Tampilkan postingan dengan label malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

Ahok: Sistem Pengangkutan Sampah Bikin Jakarta Tak Bersih

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin mengubah sistem angkut sampah menggunakan sistem per ton yang diterapkan selama ini. Ia menilai, sistem tersebut tidak efektif karena tak membuat Jakarta lebih bersih.

Menurut Basuki, selama ini banyak operator pengangkutan sampah swasta yang lepas tanggung jawab saat mereka telah merasa dapat mengangkut sampah sebanyak 100 ton per hari.

"Kalau masih ada sampah, mereka bilang 'Kita sudah buang sampahnya 100 ton'. Kalau kayak gitu, mereka bisa saja ambil sampah di tempat lain. Nah, saya mau ubah yang sudah dilakukan puluhan tahun ini," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Basuki menjelaskan, sistem yang akan diterapkan adalah sistem wilayah. Nantinya operator kebersihan bertanggung jawab terhadap kebersihan di tempat tersebut. Para operator diminta menentukan seberapa banyak petugas harian lepas (PHL) kebersihan yang mereka butuhkan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

"Saya tidak mau hitungan ton lagi. Jadi sistem yang nantinya dipakai adalah kerja bersih di satu tempat. Kalau tidak setuju, ya kami akan tawarkan pihak lain yang lebih baik. Misalnya, lantai ini yang kerjakan namanya Basuki. Kalau lantai ini tidak bersih ya berarti tanggung jawabnya Basuki. Pola itu yang akan kita kerjakan. Nanti lurah dan camat tugasnya mengawasi," jelasnya.

"Kasarannya kayak pembantu gitu. Jadi cuci piring, cuci baju, saya tidak mau tahu mereka tidur siang apa tidak. Pokoknya kalau saya pulang, ada makanan," katanya lagi.

Selain itu, Basuki juga meminta agar pengangkutan sampah tidak dilakukan pada siang hari. Menurutnya, kegiatan pengangkutan sampah pada siang hari hanya akan menimbulkan kemacetan.

"Jadi sampah itu setiap hari harus diangkut. Tapi harus dilakukan pada malam hari. Jadi pas orang pulang kerja ataupun pulang kerja, sampahnya tidak ada. Karena petugas kebersihan ngangkut sampahnya pada malam hari," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/20/1502453/Ahok.Sistem.Pengangkutan.Sampah.Bikin.Jakarta.Tak.Bersih

Kamis, 02 Januari 2014

Liputan6.com, Jakarta : Sampah berserakan usai perayaan malam Tahun Baru di Jakarta Night Festival (JNF). Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin mengungkapkan bahwa sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 150 ton, setelah dikumpulkan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, lokasi JNF.

"Yang acara JNF sampahnya mencapai 150 ton," kata Unu saat dihubungi, Jakarta, Rabu (1/1/2014).

Ia mengatakan petugas sampah mulai membersihkan kawasan JNF sejak pukul 02.00 WIB. Ditargetkan, pembersihan dapat selesai pukul 06.00 WIB, namun pelaksanaannya molor hingga pukul 09.00 WIB. Hal itu dikarenakan hujan yang terus mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi.

"Khusus untuk Jakarta Night Festival di Sudirman - Thamrin, petugas yang dikerahkan sebanyak 330 orang yang ditambah 20 orang pengawas. Kemudian disediakan pula 22 truk sampah, 4 street sweeper, dan 32 gerobak motor untuk proses pembersihan," kata Unu.

Total petugas kebersihan yang diturunkan untuk membersihkan sampah sisa perayaan malam tahun baru mencapai 1.299 orang. Mereka ditempatkan di 6 titik, diantaranya di kawasan Monas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, Taman Fatahillah-Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan (TMR) dan Sudirman-MH Thamrin.

"Tapi kalau sampah dari 5 wilayah belum masuk ke TPST Bantar Gebang, jadi jumlah keseluruhan masih belum diketahui. Sekarang masih didata total sampahnya," ujarnya.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/789406/sampah-jakarta-night-festival-mencapai-150-ton

Selasa, 03 September 2013

Uji Eksplorasi MRT di Jalan Sudirman Dikerjakan Malam Hari

JAKARTA, KOMPAS.com — Persiapan pembangunan mass rapid transit (MRT) yang melewati Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, akan dikerjakan pada malam hari. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya kemacetan akibat pengerjaan proyek tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, dinasnya akan mengatur kelancaran lalu lintas di tempat itu agar tidak terjadi kemacetan pada saat pengerjaan proyek tersebut. Saat ini, MRT sedang melakukan pengecekan di dua titik di Jalan Sudirman, yakni di Dukuh Atas dan kawasan sekitar Kali Krukut. Pengecekan itu dilakukan dengan membuat lubang besar untuk melihat jaringan gas maupun kabel di bawah tanah.

"Itu kan menyempitkan badan jalan juga. Itu pengerjaannya dilakukan pada malam hari, saat volume kendaraannya tak begitu besar," kata Pristono di Pasar Blok G Tanah Abang, Senin (2/9/2013).

Ia mengatakan, pengecekan itu mulai dilakukan pada awal hingga pertengahan September. Pengerjaannya dilakukan mulai pukul 23.00 hingga 05.00. Ketika warga sudah mulai beraktivitas, lubang tersebut akan ditutup dengan menggunakan pelat yang tidak licin sehingga lebar jalur tetap dipertahankan seperti semula.

Pristono menyebutkan, pengecekan jaringan utilitas ini tidak sesulit tahap pembangunan stasiun. Pembangunan stasiun tersebut bisa dibangun di jalur cepat atau lambat serta jalur median antara jalur cepat dan lambat.

"Nanti ada tahap yang lebih berat, saat mereka bangun stasiun dan sebagainya. Ini sudah permanen kan, nanti jalan dibuat pengalihan. Nanti akan didakan shifting atau penggeseran (jalan)," kata dia.

Penggeseran jalan dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong atau trotoar di sepanjang area proyek untuk arus lalu lintas. Pembangunan stasiun itu tidak bisa dikerjakan hanya pada malam hari, tetapi harus tetap berjalan selama 24 jam.

Untuk pengerjaan yang membutuhkan alat berat, pengerjaan proyek tersebut akan dilakukan pada malam hari. Hal ini ditempuh agar keberadaan alat berat itu tak mengganggu lalu lintas di sekitar proyek. "Pokoknya jam 05.00 harus sudah selesai, biar enggak macet juga kan," kata dia.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/02/1607396/Uji.Eksplorasi.MRT.di.Jalan.Sudirman.Dikerjakan.Malam.Hari?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Selasa, 09 Oktober 2012

Habis Banjir, "Terbit" Tumpukan Sampah

JAKARTA, KOMPAS.com - Permasalahan di Jakarta semakin bertumpuk. Paskabanjir akibat luapan Kali Baru yang terjadi di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (7/10/2012) malam hingga Senin (8/10/2012) pagi, timbul permasalahan baru. Sampah tampak menumpuk di pintu air dan di pipa saluran air yang melintang di kali tersebut.

Berdasarkan pantauan, berbagai jenis sampah mulai dari sampah plastik, kayu, sisa-sisa makanan hingga kasur saling menumpuk di kali yang memiliki hulu di Sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat tersebut.

Tumpukan sampah itu tertahan di pipa saluran air yang melintang di atas kali. Sebab permukaan air kali telah mencapai ketinggian yang sama dengan pipa itu.

Tumpukan berbagai jenis sampah tersebut pun mengakibatkan pemandangan tak sedap sepanjang mata memandang. Tak hanya itu, sampah-sampah itu pun menyebabkan bau tak sedap sehingga mengundang lalat untuk hinggap.

Sampah, rupanya tak hanya menumpuk di Kali Baru, namun juga di Jl Raya Condet, jalan yang Senin pagi digenangi air luapan kali. Serbagai jenis sampah tampak berserakan di jalan yang di sisi-sisinya terdapat deretan toko parfum.

Mulyadi (51), salah seorang warga mengatakan, tumpukan sampah tersebut merupakan sisa dari banjir yang menggenangi permukiman. Banjir yang diakibatkan luapan volume air Kali Baru itu, telah terjadi setidaknya sejak tiga hari belakangan.

"Banjir pertama Sabtu malam. Terus yang kedua ya tadi malam sampai pagi, tingginya sekitar 30 centimeter. Waktu banjir, sampah-sampahnya masuk ke rumah. Pas sudah surut ya numpuk di sini," ujar Mulyadi saat ditemui Kompas.com, Senin (8/10/2012) sore.

Menurut Mulyadi, meluapnya volume air di kali itu lantaran hujan yang terjadi di wilayah Bogor, atau yang kerap disebut banjir kiriman. Oleh sebab itu, volume air di kali tersebut pun turut meningkat.

Namun, kondisi itu pun di perparah oleh masyarakat sepanjang kali yang membuang sampah sembarangan di kali tersebut.

"Ini kali kan panjang. Orang dari Pasar Kramat Jati, dari mana lagi enggak tau. Mereka main buang sampah saja ke kali. Ya jadi begini lah," sesalnya.

Banjir yang terjadi Senin pagi terjadi di dua RT, yaitu RT 01 dan RT 03, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Tak hanya menggenangi rumah warga, air yang berwarna kecokelatan itu juga menggenangi dua jalan, yaitu Jl Raya Bogor dan Jl Raya Condet.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/09/06161769/Habis.Banjir.Terbit.Tumpukan.Sampah

Senin, 02 April 2012

Konser musik London untuk tukang sampah Jakarta

London (ANTARA News) - Seorang warga Inggris yang merasakan menjadi tukang sampah di Jakarta, menjadi sorotan ketika kegiatannya dilaporkan stasiun televisi BBC London dalam acara "Toughest Place to be a Binman".

Wilbur Ramirez, demikian nama sosok Inggris ini, kemudian mengelar malam dana di `The 100 Club`, salah satu klub musik ternama di London, guna membantu para tukang sampah di Jakarta, akhir pekan lalu, demikian laporan ANTARA London, Senin.

Dalam acara "Toughest Place to be a Binman" itu, `host` membandingkan tukang sampah di London dan Jakarta.

Melanjutkan sukses penayangan itu, Wilbur Ramirez, `tukang sampah` (dadakan) yang juga seniman ini tampil di `The 100 Club`, klub jazz ternama di Oxford Street, London.

Wilbur Ramirez yang punya kelompok musik band, dalam acara malam dana itu, tampil dengan lagu berirama `blues` dan jazz, disaksikan sekitar 150 orang penonton.

Hadirin ikut bergoyang selama satu setengah jam termasuk Endang dan suaminya, Argo Onny Widjono, yang bekerja di Kedutaan Brunei, London.

"Saya sangat terharu dengan niat baik Wilbur Ramirez yang mengelar acara malam dana untuk tukang sampah di Jakarta," ujar Argo Onny Widjono.

Kepada ANTARA London, Minggu, ia menyebutkan, hanya mereka berdua orang Indonesia yang hadir.

Dikatakannya, konser musik Ramirez yang di antaranya melantunkan lagu "Mr and Mrs Jones" itu begitu memukau dan dilantunkannya dengan penuh penghayatan.

"Saya kira kelompok musik Wilbur Ramirez itu kelompok musik asal-asalan. Rupanya di luar dugaan mereka sangat professional," ujar Argo yang sudah menetap lama di London.

Ia mengakui sangat terharu, karena masih ada orang asing yang perhatian dengan nasib tukang sampah di Jakarta.

"Sayangnya dari 150 penonton, hanya kami berdua orang Indonesia," ujar ayah dua putra yang berangkat dewasa ini.

Ia berharap, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bisa merangkul Wilbur Ramirez dan mengundangnya untuk mengisi acara di KBRI, sehingga masyarakat Indonesia di London terbuka matanya, lalu ikut berpartisipasi serta mengumpilkan dana.


Untuk Pendidikan

Pengalaman di Jakarta menjadi tukang sampah membuat Wilbur membentuk badan dana untuk mengumpulkan bantuan bagi para tukang sampah yang ia temui, khususnya Imam Syafi dan keluarga (tukang sampah di kawasan Guntur, Jakarta, Red).

`Ramirez Charity Group` berhasil menggalang dana sebesar 1.500 poundsterling atau sekitar 21 juta dari penjualan tiket dan belum `raffle tickets` malam itu.

"Saya lihat Wilbur Ramirez tampil habis-habisan dan sampai keringatan, dan ia senang sekali karena yang mau ikut membantu para tukang sampah di Jakarta banyak," tutur Endang.

Wilbur Ramirez sendiri berterima berterima kasih kepada pengunjung dan juga anggota band, bahkan sang istrinya sendiri yang juga mau beli tiket seharga 11 pound agar bisa masuk ke klub.

Seusai konser, menurutnya, tujuannya tidak hanya sekedar ingin membelikan gerobak baru untuk para tukang sampah, tetapi juga pendidikan anak-anak para tukang sampah di Jakarta.

"Saya ingin membantu Imam dan teman-temannya mendapat gerobak baru, dan mudah-mudahan bisa kami kirim ke Jakarta dalam dua atau tiga bulan ini," kata Wilbur Ramirez selepas bernyanyi di `The 100 Club`, Oxford Street, London.

Wilbur merasakan menjadi tukang sampah di Jakarta selama 10 hari dengan menemani Imam Syafi di kawasan Guntur, Jakarta Selatan berkeliling mengumpulkan sampah di kawasan perumahan.

Pengalamannya ini diudarakan dalam acara televisi BBC `Toughest Place to be...a Binman` (Tempat tersulit untuk menjadi...tukang sampah) Februari lalu.

Wilbur mengatakan, bantuan gerobak merupakan tahap pertama dan ia ingin menggalang dana lebih lanjut untuk membantu pendidikan anak-anak Imam serta tukang sampah lain yang ia temui di kawasan Guntur. (ZG/M036)

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/304267/konser-musik-london-untuk-tukang-sampah-jakarta