Tampilkan postingan dengan label tribunnews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tribunnews. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

Akibat Macet, Investor Asing Tak Ada yang Mau Berbisnis di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang, DKI Jakarta akan semakin padat menjadi pusat bisnis. Namun investor asing bisa pindah ke kota lain setelah melihat kepadatan volume jalan yang semakin macet.

Deputi gubernur Bidang industri, perdagangan dan transportasi pemprov DKI Jakarta Sutanto Soehodho memaparkan bahwa selama terjadi kemacetan parah di Ibu Kota, banyak investor akan berpikir dua kali untuk menanam modal di Jakarta.

"Mungkin nggak ada orang yang mau berbisnis ke jakarta kalau macet," ujar Sutanto, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (24/10/2014).

Untuk mengatasi hal tersebut, Sutanto memaparkan bahwa Jakarta membutuhkan infrastruktur yang memadai. Dalam hal ini jalan tol dan jembatan layang diperlukan untuk memperlancar volume kendaraan.

"Kalau infrastruktur dibangun dengan baik, tentunya bisnis itu hidup. Jadi kita harus bangun infrastrutkur," ungkap Sutanto.

Sutanto juga mengingatkan yang menghidupkan Jakarta bukan hanya infrastruktur, namun juga sumber daya manusianya. Sutanto membayangkan Ibu Kota punya pekerjaan rumah besar untuk membangun infrastruktur dan manusianya.

"Ya kita ingin segera membangun cepat. Tentu local goverment," papar Sutanto.

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/10/24/akibat-macet-investor-asing-tak-ada-yang-mau-berbisnis-di-jakarta

Rabu, 22 Oktober 2014

Dengan ERP Kemacetan Ibukota Berkurang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan hingga saat ini masih mencari cara agar mengurangi kemacetan di kota Jakarta. Salah satu hal yang akan dilakukan dengan melakukan Electronic Road Pricing (ERP).

"Penerapan Electronic Road Pricing (ERP) kemungkinan bisa mengurangi kemacetan di Jakarta," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub, Elly Adriani Sinaga, Selasa (21/10/2014).

Elly memaparkan ERP saat ini sudah masuk ke dalam program jangka panjang, karena tercantum dalam Peraturan Pemerintah. Dalam peraturan tersebut ERP bertujuan untuk mengendalikan lalu lintas.

"Setiap daerah di Indonesia khususnya Jakarta sangat diperlukan manajemen kebutuhan lalu lintas atau traffic demand management (TDM)," ungkap Elly.

Meski ada ERP, Elly menilai infrastruktur transportasi dan jalanan juga harus mendukung untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Hal yang dibutuhkan selain ERP adalah angkutan umum dengan unit yang banyak.

"Penerapan ERP juga harus diimbangi dengan fasilitas kepada para masyarakat agar penerapan tersebut benar-benar terealisasi dengan baik," papar Elly.

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/10/21/dengan-erp-kemacetan-ibukota-berkurang

Senin, 18 Maret 2013

Hindari Banjir Jakarta, Pemerintah Bangun Rusunawa di Dekat Bantaran Sungai

TRIBUNNEWS.COM - Satu di antara penyebab banjir akibat meluapnya sungai adalah banyaknya bangunan-bangunan yang didirikan di sekitar kawasan bantaran sungai. Seperti yang terjadi di kawasan bantaran Sungai Ciliwung.

"Ada yang di atas sungai membuat rumah, padahal itu bahaya, kalau ada sampah tersangkut bisa merobohkan rumahnya," ujar Dirjen Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum Subandrio Pitoyo.

Fenomena tersebut menurutnya tak lepas dari permasalahan ekonomi yang dialami masyarakat. Ia mengatakan jika warga bantaran sungai tersebut memiliki modal, tentu mereka juga tidak ingin tinggal di bantaran sungai.

"Saya lihat ini lebih kepada masalah sosial. Seandainya mereka punya uang tentu mereka tinggalnya di Pondok Indah," katanya.

Subandrio menambahkan, pihaknya sampai saat ini mencatat ada sekitar 71.000 kepala keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 350.000 jiwa.

Pemukiman merekalah yang setiap musim hujan rawan dilanda banjir akibat meluapnya sungai. Untuk itu, Subandrio menyebut pihaknya telah melakukan beragam upaya guna mengurangi risiko banjir akibat luapan sungai, di antaranya dengan jalan menormalisasi Sungai Ciliwung.

"Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur itu merupakan upaya kami untuk menormalisasi Sungai Ciliwung. Tahun ini rencananya rusunawa akan dibangun tak jauh dari bantaran sungai. Agar bisa mengakomodasi warga di sana yang pekerjaannya di sekitar wilayah situ," tandasnya.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/03/17/hindari-banjir-jakarta-pemerintah-bangun-rusunawa-di-dekat-bantaran-sungai

Selasa, 19 Februari 2013

Di Jakarta Hutan Kota pun Dijadikan Tempat Sampah

TRIBUNNEWS.COM – Nasib hutan kota Kampung Dukuh yang berada di Jalan Raya Pondok Gede (Hek), Jakarta Timur, sangat buruk. Bagaimana tidak, hutan seluas 0,574 HA itu kini penuh sampah yang menebar bau tak sedap.

Realita ini tentu saja mengganggu kenyamanan pengunjung dan warga sekitar. Rumput di hutan kota itu yang tidak terurus ditambah puing batu berserakan semakin menambah kesan kumuh kawasan tersebut.

Parahnya lagi, pagar yang mengelilingi areal hutan kota juga roboh, dan belum juga diperbaiki pengelola. Akibatnya, orang dengan mudah masuk ke dalam hutan kota hanya untuk membuang sampah.

Rahman (34) warga RW 02, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, menuturkan kondisi tersebut telah terjadi sejak setahun lalu. Menurutnya, keberadaan sampah yang banyak menumpuk di dalam hutan kota bukan hanya dari warga sekitar saja. Tapi juga warga daerah lain pun ikut membuang sampah di lokasi tersebut. "Itu pagarnya pendek. Sering saya lihat orang naik motor atau mobil buang sampah ke dalam," katanya.

Terkait hal itu, Kepala Seksi Kehutanan Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Timur, Wahyu Indarwati mengakui, pihaknya belum optimal menata Hutan Kota Kampung Dukuh.

"Seharusnya pagar yang mengelilingi hutan lebih tinggi dari yang sekarang agar orang kesulitan melempar sampah ke dalam. Kami cukup kesulitan menghadapi sampah-sampah tersebut, karena telah berulangkali kita bersihkan tapi tetap saja ada yang membuang ke dalam," ujar di situs resmi Pemerintah Jakarta.

Ke depan, ia berjanji membenahi kawasan tersebut, termasuk dengan membuat pagar yang lebih tinggi, menambah lintasan lari, sarana mandi cuci kakus (MCK), tempat duduk, serta pusat informasi. "Nanti kami bangun pagar yang tinggi agar menyulitkan orang membuang sampah ke dalam," katanya.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/19/di-jakarta-hutan-kota-pun-dijadikan-tempat-sampah

Kamis, 07 Februari 2013

Hujan Deras Bikin Jakarta Macet Parah Dimana-mana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur Ibukota DKI Jakarta pada Rabu (6/2/2012) sore, membuat kemacetan dimana-mana. Sejumlah jalan protokol mengalami genangan air dan pohon tumbang.

Akibatnya, pada saat jam pulang kantor ini, kemacetan semakin menjadi-jadi. Pantauan Tribunnews.com, di Jl Gatot Subroto sekitar lampu merah Mampang mengarah ke Polda Metro Jaya, terjadi genangan 15 cm. Di Jl Gatot Subroto arah sebaliknya juga terjadi genangan.

Banyak sepeda motor yang mogok akibat menerobos genangan air tersebut. Sementara itu, di lampu merah Mampang, sebuah pohon besar tumbang sehingga menambah kemacetan parah arus lalu lintas dari arah Buncit.

Jl Rasuna Said juga senasib. Perempatan Mampang menumpuk sehingga arus dua arah menjadi tersendat.

Masih di Jl Gatot Subroto, kemacetan parah terjadi mulai dari Gedung LIPI. Baik sepeda motor maupun mobil tidak bisa bergerak. Gara-garanya, mobil yang akan berputar ke arah Jl Sudirman tidak bisa bergerak. Walhasil,antrean kendaraan mengular dan menutup Jl Gatot Subroto.

Sementara itu, Jl Sudirman baik dari arah Blok M ataupun sebaliknya juga macet parah. Bundaran HI mengalami genangan setinggi 15 cm. Sehingga arus lalu lintas dari arah Blok M maupun Thamrin macet parah.

Di sekitar Gedung DPR Senayan, kondisi jalanan pasca demo ribuan buruh terlihat sepi. Namun di belakang Gedung DPR dan Jl Arteri kemacetan parah terjadi. Ini akibat pengalihan arus lalu lintas dari Jl Asia Afrika yang mengarah Taman Ria Senayan ditutup. Kemacetan dua arah di Jl Asia Afrika dan Jl Arteri Permata Hijau hingga Pejompongan pun tak terelakkan.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/06/hujan-deras-bikin-jakarta-macet-parah-dimana-mana

Jumat, 01 Februari 2013

Katulampa Siaga II, Awas Jakarta Terancam Banjir Lagi !

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ibukota DKI Jakarta kembali mendapat ancaman banjir kiriman. Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengingatkan, Bendung Katulampa Bogor kini dalam kondisi siaga II.

"Pada pukul 17.00 WIB, tinggi muka air di Katulampa Bogor naik hingga 160 cm dan masuk dalam Siaga II. Dengan ketinggian air terse but maka banjir dapat menggenangi permukiman warga Jakarta di bantaran sungai Ciliwung hilir," tulis Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan yang diterima Tribunnews.com, Kamis (31/3/2013).

Jika terjadi Banjir, Sutopo menyebutkan bahwa banjir tidak akan setinggi 15 Januari lalu. "Pada pukul 18.00 WIB, tinggi muka air Katulampa sudah turun menjadi 130 cm (Siaga III)," lanjut Sutopo.

Terkait hal tersebut Kepala BPBD DKI Jakarta telah menyampaikan informasi ke semua Kepala SKPD di DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah antisipasinya.

Kepala Sat Pol PP, Ka Din Damkar PB,Kesehatan, Sosial,PU,Kebersihan, Industri Energi,Taman Makam, Pehubungan, Pendidikan,OR Pemuda diminta kesiapsiagaannya dan mendekatkan personil, logistik, peralatan dilokasi rawan banjir. Yakni di Kelurahan Cililitan, Cawang, Bidaracina, Kampung Melayu,Pejaten Timur, Rawajati, Pengadegan, Kebon Baru, Bukitduri

"Diprediksi, kawasan tersebut akan menerima banjir dalam waktu 9-12 jam kemudian, atau sekitar Jumat (1/2) pukul 02.00-05.00 WIb.

Sementara itu, sungai-sungai lain masih Siaga IV atau normal berdasarkan data BNPB hingga pukul 18:00 WIB:

-Angke Hulu 90 cm (siaga IV);
-Pesanggrahan 60 cm (siaga IV);
-Krukut Hulu 70 cm (siaga IV);
-Katulampa. 130 cm (siaga III)
-Depok 120 cm (siaga IV);
-Manggarai 680 cm (siaga IV);
-Cipinang Hulu 75 cm (siaga IV);
-Sunter Hulu 50 cm (siaga IV);
-Karet 390 cm (siaga IV);
-Pulogadung 360 cm (siaga IV);
-Pasar Ikan 145 cm (siaga IV),
-Waduk Pluit -15 cm

BMKG memprediksikan hingga seminggu mendatang curah hujan di Jakarta akan meningkat dan berpeluang terjadi hujan lebat. "Masyarakat Jakarta dihimbau waspada dari ancaman banjir hingga Maret mendatang," jelas Sutopo.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/31/katulampa-siaga-ii-awas-jakarta-terancam-banjir-lagi-

Rabu, 30 Januari 2013

Macet, Jadi Hambatan Perusahaan Logistik Jepang di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM - Macet dan sumber daya manusia jadi hambatan perusahaan logistik Jepang. Olehkarena itu mereka berharap kemacetan dapat diatasi segera dan pendidikan kepada karyawannya akan menjadi perhatian perusahaan, termasuk pengiriman stafnya ke Jepang.

"Seorang staf kami setingkat Asisten Manajer akan dikirimkan ke Jepang mungkin dalam waktu tak lama lagi, untuk kami didik lebih lanjut di Jepang mengenai sistem dan know-how Perusahaan," papar Hisashi Kitazawa, Manager Global Business Development Vantec Corporation, khusus kepada Tribunnews.com di kantornya, Selasa(29/01/2013) sore, di Tokyo, Jepang.

Bukan hanya pendidikan saja, Kitazawa melihat kemacetan di Jakarta menjadi hambatan bagi usahanya karena menjadi tidak bisa diprediksi kapan barang dapat didistribusikan, tiba di tempat tujuan. Maka pelayanan pun menjadi buruk.

Demikian pula pengemudi truk dari luar Vantec yang dipakai, tidak sedikit yang bermasalah dengan manner mereka, misalnya tidak mematuhi peraturan lalu lintas, kelakuan saat deliver barang ke konsumen yang kurang baik, dan sebagainya, yang kesemuanya itu semakin memperburuk citra Perusahaan, tekannya lagi.

Vantec yang baru membuka perusahaan di Indonesia pertama kali bulan Januari ini, dengan nama VIL atau PT Vantec Indomobil Logistics (80 persen saham Vantec Corporation dan 20 persen saham grup Indomobil, PT IMG Sejahtera Langgeng), memiliki kantor lokasi di Purwakarta dekat dengan pabrik mobil Nissan. Didirikan dengan modal Rp 57,57 miliar di atas tanah seluas 42.600 meter persegi.

"Secara keseluruhan memang masih banyak yang harus dibenahi di Indonesia misalnya infrastruktur jalanan, pelabuhan dan sebagainya. Namun dibandingkan 15 tahun lalu tentu saat ini Indonesia sudah sangat baik dan berbeda. Hanya saja di bandara Soekarno Hatta kami masih sering terhambat masuk, antre sangat panjang dan lama tak seperti di Vietnam atau bahkan Myanmar kami kaget juga proses imigrasi di bandara bisa cepat sehingga nyaman rasanya masuk ke sana."

Saat ini sekitar 90 persen memang masih melayani customer mobil Nissan karena Vantec memang memiliki history yang sangat dalam dengan Nissan, dulunya adalah anak usaha Nissan tapi mulai tahun 2000 berdiri sendiri sebagai perusahaan independen.

Saat ini VIL memiliki sekitar 20 staf atau karyawan dan sekitar empat tahun lagi diperkirakan sekitar 50 karyawan yang nantinya kemungkinan bisa melonjak menjadi 150 karyawan, "Semua tergantung kepada perkembangan bisnis yang kami lakukan di Indonesia. Semua karyawan tetap, ada pula yang kontrak sedikit," tambahnya.

Kitazawa juga melihat, VIL bukan untuk saat ini saja, "Kami melihat dalam 10 tahun ke depan Indonesia akan sangat hebat akan sangat sibuk dan perekonomian maju dengan pesat. Karena itu kami masuk sejak sekarang. Kalau menunggu sampai 10 tahun nanti, pasti terlambat sekali kami akan kehilangan bisnis," ungkapnya lagi.

Perusahaan logistik besar Vantec memang memiliki sistem kerja sendiri yang diciptakan sendiri untuk bisa mencapai sistem Just in Time. Semua itu dilakukan di Jepang dan diharapkan juga bisa dilakukan di Indonesia nantinya. Namun dengan peraturan atau hukum di Indonesia di mana pengangguran atau transportasi barang ke tempat berbagai customer-nya harus dilakukan oleh perusahaan tersendiri, Vantec merasa agak kesulitan karena tak dapat mengontrol pengemudi truk pengantar barang yang bersangkutan. Sedangkan apabila membentuk perusahaan khusus pengangkutan tersebut, maksimal saham hanya boleh 49 persen.

"Kalau membentuk perusahaan baru, kami ingin maksimal mayoritas kalau membentuk perusahaan transportasi seperti itu, lagi pula saat ini mungkin masih nmembutuhkan perusahaan transportasi semacam itu, jadi kami menyewa dari perusahaan pengangkutan dari luar. Tetapi tampaknya bermasalah dengan dengan manner para pengemudinya setelah kami perhatikan saat ini."

Karena itu Kitazawa melihat butuhnya kesabaran lebih lanjut untuk berbisnis di Indonesia dalam waktu mendatang. Di Jepang sendiri dan di Thai serta negara lain di Asia Vantec memiliki perusahaan sendiri transportasi sehingga tidak bermasalah dalam pengantaran barang ke customer-nya.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2013/01/29/macet-jadi-hambatan-perusahaan-logistik-jepang-di-jakarta

Kamis, 10 Januari 2013

Banjir Merendam, Warga Pilih Tak Pergi Kerja

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Warga Kelurahan Bidaracina, RT 06-12 /RW 11, Kampung Dalam Jakarta Timur tidak bisa bekerja karena kedatangan tamu tak diundang, banjir kiriman, sejak Kamis (10/1/2013) subuh tadi.

Pantauan Tribunnews.com, kebanyakan warga memilih bertahan di rumah (berlantai dua) untuk menjaga barang peralatan mereka. Pun demikian warga yang mengungsi di Gereja HKBP MT Haryono Cawang dan gedung Karangtaruna.

Selain mengungsikan barang peralatan di dua gedung tersebut, sebagian warga yang telah lelah tampak beristirahat.

Sebagian lainnya tampak berdiri dan bercengkrama dengan warga lainnya sembari menjaga sepeda motor yang diparkirkan di tempat yang lebih tinggi.

Warga Kelurahan Bidaracina, RT 06-12 /RW 11, Kampung Dalam Jakarta Timur kembali kedatangan tamu tak diundang, banjir kiriman, Kamis (10/1/2013) subuh.

Sekitar pukul 04.00 WIB, banjir telah menggenangi sebagian rumah warga yang berada di tempat yang lebih rendah. Tak berselang lama, arus air semakin deras hingga merendam rumah warga di sekitar gereja HKBP MT Haryono.

Sejak itu pula warga tampak memindah-mindahkan peralatan dan barang dari rumah masing-masing ke dalam gereja dan tempat yang lebih tinggi. Kendaraan bermotor pun demikian dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

"Tadinya saya lihat sekitar jam tigaan air belum setinggi dan deras ini. Sekarang sudah tinggi seperti ini, tambah angin yang dingin," ujar Respon Zagoto.

Dia katakan, tidak ada hujan mengguyur. Namun, banjir kiriman itu telah menggenangi sebagian besar rumah warga.

Sebelumnya, banjir setinggi dua meter terjadi di Bidara Cina, Jakarta Timur sejak Senin (24/12/12) lalu.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/10/banjir-merendam-warga-pilih-tak-pergi-kerja

Senin, 07 Januari 2013

Macet Parah di Jakarta, Bagaimana Mobil Ambulans Lewat?

TRIBUNNEWS.COM - Atsuko Kato, Koordinator Program Pelatihan Dokter-dokter dari Asia atau Japanese Council for Medical Training (JCMT), termasuk dari Indonesia di Rumah Sakit Toranomon, Tokyo, sangat prihatin dengan lalu-lintas di Jakarta. Bisa dibayangkan,, dari Hotel Sultan Jakarta ke Hotel Mulia dekat TVRI memakan waktu sekitar satu jam dengan menggunakan taksi.

Staf dari Rumah Sakit Toranomon ini yang 25 November tahun lalu ke Jakarta selama tiga minggu itu sangat kaget melihat perubahan kota Jakarta yang begitu cepat saat ini, "Sudah 15 tahun saya tidak ke Jakarta, lalu akhir tahun lalu saat bersama beberapa dokter RS Toranomon ke Jakarta, satu membantu di RS Cipto Mangunkusumo dan satu lagi membantu di RS Dharmais, saya melihat kemacetan di Jakarta luar biasa parah ya," paparnya khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (4/1/2013).

Menurutnya, saat ada pertemuan di Mulia Hotel, Kato pakai taksi dari Sultan Hotel, menuju lokasi hotel Mulia yang tidak jauh itu. Ternyata perjalanan memakan waktu satu jam, "Mungkin ada acara sesuatu di dekat situ ya, sehingga lalu lintas sangat macet sekali saat itu," paparnya lagi.

Sebagai petugas sebuah rumah sakit besar di Tokyo, Kato mempertanyakan, "Seandainya ada orang sakit, dan dibawa menggunakan mobil ambulance di Jakarta, dengan kemacetan parah ini bagaimana ya jadinya?" tanyanya lagi.

Kato sangat memprihatinkan keadaan transportasi tersebut khususnya terkait dunia medis dan pertolongan pertama bagi orang sakit atau kecelakaan. Dia mengakui tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada pasien bila keadaan macet parah itu terus-menerus terjadi di Jakarta.

Selain pengiriman tenaga medis RS Toranomon ke Indonesia, undangan kepada dokter Indonesia ke RS tersebut juga sudah mencapai sekitar 60 dokter Indonesia sempat mendapatkan pelatihan, atau pun diskusi medis di RS Toranomon, antara lain Prof. Menaldi Rasmin, dr, Sp.P(K) Ketua Konsil Kedokteran Indonesia dan mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Dr. Priyo Sidipratomo, SpRad..

Tahun 2013 ini mungkin juga akan ada pengiriman dokter ke Indonesia dan penerimaan dokter Indonesia di RS Toranomon. Namun karena anggaran terbatas, tidak seperti tahun lalu yang seiring dengan perayaan 30 tahun RS tersebut sehingga 6 dokter diundang ke RS Toranomon, termasuk 4 orang dokter dari Indonesia, ungkap Kato lebih lanjut.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/05/macet-parah-di-jakarta-bagaimana-mobil-ambulans-lewat

Jumat, 21 Desember 2012

Pemulung Bakal Dilatih Bersihkan Sampah Jakarta dan Digaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, sempat melontarkan wacana untuk menggaji pemulung sebesar Rp 2 juta, untuk membersihkan sampah-sampah di Jakarta.

Saat ditanya kembali soal wacana itu, Basuki menjelaskan pihaknya menginginkan swakelola untuk membersihkan sampah.

"Kenapa kita tidak berdayakan pemulung juga? Tapi mesti dilatih, lagi dikaji," ujar Basuki di Gedung DPRD DKI, Kamis (20/12/2012).

Mengenai gaji, mantan Bupati Belitung Timur menuturkan, gaji pemulung tentunya sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI yang saat ini sudah ditetapkan sebesar Rp 2,2 juta.

Sebelumnya, Basuki menuturkan, sistem yang akan digunakan adalah dengan memberikan gaji per bulan, sehingga para pemulung bisa ikut mengumpulkan sampah di luar yang mereka cari.

"Kalau yang mereka perlu bisa diambil, kalau tidak (perlu) kan bisa mereka berikan ke kami sampahnya," ucap Basuki.

Dengan cara ini, menurutnya, sampah bisa dikurangi, sekaligus bisa memberikan panghasiln tetap kepada pemulung.

"Kalau dihitung 2.000 pemulung, per bulannya paling Rp 48 miliar. Daripada kasih ke orang (swasta) Rp 75 miliar tapi enggak bersih juga," paparnya.

Selain mengerahkan pemulung, Basuki juga berencana mengkoordinasikan Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Kebersihan untuk membersihakan sampah. (*)

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2012/12/20/pemulung-bakal-dilatih-bersihkan-sampah-jakarta-dan-digaji

Senin, 03 Desember 2012

Ini Rencana Cara Mengatasi Kemacetan di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono mengatakan saat ini pihaknya dengan Pemda DKI tengah menggodok tiga kajian untuk mengatasi masalah kemacetan yang makin memperparah ibukota.

"Masalah kemacetan ini bukan perkara mudah. Butuh kebijakan dan strategi yang matang untuk bisa mengatasi permasalahan lalu lintas yang sudah identik dengan Jakarta," ucap Wahyono, Minggu (2/12/2012).

Wahyono menuturkan saat ini ada tiga rencana kebijakan yang tengah digodok oleh Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya dengan Pemda DKI untuk mengatasi kemacetan. Dan tiga hal itu sudah dibicarakan oleh Gubernur dengan Kapolda Metro Jaya.

Cara pertama untuk mengatasi kemacetan yakni dengan pemberlakuan tilang elektronik. Dan saat ini sedang menyiapkan piranti lunaknya.

Cara yang kedua yakni penataan parkir on the street. Wahyono juga mengaku pihaknya siap menegakkan hukum terhadap pelanggar parkir di badan jalan. Dan dibeberapa tempat parkir on-street sudah dihapuskan karena menghambat kelancaran lalu lintas.

"Kemudian yang ketiga adalah mengenai pembatasan kendaraan bermotor. Membatasi produsen kendaraan motor memang sulit. Kita tidak bisa melarang produsen, tapi kita bisa membatasi penggunaan kendaraan itu di jalan," jelas Wahyono.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2012/12/02/ini-rencana-cara-mengatasi-kemacetan-di-jakarta