada X Kelurahan Kebon Bawang, menyebut hal itu hanya menimbulkan rasa malu bagi warga yang melanggar.
"Kalau ada cara lain, yah kan bisa dilakukan. Cari cara yang lebih elegan kan ada. Misalnya, petugas terus melakukan sosialisasi dan memasang spanduk. Bila perlu, kirimkan petugas untuk menjaganya," kata Rahmat
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/08/1846356/Tangkap.Basah.Pembuang.Sampah.Satpol.PP.Menyamar
Rabu, 10 Juli 2013
Puasa, Macet di Jakarta Maju Satu Jam
TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian memprediksi arus kemacetan di Jakarta maju satu jam pada Ramadan tahun ini. Hal ini diprediksi karena adanya aturan pemerintah yang memangkas jam kerja selama Ramadan.
"(Kemacetan) maju satu jam selama bulan puasa," ujar juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, saat dihubungi Tempo, Selasa, 9 Juli 2013. Kemacetan di Jakarta pada bulan puasa diprediksi mulai pukul 16.00 WIB. Pada bulan-bulan sebelumnya, kemacetan baru mulai parah sejak pukul 17.00 WIB.
"Jam enam sore, jalanan lancar. Bertepatan dengan waktu berbuka," ujarnya. Ia menyatakan, dalam beberapa hari pertama puasa, tak ada rekayasa arus lalu lintas karena pola macet hanya berubah waktunya.
Pada pertengahan puasa, polisi akan mewaspadai kemacetan di sejumlah tempat makan dan restoran. Sebab, saat-saat itu mulai banyak digelar acara buka puasa bersama. Pada akhir bulan puasa, kemacetan yang perlu diantisipasi adalah di pusat perbelanjaan. "Setiap tahun seperti ini, petugas akan turun untuk mengurai kemacetan," ujarnya.
Di beberapa instansi pemerintah, jam kerja pegawai dipangkas. Contohnya bagi PNS di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jam kerja hanya berlaku hingga pukul 15.00 WIB. Hal ini menyesuaikan dengan Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 7 Tahun 2013. "Hanya tujuh jam kerja, kecuali Jumat pulang pukul 15.30 WIB," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Made Karmayoga saat dihubungi.
Sumber : http://ramadan.tempo.co/read/news/2013/07/09/151494808/Puasa-Macet-di-Jakarta-Maju-Satu-Jam
"(Kemacetan) maju satu jam selama bulan puasa," ujar juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, saat dihubungi Tempo, Selasa, 9 Juli 2013. Kemacetan di Jakarta pada bulan puasa diprediksi mulai pukul 16.00 WIB. Pada bulan-bulan sebelumnya, kemacetan baru mulai parah sejak pukul 17.00 WIB.
"Jam enam sore, jalanan lancar. Bertepatan dengan waktu berbuka," ujarnya. Ia menyatakan, dalam beberapa hari pertama puasa, tak ada rekayasa arus lalu lintas karena pola macet hanya berubah waktunya.
Pada pertengahan puasa, polisi akan mewaspadai kemacetan di sejumlah tempat makan dan restoran. Sebab, saat-saat itu mulai banyak digelar acara buka puasa bersama. Pada akhir bulan puasa, kemacetan yang perlu diantisipasi adalah di pusat perbelanjaan. "Setiap tahun seperti ini, petugas akan turun untuk mengurai kemacetan," ujarnya.
Di beberapa instansi pemerintah, jam kerja pegawai dipangkas. Contohnya bagi PNS di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jam kerja hanya berlaku hingga pukul 15.00 WIB. Hal ini menyesuaikan dengan Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 7 Tahun 2013. "Hanya tujuh jam kerja, kecuali Jumat pulang pukul 15.30 WIB," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Made Karmayoga saat dihubungi.
Sumber : http://ramadan.tempo.co/read/news/2013/07/09/151494808/Puasa-Macet-di-Jakarta-Maju-Satu-Jam
Label:
bulan puasa
,
bulan-bulan
,
diprediksi
,
dki
,
jakarta
,
jam
,
jam kerja
,
juru bicara
,
kemacetan
,
maju
,
pemerintah
,
puasa
,
pukul
,
ramadan
,
rikwanto
,
saat-saat
,
surat edaran
,
tempo
Senin, 13 Mei 2013
Katulampa Siaga III, Banjir Kembali Ancam Jakarta
INILAH.COM, Bogor - Hujan deras yang menguyur kawasan Puncak dan Bogor, Jawa Barat, membuat ketinggian permukaan air di Bendung Katulampa mengalami peningkatan.
"Ketinggian air baru naik sekitar pukul 17.15 WIB setinggi 100 centimeter, statusnya siaga tiga," kata Kepala Pelaksana Harian Bendung Katulampa, Andi Sudirman.
Andi mengatakan, hujan deras mengguyur wilayah Puncak sekitar pukul 15.00 WIB. Selama kurang lebih dua jam air kiriman dari wilayah Puncak seperti Taman Wisata Matahari telah sampai di Bendung Katulampa.
Menurutnya, kemungkinan ada penambahan air namun tidak terlalu besar karena hingga pukul 17.35 WIB hujan sudah mereda, sedangkan air kiriman dari Puncak juga sudah sampai di Katulampa.
Hujan lebat disertai petir yang melanda Kota dan Kabupaten Bogor selain menyebabkan naiknya volume permukaan air, juga menyebabkan listrik di wilayah Bendung Katulampa padam. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas petugas di Bendung Katulampa dalam memonitor ketinggian air menjadi terganggu.
"Informasinya gardu listrik untuk wilayah Katulampa yang ada di Tol Jagorawi kesambar petir, jadi lampu di wilayah Bendung Katulampa padam semua," kata Andi.
Andi menyebutkan, akibat padamnya aliran listrik di sekitar wilayah Bendung Katulampa, pihaknya tidak bisa memonitor dan melaporkan ketinggian air ke wilayah Depok dan Manggarai.
Menurut Andi, pihak PLN telah turun melakukan perbaikan listrik yang padam di wilayah Bendung Katulampa dengan memperbaiki gardu yang ada di dekat Tol Jagorawi. Untuk mengiformasikan ketinggian air, pihak Bendung Katulampa hanya mengandalkan telepon seluler dan pesan singkat.
"Kami tidak bisa menyiarkan ketinggian air lewat radio, karena semua yang berhubungan dengan listrik tidak bisa menyala. Hanya lewat telepon sama SMS aja bisa laporan," tandasnya.
Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1987833/katulampa-siaga-iii-banjir-kembali-ancam-jakarta#.UZCJVaJTCBx
"Ketinggian air baru naik sekitar pukul 17.15 WIB setinggi 100 centimeter, statusnya siaga tiga," kata Kepala Pelaksana Harian Bendung Katulampa, Andi Sudirman.
Andi mengatakan, hujan deras mengguyur wilayah Puncak sekitar pukul 15.00 WIB. Selama kurang lebih dua jam air kiriman dari wilayah Puncak seperti Taman Wisata Matahari telah sampai di Bendung Katulampa.
Menurutnya, kemungkinan ada penambahan air namun tidak terlalu besar karena hingga pukul 17.35 WIB hujan sudah mereda, sedangkan air kiriman dari Puncak juga sudah sampai di Katulampa.
Hujan lebat disertai petir yang melanda Kota dan Kabupaten Bogor selain menyebabkan naiknya volume permukaan air, juga menyebabkan listrik di wilayah Bendung Katulampa padam. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas petugas di Bendung Katulampa dalam memonitor ketinggian air menjadi terganggu.
"Informasinya gardu listrik untuk wilayah Katulampa yang ada di Tol Jagorawi kesambar petir, jadi lampu di wilayah Bendung Katulampa padam semua," kata Andi.
Andi menyebutkan, akibat padamnya aliran listrik di sekitar wilayah Bendung Katulampa, pihaknya tidak bisa memonitor dan melaporkan ketinggian air ke wilayah Depok dan Manggarai.
Menurut Andi, pihak PLN telah turun melakukan perbaikan listrik yang padam di wilayah Bendung Katulampa dengan memperbaiki gardu yang ada di dekat Tol Jagorawi. Untuk mengiformasikan ketinggian air, pihak Bendung Katulampa hanya mengandalkan telepon seluler dan pesan singkat.
"Kami tidak bisa menyiarkan ketinggian air lewat radio, karena semua yang berhubungan dengan listrik tidak bisa menyala. Hanya lewat telepon sama SMS aja bisa laporan," tandasnya.
Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1987833/katulampa-siaga-iii-banjir-kembali-ancam-jakarta#.UZCJVaJTCBx
Label:
air
,
bendung
,
bogor
,
gardu
,
hujan deras
,
jagoraw
,
katulampa
,
ketinggian
,
kiriman
,
listrik
,
padam
,
permukaan
,
petir
,
pukul
,
puncak
,
tol
,
wilayah
Jumat, 19 April 2013
Kemacetan Lalu Lintas Jakarta, Sampai Kapan?
Liputan6.com, Citizen6, Jakarta: Dulu hujan identik dengan romantisme. Ketika titik-titik hujan bertemu dengan sinar matahari terjcipta pelangi. Indah dah menimbulkan kekaguman. Sampai sekarang tak ada yang menolak keindahan warna-warna pelangi.
Namun di Jakarta hujan adalah petaka. Apalagi ketika hujan turun tepat jam pulang kerja. Kemacetan Jakarta yang selama ini selalu dikeluhkan makin “sempurna”. Waktu tempuh yang biasanya maksimal satu jam bisa molor sampai tiga jam.
Berikut beberapa kesaksian macetnya Jakarta ketika hujan Rabu (17/04/2013).
Andaru Amanda ( karyawan di Jakarta selatan)
Laki-laki single ini, seperti mayoritas karyawan di Jakarta yang sudah hafal kebiasaan Jakarta yang sehari-harinya macet, apalagi ketika hujan seperti malam itu. Ia sengaja menunda pulangnya sampai pukul 20:30 wib. Sambil menunggu hujan ia berkumpul dengan koleganya di warung kopi.
Namun dugaannya sungguh keliru. Jam-jam itu,rute jalan yang biasa ia lalui ternyata masih macet. Dari kantornya yang di daerah sudirman, ia akan melewati Kemang, Warung Buncit, Pasar Minggu menuju arah Cibubur, Jakarta Timur. Kemacetan di awali di daerah kemang. Lalu Warung Buncit menuju Pasar Minggu macet.
Puncaknya ketika sampai di jalan TB Simatupang, tepatnya di depan Rancho. Arus lalulintas macet total karena ada banjir. Andaru kesal karena perjalanannya terhalang oleh pengendara yang akan melakukan putar balik. Meski ia mengendarai motor, tak ada celah agar menerobos lalu lintas yang super padat itu. Dan ia baru berhasil sampai rumahnya setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam. Padahal pada hari-hari biasa, waktu tempuhnya rata-rata hanya 90 menit.
Maria Flora ( Karyawan Swasta, di sekitaran Senayan)
Hari itu waktu telah menunjukkan 17.45 WIB. Saya bersiap pulang ke Depok meski harus menerobos hujan. Sesampainya di Blok-M, hujan mulai sedikit reda. Namun 30 menit kemudian, hujan turun dengan derasnya disertai angin besar dan petir. Meskipun sudah memakai payung, hujan yang dibarengi dengan angin kencang itu membuat sebagian baju saya basah kuyup karenanya.
Kira-kira waktu menunjukkan pukul 19.15 WIB, perjalanan baru mencapai Blok-M. Beruntung arus lalu lintas dari Blok-M menuju Lapangan Blok S tidak terlalu padat. Ini anomali. Menuju perempatan lampu merah Mampang Prapatan, hujan turun dengan lebatnya. Terlihat banyak orang yang berlari-larian menyetop mobil meskipun sudah penuh.
Malam itu perjalanan dari Mampang Prapatan sampai Pasar Minggu perlu waktu sekitar 2 jam-an. Di tengah hujan itu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara keras. Awalnya saya pikir, itu suara grup marching band sedang latihan, tapi apa itu mungkin di tengah-tengah hujan deras? Lalu saya coba bertanya kepada sang kernet. Bang itu suara apaan sih? Sang kernet menjawab, "Itu bu, ada yang ngamen". Benar saja, dari jendela mobil 75 saya melihat sekelompok anak muda yang usianya kira-kira 17 hingga 20an sedang menyanyikan salah satu lagu dari grup band Peewee Gaskins.
Peristiwa ini cukup menghibur para pedagang dan pejalan kaki yang hendak pulang ke rumahnya masing-masing. Rasa kantuk dan stres berat akibat bermacet-macetan di jalan ditambah hujan, sedikit membuat mereka terhibur. Salut buat ke 4 anak muda ini yang masih mengamen walaupun hujan saat itu sedang turun dengan derasnya.
Singkatnya saya sampai rumah pukul 23:00 wib. Dari senayan menuju Depok diperlukan waktu 4 jam-an, biasanya hanya 2 jam.
Irawan Diki (Karyawan Tinggal di Rempoa)
Laki-laki pekerja di daerah Sudirman, Jakarta Pusat ini keluar dari mal sekitar pukul 20:30 wib. Tampak antrean panjang orang-orang yang menunggu taksi malam itu. Tak sabar, ia keluar dari antrean dan menuju ke jalan setelah mengajak seorang pengojek payung agar tak kebasahan.
Celaka, tak ada taksi yang kosong jam segitu. Begitu ada yang lewat semua lampu atasnya mati, taksi sudah terisi. Namun ia belum menyerah. Di tengah rintik huja, ia berteduh di halte bersama para penjual otak-otak dan peneduh lain.
Setelah sekian lama, ada juga taksi yang lewat, namun tak ada yang mau berhenti. Kenapa tak dimatikan saja kalau memang tak mau mencari penumpang? Laki-laki single ini terselamatkan oleh angkutan umum. Beruntung ia memperoleh tempat duduk. Setelah sempat tertidur, sampai rumah pukul 23:30 Wib. Perjalanan pulangnya malam ini ke Rempoa, Jaksel memerlukan waktu 3 jaman. Padahal sebenarnya kalau tidak macet bisa ditempuh dengan waktu 15 menit. "Sampai kapan kemacetan Jakarta?" Begitu ia menuliskan di status twitternya. (Karmin Winarta/Mar)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/564696/kemacetan-lalu-lintas-jakarta-sampai-kapan
Namun di Jakarta hujan adalah petaka. Apalagi ketika hujan turun tepat jam pulang kerja. Kemacetan Jakarta yang selama ini selalu dikeluhkan makin “sempurna”. Waktu tempuh yang biasanya maksimal satu jam bisa molor sampai tiga jam.
Berikut beberapa kesaksian macetnya Jakarta ketika hujan Rabu (17/04/2013).
Andaru Amanda ( karyawan di Jakarta selatan)
Laki-laki single ini, seperti mayoritas karyawan di Jakarta yang sudah hafal kebiasaan Jakarta yang sehari-harinya macet, apalagi ketika hujan seperti malam itu. Ia sengaja menunda pulangnya sampai pukul 20:30 wib. Sambil menunggu hujan ia berkumpul dengan koleganya di warung kopi.
Namun dugaannya sungguh keliru. Jam-jam itu,rute jalan yang biasa ia lalui ternyata masih macet. Dari kantornya yang di daerah sudirman, ia akan melewati Kemang, Warung Buncit, Pasar Minggu menuju arah Cibubur, Jakarta Timur. Kemacetan di awali di daerah kemang. Lalu Warung Buncit menuju Pasar Minggu macet.
Puncaknya ketika sampai di jalan TB Simatupang, tepatnya di depan Rancho. Arus lalulintas macet total karena ada banjir. Andaru kesal karena perjalanannya terhalang oleh pengendara yang akan melakukan putar balik. Meski ia mengendarai motor, tak ada celah agar menerobos lalu lintas yang super padat itu. Dan ia baru berhasil sampai rumahnya setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam. Padahal pada hari-hari biasa, waktu tempuhnya rata-rata hanya 90 menit.
Maria Flora ( Karyawan Swasta, di sekitaran Senayan)
Hari itu waktu telah menunjukkan 17.45 WIB. Saya bersiap pulang ke Depok meski harus menerobos hujan. Sesampainya di Blok-M, hujan mulai sedikit reda. Namun 30 menit kemudian, hujan turun dengan derasnya disertai angin besar dan petir. Meskipun sudah memakai payung, hujan yang dibarengi dengan angin kencang itu membuat sebagian baju saya basah kuyup karenanya.
Kira-kira waktu menunjukkan pukul 19.15 WIB, perjalanan baru mencapai Blok-M. Beruntung arus lalu lintas dari Blok-M menuju Lapangan Blok S tidak terlalu padat. Ini anomali. Menuju perempatan lampu merah Mampang Prapatan, hujan turun dengan lebatnya. Terlihat banyak orang yang berlari-larian menyetop mobil meskipun sudah penuh.
Malam itu perjalanan dari Mampang Prapatan sampai Pasar Minggu perlu waktu sekitar 2 jam-an. Di tengah hujan itu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara keras. Awalnya saya pikir, itu suara grup marching band sedang latihan, tapi apa itu mungkin di tengah-tengah hujan deras? Lalu saya coba bertanya kepada sang kernet. Bang itu suara apaan sih? Sang kernet menjawab, "Itu bu, ada yang ngamen". Benar saja, dari jendela mobil 75 saya melihat sekelompok anak muda yang usianya kira-kira 17 hingga 20an sedang menyanyikan salah satu lagu dari grup band Peewee Gaskins.
Peristiwa ini cukup menghibur para pedagang dan pejalan kaki yang hendak pulang ke rumahnya masing-masing. Rasa kantuk dan stres berat akibat bermacet-macetan di jalan ditambah hujan, sedikit membuat mereka terhibur. Salut buat ke 4 anak muda ini yang masih mengamen walaupun hujan saat itu sedang turun dengan derasnya.
Singkatnya saya sampai rumah pukul 23:00 wib. Dari senayan menuju Depok diperlukan waktu 4 jam-an, biasanya hanya 2 jam.
Irawan Diki (Karyawan Tinggal di Rempoa)
Laki-laki pekerja di daerah Sudirman, Jakarta Pusat ini keluar dari mal sekitar pukul 20:30 wib. Tampak antrean panjang orang-orang yang menunggu taksi malam itu. Tak sabar, ia keluar dari antrean dan menuju ke jalan setelah mengajak seorang pengojek payung agar tak kebasahan.
Celaka, tak ada taksi yang kosong jam segitu. Begitu ada yang lewat semua lampu atasnya mati, taksi sudah terisi. Namun ia belum menyerah. Di tengah rintik huja, ia berteduh di halte bersama para penjual otak-otak dan peneduh lain.
Setelah sekian lama, ada juga taksi yang lewat, namun tak ada yang mau berhenti. Kenapa tak dimatikan saja kalau memang tak mau mencari penumpang? Laki-laki single ini terselamatkan oleh angkutan umum. Beruntung ia memperoleh tempat duduk. Setelah sempat tertidur, sampai rumah pukul 23:30 Wib. Perjalanan pulangnya malam ini ke Rempoa, Jaksel memerlukan waktu 3 jaman. Padahal sebenarnya kalau tidak macet bisa ditempuh dengan waktu 15 menit. "Sampai kapan kemacetan Jakarta?" Begitu ia menuliskan di status twitternya. (Karmin Winarta/Mar)
Sumber : http://news.liputan6.com/read/564696/kemacetan-lalu-lintas-jakarta-sampai-kapan
Jumat, 01 Februari 2013
Katulampa Siaga II, Awas Jakarta Terancam Banjir Lagi !
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ibukota DKI Jakarta kembali mendapat ancaman banjir kiriman. Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengingatkan, Bendung Katulampa Bogor kini dalam kondisi siaga II.
"Pada pukul 17.00 WIB, tinggi muka air di Katulampa Bogor naik hingga 160 cm dan masuk dalam Siaga II. Dengan ketinggian air terse but maka banjir dapat menggenangi permukiman warga Jakarta di bantaran sungai Ciliwung hilir," tulis Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan yang diterima Tribunnews.com, Kamis (31/3/2013).
Jika terjadi Banjir, Sutopo menyebutkan bahwa banjir tidak akan setinggi 15 Januari lalu. "Pada pukul 18.00 WIB, tinggi muka air Katulampa sudah turun menjadi 130 cm (Siaga III)," lanjut Sutopo.
Terkait hal tersebut Kepala BPBD DKI Jakarta telah menyampaikan informasi ke semua Kepala SKPD di DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah antisipasinya.
Kepala Sat Pol PP, Ka Din Damkar PB,Kesehatan, Sosial,PU,Kebersihan, Industri Energi,Taman Makam, Pehubungan, Pendidikan,OR Pemuda diminta kesiapsiagaannya dan mendekatkan personil, logistik, peralatan dilokasi rawan banjir. Yakni di Kelurahan Cililitan, Cawang, Bidaracina, Kampung Melayu,Pejaten Timur, Rawajati, Pengadegan, Kebon Baru, Bukitduri
"Diprediksi, kawasan tersebut akan menerima banjir dalam waktu 9-12 jam kemudian, atau sekitar Jumat (1/2) pukul 02.00-05.00 WIb.
Sementara itu, sungai-sungai lain masih Siaga IV atau normal berdasarkan data BNPB hingga pukul 18:00 WIB:
-Angke Hulu 90 cm (siaga IV);
-Pesanggrahan 60 cm (siaga IV);
-Krukut Hulu 70 cm (siaga IV);
-Katulampa. 130 cm (siaga III)
-Depok 120 cm (siaga IV);
-Manggarai 680 cm (siaga IV);
-Cipinang Hulu 75 cm (siaga IV);
-Sunter Hulu 50 cm (siaga IV);
-Karet 390 cm (siaga IV);
-Pulogadung 360 cm (siaga IV);
-Pasar Ikan 145 cm (siaga IV),
-Waduk Pluit -15 cm
BMKG memprediksikan hingga seminggu mendatang curah hujan di Jakarta akan meningkat dan berpeluang terjadi hujan lebat. "Masyarakat Jakarta dihimbau waspada dari ancaman banjir hingga Maret mendatang," jelas Sutopo.
Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/31/katulampa-siaga-ii-awas-jakarta-terancam-banjir-lagi-
"Pada pukul 17.00 WIB, tinggi muka air di Katulampa Bogor naik hingga 160 cm dan masuk dalam Siaga II. Dengan ketinggian air terse but maka banjir dapat menggenangi permukiman warga Jakarta di bantaran sungai Ciliwung hilir," tulis Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan yang diterima Tribunnews.com, Kamis (31/3/2013).
Jika terjadi Banjir, Sutopo menyebutkan bahwa banjir tidak akan setinggi 15 Januari lalu. "Pada pukul 18.00 WIB, tinggi muka air Katulampa sudah turun menjadi 130 cm (Siaga III)," lanjut Sutopo.
Terkait hal tersebut Kepala BPBD DKI Jakarta telah menyampaikan informasi ke semua Kepala SKPD di DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah antisipasinya.
Kepala Sat Pol PP, Ka Din Damkar PB,Kesehatan, Sosial,PU,Kebersihan, Industri Energi,Taman Makam, Pehubungan, Pendidikan,OR Pemuda diminta kesiapsiagaannya dan mendekatkan personil, logistik, peralatan dilokasi rawan banjir. Yakni di Kelurahan Cililitan, Cawang, Bidaracina, Kampung Melayu,Pejaten Timur, Rawajati, Pengadegan, Kebon Baru, Bukitduri
"Diprediksi, kawasan tersebut akan menerima banjir dalam waktu 9-12 jam kemudian, atau sekitar Jumat (1/2) pukul 02.00-05.00 WIb.
Sementara itu, sungai-sungai lain masih Siaga IV atau normal berdasarkan data BNPB hingga pukul 18:00 WIB:
-Angke Hulu 90 cm (siaga IV);
-Pesanggrahan 60 cm (siaga IV);
-Krukut Hulu 70 cm (siaga IV);
-Katulampa. 130 cm (siaga III)
-Depok 120 cm (siaga IV);
-Manggarai 680 cm (siaga IV);
-Cipinang Hulu 75 cm (siaga IV);
-Sunter Hulu 50 cm (siaga IV);
-Karet 390 cm (siaga IV);
-Pulogadung 360 cm (siaga IV);
-Pasar Ikan 145 cm (siaga IV),
-Waduk Pluit -15 cm
BMKG memprediksikan hingga seminggu mendatang curah hujan di Jakarta akan meningkat dan berpeluang terjadi hujan lebat. "Masyarakat Jakarta dihimbau waspada dari ancaman banjir hingga Maret mendatang," jelas Sutopo.
Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/31/katulampa-siaga-ii-awas-jakarta-terancam-banjir-lagi-
Kamis, 06 Desember 2012
Lalin Jakarta Macet Parah, Perlu 1,5 Jam untuk Tempuh 4,5 KM
Jakarta - Kemacetan lalu lintas di kawasan segitiga emas Jakarta berdampak pada jalan-jalan lainnya. Lalin Buncit-Mampang, Jakarta Selatan, termasuk yang mengalami kemacetan luar biasa. Kendaraan hanya bergerak seperti keong, perlu waktu 1,5 jam untuk menempuh jarak yang hanya 4,5 KM.
Pengalaman ini dialami oleh Budi, seorang eksekutif di Jakarta. "Gila, dari Buncit pukul 11.00 WIB, sampai sekarang baru sampai perempatan Mampang," kata Budi kepada detikcom sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (5/12/2012). Budi akan menuju Hotel Kartika Chandra di Jl. Gatot Subroto.
Selepas perempatan Mampang, arus lalu lintas di Jl. Gatot Subroto, dari arah Pancoran menuju Semanggi, tampak lancar. Sementara arus sebaliknya dari Semanggi menuju Pancoran mampet. "Sekarang, saya terkena kemacetan lagi di Semanggi. Ini tidak bergerak sama sekali," kata Budi saat tiba di Semanggi pukul 12.45 WIB.
Kemacetan di Buncit-Mampang ini dampak dari aksi demonstrasi para buruh di depan Kedubes Malaysia di Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Meski demonstrasi buruh sudah bubar sejak pukul 12.00 WIB, namun dampak kemacetan masih terjadi. Di Jl HR Rasuna Said yang mengarah dari Mampang menuju Menteng juga terlihat kemacetan yang luar biasa.
Ribuan buruh yang berdemonstrasi di Bundaran HI dan melakukan long march menuju Istana Merdeka juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas di Jl Thamrin dan Jl Sudirman. Dampak kemacetan lalin ini juga terasa hingga kawasan Semanggi, Jl Gatot Subroto, Jl S Parman, dan jalan-jalan lain di sekitarnya.
Sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/05/131016/2109966/10/lalin-jakarta-macet-parah-perlu-15-jam-untuk-tempuh-45-km?9922032
Pengalaman ini dialami oleh Budi, seorang eksekutif di Jakarta. "Gila, dari Buncit pukul 11.00 WIB, sampai sekarang baru sampai perempatan Mampang," kata Budi kepada detikcom sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (5/12/2012). Budi akan menuju Hotel Kartika Chandra di Jl. Gatot Subroto.
Selepas perempatan Mampang, arus lalu lintas di Jl. Gatot Subroto, dari arah Pancoran menuju Semanggi, tampak lancar. Sementara arus sebaliknya dari Semanggi menuju Pancoran mampet. "Sekarang, saya terkena kemacetan lagi di Semanggi. Ini tidak bergerak sama sekali," kata Budi saat tiba di Semanggi pukul 12.45 WIB.
Kemacetan di Buncit-Mampang ini dampak dari aksi demonstrasi para buruh di depan Kedubes Malaysia di Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Meski demonstrasi buruh sudah bubar sejak pukul 12.00 WIB, namun dampak kemacetan masih terjadi. Di Jl HR Rasuna Said yang mengarah dari Mampang menuju Menteng juga terlihat kemacetan yang luar biasa.
Ribuan buruh yang berdemonstrasi di Bundaran HI dan melakukan long march menuju Istana Merdeka juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas di Jl Thamrin dan Jl Sudirman. Dampak kemacetan lalin ini juga terasa hingga kawasan Semanggi, Jl Gatot Subroto, Jl S Parman, dan jalan-jalan lain di sekitarnya.
Sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/05/131016/2109966/10/lalin-jakarta-macet-parah-perlu-15-jam-untuk-tempuh-45-km?9922032
Label:
budi
,
buncit-mampang
,
dampak
,
demonstrasi
,
gatot
,
jakarta
,
jalan-jalan
,
jl
,
kemacetan
,
lalin
,
lalu lintas
,
mampang
,
pancoran
,
pukul
,
rasuna
,
semanggi
,
subroto
Jumat, 23 November 2012
Kemacetan Jakarta Semakin Parah
INILAH.COM, Jakarta - Kemacetan di jalan Ibu Kota semakin parah. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono mengatakan, belakangan ini kemacetan di Ibukota telah beralih waktu. Saat ini kemacetan sudah mulai terjadi sejak siang hari.
Menurut Wahyono, jika sebelumnya kemacetan terjadi pada jam pulang kerja namun petugas saat ini mulai mengatur lalu lintas sejak pukul 14.00 WIB. "Sebelumnya itu pukul 15.00 WIB petugas mengatur lalulintas untuk melerai kemacetan, namun ada perubahan waktu tugas satu jam," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Ia melanjutkan, hal utama penyebab kemacetan tersebut dikarenakan semakin tingginya jumlah kendaraan dan tidak sesuai dengan pertumbungan jalan. Wahyono mencontohkan, jika tahun lalu pukul 21.00 WIB kemacetan sudah dapat dilerai, namun saat ini baru pukul 22.00 WIB atau lebih baru bisa dilerai.
Selain itu, hari yang biasanya terjadi puncak kemacetan juga berubah diantaranya menjadi hari Rabu dan hari Jumat. Wahyono menjelaskan, hari Rabu dimana perputaran keuangan meningkat sehingga aktivitas orang yang menggunakan jalan juga mengalami peningkatan. Sedangkan, pada hari Jumat itu biasanya pegawai swasta yang bekerja 5 hari barulah sudah mulai meningkat aktivitasnya dengan liburan sehabis pulang kerja.
"Sehingga hari Jumat ada peningkatan jumlah peningkatan terlebih yang rumahnya di luar Jakarta pasti pulangnya mingguan juga. Maka disitulah puncaknya," jelas Wahyono.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berlomba agar batasan akhir angkutan berat masuk ke kota sudah bebas dari kendaraan karena nanti semakin parah dimana truk sudah masuk dan jalanan belum lancar.[bay]
Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1929461/kemacetan-jakarta-semakin-parah
Menurut Wahyono, jika sebelumnya kemacetan terjadi pada jam pulang kerja namun petugas saat ini mulai mengatur lalu lintas sejak pukul 14.00 WIB. "Sebelumnya itu pukul 15.00 WIB petugas mengatur lalulintas untuk melerai kemacetan, namun ada perubahan waktu tugas satu jam," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Ia melanjutkan, hal utama penyebab kemacetan tersebut dikarenakan semakin tingginya jumlah kendaraan dan tidak sesuai dengan pertumbungan jalan. Wahyono mencontohkan, jika tahun lalu pukul 21.00 WIB kemacetan sudah dapat dilerai, namun saat ini baru pukul 22.00 WIB atau lebih baru bisa dilerai.
Selain itu, hari yang biasanya terjadi puncak kemacetan juga berubah diantaranya menjadi hari Rabu dan hari Jumat. Wahyono menjelaskan, hari Rabu dimana perputaran keuangan meningkat sehingga aktivitas orang yang menggunakan jalan juga mengalami peningkatan. Sedangkan, pada hari Jumat itu biasanya pegawai swasta yang bekerja 5 hari barulah sudah mulai meningkat aktivitasnya dengan liburan sehabis pulang kerja.
"Sehingga hari Jumat ada peningkatan jumlah peningkatan terlebih yang rumahnya di luar Jakarta pasti pulangnya mingguan juga. Maka disitulah puncaknya," jelas Wahyono.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berlomba agar batasan akhir angkutan berat masuk ke kota sudah bebas dari kendaraan karena nanti semakin parah dimana truk sudah masuk dan jalanan belum lancar.[bay]
Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1929461/kemacetan-jakarta-semakin-parah
Label:
aktivitas
,
bay
,
biasa
,
jakarta
,
jalan
,
jam
,
jumat
,
kemacetan
,
kendaraan
,
parah
,
peningkatan
,
pertumbungan
,
petugas
,
pukul
,
puncak
,
siang hari
,
wahyono
Rabu, 14 November 2012
Alternatif Pembatasan Kendaraan di Ibu Kota
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono mengungkapkan, ada beberapa rencana kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno terkait lalu lintas di wilayah Ibu Kota. Wahyono mengungkapkan, rencana kebijakan tersebut meliputi bidang sarana dan prasarana. Salah satunya adalah penetapan jalan berbayar elektronik atau Electronic Route Pricing (ERP) yang memungkinkan pemgemudi melakukan pembayaran secara elektronik.
"Untuk ERP koridor hukumnya sedang dibahas. Piranti lunaknya juga sedang disiapkan," jelas Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/11/12).
Ia juga menakankan, perlunya penataan ruang, seperti pelarangan parkir on the street pada jam-jam 3 in 1. "Parkir on the street sudah dilarang karena menghambat kelancaran lalu lintas," katanya.
Adapun, untuk pembatasan kendaraan bermotor, Wahyono mengatakan bahwa produsen tidak bisa dilarang untuk memproduksi mobil. Namun, yang bisa dilakukan adalah membatasi penggunaan kendaraan di jalan. Ia mengungkapkan, ada beberapa konsep pembatasan penggunaan kendaraan. Alternatif pertama adalah pembatasan tahun kendaraan.
"Misalnya, kendaraan yang sudah berusia 10 tahun sudah tidak boleh berproduksi," ujar Wahyono.
Kedua, pelarangan mobil untuk digunakan berdasarkan gelap-terang warna mobil atau genap-ganjil nomor pelat kendaraan. Akan tetapi, mana yang akan diterapkan, diserahkan pada keputusan Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya. Sementara, mengenai wacana tilang elektronik, Wahyono menyatakan bahwa kajian yuridis untuk kebijakan tersebut sudah selesai.
"Alat sudah datang, kita tunggu surat edaran MA bahwa tilang elektronik ini diakui secara yuridis," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa UU No. 22 tahun 2009 sudah mengizinkan ada alat bukti teknologi. Polisi juga akan menambah personel yang bertugas di jam-jam macet. Tahun lalu, kata Wahyono, penambahan personel dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Saat ini, pukul 14.00, sudah dikerahkan jumlah polisi yang lebih banyak untuk mengatur arus lalu lintas. Waktu terurainya kemacetan juga mundur, dari sebelumnya pukul 21.00 menjadi pukul 22.00 WIB.
Adapun, puncak kepadatan lalu lintas terjadi pada hari Rabu dan Jumat. Penyebabnya adalah perputaranya keuangan yang meningkat, sehingga aktivitas lalu lintas turut meningkat.
"Pada hari Jumat, pegawai swasta dan PNS sudah bekerja selama 5 hari, berimbas pada meningkatnya aktivitasnya pada Jumat sore untuk liburan maupun pulang kerja," katanya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/13/04574831/Alternatif.Pembatasan.Kendaraan.di.Ibu.Kota
"Untuk ERP koridor hukumnya sedang dibahas. Piranti lunaknya juga sedang disiapkan," jelas Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/11/12).
Ia juga menakankan, perlunya penataan ruang, seperti pelarangan parkir on the street pada jam-jam 3 in 1. "Parkir on the street sudah dilarang karena menghambat kelancaran lalu lintas," katanya.
Adapun, untuk pembatasan kendaraan bermotor, Wahyono mengatakan bahwa produsen tidak bisa dilarang untuk memproduksi mobil. Namun, yang bisa dilakukan adalah membatasi penggunaan kendaraan di jalan. Ia mengungkapkan, ada beberapa konsep pembatasan penggunaan kendaraan. Alternatif pertama adalah pembatasan tahun kendaraan.
"Misalnya, kendaraan yang sudah berusia 10 tahun sudah tidak boleh berproduksi," ujar Wahyono.
Kedua, pelarangan mobil untuk digunakan berdasarkan gelap-terang warna mobil atau genap-ganjil nomor pelat kendaraan. Akan tetapi, mana yang akan diterapkan, diserahkan pada keputusan Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya. Sementara, mengenai wacana tilang elektronik, Wahyono menyatakan bahwa kajian yuridis untuk kebijakan tersebut sudah selesai.
"Alat sudah datang, kita tunggu surat edaran MA bahwa tilang elektronik ini diakui secara yuridis," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa UU No. 22 tahun 2009 sudah mengizinkan ada alat bukti teknologi. Polisi juga akan menambah personel yang bertugas di jam-jam macet. Tahun lalu, kata Wahyono, penambahan personel dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Saat ini, pukul 14.00, sudah dikerahkan jumlah polisi yang lebih banyak untuk mengatur arus lalu lintas. Waktu terurainya kemacetan juga mundur, dari sebelumnya pukul 21.00 menjadi pukul 22.00 WIB.
Adapun, puncak kepadatan lalu lintas terjadi pada hari Rabu dan Jumat. Penyebabnya adalah perputaranya keuangan yang meningkat, sehingga aktivitas lalu lintas turut meningkat.
"Pada hari Jumat, pegawai swasta dan PNS sudah bekerja selama 5 hari, berimbas pada meningkatnya aktivitasnya pada Jumat sore untuk liburan maupun pulang kerja," katanya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/13/04574831/Alternatif.Pembatasan.Kendaraan.di.Ibu.Kota
Label:
elektronik
,
erp
,
jam-jam
,
jaya
,
jumat
,
kebijakan
,
kendaraan
,
lalu lintas
,
metro
,
mobil
,
on
,
pelarangan
,
pembatasan
,
pukul
,
street
,
tilang
,
wahyono
,
yuridis
Selasa, 13 November 2012
Macet di Jakarta Bertambah 2 Jam
JAKARTA - Kemacetan lalu lintas di Jakarta terasa semakin parah. Kepolisian mengakui jika waktu kemacetan di Ibu Kota pada 2012 ini bertambah dua jam dibandingkan tahun lalu.
“Setahun lalu jam 15.00 WIB baru kita tambah kekuatan, sekarang jam 14.00 WIB,” kata Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Artinya kemacetan terjadi satu jam lebih cepat. Tahun lalu, kemacetan sudah bisa terurai sekira pukul 21.00 WIB. Kini baru sekira 22.00 WIB. Target harus bisa mengurai kemacetan sekira pukul 21.00 WIB karena petugas berkejaran dengan waktu operasional angkutan berat sekira pukul 22.00 WIB.
“Karena kalau jam segitu belum terurai bentrok dengan waktu operasional truk macetnya akan makin parah,” ungkapnya.
Macet akan makin parah pada setiap Rabu dan Jumat. Analisa kepolisian, karena Rabu perputaran keuangan menigkat dibandingkan hari lainnya. Sehingga aktifitas di jalan juga meningkat.
Pada Jumat, riuh arus lalu lintas di Jakarta juga semakin menjadi. Beberapa warga memilih hari Jumat untuk pergi liburan ke luar kota atau pulang ke kampung halaman. “Yang rumahnya di daerah kerjanya di Jakarta, Jumat sore banyak yang pulang,” pungkasnya.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/11/12/500/717224/macet-di-jakarta-bertambah-2-jam
“Setahun lalu jam 15.00 WIB baru kita tambah kekuatan, sekarang jam 14.00 WIB,” kata Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Artinya kemacetan terjadi satu jam lebih cepat. Tahun lalu, kemacetan sudah bisa terurai sekira pukul 21.00 WIB. Kini baru sekira 22.00 WIB. Target harus bisa mengurai kemacetan sekira pukul 21.00 WIB karena petugas berkejaran dengan waktu operasional angkutan berat sekira pukul 22.00 WIB.
“Karena kalau jam segitu belum terurai bentrok dengan waktu operasional truk macetnya akan makin parah,” ungkapnya.
Macet akan makin parah pada setiap Rabu dan Jumat. Analisa kepolisian, karena Rabu perputaran keuangan menigkat dibandingkan hari lainnya. Sehingga aktifitas di jalan juga meningkat.
Pada Jumat, riuh arus lalu lintas di Jakarta juga semakin menjadi. Beberapa warga memilih hari Jumat untuk pergi liburan ke luar kota atau pulang ke kampung halaman. “Yang rumahnya di daerah kerjanya di Jakarta, Jumat sore banyak yang pulang,” pungkasnya.
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/11/12/500/717224/macet-di-jakarta-bertambah-2-jam
Label:
jakarta
,
jam
,
jaya
,
jumat
,
kemacetan
,
kepolisian
,
macet
,
metro
,
operasional
,
parah
,
pukul
,
sekira
,
terurai
,
wadirlantas
Langganan:
Postingan
(
Atom
)