Tampilkan postingan dengan label reuse. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reuse. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2014

Jumlah Sampah di Jakarta Sama dengan Berat 2.000 Ekor Gajah

Liputan6.com, Jakarta : Kondisi sampah di Indonesia cukup memprihatinkan, terlebih di Jakarta. Kondisi sampah di Jakarta saat ini mencapai 6.700 ton per hari, dengan jumlah penduduk sesuai data BPS 2009 sekitar 9.223 juta jiwa.

Menurut Ketua Jakarta Aksi Lingkungan Indah (Jali Two) Prakoso, berat siampah-sampah tersebut sama dengan mengumpulkan 2.000 gajah di Tempat Pemungutan Akhir (TPA) per harinya.

"Jika diasumsikan berat satu ekor gajah dewasa 3 sampai 4 ton, maka setiap harinya ada 2.000 ekor gajah di TPA per hari," kata Prakoso mengibaratkan dalam acara `Kementerian Lingkungan Hidup Media Briefing` di Ruang Kalpataru Gedung B KLH, Kebon Nanas, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Dalam hitungan kasar, kata Prakoso, rata-rata setiap orang akan menghasilkan sampah 1 kilogram per hari, terdiri dari 17 persen sampah plastik. "Organik adalah sampah terbanyak, yaitu sebesar 67 persen. Sedangkan sampah an-organik sebesar 32,8 persen dan 0,2 persen lainnya," kata dia menambahkan.

Untuk itu, Prakoso yang kini mencetuskan bank sampah bagi masyarakat di sekitar Jakarta Timur mengatakan, untuk mengurangi sampah ini, ada baiknya si pemilik sampah untuk memilah sampah-sampah mana saja yang memang layak untuk dibuang, dan mana pula sampah yang masih bisa diproses menjadi sesuatu yang bermanfaat.

"Keuntungan memilih sampah adalah sebanyak 67 persen sampah organik bisa dibuat kompos. Sedangkan sebanyak 32,8 persen sampah anorganik dapat dijadikan 3R (reduce, reuse, dan recycle). Dengan begitu, selain mengurangi timbunan sampah, dapat juga memperoleh penghasilan tambahan," kata Prakoso menerangkan.

Sumber : http://health.liputan6.com/read/831646/jumlah-sampah-di-jakarta-sama-dengan-berat-2000-ekor-gajah

Senin, 21 Oktober 2013

Ketahuan Buang Sampah Sembarangan, Denda Rp 100.000

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jakarta akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan sampah. Ke depannya, akan diterapkan reward and punishmentdalam menjaga kebersihan di Ibu Kota.

Menurut Unu, reward diberikan ke kawasan-kawasan yang bisa mengelola sampah 3R (reuse, refuse, recycle) dengan baik. Sementara di sisi lain, masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan ditindak tegas dengan diberi sanksi.

"Sanksi yakni pidana tiga bulan dan denda Rp 100-500 ribu," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin, saat dihubungi, Minggu (20/10/2013).

Selain ke warga masyarakat, lanjut Unu, reward and punisment juga diterapkan di kantor-kantor perusahaan dan instansi pemerintah. Untuk perusahaan atau instansi, apabila diketahui ada yang membuang sampah di sembarang tempat, akan dikenakan denda Rp 10-50 Juta. Pengawasan dilakukan sampai ke tingkat kantor kelurahan.

Nantinya, Dinas Kebersihan akan bekerjasama dengan institusi Satuan Polisi Pamong Praja dan Polri. Penegakan itu sendiri berlandaskan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengolahan Sampah.

"Nanti ada CCTV juga untuk pengawasan," tegas Unu.

Lebih lanjut, kata Unu, kebijakan tersebut akan diterapkan paling lambat awal Januari 2014. Sebelumnya, akan dilakukan lebih dahulu sosialisasi ke masyarakat.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/20/1934174/Ketahuan.Buang.Sampah.Sembarangan.Denda.Rp.100.000

Rabu, 06 Februari 2013

Sampah Bukan Lagi Barang Tidak Bermanfaat

"Sampah bukan hanya sekedar untuk dibuang, sampah mempunyai manfaat".

Jakarta - Sampah memang menjadi faktor utama penyebab banjir dan bencana lainnya. Siapapun setiap hari memproduksi sampah. Hasil pemeriksaan terakhir, produksi sampah mencapai 9.000 ton per hari khususnya di Jakarta. Namun sampah sekarang ini tidak lagi dipersepsikan menjadi sesuatu yang tidak berguna.

"Dari sampah kita bisa mendapatkan banyak manfaat dan menghasilkan uang," ujar Mohammad Baedowy Pendiri Majestic Buana Group, pengelola sampah sebagai bisnis yang bermanfaat.

Dalam diskusi yang diadakan AQUA Group di GOR Bulungan, Senin (4/2), Baedowy berbagi pengalaman untuk menjadikan generasi sekarang ini untuk gemar mengelola sampah. Diskusi ini sekaligus menjadi Kampanye yang bertajuk Gemar Mengelola Sampah (Gemas).

Hal senada juga diungkapkan Gabriel Andari, Dosen Teknik Lingkungan, Universitas Indonesia, yang juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut.

"Sampah bukan hanya sekedar untuk dibuang, sampah mempunyai manfaat," jelasnya.

Masyarakat harus bertanggung jawab atas sampah yang mereka produksi. Seperti memanfaatkan sampah kembali menjadi bahan baku, memanfaatkan untuk Refused Derived Fuel (RDF), menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), hingga memikirkan sesuatu yang kita beli (think before you buy).

Konsumerisme menjadi faktor terbesar produksi sampah meningkat.

"Semakin banyak masyarakat membeli semakin banyak pula sampah yang dihasilkan," jelas Andari.

Masyarakat diharapkan sadar akan nilai-nilai lingkungan seiring pertumbuhan tingkat ekonomi yang baik.

Mengubah pola pikir masyarakat atas tidak bergunanya sampah merupakan hal penting yang dapat mengurangi produksi sampah khususnya di Jakarta.

"Pendidikan terus menerus harus dilakukan, bagaimanapun juga pendidikan merupakan kunci perubahan masyarakat," tutur Andari.

Hendra Aquan, dari Komunitas Transformasi Hijau juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut. Hendra menyampaikan solusi lain untuk menyadarkan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi seperti media sosial yang ada.

Sumber : http://www.beritasatu.com/nusantara/95228-sampah-bukan-lagi-barang-tidak-bermanfaat.html