Tampilkan postingan dengan label android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label android. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Maret 2015

Go-Jek, startup yang siap jadi solusi atasi kemacetan Jakarta

Merdeka.com - Berkat teknologi, kini Anda bisa sudah bisa memesan layanan ojek profesional menggunakan sebuah aplikasi smartphone. Hadirnya start-up Go-Jek di perangkat smartphone baik Android maupun iOS membuat penggunanya bisa menggunakan jasa kirim barang dan ojek tanpa perlu repot-repot bernegosiasi harga.

Di awal bulan ini, Go-Jek yang merupakan startup yang sudah berkecimpung sejak tahun 2011 dan beroperasi di Jabodetabek, secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah memiliki aplikasi Android dan iOS untuk membantu pengguna menggunakan layanan perusahaan baik transportasi, kurir, dan belanja.

Untuk menyediakan layanan prima, Go-Jek saat ini sudah bermitra dengan sekitar 800 pengemudi ojek di daerah Jabodetabek, yang setiap harinya melayani ratusan pesanan. Selain itu, Go-Jek juga memiliki 90 klien korporat.

Jika pengguna ingin menggunakan layanan transportasi untuk bepergian dengan cepat tanpa lama-lama terjebak kemacetan Jakarta, startup ini siap mengirim ojek ke tempat penggunanya. Selain itu Go-Jek juga memberikan penutup kepala dan masker gratis agar penampilan pengguna jasanya tetap segar.

Sedangkan untuk layanan kurir, pengguna bakal merasa aman karena Go-Jek menyediakan fitur pelacakan paket barang. Pengguna layanan ini juga akan mendapatkan notifikasi bila barang telah sampai di alamat tujuan.

Tak cukup di situ saja, Go-Jek juga melayani pembelian barang apapun dan akan diantar ke tempat pemesan yang menggunakan jasanya. Menarinya, untuk belanjaan dengan nilai di bawah Rp 1 juta, pihak Go-Jek akan membayarnya terlebih dahulu dan mengirimkannya kepada pelanggan.

Kehadiran Go-Jek di Jabodetabek sendiri saat ini disebut sama dengan aplikasi Uber yang merupakan startup transportasi yang sedang naik daun. Uber sendiri berfungsi untuk memberikan layanan pengguna agar dapat secara mudah memesan taksi dengan menekan sebuah tombol di aplikasi Uber di smartphonenya.

Selain itu, hadirnya Go-Jek sendiri sudah mulai diperhatikan pemerintahan di Jakarta, kehadirannya dianggap bisa disinkronisasikan dengan transportasi umum di Jakarta seperti Transjakarta.

"Kami sangat bersyukur bahwa pemerintah daerah telah mengakui nilai kita dalam membantu transportasi Jakarta dan meningkatkan kesejahteraan tukang ojek," kata Nadiem Makarim, CEO dan Founder GO-JEK pada Tech in Asia.

Untuk ke depannya, Go-Jek sendiri memiliki tujuan untuk memperluas layanannya di sektor pengiriman paket. "Visi kami adalah untuk mengantar tidak hanya orang, tapi apa pun yang pengguna ingin dalam waktu 60 menit," ungkap Makarim.

Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/go-jek-startup-yang-siap-jadi-solusi-atasi-kemacetan-jakarta.html

Selasa, 24 Maret 2015

Aplikasi Android JAFIP: Kontribusi Fujitsu Untuk Berbagi Informasi Banjir di Jakarta

CHIP.co.id – Aplikasi JAFIP yang didanai oleh Badan Kerjasama Internasional Jepang atau lebih dikenal sebagai JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) tersebut telah tersedia di bulan Maret ini di Android Play Store. Bersama dengan Fujitsu Gelar Sistem Berbagi informasi bencana Partisipatif yang berbasiskan smartphone untuk warga Jakarta dan sekitarnya.

Aplikasi JAFIP diharapkan dapat warga mengantisipasi banjir yang sudah menjadi ‘bencana’ tahunan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selain menyediakan informasi banjir, JAFID juga menyediakan berbagai informasi yang berkaitan lainnya, seperti tingkat curah hujan, ketinggian air sungai, dan informasi lainnya, seperti pohon tumbang, kebakaran, atau korsleting Listrik.

Selain JAFIP Android application (app), Fujitsu sebelumnyua juga telah menggelar layanan Disaster Management Information System bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jakarta yang telah diimplementasikan sejak Desember 2013 lalu.

Menurut Achmad Sofwan, Managing Director PT. Fujitsu Indonesia, ““Sistem berbagi informasi ini dibangun Fujitsu mengingat banyaknya pengguna smart devices yang semakin bertumbuh beberapa tahun terakhir ini. Dengan semakin banyaknya informasi yang saling terhubung dan meluas, maka terdapat peluang untuk menerapkan sistem secara human centric intelligent society.’

Dalam penjelasannya seputar aplikasi JAFIP ini, Mu'awiyah Abdul Shomad, Department Manager Application Service Business Group Fujitsu Indonesia, berkata, “Masyarakat dapat mengirimkan penjelasan pandangan matanya soal hujan, banjir, ketinggian air sungai ataupun dampak lain. Mereka juga bisa menambahkan komentar berikut foto dari tempat kejadian secara langsung.”

Mengenai seberapa jauh integrasi JAFIP dengan Disaster Information Management System (DIMS) milik BPBD DKI Jakarta yang juga dikembangkan Fujitsu, Shomad mengatakan beberapa notifikasi dari DIMS akan didikirimkan juga ke sistem JAFIP sehingga bisa bermanfaat bagi penggunanya.

Selain menyediakan dua fungsi utama (melaporkan dan melihat laporan informasi bencana), JAFIP pun menyediakan beberapa fasilitas tambahan (additional features), seperti Report Abuse, opsi interface 3 bahasa (Inggris, Indonesia, dan Jepang), Timeline, dan berbagi informasi bencana via social media (twitter, Facebook, dll).

Sumber : http://chip.co.id/news/technology-corporate-web_internet-security-apps-android-press_release/14186/aplikasi_android_jafip_kontribusi_fujitsu_untuk_berbagi_informasi_banjir_di_jakarta

Rabu, 25 Februari 2015

Qlue dan CROP: Dua Aplikasi Jakarta Smart City Saling Sinergi

Jakarta, Selular.ID – Program Jakarta Smart City tak bisa lepas dari ekosistem pengelolanya agar berjalan optimal, mulai dari masyarakat, aparat/petugas, hingga pemerintah pusat. Keberhasilan rantai sistem “kota pintar” ini sejatinya bertumpu pada dua jenis aplikasi mobile berbasis Android, yakni Qlue dan Cepat Respons Opini Publik (CROP).

Qlue merupakan aplikasi yang berperan sebagai wadah penampung segala kepentingan warga, sedangkan CROP merupakan aplikasi yang hanya diperuntukkan bagi aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan aparat Kepolisian dalam mengakomodir konten dari Qlue. Bangganya, kedua aplikasi tersebut besutan developer lokal, TerraLogic.

Qlue sebenarnya mengadopsi bentuk jejaring sosial, bukan hanya aplikasi satu arah. Di sini, warga dapat menyampaikan aspirasi pengaduan real time, melaporkan semua kejadian di sekitar, hingga mem-follow teman-teman layaknya jejaring sosial lain. “Paling sering sih tentang jalanan rusak, penumpukan sampah, dan macet. Sehari paling banyak pernah mencapai 200 sampai 300 laporan,” ujar M. Wahyu Firdiansyah, Marketing & Promotion TerraLogic, kepada Selular.ID.

Laporan disampaikan tidak hanya dalam bentuk tulisan tetapi juga foto. Laporan dari masyarakat kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan dashboard smartcity.jakarta.go.id. TerraLogic sendiri merupakan partner Google dalam hal enterprise dan maps di Indonesia, sehingga perusahaan dengan mudah dapat menarik data pemetaan. “Kita tarik data dari Waze,” tambah Paulus Chandra, Account Manager TerraLogic.

Khusus CROP, aplikasi ini hanya bisa diunduh dan diinstal oleh seluruh aparat Pemprov DKI di smartphone mereka, terutama lurah dan camat. Jadi alur pelaporan di mulai dari postingan di Qlue, kemudian sampai ke Pemerintah Pusat, dan dari Pemerintah baru disalurkan ke lurah dan camat melalui CROP.

Saat ini, baik Qlue maupun CROP, baru bisa dinikmati oleh pengguna Android. Namun, TerraLogic berjanji bakal menyediakan fasilitas serupa untuk pemakai iOS dalam waktu dekat. “Masih kita develop, mungkin dua bulan ke depan sudah tersedia untuk iOS,” ucap Wahyu.

Sumber : http://selular.id/apps/2015/02/qlue-dan-crop-dua-aplikasi-jakarta-smart-city-saling-sinergi/

Senin, 15 Desember 2014

DKI Luncurkan Aplikasi QLUE Smart City

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan aplikasi Smart City, Senin (15/12) siang. Melalui aplikasi senilai Rp 3,5 milyar itu, aparat bisa memantau dan langsung menindaklanjuti keluhan dari masyarakat serta menjadi penilaian atas kinerja lurah dan camat dalam menindaklanjuti keluhan warga.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuturkan aplikasi itu bisa membantu mewujudkan model pemerintahan baru yang melibatkan warga dalam membuat kebijakan. Aplikasi itu dinilai tidak terlalu mahal dan menghabiskan anggaran. ‎

"‎Saya beri apresiasi kepada Diskominfomas yang sudah berhasil merealisasi aplikasi ini dengan anggaran yang minim. Tidak percuma juga saya mendesak Waze, Safetipin, dan Swakita," ujar Basuki saat peluncuran Smart City di Balai Kota DKI Jakarta.

Basuki menginstruksikan seluruh camat dan lurah men-download aplikasi cepat respon opini publik (CROP). Sementara masyarakat sebagai pelapor diharapkan memasang aplikasi QLUE pada smartphone berbasis android (play store).

‎"Seluruh camat dan lurah dan lainnya segera mengunduh aplikasi ini. Nanti kita bisa lihat responnya melalui aplikasi ini. Kalau lama akan kita staf kan saja," tukas mantan Bupati Belitung Timur itu.

Selain melalui aplikasi QLUE, warga DKI juga dapat mengakses melalui smartcity.jakarta.go.id. Website itu terintegrasi dengan aplikasi sosial media pengaduan warga Ibu Kota, seperti email dki@jakarta.go.id, twitter @jakartagoid, facebook jakarta.go.id, balai warga di website www.jakarta.go.id, petajakarta.org, Lapor! 1708, dan Google Waze.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta, Agus Bambang Setiowidodo mengatakan, QLUE merupakan tempat mengaduan secara real time. warga dapat mengadukan berbagai masalah sosial yang menyangkut Ibu Kota.

"Pengaduan seperti macet, banjir, sampah, joki three in one, parkir ilegal, pengemis, bisa dilaporkan berdasar lokasi dengan fotonya," kata Agus kepada awak media.

Laporan warga di aplikasi QLUE juga terintegrasi ke website smartcity.jakarta.go.id. Seluruh laporan warga di website dan aplikasi itu langsung terkoneksi ke aplikasi android yang khusus diunduh oleh aparat Pemprov DKI Jakarta serta aparat kepolisian yakni CROP.

Dia menjelaskan aplikasi ‎CROP merupakan dashboard mapping yang menggunakan platform Google Maps sebagai dasar pemetaan digital. "Aparat pemerintah yang menindaklanjuti laporan warga memberi hasil laporan respon ke smartcity.jakarta.go.id yang terkoneksi langsung dengan aplikasi QLUE," kata Agus.

Adapun data yang terintegrasi dengan smartcity.jakarta.go.id seperti jalur fiber optic, tinggi muka air, letak menara, pos polisi, data kependudukan, dan lainnya. Melalui aplikasi itu dapat melihat keadaan Jakarta melalui monitoring CCTV yang terintegrasi di pintu air, jalan raya, dan lainnya. Ke depannya, pengembangan aplikasi smart city adalah warga Jakarta dapat mengetahui nilai pajak bumi bangunan (PBB) hingga perencanaan kota.‎

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/111360-dki-luncurkan-aplikasi-qlue-smart-city.html

Senin, 01 September 2014

Twitter Garap Proyek Penanggulangan Banjir Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta - Penyedia layanan microblogging terbesar, Twitter Inc, akan turun tangan dalam salah satu proyek pendukung infrastruktur di Indonesia. (Baca: Twitter Kembangkan Cuit Lewat SMS)

Kepada Tempo, Kepala Komunikasi Korporat Twitter untuk Wilayah Asia Pasifik, Dickson Seow, mengatakan perusahaannya tengah menggarap sistem pendataan guna menanggulangi bahaya banjir di Jakarta. "Ini adalah proyek kami bersama Wollongong University Australia," katanya di Hotel Kempinski.

Seow mengatakan sistem ini bisa membantu pemerintah dan masyarakat untuk memperkirakan daerah yang akan terkena banjir. Layanan berupa apps atau aplikasi komputer ini juga memudahkan pengiriman bantuan dan tim penyelamat bagi korban. Basis dari sistem ini adalah celotehan atau tweet dari pengguna Twitter yang digabungkan dengan peta digital. (Baca juga: Tweeps Waspadai Portal Berita Palsu)

Menurut Seow, masyarakat tinggal mengirimkan tweet berisi informasi banjir dengan menggunakan tanda pagar (hashtag) #petajakarta, dan hasilnya akan dipindai oleh sistem pemetaan yang tengah dirancang. "Dari data itu, daerah yang perlu bantuan bisa diketahui," ujarnya. (Baca: Twitter Tambahkan Menu Belanja di Android)

Selain bersama Wollongong University, Twitter kemungkinan akan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk menggarap proyek di Indonesia. Seow mengatakan Twitter akan membuka kantor cabang di Indonesia. (Baca juga: Twitter Bakal Buka Kantor di Jakarta).

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/09/01/090603492/Twitter-Garap-Proyek-Penanggulangan-Banjir-Jakarta