TEMPO.CO , Jakarta: Transportasi umum Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) terancam tak bisa lagi melalui jalur Transjakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang bus berwarna biru ini setelah pihak operator APTB dan PT Transportasi Jakarta gagal sepakat soal besaran pembayaran tarif per kilometer.
APTB pertama kali beroperasi sejak 2012. Kendaraan ini beroperasi untuk melayani pengangkutan penumpang dari wilayah perbatasan Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Transportasi ini pun diproyeksikan agar dapat mengurangi kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.
Beroperasi sejak pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, bus APTB membantu masyarakat dari kawasan kota mitra yang bekerja atau berpergian menuju kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Berikut ini adalah rute-rute bus APTB dari kawasan kota Mitra menuju Jakarta yang bakal terkena imbas larangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama:
1. Rute APTB Bekasi -Tosari:
Terminal Bekasi - Jl. Ir. H. Juanda- Jl. H. Mulyadi Joyomartono- Jalan Tol Jakarta-Cikampek -Halim PK -Jl. MT. Haryono- Koridor 9 (BNN, arah Bekasi) -Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang- Tebet BKPM -Pancoran Tugu- Pancoran Barat - Tegal Parang - Kuningan Barat -Gatot Subroto Jamsostek - Gatot Subroto LIPI - Semanggi (arah Bundaran HI)- Koridor 1 (Bendungan Hilir -Karet - Setiabudi - Dukuh Atas - Tosari)
2. Rute APTB Bekasi - Tosari:
Mega Bekasi Hypermall - Jl. Jend A. Yani - Jalan Tol Jakarta-Cikampek - Halim PK - Jl. MT. Haryono -Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) - Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang -Tebet BKPM - Pancoran Tugu - Pancoran Barat - Tegal Parang - Kuningan Barat - Gatot Subroto Jamsostek -Gatot Subroto LIPI -Semanggi (arah Bundaran HI)) - Koridor 1 (Bendungan Hilir - Karet 2 - Dukuh Atas - Tosari)
3. Rute APTB Bekasi - Tanah Abang (via Bekasi Timur):
Terminal Bekasi - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. H. Mulyadi Joyomartono -Jalan Tol Jakarta-Cikampek - Halim PK - Jl. MT. Haryono - Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) -Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang - Tebet BKPM - Pancoran Tugu - Pancoran Barat - Tegal Parang- Kuningan Barat - Gatot Subroto Jamsostek - Gatot Subroto LIPI - Semanggi (arah Tanah Abang))- Koridor 1 (Bendungan Hilir - Karet 2 - Dukuh Atas - Tosari -Sarinah) - Jl. Kebon Sirih - Jl. Fachrudin - Jl. KH Mas Mansyur -Jl. Jatibaru - Tanah Abang.
4. Rute APTB Bekasi - Tanah Abang (via Bekasi Barat):
Terminal Bekasi - Jl. Ir. H. Juanda- Jl. Cut Meutia - Jl. Jend. A. Yani - Jalan Tol Jakarta-Cikampek - Halim PK - Jl. MT. Haryono - Koridor 9 (BNN (arah Bekasi) -Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang -Tebet BKPM - Pancoran Tugu - Pancoran Barat - Tegal Parang -Kuningan Barat - Gatot Subroto Jamsostek - Gatot Subroto LIPI - Semanggi (arah Tanah Abang)) - Koridor 1 (Bendungan Hilir - Karet 2 - Dukuh Atas - Tosari - Sarinah) - Jl. Kebon Sirih - Jl. Fachrudin - Jl. KH Mas Mansyur - Jl. Jatibaru -Tanah Abang.
5. Rute APTB Cikarang - Kalideres:
Terminal Cikarang - Jl. Teuku Umar - Jl. Akses Tol Cibitung - Jalan Tol Jakarta-Cikampek - Halim PK - Jl. MT. Haryono - Koridor 9 (BNN (arah Cikarang) -Cawang Ciliwung - Cikoko St.Cawang - Tebet BKPM - Pancoran Tugu- Pancoran Barat -Tegal Parang - Kuningan Barat - Gatot Subroto Jamsostek - Gatot Subroto LIPI - Semanggi - Senayan JCC - Slipi Petamburan - Slipi Kemanggisan -RS. Harapan Kita - S. Parman Podomoro City - Grogol 2) -Koridor 3 (Jelambar -Indosiar - Taman Kota - Jembatan Gantung - Dispenda Samsat Barat - Jembatan Baru - Rawa Buaya - Sumur Bor - Pesakih - Kalideres).
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/05/08/083664522/Ini-Rute-rute-Bus-APTB-yang-Bakal-Dilarang-Masuk-Jakarta
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label jl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jl. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Mei 2015
Selasa, 12 Agustus 2014
Ini Kata Polisi Soal Macet Horor yang Melanda Jakarta Semalam
Jakarta - Seperti sudah jadi kebiasaan jika hujan deras mengguyur Jakarta, maka kemacetan menghantui jalanan Ibu Kota. Seperti yang terjadi Senin (11/8) malam kemarin, para pengendara harus bersabar menerobos kemacetan.
Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakum) AKBP Hindarsono mengatakan, salah satu faktor penyumbang kemacetan semalam adalah watak pengendara yang tidak tertib bergantian menembus kemacetan.
"Seperti ada banjir di Jl Tandean, para pengendara berusaha untuk menghindari banjir dan menempuh jalur lain, akhirnya bertemu di satu titik. Mereka tidak mau mengalah satu dengan yang lain, saling serobot," kata Hindarsono saat dihubungi detikcom, Selasa (12/8/2014).
Alhasil, bukan kelancaran yang didapat para pengendara. Mereka mengunci ruas jalan dan terjebak di tengah kemacetan. Kemacetan yang terjadi semalam baru bisa dikendalikan pukul 24.00 WIB. "Jam segitu situasi lalu lintas sudah mulai mencair," kata Hindarsono.
"Kami mohon kepada masyarakat untuk tidak saling serobot, meski itu tidak ada petugas yang mengatur. Kalau tertib, kan enak, jalanan jadi lancar," kata Hindarsono.
Selain di kawasan Tandean, banjir juga terjadi di kawasan Swadarma, akibatnya Cipulir arah Kreo padat kedua arah.
Kawasan yang menjadi ikon muda-mudi Jakarta, Kemang, juga tidak luput dari limpasan air dari sungai yang melintasinya. Akibatnya Jl Kemang Raya tersendat. Dampak bajir ini juga terasa di Jl Prapanca arah Cilandak.
Sumber : http://news.detik.com/read/2014/08/12/093406/2659489/10/ini-kata-polisi-soal-macet-horor-yang-melanda-jakarta-semalam
Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakum) AKBP Hindarsono mengatakan, salah satu faktor penyumbang kemacetan semalam adalah watak pengendara yang tidak tertib bergantian menembus kemacetan.
"Seperti ada banjir di Jl Tandean, para pengendara berusaha untuk menghindari banjir dan menempuh jalur lain, akhirnya bertemu di satu titik. Mereka tidak mau mengalah satu dengan yang lain, saling serobot," kata Hindarsono saat dihubungi detikcom, Selasa (12/8/2014).
Alhasil, bukan kelancaran yang didapat para pengendara. Mereka mengunci ruas jalan dan terjebak di tengah kemacetan. Kemacetan yang terjadi semalam baru bisa dikendalikan pukul 24.00 WIB. "Jam segitu situasi lalu lintas sudah mulai mencair," kata Hindarsono.
"Kami mohon kepada masyarakat untuk tidak saling serobot, meski itu tidak ada petugas yang mengatur. Kalau tertib, kan enak, jalanan jadi lancar," kata Hindarsono.
Selain di kawasan Tandean, banjir juga terjadi di kawasan Swadarma, akibatnya Cipulir arah Kreo padat kedua arah.
Kawasan yang menjadi ikon muda-mudi Jakarta, Kemang, juga tidak luput dari limpasan air dari sungai yang melintasinya. Akibatnya Jl Kemang Raya tersendat. Dampak bajir ini juga terasa di Jl Prapanca arah Cilandak.
Sumber : http://news.detik.com/read/2014/08/12/093406/2659489/10/ini-kata-polisi-soal-macet-horor-yang-melanda-jakarta-semalam
Label:
arah
,
bajir
,
banjir
,
cipulir
,
hindarsono
,
hujan deras
,
ikon
,
jakarta
,
jalanan
,
jl
,
kawasan
,
kemacetan
,
kemang
,
kreo
,
pengendara
,
serobot
,
swadarma
,
tandean
,
tertib
Senin, 04 Agustus 2014
Jakarta Kembali (Macet) Normal Senin Pagi Ini
JAKARTA (Pos Kota) – Arus lalulintas pada sejumlah jalan protokol di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya, Senin (4/8/2014) pagi kembali (macet) normal. Jalanan sudah mulai dipadati kendaraan bermotor, baik roda dua, mobil pribadi, angkutan barang (truk) dan sebagainya.
Dalam pantauan poskotanews.com. arus lalulintas di kawasan Bekasi, Jl Kalimalang (KH Noer Ali), kawasan BKT Duren Sawit, Jalan Raya Bekasi, Jalan Jatinegara Barat, Jalan Matraman Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Gunung Sahari, kawasan Pasar Baru, Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, mulai padat dan merayap.
“Jakarta kembali normal dalam kondisi macet di mana-mana,” ucap satu pengendara di Jl Matraman Raya.
Sebagai mana dimaklumi, hari ini (Senin/4/8/2014), merupakan hari pertama masuk kerja di kalangan pegawai negeri dan swasta, setelah libur bersama pasca Lebaran. Hal ini dibuktikan arus balik dari berbagai arah menuju Jakarta dan sekitarnya, Minggu (3/4) merupakan puncak arus balik.
“Hari ini hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran,” ujar satu pegawai swasta di kawasan pertokoan Glodok, Jakarta Barat.
Sumber : http://poskotanews.com/2014/08/04/jakarta-kembali-macet-normal-senin-pagi-ini/
Dalam pantauan poskotanews.com. arus lalulintas di kawasan Bekasi, Jl Kalimalang (KH Noer Ali), kawasan BKT Duren Sawit, Jalan Raya Bekasi, Jalan Jatinegara Barat, Jalan Matraman Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Gunung Sahari, kawasan Pasar Baru, Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, mulai padat dan merayap.
“Jakarta kembali normal dalam kondisi macet di mana-mana,” ucap satu pengendara di Jl Matraman Raya.
Sebagai mana dimaklumi, hari ini (Senin/4/8/2014), merupakan hari pertama masuk kerja di kalangan pegawai negeri dan swasta, setelah libur bersama pasca Lebaran. Hal ini dibuktikan arus balik dari berbagai arah menuju Jakarta dan sekitarnya, Minggu (3/4) merupakan puncak arus balik.
“Hari ini hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran,” ujar satu pegawai swasta di kawasan pertokoan Glodok, Jakarta Barat.
Sumber : http://poskotanews.com/2014/08/04/jakarta-kembali-macet-normal-senin-pagi-ini/
Label:
arus
,
arus balik
,
bekasi
,
bkt
,
jakarta
,
jalan
,
jl
,
kawasan
,
lalulintas
,
lebaran
,
libur
,
macet
,
masuk kerja
,
matraman
,
normal
,
pasca
,
pegawai negeri
,
raya
,
swasta
Kamis, 13 Maret 2014
Kementerian PU Setengah Hati Perbaiki Jalan Rusak
BERITAJAKARTA.COM — 12-03-2014 13:20
Masih tingginya intensitas hujan yang menguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan sejumlah jalan yang sudah diperbaiki kembali berlubang. Seperti di Jakarta Utara, beberapa ruas jalan utama yang termasuk kategori jalan nasional kembali berlubang. Selain membahayakan keselamatan pengendara bermotor, banyaknya lubang juga menambah kemacetan.
Sejak mulai tergenangnya sebagian wilayah Jakarta Utara akibat hujan besar pada 17 Januari lalu, sebanyak 2.564 titik jalan menjadi rusak dan berlubang. Walaupun sudah diperbaiki, beberapa titik yang berada di jalan nasional, seperti, Jl Cakung Cilincing, Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Yos Sudarso dan RE Martadinata kembali berlubang.
Hal itu karena penanganan pemerintah pusat hanya setengah hati dengan melakukan penambalan darurat saja . Sedangkan perbaikan permanen hanya dapat dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pihak yang berwenang.
"Kita hanya dapat melakukan penanganan darurat, dengan menutup lubang saja. Sedangkan untuk perbaikan permanen merupakan kewenangan kementerian PU," kata Sugoro Sinaga, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Jalan Jakarta Utara, Rabu (12/3).
Berbeda dengan jalan yang di bawah kewenangan Dinas PU DKI Jakarta dan Sudin PU Jalan Jakut, penanganan terhadap jalan yang kerap tergenang dan rusak, dilakukan perbaikan permanen. Di Jakarta Utara, sudah ada tiga ruas jalan yang dibetonisasi, yakni Jl Gunung Sahari, Jl Raya Plumpang, dan Jl Sunter Permai Raya.
Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudi Siahaan menegaskan, selain karena terkendala faktor cuaca yang belum menentu, pihaknya kesulitan memperbaiki jalan di Jakarta Utara karena terdapat sejumlah jalan nasional. Hal itu menyebabkan pihaknya tidak dapat melakukan perbaikan permanen karena di luar wewenangnya. "Sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan kementerian. Kita sudah mendorong agar dilakukan percepatan perbaikan," kata Manggas.
Namun, menurut Manggas, pihak Kementerian PU sendiri masih terkendala penganggaran. Sehingga perbaikan permanen sejumlah jalan nasional kemungkinan tidak dapat dilakukan pada tahun ini. "Seperti Jl Yos Sudarso, mereka bilang anggaran baru ada tahun depan. Tetap akan kita lakukan penanganan darurat terhadap lubang yang ada di jalan agar tidak menimbulkan korban," tandasnya.
Sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=58604
Masih tingginya intensitas hujan yang menguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan sejumlah jalan yang sudah diperbaiki kembali berlubang. Seperti di Jakarta Utara, beberapa ruas jalan utama yang termasuk kategori jalan nasional kembali berlubang. Selain membahayakan keselamatan pengendara bermotor, banyaknya lubang juga menambah kemacetan.
Sejak mulai tergenangnya sebagian wilayah Jakarta Utara akibat hujan besar pada 17 Januari lalu, sebanyak 2.564 titik jalan menjadi rusak dan berlubang. Walaupun sudah diperbaiki, beberapa titik yang berada di jalan nasional, seperti, Jl Cakung Cilincing, Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Yos Sudarso dan RE Martadinata kembali berlubang.
Hal itu karena penanganan pemerintah pusat hanya setengah hati dengan melakukan penambalan darurat saja . Sedangkan perbaikan permanen hanya dapat dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pihak yang berwenang.
"Kita hanya dapat melakukan penanganan darurat, dengan menutup lubang saja. Sedangkan untuk perbaikan permanen merupakan kewenangan kementerian PU," kata Sugoro Sinaga, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Jalan Jakarta Utara, Rabu (12/3).
Berbeda dengan jalan yang di bawah kewenangan Dinas PU DKI Jakarta dan Sudin PU Jalan Jakut, penanganan terhadap jalan yang kerap tergenang dan rusak, dilakukan perbaikan permanen. Di Jakarta Utara, sudah ada tiga ruas jalan yang dibetonisasi, yakni Jl Gunung Sahari, Jl Raya Plumpang, dan Jl Sunter Permai Raya.
Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudi Siahaan menegaskan, selain karena terkendala faktor cuaca yang belum menentu, pihaknya kesulitan memperbaiki jalan di Jakarta Utara karena terdapat sejumlah jalan nasional. Hal itu menyebabkan pihaknya tidak dapat melakukan perbaikan permanen karena di luar wewenangnya. "Sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan kementerian. Kita sudah mendorong agar dilakukan percepatan perbaikan," kata Manggas.
Namun, menurut Manggas, pihak Kementerian PU sendiri masih terkendala penganggaran. Sehingga perbaikan permanen sejumlah jalan nasional kemungkinan tidak dapat dilakukan pada tahun ini. "Seperti Jl Yos Sudarso, mereka bilang anggaran baru ada tahun depan. Tetap akan kita lakukan penanganan darurat terhadap lubang yang ada di jalan agar tidak menimbulkan korban," tandasnya.
Sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=58604
Label:
darurat
,
dinas
,
diperbaiki
,
jakarta
,
jalan
,
jl
,
kementerian
,
lubang
,
manggas
,
nasional
,
penanganan
,
perbaikan
,
permanen
,
pu
,
sudarso
,
sudin
,
terkendala
,
utara
,
yos
Kamis, 25 April 2013
'Jakarta Bisa Dinikmati Lewat Macet'
Jakarta - Heru Setyono, seorang staf di perusahaan retail di kawasan Gajahmada, Jakpus punya pandangan berbeda soal macet semalam. Bagi dia, kemacetan itu justru memberikannya kesempatan bisa menikmati indahnya Jakarta.
"Menikmati indahnya Jakarta adalah di kala jalanan Jakarta sedang macet, jadi semacet apapun semalam buat saya merupakan hal yang harus dinikmati," kata Heru dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Kamis (18/4/2013).
Kemacetan pada Rabu (17/4) malam memang lain dari biasanya. Hujan yang deras mengakibatkan genangan di sejumlah ruas, utamanya di kawasan Selatan Jakarta. Belum lagi pemotor yang berteduh di bawah jalan layang.
"Saya sampai di jalan Layang Antasari. Baru menikmati jalan layang tersebut ternyata jalan layang tersebut sudah macet total. Wow, dari atas terlihat begitu indahnya Kemang di kala malam hari dan tidak terasa rasa rindu dengan kamar kecil itu mulai menggebu-gebu. Saya paling tidak bisa menahan buang air kecil," ujar Heru.
Untuk mencapai kawasan Antasari, dia mesti melalui sejumlah jalur yang juga mengalami ketersendatan. Mulai dari Jl Abdul Muis, Jl Fachruddin, hingga Slipi, Gerbang Pemuda. Melaju melalui Antasari, sampai di bawah layang Taman Mini-Pondok Indah pemotor yang berteduh membuat macet.
"Nah di kolong inilah para pengguna kendaraan roda dua berteduh. Dalam hati saya berucap terima kasih atas hal ini, kalau tidak ada parkir dadakan di bawah jalan tol tersebut saya tidak akan menikmati indahnya sekitaran jalan layang Antasari," terangnya.
Selepas terowongan tersebut jalanan begitu mulus dan tidak terlihat sedikit pun kemacetan, bahkan kecepatan mobil bisa dipacu rata-rata 60 km/jam.
"Tapi inilah gula-gulanya Jakarta, nikmati saja dan jangan puas kalau sudah melewati masalah tersebut, karena bisa jadi hari ini akan terjadi kemacetan yang lebih lagi. Kalau kemarin Hayamwuruk–Pamulang ditempuh selama sekitar 4 jam bisa jadi dilain waktu akan lebih dari itu," cerita Heru.
Rupa-rupa cerita soal macet semalam. Bagaimana pengalaman Anda? Silakan berbagi tentang macet semalam di redaksi@detik.com dan jangan lupa sertakan nomor telepon.
Sumber : http://news.detik.com/read/2013/04/18/124112/2223746/10/jakarta-bisa-dinikmati-lewat-macet?9922022
"Menikmati indahnya Jakarta adalah di kala jalanan Jakarta sedang macet, jadi semacet apapun semalam buat saya merupakan hal yang harus dinikmati," kata Heru dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Kamis (18/4/2013).
Kemacetan pada Rabu (17/4) malam memang lain dari biasanya. Hujan yang deras mengakibatkan genangan di sejumlah ruas, utamanya di kawasan Selatan Jakarta. Belum lagi pemotor yang berteduh di bawah jalan layang.
"Saya sampai di jalan Layang Antasari. Baru menikmati jalan layang tersebut ternyata jalan layang tersebut sudah macet total. Wow, dari atas terlihat begitu indahnya Kemang di kala malam hari dan tidak terasa rasa rindu dengan kamar kecil itu mulai menggebu-gebu. Saya paling tidak bisa menahan buang air kecil," ujar Heru.
Untuk mencapai kawasan Antasari, dia mesti melalui sejumlah jalur yang juga mengalami ketersendatan. Mulai dari Jl Abdul Muis, Jl Fachruddin, hingga Slipi, Gerbang Pemuda. Melaju melalui Antasari, sampai di bawah layang Taman Mini-Pondok Indah pemotor yang berteduh membuat macet.
"Nah di kolong inilah para pengguna kendaraan roda dua berteduh. Dalam hati saya berucap terima kasih atas hal ini, kalau tidak ada parkir dadakan di bawah jalan tol tersebut saya tidak akan menikmati indahnya sekitaran jalan layang Antasari," terangnya.
Selepas terowongan tersebut jalanan begitu mulus dan tidak terlihat sedikit pun kemacetan, bahkan kecepatan mobil bisa dipacu rata-rata 60 km/jam.
"Tapi inilah gula-gulanya Jakarta, nikmati saja dan jangan puas kalau sudah melewati masalah tersebut, karena bisa jadi hari ini akan terjadi kemacetan yang lebih lagi. Kalau kemarin Hayamwuruk–Pamulang ditempuh selama sekitar 4 jam bisa jadi dilain waktu akan lebih dari itu," cerita Heru.
Rupa-rupa cerita soal macet semalam. Bagaimana pengalaman Anda? Silakan berbagi tentang macet semalam di redaksi@detik.com dan jangan lupa sertakan nomor telepon.
Sumber : http://news.detik.com/read/2013/04/18/124112/2223746/10/jakarta-bisa-dinikmati-lewat-macet?9922022
Label:
antasar
,
cerita
,
heru
,
indah
,
jakarta
,
jalan layang
,
jalanan
,
jam
,
jl
,
kala
,
kamar kecil
,
kawasan
,
kemacetan
,
ketersendatan
,
macet
,
pemotor
,
semalam
,
teduh
Kamis, 07 Februari 2013
Hujan Deras Bikin Jakarta Macet Parah Dimana-mana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur Ibukota DKI Jakarta pada Rabu (6/2/2012) sore, membuat kemacetan dimana-mana. Sejumlah jalan protokol mengalami genangan air dan pohon tumbang.
Akibatnya, pada saat jam pulang kantor ini, kemacetan semakin menjadi-jadi. Pantauan Tribunnews.com, di Jl Gatot Subroto sekitar lampu merah Mampang mengarah ke Polda Metro Jaya, terjadi genangan 15 cm. Di Jl Gatot Subroto arah sebaliknya juga terjadi genangan.
Banyak sepeda motor yang mogok akibat menerobos genangan air tersebut. Sementara itu, di lampu merah Mampang, sebuah pohon besar tumbang sehingga menambah kemacetan parah arus lalu lintas dari arah Buncit.
Jl Rasuna Said juga senasib. Perempatan Mampang menumpuk sehingga arus dua arah menjadi tersendat.
Masih di Jl Gatot Subroto, kemacetan parah terjadi mulai dari Gedung LIPI. Baik sepeda motor maupun mobil tidak bisa bergerak. Gara-garanya, mobil yang akan berputar ke arah Jl Sudirman tidak bisa bergerak. Walhasil,antrean kendaraan mengular dan menutup Jl Gatot Subroto.
Sementara itu, Jl Sudirman baik dari arah Blok M ataupun sebaliknya juga macet parah. Bundaran HI mengalami genangan setinggi 15 cm. Sehingga arus lalu lintas dari arah Blok M maupun Thamrin macet parah.
Di sekitar Gedung DPR Senayan, kondisi jalanan pasca demo ribuan buruh terlihat sepi. Namun di belakang Gedung DPR dan Jl Arteri kemacetan parah terjadi. Ini akibat pengalihan arus lalu lintas dari Jl Asia Afrika yang mengarah Taman Ria Senayan ditutup. Kemacetan dua arah di Jl Asia Afrika dan Jl Arteri Permata Hijau hingga Pejompongan pun tak terelakkan.
Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/06/hujan-deras-bikin-jakarta-macet-parah-dimana-mana
Akibatnya, pada saat jam pulang kantor ini, kemacetan semakin menjadi-jadi. Pantauan Tribunnews.com, di Jl Gatot Subroto sekitar lampu merah Mampang mengarah ke Polda Metro Jaya, terjadi genangan 15 cm. Di Jl Gatot Subroto arah sebaliknya juga terjadi genangan.
Banyak sepeda motor yang mogok akibat menerobos genangan air tersebut. Sementara itu, di lampu merah Mampang, sebuah pohon besar tumbang sehingga menambah kemacetan parah arus lalu lintas dari arah Buncit.
Jl Rasuna Said juga senasib. Perempatan Mampang menumpuk sehingga arus dua arah menjadi tersendat.
Masih di Jl Gatot Subroto, kemacetan parah terjadi mulai dari Gedung LIPI. Baik sepeda motor maupun mobil tidak bisa bergerak. Gara-garanya, mobil yang akan berputar ke arah Jl Sudirman tidak bisa bergerak. Walhasil,antrean kendaraan mengular dan menutup Jl Gatot Subroto.
Sementara itu, Jl Sudirman baik dari arah Blok M ataupun sebaliknya juga macet parah. Bundaran HI mengalami genangan setinggi 15 cm. Sehingga arus lalu lintas dari arah Blok M maupun Thamrin macet parah.
Di sekitar Gedung DPR Senayan, kondisi jalanan pasca demo ribuan buruh terlihat sepi. Namun di belakang Gedung DPR dan Jl Arteri kemacetan parah terjadi. Ini akibat pengalihan arus lalu lintas dari Jl Asia Afrika yang mengarah Taman Ria Senayan ditutup. Kemacetan dua arah di Jl Asia Afrika dan Jl Arteri Permata Hijau hingga Pejompongan pun tak terelakkan.
Sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/06/hujan-deras-bikin-jakarta-macet-parah-dimana-mana
Label:
arah
,
arteri
,
arus lalu lintas
,
cm
,
gatot
,
gedung
,
genangan
,
gerak
,
jl
,
kemacetan
,
lampu merah
,
macet
,
mampang
,
parah
,
sepeda motor
,
subroto
,
sudirman
,
tribunnews
,
tumbang
Rabu, 02 Januari 2013
Sampah Pesta Tahun Baru Jakarta 600 Ton
Metrotvnews.com, Jakarta: Sampah berserakan pada area pesta rakyat acara Jakarta Night Festival (JNF) terkait pergantian tahun baru 2012 ke 2013, Senin (31/12) malam ke Selasa (1/1) dini hari.
Jumlah sampah dari acara JNF yang digelar sepanjang Jl Sudirman, Senayan, hingga Jl Medan Merdeka Selatan dengan konsep Car Free Night (CFN) itu diprediksi mencapai 600 ton, atau 10 persen dari sampah yang dihasilkan seluruh wilayah Jakarta dalam satu hari itu.
CFN digelar hanya lima jam sejak pukul 21.00 - 02.00 WIB. Acara itu dimeriahkan 16 panggung hiburan dengan satu panggung utama di Bundaran Hotel Indonesia.
Kepala Dinas Kebersihan DKI, Unu Nurdin, yang sejak semalam memantau kondisi kebersihan di lokasi-lokasi pusat hiburan di Jakarta, Selasa (1/1), menjelaskan secara keseluruhan penambahan volume sampah mencapai 10 persen dari total harian.
"Peningkatan volume sampah saya prediksi sebesar 10 persen. Memang lebih banyak dari tahun lalu yang hanya enam persen. Tapi untuk hitungan riilnya masih ada di TPA (Tempat Pengolahan Akhir) sampah Jakarta di Bantar Gebang, Bekasi," kata Unu.
Dia mengatakan, kenaikan presentase volume sampah tersebut disebabkan adanya ajang CFN secara harfiah hanya boleh dilalui manusia, bukan kendaraan bermotor.
"Semalam ribuan, bahkan lebih manusia berkumpul sepanjang jalur area CFN itu. Sampah memang tidak terkontrol jadinya. Kalau bisa dilalui kendaraan, seperti mobil, kebanyakan mereka punya tempat sampah di dalamnya kan," ujarnya. (Ssr/OL-2)
Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/01/5/119627/Sampah-Pesta-Tahun-Baru-Jakarta-600-Ton
Jumlah sampah dari acara JNF yang digelar sepanjang Jl Sudirman, Senayan, hingga Jl Medan Merdeka Selatan dengan konsep Car Free Night (CFN) itu diprediksi mencapai 600 ton, atau 10 persen dari sampah yang dihasilkan seluruh wilayah Jakarta dalam satu hari itu.
CFN digelar hanya lima jam sejak pukul 21.00 - 02.00 WIB. Acara itu dimeriahkan 16 panggung hiburan dengan satu panggung utama di Bundaran Hotel Indonesia.
Kepala Dinas Kebersihan DKI, Unu Nurdin, yang sejak semalam memantau kondisi kebersihan di lokasi-lokasi pusat hiburan di Jakarta, Selasa (1/1), menjelaskan secara keseluruhan penambahan volume sampah mencapai 10 persen dari total harian.
"Peningkatan volume sampah saya prediksi sebesar 10 persen. Memang lebih banyak dari tahun lalu yang hanya enam persen. Tapi untuk hitungan riilnya masih ada di TPA (Tempat Pengolahan Akhir) sampah Jakarta di Bantar Gebang, Bekasi," kata Unu.
Dia mengatakan, kenaikan presentase volume sampah tersebut disebabkan adanya ajang CFN secara harfiah hanya boleh dilalui manusia, bukan kendaraan bermotor.
"Semalam ribuan, bahkan lebih manusia berkumpul sepanjang jalur area CFN itu. Sampah memang tidak terkontrol jadinya. Kalau bisa dilalui kendaraan, seperti mobil, kebanyakan mereka punya tempat sampah di dalamnya kan," ujarnya. (Ssr/OL-2)
Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/01/5/119627/Sampah-Pesta-Tahun-Baru-Jakarta-600-Ton
Label:
acara
,
area
,
cfn
,
hiburan
,
jakarta
,
jl
,
jnf
,
kebersihan
,
lokasi-lokasi
,
manusia
,
night
,
ol-
,
panggung
,
sampah
,
semalam
,
tahun baru
,
unu
,
volume
Kamis, 06 Desember 2012
Lalin Jakarta Macet Parah, Perlu 1,5 Jam untuk Tempuh 4,5 KM
Jakarta - Kemacetan lalu lintas di kawasan segitiga emas Jakarta berdampak pada jalan-jalan lainnya. Lalin Buncit-Mampang, Jakarta Selatan, termasuk yang mengalami kemacetan luar biasa. Kendaraan hanya bergerak seperti keong, perlu waktu 1,5 jam untuk menempuh jarak yang hanya 4,5 KM.
Pengalaman ini dialami oleh Budi, seorang eksekutif di Jakarta. "Gila, dari Buncit pukul 11.00 WIB, sampai sekarang baru sampai perempatan Mampang," kata Budi kepada detikcom sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (5/12/2012). Budi akan menuju Hotel Kartika Chandra di Jl. Gatot Subroto.
Selepas perempatan Mampang, arus lalu lintas di Jl. Gatot Subroto, dari arah Pancoran menuju Semanggi, tampak lancar. Sementara arus sebaliknya dari Semanggi menuju Pancoran mampet. "Sekarang, saya terkena kemacetan lagi di Semanggi. Ini tidak bergerak sama sekali," kata Budi saat tiba di Semanggi pukul 12.45 WIB.
Kemacetan di Buncit-Mampang ini dampak dari aksi demonstrasi para buruh di depan Kedubes Malaysia di Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Meski demonstrasi buruh sudah bubar sejak pukul 12.00 WIB, namun dampak kemacetan masih terjadi. Di Jl HR Rasuna Said yang mengarah dari Mampang menuju Menteng juga terlihat kemacetan yang luar biasa.
Ribuan buruh yang berdemonstrasi di Bundaran HI dan melakukan long march menuju Istana Merdeka juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas di Jl Thamrin dan Jl Sudirman. Dampak kemacetan lalin ini juga terasa hingga kawasan Semanggi, Jl Gatot Subroto, Jl S Parman, dan jalan-jalan lain di sekitarnya.
Sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/05/131016/2109966/10/lalin-jakarta-macet-parah-perlu-15-jam-untuk-tempuh-45-km?9922032
Pengalaman ini dialami oleh Budi, seorang eksekutif di Jakarta. "Gila, dari Buncit pukul 11.00 WIB, sampai sekarang baru sampai perempatan Mampang," kata Budi kepada detikcom sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (5/12/2012). Budi akan menuju Hotel Kartika Chandra di Jl. Gatot Subroto.
Selepas perempatan Mampang, arus lalu lintas di Jl. Gatot Subroto, dari arah Pancoran menuju Semanggi, tampak lancar. Sementara arus sebaliknya dari Semanggi menuju Pancoran mampet. "Sekarang, saya terkena kemacetan lagi di Semanggi. Ini tidak bergerak sama sekali," kata Budi saat tiba di Semanggi pukul 12.45 WIB.
Kemacetan di Buncit-Mampang ini dampak dari aksi demonstrasi para buruh di depan Kedubes Malaysia di Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Meski demonstrasi buruh sudah bubar sejak pukul 12.00 WIB, namun dampak kemacetan masih terjadi. Di Jl HR Rasuna Said yang mengarah dari Mampang menuju Menteng juga terlihat kemacetan yang luar biasa.
Ribuan buruh yang berdemonstrasi di Bundaran HI dan melakukan long march menuju Istana Merdeka juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas di Jl Thamrin dan Jl Sudirman. Dampak kemacetan lalin ini juga terasa hingga kawasan Semanggi, Jl Gatot Subroto, Jl S Parman, dan jalan-jalan lain di sekitarnya.
Sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/05/131016/2109966/10/lalin-jakarta-macet-parah-perlu-15-jam-untuk-tempuh-45-km?9922032
Label:
budi
,
buncit-mampang
,
dampak
,
demonstrasi
,
gatot
,
jakarta
,
jalan-jalan
,
jl
,
kemacetan
,
lalin
,
lalu lintas
,
mampang
,
pancoran
,
pukul
,
rasuna
,
semanggi
,
subroto
Langganan:
Postingan
(
Atom
)