Tampilkan postingan dengan label lebak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2015

Antareja Menembus Bumi Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Antareja memang istimewa. Sebagai putra dari Bimasena, ia memiliki ajian yang mampu mengusir pasukan Kurawa, musuh dari Pandawa.

Dalam kisah pewayangan, Antareja merupakan saudara dari Gatotkaca, namun berbeda ibu. Ia lahir dari perut Nagagini, putri Batara Anantaboga, dewa bangsa ular.

Sebagai putra dari Bima dan Nagagini, Antareja menyimpan banyak kesaktian. Ia memiliki ajian Upas Anta, pemberian Hyang Anantaboga. Lidahnya sangat sakti, makhluk apapun yang dijilat bekas telapak kakinya akan menemui kematian.

Anatareja juga berkulit Napakawaca sehingga kebal terhadap senjata. Selain itu, ia memiliki cincin Mustikabumi, pemberian ibunya, yang mempunyai kesaktian, menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi maupun tanah.

Kesaktian lain dari Antareja adalah dapat hidup dan berjalan di dalam bumi. Cerita pewayangan mengenai Antareja inilah yang mengilhami Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menamakan bor raksasa yang melubangi Jalan Sudirman, Jakarta.

Bor yang merupakan bagian dari proyek pembuatan jalur terowongan untuk fase pertama proyek Mass Rapid Transit, MRT Jakarta.

"Kamu harusnya ngerti. Coba tanya ke yang ngerti pewayangan, siapa Antareja, yang jago ambles bumi ya Antareja itu," kata Jokowi saat meresmikan beroperasinya mesin bor bawah tanah yang didatangkan langsung dari Jepang tersebut, Senin 21 September 2015.

Bor ini sebenarnya telah tiba di Jakarta pada Mei 2015. Namun belum semuanya, masih ada potongan lain yang dalam tahap pengiriman. Secara teknis, bor Antareja baru bisa dirakit pada Agustus lalu hingga akhirnya selesai dan langsung dioperasikan pada 21 September kemarin.

‎Antareja akan melubangi jalur terowongan untuk fase pertama proyek MRT Jakarta. Fase pertama adalah jalur dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Dari jalur sepanjang 16 kilometer itu, 6 kilometer merupakan terowongan bawah tanah dan 10 kilometer merupakan jalan layang. Untuk fase 2, dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 9 kilometer berupa terowongan.

Pada lubang sedalam 12 meter di dekat Patung Pemuda, mesin bor mulai beroperasi. Nantinya posisi bor menghadap ke arah Jalan Sudirman, sedangkan ekor bor sepanjang 80 meter lebih akan memanjang di bawah Patung Pemuda hingga Jalan Sisingamangaraja.

Antareja memiliki diameter luar 6,65 meter dan diameter dalam 6,05 meter. Mata bornya memiliki panjang hampir 10 meter, sedangkan ekornya sepanjang 80 meter lebih.

Mesin bor itu memiliki pisau bor yang dirancang khusus dan disesuaikan dengan kondisi tanah di lokasi proyek. Karena itu, mesin bor senilai hampir Rp 70 miliar per satu unit ini hanya bisa dioperasikan untuk proyek tertentu.

Seperti cerita dalam pewayangan, Antareja cukup sakti sehingga tak memerlukan istirahat. Bor ini akan bekerja 24 jam. Di mesin pengendali bor akan ada tiga orang yang mengoperasikan bor secara terkomputerisasi. Dalam 24 jam, terowongan yang digali dan diselesaikan sepanjang sekitar 8-10 meter.‎

Proyek MRT Jakarta rencananya akan membentang kurang lebih 110,8 kilometer, yang terdiri dari Koridor Selatan- Utara yaitu koridor Lebak Bulus menuju Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ±23.8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih 87 kilometer.

Proyek MRT ini adalah proyek bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) juga ikut mendukungnya.

Dukungan JICA diberikan dalam bentuk penyediaan dana pembangunan dalam bentuk pinjaman. JICA menyiapkan pinjaman US$ 1,9 miliar atau setara dengan Rp 27,55 triliun (estimasi kurs Rp 14.500 per dolar AS).

"Komitmen pinjaman proyek MRT sendiri senilai US$ 1,9 miliar, tapi angka itu masih bisa bergerak tergantung keperluan," papar Wakil Presiden JICA, Arakawa Hiroto beberapa waktu lalu.

Hadirnya MRT di Jakarta ini sangat membantu perekonomian nasional. pembangunannya, Proyek MRT mampu menciptakan sekitar 48.000 pekerjaan baru saat periode pengerjaannya.

Dalam situs jakartamrt.com, adanya MRT tersebut juga bisa menurunkan waktu tempuh dan meningkatkan mobilitas. Waktu tempuh antara Lebak Bulus sampai Bundaran HI diharapkan turun dari 1-2 jam pada jam-jam sibuk menjadi 30 menit. Sedangkan dari Lebak Bulus sampai Kampung Bandan target waktu tempuh sekitar 52,5 menit.

Penurunan waktu tempuh ini akan meningkatkan mobilitas warga Jakarta. Meningkatnya mobilitas warga kota ini memberikan dampak kepada peningkatan dan pertumbuhan ekonomi kota, dan meningkatkan kualitas hidup warga kota.

MRT tersebut juga bisa mendorong restorasi tata ruang kota. Integrasi transit-urban diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada area sekitar stasiun, sehingga dapat berdampak langsung kepada peningkatan jumlah penumpang MRT Jakarta.

Anggota Komisi V DPR RI, Nusyirwan Soejono menjelaskan, langkah Jokowi menggolkan proyek MRT patut diapresiasi.

"Ini sebuah langkah berani mengingat proyek MRT telah masuk dalam tata ruang Pemda DKI Jakarta sejak 1985. Namun tak pernah dimulai. Setelah melalui penantian panjang sekitar 25 tahun lamanya, hari ini kereta bawah tanah dimulai pengeborannya oleh Presiden Jokowi," kata Nusyirwan.

Menurut dia, transportasi publik menjadi kebutuhan yang sangat mendesak apalagi di tengah perkembangan ibu kota saat ini. Jadi proyek MRT bersama program kereta rel ringan atau light rail transit (LRT) yang juga dalam tahap pelaksanaan bisa menjadi solusi.

"Memang sangat banyak tantangan dan kendala yang dihadapi untuk memulai pekerjaan yang berlabel transportasi publik. Baik itu menyangkut soal lahan, pembiayaan dan administrasi yang rumit. Begitu lamanya rentang waktu sejak proyek MRT dalam rancangan tata ruang Pemda DKI Jakarta hingga sekarang baru bisa proyek tersebut bisa dijalankan," papar Nusyirwan.

Pembangunan MRT ini bukan perkara mudah. Banyak tentangan dari masyarakat, terutama pemilik lahan yang digunakan untuk jalur MRT tersebut. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, sampai Agustus 2015, tinggal 16 persen lahan yang akan digunakan sebagai jalur MRT yang belum dibebaskan.

Menurut Ahok, dalam pembebasan lahan untuk MRT tersebut, pemerintah DKI Jakarta berpegang pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pembebasan Lahan.

Langkah yang harus dilewati adalah melakukan negosiasi dahulu untuk mendapatkan kesepakatan. Pemerintah harus menawarkan harga appraisal.

"Bagi kami sederhana, kita datangin satu, dua, tiga kali, kalau tidak mau, ya sudah. Kalau sama kami, baik-baik sajalah," kata dia.

Sebelumnya memang sempat terjadi tentangan dari beberapa warga. Pada 2013 lalu, warga jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, menolak pembangunan proyek MRT layang.

Pengamat perkotaan Nirwono Joga menjelaskan, protes warga terhadap pembangunan transportasi MRT lebih disebabkan karena analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek yang buruk.

"Sekarang, kalau amdalnya sudah bagus, pasti tidak ada resistensi dari warga Fatmawati. Faktanya, hingga pembangunannya diresmikan, masih muncul protes warga," ujarnya.

Menurut Nirwono, amdal tidak hanya meliputi masalah lingkungan, tapi juga meliputi masalah sosial-ekonomi warga yang tinggal di area pembangunan MRT.

"Pedoman dalam membuat Amdal ada tiga, yaitu ekologi, sosial, dan ekonomi. Jika memenuhi tiga unsur ini, artinya pembangunan proyek pembangunan itu berkelanjutan. Kalau tiga hal tadi tidak ada, pembangunan tidak berkelanjutan," kata Nirwono.

Karena itu, dengan munculnya protes warga Fatmawati terhadap pembangunan jalan layang MRT yang melewati pemukiman mereka menandakan, amdal proyek MRT tidak siap dan belum memenuhi standar pembuatan Amdal.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/2327970/antareja-menembus-bumi-jakarta

Kamis, 09 Oktober 2014

Rute MRT Bisa Diperpanjang hingga Depok atau Bintaro

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, jalur mass rapid transit (MRT) yang menghubungkan rute Lebak Bulus-Kampung Bandan masih bisa diperpanjang hingga ke luar kota, seperti ke Bintaro atau Depok.

"Jadi, jalur MRT selatan ke utara itu dibangun fleksibel. Kalau ada yang meminta ditambah panjang rutenya, ya bisa-bisa saja. Bisa saja dari Lebak Bulus ditambah sampai ke Bintaro atau ke Depok. Kita siap," kata Dono di Balaikota Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Meski demikian, Dono menyatakan, sampai saat ini PT MRT masih fokus untuk membangun rute Lebak Bulus-Kampung Bandan. Ditargetkan, ruas Lebak Bulus-Bundaran HI mulai beroperasi pada 2017, sementara ruas Bundaran HI-Kampung Bandan pada 2020.

"Jadi (jalur MRT) kalau mau disambung ke mana saja masih bisa. Namun, kami masih fokus menyelesaikan Lebak Bulus-Kampung Bandan, apalagi kan kita ini tergolong telat (membangun MRT)," ujar Dono.

Sebagai informasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah beberapa kali menyatakan bahwa rute MRT Lebak Bulus-Kampung Bandan terlalu pendek karena hanya melayani dalam kota Jakarta. Ia menilai, seharusnya rute MRT bisa melayani hingga kota-kota penyangga.

Menurut Ahok, apabila jalur MRT dapat melayani sampai kota-kota penyangga, maka kemacetan akan semakin berkurang. Sebab, banyak warga Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Depok yang bekerja di Jakarta.

"Seharusnya, MRT itu jalurnya bisa sampai Bogor dan Bekasi karena jalur yang sedang dibangun sekarang tanggung banget, hanya sampai Lebak Bulus," ujar Ahok.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/08/18035651/Rute.MRT.Bisa.Diperpanjang.Hingga.Depok.atau.Bintaro

Selasa, 07 Januari 2014

Jokowi Tunda Penutupan Terminal Lebak Bulus

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menunda penutupan Terminal Antarkota Antarprovinsi Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Senin (6/1/2014). Ia tidak dapat memastikan waktu yang tepat untuk menutup terminal tersebut. "Enggak tahu, mungkin satu-dua hari ini," kata Jokowi, Senin sore.

Jokowi enggan menyebutkan alasan penundaan penutupan tersebut. Hari ini ratusan karyawan perusahaan otobus dan warga sekitar terminal itu berunjuk rasa menuntut solusi bagi pekerjaan mereka apabila terminal itu jadi ditutup pada Senin malam nanti. Jokowi berharap, dalam waktu dekat ini kondisi terminal tersebut berangsur kondusif.

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Udar Pristono mengatakan, penutupan Terminal AKAP Lebak Bulus sangat berpengaruh dengan kelanjutan pembangunan depo mass rapid transit (MRT). Jika penutupan terminal ditunda, maka pelaksanaan proyek MRT pun tertunda.

"Proyek MRT ini kan besar, triliunan, jadi tidak bisa dilambat-lambatkan seperti itu, pasti rugi, maka akan dilanjutkan," ujarnya.

Kendati demikian, Pristono juga tidak dapat memastikan kapan Dishub DKI dapat menutup terminal tersebut secara permanen. Dishub DKI juga tidak bisa memenuhi permintaan pengunjuk rasa di terminal itu, yakni menunda penutupan hingga setelah perayaan hari raya Idul Fitri 2014.

Dishub DKI telah menetapkan pemindahan rute bus AKAP Lebak Bulus ke Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Pulogadung. "Sekalian penataan, jurusan Sumatera di Kalideres, Jawa Barat di Kampung Rambutan, Jawa Tengah dan Timur di Pulogadung. Nanti dari Pulogadung dipindahkan ke Pulogebang," kata Pristono.

Penutupan Terminal AKAP Lebak Bulus dilakukan untuk mendukung pembangunan MRT. Rencana penutupan terminal itu mendapat tentangan dari karyawan perusahaan bus dan warga yang mencari nafkah di terminal tersebut. Sejak 1 Januari 2014 hingga Senin pagi ini, sopir bus dan warga berunjuk rasa di dalam terminal tersebut.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/01/06/1934323/Jokowi.Tunda.Penutupan.Terminal.Lebak.Bulus

Jumat, 11 Oktober 2013

Proyek Pembangunan MRT Jakarta Resmi Dimulai

JAKARTA — Gubernur Jakarta Joko Widodo meresmikan pembangunan awal stasiun kereta transportasi massal cepat (MRT) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Kereta tersebut akan menghubungkan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Blok M hingga Lebak Bulus. Rencananya pemerintah Jakarta akan membangun proyek MRT lanjutan yang menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta.

Proyek MRT tahap satu ini menyerap biaya sekitar Rp 20 triliun yang merupakan pinjaman dari lembaga keuangan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang dicicil selama sekitar 40 tahun.

Menurut Direktur Utama PT. MRT, Dono Bustami, proyek MRT tahap satu ini mencakup pembangunan enam stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Hal ini, ujarnya, merupakan proyek besar karena pertama kali terjadi di Indonesia sehingga memerlukan dukungan masyarakat.

“Konstruksi dimulai hari ini akan berlangsung hingga awal 2018. Total panjang jalur MRT Jakarta tahap satu nantinya sekitar 16 kilometer dengan jalur layang sekitar 10 kilometer, dan jalur bawah tanah sekitar 6 kilometer. Pekerjaan yang sangat besar, pengalaman pertama untuk kita semua,” ujarnya.

Menurut Gubernur Joko, dimulainya pembangunan proyek MRT tahap satu sekaligus membuktikan impian masyarakat akhirnya terwujud.

“(Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai,” ujarnya.

“Saya hanya titip sosialisasi kemacetan pada warga ini selalu diberikan setiap hari karena jelas bahwa ini akan menimbulkan tambahan kemacetan di DKI Jakarta. Sosialisasi mengenai gaya hidup untuk masuk ke transportasi massal utamanya MRT ini sudah dimulai dari sekarang sehingga jika nanti MRT jadi, orang sudah bisa masuk berbondong-bondong ingin menggunakan MRT dan meninggalkan mobil-mobil pribadi.”

Dalam kesempatan sama, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinov Chaniago mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta harus dapat memastikan proyek MRT dikerjakan secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat.

Sosialisasi dampak dari proses pembangunan proyek MRT, penggunaan anggaran secara efisien dan transparan juga harus dilakukan seluruh pihak yang terkait dalam pembangunan proyek MRT, ujarnya.

“Sejauhmana bisa memberikan manfaat optimalnya, ketika dikerjakan efisien cepat selesai kemudian tidak menimbulkan dampak-dampak yang melampaui, yang tidak bisa ditoleransi. Bahwa setiap proyek publik itu menimbulkan dampak-dampak teknis, lingkungan sementara, iya pasti. Nah, sekarang bagaimana mengendalikan itu,” ujarnya.

“Tapi kalau untuk proyek yang besar seperti ini, multi tahun begini memang tentu agak menganggu aktivitas yang lain. Masyarakat harus paham dan sabar, harus mau bertoleransi mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, mengurangi pergerakan yang nggak perlu. Kemudian tidak memunculkan biaya-biaya tak terduga, namanya proyek publik harus transparan, harus akuntabel.”

Selain mampu menampung sekitar 1.500 orang per lima menit, kereta MRT ini diperkirakan mampu menempuh rute Lebak Bulus hingga kawasan Bundaran Hotel Indonesia hanya dalam waktu 30 menit.

Sumber : http://www.voaindonesia.com/content/article/1766755.html

Selasa, 07 Mei 2013

MRT Jakarta Akan Dibangun Tengah Malam

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menghindari kemacetan selama proses pembangunan transportasi cepat massal atau MRT Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia, pembangunan megaproyek tersebut akan dilakukan pada tengah malam.

"Pengerjaan serta loading barang material akan dilakukan pada malam hari pukul 23.00 WIB hingga 06.00 WIB," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dalam acara pengarahan camat di Aula Balai Agung, Balaikota Jakarta, Senin (6/5/2013).

Pristono mengatakan, pembangunan megaproyek tahap pertama yang menelan dana 125 miliar yen tersebut tidak akan memakan lajur jalan yang ada sehingga potensi kemacetan dapat diminimalisasi. Hanya saja, lanjutnya, pembangunan MRT diperkirakan memakan sedikit lajur jalan.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan TMC (Traffic Management Center). Jadi, nantinya tetap ada empat lajur di jalan yang sedang dibangun, tapi lebarnya lebih sempit," ujarnya.

Proyek pembangunan transportasi massal berbasis rel itu diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beserta pemenang tender di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013). Pembangunan MRT akan dilakukan dalam tiga paket. Dua paket pembangunan dilaksanakan di Dukuh Atas hingga Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan, dan satu paket lain dari Bundaran HI hingga Dukuh Atas.

Pembangunan itu akan dilakukan oleh kontraktor pemenang tender, yakni Wijaya Karya dan Shimizu, Jaya Konstruksi dan Obayashi, serta Hutama Karya dan Sumitomo Mitsui Construction Company. Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan dibangun sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/06/15360217/MRT.Jakarta.Akan.Dibangun.Tengah.Malam

Jumat, 03 Mei 2013

Gong! Akhirnya Pembangunan MRT Dimulai

Jakarta, GATRAnews - Setelah molor tanpa kejelasan selama 24 tahun, akhirnya pembangunan megaproyek moda transportasi massal atau mass rapid transit (MRT) diresmikan pembangunannya. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) memukul gong tanda sebagai tanda dimulainya pembangunan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kamis (2/5) sore.

Dalam sambutannya, Jokowi menuturkan proyek yang dicanang jauh sebelum dirinya menjabat ini telah sudah ditunggu masyarakat ibu kota. Warga ibu kota kini lega karena proyek yang mangkrak hampir 2,5 dekade tersebut akhirnya dimulai juga. "Setelah ditunggu dan direncanakan selama 24 tahun, dengan seizin Allah SWT, pada sore hari ini saya nyatakan pembangunan MRT Jakarta dimulai," ucap Jokowi sambil memukul gong.

MRT yang baru saja diresmikan Jokowi merupakan tahap I, Lebak Bulus - Bundaran HI sepanjang 15,2 km. Terdiri dari dua bagian yaitu 9,2 km jalan layang dan 6 km berupa terowongan bawah tanah. Mantan Wali Kota Surakarta ini mempersilahkan para pemenang tander MRT tahap I untuk sesegara mungkin melakukan kewajiban. Pemprov DKI Jakarta menginginkan agar megaproyek yang menelan biaya triliunan rupiah tersebut secepat mungkin dikerjakan, tanpa menunggu instruksi apapun atau dari siapapun.

"Argo sudah berjalan dan kontraktor sudah ada. Terserah kontraktor mau dimulai kapan, tapi kita pasti ingin segera dikerjakan untuk MRT ini," lanjutnya. Tahapan pertama MRT terdiri dari tiga paket yang dikerjakan oleh tiga konsorsium yang berbeda. Ketiga konsorsium tersebut adalah PT Wijaya Karya - Shimizu, PT Jaya Konstruksi - Obayashi dan PT Hutama Karya - Sumitomo Mitsui Consctruction Company (SMCC).

Pengerjaan tiga paket dari tahapan I MRT Lebak Bulus - Bundaran HI ini dipastikan akan memacetkan jalan yang dilalui pengerjaan proyek. Oleh karenanya, Jokowi meminta masyarakat untuk bersabar jika pembangunan menimbulkan kemacetan. "Mohon bersabar, terkait kemacetan nanti ada manajemen lalu lintas yang akan diantur oleh kontraktor, Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Dinas Perhubungan," pungkasnya. (*/Zak)

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/29584-gong-akhirnya-pembangunan-mrt-dimulai.html

Rabu, 02 Mei 2012

Menantikan Kehadiran MRT

Pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Fawzi Bowo akhirnya mencanangkan dimulainya proyek mass rapid transit (MRT). Konon, proyek ini, dari mulai diwacanakan sampai di-launching-kan memakan waktu hingga lebih dari 20 tahun. Proyek senilai Rp 16 triliun itu dilaksankan dengan penyandang dana terbesar JICA (Japan International Coperation).

JICA bersedia menutup 85 persen dana MRT dan sisanya 15 persen dari APBN. Negara matahari terbit itu mau berbaik hati memberikan cicilan berbunga ringan. Pada tahap awal, pemerintah akan menyulap Terminal Lebak Bulus menjadi stasiun layang RMT. Jika kelak proyek ini benar benar terwujud, maka Lebak Bulus - Bundaran HI bisa ditempuh hanya dalam waktu 30 menit.

Hal ini tentu sesuatu yang sangat melegakan, mengingat semakin semrawutnya keadaan Jakarta sekarang ini. Kemacetan parah tak lagi mengenal waktu. Jika sepuluh tahun lalu, kemacetan hanya terjadi di saat jam masuk kerja dan jam pulang kerja, saat ini kemacetan terjadi hampir di setiap waktu. Sulit, memprediksi waktu tempuh di Ibu Kota. Ini tentu sebuah ongkos yang juga terbilang mahal bagi dunia usaha.

Apa yang terjadi di DKI bisa dimengerti. Ini mengingat pertumbuhan jalan di Jakarta hanya kurang dari 1 persen per tahun, sedangkan kendaraan bermotor baru yang turun ke jalan mencapai 100.000 per hari. Jadi, jangan heran jika diprediksi tahun 2020 Jakarta akan mengalami kemacetan total dengan kerugian materiil mencapai puluhan triliun rupiah.

Saat ini, tingkat kemacetan Jakarta makin tak tergambarkan. BBM yang digadang-gadang akan dibatasi sama sekali tak menyurutkan banyaknya pengguna kendaraan pribadi ke Jakarta. Itu semua sudah barang tentu, selain karena harga BBM tergolong murah, juga akibat tidak nyamannya transportasi umum di Jakarta. Sudah tak terhitung, kasus-kasus perampokan bahkan pembunuhan yang meniimpa para pengguna kendaraan umum. Ini tentu sudah menggambarkan bagimana keadaan tranportasi umum di Jakarta sebenarnya. Tak nyaman bahkan tak aman.

Kita sangat berharap MRT benar-benar terwujud. Pasalnya, kita melihat bagaimana proyek monorail tak jelas juntrungan-nya lagi. Padahal, sudah barang tentu dana penelitian, survey dan lain-lainnya sudah keluar dalam jumlah yang besar, dan pastinya itu diambil dari APBN atau APBD. Belum lagi, adanya beberapa jalur busway yang juga tak kunjung beroperasi.

Artinya, bukan hal yang mudah mewujudkan transportasi umum yang aman dan nyaman di Jakarta. Jika benar-benar serius, Pemprov DKI harus total dengan proyek ini, dan hilangkan korupsi dari setiap lini proyek ini, mulai dari tender hingga pembangunannya. Jangan sampai proyek ini hanya jadi mimpi.

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=302431

Selasa, 03 April 2012

MRT Mampu Angkut 25.500 Penumpang

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan yang terjadi di Jakarta tidak lepas dari kurangnya transportasi massal yang mampu mengangkut banyak penumpang. Mass Rapid Transit (MRT) tahap pertama jurusan Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia yang akan segera dibangun ini menargetkan dapat mengangkut sekitar 25.500 penumpang.

Kepala Divisi Sipil dan Struktur PT MRT Jakarta, Heru Nugroho, mengatakan, pihaknya menyiapkan 17 rangkaian kereta untuk operasional MRT tahap pertama ini. Satu rangkaian MRT yang terdiri dari enam unit kereta ini mampu mengangkut hingga 1.500 penumpang. "Jadi jika terdapat 17 rangkaian dan satu rangkaian mampu angkut 1.500 penumpang. Maka ditargetkan 25.500 penumpang dapat terangkut," kata Heru, di Jakarta, Senin (2/4/2012).

Pengadaan rangkaian kereta ini, lanjutnya, akan dilakukan setelah pembangunan stasiun dan jalur MRT berjalan. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan tahap lelang untuk segera melaksanakan pembangunan stasiun dan jalur MRT. "Sampai saat masih tahap lelang untuk pembangunan stasiun dan jalur MRT," jelas Heru.

Nantinya jalur MRT tahap pertama yang terbentang dari Lebak Bulus ke Jalan Sisingamangaraja akan memiliki tujuh stasiun dengan konstruksi jalan layang. Kemudian dari Jalan Sisingamangaraja ke Bundaran HI akan ada enam stasiun dengan konstruksi bawah tanah.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/04/02/13120278/MRT.Mampu.Angkut.25.500.Penumpang

Senin, 26 Maret 2012

Jakarta Butuh MRT

SINGAPURA, KOMPAS.com - Bukan hal yang baru melihat kebersihan dan keteraturan lalu lintas di Singapura. Sama sekali tidak terlihat adanya antrean kendaraan di jalan yang memusingkan seperti di Jakarta. Hal ini disebabkan masyarakat Singapura lebih memilih menggunakan transportasi massal yang andal, yaitu Mass Rapid Transit (MRT).

Kepala Biro Komunikasi PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, mengatakan, nantinya Jakarta juga akan memiliki transportasi massal yang aman dan nyaman ini. Sehingga warga Jakarta akan memiliki alternatif sarana transportasi massal yang mudah menjangkau lokasi-lokasi strategis.

"MRT di Jakarta ini tidak akan berbeda dengan di Singapura. Nantinya, akan lewat juga di lokasi-lokasi strategis di Jakarta. Seperti Fatmawati, Blok M dan Sudirman," kata Manpalagupta saat kunjungan di Singapura, Sabtu (24/3/2012).

Di Singapura, MRT memang telah berhasil menjadi tulang punggung sarana transportasi massal dan mengakses berbagai kawasan baik perkantoran, pusat perbelanjaan maupun pemukiman sejak tahun 1987. Saat ini, tersedia empat jalur MRT yang terdiri dari 89 stasiun dengan 11 stasiun transit yang mempermudah pengguna berpindah jalur.

Beberapa lokasi strategis yang mudah dijangkau dengan MRT adalah Orchard, Somerset, City Hall, Raffles Place, Bugis, China Town, Esplanade, Bayfront dan Marina Bay. Bahkan biaya menggunakan MRT ini hanya berkisar sekitar 1-2 dollar singapura. Tarif ini tentu jauh lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau naik taksi.

"Naik taksi dari Bugis sampai Clementi bisa sampai 14 dollar singapura. Sedangkan naik MRT hanya 2 dollar singapura," ujar Manpalagupta.

Tidak hanya itu, jika mengendarai kendaraan pribadi saat hari kerja maka masyarakat harus bersiap membayar sebesar 4 dollar singapura tiap kali melewati wilayah Electronic Road Pricing (ERP). Ditambah lagi, tarif parkir di gedung untuk kendaraan pribadi jauh lebih mahal daripada tarif parkir kendaraan pribadi di fasilitas park and ride yang terintegrasi dengan MRT.

Dapat dibayangkan jika MRT akhirnya benar beroperasi di Jakarta. Beban kendaraan di ruas jalan-jalan protokol akan berkurang dan warga yang berdesak-desakan di angkutan umum juga berkurang karena semakin banyak alternatif transportasi massal yang murah dan mudah. Dengan demikian, MRT ini bisa disebut sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan Jakarta yang kian parah.

Di Jakarta sendiri, kegiatan persiapan konstruksi akan dimulai pada bulan Mei ini. Kegiatan persiapan konstruksi tersebut antara lain adalah pemindahan Stadion Lebak Bulus, pelebaran jalan, pemindahan utilitas dan masih banyak lagi.

Nantinya MRT di Jakarta akan dibagi menjadi dua koridor yaitu koridor Selatan-Utara yang terdiri dari dua tahap yakni Lebak Bulus-Bundaran HI untuk tahap pertama dan Bundaran HI-Kampung Bandan untuk tahap kedua. Sementara untuk koridor Timur-Barat akan membentang dari Cikarang-Balaraja. Untuk koridor Timur-Barat, hingga saat ini masih dalam studi kelayakan di Kementerian Perhubungan.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/26/09122584/Jakarta.Butuh.MRT