TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berencana menerjunkan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membantu mengurai kemacetan di Jakarta. Ahok telah meminta bantuan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk melatih personil Satpol PP.
Namun, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan kepolisian belum memutuskan kapan mulai melatih personel Satpol PP itu. "Kami harus berdiskusi dengan satuan kerja yang ada," kata Martinus, Jumat 16 Januari 2015.
Sebab, menurut dia, pelatihan ini membutuhkan beberapa pembahasan dan persiapan. "Misalnya siapa-siapa saja yang akan dilatih, berapa banyak dan anggaran yang dibutuhkan," kata dia.
Meski demikian, Martinus mengatakan kepolisian setuju dengan ide Ahok tersebut. "Kami memang kekurangan petugas pengatur lalu lintas," kata dia.
Martinus menyebutkan, meskipun nantinya Satpol PP diberi kemampuan untuk membantu mengatur lalu lintas, penindakan tetap berada di tangan polisi. "Nanti bisa diatur anggota kami melakukan asistensi," ujarnya. Misalnya di sepanjang ruas jalan tertentu, ada dua petugas Satpol PP yang diasistensi polisi lalu lintas. Teknis-teknis seperti itu akan dibahas kemudian di antara kedua pihak.
Kepala Satpol PP, Kukuh Hadi Santoso, mengatakan siap memberikan personilnya untuk membantu mengurai kemacetan. "Ini sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur," kata dia. Apalagi, menurut Kukuh, petugas yang ada di lapangan memang kekurangan anggota untuk melakukan pengaturan. "Karena simpul kemacetan di Jakarta banyak titiknya," kata Kukuh.
Saat ini, Kukuh mengatakan ada sebanyak 6.100 personel Satpol PP di Jakarta. Ada sekitar 500 petugas yang ada dalam posisi Di Bawah Koordinasi (BKO) di beberapa SKPD dan UKPD. "Sebenarnya ada juga personel yang sudah turun ke lapangan bantu mengurai kemacetan," kata dia.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/01/17/083635462/Polantas-Kurang-Satpol-PP-Dilatih-Urai-Macet
langkahmu cepat seperti terburu.. berlomba dengan waktu.. apa yang kau cari belumkah kau dapati.. di angkuh gedung gedung tinggi.. (courtesy of Iwan Fals)
- jakarta
- dki
- kemacetan
- banjir
- jalan
- sampah
- transportasi
- kendaraan
- pemprov
- ahok
- jokowi
- warga
- dinas
- pembangunan
- ibu kota
- lalu lintas
- proyek
- basuki
- bus
- kebersihan
- macet
- rp
- air
- masyarakat
- mrt
- kota
- transjakarta
- pemerintah
- sungai
- kawasan
- jalur
- tjahaja
- mobil
- sistem
- aplikasi
- pengguna
- program
- waduk
- balai kota
- busway
- jam
- angkutan
- pt
- penumpang
- ribu
- anggaran
- indonesia
- kelurahan
- petugas
- kali
- rencana
Tampilkan postingan dengan label lapangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lapangan. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Januari 2015
Polantas Kurang, Satpol PP Dilatih Urai Macet
Label:
ahok
,
jakarta
,
jaya
,
kekurangan
,
kemacetan
,
kepolisian
,
kukuh
,
lalu lintas
,
lapangan
,
martinus
,
metro
,
pamong praja
,
personel
,
personil
,
petugas
,
polda
,
pp
,
satpol
,
tjahaja
Rabu, 14 Agustus 2013
Jokowi: Tak cuma PKL bandel, buang sampah sembarangan disanksi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji akan menegakkan aturan yang termuat dalam berbagai perda. Sekecil apapun pelanggaran akan diberi sanksi.
"Di semua hal kami ingin melakukan itu. Di semua hal termasuk nanti buang sampah, berjualan di jalan termasuk yang di perda-perda itu ada, mulai akan diterapkan tipiring. Percuma kita buat undang-undang dan perda kemudian tidak kita lakukan sanksi tindakan dan lain-lainnya. Tak ada artinya," ujar Jokowi di Balai Kota sebelum blusukan ke Tanah Abang, Selasa (13/8).
Menurut dia, penertiban di kawasan Tanah Abang akan menjadi contoh untuk wilayah lain. Mengenai kondisi Tanah Abang, akan terus dipercantik.
"Taman diperbaiki, kebersihan, dan semuanya," ujar Jokowi. Perbaikan lain adalah gerbang dan juga jembatan.
Jokowi juga membantah ada PKL Tanah Abang tidak kebagian kios di Blok G. "Dapet, dapet semua. Kiosnya aja ada 1.100, PKL- nya sudah kami hitung ada 700, karena ini belum terseleksi. Saya kemarin di lapangan memang ada yang bilang, pak saya sudah daftar tapi gak dapet itu nanti kita akan lihat di lapangan," tegasnya.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/jokowi-tak-cuma-pkl-bandel-buang-sampah-sembarangan-disanksi.html
"Di semua hal kami ingin melakukan itu. Di semua hal termasuk nanti buang sampah, berjualan di jalan termasuk yang di perda-perda itu ada, mulai akan diterapkan tipiring. Percuma kita buat undang-undang dan perda kemudian tidak kita lakukan sanksi tindakan dan lain-lainnya. Tak ada artinya," ujar Jokowi di Balai Kota sebelum blusukan ke Tanah Abang, Selasa (13/8).
Menurut dia, penertiban di kawasan Tanah Abang akan menjadi contoh untuk wilayah lain. Mengenai kondisi Tanah Abang, akan terus dipercantik.
"Taman diperbaiki, kebersihan, dan semuanya," ujar Jokowi. Perbaikan lain adalah gerbang dan juga jembatan.
Jokowi juga membantah ada PKL Tanah Abang tidak kebagian kios di Blok G. "Dapet, dapet semua. Kiosnya aja ada 1.100, PKL- nya sudah kami hitung ada 700, karena ini belum terseleksi. Saya kemarin di lapangan memang ada yang bilang, pak saya sudah daftar tapi gak dapet itu nanti kita akan lihat di lapangan," tegasnya.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/jokowi-tak-cuma-pkl-bandel-buang-sampah-sembarangan-disanksi.html
Label:
abang
,
balai kota
,
blusukan
,
dapet
,
dipercantik
,
hitung
,
jokowi
,
kios
,
lapangan
,
perda
,
perda-perda
,
pkl-
,
sanksi
,
sekecil
,
tanah
,
terseleksi
,
tipiring
,
undang-undang
Rabu, 07 Agustus 2013
H-2 Lebaran, Kemacetan di Jakarta Turun 50%
Jakarta - Sejumlah ruas jalan di Jakarta pada H-2 menjelang Lebaran mulai lengang akibat sebagian besar warga Ibukota telah cuti dan mudik ke kampung halaman. Warga diimbau tetap berhati-hati dalam berkendara.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Sambodo Purnomo, mengatakan kemacetan hingga hari ini berkurang sampai 50 persen dibanding hari biasa.
"Saat ini kemacetan di Jakarta memang berkurang drastis, sekitar 50 persen. Ini akibat warga Jakarta sudah mudik dan libur," ujar Sambodo, Selasa (6/8).
Dikatakan Sambodo, jalan protokol maupun arteri nampak lengang. Kondisi arus lalu lintas cenderung ramai lancar. "Jarak tempuh pun menjadi berkurang. Kalau sebelumnya bisa berjam-jam, saat ini hanya hitungan menit," tambahnya.
Ia melanjutkan, kendati jalanan sudah mulai sepi dari pengendara, namun masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan tidak memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar terhindar dari kecelakaan.
"Meski jalanan sepi, tapi diimbau warga tidak ngebut karena bisa saja terjadi kecelakaan. Selalu berhati-hati, utamakan keselamatan dan jadi pelopor keselamatan berlalulintas," katanya.
Menurut Sambodo, walau pun jalanan sudah lengang, namun Ditlantas Polda Metro Jaya tak menurunkan jumlah anggota di lapangan.
"Jumlah anggota di lapangan tidak berkurang. Tiap hari ada 600 anggota Polantas yang diploting untuk mengatur lalin," tandasnya.
Penulis: Bayu Marhaenjati/AF
Sumber:
http://www.beritasatu.com/aktualitas/130318-h2-lebaran-kemacetan-di-jakarta-turun-50.html
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Sambodo Purnomo, mengatakan kemacetan hingga hari ini berkurang sampai 50 persen dibanding hari biasa.
"Saat ini kemacetan di Jakarta memang berkurang drastis, sekitar 50 persen. Ini akibat warga Jakarta sudah mudik dan libur," ujar Sambodo, Selasa (6/8).
Dikatakan Sambodo, jalan protokol maupun arteri nampak lengang. Kondisi arus lalu lintas cenderung ramai lancar. "Jarak tempuh pun menjadi berkurang. Kalau sebelumnya bisa berjam-jam, saat ini hanya hitungan menit," tambahnya.
Ia melanjutkan, kendati jalanan sudah mulai sepi dari pengendara, namun masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan tidak memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar terhindar dari kecelakaan.
"Meski jalanan sepi, tapi diimbau warga tidak ngebut karena bisa saja terjadi kecelakaan. Selalu berhati-hati, utamakan keselamatan dan jadi pelopor keselamatan berlalulintas," katanya.
Menurut Sambodo, walau pun jalanan sudah lengang, namun Ditlantas Polda Metro Jaya tak menurunkan jumlah anggota di lapangan.
"Jumlah anggota di lapangan tidak berkurang. Tiap hari ada 600 anggota Polantas yang diploting untuk mengatur lalin," tandasnya.
Penulis: Bayu Marhaenjati/AF
Sumber:
http://www.beritasatu.com/aktualitas/130318-h2-lebaran-kemacetan-di-jakarta-turun-50.html
Label:
anggota
,
ditlantas
,
jakarta
,
jalan protokol
,
jalanan
,
jarak tempuh
,
jaya
,
kecelakaan
,
kemacetan
,
keselamatan
,
lalu lintas
,
lapangan
,
lengang
,
metro
,
mudik
,
ngebut
,
polda
,
sambodo
,
sepi
,
warga
Selasa, 25 Juni 2013
Fakta Unik tentang Jakarta
Citizen6, Jakarta: Coba tanyakan ini pada diri kita, apakah sebagai orang yang memang penduduk asli Jakarta atau yang memang berasal dari luar Jakarta namun lahir, besar, dan mencari nafkah di kota megapolitan ini mengetahui tentang fakta-fakta sejarah ibukota tercinta ini?
Mungkin saja, ada dari sebagian kita yang memang mengetahui tentang sejarah Jakarta. Namun bagi saya atau Anda yang memang bukan asli Jakarta, masalah kemacetan, panas, banjir, sampah, yang selalu menjadi pekerjaan pemerintah setempat setiap tahunnya, itulah yang menjadi gambaran kita semua mengenai ibukota Indonesia ini.
Namun nyatanya, masih ada fakta-fakta menarik lainnya yang mungkin belum kita ketahui bersama tentang ibukota Jakarta tercinta ini, di antaranya adalah:
1. Jakarta pernah berganti nama sampai 13 kali.
Berawal dari sebuah pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa, lalu berubah nama menjadi Jayakarta. Kemudian pada saat pemerintahan Belanda, ibukota ini mengganti namanya dengan Sta Batavia yang berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905.
Pada masa pendudukan Jepang 8 Agustus1942, nama Batavia diubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Namun setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, Kota Jakarta menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
Di masa pemerintahan NICA, Jakarta kembali berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia. Baru genap sebulan, tepatnya pada 24 Maret 1950 menjadi Kota Praja Jakarta. Setelah kedudukan Jakarta dinyatakan sebagai daerah swatantra, maka pada 18 Januari 1958 dinamakan Kota Praja Djakarta Raya. Lalu di tahun 1961 dibentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
2.Maskot Jakarta, Elang Bondol atau ulung-ung dan salak.
Elang Bondol dan salak condet dijadikan maskot Jakarta pada tahun 1989. Patung ini bisa dilihat di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
3. Jakarta tempo dulu masih banyak dijumpai tanah lapang yang luas.
Antara lain ada Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas. Selain itu Jakarta dulunya masih dipenuhi dengan hutan-hutan kota yang menyejukan.
4. Ketika mulai dijajah oleh Belanda, kota ini mulai maju.
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, berbagai patung mulai menghiasi Kota Jakarta. Sebut saja Patung Selamat Datang, Patung Dirgantara, Patung Pancoran, Monas, dan lain-lain. Dari semua patung-patung ini, apakah kita tahu kalau bentuk lidah api Monas adalah bentuk sosok perempuan yang bersimpuh menghadap Jakarta? Satu fakta penting lainnya yang perlu kita ketahui, Patung Pancoran atau Patung Dirgantara yang pembuatannya dikerjakan oeh Edhi Sunarso konon mengarah ke Uni Sovyet. Ada yang beranggapan patung ini mengarah ke utara karena Bung Karno lebih berkiblat ke Uni Soviet daripada Amerika Serikat.
5. Filosofi Roti Buaya
Roti buaya yang biasanya dipakai sebagai simbol pada pernikahan mereka warga asli Jakarta merupakan simbol kesetiaan.
6. Jakarta mempunyai 47 Museum
Kemungkinan Jakarta adalah kota yang memiliki jumlah museum terbanyak di dunia. Sedikitnya ada 47 museum yang tersebar diseluruh ibukota Jakarta. Ada banyak manfaat ketika kita mengunjungi museum. Tidak hanya sebagai bahan pembelajaran para siswa, museum juga dapat berfungsi sebagai tempat menambah wawasan pengetahuan.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/621306/fakta-unik-tentang-jakarta
Mungkin saja, ada dari sebagian kita yang memang mengetahui tentang sejarah Jakarta. Namun bagi saya atau Anda yang memang bukan asli Jakarta, masalah kemacetan, panas, banjir, sampah, yang selalu menjadi pekerjaan pemerintah setempat setiap tahunnya, itulah yang menjadi gambaran kita semua mengenai ibukota Indonesia ini.
Namun nyatanya, masih ada fakta-fakta menarik lainnya yang mungkin belum kita ketahui bersama tentang ibukota Jakarta tercinta ini, di antaranya adalah:
1. Jakarta pernah berganti nama sampai 13 kali.
Berawal dari sebuah pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa, lalu berubah nama menjadi Jayakarta. Kemudian pada saat pemerintahan Belanda, ibukota ini mengganti namanya dengan Sta Batavia yang berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905.
Pada masa pendudukan Jepang 8 Agustus1942, nama Batavia diubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Namun setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, Kota Jakarta menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
Di masa pemerintahan NICA, Jakarta kembali berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia. Baru genap sebulan, tepatnya pada 24 Maret 1950 menjadi Kota Praja Jakarta. Setelah kedudukan Jakarta dinyatakan sebagai daerah swatantra, maka pada 18 Januari 1958 dinamakan Kota Praja Djakarta Raya. Lalu di tahun 1961 dibentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
2.Maskot Jakarta, Elang Bondol atau ulung-ung dan salak.
Elang Bondol dan salak condet dijadikan maskot Jakarta pada tahun 1989. Patung ini bisa dilihat di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
3. Jakarta tempo dulu masih banyak dijumpai tanah lapang yang luas.
Antara lain ada Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas. Selain itu Jakarta dulunya masih dipenuhi dengan hutan-hutan kota yang menyejukan.
4. Ketika mulai dijajah oleh Belanda, kota ini mulai maju.
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, berbagai patung mulai menghiasi Kota Jakarta. Sebut saja Patung Selamat Datang, Patung Dirgantara, Patung Pancoran, Monas, dan lain-lain. Dari semua patung-patung ini, apakah kita tahu kalau bentuk lidah api Monas adalah bentuk sosok perempuan yang bersimpuh menghadap Jakarta? Satu fakta penting lainnya yang perlu kita ketahui, Patung Pancoran atau Patung Dirgantara yang pembuatannya dikerjakan oeh Edhi Sunarso konon mengarah ke Uni Sovyet. Ada yang beranggapan patung ini mengarah ke utara karena Bung Karno lebih berkiblat ke Uni Soviet daripada Amerika Serikat.
5. Filosofi Roti Buaya
Roti buaya yang biasanya dipakai sebagai simbol pada pernikahan mereka warga asli Jakarta merupakan simbol kesetiaan.
6. Jakarta mempunyai 47 Museum
Kemungkinan Jakarta adalah kota yang memiliki jumlah museum terbanyak di dunia. Sedikitnya ada 47 museum yang tersebar diseluruh ibukota Jakarta. Ada banyak manfaat ketika kita mengunjungi museum. Tidak hanya sebagai bahan pembelajaran para siswa, museum juga dapat berfungsi sebagai tempat menambah wawasan pengetahuan.
Sumber : http://news.liputan6.com/read/621306/fakta-unik-tentang-jakarta
Label:
batavia
,
berubah
,
bondol
,
dirgantara
,
elang
,
fakta-fakta
,
gemeente
,
ibukota
,
jakarta
,
kota
,
kota praja
,
lapangan
,
maskot
,
monas
,
museum
,
nama
,
pancoran
,
patung
,
salak
Langganan:
Postingan
(
Atom
)