JAKARTA, Jaringnews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama mengaku tahu jaringan penyelewengan anggaran pengangkutan sampah di Jakarta. Dia menyebut pelakunya mulai dari pihak kelurahan.
Ahok mengatakan analisa terjadi penyelewengan itu lantaran masih banyak sampah menumpuk di jalan-jalan jakarta. Padahal DKI sudah bekerjasama dengan swasta untuk mengelola sampah itu.
"Kenapa diswastakan kebersihan? Saya tanya. Alasannya, truk kita kurang. Kenapa masih kotor kalau sudah dikelola swasta? Alasannya truk kita kurang. Saya nggak ngerti logikanya bagaimana. Saya cuma minta Jakarta bersih sampah. Kenapa sih?" kata Ahok di Balaikota Jakarta, Rabu (26/2).
Ahok mengatakan akan mengusut kasus ini mulai dari unsur Kelurahan, Kecamatan dampai Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Sebab diduga di sana ada sistem setoran.
"Kita akan lawan orang-orang yang bagi duit sampah. Kalau kita menang, Saya akan bongkar habis soal permainan yang dulu. Saya nekat saja sekarang. Kita butuh apa coba? Kota bersih sampah. Apa itu sulit?" kata Ahok.
"Kalau mereka bikin permainan baru dengan menutup Bantargebang. Gampang kok. Itu kan punya kami. Selama ini ada UPT berarti selama ini saya bayar preman dong?" curiga Ahok.
Sumber : http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/57219/ahok-ungkap-jaringan-korupsi-proyek-sampah-jakarta
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label orang-orang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang-orang. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Februari 2014
Ahok Ungkap Jaringan Korupsi Proyek Sampah Jakarta
Label:
ahok
,
alasan
,
bantargebang
,
dampai
,
dki
,
jakarta
,
jalan-jalan
,
jaringan
,
jaringnews
,
kebersihan
,
kelurahan
,
ngerti
,
orang-orang
,
penyelewengan
,
permainan
,
sampah
,
swasta
,
tjahya
,
truk
Rabu, 08 Januari 2014
Anies: Jakarta Macet, Kenapa Masyarakat Tidak Marah?
JAKARTA, KOMPAS.com — Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan banyak orang baik untuk terjun ke dunia politik. Dia berharap langkahnya memasuki dunia politik akan memotivasi orang-orang baik lain untuk melakukan hal serupa.
"Kenapa Jakarta macet, masyarakat tidak marah sama Jokowi? Karena masyarakat tahu, mereka punya gubernur baik yang sedang bekerja," kata Anies di Studio Orange Kompas TV, Palmerah, Jakarta, Selasa (7/1/2014). Anies mengatakan, figur-figur baru yang berkualitas kini mulai bermunculan, terutama di tingkat lokal.
Beberapa di antara figur-figur baru itu, sebut Anies, adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Herry Zudianto (mantan Wali Kota Yogyakarta), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. "Masyarakat pun kemudian melihat seperti ini lho pemimpin yang diharapkan," katanya.
Kemunculan figur-figur baru itu, kata Anies, merupakan pertanda bahwa generasi kepemimpinan lama sudah kedaluwarsa. Rakyat, ujar dia, butuh figur pemimpin yang baru. Karenanya, dia berharap partai politik membaca perubahan zaman tersebut.
"Jangan sampai partai ditinggalkan karena salah menangkap (fenomena) itu," kata Anies. Namun, dia pun mengatakan bahwa pola pikir masyarakat Indonesia kerap terbalik. Orang baik tanpa masalah yang ingin masuk ke dunia politik malah dicaci-maki, ujar dia, sementara orang yang tidak baik dan bermasalah justru dibiarkan.
"Untuk itulah saya turun tangan daripada (sekadar) urun angan," kata Anies. "Kita butuh pemimpin yang tidak hanya bekerja, tetapi juga menggerakkan masyarakat untuk bekerja."
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/01/07/2357070/Anies.Jakarta.Macet.Kenapa.Masyarakat.Tidak.Marah
"Kenapa Jakarta macet, masyarakat tidak marah sama Jokowi? Karena masyarakat tahu, mereka punya gubernur baik yang sedang bekerja," kata Anies di Studio Orange Kompas TV, Palmerah, Jakarta, Selasa (7/1/2014). Anies mengatakan, figur-figur baru yang berkualitas kini mulai bermunculan, terutama di tingkat lokal.
Beberapa di antara figur-figur baru itu, sebut Anies, adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Herry Zudianto (mantan Wali Kota Yogyakarta), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. "Masyarakat pun kemudian melihat seperti ini lho pemimpin yang diharapkan," katanya.
Kemunculan figur-figur baru itu, kata Anies, merupakan pertanda bahwa generasi kepemimpinan lama sudah kedaluwarsa. Rakyat, ujar dia, butuh figur pemimpin yang baru. Karenanya, dia berharap partai politik membaca perubahan zaman tersebut.
"Jangan sampai partai ditinggalkan karena salah menangkap (fenomena) itu," kata Anies. Namun, dia pun mengatakan bahwa pola pikir masyarakat Indonesia kerap terbalik. Orang baik tanpa masalah yang ingin masuk ke dunia politik malah dicaci-maki, ujar dia, sementara orang yang tidak baik dan bermasalah justru dibiarkan.
"Untuk itulah saya turun tangan daripada (sekadar) urun angan," kata Anies. "Kita butuh pemimpin yang tidak hanya bekerja, tetapi juga menggerakkan masyarakat untuk bekerja."
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/01/07/2357070/Anies.Jakarta.Macet.Kenapa.Masyarakat.Tidak.Marah
Label:
anies
,
baswedan
,
butuh
,
dicaci-maki
,
dunia
,
figur-figur
,
jakarta
,
jokowi
,
masyarakat
,
orang-orang
,
orange
,
partai politik
,
pemimpin
,
pola pikir
,
politik
,
turun tangan
,
urun
,
wali kota
,
zudianto
Rabu, 20 Februari 2013
Ada MRT, Macet Hanya Akhir Pekan
JAKARTA - Pemerintah akan membangun Mass Rapid Transportation (MRT) agar mengurangi pengguna mobil di kawasan yang dilewati MRT. Nantinya, akan disediakan parkiran di halte-halte MRT tersebut.
Deputi Menko Bidang Kerja sama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman menjelaskan, dengan adanya MRT, maka orang-orang yang biasa membawa mobil, dapat menitipkan mobilnya di parkiran tersebut, dan naik MRT.
"Mungkin di Blok M perlu dibangun beberapa tempat parkir MRT, yang memungkin orang-orang yang tinggal di Bintaro untuk nyambung mnggunakan MRT ke Thamrin, misalnya. Nah, ini yang perlu yang bisa dipikirkan dalam konsep transportasi terpadu," kata dia, di kantornya, Jakarta, Selasa (19/2/2013).
Rizal menjelaskan, MRT bertujuan untuk mengurangi keinginan orang untuk menggunakan mobil pribadi secara berlebihan. Caranya, lanjut dia, adalah dengan membaut transportasi menjadi nyaman dan terjangkau.
Menurutnya, jika pengguna mobil masih akan banyak, hanya saja tidak setiap hari seperti hanya di akhir pekan. Menurutnya, jika pada biasa maka mobil tersebut dapat di parkir di rumahnya. Namun, dia mengatakan belum membicarakan di luar DKI Jakarta yang masih luas.
"Jadi tidak bapaknya pakai mobil sendiri, anaknya pakai mobil sendiri, sehingga di rumah bisa tiga sampai empat mobil, tapi dengan adanya public transport, Senin sampai Kamis mobilnya bisa di parkir di rumah dan akhir pekan masih perlu mobil juga," ujar Rizal. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764157/ada-mrt-macet-hanya-akhir-pekan
Deputi Menko Bidang Kerja sama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman menjelaskan, dengan adanya MRT, maka orang-orang yang biasa membawa mobil, dapat menitipkan mobilnya di parkiran tersebut, dan naik MRT.
"Mungkin di Blok M perlu dibangun beberapa tempat parkir MRT, yang memungkin orang-orang yang tinggal di Bintaro untuk nyambung mnggunakan MRT ke Thamrin, misalnya. Nah, ini yang perlu yang bisa dipikirkan dalam konsep transportasi terpadu," kata dia, di kantornya, Jakarta, Selasa (19/2/2013).
Rizal menjelaskan, MRT bertujuan untuk mengurangi keinginan orang untuk menggunakan mobil pribadi secara berlebihan. Caranya, lanjut dia, adalah dengan membaut transportasi menjadi nyaman dan terjangkau.
Menurutnya, jika pengguna mobil masih akan banyak, hanya saja tidak setiap hari seperti hanya di akhir pekan. Menurutnya, jika pada biasa maka mobil tersebut dapat di parkir di rumahnya. Namun, dia mengatakan belum membicarakan di luar DKI Jakarta yang masih luas.
"Jadi tidak bapaknya pakai mobil sendiri, anaknya pakai mobil sendiri, sehingga di rumah bisa tiga sampai empat mobil, tapi dengan adanya public transport, Senin sampai Kamis mobilnya bisa di parkir di rumah dan akhir pekan masih perlu mobil juga," ujar Rizal. (mrt)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/02/19/320/764157/ada-mrt-macet-hanya-akhir-pekan
Label:
affand
,
akhir pekan
,
biasa
,
jakarta
,
mngguna
,
mobil
,
mobil pribadi
,
mrt
,
orang-orang
,
pakai
,
parkir
,
parkiran
,
pengguna
,
rapid
,
rizal
,
rumah
,
transportasi
Langganan:
Postingan
(
Atom
)