Tampilkan postingan dengan label berkurang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berkurang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Ahok: Orang Kaya Harusnya Tinggal di Luar Jakarta

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, permasalahan kemacetan terjadi karena banyak pekerja Jakarta yang berdomisili di daerah pinggiran Jakarta atau daerah tetangga sekitar Jakarta.

"Sewa kos juga mahal disini. Makanya mereka cari yang di pinggiran Jakarta, karena masih murah. Ini yang mengakibatkan kemacetan terjadi. Makanya kita bangun rumah sewa, kita ajak mereka tinggal di rumah sewa yang murah itu di Jakarta, sehingga macet akan berkurang," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (18/10/2012).

Lebih lanjut Basuki menegaskan inti pemecahan masalah kemacetan adalah sebanyak mungkin membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dekat dengan tempat kerja karyawan. Di Rusunawa itu nantinya akan dilengkapi dengan pasar tradisional, sehingga semakin membatasi pergerakan manusia dengan menggunakan kendaraan bermotor.

"Jadi, harusnya di Jakarta itu adalah orang yang gajinya pas-pasan tinggal di dalam kota. Lalu orang kaya harusnya tinggal di luar kota, karena mereka punya sopir, mobil dan duit. Kita mau bangun apartemen murah untuk pegawai-pegawai yang tinggal di pinggiran tapi kerja di dalam kota. Dengan begitu kemacetan bisa berkurang banyak," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan apartemen murah berbentuk rusunawa tersebut tetap mengikuti peraturan perundang-undangan yang terlah ada. Kemudian dibangun di atas lahan atau gedung yang sudah menjadi aset Pemprov DKI Jakarta. Rencananya pasar-pasar tradisional di Jakarta merupakan lokasi yang tepat untuk dibangun rusunawa diatas bangunan pasar yang sudah ada.

"Nanti kita bikin peraturannya untuk membangun perumahan ini. Yang pasti, harus diundi pakai nomor urut. Kalau yang diatas bukan orang itu lagi, maka yang dibawah naik. Terus kalau yang menempati rumah murah tersebut bukan keluarga sendiri atau bukan garis keturunannya, tetangga harus laporin, supaya diusir," tandasnya.[bay]

Sumber : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1917276/ahok-orang-kaya-harusnya-tinggal-diluar-jakarta

Senin, 26 Maret 2012

Jakarta Butuh MRT

SINGAPURA, KOMPAS.com - Bukan hal yang baru melihat kebersihan dan keteraturan lalu lintas di Singapura. Sama sekali tidak terlihat adanya antrean kendaraan di jalan yang memusingkan seperti di Jakarta. Hal ini disebabkan masyarakat Singapura lebih memilih menggunakan transportasi massal yang andal, yaitu Mass Rapid Transit (MRT).

Kepala Biro Komunikasi PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, mengatakan, nantinya Jakarta juga akan memiliki transportasi massal yang aman dan nyaman ini. Sehingga warga Jakarta akan memiliki alternatif sarana transportasi massal yang mudah menjangkau lokasi-lokasi strategis.

"MRT di Jakarta ini tidak akan berbeda dengan di Singapura. Nantinya, akan lewat juga di lokasi-lokasi strategis di Jakarta. Seperti Fatmawati, Blok M dan Sudirman," kata Manpalagupta saat kunjungan di Singapura, Sabtu (24/3/2012).

Di Singapura, MRT memang telah berhasil menjadi tulang punggung sarana transportasi massal dan mengakses berbagai kawasan baik perkantoran, pusat perbelanjaan maupun pemukiman sejak tahun 1987. Saat ini, tersedia empat jalur MRT yang terdiri dari 89 stasiun dengan 11 stasiun transit yang mempermudah pengguna berpindah jalur.

Beberapa lokasi strategis yang mudah dijangkau dengan MRT adalah Orchard, Somerset, City Hall, Raffles Place, Bugis, China Town, Esplanade, Bayfront dan Marina Bay. Bahkan biaya menggunakan MRT ini hanya berkisar sekitar 1-2 dollar singapura. Tarif ini tentu jauh lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau naik taksi.

"Naik taksi dari Bugis sampai Clementi bisa sampai 14 dollar singapura. Sedangkan naik MRT hanya 2 dollar singapura," ujar Manpalagupta.

Tidak hanya itu, jika mengendarai kendaraan pribadi saat hari kerja maka masyarakat harus bersiap membayar sebesar 4 dollar singapura tiap kali melewati wilayah Electronic Road Pricing (ERP). Ditambah lagi, tarif parkir di gedung untuk kendaraan pribadi jauh lebih mahal daripada tarif parkir kendaraan pribadi di fasilitas park and ride yang terintegrasi dengan MRT.

Dapat dibayangkan jika MRT akhirnya benar beroperasi di Jakarta. Beban kendaraan di ruas jalan-jalan protokol akan berkurang dan warga yang berdesak-desakan di angkutan umum juga berkurang karena semakin banyak alternatif transportasi massal yang murah dan mudah. Dengan demikian, MRT ini bisa disebut sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan Jakarta yang kian parah.

Di Jakarta sendiri, kegiatan persiapan konstruksi akan dimulai pada bulan Mei ini. Kegiatan persiapan konstruksi tersebut antara lain adalah pemindahan Stadion Lebak Bulus, pelebaran jalan, pemindahan utilitas dan masih banyak lagi.

Nantinya MRT di Jakarta akan dibagi menjadi dua koridor yaitu koridor Selatan-Utara yang terdiri dari dua tahap yakni Lebak Bulus-Bundaran HI untuk tahap pertama dan Bundaran HI-Kampung Bandan untuk tahap kedua. Sementara untuk koridor Timur-Barat akan membentang dari Cikarang-Balaraja. Untuk koridor Timur-Barat, hingga saat ini masih dalam studi kelayakan di Kementerian Perhubungan.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/26/09122584/Jakarta.Butuh.MRT