Tampilkan postingan dengan label grogol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label grogol. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2015

Kurangi Macet, Jalan Tol di Jakarta Akan Dibuat dengan Sedikit Pintu

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Jakarta Tollroad Development Frans Sunito berjanji, enam ruas jalan tol yang nantinya akan beroperasi di Jakarta akan berbeda dari jalan tol yang ada saat ini. Sebab, jalan tol tersebut tidak akan memiliki banyak pintu masuk dan keluar.

Tujuannya, kata Frans, agar jalan tol tersebut tidak menimbulkan titik-titik kemacetan. Sebab, ia menilai bahwa selama ini pintu masuk dan keluar tol merupakan salah satu penyebab kemacetan. [Baca: "Sudah Rasio Jalan Cuma 6 Persen, Sarana Transportasinya Juga Jelek"]

"Kalau jalan tol dalam kota yang sekarang ini kan sedikit-sedikit pintu masuk atau keluar, rata-rata tiap 7 kilometer ada. Dari Grogol ke Slipi saja ada berapa. Kalau yang ini (enam ruas jalan tol) enggak seperti itu karena tol-nya cuma untuk orang yang jarak jauh, misalnya dari Grogol ke Bekasi," kata dia di Balai Kota, Selasa (19/5/2015).

Frans yakin, keberadaan enam ruas jalan tol tidak hanya akan dapat memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga memperlancar arus distribusi logistik yang akan menghubungkan kawasan timur dan barat Ibu Kota.

Tidak hanya itu, lanjut Frans, enam ruas jalan tol nantinya juga akan dilengkapi dengan layanan bus ulang alik, yakni bus yang beroperasi di atas jalan tol.

"Kami akan sediakan tempat-tempat pemberhentian bus ulang alik. Bus ini akan modar-mandir di jalan tol dari ujung ke ujung," ujar dia.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/05/19/18313481/Kurangi.Macet.Jalan.Tol.di.Jakarta.Akan.Dibuat.dengan.Sedikit.Pintu

Senin, 25 Maret 2013

Atasi Macet, Contra Flow Diuji Coba di Tol Dalam Kota

Liputan6.com, Jakarta : Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga Tbk. mengujicobakan jalur lawan arus (contra flow) di Tol Dalam Kota mulai dari Grogol (KM 15+200) hingga Slipi (KM 12+400).

"Diujicobakan mulai hari (Senin) ini pukul 06.00 WIB hingga 09.30 WIB," kata Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sambodo di Jakarta, Senin (25/3/2013).

AKBP Sambodo mengatakan, pemberlakuan contra flow guna mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas dari Tol Tangerang menuju Jakarta saat memasuki Grogol arah Slipi.

Uji coba jalur lawan arus yang menuju Semanggi sepanjang 2,8 kilometer tersebut diberlakukan hingga 1 April 2013. Kemudian pihak kepolisian dan Jasa Marga akan mengevaluasi.

Pihak kepolisian maupun Jasa Marga akan merekayasa arus lalulintas melalui jalur lawan arus, jika hal tersebut dapat mengurangi kemacetan pada pagi hari.

Petugas kepolisian telah berjaga di lokasi jalur lawan arus dan memasang rambu-rambu, kata Sambodo, agar memudahkan pengemudi mengetahui pemberlakuan jalur lawan arus tersebut. (Ant/Yus)

Sumber : http://news.liputan6.com/read/543841/atasi-macet-contra-flow-diuji-coba-di-tol-dalam-kota

Rabu, 16 Januari 2013

JAKARTA BANJIR: Pengungsi Capai 6.101 Orang, Inilah Wilayah yang Terendam Banjir

JAKARTA–Sedikitnya 6.101 orang mengungsi ke sejumlah tempat, karena rumahnya di kawasan Jakarta Timur terendam banjir luapan Sungai Ciliwung yang tercatat hingga Selasa (15/1/2013) sekitar pukul 20.00 WIB hingga pagi ini, Rabu (16/1/2013).

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan data sementara ada sebanyak 50 kelurahan di kawasan tersebut terendam banjir.

Beberapa wilayah yang terendam banjir di Jakarta adalah sebagai berikut:

A. Jakarta Timur
- Daerah yang terendam banjir adalah Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu), Kec Kramat Jati (Kel Cawang dan Cililitan).

B. Jakarta Selatan
- Banjir menggenangi Kecamatan Tebet (Kelurahan Bukit Duri dan Kebon Baru), - Kecamatan Pancoran (Kel Rawajati), Kecamatan Pasar Minggu (Kelurahan Pejaten Timur dan Cilandak Timur), Kecamatan Kebayoran Lama (Kelurahan Pondok Pinang dan Kebayoran Lama Utara), Kecamatan Pesanggrahan (Kelurahan Petukangan Selatan, Bintaro, Ulujami dan Cipulir), Kecamatan Cilandak (Kelurahan Cilandak Barat dan Kelurahan Pondok Labu), Kecamatan Kebayoran Baru (Kelurahan Petogogan), dan Kecamatan Jagakarsa (Kelurahan Tanjung Barat).

C. Jakarta Pusat
- Banjir di 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, dan di Kelurahan Petamburan di Kecamatan Tanah Abang, serta di Kelurahan Cideng di Kecamatan Gambir.

D. Jakarta Barat
- Banjir terjadi di Kecamatan Kebon Jeruk (Kelurahan Kedoya Utara, Duri Kepa dan Sukabumi Selatan), Kecamatan Kembangan (Kelurahan Kembangan Utara, Joglo dan Meruya), Kecamatan Grogol Petamburan (Kelurahan Grogol, Tomang, Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren Utara, Jelambar, Jelambar Baru, dan Wijaya Kusuma), Kecamatan Cengkareng (Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Cengkareng Barat, Kedaung Kaliangke dan Rawa Buaya).

E. Jakarta Utara
- Banjir terjadi di Kecamatan Kelapa Gading (Kelurahan Kepala Gading Timur dan Pegangsaan Dua), Kecamatan Tanjung Priok (Kelurahan Tanjung Priok, Sunter Agung dan Kebon Bawang), KecamatanPademangan (Kelurahan Pademangan Barat), Kecamatan Penjaringan (Kelurahan Penjaringan, Pejagalan, Kamal Muara, Kapuk Muara dan Pluit).

Sumber : http://www.solopos.com/2013/01/16/jakarta-banjir-ribuan-orang-mengungsi-368938