TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo enggan melayani keluhan soal Jakarta yang tambah macet karena ditutupnya sejumlah jalan utama di Jakarta yang digunakan sebagai trek lari Jakarta Marathon. "Ga ada acara saja sudah macet," ujar Jokowi, Ahad 27 Oktober 2013. "Kalau tidak ditutup masak larinya bareng mobil dan motor?"
Lomba marathon di Jakarta ini diikuti oleh 10.000 peserta dari Indonesia dan luar negeri. Lomba terbagi atas empat kategori, yaitu 5 kilometer, 10 kilometer, half maraton 21 kilometer, dan full maraton 42 kilometer. Rute terpanjang melewari sebagian jalan protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Gatot Subroto, Rasuna Said, hingga kawasan Pancoran dan Kota Tua.
Jokowi menilai lomba maraton pertama di Jakarta itu sudah cukup baik. Tetapi persiapan lomba pada 2014 harus dilakukan lebih matang. "Ini kan persiapannya baru sejak Februari, kalau setahun pasti lebih bagus lagi," ujarnya.
Hal itu juga berlaku untuk promosi acara. Tahun ini sejumlah pelari asing dari negara di Asia dan Afrika ikut ambil bagian dalam lomba lari. "Kalau bisa jadi bagian promosi pariwisata Jakarta, kenapa tidak?" katanya.
Para pelari yang ikut berkompetisi dalam Jakarta Marathon 2013 memuji trek lari yang mereka lalui selama lomba. Para pelari itu mengatakan jalan yang mereka lalui cukup mulus dan bebas hambatan.
Pelari asal Kenya, Muindi Onismus yang menjadi juara dua lomba half marathon 21 kilometer mengatakan trek lari di Jakarta termasuk bagus. "Tidak ada gangguan selama kami berlari, saya merasa aman," ujar Onismus. Menurut dia, kompetisi antar pelari half maraton di Jakarta cukup ketat dibandingkan dengan perlombaan serupa di China, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Hanya satu keluhan Onismus. "Cuacanya panas dan lembap, cukup merepotkan," katanya.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/10/27/083525107/Jakarta-Marathon-Bikin-Macet-Jokowi-Biasanya-Juga-Macet
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label persiapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persiapan. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Oktober 2013
Kamis, 21 Maret 2013
Ini Dia Wajah Kemacetan Jakarta 2014
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Tingginya pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang tidak diimbangi dengan penambahan rasio jalan raya, diprediksi akan mengakibatkan kemacetan total pada 2014 mendatang. Namun, belum terlambat bagi Pemprov DKI mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi, termasuk dengan menerapkan segera kebijakan ganjil genap yang dinilai bisa mengatasi kemacetan total tersebut.
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan meminta, pelaksanaan kebijakan ganjil genap sebaiknya diterapan pada tahun ini. "Jika sistem ganjil genap ini tidak diterapkan sekarang, tahun depan yaitu 2014 Jakarta akan mengalami kemacetan total. Bentuk ganjil genap sebaiknya berdasarkan kawasan bukan koridor dan dilaksanankan purna waktu," ujarnya, saat dialog publik di salah satu hotel di Jakarta Pusat.
Azas memahami penerapan sistem ganjil genap ini bukan perkara gampang, karena diperlukan berbagai persiapan dan kebijakan pendukung. "Ganjil genap diharapkan bukan hanya kebijakan yang bagus di atas kertas, tapi jangan sampai kedodoran dalam implementasi. Sekarang sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan persiapan dan sosialisasi secara gencar kepada publik agar ada kejelasan sistem ganjil genap yang akan dilakukan diterima sebagai informasi resmi masyarakat," pintanya seperti dilansir situs beritajakarta.com.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menginginkan masyarakat mendukung program Pemerintah Provisi DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan dengan penerapan sistem ganjil-genap. "Kita harus mengubah dan mengatur diri kita sendiri, salah satunya dengan membiasakan naik angkutan massal seperti bus Transjakarta. Di sini sangat dibutuhkan kepedulian masyarakat. Kita harus saling mengingatkan satu sama lain bahwa lebih nyaman menggunakan angkutan massal," katanya.
Untuk penerapan sistem ganjil genap sendiri, Udar belum bisa memastikan kapan bisa diterapkan. Yang jelas hingga semuanya siap, termasuk dalam penyediaan angkutan umum yang lebih baik. "Kami masih menunggu kedatangan 684 unit bus Transjakarta untuk memenuhi angkutan massal yang baik," tambahnya
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/03/20/mjydy6-ini-dia-wajah-kemacetan-jakarta-2014
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan meminta, pelaksanaan kebijakan ganjil genap sebaiknya diterapan pada tahun ini. "Jika sistem ganjil genap ini tidak diterapkan sekarang, tahun depan yaitu 2014 Jakarta akan mengalami kemacetan total. Bentuk ganjil genap sebaiknya berdasarkan kawasan bukan koridor dan dilaksanankan purna waktu," ujarnya, saat dialog publik di salah satu hotel di Jakarta Pusat.
Azas memahami penerapan sistem ganjil genap ini bukan perkara gampang, karena diperlukan berbagai persiapan dan kebijakan pendukung. "Ganjil genap diharapkan bukan hanya kebijakan yang bagus di atas kertas, tapi jangan sampai kedodoran dalam implementasi. Sekarang sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan persiapan dan sosialisasi secara gencar kepada publik agar ada kejelasan sistem ganjil genap yang akan dilakukan diterima sebagai informasi resmi masyarakat," pintanya seperti dilansir situs beritajakarta.com.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menginginkan masyarakat mendukung program Pemerintah Provisi DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan dengan penerapan sistem ganjil-genap. "Kita harus mengubah dan mengatur diri kita sendiri, salah satunya dengan membiasakan naik angkutan massal seperti bus Transjakarta. Di sini sangat dibutuhkan kepedulian masyarakat. Kita harus saling mengingatkan satu sama lain bahwa lebih nyaman menggunakan angkutan massal," katanya.
Untuk penerapan sistem ganjil genap sendiri, Udar belum bisa memastikan kapan bisa diterapkan. Yang jelas hingga semuanya siap, termasuk dalam penyediaan angkutan umum yang lebih baik. "Kami masih menunggu kedatangan 684 unit bus Transjakarta untuk memenuhi angkutan massal yang baik," tambahnya
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/03/20/mjydy6-ini-dia-wajah-kemacetan-jakarta-2014
Rabu, 29 Agustus 2012
Bangun MRT, Bandung Terobsesi Kalahkan DKI
VIVAnews - Seperti halnya Jakarta, lalu lintas di Bandung Jawa Barat kerap kali macet. Itu sebabnya Pemerintah Daerah Bandung berencana membangun Mass Rapid Transit (MRT). Sebentar lagi proses pembangunan MRT itu dimulai. Bahkan bisa mendahului Jakarta yang sudah lama merencanakannya.
Walikota Bandung, Dada Rosada, mengatakan bahwa pemerintah daerah setempat berambisi mempercepat proses pengarapan proyek itu. "Mudah-mudahan Bandung mendahului Jakarta dan mohon maaf," ujar Dada di Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.
Sebagai ibukota provinsi, menurut Dada, Bandung harus memiliki tata ruang yang baik. Daerah ini merupakan pintu birokrasi untuk Provinsi Jawa Barat. Pembangunan MRT dianggap sebagai salah satu solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan transportasi yang di kota yang cukup padat tersebut.
Pemda Bandung sendiri optimistis proyek MRT tersebut dapat terealisasi. Keyakinan itu didasarkan pada konsep MRT yang menyediakan berbagai moda transportasi masal yang mampu mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat setempat.
Rencananya, MRT tersebut akan diwujudkan dalam bentuk bis massal, monorail dan kereta gantung. "Bisa menampung 600 penumpang. Kan lumayan. Daripada angkutan yang banyak tapi hanya muat 7-8 penumpang,"katanya.
Pembangunan MRT di wilayah Bandung ini juga diharapkan bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi masyarakat. Dengan demikian, situasi dan kondisi kota Bandung diharapkan menjadi lebih kondusif.
Sebelumnya, Presiden Direktur Panghegar Grup, Cecep Rukmana mengatakan bahwa pada tahap awal, pihaknya selaku kontraktor telah menandatangani komitmen kerja sama dengan investor asal China yaitu China National Machinery (CMC) guna mengarap persiapan studi kelayakan atau pra feasibility studies (FS) proyek tersebut.
"Jadi, proyek pembangunan MRT ini dengan pola KPS (kerja sama pemerintah dan swasta), di situ ada tahapan persiapan. Sekarang ini tahap persiapan dan mau proyek pra FS," ujarnya.
Proyek tersebut, kata Cecep, akan menelan biaya sekitar Rp4 triliun. MRT ini, nantinya akan menyambungkan seluruh Kota Bandung mulai dari pusat kota yaitu Dago menuju kabupaten Bandung, Soreang sampai ke kota Cimahi.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/346998-bangun-mrt--bandung-terobsesi-kalahkan-dki
Walikota Bandung, Dada Rosada, mengatakan bahwa pemerintah daerah setempat berambisi mempercepat proses pengarapan proyek itu. "Mudah-mudahan Bandung mendahului Jakarta dan mohon maaf," ujar Dada di Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.
Sebagai ibukota provinsi, menurut Dada, Bandung harus memiliki tata ruang yang baik. Daerah ini merupakan pintu birokrasi untuk Provinsi Jawa Barat. Pembangunan MRT dianggap sebagai salah satu solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan transportasi yang di kota yang cukup padat tersebut.
Pemda Bandung sendiri optimistis proyek MRT tersebut dapat terealisasi. Keyakinan itu didasarkan pada konsep MRT yang menyediakan berbagai moda transportasi masal yang mampu mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat setempat.
Rencananya, MRT tersebut akan diwujudkan dalam bentuk bis massal, monorail dan kereta gantung. "Bisa menampung 600 penumpang. Kan lumayan. Daripada angkutan yang banyak tapi hanya muat 7-8 penumpang,"katanya.
Pembangunan MRT di wilayah Bandung ini juga diharapkan bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi masyarakat. Dengan demikian, situasi dan kondisi kota Bandung diharapkan menjadi lebih kondusif.
Sebelumnya, Presiden Direktur Panghegar Grup, Cecep Rukmana mengatakan bahwa pada tahap awal, pihaknya selaku kontraktor telah menandatangani komitmen kerja sama dengan investor asal China yaitu China National Machinery (CMC) guna mengarap persiapan studi kelayakan atau pra feasibility studies (FS) proyek tersebut.
"Jadi, proyek pembangunan MRT ini dengan pola KPS (kerja sama pemerintah dan swasta), di situ ada tahapan persiapan. Sekarang ini tahap persiapan dan mau proyek pra FS," ujarnya.
Proyek tersebut, kata Cecep, akan menelan biaya sekitar Rp4 triliun. MRT ini, nantinya akan menyambungkan seluruh Kota Bandung mulai dari pusat kota yaitu Dago menuju kabupaten Bandung, Soreang sampai ke kota Cimahi.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/346998-bangun-mrt--bandung-terobsesi-kalahkan-dki
Label:
bandung
,
china
,
jakarta
,
mendahului
,
pembangunan
,
pemerintah
,
persiapan
,
proses
,
transportasi
Senin, 26 Maret 2012
Jakarta Butuh MRT
SINGAPURA, KOMPAS.com - Bukan hal yang baru melihat kebersihan dan keteraturan lalu lintas di Singapura. Sama sekali tidak terlihat adanya antrean kendaraan di jalan yang memusingkan seperti di Jakarta. Hal ini disebabkan masyarakat Singapura lebih memilih menggunakan transportasi massal yang andal, yaitu Mass Rapid Transit (MRT).
Kepala Biro Komunikasi PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, mengatakan, nantinya Jakarta juga akan memiliki transportasi massal yang aman dan nyaman ini. Sehingga warga Jakarta akan memiliki alternatif sarana transportasi massal yang mudah menjangkau lokasi-lokasi strategis.
"MRT di Jakarta ini tidak akan berbeda dengan di Singapura. Nantinya, akan lewat juga di lokasi-lokasi strategis di Jakarta. Seperti Fatmawati, Blok M dan Sudirman," kata Manpalagupta saat kunjungan di Singapura, Sabtu (24/3/2012).
Di Singapura, MRT memang telah berhasil menjadi tulang punggung sarana transportasi massal dan mengakses berbagai kawasan baik perkantoran, pusat perbelanjaan maupun pemukiman sejak tahun 1987. Saat ini, tersedia empat jalur MRT yang terdiri dari 89 stasiun dengan 11 stasiun transit yang mempermudah pengguna berpindah jalur.
Beberapa lokasi strategis yang mudah dijangkau dengan MRT adalah Orchard, Somerset, City Hall, Raffles Place, Bugis, China Town, Esplanade, Bayfront dan Marina Bay. Bahkan biaya menggunakan MRT ini hanya berkisar sekitar 1-2 dollar singapura. Tarif ini tentu jauh lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau naik taksi.
"Naik taksi dari Bugis sampai Clementi bisa sampai 14 dollar singapura. Sedangkan naik MRT hanya 2 dollar singapura," ujar Manpalagupta.
Tidak hanya itu, jika mengendarai kendaraan pribadi saat hari kerja maka masyarakat harus bersiap membayar sebesar 4 dollar singapura tiap kali melewati wilayah Electronic Road Pricing (ERP). Ditambah lagi, tarif parkir di gedung untuk kendaraan pribadi jauh lebih mahal daripada tarif parkir kendaraan pribadi di fasilitas park and ride yang terintegrasi dengan MRT.
Dapat dibayangkan jika MRT akhirnya benar beroperasi di Jakarta. Beban kendaraan di ruas jalan-jalan protokol akan berkurang dan warga yang berdesak-desakan di angkutan umum juga berkurang karena semakin banyak alternatif transportasi massal yang murah dan mudah. Dengan demikian, MRT ini bisa disebut sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan Jakarta yang kian parah.
Di Jakarta sendiri, kegiatan persiapan konstruksi akan dimulai pada bulan Mei ini. Kegiatan persiapan konstruksi tersebut antara lain adalah pemindahan Stadion Lebak Bulus, pelebaran jalan, pemindahan utilitas dan masih banyak lagi.
Nantinya MRT di Jakarta akan dibagi menjadi dua koridor yaitu koridor Selatan-Utara yang terdiri dari dua tahap yakni Lebak Bulus-Bundaran HI untuk tahap pertama dan Bundaran HI-Kampung Bandan untuk tahap kedua. Sementara untuk koridor Timur-Barat akan membentang dari Cikarang-Balaraja. Untuk koridor Timur-Barat, hingga saat ini masih dalam studi kelayakan di Kementerian Perhubungan.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/26/09122584/Jakarta.Butuh.MRT
Kepala Biro Komunikasi PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, mengatakan, nantinya Jakarta juga akan memiliki transportasi massal yang aman dan nyaman ini. Sehingga warga Jakarta akan memiliki alternatif sarana transportasi massal yang mudah menjangkau lokasi-lokasi strategis.
"MRT di Jakarta ini tidak akan berbeda dengan di Singapura. Nantinya, akan lewat juga di lokasi-lokasi strategis di Jakarta. Seperti Fatmawati, Blok M dan Sudirman," kata Manpalagupta saat kunjungan di Singapura, Sabtu (24/3/2012).
Di Singapura, MRT memang telah berhasil menjadi tulang punggung sarana transportasi massal dan mengakses berbagai kawasan baik perkantoran, pusat perbelanjaan maupun pemukiman sejak tahun 1987. Saat ini, tersedia empat jalur MRT yang terdiri dari 89 stasiun dengan 11 stasiun transit yang mempermudah pengguna berpindah jalur.
Beberapa lokasi strategis yang mudah dijangkau dengan MRT adalah Orchard, Somerset, City Hall, Raffles Place, Bugis, China Town, Esplanade, Bayfront dan Marina Bay. Bahkan biaya menggunakan MRT ini hanya berkisar sekitar 1-2 dollar singapura. Tarif ini tentu jauh lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau naik taksi.
"Naik taksi dari Bugis sampai Clementi bisa sampai 14 dollar singapura. Sedangkan naik MRT hanya 2 dollar singapura," ujar Manpalagupta.
Tidak hanya itu, jika mengendarai kendaraan pribadi saat hari kerja maka masyarakat harus bersiap membayar sebesar 4 dollar singapura tiap kali melewati wilayah Electronic Road Pricing (ERP). Ditambah lagi, tarif parkir di gedung untuk kendaraan pribadi jauh lebih mahal daripada tarif parkir kendaraan pribadi di fasilitas park and ride yang terintegrasi dengan MRT.
Dapat dibayangkan jika MRT akhirnya benar beroperasi di Jakarta. Beban kendaraan di ruas jalan-jalan protokol akan berkurang dan warga yang berdesak-desakan di angkutan umum juga berkurang karena semakin banyak alternatif transportasi massal yang murah dan mudah. Dengan demikian, MRT ini bisa disebut sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan Jakarta yang kian parah.
Di Jakarta sendiri, kegiatan persiapan konstruksi akan dimulai pada bulan Mei ini. Kegiatan persiapan konstruksi tersebut antara lain adalah pemindahan Stadion Lebak Bulus, pelebaran jalan, pemindahan utilitas dan masih banyak lagi.
Nantinya MRT di Jakarta akan dibagi menjadi dua koridor yaitu koridor Selatan-Utara yang terdiri dari dua tahap yakni Lebak Bulus-Bundaran HI untuk tahap pertama dan Bundaran HI-Kampung Bandan untuk tahap kedua. Sementara untuk koridor Timur-Barat akan membentang dari Cikarang-Balaraja. Untuk koridor Timur-Barat, hingga saat ini masih dalam studi kelayakan di Kementerian Perhubungan.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/26/09122584/Jakarta.Butuh.MRT
Label:
berkurang
,
bugis
,
jakarta
,
jalan
,
kendaraan
,
konstruksi
,
lebak
,
manpalagupta
,
persiapan
,
singapura
,
strategis
,
transit
,
transportasi
Jumat, 09 Maret 2012
Alhamdulillah... 2014, Seluruh Puskesmas Jakarta Punya Rawat Inap
REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PRIOK -- Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo memastikan, pada 2014 mendatang seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Jakarta akan dilengkapi fasilitas rawat inap. Puskesmas rawat inap tersebut akan dicanangkan di setiap kecamatan di Provinsi Jakarta.
"Akhir 2014, seluruh puskesmas kecamatan akan dilengkapi rawat inap," ungkap Fauzi, Rabu (7/3) kemarin.
Foke, demikian ia biasa disapa, menyatakan, keberadaan Puskesmas sangat penting untuk melayani kesehatan masyarakat. Dengan harga yang sangat murah, kata Foke, masyarakat kecil dapat terjamin layanan kesehatannya. "Gak ada yang semurah disini. Periksa cuma Rp 2.000, sudah dapat obat," tukas gubernur 63 tahun itu.
Tak hanya setifikasi ISO yang dicanangkan setiap puskesmas, kata Foke, namun juga rawat inap. Hal ini untuk dapat lebih baik melayani warga yang membutuhan perawatan kesehatan lebih dengan harga yang murah. Setiap tahun, rasio peningkatan layanan kesehatan di Jakarta, kata Foke semakin meningkat. "Rasio keberhasilan kesmas relatif tinggi," klaim gubernur berkumis itu.
Dari pantauan Republika, di Jakarta Utara, puskesmas kecamatan masih dalam persiapan layanan rawat inap. Sekarang ini puskesmas enam kecamatan di Jakut baru sebatas melayani rawat inap untuk bersalin. Sementara di Puskesmas Pademangan, baru terdapat ruang inap untuk bersalin dan pelayanan 24 jam.
Adapun Puskesmas Koja, persiapan melayani rawat inap tinggal menunggu SDM. Ruangan tengah dipersiapkan, namun tenaga medis yang masih belum disiapkan untuk layanan rawat inap. Hal serupa juga terjadi di Puskesmas Cilincing yang tengah mempersiapkan layanan rawat inap. Saat ini, di Puskesmas Cilincing baru dapat melayani rawat inap untuk bersalin dan gizi buruk.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/09/m0lod3-alhamdulillah-2014-seluruh-puskesmas-jakarta-punya-rawat-inap
"Akhir 2014, seluruh puskesmas kecamatan akan dilengkapi rawat inap," ungkap Fauzi, Rabu (7/3) kemarin.
Foke, demikian ia biasa disapa, menyatakan, keberadaan Puskesmas sangat penting untuk melayani kesehatan masyarakat. Dengan harga yang sangat murah, kata Foke, masyarakat kecil dapat terjamin layanan kesehatannya. "Gak ada yang semurah disini. Periksa cuma Rp 2.000, sudah dapat obat," tukas gubernur 63 tahun itu.
Tak hanya setifikasi ISO yang dicanangkan setiap puskesmas, kata Foke, namun juga rawat inap. Hal ini untuk dapat lebih baik melayani warga yang membutuhan perawatan kesehatan lebih dengan harga yang murah. Setiap tahun, rasio peningkatan layanan kesehatan di Jakarta, kata Foke semakin meningkat. "Rasio keberhasilan kesmas relatif tinggi," klaim gubernur berkumis itu.
Dari pantauan Republika, di Jakarta Utara, puskesmas kecamatan masih dalam persiapan layanan rawat inap. Sekarang ini puskesmas enam kecamatan di Jakut baru sebatas melayani rawat inap untuk bersalin. Sementara di Puskesmas Pademangan, baru terdapat ruang inap untuk bersalin dan pelayanan 24 jam.
Adapun Puskesmas Koja, persiapan melayani rawat inap tinggal menunggu SDM. Ruangan tengah dipersiapkan, namun tenaga medis yang masih belum disiapkan untuk layanan rawat inap. Hal serupa juga terjadi di Puskesmas Cilincing yang tengah mempersiapkan layanan rawat inap. Saat ini, di Puskesmas Cilincing baru dapat melayani rawat inap untuk bersalin dan gizi buruk.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/09/m0lod3-alhamdulillah-2014-seluruh-puskesmas-jakarta-punya-rawat-inap
Label:
cilincing
,
dicanangkan
,
dilengkapi
,
jakarta
,
kecamatan
,
kesehatan
,
masyarakat
,
persiapan
,
puskesmas
,
tengah
Langganan:
Postingan
(
Atom
)