Tampilkan postingan dengan label platform. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label platform. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Februari 2015

PetaJakarta Kebanjiran Laporan Banjir

Warga Jakarta serta pejabat pemerintahan ibukota memanfaatkan Twitter untuk memonitor banjir dan kemacetan lalu lintas yang diakibatkan hujan deras.

PetaJakarta.org, laman yang memanfaatkan urun daya (crowdsourcing) pengguna Twitter berbekal lokasi, merekam sekitar 800 kicauan per jam saat ibukota didera banjir pada 9 Februari lalu. Hari itu, sekitar 12.000 pengguna tercatat pada laman tersebut.

“Angka itu cukup besar,” ujar Etienne Turpin, periset dari SMART Infrastructure Facility, University of Wollongong, yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) DKI Jakarta dalam proyek tersebut. Reaksi pengguna media sosial begitu tinggi sehingga para pengembang dalam program harus memperbesar skala peta untuk menggambarkan kenaikan aktivitas pemakai.

Jawatan kota lainnya juga beralih ke media sosial untuk menyebarkan data banjir terbaru. Layanan bus TransJakarta serta kereta Commuter Line mengandalkan akun Twitter resminya guna melaporkan penutupan jalur serta kondisi jalan. Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metro Jaya juga menggunakan kesempatan tersebut untuk membagi informasi kemacetan lalu lintas.

Dulu, BPBD bersandar pada laporan banjir dari ketua RT/RW. Kini, berkolaborasi dengan PetaJakarta, mereka dapat langsung mengakses laporan secara sewaktu alias real time.

Perbaruan kondisi peta terjadi per 60 detik, lebih cepat ketimbang sistem BPBD yang memperbarui data setiap enam jam sekali, ujar Basuki Rakhmat, kepala stasiun pengendali BPBD.

Menurutnya, platform tersebut masih baru, tetapi sudah berfungsi sebagai buletin dan memungkinkan khalayak luas untuk ikut serta dalam mengintervensi banjir.

“Pada akhirnya, kemampuan kami untuk mengumpulkan dan menampilkan informasi [banjir] secara sewaktu meningkatkan kemampuan mereka untuk mengambil keputusan,” ujar Turpin.

“[Platform itu] tidak menggantikan prosedur tradisional, tetapi sangat membantu serta mempercepat sistem uji silang atas informasi yang masuk,” katanya.

Menurut Turpin, PetaJakarta telah menyadari adanya tren baru pekan ini, terutama berkenaan dengan peringatan dan keluhan masyarakat mengenai kemacetan jalan. Daerah yang paling sering disebut adalah Tanjung Priok, kemudian disusul Kemayoran dan Kelapa Gading.

Banyak orang berkicau dengan merujuk kepada ketinggian air sejumlah pos pemantauan dan pintu air. Banyak warga sudah memahami bahwa pada level ketinggian tertentu, mereka sudah mesti mengungsi.

“Masalahnya, banyak variabel yang sekarang berubah,” ujar Turpin.

BPBD masih berupaya melakukan verifikasi terhadap akurasi dan kebenaran laporan masuk. Namun, menurut Turpin, masyarakat sejauh ini tidak berlaku main-main. Belum ada laporan palsu yang tercatat, meski kadang ada yang melampirkan selfie.

“Masyarakat melihat manfaat jejaring media sosial untuk hal lain di luar mengobrol,” ujarnya.

Meski curah hujan tahun ini diprediksi lebih rendah dari 2014, Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperingatkan masyarakat untuk waspada.

Sumber : http://indo.wsj.com/posts/2015/02/13/petajakarta-kebanjiran-laporan-banjir/

Rabu, 03 Desember 2014

PetaJakarta.org, Jurus Cepat Tangani Banjir Jakarta

VIVAnews - Guna penanggulangan secara cepat pada saat darurat banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bekerja sama dengan Twitter Inc., dan Fasilitas Infrastruktur SMART dari Universitas Wolonggong, Australia meluncurkan PetaJakarta.org, Selasa 2 Desember 2014 di Balai Kota DKI, Jakarta.

Pemetaan ini merupakan penelitian terdepan yang memanfaatkan sumber daya masyarakat komunitas untuk memetakan tweet, terkait banjir dan menyediakan informasi terbaru langsung kepada BPBD.

Direktur proyek Dr. Etienne Turpin dan Dr. Tomas Holderness, mengatakan platform gratis dan open-source universitas itu akan mengubah tweet dengan geo-tag menjadi data berharga yang bisa digunakan oleh penduduk Jakarta dan Pemerintah DKI guna merespon banjir musiman secara lebih cepat.

"Jadi, kalau pengen melaporkan soal banjir, bisa hashtag, atau tanda pagar (#) @petajkt dan bisa dicek petajakarta.org. Jadi, bisa langsung tuh ketahuan di mana banjir dan kita bisa langsung tindakan," ungkap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok.

Dalam kesempatan itu, Ahok menyempatkan menge-tweet dengan me-mention akun Twitter Presiden Joko Widodo untuk mempublikasikan PetaJakarta.org.

"Kami sangat senang, kami sangat terima kasih, ini smart city kami, kita sudah bekerja sama dengan AS, Google, dan kami akan mengarahkan RT, RW kami. Makanya, nanti RT, RW, kita bayar kalau dia ngirim berita ke sistem kita," ujar Ahok.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Bambang Musyawardana, mengatakan dengan mengumpulkan dan memetakan tweet masyarakat menggunakan platform PetaJakarta.org, BPBD DKI Jakarta kini memiliki informasi langsung melalui media sosial untuk melengkapi sistem tanggap bencana saat ini.

Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/564580-petajakarta-org--jurus-cepat-tangani-banjir-jakarta

Rabu, 26 November 2014

Banjir di Jakarta? Pantau dan Laporkan Pakai Ini

Jakarta, PCplus – Musim hujan tiba. Salah satu tamu tak diundang yang sering mampir adalah banjir. Nah, kamu yang khususnya tinggal di Jakarta, jangan sampai kejebak bencana tahunan ini. Caranya, buka browser dan kunjungi petajakarta.org

Petajakarta.org bukan cuma sekadar peta. Dengan bantuan platform sumber terbuka (opensource) CogniCity ia mampu menampilkan kondisi terkini dari daerah-daerah langganan banjir di Jakarta. Akurat kah?

Karena menggunakan metode crowdsourcing, data di Petajakarta.org akan bergantung penuh pada masyarakat yang berinteraksi kepadanya. “Kami meminta agar orang-orang yang aktif di Twitter untuk memberitahu kami di mana lokasi terjadi banjir, supaya kami bisa membangun peta real time yang akan ditujukan kepade pengguna Twitter kembali dan juga kepada pemerintah lokal (tentang) situasi banjir terkini,” jelas Yantri Dewi dari Petajakarta.org.

Yap, Twitter dijadikan media pengumpul data utama oleh platform yang pengembangannya dimulai sejak setahun lalu. Pengguna Twitter cukup mengirim twit dengan menyebut (mention) akun @petajkt dan tagar #banjir. Selanjutnya platform ini akan mencatat lokasi pengirim twit dan menandai lokasi banjir yang dilaporkan.

Platform yang dikembangkan University of Wollongong (UoW) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta ini juga membuka Application Programmable Interface (API)-nya kepada pengembang umum. Jadi, kamu boleh saja mengembangkan aplikasi lain berbasis informasi laporan banjir dari Petajakarta.org.

Oh ya, di kejadian banjir Jakarta minggu lalu, Petajakarta.org berhasil mengumpulkan lebih dari 1000 informasi banjir lewat Twitter hanya dalam tempo 20 jam. Informasi tersebut dilihat oleh 40 ribu orang.

Berminat ikut berpartisipasi?

Sumber : http://www.pcplus.co.id/2014/11/berita-teknologi/banjir-di-jakarta-pantau-dan-laporkan-pakai-ini/