Apa sih yang paling dikeluhkan oleh pengguna lalu lintas di Indonesia? Hasil survei oleh aplikasi navigasi Waze di 32 negara termasuk Indonesia menyebutkan Bandung, Bogor dan Depasar menjadi kota dengan lalu lintas terburuk.Apa sih yang paling dikeluhkan oleh pengguna lalu lintas di Indonesia? Hasil survei oleh aplikasi navigasi Waze di 32 negara termasuk Indonesia menyebutkan Bandung, Bogor dan Depasar menjadi kota dengan lalu lintas terburuk.
Survei Waze yang diterima Selasa (13/10) menyebutkan indeks kepuasan pengemudi yang didasarkan pada hasil survei dari pengalaman mengemudi lebih dari 50 juta pengguna Waze di 32 negara dan 167 area. Survei ini dilakukan untuk menciptakan Driver Satisfaction Index pertama di dunia dengan penilaian mulai dari memuaskan (10) hingga menyebalkan (1). Waze Driver Satisfaction Index didasarkan pada enam faktor utama yang sering dialami pengguna aplikasi Waze seperti Traffic Level berdasarkan frekuensi dan tingkat keparahan kemacetan lalu lintas, kualitas dan infrastruktur jalan, keamanan pengemudi berdasarkan kecelakaan, bahaya di jalan, dan cuaca.
Faktor lainnya adalah layanan pengemudi seperti akses ke SPBU dan kemudahan untuk parkir; Socio-Economi termasuk akses ke mobil dan dampaknya ke harga bahan bakar; serta Wazeyness atau tingkat bantuan dan kepuasan dalam komunitas Waze.
Secara keseluruhan, Indonesia mendapatkan skor 3,7 most satisfaction index untuk tingkat kepuasan pengemudi dari skor maksimum 10. Untuk index keamanan pengemudi, Indonesia mendapat nilai yang lebih baik dengan skor 8,9.
Indeks Keamanan atau Safety Index menghitung jumlah kecelakaan, bahaya yang dilaporkan, dan juga kondisi cuaca yang membuat jalanan aman untuk dilalui atau sebaliknya. Indonesia sendiri adalah salah satu dari 20 negara teratas di dunia untuk Road Quality Index. Bandung, Bogor dan Denpasar masuk di daftar 10 kota yang memberikan pengalaman terburuk bagi para pengendara menurut hasil evaluasi pengelola aplikasi navigasi Waze.
Kota dunia dengan terburuk bagi pengemudi adalah San Salvador (El Salvador) dengan indeks 2,1 disusul Cali dan Medellin di Colombia dengan indeks masing-masing 2,6 dan 2,7, serta Denpasar (Indonesia) dengan indeks 2,8. Kota lain yang menurut pengguna Waze lalu lintasnya menyebalkan adalah Guatemala City (Guatemala) dengan indeks 3, Bandung (Indonesia) dengan indeks 3, Bucaramanga (Colombia) dengan indeks 3,1, Caracas (Venezuela) dengan indeks 3,1, Bogor (Indonesia) dengan indeks 3,1, dan Bogota (Colombia) dengan indeks 3,4.
Sementara kota yang dianggap paling memuaskan bagi para pengendara pengguna Waze adalah Phoenix di Arizona, Amerika Serikat, dengan indeks kepuasan delapan. Secara keseluruhan, lalu lintas kota-kota di Indonesia dianggap sebagai paling menyebalkan bagi para pengendara pengguna Waze dengan indeks 3,7 atau menempati peringkat tujuh terburuk di dunia.
Sementara negara lalu lintas kendaraannya dianggap paling baik Belanda dengan indeks 7,9.
Meski demikian, soal keamanan lalu lintas di Indonesia dinilai cukup aman. Indonesia masuk dalam daftar 10 besar negara yang indeks keamanan berkendaranya paling baik (8,9), sejajar dengan Perancis.
Negara yang dinilai paling aman adalah Argentina (9,8) sementara negara yang lalu lintasnya dianggap paling berbahaya bagi pengendara adalah El Salvador (3,3). Dalam hal layanan bagi pengendara, salah satunya ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar umum, Indonesia tercatat sebagai yang terburuk di seluruh dunia dengan indeks kepuasan satu. Namun kualitas jalanan Indonesia dianggap baik dengan indeks 7,3.
Survei Waze yang diterima Selasa (13/10) menyebutkan indeks kepuasan pengemudi yang didasarkan pada hasil survei dari pengalaman mengemudi lebih dari 50 juta pengguna Waze di 32 negara dan 167 area. Survei ini dilakukan untuk menciptakan Driver Satisfaction Index pertama di dunia dengan penilaian mulai dari memuaskan (10) hingga menyebalkan (1). Waze Driver Satisfaction Index didasarkan pada enam faktor utama yang sering dialami pengguna aplikasi Waze seperti Traffic Level berdasarkan frekuensi dan tingkat keparahan kemacetan lalu lintas, kualitas dan infrastruktur jalan, keamanan pengemudi berdasarkan kecelakaan, bahaya di jalan, dan cuaca.
Faktor lainnya adalah layanan pengemudi seperti akses ke SPBU dan kemudahan untuk parkir; Socio-Economi termasuk akses ke mobil dan dampaknya ke harga bahan bakar; serta Wazeyness atau tingkat bantuan dan kepuasan dalam komunitas Waze.
Secara keseluruhan, Indonesia mendapatkan skor 3,7 most satisfaction index untuk tingkat kepuasan pengemudi dari skor maksimum 10. Untuk index keamanan pengemudi, Indonesia mendapat nilai yang lebih baik dengan skor 8,9.
Indeks Keamanan atau Safety Index menghitung jumlah kecelakaan, bahaya yang dilaporkan, dan juga kondisi cuaca yang membuat jalanan aman untuk dilalui atau sebaliknya. Indonesia sendiri adalah salah satu dari 20 negara teratas di dunia untuk Road Quality Index. Bandung, Bogor dan Denpasar masuk di daftar 10 kota yang memberikan pengalaman terburuk bagi para pengendara menurut hasil evaluasi pengelola aplikasi navigasi Waze.
Kota dunia dengan terburuk bagi pengemudi adalah San Salvador (El Salvador) dengan indeks 2,1 disusul Cali dan Medellin di Colombia dengan indeks masing-masing 2,6 dan 2,7, serta Denpasar (Indonesia) dengan indeks 2,8. Kota lain yang menurut pengguna Waze lalu lintasnya menyebalkan adalah Guatemala City (Guatemala) dengan indeks 3, Bandung (Indonesia) dengan indeks 3, Bucaramanga (Colombia) dengan indeks 3,1, Caracas (Venezuela) dengan indeks 3,1, Bogor (Indonesia) dengan indeks 3,1, dan Bogota (Colombia) dengan indeks 3,4.
Sementara kota yang dianggap paling memuaskan bagi para pengendara pengguna Waze adalah Phoenix di Arizona, Amerika Serikat, dengan indeks kepuasan delapan. Secara keseluruhan, lalu lintas kota-kota di Indonesia dianggap sebagai paling menyebalkan bagi para pengendara pengguna Waze dengan indeks 3,7 atau menempati peringkat tujuh terburuk di dunia.
Sementara negara lalu lintas kendaraannya dianggap paling baik Belanda dengan indeks 7,9.
Meski demikian, soal keamanan lalu lintas di Indonesia dinilai cukup aman. Indonesia masuk dalam daftar 10 besar negara yang indeks keamanan berkendaranya paling baik (8,9), sejajar dengan Perancis.
Negara yang dinilai paling aman adalah Argentina (9,8) sementara negara yang lalu lintasnya dianggap paling berbahaya bagi pengendara adalah El Salvador (3,3). Dalam hal layanan bagi pengendara, salah satunya ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar umum, Indonesia tercatat sebagai yang terburuk di seluruh dunia dengan indeks kepuasan satu. Namun kualitas jalanan Indonesia dianggap baik dengan indeks 7,3.
Sumber : http://www.koran-jakarta.com/?36950-survei%20waze%20jadi%20panduan%20pengemudi%20di%20kota%20besar
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Oktober 2015
Survei Waze jadi Panduan Pengemudi di Kota besar
Label:
aplikasi
,
colombia
,
dunia
,
indeks
,
index
,
indonesia
,
keamanan
,
kepuasan
,
lalu lintas
,
negara
,
pengemudi
,
pengendara
,
pengguna
,
salvador
,
satisfaction
,
skor
,
survei
,
terburuk
,
waze
Selasa, 05 Mei 2015
Macet, Jakarta Jadi Kota Berdesain Terburuk di Dunia
Jakarta, CNN Indonesia -- Semua kota di dunia berlomba-lomba untuk berkembang. Lihat saja Jakarta. Pembangunan digalakkan di jalan-jalan. MRT, jalan layang, sampai jalan khusus bus TransJakarta. Gedung demi gedung pun diajak "mencakar langit".
Namun upaya Jakarta itu sepertinya tidak ada apa-apanya di mata perancang kota urban dunia. Menurut beberapa perancang yang dihubungi Huffington Post, Jakarta adalah kota dengan desain terburuk di dunia. Ada pula delapan kota lainnya, dengan alasan yang beragam.
Ada yang karena penduduknya duduk terlalu lama di dalam kemacetan, ada pula yang disebabkan jalanan yang terlalu disesaki mobil pribadi.
Mengutip Huffington Post, mereka menghubungi beberapa pakar perancangan kota untuk mengomentari pembangunan di kota-kota besar dunia. Hasilnya, ada sembilan kota yang dianggap terburuk. Berikut lima di antaranya.
Jakarta, Indonesia
Transportasi umum yang mengangkut lebih banyak orang di Jakarta kalah jauh dibanding mobil-mobil yang dimiliki pribadi. Belum lagi fasilitas umumnya yang dianggap tidak memadai.
Alhasil, penduduk Jakarta menghabiskan 400 jam sehari untuk duduk dalam kemacetan. Rata-rata perjalanan harus dilakukan dalam waktu dua jam. Menurut pengamat, permasalahan adalah kontrak pembangunan yang diperbarui tiap tahun, jadi tidak ada rencana jangka panjang.
Dubai, Uni Emirates Arab
Meski menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat yang punya gedung tertinggi dunia, Dubai dianggap tidak ramah bagi pejalan kaki. Jalan-jalan utamanyanya terlalu lebar, gedung-gedungnya terlalu besar dan tinggi.
Selain itu, Dubai juga sangat kurang ruang publik. Tidak ada taman tempat warga berkumpul, kecuali resor ski di dalam mal atau museum Ferrari. Tapi, itu untuk orang berada.
Atlanta, Amerika Serikat
Sama seperti Jakarta, kemacetan di Atlanta juga sangat parah. Itu disebabkan popularitas kota yang melejit tahun 1980 atau 1990-an. Semua orang ingin tinggal di Atlanta. Sebenarnya itu bisa ditanggulangi transportasi massal. Namun, fasilitasnya juga buruk.
Belum lagi, rel kereta bawah tanah di Atlanta sering diblokir untuk kepentingan tertentu.
Boston, Amerika Serikat
Boston mungkin kota yang indah. Namun jangan tertipu penampilan semata. Kota itu dianggap paling sulit memberikan arah bagi siapa pun, karena bentuk jalanannya yang seperti labirin. Jalanan Boston tidak dikonsep sebelumnya.
Sao Paulo, Brasil
Sap Paulo adalah korban lainnya dari perencanaan yang tidak sama. Selama 20 abad, kota itu telah bertransformasi dari kecil, menjadi pusat urban, sampai kota metropolitan. Namu pembangunan tidak dikonsep secara matang. Banyak gedung tinggi yang berantakan, berdiri di antara permukiman masyarakat kecil.
Masyarakat Sao Paulo juga diizinkan punya helikopter. Kota itu menjadi kota terluas soal pemilik helikopter, per kapita. Sepertinya mereka tidak lagi butuh jalanan untuk darat.
Sumber : http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150501123437-269-50499/macet-jakarta-jadi-kota-berdesain-terburuk-di-dunia/
Namun upaya Jakarta itu sepertinya tidak ada apa-apanya di mata perancang kota urban dunia. Menurut beberapa perancang yang dihubungi Huffington Post, Jakarta adalah kota dengan desain terburuk di dunia. Ada pula delapan kota lainnya, dengan alasan yang beragam.
Ada yang karena penduduknya duduk terlalu lama di dalam kemacetan, ada pula yang disebabkan jalanan yang terlalu disesaki mobil pribadi.
Mengutip Huffington Post, mereka menghubungi beberapa pakar perancangan kota untuk mengomentari pembangunan di kota-kota besar dunia. Hasilnya, ada sembilan kota yang dianggap terburuk. Berikut lima di antaranya.
Jakarta, Indonesia
Transportasi umum yang mengangkut lebih banyak orang di Jakarta kalah jauh dibanding mobil-mobil yang dimiliki pribadi. Belum lagi fasilitas umumnya yang dianggap tidak memadai.
Alhasil, penduduk Jakarta menghabiskan 400 jam sehari untuk duduk dalam kemacetan. Rata-rata perjalanan harus dilakukan dalam waktu dua jam. Menurut pengamat, permasalahan adalah kontrak pembangunan yang diperbarui tiap tahun, jadi tidak ada rencana jangka panjang.
Dubai, Uni Emirates Arab
Meski menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat yang punya gedung tertinggi dunia, Dubai dianggap tidak ramah bagi pejalan kaki. Jalan-jalan utamanyanya terlalu lebar, gedung-gedungnya terlalu besar dan tinggi.
Selain itu, Dubai juga sangat kurang ruang publik. Tidak ada taman tempat warga berkumpul, kecuali resor ski di dalam mal atau museum Ferrari. Tapi, itu untuk orang berada.
Atlanta, Amerika Serikat
Sama seperti Jakarta, kemacetan di Atlanta juga sangat parah. Itu disebabkan popularitas kota yang melejit tahun 1980 atau 1990-an. Semua orang ingin tinggal di Atlanta. Sebenarnya itu bisa ditanggulangi transportasi massal. Namun, fasilitasnya juga buruk.
Belum lagi, rel kereta bawah tanah di Atlanta sering diblokir untuk kepentingan tertentu.
Boston, Amerika Serikat
Boston mungkin kota yang indah. Namun jangan tertipu penampilan semata. Kota itu dianggap paling sulit memberikan arah bagi siapa pun, karena bentuk jalanannya yang seperti labirin. Jalanan Boston tidak dikonsep sebelumnya.
Sao Paulo, Brasil
Sap Paulo adalah korban lainnya dari perencanaan yang tidak sama. Selama 20 abad, kota itu telah bertransformasi dari kecil, menjadi pusat urban, sampai kota metropolitan. Namu pembangunan tidak dikonsep secara matang. Banyak gedung tinggi yang berantakan, berdiri di antara permukiman masyarakat kecil.
Masyarakat Sao Paulo juga diizinkan punya helikopter. Kota itu menjadi kota terluas soal pemilik helikopter, per kapita. Sepertinya mereka tidak lagi butuh jalanan untuk darat.
Sumber : http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150501123437-269-50499/macet-jakarta-jadi-kota-berdesain-terburuk-di-dunia/
Label:
atlanta
,
boston
,
dikonsep
,
dubai
,
dunia
,
gedung
,
helikopter
,
huffington
,
jakarta
,
jalan-jalan
,
jalanan
,
kemacetan
,
kota
,
paulo
,
pembangunan
,
perancang
,
sao
,
terburuk
,
urban
Rabu, 04 Februari 2015
10 Kota Termacet di Dunia, Jakarta Nomor 1
WARTA KOTA, PALMERAH—Di manakah kota yang paling macet di dunia? Mengacu pada Castrol’s Magnatec Stop-Start index, maka jawabannya adalah Jakarta, Ibu Kota Indonesia.
Menurut indeks tersebut, rata-rata terdapat 33.240 kali proses berhenti-jalan per tahun di Jakarta. Indeks ini mengacu dari data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan yang dibuat setiap kilometer. Jumlah tersebut kemudian dikalikan dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap tahun di 78 negara.
Bukan hanya Jakarta, kota di Indonesia yang masuk dalam daftar ini. Surabaya, Ibu Kota provinsi Jawa Timur berada di peringkat keempat sebagai kota termacet di dunia. Rata-rata, terjadi 29.880 kemacetan setiap tahun di Surabaya.
Istanbul, Turki menjadi kota kedua yang paling macet di dunia. Sedikitnya terjadi 32.520 kemacetan per tahun. Mexico City, Meksiko, berada di urutan ketiga dengan 30.840 kemacetan setiap tahun.
Tampere, Finlandia, menjadi kota yang paling lancar di dunia. Rata-rata hanya terjadi 6.240 berhenti-jalan. Rotterdam, Belanda, di mana mayoritas penduduknya bersepeda, berada di peringkat kedua setelah Tampere dengan 6.360 kemacetan per tahun.
Berikut ini daftar kota termacet di dunia menurut Castrol’s Magnatec Stop-Start index.
10. Buenos Aires, Argentina - 23,760
9. Guadalajara, Mexico - 24,840
8. Bangkok, Thailand - 27,480
7. Roma, Italia - 28,680
6. Moskow, Rusia - 28,680
5. St. Petersburg, Rusia - 29,040
4. Surabaya, Indonesia - 29,880
3. Mexico City, Mexico - 30,840
2. Istanbul, Turki - 32,520
1. Jakarta, Indonesia - 33,240
Berikut ini daftar kota paling tidak macet di dunia.
10. Kosice, Slovakia - 7,440
9. Lopenhagen, Denmark - 7,440
8. Brno, Republik Ceska - 7,320
7. Porto, Portugal - 7,200
6. Antwerp, Belgia - 7,080
5. Brisbane, Australia - 6,960
3. Abu Dhabi, Uni Emirat Arab - 6,840
3. Bratislava, Slovakia - 6,840
2. Rotterdam, Belanda - 6,360
1. Tampere, Finlandia - 6,240
Sumber : http://wartakota.tribunnews.com/2015/02/04/10-kota-termacet-di-dunia-jakarta-nomor-1
Menurut indeks tersebut, rata-rata terdapat 33.240 kali proses berhenti-jalan per tahun di Jakarta. Indeks ini mengacu dari data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan yang dibuat setiap kilometer. Jumlah tersebut kemudian dikalikan dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap tahun di 78 negara.
Bukan hanya Jakarta, kota di Indonesia yang masuk dalam daftar ini. Surabaya, Ibu Kota provinsi Jawa Timur berada di peringkat keempat sebagai kota termacet di dunia. Rata-rata, terjadi 29.880 kemacetan setiap tahun di Surabaya.
Istanbul, Turki menjadi kota kedua yang paling macet di dunia. Sedikitnya terjadi 32.520 kemacetan per tahun. Mexico City, Meksiko, berada di urutan ketiga dengan 30.840 kemacetan setiap tahun.
Tampere, Finlandia, menjadi kota yang paling lancar di dunia. Rata-rata hanya terjadi 6.240 berhenti-jalan. Rotterdam, Belanda, di mana mayoritas penduduknya bersepeda, berada di peringkat kedua setelah Tampere dengan 6.360 kemacetan per tahun.
Berikut ini daftar kota termacet di dunia menurut Castrol’s Magnatec Stop-Start index.
10. Buenos Aires, Argentina - 23,760
9. Guadalajara, Mexico - 24,840
8. Bangkok, Thailand - 27,480
7. Roma, Italia - 28,680
6. Moskow, Rusia - 28,680
5. St. Petersburg, Rusia - 29,040
4. Surabaya, Indonesia - 29,880
3. Mexico City, Mexico - 30,840
2. Istanbul, Turki - 32,520
1. Jakarta, Indonesia - 33,240
Berikut ini daftar kota paling tidak macet di dunia.
10. Kosice, Slovakia - 7,440
9. Lopenhagen, Denmark - 7,440
8. Brno, Republik Ceska - 7,320
7. Porto, Portugal - 7,200
6. Antwerp, Belgia - 7,080
5. Brisbane, Australia - 6,960
3. Abu Dhabi, Uni Emirat Arab - 6,840
3. Bratislava, Slovakia - 6,840
2. Rotterdam, Belanda - 6,360
1. Tampere, Finlandia - 6,240
Sumber : http://wartakota.tribunnews.com/2015/02/04/10-kota-termacet-di-dunia-jakarta-nomor-1
Rabu, 29 Januari 2014
Jakarta Banjir, Jokowi Batal Berangkat ke Swiss
INILAH.COM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memutuskan tidak hadir dalam pertemuan pemimpin dunia di Davos, Swiss. Hal tersebut karena hingga saat ini banjir masih mengancam wilayah DKI Jakarta.
"Inikan musim hujan dan banjir terjadi di Jakarta, masa saya ke Swiss? Bagaimana pun tetap mementingkan di Jakarta," kata pria yang akrab disapa Jokowi, Selasa (28/1/2014).
Jokowi mengakui pertemuan yang akan digelar di Davos merupakan acara perhelatan bergengsi World Economic Forum yang digelar 22-25 Januari 2014 lalu. Forum tersebut menurutnya sangat penting. Apalagi dihadiri sekitar 2.500 pemimpin dunia serta tokoh-tokoh dunia.
Ia pun mengaku telah mempersiapkan materinya untuk dipersentasikan. Namun kondisi cuaca dan banjir Jakarta menyebabkan ia harus membatalkan kegiatan internasional. "Kalau ada lagi dan memungkinkan saya pasti datang. Tapi memang kemarin kita sudah menyiapkan materinya. Tapi di sini banjir masa saya tinggal," ujarnya.
Sebelumnya Jokowi diundang untuk tampil menjadi pembicara dalam sesi Young Global Leaders pada 22 Januari 2014. Di forum itu awalnya Jokowi akan mempresentasikan mengenai Jakarta dan Indonesia.
Sumber : metropolitan.inilah.com/read/detail/2068846/jakarta-banjir-jokowi-batal-berangkat-ke-swiss#.Uui4Zz3-LIU
"Inikan musim hujan dan banjir terjadi di Jakarta, masa saya ke Swiss? Bagaimana pun tetap mementingkan di Jakarta," kata pria yang akrab disapa Jokowi, Selasa (28/1/2014).
Jokowi mengakui pertemuan yang akan digelar di Davos merupakan acara perhelatan bergengsi World Economic Forum yang digelar 22-25 Januari 2014 lalu. Forum tersebut menurutnya sangat penting. Apalagi dihadiri sekitar 2.500 pemimpin dunia serta tokoh-tokoh dunia.
Ia pun mengaku telah mempersiapkan materinya untuk dipersentasikan. Namun kondisi cuaca dan banjir Jakarta menyebabkan ia harus membatalkan kegiatan internasional. "Kalau ada lagi dan memungkinkan saya pasti datang. Tapi memang kemarin kita sudah menyiapkan materinya. Tapi di sini banjir masa saya tinggal," ujarnya.
Sebelumnya Jokowi diundang untuk tampil menjadi pembicara dalam sesi Young Global Leaders pada 22 Januari 2014. Di forum itu awalnya Jokowi akan mempresentasikan mengenai Jakarta dan Indonesia.
Sumber : metropolitan.inilah.com/read/detail/2068846/jakarta-banjir-jokowi-batal-berangkat-ke-swiss#.Uui4Zz3-LIU
Label:
banjir
,
davos
,
dipersentasikan
,
dki
,
dunia
,
forum
,
inikan
,
jakarta
,
januari
,
jokowi
,
leaders
,
masa
,
materi
,
musim hujan
,
pemimpin
,
perhelatan
,
pertemuan
,
swiss
,
tokoh-tokoh
Rabu, 08 Januari 2014
Anies: Jakarta Macet, Kenapa Masyarakat Tidak Marah?
JAKARTA, KOMPAS.com — Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan banyak orang baik untuk terjun ke dunia politik. Dia berharap langkahnya memasuki dunia politik akan memotivasi orang-orang baik lain untuk melakukan hal serupa.
"Kenapa Jakarta macet, masyarakat tidak marah sama Jokowi? Karena masyarakat tahu, mereka punya gubernur baik yang sedang bekerja," kata Anies di Studio Orange Kompas TV, Palmerah, Jakarta, Selasa (7/1/2014). Anies mengatakan, figur-figur baru yang berkualitas kini mulai bermunculan, terutama di tingkat lokal.
Beberapa di antara figur-figur baru itu, sebut Anies, adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Herry Zudianto (mantan Wali Kota Yogyakarta), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. "Masyarakat pun kemudian melihat seperti ini lho pemimpin yang diharapkan," katanya.
Kemunculan figur-figur baru itu, kata Anies, merupakan pertanda bahwa generasi kepemimpinan lama sudah kedaluwarsa. Rakyat, ujar dia, butuh figur pemimpin yang baru. Karenanya, dia berharap partai politik membaca perubahan zaman tersebut.
"Jangan sampai partai ditinggalkan karena salah menangkap (fenomena) itu," kata Anies. Namun, dia pun mengatakan bahwa pola pikir masyarakat Indonesia kerap terbalik. Orang baik tanpa masalah yang ingin masuk ke dunia politik malah dicaci-maki, ujar dia, sementara orang yang tidak baik dan bermasalah justru dibiarkan.
"Untuk itulah saya turun tangan daripada (sekadar) urun angan," kata Anies. "Kita butuh pemimpin yang tidak hanya bekerja, tetapi juga menggerakkan masyarakat untuk bekerja."
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/01/07/2357070/Anies.Jakarta.Macet.Kenapa.Masyarakat.Tidak.Marah
"Kenapa Jakarta macet, masyarakat tidak marah sama Jokowi? Karena masyarakat tahu, mereka punya gubernur baik yang sedang bekerja," kata Anies di Studio Orange Kompas TV, Palmerah, Jakarta, Selasa (7/1/2014). Anies mengatakan, figur-figur baru yang berkualitas kini mulai bermunculan, terutama di tingkat lokal.
Beberapa di antara figur-figur baru itu, sebut Anies, adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Herry Zudianto (mantan Wali Kota Yogyakarta), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. "Masyarakat pun kemudian melihat seperti ini lho pemimpin yang diharapkan," katanya.
Kemunculan figur-figur baru itu, kata Anies, merupakan pertanda bahwa generasi kepemimpinan lama sudah kedaluwarsa. Rakyat, ujar dia, butuh figur pemimpin yang baru. Karenanya, dia berharap partai politik membaca perubahan zaman tersebut.
"Jangan sampai partai ditinggalkan karena salah menangkap (fenomena) itu," kata Anies. Namun, dia pun mengatakan bahwa pola pikir masyarakat Indonesia kerap terbalik. Orang baik tanpa masalah yang ingin masuk ke dunia politik malah dicaci-maki, ujar dia, sementara orang yang tidak baik dan bermasalah justru dibiarkan.
"Untuk itulah saya turun tangan daripada (sekadar) urun angan," kata Anies. "Kita butuh pemimpin yang tidak hanya bekerja, tetapi juga menggerakkan masyarakat untuk bekerja."
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/01/07/2357070/Anies.Jakarta.Macet.Kenapa.Masyarakat.Tidak.Marah
Label:
anies
,
baswedan
,
butuh
,
dicaci-maki
,
dunia
,
figur-figur
,
jakarta
,
jokowi
,
masyarakat
,
orang-orang
,
orange
,
partai politik
,
pemimpin
,
pola pikir
,
politik
,
turun tangan
,
urun
,
wali kota
,
zudianto
Senin, 17 Juni 2013
Jepang & AS Lebih Banyak Mobil Pribadi, Tapi Kenapa Tidak Macet?
Liputan6.com, Jakarta : Meningkatnya jumlah mobil di Indonesia terutama Jakarta dituding sebagai penyebab utama macet parahnya di jalanan. Benarkah kemacetan terjadi karena jumlah mobil di Indonesia sudah kebanyakan?
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro membantah bila meningkatnya jumlah kendaraan roda empat sebagai penyebab kemacetan di Jakarta.
"Jangan kontradiktifkan jumlah mobil dengan kemacetan di Jakarta, tapi harusnya antara kemacetan dengan trafik. Karena jumlah mobil itu per kapita," tegas dia di Jakarta, seperti ditulis Sabtu (15/6/2013).
Jumlah mobil di Indonesia, lanjut Bambang, masih terbilang sedikit dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang apabila dihitung dari jumlah mobil per kapita.
"AS dan Jepang itu jumlah mobil per kapitanya jauh lebih besar dari Indonesia. Tapi kenapa dua negara itu tidak semacet Indonesia? Ya karena transportasi publiknya bagus. Pakai mobil terus menerus kan karena masyarakat tidak ada pilihan," tukasnya.
Karena trasportasi publik yang memadai itulah, menurut Bambang, masyarakat Jepang dan AS punya pilihan untuk berkendaraan selain mobil pribadi. Hal tersebut tidak terjadi di Indonesia, yang mana transportasi publik sangat sedikit dan tidak nyaman.
Berdasarkan data Ward's, AS memiliki jumlah mobil terbanyak di dunia sebanyak 239,8 juta unit pada tahun 2010. Tingkat kepemilikan kendaraan per kapita di AS juga yang tertinggi di dunia, yaitu 769 kendaraan per 1000 orang, sehingga satu mobil untuk setiap 1,3 orang.
Sementara Jepang mempunyai 73,9 juta unit kendaraan pada tahun 2010, dan menjadi pasar kendaraan terbesar kedua di dunia sampai tahun 2009.
Sedangkan di Indonesia, sejak Januari sampai April 2012 ini, kendaraan yang membebani jalanan Jakarta sudah mencapai 13,35 juta kendaraan terdiri dari motor 9,86 juta unit, mobil 2,54 juta unit, mobil beban 581,29 ribu unit, dan bus 363,71 unit.
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/614030/jepang-as-lebih-banyak-mobil-pribadi-tapi-kenapa-tidak-macet
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro membantah bila meningkatnya jumlah kendaraan roda empat sebagai penyebab kemacetan di Jakarta.
"Jangan kontradiktifkan jumlah mobil dengan kemacetan di Jakarta, tapi harusnya antara kemacetan dengan trafik. Karena jumlah mobil itu per kapita," tegas dia di Jakarta, seperti ditulis Sabtu (15/6/2013).
Jumlah mobil di Indonesia, lanjut Bambang, masih terbilang sedikit dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang apabila dihitung dari jumlah mobil per kapita.
"AS dan Jepang itu jumlah mobil per kapitanya jauh lebih besar dari Indonesia. Tapi kenapa dua negara itu tidak semacet Indonesia? Ya karena transportasi publiknya bagus. Pakai mobil terus menerus kan karena masyarakat tidak ada pilihan," tukasnya.
Karena trasportasi publik yang memadai itulah, menurut Bambang, masyarakat Jepang dan AS punya pilihan untuk berkendaraan selain mobil pribadi. Hal tersebut tidak terjadi di Indonesia, yang mana transportasi publik sangat sedikit dan tidak nyaman.
Berdasarkan data Ward's, AS memiliki jumlah mobil terbanyak di dunia sebanyak 239,8 juta unit pada tahun 2010. Tingkat kepemilikan kendaraan per kapita di AS juga yang tertinggi di dunia, yaitu 769 kendaraan per 1000 orang, sehingga satu mobil untuk setiap 1,3 orang.
Sementara Jepang mempunyai 73,9 juta unit kendaraan pada tahun 2010, dan menjadi pasar kendaraan terbesar kedua di dunia sampai tahun 2009.
Sedangkan di Indonesia, sejak Januari sampai April 2012 ini, kendaraan yang membebani jalanan Jakarta sudah mencapai 13,35 juta kendaraan terdiri dari motor 9,86 juta unit, mobil 2,54 juta unit, mobil beban 581,29 ribu unit, dan bus 363,71 unit.
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/614030/jepang-as-lebih-banyak-mobil-pribadi-tapi-kenapa-tidak-macet
Langganan:
Postingan
(
Atom
)