JAKARTA (Pos Kota) – Penanganan sampah non-organik melalui bank sampah kini sedang digalakkan Dinas Kebersihan DKI Jakarta di tingkat RT/RW. “Melalui bank sampah, warga akan menjadi terbiasa memilah sampah untuk ditabung,” ujar Kepala Dinas Kebersihan DKI Isnawa Adji, Minggu (18/10).
Saat ini ada sekitar 234 titik bank sampah yang ada di Jakarta. Ke depannya, jumlah titik ini akan ditambah agar semakin banyak sampah non-organik yang ditangani, sekaligus juga agar semakin banyak nasabah bank sampah yang semakin peduli untuk memilah sampah.
Namun ada sejumlah hal yang menghambat kelancaran transaksi bank sampah. Sebagian besar pengelolaan bank sampah saat ini masih menggunakan metode manual. Ada yang menyetor dicatat dalam buku tebal dan besar, jadi proses pencatatan lambat. Jumlah uang dan transaksi pun tidak terbuka. “Selain itu setiap bulan petugas bank sampah harus melaporkan ke Dinas Kebersihan, jadi kerja dua kali, memindahkan data dari buku ke komputer dulu,” papar Adji.
Demi meningkatkan pelayanan dengan proses yang tersistem, PT Cipta Srigati Lestari menawarkan Sistem Informasi Bank Sampah (SiBAS) untuk menunjang salah satu implementasi smart card untuk Jakarta Smart City.
SiBAS dibangun agar dapat meningkatkan efisiensi serta efektifitas dalam pengelolaan bank sampah serta pelaporan aktivitas bank sampah kepada pemerintah daerah dengan media smart card dan berbasis komputasi awan (cloud). “Jadi lebih mudah dalam pengoperasian dan perawatan sistem, serta kemudahan akses dari lokasi dengan koneksi internet,” ujarnya.
Menurutnya perangkat yang akan digunakan dalam SiBAS adalah smart card yang akan berfungsi sebagai kartu ATM untuk nasabah, dan smartphone Android dengan fitur Near Field Communication (NFC) yang dipegang oleh petugas bank sampah.
Petugas bank sampah tinggal menempelkan kartu nasabah bank sampah di smartphone untuk mencatat semua transaksi bank sampah. Jadi pencatatan transaksi lebih cepat. Smart card-nya sendiri menjadi media yang ringkas dan aman untuk penyimpanan data serta pemrosesan transaksi.
Bagi nasabah, layaknya kartu ATM, mereka bisa mengetahui jumlah uang dan transaksi yang sudah dilakukan. Kartu ATM untuk bank sampah ini sudah mulai diujicoba di Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta. Cipta sebagai penyedia smart card untuk bank sampah ini, berencana akan memproduksi sekitar dua ribu smart card untuk memenuhi kebutuhan implementasi SiBAS di titik-titik bank sampah wilayah Jakarta sebagai pilot project.
Diharapkan ke depan ada korporasi yang menjadikan SiBAS ini sebagai program Coporate Social Responsibity (CSR)-nya. Sehingga, kartu pintar ini dapat diterapkan ke seluruh bank sampah di Jakarta. Jika masing-masing RW saja ke depan berdiri satu unit bank sampah, maka ada 2.700 lebih bank sampah di Jakarta.
Sumber : http://poskotanews.com/2015/10/18/dki-perbanyak-bank-sampah-berbasis-jakarta-smart-city/
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label smartphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smartphone. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Oktober 2015
DKI Perbanyak Bank Sampah Berbasis Jakarta Smart City
Label:
adji
,
atm
,
bank
,
card
,
dinas
,
dki
,
implementasi
,
jakarta
,
kartu
,
kebersihan
,
nasabah
,
non-organik
,
pencatatan
,
rw
,
sampah
,
sibas
,
smart
,
smartphone
,
transaksi
Rabu, 30 September 2015
5 Cara dapatkan penghasilan dari kemacetan Jakarta
Merdeka.com - Tidak dipungkiri lagi bila Jakarta merupakan kota dengan kemacetan memprihatinkan di Indonesia. Bagi sebagian orang hal ini sangat menyebalkan sekaligus membosankan. Saat macet, biasanya seseorang jadi mudah emosi karena terlalu lama menunggu. Nah, agar acara menunggu makin menyenangkan, Anda bisa melakukan sesuatu untuk menambah penghasilan, lho!
Membuat Blog
Saat dalam kemacetan, cobalah memanfaatkan waktu untuk membuat blog dan mengisinya dengan keseharianmu yang menarik. Tidak perlu bingung dengan baterai smartphone yang cepat habis, sebab ada Xiaomi Redmi yang memiliki kapasitas baterai yang tahan lama. Anda bisa mendapatkannya di sini nih. Cobalah untuk aktif di blog dan ikutan kompetisi menulis yang hadiahnya bisa memberikan penghasilan lebih.
Membuat Online Shop
Online shop bisa menjadi pilihan utama untuk membuka peluang bisnis. Sambil menikmati kemacetan di Jakarta, sebaiknya kembangkan online shop milik Anda. Kemacetan tidak akan lagi membosankan, jika Anda memiliki banyak waktu untuk mengembangkan usaha dengan penghasilan yang menggiurkan.
Menjadi Freelance Writer
Memiliki kemampuan menulis berbahasa Inggris bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang melalui situs freelance. Carilah klien yang mau membayar karya tulis buatan Anda. Seringkali para klien meminta contoh tulisan sebagai bahan review sebelum memutuskan membayar jasa menulis.
Gabung di Forum Online
Untuk memanfaatkan waktu macet, cobalah untuk buka forum online yang akan memudahkan Anda untuk mengembangkan bisnis. Lumayan kan, sebelum ke kantor bisa mengerjakan bisnis sampingan terlebih dahulu.
Bergabung di Program Survey Online
Bermain gadget saat macet merupakan cara ampuh untuk membasmi rasa bosan. Di waktu ini, cobalah untuk bergabung dengan program survey online untuk mendapatkan penghasilan. Imbalan survey ini pada umumnya berupa uang tunai yang dapat diuangkan setelah mencapai batas tertentu. Namun ada pula yang memberi imbalan berupa voucher belanja menarik.
Bila setiap kemacetan dapat dilewati dengan mengerjakan hal seperti pada ulasan di atas, tentu kegiatan menunggu akan menjadi lebih menyenangkan. Semoga bermanfaat!
Sumber : http://www.merdeka.com/gaya/5-cara-dapatkan-penghasilan-dari-kemacetan-jakarta.html
Membuat Blog
Saat dalam kemacetan, cobalah memanfaatkan waktu untuk membuat blog dan mengisinya dengan keseharianmu yang menarik. Tidak perlu bingung dengan baterai smartphone yang cepat habis, sebab ada Xiaomi Redmi yang memiliki kapasitas baterai yang tahan lama. Anda bisa mendapatkannya di sini nih. Cobalah untuk aktif di blog dan ikutan kompetisi menulis yang hadiahnya bisa memberikan penghasilan lebih.
Membuat Online Shop
Online shop bisa menjadi pilihan utama untuk membuka peluang bisnis. Sambil menikmati kemacetan di Jakarta, sebaiknya kembangkan online shop milik Anda. Kemacetan tidak akan lagi membosankan, jika Anda memiliki banyak waktu untuk mengembangkan usaha dengan penghasilan yang menggiurkan.
Menjadi Freelance Writer
Memiliki kemampuan menulis berbahasa Inggris bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang melalui situs freelance. Carilah klien yang mau membayar karya tulis buatan Anda. Seringkali para klien meminta contoh tulisan sebagai bahan review sebelum memutuskan membayar jasa menulis.
Gabung di Forum Online
Untuk memanfaatkan waktu macet, cobalah untuk buka forum online yang akan memudahkan Anda untuk mengembangkan bisnis. Lumayan kan, sebelum ke kantor bisa mengerjakan bisnis sampingan terlebih dahulu.
Bergabung di Program Survey Online
Bermain gadget saat macet merupakan cara ampuh untuk membasmi rasa bosan. Di waktu ini, cobalah untuk bergabung dengan program survey online untuk mendapatkan penghasilan. Imbalan survey ini pada umumnya berupa uang tunai yang dapat diuangkan setelah mencapai batas tertentu. Namun ada pula yang memberi imbalan berupa voucher belanja menarik.
Bila setiap kemacetan dapat dilewati dengan mengerjakan hal seperti pada ulasan di atas, tentu kegiatan menunggu akan menjadi lebih menyenangkan. Semoga bermanfaat!
Sumber : http://www.merdeka.com/gaya/5-cara-dapatkan-penghasilan-dari-kemacetan-jakarta.html
Label:
baterai
,
bisnis
,
blog
,
diuangkan
,
forum
,
freelance
,
gadget
,
imbalan
,
kemacetan
,
klien
,
macet
,
online
,
penghasilan
,
redmi
,
shop
,
smartphone
,
survey
,
tahan lama
,
xiaomi
Senin, 30 Maret 2015
Go-Jek, startup yang siap jadi solusi atasi kemacetan Jakarta
Merdeka.com - Berkat teknologi, kini Anda bisa sudah bisa memesan layanan ojek profesional menggunakan sebuah aplikasi smartphone. Hadirnya start-up Go-Jek di perangkat smartphone baik Android maupun iOS membuat penggunanya bisa menggunakan jasa kirim barang dan ojek tanpa perlu repot-repot bernegosiasi harga.
Di awal bulan ini, Go-Jek yang merupakan startup yang sudah berkecimpung sejak tahun 2011 dan beroperasi di Jabodetabek, secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah memiliki aplikasi Android dan iOS untuk membantu pengguna menggunakan layanan perusahaan baik transportasi, kurir, dan belanja.
Untuk menyediakan layanan prima, Go-Jek saat ini sudah bermitra dengan sekitar 800 pengemudi ojek di daerah Jabodetabek, yang setiap harinya melayani ratusan pesanan. Selain itu, Go-Jek juga memiliki 90 klien korporat.
Jika pengguna ingin menggunakan layanan transportasi untuk bepergian dengan cepat tanpa lama-lama terjebak kemacetan Jakarta, startup ini siap mengirim ojek ke tempat penggunanya. Selain itu Go-Jek juga memberikan penutup kepala dan masker gratis agar penampilan pengguna jasanya tetap segar.
Sedangkan untuk layanan kurir, pengguna bakal merasa aman karena Go-Jek menyediakan fitur pelacakan paket barang. Pengguna layanan ini juga akan mendapatkan notifikasi bila barang telah sampai di alamat tujuan.
Tak cukup di situ saja, Go-Jek juga melayani pembelian barang apapun dan akan diantar ke tempat pemesan yang menggunakan jasanya. Menarinya, untuk belanjaan dengan nilai di bawah Rp 1 juta, pihak Go-Jek akan membayarnya terlebih dahulu dan mengirimkannya kepada pelanggan.
Kehadiran Go-Jek di Jabodetabek sendiri saat ini disebut sama dengan aplikasi Uber yang merupakan startup transportasi yang sedang naik daun. Uber sendiri berfungsi untuk memberikan layanan pengguna agar dapat secara mudah memesan taksi dengan menekan sebuah tombol di aplikasi Uber di smartphonenya.
Selain itu, hadirnya Go-Jek sendiri sudah mulai diperhatikan pemerintahan di Jakarta, kehadirannya dianggap bisa disinkronisasikan dengan transportasi umum di Jakarta seperti Transjakarta.
"Kami sangat bersyukur bahwa pemerintah daerah telah mengakui nilai kita dalam membantu transportasi Jakarta dan meningkatkan kesejahteraan tukang ojek," kata Nadiem Makarim, CEO dan Founder GO-JEK pada Tech in Asia.
Untuk ke depannya, Go-Jek sendiri memiliki tujuan untuk memperluas layanannya di sektor pengiriman paket. "Visi kami adalah untuk mengantar tidak hanya orang, tapi apa pun yang pengguna ingin dalam waktu 60 menit," ungkap Makarim.
Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/go-jek-startup-yang-siap-jadi-solusi-atasi-kemacetan-jakarta.html
Di awal bulan ini, Go-Jek yang merupakan startup yang sudah berkecimpung sejak tahun 2011 dan beroperasi di Jabodetabek, secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah memiliki aplikasi Android dan iOS untuk membantu pengguna menggunakan layanan perusahaan baik transportasi, kurir, dan belanja.
Untuk menyediakan layanan prima, Go-Jek saat ini sudah bermitra dengan sekitar 800 pengemudi ojek di daerah Jabodetabek, yang setiap harinya melayani ratusan pesanan. Selain itu, Go-Jek juga memiliki 90 klien korporat.
Jika pengguna ingin menggunakan layanan transportasi untuk bepergian dengan cepat tanpa lama-lama terjebak kemacetan Jakarta, startup ini siap mengirim ojek ke tempat penggunanya. Selain itu Go-Jek juga memberikan penutup kepala dan masker gratis agar penampilan pengguna jasanya tetap segar.
Sedangkan untuk layanan kurir, pengguna bakal merasa aman karena Go-Jek menyediakan fitur pelacakan paket barang. Pengguna layanan ini juga akan mendapatkan notifikasi bila barang telah sampai di alamat tujuan.
Tak cukup di situ saja, Go-Jek juga melayani pembelian barang apapun dan akan diantar ke tempat pemesan yang menggunakan jasanya. Menarinya, untuk belanjaan dengan nilai di bawah Rp 1 juta, pihak Go-Jek akan membayarnya terlebih dahulu dan mengirimkannya kepada pelanggan.
Kehadiran Go-Jek di Jabodetabek sendiri saat ini disebut sama dengan aplikasi Uber yang merupakan startup transportasi yang sedang naik daun. Uber sendiri berfungsi untuk memberikan layanan pengguna agar dapat secara mudah memesan taksi dengan menekan sebuah tombol di aplikasi Uber di smartphonenya.
Selain itu, hadirnya Go-Jek sendiri sudah mulai diperhatikan pemerintahan di Jakarta, kehadirannya dianggap bisa disinkronisasikan dengan transportasi umum di Jakarta seperti Transjakarta.
"Kami sangat bersyukur bahwa pemerintah daerah telah mengakui nilai kita dalam membantu transportasi Jakarta dan meningkatkan kesejahteraan tukang ojek," kata Nadiem Makarim, CEO dan Founder GO-JEK pada Tech in Asia.
Untuk ke depannya, Go-Jek sendiri memiliki tujuan untuk memperluas layanannya di sektor pengiriman paket. "Visi kami adalah untuk mengantar tidak hanya orang, tapi apa pun yang pengguna ingin dalam waktu 60 menit," ungkap Makarim.
Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/go-jek-startup-yang-siap-jadi-solusi-atasi-kemacetan-jakarta.html
Label:
android
,
aplikasi
,
barang
,
go-jek
,
ios
,
jabodetabek
,
jakarta
,
jasa
,
kehadiran
,
kurir
,
layanan
,
makarim
,
ojek
,
paket
,
pengguna
,
smartphone
,
startup
,
transportasi
,
uber
Kamis, 13 November 2014
Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Gandeng Aplikasi Waze
INILAHCOM, Jakarta - Kemacetan seolah menjadi persoalan yang tak kunjung usai di Ibu Kota Jakarta. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berusaha menanggulangi masalah tersebut. Salah satunya dengan menggandeng Waze, sebuah layanan navigasi berbasis pengguna besutan Google.
Secara teknis, bentuk kerjasama ini berupa pertukaran data antar kedua pihak. Informasi terkait kondisi lalu lintas seperti penutupan jalan, kemacetan, kecelakaan, pengalihan arus jalan dan informasi lalu lintas lainnya, dapat diketahui masyarakat melalui aplikasi Waze yang dapat diunduh melalui smartphone atau tablet.
Tujuan utamanya adalah untuk memberitahu kepada pengguna jalan mengenai kepadatan jalan raya sehingga mereka bisa memilih jalan alternatif lain agar kondisi lalu lintas tidak semakin padat.
"Kerjasama ini terkait dengan transfer data yang dimiliki Dinas Perhubungan DKI dan Google Waze, sehingga masyarakat mendapatkan informasi terbaru dan dapat meresponnya," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar.
"Misalnya Dishub punya data kecepatan lalu lintas di setiap ruas jalan, data itu akan kami berikan ke Waze, kemudian masyarakat yang menggunakan aplikasi akan tahu mana saja jalan-jalan yang lancar dan macet," lanjutnya.
Sementara itu, Connected Citizen Program Manager Google Waze, Paige Fitzgerald, mengatakan bahwa dengan kerjasama ini pihak akan membantu Jakarta menjadi 'smart city' atau 'kota pintar' dalam bidang lalu lintas.
"Jakarta menjadi salah satu dari 10 kota yang menjadi sasaran program 'smart city' dalam bidang arus lalu lintas," ujar Fitzgerald usai bertemu dengan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, baru-baru ini.
Selain Jakarta, Waze telah menjalin kerjasama serupa dengan sembilan kota besar di dunia lainnya, yakni Rio de Janeiro (Brasil), Barcelona (Spanyol), Tel Aviv (Israel), San Jose (Kosta Rika), Boston (AS), Los Angeles (AS), New York (AS), Utah (AS), dan Florida (AS).
Seperti diketahui, Waze adalah sebuah piranti lunak navigasi gratis untuk smartphone dan tablet yang memiliki GPS. Waze bisa diunduh dari negara manapun di dunia termasuk Indonesia, namun peta dasar untuk Indonesia belum tersedia sehingga kontribusi pengguna sangat diutamakan.
Berbeda dengan piranti lunak navigasi umumnya, Waze memberikan informasi dan peta berdasarkan masukan komunitas pemakainya.
Informasi mengenai kecelakaan, kemacetan jalan, keadaan lalu lintas, berdasarkan kondisi nyata yang dilaporkan para penggunanya. Pengguna Waze juga bisa melakukan pemutakhiran peta, pemberian nomor rumah atau bangunan, penandaan lokasi secara pribadi dan langsung.
Waze juga mempunyai fasilitas ngobrol atau chatting. Ini memberikan poin untuk setiap kegiatan yang dilakukan seperti menjelajah, memutakhirkan peta, dan peristiwa khusus lainnya.
Sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/2153445/atasi-kemacetan-pemprov-dki-gandeng-aplikasi-waze
Secara teknis, bentuk kerjasama ini berupa pertukaran data antar kedua pihak. Informasi terkait kondisi lalu lintas seperti penutupan jalan, kemacetan, kecelakaan, pengalihan arus jalan dan informasi lalu lintas lainnya, dapat diketahui masyarakat melalui aplikasi Waze yang dapat diunduh melalui smartphone atau tablet.
Tujuan utamanya adalah untuk memberitahu kepada pengguna jalan mengenai kepadatan jalan raya sehingga mereka bisa memilih jalan alternatif lain agar kondisi lalu lintas tidak semakin padat.
"Kerjasama ini terkait dengan transfer data yang dimiliki Dinas Perhubungan DKI dan Google Waze, sehingga masyarakat mendapatkan informasi terbaru dan dapat meresponnya," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar.
"Misalnya Dishub punya data kecepatan lalu lintas di setiap ruas jalan, data itu akan kami berikan ke Waze, kemudian masyarakat yang menggunakan aplikasi akan tahu mana saja jalan-jalan yang lancar dan macet," lanjutnya.
Sementara itu, Connected Citizen Program Manager Google Waze, Paige Fitzgerald, mengatakan bahwa dengan kerjasama ini pihak akan membantu Jakarta menjadi 'smart city' atau 'kota pintar' dalam bidang lalu lintas.
"Jakarta menjadi salah satu dari 10 kota yang menjadi sasaran program 'smart city' dalam bidang arus lalu lintas," ujar Fitzgerald usai bertemu dengan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, baru-baru ini.
Selain Jakarta, Waze telah menjalin kerjasama serupa dengan sembilan kota besar di dunia lainnya, yakni Rio de Janeiro (Brasil), Barcelona (Spanyol), Tel Aviv (Israel), San Jose (Kosta Rika), Boston (AS), Los Angeles (AS), New York (AS), Utah (AS), dan Florida (AS).
Seperti diketahui, Waze adalah sebuah piranti lunak navigasi gratis untuk smartphone dan tablet yang memiliki GPS. Waze bisa diunduh dari negara manapun di dunia termasuk Indonesia, namun peta dasar untuk Indonesia belum tersedia sehingga kontribusi pengguna sangat diutamakan.
Berbeda dengan piranti lunak navigasi umumnya, Waze memberikan informasi dan peta berdasarkan masukan komunitas pemakainya.
Informasi mengenai kecelakaan, kemacetan jalan, keadaan lalu lintas, berdasarkan kondisi nyata yang dilaporkan para penggunanya. Pengguna Waze juga bisa melakukan pemutakhiran peta, pemberian nomor rumah atau bangunan, penandaan lokasi secara pribadi dan langsung.
Waze juga mempunyai fasilitas ngobrol atau chatting. Ini memberikan poin untuk setiap kegiatan yang dilakukan seperti menjelajah, memutakhirkan peta, dan peristiwa khusus lainnya.
Sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/2153445/atasi-kemacetan-pemprov-dki-gandeng-aplikasi-waze
Label:
as
,
data
,
dki
,
fitzgerald
,
google
,
informasi
,
jakarta
,
jalan
,
kemacetan
,
kerjasama
,
lalu lintas
,
navigasi
,
pengguna
,
peta
,
piranti
,
smart
,
smartphone
,
tablet
,
waze
Langganan:
Postingan
(
Atom
)