Tampilkan postingan dengan label setinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label setinggi. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juni 2014

Hujan Deras, 19 Ruas Jalan Jakarta Terendam Banjir

TEMPO.CO, Jakarta -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi sejak Ahad siang hingga petang, 15 Juni 2014, membuat titik genangan air bertambah. Genangan air itu merendam jalan Ibu Kota Jakarta.

Sebelumnya, ada sepuluh titik genangan air yang terpantau Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) DKI Jakarta. Namun, hingga petang ini terdapat 19 titik genangan air. (baca: BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Petir)

Berikut 19 titik genangan air berdasarkan pantauan Pusdalops BPBD DKI:

1. Jalan DI Panjaitan, tepatnya di depan kantor Samsat Jakarta Timur, genangan setinggi 10-20 sentimeter.
2. Depan Stasiun Tanjung Barat, genangan 10-20 sentimeter
3. Jalan Raya Pancoran arah Pasar Minggu dan sebaliknya, genangan 10 sentimeter.
4. Jalan MT Haryono di sekitar halte bus Transjakarta BKPM, genangan 20-30 sentimeter.
5. Jalan Kav Polri, Ragunan, genangan setinggi 40-50 sentimeter.
6. Jalan Condet Raya, genangan 30-40 cm, (depan Ponpes Al-Hawi), Jakarta Timur.
7. Jalan Arteri Pondok Indah, genangan 10-15 sentimeter.
8. Jalan Pisangan Lama, Jatinegara, genangan setinggi 10-20 sentimeter.
9. Jalan Raya Fatmawati dekat perempatan Radio Dalam, genangan 10-30 sentimeter.
10. Jalan Raya Moch. Kahfi II dekat pertigaan Warung Silah, genangan 10-30 sentimeter.
11. Jalan Tomang Raya, genangan 5-10 sentimeter.
12. Jalan Menteng Dalam, genangan 20-25 sentimeter.
13. Jalan Raya Kembangan Utara depan SDN 02, genangan 10-20 sentimeter.
14. Jalan H. Ipin, Pondok Labu, genangan 10-50 sentimeter.
15. Jalan raya depan WTC Mangga Dua, genangan 10-30 sentimeter.
16. Jalan Kemang Timur 5, genangan 10-30 sentimeter.
17. Jalan RC Veteran depan RS DR Suyoto, genangan 10-20 sentimeter.
18. Jalan Melinjo RT 06/05, Jakarta Selatan, genangan 10-40 sentimeter.
19. Jalan Raya Antasari, Cipete, genangan 10-20 sentimeter.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/06/15/083585177/Hujan-Deras-19-Ruas-Jalan-Jakarta-Terendam-Banjir

Senin, 12 Agustus 2013

BPBD DKI: Banjir dan Kebakaran Warnai Lebaran di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta : Di tengah kegembiraan merayakan Idul Fitri 1434 Hijriah, warga Ibukota dilanda musibah banjir dan kebakaran di sejumlah wilayah di Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana DKI Data DKI Jakarta merangkum bencana yang terjadi pada masa liburan panjang dan cuti bersama Lebaran mulai 3-10 Agustus 2013.

Demikian pernyataan tertulis Kepala Seksi Informatika, BPBD DKI, Bambang Surya Putra yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Minggu (11/8/2013).

Bambang menuturkan banjir di Jakarta dimulai dari tingginya curah hujan pada 3 - 4 Agustus 2013 di Selatan Jakarta yaitu pada kawasan tangkapan air (catchment area) pada hulu sungai Ciliwung sehingga mengakibatkan banjir 1 meter lebih. Banjir itu meliputi Kampung Melayu (47 RT), Bidara Cina (20 RT), Cililitan (2 RT), Cawang (28 RT) dan Bukit Duri (2 RT).

"Namun, warga masih dapat bertahan di rumahnya masing-masing dan tidak dilaporkan terdapat pengungsi," imbuh Bambang.

Pada 7 Agustus 2013, Bambang menambahkan, Posko Dinas PU melaporkan terjadi peningkatan tinggi muka air pada beberapa pintu air akibat tingginya curah hujan yaitu Pesanggrahan mencapai 300 cm (siaga 2) dan Depok (siaga 3). Lalu, diikut juga oleh Kali Krukut (siaga 3) dan Angke (siaga 3). Kondisi tersebut menimbulkan genangan banjir yang cukup tinggi yaitu:

1. Kp. Melayu ketinggian banjir 30–300 cm, 53 RT tergenang, 7.728 warga terdampak, 136 orang terpaksa mengungsi di Masjid Attawabin
2. Bidara Cina banjir setinggi 50–150 cm, 20 RT tergenang, 2.182 warga terdampak, pengungsi tidak ada.
3. Pondok Pinang banjir setinggi 20–250 cm , 2 RT tergenang, 597 warga terdampak, 100 orang mengungsi.
4, Pondok Labu banjir sekitar 30–100 cm, 1 RT tergenang, 230 warga terdampak, dan tidak ada pengungsi.
5. Ulujami banjir setinggi 50–200 cm, 5 RT tergenang, 2.931 warga terdampak, 400 orang mengungsu di Sasana Krida
6. Bintaro banjir sekitar 50–100 cm, 20 RT tergenang, 2.873 warga terdampak dam 200 orang mengungsi di Posko RW12 & Masjid Al Mariyah

Banjir tersebut yang terjadi mulai 7 Agustus itu berangsur surut seluruhnya 10 Agustus 2013 lalu. 1 Korban M Nafisumur (38) meninggal dunia dan ditemukan di Kali Krukut.

"Keluarga korban telah diberikan santunan dari Dinas Sosial DKI Jakarta. Jadi total warga yang terdampak banjir 16.541 orang dengan jumlah pengungsi sebanyak 836 jiwa," kata Bambang.

Kebakaran

Bambang menambahkan Kebakaran juga kerap terjadi mulai 3-11 Agustus 2013 dan telah terjadi 28 kali kebakaran. Menimbulkan 4 orang korban jiwa antara lain 3 orang meninggal pada kebakaran di Jalan Tanah Koja, Jakut, pada 8 Agustus 2013 yaitu Dina Yulianti (12), MohFadli (10), dan Doni (4).

"Sedangkan 1 orang, yakni Bapak Abuna meninggal akibat serangan jantung saat kebakaran di Jalan Sinar Budi Jembatan 2m Jakarta Utara.
Adapun korban luka ringan akibat terbakar sebanyak 4 orang," jelas Bambang.

Ia menambahkan kebakaran tersebut mengakibatkan 152 bangunan terbakar , 121 KK atau sebanyak 509 jiwa kehilangan tempat tinggal. Bantuan yang hingga saat ini masih dibutuhkan adalah pakaian seragam sekolah dan buku-buku pelajaran. Hal tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.

Namun, jika ada warga masyarakat yang bersimpati dapat menyampaikan bantuan langsung kepada korban," imbuh Bambang.

Dari data kebakaran yang ada, Bambang menjelaskan sebanyak 92,86% kebakaran disebabkan korsleting listrik, 3.57% diakibatkan api rokok, dan 3.57% diakibatkan oleh tabung gas yang meledak.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/662749/bpbd-dki-banjir-dan-kebakaran-warnai-lebaran-di-jakarta

Kamis, 10 Januari 2013

Banjir Merendam, Warga Pilih Tak Pergi Kerja

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Warga Kelurahan Bidaracina, RT 06-12 /RW 11, Kampung Dalam Jakarta Timur tidak bisa bekerja karena kedatangan tamu tak diundang, banjir kiriman, sejak Kamis (10/1/2013) subuh tadi.

Pantauan Tribunnews.com, kebanyakan warga memilih bertahan di rumah (berlantai dua) untuk menjaga barang peralatan mereka. Pun demikian warga yang mengungsi di Gereja HKBP MT Haryono Cawang dan gedung Karangtaruna.

Selain mengungsikan barang peralatan di dua gedung tersebut, sebagian warga yang telah lelah tampak beristirahat.

Sebagian lainnya tampak berdiri dan bercengkrama dengan warga lainnya sembari menjaga sepeda motor yang diparkirkan di tempat yang lebih tinggi.

Warga Kelurahan Bidaracina, RT 06-12 /RW 11, Kampung Dalam Jakarta Timur kembali kedatangan tamu tak diundang, banjir kiriman, Kamis (10/1/2013) subuh.

Sekitar pukul 04.00 WIB, banjir telah menggenangi sebagian rumah warga yang berada di tempat yang lebih rendah. Tak berselang lama, arus air semakin deras hingga merendam rumah warga di sekitar gereja HKBP MT Haryono.

Sejak itu pula warga tampak memindah-mindahkan peralatan dan barang dari rumah masing-masing ke dalam gereja dan tempat yang lebih tinggi. Kendaraan bermotor pun demikian dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

"Tadinya saya lihat sekitar jam tigaan air belum setinggi dan deras ini. Sekarang sudah tinggi seperti ini, tambah angin yang dingin," ujar Respon Zagoto.

Dia katakan, tidak ada hujan mengguyur. Namun, banjir kiriman itu telah menggenangi sebagian besar rumah warga.

Sebelumnya, banjir setinggi dua meter terjadi di Bidara Cina, Jakarta Timur sejak Senin (24/12/12) lalu.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/10/banjir-merendam-warga-pilih-tak-pergi-kerja