Tampilkan postingan dengan label kjp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kjp. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2015

Kartu Jakarta Pintar Dapat Digunakan di Pasar Modern

Jakarta, CNN Indonesia -- Para penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) mulai saat ini dapat membelanjakan dana bantuan yang diterima di beberapa toko buku dan pasar modern kenamaan yang ada di ibu kota. Untuk menggunakan dana dalam KJP, penerima bantuan cukup menggunakan kartu tersebut dan membayar peralatan serta perlengkapan sekolah yang dibeli dengan sistem pembayaran non-cash.

"KJP bisa dipakai sebagai alat pembayaran di toko-toko yang mempunyai alat EDC (Electronic Data Capture) Bank DKI atau Jaringan Prima," kata Kepala Sub Bagian Unit Pengelola Teknis (UPT) Pusat Perencanaan Pengendalian Pembiayaan Pendidikan Personal dan Operasional (P60) Dinas Pendidikan DKI, Susie Nurhati , Rabu (29/7).

Hingga saat ini, Susie mengatakan sudah ada dua toko buku besar yang dapat melayani pembelian peralatan dan perlengkapan sekolah menggunakan KJP. Selain itu, pembelian barang menggunakan KJP juga bisa dilakukan di dua pasar modern, dan salah satu toko sepatu di Jakarta.

"KJP juga bisa digunakan untuk belanja di beberapa toko alat tulis di Pasar Jatinegara, Asemka, Tanah Abang, dan Senen," kata Susie.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, sempat mengatakan bahwa dirinya ingin para pemilik KJP membelanjakan dana yang diterima di toko-toko buku dan pasar modern yang memiliki alat EDC Bank DKI serta bank lain.

Menurut Ahok, harga jual peralatan dan perlengkapan sekolah di toko buku dan pasar modern jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga jual barang-barang yang ada di bazar Jakarta Book and Education (JakBook) 2015.

"Bapak dan ibu bisa beli semua peralatan di toko yang ada kerjasama dengan bank. Bapak dan ibu bisa beli di mana saja, karena kartu ini (KJP) adalah ATM yang bisa digunakan dimana saja," ujar Ahok di Parkir Timur Senayan, Senin (27/7) lalu.

Mulai tahun pendidikan ajaran baru dunia pendidikan 2015/2016, para pemegang KJP Jakarta yang bersekolah di sekolah dasar dapat menggunakan uang transportasi sebesar Rp 50 ribu per dua minggu. Untuk siswa tingkat SMP dan SMA, mereka dapat mengambil uang transportasi sebesar Rp100 ribu tiap dua minggu sekali.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150729155736-12-68895/kartu-jakarta-pintar-dapat-digunakan-di-pasar-modern/

Senin, 08 Juli 2013

Ahok Diminta Jangan Seperti Tauke Glodok Marahi Karyawan

JAKARTA - Pengamat Sosial dan Hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama tidak bergelegak seperti seorang tauke yang memarahi bawahannya. Peringatan ini disampaikan lantaran reaksi orang nomor dua di DKI Jakarta yang akrab disapa Ahok itu sudah kelewatan. Martimus yang juga kader Gerindra dan satu partai dengan Ahok mengatakan sebagai orang pemerintahan harus menjaga tata krama berbahasa. "Janganlah ia berbicara seperti toke Glodok memarahi karyawannya," kata Martimus yang juga caleg DPRD DKI dari Partai Gerindra di Dapil V seperti yang dilansir Rakyat Merdeka Online (JPNN Group), Minggu (7/7). Dia ingat betul betapa Ahok memberikan pernyataan yang tidak santun menanggapi permasalahan. Seperti pada kasus kebijakan Pemprov DKI terhadap Kartu Jakarta Pintar (KJP) mengalami akibat Bank DKI yang diduga terlambat mencairkan dana KJP kepada pelajar. "Semisal kata-kata "Kalau ada keraguan maka kita bisa blokir, kok pakai demo ngeduduki Bank. Anak SD lagi. Masuk akal atau tidak? Lebih baik yang model kaya gitu nggak usah disekolahkan lama-lama". Kalimat terakhir tidak perlu terucapkan, tidak diplomatis dan tidak boleh terus berulang," sesal Martimus. Martimus juga masih ingat sikap Ahok atas sengketa tanah. Menurutnya, Ahok juga pernah mengatakan bagi yang menduduki tanah negara adalah PKI. Kata dia, Ahok mesti belajar menjaga kesantunan diplomasinya. Sebagai pejabat publik juga ia menyandang marwah dan kehormatan partai pendukungnya.

Sumber : http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=13815:ahok-diminta-jangan-seperti-tauke-glodok-marahi-karyawan&catid=60:news-update&Itemid=134