Tampilkan postingan dengan label kbt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kbt. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Sampah berbelatung 2 minggu tak diangkut, pejabat Jaktim saling lempar

LENSAINDONESIA.COM: Sampah menumpuk tidak diangkut dua minggu hingga penuh belatung dan menebar bau busuk dikeluhkan warga Ujung Menteng, Cakung, jakarta Timur ditanggapi serius Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Timur Andriansyah. Ia mengaku sangat kecewa dengan penanganan sampah di Jakarta Timur selama ini.

Menurutnya, semua itu dikarenakan tidak adanya koordinasi yang baik antar SKPD dalam menangani sampah secara bersama-sama.

Baca juga: Warga Cakung marah sampah 2 minggu penuh belatung tidak diangkut dan Warga Jaktim Curhat pembiaran kali Pal Meriam pemicu banjir

“Saat ini banyak miss, sehingga penanganan sampah saling lempar. Jadinya, sampah tak tertangani,” kata Adriansyah.

Adriansyah menyontohkan, penangan sampah di sisi Banjir Kanal Timur (BKT) lantaran tidak ada koordinasi yang baik, sehingga sampah selalu menjadi pemandangan kurang sedap.

“Seharusnya UPT KBT yang ngantor di BKT. Sehingga, penanganan sampah dapat tertangani dengan baik dan juga saling koordinasi dengan baik antar SKPD,” ujarnya serius. @winarko

Sementara itu, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata Sylviana Murni mengatakan, sangat menyayangkan kurangnya kepedulian Pemkot maupun SKPD dalam menangani sampah di area Kanal Banjir Timur (KBT). Hal itu terlihat dari maraknya sampah yang tak kunjung tertanggani.

“Kayaknya Kepala UPT tidak memahami akan tupoksinya. Padahal mereka itu harusnya bersinergi dan membuat networking. Jika seperti itu adanya berarti hubungan mereka kurang bersinergi,”kata Sylviana. @winarko

Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2014/04/28/sampah-berbelatung-2-minggu-tak-diangkut-pejabat-jaktim-saling-lempar.html

Jumat, 04 April 2014

Dicari 3.100 calon Pekerja Pembersih Sampah Sungai di Jakarta

JAKARTA, Jaringnews.com - Pemerintah DKI Jakarta menargetkan ratusan ton sampah di sungai di Ibukota akan terangkat. Maka itu Balaikota memerlukan ribuan pekerja pembersih sampah untuk itu.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Penanganan Sampah Badan Air, Jalur dan Taman Dinas Kebersihan DKI Budi Karya menjelaskan mereka akan digaji besar. Saat ini DKI sudah merekrut pekerja kebersihan sebanyak 1.600 orang. Semuanya adalah tenaga honorer.

"Tenaga honorer itu akan dibayar Rp80.252 per hari," kata Budi di Jakarta, Kamis (3/4).

Hanya saja sampai saat ini DKI masih membutuhkan 3.100 pekerja. Mereka akan membersihkan 300 ton sampah.

"Sebetulnya, jumlah tenaga honorer itu masih belum cukup. Karena, yang kita butuhkan sebanyak 3.100 pekerja. Dengan 1.600 tenaga itu hanya dapat membersihkan 100 ton sampah dari total keseluruhan 300 ton," jelas Budi.

Sebelumnya, DKI akan memasang 3 eskavator di hulu Kanal Banjir Timur (KBT), hilir KBT, serta di Pintu Air Manggarai. ‎Direncanakan pula menambah alat berat dengan membeli 5 amphibius guna mengeruk sampah di dalam lumpur. Sampah itu ditargetkan bersih 2015 mendatang.

Sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/59484/dicari-calon-pekerja-pembersih-sampah-sungai-di-jakarta

Rabu, 23 Oktober 2013

Dishub Sarankan Penghalang Jalan Dipasang di Jalur Sepeda KBT

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyarankan agar jalur sepeda di Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, ditutup dengan penghalang jalan atau movable concrete barrier (MCB) dari fiberglass. Dengan demikian, kendaraan selain sepeda tidak dapat lewat di jalur tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, Selasa (22/10/2013), mengatakan, saat ini jalur sepeda dan Taman Astra Heavy Equipment Maining and Energy Equipment (AHEME) di Kanal Banjir Timur (KBT) merupakan tanggung jawab Unit Pengelola Teknis Kanal Banjir Timur (UPT KBT). UPT KBT ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI. Pristono menyarankan agar UPT KBT menutup jalur sepeda di KBT agar tidak ada pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima yang menggunakan jalur sepeda di sana.

"Kalau ditutup, kendaraan bermotor tidak bisa lewat, tidak akan ada PKL, kalau pesepeda masih bisa diangkat sepedanya," ujar Pristono.

Menurutnya, Dishub DKI siap berkoordinasi untuk merekayasa lalu lintas dan membatasi kendaraan bermotor di KBT. Ia mengatakan, petugas dapat menjaga sejumlah titik kemacetan di sana, tetapi tidak akan menjaganya selama 24 jam.

Kondisi jalur sepeda KBT saat ini digunakan oleh PKL dan parkir liar. Pengguna sepeda di jalur tersebut merasa tidak nyaman karena keberadaan PKL dan sepeda motor tersebut. Terlebih lagi, PKL tersebut semakin banyak pada Sabtu dan Minggu. Keberadaan PKL itu terlihat di pintu air Pondok Kopi, Taman AHEME, dan jalur sepeda dekat Rumah Sakit Duren Sawit. Jalur itu bahkan menjadi showroom dadakan untuk menawarkan mobil baru. Mobil keluaran terbaru itu diparkirkan di jalur sepeda dan para tenaga pemasaran membagikan brosur mobil itu kepada setiap orang yang melintas.

Taman AHEME memiliki luas 3,9 hektar dan panjang 1,4 kilometer. Taman itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 16 Desember 2012.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/22/2303530/Dishub.Sarankan.Penghalang.Jalan.Dipasang.di.Jalur.Sepeda.KBT